cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
muhammadasyari1991@gmail.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
lumbunginovasi@gmail.com
Editorial Address
Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2541626X     DOI : -
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 522 Documents
Pembangunan Sistem Informasi Pengaduan dan Penanganan Mamalia Terdampar dan Pelatihan Manajemen Keuangan Untuk Pemberdayaan Keluarga Sarja, Ni Luh Ayu Kartika Yuniastari; Widana, I Putu Krisna Arta; Sarja, Ni Ketut Pradani Gayatri; Pramitari, I Gusti Ayu Astri; Sumiari, Kadek Nita
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2139

Abstract

Satwa liar didefinisikan sebagai organisme yang berkembang bebas di habitatnya. Permasalahan pada satwa liar di darat dan di laut yaitu hewan laut terdampar. Hewan laut terdampar merujuk pada hewan laut yang ditemukan di darat yang tidak memiliki kemampuan untuk kembali ke laut. Hewan laut yang terdampar sering terlihat di pantai di seluruh dunia dengan alasannya beragam, mulai dari interaksi antropis dan perikanan hingga penyakit, polusi laut, dan bahkan karena terjadinya badai. Mitra dalam kegiatan ini adalah kelompok nelayan KUB Merta Segara Serangan yang berlokasi di Serangan, Denpasar Selatan. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah keterbatasan media pelaporan mamalia laut terdampar dan media informasi proses penanganan mamalia laut terdampar tersebut dan kurangnya pengetahuan terkait pengelolaan keuangan usaha. Solusi yang dapat diberikan berdasarkan hasil diskusi dengan mitra adalah mengembangkan sistem informasi pelaporan dan penanganan mamalia terdampar yang dapat diakses secara real time kapanpun dan dimanapun, melakukan pelatihan secara langsung dengan uji coba penggunaan aplikasi pelaporan dan penanganan mamalia terdampar untuk nelayan maupun pihak pembuat laporan serta petugas yang akan menangani mamalia terdampar tersebut dan melakukan pelatihan pengelolaan keuangan usaha untuk family empowerement. Target yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah sistem informasi pelaporan dan penanganan mamalia terdampar 100% dapat digunakan oleh nelayan, pihak pembuat laporan, petugas yang akan menangani mamalia terdampar tersebut serta masyarakat, terdapat 2 orang nelayan, 2 pembuat laporan dan 2 petugas yang akan menangani mamalia terdampar tersebut dapat menggunakan sistem informasi pelaporan dan penanganan mamalia terdampar serta 1 orang dari masing-masing family empowerment dapat membuat pelaporan keuangan usaha. Development of an Information System for Complaints and Handling of Stranded Mammals and Financial Management Training for Family Empowerment Abstract Wildlife defined as organisms that grow freely in their habitat. Problem faced by wildlife, both living on land and sea, is stranded marine animals. Stranded marine animals refer to marine animals found on land that do not have the ability to return to the sea. Stranded marine animals are often seen on beaches for various reasons, ranging from anthropic interactions and fisheries to disease, marine pollution, and even storms. The partner in this activity is the KUB Merta Segara fishermen group located in Serangan. The problems faced are limited media for reporting stranded marine mammals and information media for the process of handling stranded marine mammals and the lack of knowledge related to business financial management. The solution that can be provided is to develop a stranded mammal reporting and handling information system that can be accessed in real time, training with direct trial on the use of stranded mammal reporting and handling applications for fishermen and those who make reports and officers who will handle stranded mammals and conduct business financial management training for family empowerment. The target from this activity is a reporting information system and handling of stranded mammals 100% can be used by fishermen, report makers, officers who will handle the stranded mammals and the community, there are 2 fishermen, 2 report makers and 2 officers who will handle the stranded mammals can use the reporting information system and handling of stranded mammals and 1 person from each family empowerment can make business financial reports.
Optimalisasi Pembelajaran Sains Terapan Konteks Teknologi Ramah Lingkungan Berbasis Keterampilan Hidup Guru Sekolah Indonesia Malaysia Wardana, Rendy Wikrama; Yanti, Fitri April; Dharmayana, I Wayan; Risdianto, Eko; Heryensi, Elza; Sartika, Rita; Handayani, Rinda Fitri
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2142

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi optimalisasi pembelajaran sains terapan dengan fokus pada teknologi ramah lingkungan di sekolah Malaysia dengan penekanan pada pengembangan keterampilan hidup guru. Tujuan penelitian ini adalah melaksanakan pembelajaran sains terapan konteks teknologi ramah lingkungan berbasis keterampilan hidup bagi guru sekolah di Malaysia. Kegiatan berupa penguatan dan implementasi pembelajaran sains secara kontekstual sebagai upaya pengembangan keterampilan hidup guru dengan aspek yang diukur berupa social, personal, dan specific skill.  Metode yang digunakan dalam kegiatan pelatihan ini adalah metode ceramah, diskusi, tanya jawab, eksperimen dan demonstrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran sains terapan berbasis teknologi ramah lingkungan berhasil meningkatkan keterampilan social 85%, personal 90%, dan specific skill 80% dengan rata-rata peningkatan yang sangat baik setelah mengikuti implementasi pembelajaran sains secara kontekstual. Guru menjadi lebih percaya diri dalam menerapkan konsep teknologi ramah lingkungan serta lebih terampil dalam mengintegrasikan teori dan praktik di kelas.Tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan program termasuk keterbatasan infrastruktur dan resistensi terhadap perubahan dalam metode pengajaran. Solusi yang diusulkan termasuk peningkatan infrastruktur teknologi dan pelatihan berkelanjutan yang lebih luas untuk guru, serta peningkatan sosialisasi program untuk mendukung keberhasilan dan keberlanjutan program. Optimization of Applied Science Learning in The Context of Environmentally Friendly Technology Based on The Life Skills of Indonesian School Teachers in Malaysia Abstract This research explores the optimization of applied science learning with a focus on environmentally friendly technology in Malaysian schools with an emphasis on developing teachers' life skills. The aim of this research is to implement applied science learning in the context of environmentally friendly technology based on life skills for school teachers in Malaysia. Activities include strengthening and implementing contextual science learning as an effort to develop teachers' life skills with aspects measured in the form of social, personal and specific skills.  The methods used in this training activity are lecture, discussion, question and answer, experiment and demonstration methods. The results of the research show that the implementation of applied science learning based on environmentally friendly technology succeeded in increasing social skills by 85%, personal skills by 90%, and specific skills by 80% with a very good average increase after following the implementation of contextual science learning. Teachers became more confident in applying environmentally friendly technology concepts and more skilled in integrating theory and practice in the classroom. Challenges faced during program implementation included limited infrastructure and resistance to changes in teaching methods. Proposed solutions include improved technology infrastructure and broader ongoing training for teachers, as well as increased program outreach to support program success and sustainability.
Literasi Lingkungan dan Pendirian Bank Sampah di Lingkungan Pendidikan Usia Dini Berbasis Digital dan Sosiopreneur Untuk Mengurangi Darurat Sampah di Yogyakarta Witanti, Arita; Soeharto, Triana Noor Edwina Dewayani; Fatimah, Malida
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2146

Abstract

Di tengah tantangan pengelolaan sampah yang semakin kompleks, TK IT Mekar Insani Yogyakarta menghadapi permasalahan terkait implementasi kebijakan pengelolaan sampah yang baru. Pentingnya literasi lingkungan pada anak-anak usia dini tidak dapat diabaikan, terutama dalam membentuk kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan. Oleh karena itu, dua inisiatif utama dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dirancang: pendirian Bank Sampah berbasis digital dan sosiopreneur, serta kegiatan literasi lingkungan yang melibatkan anak-anak, orang tua, dan guru. Bank Sampah berfungsi untuk mengelola sampah yang memiliki nilai ekonomi, menggunakan sistem pencatatan digital yang efisien. Sementara itu, kegiatan literasi lingkungan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa serta orang tua mengenai pentingnya pengelolaan sampah. Hasil dari pelaksanaan program ini menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 60% pada peserta. Evaluasi awal menunjukkan bahwa hanya 50% peserta yang memiliki dasar pengetahuan tentang pengelolaan sampah, sedangkan setelah pelatihan, angka ini meningkat menjadi 85%. Pada kegiatan literasi lingkungan, pemahaman siswa juga meningkat signifikan, dengan skor rata-rata peserta meningkat dari 5 menjadi 9 poin. Pengelolaan Bank Sampah yang juga melibatkan unsur sosiopreneur diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Environmental Literacy and Waste Bank using Digital and Sociopreneur-Based for Early Childhood Education Environment to Reduce the Waste Emergency in Yogyakarta Abstract Amid increasingly complex waste management challenges, TK IT Mekar Insani Yogyakarta faces issues related to the implementation of a new waste management policy. The importance of environmental literacy for early childhood cannot be overlooked, especially in shaping awareness and care for the environment. Therefore, two key initiatives of the Community Partnership Program (PKM) were designed: the establishment of a digital and sociopreneur-based Waste Bank, and environmental literacy activities involving children, parents, and teachers. The Waste Bank functions to manage waste with economic value, utilizing an efficient digital recording system. Meanwhile, the environmental literacy activities aim to improve students' and parents' understanding and awareness of the importance of waste management. The program's results showed a 60% increase in participants' knowledge. Initial evaluations revealed that only 50% of participants had basic knowledge of waste management, which increased to 85% after the training. In the environmental literacy activities, students' understanding also significantly improved, with the average participant score increasing from 5 to 9 points. The management of the Waste Bank, which also involves sociopreneurial elements, is expected to reduce the amount of waste sent to landfills, while providing economic benefits to the community.
Peningkatan Produktivitas dan Pemasaran Kerajinan Dulang Fiber melalui Pelatihan K3 dan Digitalisasi di Desa Lodtunduh, Gianyar Pramitari, I Gusti Ayu Astri; Dewi, Kadek Cahya; Suprapto, Putu Adi
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2156

Abstract

Desa Lodtunduh terletak di Kecamatan Ubud, Gianyar – Bali dimana usaha terkenal dengan kerajinan dulang. Dulang merupakan alat kelengkapan upacara agama Hindu di Bali, yang berfungsi sebagai alas banten atau gebogan. Salah satu usaha kerajinan dulang di Desa Lodtunduh adalah Usaha Kerajinan yang diberi nama “ASTA DALA” yang didirikan oleh Ibu Made Sriasih yang beralamat di Jalan Raya Lodtunduh, Ubud, Gianyar. Usaha kerajinan dulang ini didirikan pada tahun 2015 yang memproduksi Dulang, Bokor, wakul daksina yang terbuat dari fiber serta keben dan sokasi untuk keperluan upacara yadnya. Permasalahan yang dihadapi oleh Mitra kerajinan dulang fiber “ASTA DALA” meliputi pemasaran yang dirasa belum optimal, kurangnya pemahaman terhadap aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), alat penunjang proses produksi yang masih terbatas dan kurangnya pengetahuan dalam pencatatan keuangan usaha. Mengacu pada permasalahan tersebut tim pengabdian membuat kegiatan berupa memberikan pelatihan K3, pelatihan pemasaran di media social dan marketplace, pelatihan pembukuan usaha dan memberikan bantuan alat-alat penunjang proses produksi serta pelatihan penggunaanya. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan jumlah produksi barang sebanyak 50% dengan bantuan alat produksi serta jangkauan pemsaran yang lebih luas karena menggunakan media sosial. Berdasarkan hasil evaluasi dengan wawancara secara langsung 100% produk sudah ditata dengan baik pada rak display produk, 2 orang mitra sudah dapat menggunakan bantuan alat yang diberikan serta adanya peningkatan jumlah produksi sebanyak 50%, peningkatan pengetahuan mitra terhadap kesehatan dan keselamatan kerja pada saat proses produksi, adanya penambahan media pemasaran online instagram dan marketplace dan 1 orang mitra bisa menggunakan media pemasaran online dan pembukuan usaha. Improving Productivity and Marketing of Fiber Dulang Handicrafts through OHS Training and Digitalization in Lodtunduh Village, Gianyar Abstract Lodtunduh Village is located in the Ubud District, Gianyar – Bali, known for its famous dulang handicrafts. A dulang is a traditional piece used in Hindu religious ceremonies in Bali, functioning as a base for offerings (banten) or fruit arrangements (gebogan). One of the dulang handicraft businesses in Lodtunduh Village is a business named "ASTA DALA," founded by Mrs. Made Sriasih, located on Jalan Raya Lodtunduh, Ubud, Gianyar. This dulang handicraft business was established in 2015 and produces dulang, bokor, wakul daksina made from fiber, as well as keben and sokasi for yadnya ceremonies. The challenges faced by the fiber dulang handicraft partner, "ASTA DALA," include suboptimal marketing, limited understanding of occupational health and safety (OHS), limited production process support tools, and lack of knowledge in business financial record-keeping. To address these issues, the service team conducted activities such as providing OHS training, social media and marketplace marketing training, business bookkeeping training, and supplying tools to support the production process along with training on their usage.The purpose of this service activity was to increase the production output by 50% with the help of production tools and to expand the marketing reach through the use of social media. Based on the evaluation results from direct interviews, 100% of the products were well-arranged on the product display racks, two partners were able to use the provided tools, and there was a 50% increase in production volume. Additionally, the partners' knowledge of health and safety during the production process improved, there was an expansion in online marketing platforms with Instagram and marketplace presence, and one partner could use online marketing platforms and manage business bookkeeping.
Pemberdayaan Usaha Pande Besi di Desa Sukawati Gianyar Pratiwi, Ni Made Wirasyanti Dwi; Pramitari, I Gusti Ayu Astri; Adiaksa, I Made Anom
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2161

Abstract

Usaha pande besi merupakan usaha menempa logam khususnya besi untuk membuat berbagai perkakas untuk membantu kehidupan manusia. Desa Sukawati Kabupaten Gianyar – Bali sebagaimana halnya dengan desa di Indonesia juga terdapat usaha pande besi. Salah satu usaha pande besi yang ada di Desa Sukawati Gianyar adalah Usaha Pande Besi Bapak Pande Wayan Suanda atau Pak Balik yang memfokuskan produksi perkakas usaha kerajinan seperti gunting, luju, mata pahat, plong, bungut guak disamping juga memproduksi perkakas pada umumnya seperti pisau blakas, pisau kecil dan sabit sesuai pesanan yang diterima. Permasalahan yang dihadapi oleh usaha Bapak Pande Wayan Suanda yaitu keterbatasan alat-alat produksi, kurangnya pemahaman dan penerapan K3, pemasaran produk yang masih terbatas pesanan dan belum adanya pembukuan usaha yang baik. Oleh sebab itu, mengacu hal tersebut dirancang beberapa kegiatan untuk meningkatkan dan memberdayakan usaha mitra pada dengan menggunakan metode pelatihan dan pendampingan yaitu peningkatan alat-alat produksi, memberikan pelatihan K3, memberikan pelatihan pemasaran online dengan memanfaatkan media sosial dan memberikan pelatihan pembukuan keuangan usaha. Tujuan kegiatan ini adalah membantu peningkatan produk mitra sehingga sejalan dengan peningkatan pendapatan dari usaha mitra. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa adanya rak yang digunakan untuk menyimpan bahan baku, perkakas dan hasil produksi, 1 orang mitra sudah dapat menggunakan bantuan alat yang diberikan serta adanya peningkatan jumlah produksi sebanyak 50%, peningkatan pengetahuan mitra terhadap kesehatan dan keselamatan kerja pada saat proses produksi serta tersedianya alat-alat K3, adanya media sosial instagram dan marketplace, 1 orang mitra sudah dapat menggunakan pemasaran media sosial tersebut serta 1 orang mitra dapat melakukan pembukuan usaha. Empowerment of Iron Pande Business in Sukawati Village, Gianyar Abstract Blacksmithing is a business of forging metal, especially iron, to make various tools to help human life. Sukawati Village, Gianyar Regency – Bali has a blacksmithing business. One of the blacksmithing businesses in is the Blacksmith Business of Mr. Pande Wayan Suanda or Mr. Balik, which focuses on the production of craft business tools such as scissors, luju, chisels, plong, bungut guak in addition to producing general tools such as blakas knives, small knives and sickles according to orders received. The problems faced by Mr. Pande Wayan Suanda's business are limited production tools, lack of understanding and application of K3, product marketing that is still limited to orders and the absence of good business bookkeeping. Therefore, several activities have been designed to enhance and empower partner businesses by using training and mentoring methods, including the improvement of production tools, providing occupational health and safety (OHS) training, offering online marketing training using social media, and providing business financial bookkeeping training. The purpose of these activities is to help improve the partners' products, which in turn will align with increased income from their businesses. The results of the activity evaluation show that there are shelves used to store raw materials, tools and production results, 1 partner has been able to use the tools provided and there has been an increase in production by 50%, an increase in partner knowledge of occupational health and safety during the production process and the availability of K3 tools, the existence of Instagram social media and marketplaces, 1 partner has been able to use social media marketing and 1 partner can do business bookkeeping.
Penguatan Pembelajaran Karakter Melalui Permainan Edukatif di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 16 Malang Andini, Thathit Manon; Poedjiastutie, Dwi; Prastiyowati, Santi
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2194

Abstract

Pendidikan usia dini sebagai dasar perkembangan anak maka dasar pendidikan harus sangat ditekankan pada usia-usia ini dengan penanaman nilai-nilai karakter sejak dini. Dari survei awal didapat informasi bahwa guru masih merasa kesulitan bagaimana menanamkan atau mengajarkan kedisiplinan dan juga semua karakter yang disarankan di Perpres 87 tahun 2017 pada anak-anak dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan memberikan penguatan pembelajaran karakter melalui permainan edukatif di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 16 Kota Malang. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan di TK Aisyiyah Bustanol Athfal 16 Kota Malang. TK ABA 16 memiliki 2 kelas, 5 guru, dan 1 tenaga administrasi. Kelas A terdapat 33 siswa yang dibagi dalam 2 kelas, sedangkan kelas B terdapat 30 siswa yang dibagi dalam 2 kelas. Aktivitas dalam pengabdian ini meliputi: (1) Metode komunikasi dua arah, (2) Ceramah dan (3) Pelatihan. Dengan metode komunikasi dua arah akan ada komunikasi yang lancar antara pendamping dan mitra. Pendampingan Kegiatan ini juga dilakukan dengan memberikan penjelasan kepada para guru tentang Pendidikan Karakter. Dari metode dua arah, ceramah dan pelatihan, diketahui bahwa para guru merasa kesulitan untuk mendisiplinkan anak didik. Dengan pelatihan yang penguatan 10 dasar ketrampilan yang harus diajarkan pada anak, para guru  lebih bisa mengajar peserta didik melalui permainan edukatif yang sesuai. Para guru lebih bisa menyesuaikan APE (Alat Permainan Edukatif) yang sesuai untuk diterapkan dalam pembelajaran. Pendampingan kepada para guru juga dilakukan dengan mendampingi para guru memilih APE yang tepat untuk penguatan karakter untuk anak didik. Strengthening Character Learning Through Educational Games at TK Aisyiyah Bustanul Athfal 16 Malang Abstract Early childhood education is a basis for the development of children, and basic education must be emphasized at these ages by teaching character values from an early age. Based on the initial survey, teachers found difficulties in teaching and implementing the characteristics mentioned in Presidential Regulation Number 87 of 2017 in their daily activities. Therefore, this activity aims to provide reinforcement of character learning through educational games at TK Aisyiyah Bustanul Athfal 16, Malang. This Community Service activity was carried out at TK Aisyiyah Bustanul Athfal 16, Malang. There are five female teachers and 1 administrative staff in the school. Class A has 33 students divided into 2 classes, while Class B has 30 students divided into 2 classes. Activities in this community service include (1) two-way communication, (2) lectures, and (3) training. The two-way communication enabled flowing communication between the companion and partner. This activity is also carried out by providing explanations to teachers about Character Education. Two-way communication also allowed the teachers to share their problems related to their teaching activities, particularly in the implementation of Character Education. Lecturing and training activities assisted teachers to find a solution for students’ discipline, related to Character Education. Those activities equipped teachers with knowledge of 10 Basic Skills of Character Education that must be taught to children. Moreover, teachers were also provided with EGT (Educational Game Tool) to teach. The appropriate EGT allowed teachers to teach better. Assistance to teachers is also carried out by supporting teachers in choosing the right EGT for character strengthening for students.
Membangun Fondasi Bisnis yang Kokoh dengan Menerapkan Laporan Keuangan yang Tepat, Pemasaran yang Terarah, dan Branding yang Menarik Bagi Pengusaha Kue Sagon Putra, Gede Sanjaya Adi; Yudha, Cokorda Krisna; Putra, I Putu Iwan Pramana
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2120

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan tema "Membangun Fondasi Bisnis yang Kokoh dengan Menerapkan Laporan Keuangan yang Tepat, Pemasaran yang Terarah, dan Branding yang Menarik bagi Pengusaha Kue Sagon" bertujuan untuk memberdayakan pengusaha kue sagon di komunitas lokal melalui peningkatan kompetensi dalam pengelolaan bisnis. Kegiatan ini meliputi pelatihan tentang penyusunan laporan keuangan yang sederhana dan efektif, penerapan strategi pemasaran yang terarah, serta pengembangan branding yang menarik untuk meningkatkan daya saing produk. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program terdiri dari sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengelola laporan keuangan, merancang strategi pemasaran, dan menciptakan identitas merek yang kuat. Kendala yang dihadapi selama pelaksanaan program, seperti perbedaan tingkat pemahaman peserta dan keterbatasan waktu, juga diidentifikasi, disertai dengan masukan untuk perbaikan program di masa mendatang. Diharapkan, melalui program ini, pengusaha kue sagon dapat membangun fondasi bisnis yang lebih kokoh, yang tidak hanya mendukung keberlanjutan usaha mereka, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan ekonomi lokal secara keseluruhan.
Pemberdayaan Santri Pondok Pesantren Daru Muhyiddin NW Dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Sanitasi Melalui Pelatihan Slow Sand Filter dan Biomassa Filter Pahriah, Pahriah; Hatimah, Husnul; Zulkarnaen, Muhammad Fauzi
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2164

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sanitasi dan mencegah kasus diare di Pondok Pesantren Daru Muhyiddin NW Santong Terara Lombok Timur melalui pelatihan teknologi pengolahan air bersih. Masalah utama yang dihadapi adalah buruknya sanitasi dan tingginya prevalensi diare akibat pembuangan sampah sembarangan serta pengelolaan air yang tidak optimal. Untuk mengatasi masalah ini, program memperkenalkan metode slow sand filter dan biomassa filter berbahan arang aktif dari tempurung kelapa. Pelatihan dilakukan melalui beberapa tahapan: (1) Pemberian materi teori yang meliputi pentingnya sanitasi, pengenalan teknologi pengolahan air bersih, dan prinsip kerja slow sand filter serta biomass filter; (2) Praktik langsung pembuatan dan instalasi filter dengan menggunakan bahan lokal, seperti pasir halus, kerikil, dan arang aktif dari tempurung kelapa; dan (3) Evaluasi kinerja filter berdasarkan parameter kualitas air seperti kekeruhan dan total zat padat terlarut (TDS). Proses pemilihan peserta melibatkan 50 santri yang dipilih berdasarkan ketersediaan waktu dan minat untuk terlibat dalam program, dengan fokus pada mereka yang bertanggung jawab atas pengelolaan air di pesantren. Evaluasi peningkatan pengetahuan peserta dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan skor rata-rata meningkat dari 45 pada pre-test menjadi 80 pada post-test (peningkatan 41,67%). Dari segi kualitas air, hasil pengukuran menunjukkan penurunan TDS setelah penggunaan filter. Program ini berhasil mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) terkait air bersih dan sanitasi, serta memberikan solusi praktis bagi perbaikan sanitasi di pesantren. Empowering Santri of Pondok Pesantren Daru Muhyiddin NW to Improve Sanitation Quality and Prevent Diarrhea Through Slow Sand Filter and Biomass Filter Training Abstract This community service program aims to improve sanitation quality and prevent cases of diarrhea at Pondok Pesantren Daru Muhyiddin NW Santong Terara, East Lombok, through training in clean water treatment technology. The main issues faced are poor sanitation and the high prevalence of diarrhea due to improper waste disposal and suboptimal water management. To address these issues, the program introduced the slow sand filter and biomass filter methods, using activated charcoal from coconut shells. The training was conducted in several stages: (1) Theoretical sessions covering the importance of sanitation, an introduction to clean water treatment technology, and the working principles of the slow sand filter and biomass filter; (2) Hands-on practice in constructing and installing the filters using local materials, such as fine sand, gravel, and activated charcoal from coconut shells; and (3) Evaluation of filter performance based on water quality parameters, such as turbidity and total dissolved solids (TDS). The participant selection process involved 50 students, chosen based on their availability and interest in participating in the program, with a focus on those responsible for water management at the pesantren. Participant knowledge improvement was evaluated through pre-test and post-test assessments. The results showed a significant increase in knowledge, with average scores rising from 45 in the pre-test to 80 in the post-test (an increase of 41.67%). In terms of water quality, measurements indicated a decrease in TDS after using the filters. This program successfully supports the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) related to clean water and sanitation, while also providing practical solutions to sanitation issues at the pesantren.
Menumbuhkan Keberdayaan Komunitas Desa Wosu Kabupaten Morowali: Peningkatan Kesadaran dan Keterampilan Masyarakat dalam Menghadapi Tantangan Dunia Kerja Anisah, Anisah; Daud, Salma; Alfiah, Nurul Rahma; Ahmad, Nur Sulfana; Handayani, Cipta
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2169

Abstract

Kesenjangan keterampilan, kurangnya akses terhadap pendidikan dan pelatihan serta, kesadaran akan tantangan dunia kerja yang masih rendah, dapat menghambat masyarakat Desa Wosu untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan khususnya pada komunitas PKK di Desa Wosu dalam menghadapi tantangan dunia kerja. Pelaksanaan kegiatan pengabdian diawali dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan dengan pendekatan partisipatif dan berkelanjutan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesadaran dan keterampilan peserta. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, rata-rata nilai peserta meningkat dari 100,21 menjadi 175,87 dari total 200 poin, menunjukkan peningkatan sebesar 75,50%. Hasil ini menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesiapan peserta dalam menghadapi dunia kerja setelah pelatihan. Artinya, pemberdayaan komunitas melalui program-program yang berfokus pada pendidikan, pelatihan, dan peningkatan kesadaran dapat membantu masyarakat Desa Wosu dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan di dunia kerja. Selain itu, strategi yang terintegrasi dengan kemitraan strategis antara pemerintah, akademisi, sektor swasta, komunitas dan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya lokal secara efektif, akan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan. Empowering the Wosu Village Community in Morowali Regency: Raising Awareness and Enhancing Skills to Tackle Workforce Challenges Abstract Skills gaps, limited access to education and training, and low awareness of workforce challenges can prevent the people of Wosu Village from securing decent employment. This service activity aims to increase awareness and skills, especially within the PKK community in Wosu Village, to better equip them for the challenges of the job market. The implementation of the service activities follows a participatory and sustainable approach, beginning with preparation, followed by execution, and concluding with evaluation. The results of this program show a significant increase in participants' awareness and skills. Based on pre-test and post-test scores, the average participant score rose from 100.21 to 175.87 out of a possible 200 points, reflecting a 75.50% increase. These results indicate improved understanding and readiness among participants to face job market challenges following the training. This outcome suggests that community empowerment through education, training, and awareness programs can effectively prepare the people of Wosu Village to meet workforce demands. Additionally, an integrated strategy, leveraging partnerships between government, academics, the private sector, and local communities to make effective use of local resources, can foster an environment that supports inclusive and sustainable economic growth.
Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini dan Anemia untuk Menurunkan Risiko Stunting di Desa Cikawao Isviyanti, Isviyanti; Triandini, I Gusti Agung Ayu Hari; Hairani, Hairani; Gumangsari, Ni Made Gita; Hidayati, Diana; Gustiya, Sherly Dwi
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2172

Abstract

Artikel ini melaporkan hasil dari sebuah program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk mengurangi risiko stunting melalui edukasi pencegahan pernikahan dini di Desa Cikawao tepatnya di SMPN 2 Pacet dengan menggunakan pendekatan partisipatif. Program ini memberikan informasi tentang dampak pernikahan dini terhadap kesehatan ibu dan anak serta menawarkan solusi untuk mengatasi masalah stunting dengan mengkonsumsi tablet Fe dan edukasi kesehatan reproduksi untuk pencegahan pernikahan dini. Penilaian dilakukan melalui survei awal dan akhir program untuk mengukur perubahan pengetahuan remaja. Dari hasil perbandingan pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi sebesar 16.83%. Terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan pada siswa pada materi yang diberikan. Dengan demikian edukasi dinilai efektif dalam mengubah persepsi tentang pernikahan dini. Education on the Prevention of Early Marriage and Anemia to Reduce the Risk of Stunting in Cikawao Village Abstract This article reports the results of a community service program which aims to reduce the risk of stunting through education on preventing early marriage in Cikawao Village, specifically at SMPN 2 Pacet using a participatory approach. This program provides information about the impact of early marriage on maternal and child health and offers solutions to overcome the problem of stunting by consuming Fe tablets and reproductive health education to prevent early marriage. Assessments are carried out through surveys at the beginning and end of the program to measure changes in youth knowledge. From the results of the pre-test and post-test comparison, it shows that there is an increase in knowledge before and after education (16,83%). There is a significant difference between the level of knowledge before and after counseling students on the material provided. Thus, education is considered effective in changing perceptions about early marriage.