cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
muhammadasyari1991@gmail.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
lumbunginovasi@gmail.com
Editorial Address
Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2541626X     DOI : -
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 522 Documents
Inovasi Playbook dalam Peningkatan Pengetahuan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Siswa SDN Sumbersih 01 Kabupaten Blitar Paramita, Farah; Rachmawati, Windi Chusniah; Rahmawati, Indana Tri; Katmawanti, Septa; Samah, Dea Aflah; Wahyuni, Oktavia Sri; Kriscahyanti, Sila; Fitriani, Amelia Salsabila; Pahlevi, Reza
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2227

Abstract

Derajat kesehatan masyarakat merupakan aspek penting dalam mencapai tujuan pembangunan nasional dalam bidang kesehatan. Salah satu upaya yang telah dilakukan pemerintah dalam membangun derajat kesehatan masyarakat ialah melalui program PHBS. Data Riset Kesehatan Dasar menunjukkan bahwa proporsi rumah tangga yang menerapkan PHBS di Indonesia mengalami peningkatan dalam selama sepuluh tahun terakhir. Meski terjadi peningkatan, angka tersebut berselisih cukup jauh dari target yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan yaitu 71%. Dari 22 kecamatan yang ada di Kabupaten Blitar, Kecamatan Panggungrejo memperoleh persentase akses sanitasi layak yang terendah yaitu 56,49% kepala keluarga yang memiliki akses fasilitas sanitasi yang layak. Selain itu, dari 18.997 keluarga di Kecamatan Panggungrejo, sebanyak 7.624 keluarga belum menerapkan CTPS. Rendahnya penerapan PHBS di Kecamatan Panggungrejo juga mencakup sekolah-sekolah di dalamnya. Hingga saat ini, pendidikan kesehatan belum secara masif diberikan dan ketersediaan fasilitas sanitasi belum memadai dari segi jumlah seperti yang dialami oleh SDN Sumbersih 01. Oleh karena itu, perlu adanya edukasi terkait PHBS di sekolah melalui kegiatan edukasi PHBS pada siswa dengan menggunakan media interaktif playbook PHBS. Kegiatan dilakukan dengan tahapan perencanaan, persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi kegiatan. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon dari data pretest dan posttest diperoleh nilai signifikansi sejumlah 0,03 dengan nilai positive ranks sejumlah 17 dari 31 data dan nilai negative ranks sejumlah 9 dari 31 dar. Nilai signifikansi yang diperoleh tersebut < 0,05 dimana menunjukkan adanya perbedaan antar variabel, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan media playbook PHBS terhadap peningkatan pengetahuan siswa di SDN Sumbersih 01. Innovation Playbook in Enhancing Knowledge of Clean and Healthy Living Behavior among Students at SDN Sumbersih 01, Blitar Regency  Abstract The level of public health is a crucial aspect in achieving national development goals in the health sector. One of the efforts made by the government to improve public health is through the PHBS program (Kurnianingsih et al., 2023). Basic Health Research data shows that the proportion of households implementing PHBS in Indonesia has increased over the past ten years. Despite this increase, the figure is still significantly below the target set by the Ministry of Health, which is 71% (Ministry of Health RI, 2021). Among the 22 sub-districts in Blitar Regency, Panggungrejo Sub-district has the lowest percentage of households with access to adequate sanitation, with only 56.49% of households having access to proper sanitation facilities. Furthermore, out of 18,997 families in Panggungrejo Sub-district, 7,624 families have not yet practiced proper handwashing with soap (CTPS). The low implementation of PHBS in Panggungrejo Sub-district also extends to the schools within the area. To date, health education has not been widely provided, and the availability of sanitation facilities is still inadequate in terms of quantity, as experienced by SDN Sumbersih 01. Therefore, it is necessary to provide PHBS education in schools through PHBS education activities for students using an interactive PHBS playbook. The activities were carried out through planning, preparation, implementation, and evaluation stages. Based on the Wilcoxon test results from pretest and posttest data, a significance value of 0.03 was obtained, with 17 positive ranks out of 31 data points and 9 negative ranks out of 31 data points. The obtained significance value of <0.05 indicates a difference between the variables, leading to the conclusion that the use of the PHBS playbook has a significant impact on increasing students' knowledge at SDN Sumbersih 01.
Pendampingan Penyusunan Naskah Akademik dan Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Badung Tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Usaha Mikro di Kabupaten Badung Rideng, I Wayan; Wijaya, Ketut Kasta Arya; Widiati, Ida Ayu
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2237

Abstract

Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk mendukung penyusunan Naskah Akademik dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang terkait dengan perlindungan dan pemberdayaan usaha mikro di Kabupaten Badung. Metode yang digunakan mencakup pendekatan yuridis empiris yang mengombinasikan analisis hukum dengan data lapangan, yang diperoleh melalui wawancara langsung dengan 50 responden (30 pelaku usaha mikro dan 20 perwakilan instansi pemerintah). Analisis ROCCIPI (Rules, Opportunities, Capacities, Communication, Interests, Processes, Ideals) diterapkan untuk mengevaluasi berbagai faktor yang memengaruhi penerapan regulasi, sementara Regulatory Impact Assessment (RIA) digunakan untuk mengukur dampak kebijakan yang diusulkan. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa 60% pelaku usaha mengalami peningkatan pemahaman tentang pentingnya legalitas usaha, dan 50% mulai mempertimbangkan adopsi teknologi digital untuk pemasaran. Ranperda yang disusun diproyeksikan memberikan dampak langsung berupa kemudahan akses permodalan dan perizinan bagi usaha mikro serta peningkatan daya saing di pasar lokal. Potensi jangka panjang dari Ranperda ini meliputi peningkatan kontribusi usaha mikro terhadap ekonomi lokal dan penguatan stabilitas usaha mikro di Kabupaten Badung, khususnya dalam sektor pariwisata. Assistance in the Preparation of Academic Papers and Draft Local Regulations of Badung Regency on The Protection and Empowerment of Micro Businesses in Badung Regency Abstract This mentoring activity aims to support the preparation of Academic Manuscripts and Draft Regional Regulations (Ranperda) related to the protection and empowerment of micro businesses in Badung Regency. The methods used include an empirical juridical approach that combines legal analysis with field data, obtained through direct interviews with 50 respondents (30 micro business actors and 20 representatives of government agencies). The ROCCIPI (Rules, Opportunities, Capacities, Communication, Interests, Processes, Ideals) analysis is applied to evaluate various factors affecting the implementation of regulations, while the Regulatory Impact Assessment (RIA) is used to measure the impact of the proposed policy. The results of the mentoring show that 60% of business actors have increased their understanding of the importance of business legality, and 50% are starting to consider the adoption of digital technology for marketing. The Ranperda that has been prepared is projected to have a direct impact in the form of ease.
Sosialisasi dan Pelatihan Pemanfaatan Limbah Pertanian Sebagai ECO Enzyme Sebagai Upaya Mendukung Pertanian Berkelanjutan Setyowati, Erni Dwi Puji; Sandriya, Ardi; Setyowati, Erni; Andanu, Odi; Dwijayanti, Rts. Sherly
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2245

Abstract

Limbah pertanian merupakan sisa hasil kegiatan pertanian yang dimulai dari proses produksi hingga panen. Pentingnya penanganan dan pengelolaan limbah di dasari atas sistem pertanian berkelanjutan sehingga dapat menghemat biaya produksi dan menjaga kelestarian lingkungan. Salah satu cara pengelolaan limbah pertanian adalah dengan pembuatan eco enzyme. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengolah limbah pertanian menjadi produk tepat guna yaitu eco enzyme. Pengabdian kepada masyarakat ini dibagi dalam beberapa tahap yaitu survey, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pada tahap survey dilakukan pengumpulan data, identifikasi permasalahan dan diskusi dengan mitra untuk menyesuaikan kebutuhan mitra serta berkoordinasi mengenai potensi yang dapat dikembangkan. Tahap perencanaan dilakukan untuk persiapan materi serta koordinasi dengan mitra mengenai waktu dan tempat pelaksanaan serta bahan yang perlu dipersiapkan. Tahap pelaksanaan dibagi menjadi sosialisasi dan pelatihan. Sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan peserta mengenai eco enzyme. Pelatihan berguna untuk memberi pengalaman langsung mengenai pembuatan eco enzyme. Hasil evaluasi menunjukan adanya peningkatan tingkat pengetahuan peserta sebesar 72% setelah dilakukannya sosialisasi. Hasil kuisioner evaluasi kegiatan menunjukan semua peserta menyatakan bahwa kegiatan ini telah sesuai kebutuhan (100%), memiliki kebermanfaatan yang tinggi (100%) dan peserta merasa puas selama kegiatan berlangsung (100%). Minat penggunaan eco enzyme setelah sosialisasi dan pelatihan mengalami peningkatan dari 80% peserta menjadi 100% peserta. Diharapkan adanya peningkatan pengelolaan limbah pertanian di kebun Oibama untuk mendukung sistem pertanian berkelanjutan dari segi penggunaan bahan organik pada proses budidaya dan menjaga kelestarian lingkungan. SOCIALIZATION AND TRAINING OF AGRICULTURAL WASTE AS ECO ENZYME TO SUPPORT SUSTAINABLE AGRICULTURE Abstract Agricultural waste is the remaining results of agricultural activities starting from the production process to harvest. The importance of handling and managing waste is based on a sustainable farming system to save production costs and maintain environmental sustainability. One way to manage agrarian waste is by making eco enzymes. The objective of this community service initiative is to enhance the expertise and proficiency of farmers in the conversion of agricultural waste into suitable products, specifically eco enzymes. This community service is divided into several stages, namely survey, planning, implementation, and evaluation. During the survey stage, data is gathered, problems are identified, and discussions are held with partners to align their needs and collaborate on potential development opportunities The planning phase involves preparing materials and coordinating with partners about the timing and location of implementation, as well as the necessary materials. The implementation stage is divided into socialization and training. Socialization is carried out to increase participants' knowledge about eco enzymes. Training is beneficial for gaining hands-on experience in producing eco enzymes. The assessment findings demonstrated a 72% increase in participant knowledge levels following the socialization activity. The results of the activity evaluation questionnaire showed that all participants stated that this activity was by their needs (100%), had high benefits (100%) and participants were satisfied during the activity (100%). After the process of socialization and training, the percentage of participants expressing interest in utilizing eco enzyme rose from 80% to 100%. The expectation is for an enhancement in the handling of agricultural waste within the Oibama garden, to promote a sustainable approach to farming through the utilization of organic materials in the cultivation process and the maintenance of environmental sustainability.
Sosialisasi Peraturan Pertandingan dan Perwasitan Cabang Olahraga Sepak Takraw Heriansyah, Heriansyah; Patta, Iwan; Suhartiwi, Suhartiwi; Marsuna, Marsuna; Azzurah, Dwi Restu Ayla
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2251

Abstract

Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan pemahaman dalam sosialisasi peraturan pertandingan dan perwasitan cabang olahraga sepak takraw. Permasalahan yang mungkin dihadapi oleh mitra dalam sosialisasi yaitu mengalami keterbatasan dalam jumlah tenaga ahli yang dapat diikutsertakan dalam sosialisasi, seperti pelatih berpengalaman atau wasit berlisensi. Sumber daya fisik seperti fasilitas pelatihan atau peralatan yang memadai bisa menjadi kendala jika tidak tersedia dalam jumlah atau kualitas yang sesuai. Mitra sering kali menghadapi masalah pendanaan yang membatasi kemampuan mereka untuk menyelenggarakan sosialisasi secara efektif, termasuk biaya untuk narasumber, materi pelatihan, dan transportasi. Mengatasi permasalahan yang dihadapi dalam sosialisasi peraturan pertandingan dan perwasitan cabang olahraga sepak takraw, serta mencapai target yang diinginkan, solusi dan langkah-langkah berikut dapat diterapkan yaitu menyediakan pelatihan intensif dan sertifikasi untuk wasit dan pelatih guna meningkatkan kualitas dan jumlah tenaga ahli. Ini bisa melibatkan pelatih dari luar daerah atau ahli nasional yang berpengalaman. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta memahami peraturan dengan baik setelah sosialisasi. Sebagian besar peserta dapat menerapkan pengetahuan tersebut dalam latihan dan pertandingan. Ada peningkatan dalam penerapan peraturan dan teknik perwasitan dalam pertandingan yang diadakan setelah sosialisasi, dengan pengamatan adanya keputusan yang lebih konsisten dan adil. Survei menunjukkan bahwa 90% peserta menyatakan puas dengan materi pelatihan, kualitas narasumber, dan fasilitas yang disediakan selama program. Dari jumlah tersebut, 60% menyatakan sangat puas, sementara 30% merasa cukup puas. Sebaliknya, 10% peserta merasa belum sepenuhnya memahami materi yang disampaikan dan membutuhkan penjelasan lebih lanjut. Socialization of Match Regulations and Refereeing Sepak Takraw Sports Branch  Abstract The purpose of this community service is to improve understanding in the socialization of the rules of the match and refereeing of the sepak takraw sport. Problems that partners may face in socialization are experiencing limitations in the number of experts who can be included in the socialization, such as experienced coaches or licensed referees. Physical resources such as adequate training facilities or equipment can be obstacles if they are not available in the appropriate quantity or quality. Partners often face funding issues that limit their ability to conduct socialization effectively, including costs for resource persons, training materials, and transportation. To overcome the problems faced in the socialization of the rules of the match and refereeing of the sepak takraw sport, and to achieve the desired targets, the following solutions and steps can be applied, namely providing intensive training and certification for referees and coaches to improve the quality and number of experts. This can involve coaches from outside the region or experienced national experts. The evaluation results showed that participants understood the rules well after the socialization. Most participants were able to apply this knowledge in training and matches. There was an increase in the application of the rules and refereeing techniques in matches held after the socialization, with observations of more consistent and fair decisions. Satisfaction surveys showed that around 90% of participants were satisfied with the training materials, speakers, and facilities provided. And 10% did not really understand the material explained. Many participants felt that the socialization met their needs and provided added value.
Implementasi Flavoured Liquid Syrup Maker (FLASER) sebagai Upaya Pemanfaatan Buah Salak menjadi Flavoured Liquid Syrup di Kecamatan Padangsidimpuan Utara Aznur, Tifany Zia; Syukri, Muhammad; Pulungan, Delyana Rahmawany; Putri, Nesti Helpitiana; Ardiansyah, Sukses; Hamid, Faris
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2264

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa dalam penerapan teknologi pengolahan buah salak menjadi sirup cair yang hasilnya dapat dikemas dengan baik sehingga memiliki daya saing di pasar. Tim pengabdian memberikan Solusi dengan mendesain dan membuat luaran dalam bentuk teknologi tepat guna ‘Mesin FLASER” yang bisa membantu mitra dan petani salak membuat produk olahan sirup dari buah salak. Mitra pengabdian ini adalah Pemuda Tani Cabang Kota Padang Sidimpuan. Hasil pengabdian ini memberikan peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani salak Bersama pemuda tani untuk mengolah buah salak menjadi sirup dengan komposisi bahan baku dan bahan tambahan yang ideal menggunakan mesin FLASER. Berdasarkan kegiatan yang dilakukan, terdapat perbedaan rata – rata secara sginifikan sebelum dan sesudah dilakukan pelatuhan Flaser dengan nilai t hitung sebesar 12,093. Artinya terjadi peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan Flaser sebelum dan sesudah dilakukan pendampingan. Skor mean pre-test peserta pelatihan sebesar 41,68 dan setelah diberi materi pelatihan Flaser skor mean post-test meningkat menjadi 75,6 sehingga peningkatan sebelum dan sesudah pelatihan sebesar 81,38%. Berdasarkan survey kepuasan peserta PKM didapatkan bahwa nilai capaian rata - rata peserta sebesar 92%. Peserta mengakui bahwa seluruh materi yang disampaikan oleh tim dosen bermanfaat bagi masyarakat, dan mereka mendukung apabila kegiatan pelatihan teknis ini ditindaklanjuti dengan bimbingan teknis secara berkala. Implementation of Flavored Liquid Syrup Maker (FLASER) as an Effort to Utilize Salak Fruit into Flavored Liquid Syrup in Padangsidimpuan Utara District Abstract This service aims to empower village communities in the application of salak fruit processing technology into liquid syrup whose results can be packaged properly so that they have competitiveness in the market. The service team provides solutions by designing and making outputs in the form of appropriate technology “FLASER Machine” which can help partners and salak farmers make processed syrup products from salak fruit. This service partner is the Youth Tani Branch of Padang Sidimpuan City. The results of this service provide an increase in knowledge and skills of salak farmers together with farmer youth to process salak fruit into syrup with the ideal composition of raw materials and additives using the FLASER machine. Based on the activities carried out, there is a significant average difference before and after the Flaser training with a t value of 12,093. This means that there is an increase in the understanding of participants after attending Flaser training before and after assistance. The mean score of the pre-test of the trainees was 41.68 and after being given the Flaser training material, the mean score of the post-test increased to 75.6, so the increase before and after training was 81.38%. Based on the satisfaction survey of PKM participants, it was found that the average achievement value of participants was 92%. Participants recognized that all the material presented by the lecturer team was useful for the community, and they supported if this technical training activity was followed up with regular technical guidance.
Inovasi Kemasan Saset untuk Meningkatkan Penjualan Produk Cabai Hiyung di Kelompok Tani Karya Baru Purba, Febriani; Saputra, Riza Adrianoor; Majid, Zuliyan Agus Nur Muchlis; Rohmanna, Novianti Adi; Kastalani, M. Abral; Hakim, Muhamad Karim Abdillah; Prayogo, Joni Yogo; Najwa, Nugraha Anthoni
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2270

Abstract

Karya Baru merupakan kelompok tani di desa Hiyung tapin yang bergerang dalam budidaya cabai Hiyung dan pengolahan produk turunananya. Kelompok tani ini mengelola sekitar 450 ha lahan pertanian cabai Hiyung dan telah menghasilkan berbagai produk turunan yang dijual secara komersil seperti benih, cabai kering, saos dan aneka jenis sambal. Cabai Hiyung merupakan komoditi unggulan di Kabupaten Tapin yang memiliki tingkat kepedasan 17 kali lebih pedas dari cabai pada umumnya. Namun demikian kelompok tani Karya Baru menghadapi tantangan dalam proses pemasarannya. Produk yang saat ini dijual dalam kemasan botol ukuran 100mL belum mampu menjangkau pasar yang luas terutama untuk kalangan konsumen yang baru ingin mencoba dan ibu rumah tangga yang menginginkan ukuran yang ekonomis. PkM ini dilakukan melalui serangkaian kegiatan yang terdiri dari survey awal, sosialisasi, pelatihan dan penerapan teknologi serta pendampingan dan evaluasi. Seluruh peserta telah menghasilkan desain kemasan saset untuk produk sambal. Seluruh peserta juga telah mampu menerima proses alih teknologi yang tercermin dari kemapuan dalam mengoperasikan mesin pengemas saset otomatis. Hasil penerapan PkM ini telah mampu meningkatkan 53.11% penjualan produk sambal di kelompok tani Karya Baru pada periode Juli-Agustus 2024. Innovative Saset Packaging to Enhance Sales of Hiyung Chili Products from Karya Baru Farmers Group Abstract Karya Baru is a farmer group in Hiyung Tapin village that cultivates Hiyung chili and processes its derivative products. This farmer group manages around 450 ha of Hiyung chili farming land. It has produced various derivative products sold commercially, such as seeds, dried chili, sauce and various types of chili sauce. Hiyung chili is a superior commodity in Tapin Regency, exhibiting a spiciness intensity 17 times more than typical chili. However, the Karya Baru farmer group faces challenges in its marketing process. The product, presently available in 100mL bottles, has not attained a broad market presence, particularly among consumers experiencing it for the first time and homemakers seeking an economical size. This PkM was carried out through a series of activities consisting of an initial survey, socialization, training and application of technology, mentoring, and evaluation. Training has been conducted, and a packaging design for chili sauce items has been created. In addition, technology transfer has been carried out using an automatic sachet packaging machine. Training has been conducted on utilizing the Shopee e-commerce platform for sales and Instagram for product promotion. Implementing PkM has increased chili sauce product sales in the Karya Baru farmer group.
Penerapan KIT Listrik Dinamis Berbasis Energi Terbarukan dengan Pendekatan Steam-Kontekstual bagi Guru-Guru SMP Se Kabupaten Siak Z, Fakhruddin; Nasir, Muhammad; Syahril, Syahril; Ernidawati, Ernidawati; Vilmala, Berry Kurnia
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2272

Abstract

Permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran dibidang IPA fisika pada jenjang Sekolah Menengah Pertama adalah terjadinya proses pembelajaran yang masih menggunakan buku-buku dan KIT nasional memberikan pembahasan secara universal dengan contoh-contoh yang bersifat umum, belum menyentuh kehidupan nyata dilingkungan peserta didik sehingga penyerapan ilmu yang diberikan belum maksimal,  sehingga pengembangan dan penerapan KIT Listrik Dinamis  Berbasis Energi Terbarukan dengan  Pendekatan STEAM-Kontekstual merupakan solusi yang dirasa sangat diperlukan. Pengintegrasian media kontekstual dan pendekatan STEAM mempunyai keunggulan dibandingkan dengan media lain. Media ini memberikan pengalaman belajar siswa dengan kehidupan dihadapi siswa, semua percobaan akan dilatihkan kepada guru dalam keterampilan proses, keterampilan psikomotor, keterampilan Tingkat tinggi, berfikir kritis tanpa meninggalkan sikap ilmiah, KIT disertai dengan LKPD dan panduan penggunaannya dengan menggunakan azas atau prinsip kolaboratif. Integrasi dari sains, teknologi, teknik, seni dan matematika merupakan keterpaduan yang tidak bisa dipisahkan, beberapa percobaan listrik dinamis dapat dibuktikan dan dilatihkan dengan mengunakan KIT  listrik ini, adapun percobaan-percobaan yang bisa dilatihkan yaitu percobaan hukum Ohm, Rangkaian listrik Seri, paralel dan rangkaian gabungan seri dan paralel, energi terbarukan. Pengabdian ini telah melibatkan 25 Guru SMP di Kabupaten Siak. Pengabdian ini sudah berhasil baik dari segi pelaksanaannya maupun dari respon guru terhadap KIT dan LKPDnya dengan kategori Sangat Tinggi. Implementation of Dynamic Electricity KIT Based on Renewable Energy with Steam-Contextual Approach for Junior High School Teachers in Siak Regency Abstract The problem faced in learning in the field of physics science at the Junior High School level is the occurrence of a learning process that still uses books and national KIT that provide universal discussions with general examples, have not touched on real life in the student environment so that the absorption of knowledge provided is not optimal, so the development and implementation of Dynamic Electricity KIT Based on Renewable Energy with the STEAM-Contextual Approach is a solution that is considered very necessary. The integration of contextual media and the STEAM approach has advantages compared to other media. This media provides students with learning experiences with the lives faced by students, all experiments will be trained to teachers in process skills, psychomotor skills, high-level skills, critical thinking without leaving a scientific attitude, KIT is accompanied by LKPD and a guide to its use using collaborative principles or principles. The integration of science, technology, engineering, art and mathematics is an inseparable integration, several dynamic electricity experiments can be proven and practiced using this electricity KIT, the experiments that can be practiced are Ohm's law experiments, Series, parallel and combined series and parallel circuits, renewable energy. This service has involved 25 Junior High School Teachers in Siak Regency. This service has been successful both in terms of its implementation and in terms of teacher responses to the KIT and LKPD with the Very High category.
Pendampingan Literasi Digital Bagi Guru Sekolah Dasar Dalam Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Silvester, Silvester; Saputro, Totok Victor Didik; Manggu, Blasius
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2276

Abstract

Transformasi pendidikan di era digital memerlukan guru yang memiliki literasi digital yang memadai untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Kurikulum ini menekankan pengembangan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi, yang sangat terkait dengan pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Namun, banyak guru, terutama di sekolah dasar, masih menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan teknologi digital di kelas akibat minimnya pelatihan literasi digital yang komprehensif. Penelitian ini menekankan pentingnya literasi digital yang tidak hanya mencakup penggunaan perangkat teknologi, tetapi juga pemahaman kritis terhadap informasi digital dan kemampuan untuk menciptakan materi pembelajaran berbasis digital yang inovatif. Program pendampingan literasi digital menggunakan metode Goal, Reality, Options, Will (GROW) dilakukan di SDN 03 Bengkayang, Kalimantan Barat untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan kompetensi guru dalam literasi digital sebesar 85%, serta peningkatan kepercayaan diri sebesar 75% dalam mengintegrasikan aplikasi pembelajaran berbasis teknologi. Selain itu, hasil pre-test menunjukkan bahwa 70% guru memiliki pemahaman dasar terhadap Platform Merdeka Belajar, sementara setelah pendampingan, hasil post-test menunjukkan peningkatan menjadi 85%. Guru berhasil menggunakan teknologi digital secara efektif untuk mendukung pendekatan pembelajaran yang fleksibel. Kegiatan ini diharapkan dapat terus meningkatkan kompetensi guru dalam menciptakan pembelajaran yang interaktif dan menarik, serta mendukung pencapaian tujuan Kurikulum Merdeka, khususnya di wilayah perbatasan. Digital Literacy Assistance for Elementary School Teachers in Implementing the Merdeka Curriculum Abstract The transformation of education in the digital era requires teachers to possess adequate digital literacy to implement the Merdeka Curriculum. This curriculum emphasizes the development of 21st-century skills, such as critical thinking, creativity, and collaboration, which are closely linked to the effective use of digital technology in learning. However, many teachers, especially in elementary schools, still face challenges in integrating digital technology in the classroom due to a lack of comprehensive digital literacy training. This study highlights the importance of digital literacy that not only involves the use of technological devices but also includes a critical understanding of digital information and the ability to create innovative digital learning materials. The method used in this study is Goal, Reality, Options, Will (GROW), which is a systematic approach to help teachers understand goals, identify obstacles, explore alternative solutions, and take concrete actions. The digital literacy mentoring program using the GROW method was conducted at SDN 03 Bengkayang, West Kalimantan, to support the implementation of the Merdeka Curriculum. The results showed an 85% increase in teachers' digital literacy competencies, as well as a 75% increase in confidence in integrating technology-based learning applications. In addition, the pre-test results showed that 70% of teachers had a basic understanding of the Merdeka Learning Platform, while post-test results showed an increase to 85% after mentoring. Teachers successfully used digital technology effectively to support a flexible learning approach. This activity is expected to continue to enhance teachers' competencies in creating interactive and engaging learning experiences, and to support the achievement of the Merdeka Curriculum goals, particularly in border areas.
Pelatihan Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa Menjadi Komoditas Kerajinan bagi Sekolah di Kecamatan Gaung Anak Serka Kabupaten Indragiri Hilir Ernidawati, Ernidawati; Hermita, Neni; Hasanuddin, Hasanuddin; Zulkarnain, Zulkarnain; Fakhruddin, Fakhruddin; Satria, Defni; Idris, Idris; Ulfa, Zulia; Listia, Engla; Pasaribu, Alfredo Flarianus; Syahputra, Rizki; Arianti, Gusva; Pebriani, Nur Syifa; Pasaribu, Sari Adinda; Mgh, Tagun; Rizal, Adilla Alya; Panggabean, Tara Sri Melati br; Salsabila, Febry Defma; Septiani, Viona; Mulya, Dara Eka Permata; Putri, Indah Widya; Sabda, Rozianti; Shella, Melda Okta; Sinambela, Tasya; Nurfadila, Anya; Marpaung, Rian Rinaldi; Januriansyah, Yudis
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2279

Abstract

Pemanfaatan limbah sabut kelapa sebagai bahan kerajinan di Kecamatan Gaung Anak Serka, Kabupaten Indragiri Hilir, merupakan strategi yang efektif untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan meningkatkan nilai ekonomi masyarakat. Daerah ini memiliki perkebunan kelapa yang luas, tetapi limbah sabut kelapa belum banyak dimanfaatkan, sehingga sering menumpuk dan mencemari lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengolah limbah sabut kelapa menjadi produk kerajinan yang bernilai ekonomi dan edukatif bagi guru dan siswa di sekolah. Kegiatan ini menggunakan metode pendekatan partisipatif dimana pada pendekatan ini terdiri atas beberapa tahap yaitu: tahap identifikasi/assessment, tahap perencanaan/desain program, menyusun desain program, tahap pelaksanaan dan pemantauan, serta tahap evaluasi. Secara keseluruhan respon peserta setelah mengikuti kegiatan ini sangat baik dengan persentase 86,74%. Kegiatan ini dinilai positif dan bermanfaat bagi guru dan siswa karena pemanfaatan limbah sabut kelapa tidak hanya mengurangi limbah tetapi juga meningkatkan kreativitas guru dan siswa dalam menciptakan produk dengan nilai jual yang potensial. Training on Utilization of Coconut Fiber Waste into Craft Commodities for Schools in Gaung Anak Serka District, Indragiri Hilir Regency Abstract Utilization of coconut fiber waste as a craft material in Gaung Anak Serka District, Indragiri Hilir Regency, is an effective strategy to reduce negative impacts on the environment and increase the economic value of the community. This area has extensive coconut plantations, but coconut fiber waste has not been widely utilized, so it often piles up and pollutes the environment. This community service activity aims to process coconut fiber waste into craft products that have economic and educational value for teachers and students at school. This activity uses a participatory approach method where this approach consists of several stages, namely: identification/assessment stage, program planning/design stage, compiling program design, implementation and monitoring stage, and evaluation stage. Overall, the response of participants after participating in this activity was very good with a percentage of 86.74%. This activity is considered positive and beneficial for teachers and students because the utilization of coconut fiber waste not only reduces waste but also increases the creativity of teachers and students in creating products with potential selling value.
Peningkatan Literasi Digital di RT 029 Kelurahan Lamaru Melalui Sarasehan Penggunaan Internet Bijak, Sosialisasi Instagram, dan Pembuatan Website Administrasi Darmansyah, Darmansyah; Utomo, Muchammad Chandra Cahyo; Farezky, M Irghi; Amelia, Mila Yusi; Sasmito, Shafa Putri
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2282

Abstract

Meningkatnya penetrasi internet yang tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat literasi digital masyarakat. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, literasi digital menjadi salah satu keterampilan yang sangat penting dan mendesak untuk dimiliki oleh setiap individu. Program pengabdian masyarakat di RT 029 Lamaru, Kecamatan Balikpapan Timur, bertujuan untuk meningkatkan literasi digital warga melalui penerapan empat pilar utama Peta Jalan Literasi Digital Nasional 2020-2024, yakni Digital Skill, Digital Ethics, Digital Safety, dan Digital Culture. Kegiatan ini bertujuan membekali warga dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan di era digital, seperti penggunaan media sosial yang produktif, pengelolaan website administrasi RT, serta pemahaman tentang keamanan dan etika digital. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah kuisioner, observasi, wawancara dan dokumentasi. Indikator keberhasilan  digunakan  untuk  mengukur tingkat pencapaian tujuan kegiatan. Indikator ini mencakup penyampaian materi dan kebermanfaatan program sosialisasi sosial media, penggunaan internet dengan bijak dan website administrasi RT .Evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa penyampaian materi dinilai cukup baik dengan rata-rata skor 4,00 dari skala 5, sedangkan kebermanfaatan program memperoleh nilai 4,31 dari skala 5. Hal ini menunjukkan bahwa warga merasa bahwa program ini memberikan dampak positif dan bermanfaat, baik dari segi peningkatan keterampilan maupun pemahaman terhadap literasi digital. Improving Digital Literacy in RT 029 Lamaru Village through Internet Wise Use Workshop, Instagram Socialisation, and Administrative Website Creation Abstract Increasing internet penetration is not always directly proportional to the level of digital literacy of the community. In the midst of rapid technological development, digital literacy is one of the most important and urgent skills to be possessed by every individual. The community service programme in RT 029 Lamaru, East Balikpapan Sub-district, aims to improve the digital literacy of residents through the implementation of the four main pillars of the National Digital Literacy Roadmap 2020-2024, namely Digital Skill, Digital Ethics, Digital Safety, and Digital Culture. This activity aims to equip residents with the skills needed to face challenges in the digital era, such as productive use of social media, management of neighbourhood administration websites, and understanding of digital safety and ethics. The methods used in data collection were questionnaires, observation, interviews and documentation. Success indicators were used to measure the level of achievement of the activity objectives. These indicators include the delivery of material and the usefulness of the social media socialisation programme, the wise use of the internet and the RT administration website. The evaluation of the activity indicates that the material delivery was rated fairly well, with an average score of 4.00 out of 5, while the program’s usefulness received a score of 4.31 out of 5.. This shows that residents felt that the programme had a positive and beneficial impact, both in terms of improving skills and understanding of digital literacy.