cover
Contact Name
Irwan Effendi
Contact Email
jruce@ejournal.unri.ac.id
Phone
+6282268863033
Journal Mail Official
jruce@ejournal.unri.ac.id
Editorial Address
Gedung Marine Center Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Journal of Rural and Urban Community Empowerment
Published by Universitas Riau
ISSN : 27159566     EISSN : 27751171     DOI : -
Journal of Rural and Urban Community Empowerment (J-RUCE) merupakan jurnal yang mempublikasikan artikel pengabdian kepada masyarakat, yang bertujuan sosialisasi dan mengelaborasi metode serta teknologi pemberdayaan masyarakat perkotaan dan perdesaan, khususnya dibidang perikanan, pertanian, peternakan, perkebunan dan kehutanan
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2025): April" : 10 Documents clear
Pembinaan Masyarakat dalam Mitigasi Abrasi Pantai Berbasiskan Ekosistem Mangrove di Kelurahan Purnama Kota Dumai Efriyeldi, Efriyeldi; Mulyadi, Aras; Siregar, Yusni Ikhwan; Mubarak, Mubarak; Mandar, Agus; Lubis, Abdillah
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 6 No. 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jruce.6.2.112-119

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang pembinaan masyarakat dalam mitigasi abrasi pantai berbasiskan ekosistem mangrove di Kelurahan Purnama Kota Dumai dilakukan pada bulan Juni s/d Agustus 2024 di Kelurahan Purnama Kecamatan Dumai Barat Kota Dumai. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mitigasi abrasi pantai berbasiskan ekosistem mangrove melalui pembibitan dan penanaman mangrove di Kelurahan Purnama Kota Dumai, khususnya anggota kelompok konservasi Mastalimadu. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah ceramah, tanya jawab, diskusi tentang pentingnya partisipasi masyarakat, fungsi hutan mangrove, khususnya fungsi fisik sebagai pelindung pantai dari abrasi dan cara pembibitan, penanaman bibit mangrove serta penanaman langsung. Untuk mengetahui pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan dilakukan evaluasi dengan meminta peserta mengisi kuisioner sebelum dan setelah kegiatan dilakukan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta sebelum adanya kegiatan pengabdian 100% sudah mengetahui apa itu mangrove. Namun bagaimana mangrove membantu melindungi pantai dari abrasi melalui perakarannya yang kokoh 69% sebelum kegiatan dan meningkat menjadi 92% setelah kegiatan. Sebelum kegiatan pengetahuan peserta terkait bagaimana mangrove membantu mengurangi risiko dari gelombang laut 69% meningkat setelah kegiatan pengabdian menjadi 84%. Demikian juga halnya pertanyaan terkait bagaimana masyarakat dapat membantu pelestarian mangrove, sebanyak 69% sebelum kegiatan mengetahui melalui kegiatan program penanaman mangrove dan mengedukasi masyarakat, meningkat menjadi 100% setelah kegiatan pengabdian. Pemahaman masyarakat tentang dampak kerusakan hutan mangrove terhadap risiko abrasi pantai, meningkat dari 46% sebelum kegiatan menjadi 76% setelah kegiatan.
Pemberdayaan Kelompok Masyarakat Peduli Mangrove dalam Mengolah Minuman Fungsional Berbasis Mangrove Rhizopora apiculata Sebagai Produk Unggulan Lokal Sidauruk, Santhy Wisuda; Dewita, Dewita; Yanti, Chicka Willy; Arkham, M. Nur
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 6 No. 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jruce.6.2.120-126

Abstract

Rhizopora apiculata merupakan salah satu jenis mangrove yang banyak ditemui dan ditanam oleh masyarakat peduli mangrove di Kecamatan Dumai Barat sebagai salah satu bentuk kepedulian masyarakat terhadap ancaman ekosistem mangrove yang berada disekitaran pemukiman. Selain itu, R. apiculata memiliki kandungan komponen bioaktif diantaranya fenolik, tanin, flavonoid, dan triterpenoid yang sangat potensial sebagai antioksidan, bionutrisi dan sumber bahan baku minuman fungsional. Tujuan dari program ini adalah untuk mengedukasi kelompok masyarakat peduli mangrove dalam mengolah minuman fungsional berbasis mangrove sebagai produk unggulan lokal. Metode pelaksanaan program terdiri dari 3 tahap yaitu sosialisasi potensi mangrove di bidang pangan, pendampingan proses pengolahan buah dan daun mangrove menjadi kopi analog dan teh herbal, serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan. Hasil dari program ini adalah kelompok masyarakat mengenal jenis dan potensi mangrove yang ada disekitaran Dumai dan terdapat olahan minuman fungsional terdiri dari kopi analog mangrove dan teh mangrove. Respon kelompok masyarakat terhadap kegiatan ini sangat puas, menilai bahwa kegiatan ini memberikan solusi atas masalah yang mereka hadapi, merasakan manfaat langsung dari kegiatan ini, dan berhasil meningkatkan pengetahuan kelompok masyarakat tersebut, serta produk minuman fungsional berpotensi sebagai produk unggulan lokal yang dapat meningkatkan perekonomian kelompok masyarakat.
Sosialisasi Stunting melalui Program Kerja KKN STPKM di Desa Lubuk Tukko Baru, Tapanuli Tengah Harahap, Mutiara Alkayakni; Harjuni, Fiki; Tambunan, Fitri Rahmayani; Khobir, Muhamad Latiful; Harahap, Husnul Yaqin; Adiprayoga, Shofian Nanda; Siburian, Juliana Pebrina; Anugerah, Tirta; Fazri, Kurniawan; Saputra, Eka; B, Arief Rachman.
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 6 No. 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jruce.6.2.127-130

Abstract

Stunting adalah sebuah kondisi gagal tumbuh kembang pada anak balita dibawah usia lima tahun dikarenakan asupan gizi yang kurang baik sehingga menyebabkan tinggi badan pada ukuran balita tersebut terlalu pendek untuk usiannya. Keikutsertaan mahasiswa dalam upaya percepatan pencegahan dan penanggulangan stunting dengan melakukan sosialisasi terhadap masyarakat merupakan hal sesuatu hal yang sangat penting. Pengetahuan dengan cara bersosialisasi akan berpengaruh dalam waktu jangka panjang. Kegiatan ini bertujuan sebagai edukasi terhadap masyarakat betapa pentingnya pencegahan stunting. Metode yang diguakan dalam penelitian ini yaitu tahap perencanaan meliputi studi pendahuluan dan perizinan. Tahap pelaksanaan meliputi sosialisasi kepada masyarakat. Hasil dari kegiatan adalah bertambahnya pengetahuan masyarakat akan bahaya stunting. Setelah dilakukan sosialisasi stunting, masyarakat antusias dalam materi yang disampaikan dibuktikan dengan hasil kuisioner masyarakat dari Kelurahan Lubuk Tukko Baru.
Penyuluhan Teknik Pemeliharaan Ikan Lele Mutiara (Clarias gariepinus) dengan Pemberian Pakan Artemia dan Pakan Pasta Diperkaya Tepung Daun Pepaya (Carica papaya L) di Desa Air Terbit, Kecamatan Tapung, Kampar Asiah, Nur; Yurika, Fina Pareza; Anisya, Nurin; Putra, Kevin Argiansyah; Damayanti, Alvina; Sholihin, Muhamad; Simanjuntak, Narwanto; Mastianti, Anjelisa; Lindawati, Defsia Auliani; Aditiya, Raja Muhammad; Khairani, Kintan
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 6 No. 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jruce.6.2.131-135

Abstract

Pembenihan Ikan Lele Mang Tata adalah usaha pembibitan ikan lele yang berada di Desa Air Terbit yang berfokus pada pembenihan ikan lele mutiara. Untuk menghasilkan benih, usaha Pembenihan Ikan Lele Mang Tata menggunakan metode alami dalam pemijahan ikan lele mutiara (Clarias gariepinus). Angka produksi benih yang dihasilkan rendah dikarenakan pemijahan yang dilakukan masih menggunakan metode pemijahan alami, hal ini merupakan salah satu tantangan yang dihadapi oleh unit usaha ini. Metode pemijahan secara buatan dengan menggunakan media corong bertujuan untuk meningkatkan jumlah larva yang dihasilkan. Pemeliharaan larva ikan lele mutiara dengan pemberian pakan pasta yang ditambahkan tepung daun pepaya (Carica papaya L) untuk meningkatkan imunitas larva ikan lele dan dapat mencegah penyakit yang dapat menyerang larva. Aktivitas ini diharapkan dapat membantu mengurangi angka kematian larva ikan lele mutiara.
Sosialisasi Budidaya Cabai Merah dan Kondisi Tanah di Desa Teluk Piyai Pesisir Kecamatan Kubu Kabupaten Rokan Hilir Zafitra, Zafitra; Khoiri, M. Amrul; Silvina, Fetmi; Irfandri, Irfandri; Wahyudi, Eko; Irawan, Joni; Ali, Muhammad; Nurhidayah, T.; Trizayuni, Riska; Ibrahim, Roy; Mulyadi, Dedi
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 6 No. 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jruce.6.2.136-140

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang budidaya tanaman cabai merah dan kondisi tanah di Teluk Piyai Pesisir. Pengabdian telah dilakukan pada bulan Agustus 2024. Pengabdian dilakukan dengan metode diskusi dan praktik lapangan. Dari hasil diskusi dan praktik lapangan diperoleh permasalahan yang dominan pada petani adalah adalah kondisi tanah yang mengandung phyrite dan tergenang pasang air laut, pengolahan tanah, serta masalah yang tidak terlalu signifikan adalah hama dan penyakit serta masalah panen hingga penjualan cabai merah. Dari hasil diskusi direkomendasikan untuk kedepannya agar petani untuk dapat melakukan pemupukan yang sesuai dosis anjuran dan pada pengolahan tanah untuk tidak terlalu dalam saat mencangkul atau mengolah tanah menggunakan traktor pada kedalaman lebih dari 40 cm sudah terdapat kandungan phyrite yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan kondisi tergenang kandungan phyirite lebih mudah tersebar dan larut di permukaan tanah
Produksi Aneka Produk Perikanan untuk Daya Saing Ekonomi Kreatif Mendukung Program Pencegahan Stunting pada Masyarakat Pesisir Sumarto, Sumarto; Diharmi, Andarini; Suparmi, Suparmi; Sukmiwati, Mery; Sidauruk, Santhy Wisuda; Siregar, Rizky Febriansyah; Sandria, Nofri; Fikri, Muhammad Zakiyul
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 6 No. 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jruce.6.2.141-150

Abstract

Komoditas perikanan memiliki potensi untuk menghasilkan produk yang bergizi tinggi dan sangat baik untuk meningkatkan gizi masyarakat pesisir dalam upaya pencegahan stunting. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam menghasilkan berbagai produk berbahan dasar ikan yang digunakan untuk mencegah stunting pada masyarakat pesisir di Desa Teluk Pambang, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Melalui penyuluhan dan pelatihan pada masyarakat pesisir, kegiatan dilakukan dengan membuat aneka produk perikanan, antara lain cookies ikan, nugget ikan, dan bakso ikan. Kemudian, aneka produk perikanan tersebut digunakan untuk mencegah stunting pada balita. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa keterampilan masyarakat dalam memproduksi aneka produk olahan (cookies, nugget, dan bakso ikan) sangat baik dilihat dari aspek sensoris (tampilan, rasa, aroma, dan tekstur produk), kegiatan produksi berlangsung secara berkelanjutan oleh masyarakat melalui kelompok UMKM Kurnia Desa Teluk Pambang. Hasil pemberian produk perikanan (cookies, nugget, bakso ikan) kepada balita usia 3-5 tahun sebanyak 10 orang selama dua bulan, hasil kegiatan memberikan dampak positif terhadap pengaruh peningkatan berat badan dan tinggi badan balita selama pengukuran selama dua bulan.
Pelatihan Budidaya Ikan Baung (Hemibagrus nemurus) di Kampung Muara Kelantan Kecamatan Sungai Mandau Kabupaten Siak Provinsi Riau Rosyadi, Rosyadi; Agusnimar, Agusnimar; Sulhaswardi, Sulhaswardi; Rasidi, Abdul Fatah; Hadi, Khairul; Dedy, Dedy
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 6 No. 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jruce.6.2.151-155

Abstract

Pelatihan budidaya ikan baung (Hemibagrus nemurus) di Kampung Muara Kelantan, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Provinsi Riau bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam bidang budidaya perikanan, khususnya ikan baung. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh Pusat Kajian Lingkungan Hidup (PKLH) Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau bekerja sama dengan Balai Pelatihan dan Pengembangan Masyarakat (BPPM) PT. Arara Abadi dan Pemerintah Kampung Muara Kelantan. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah Focus Group Discussion (FGD) yang memungkinkan para peserta untuk berinteraksi langsung dan berbagi pengetahuan terkait permasalahan yang dihadapi dalam budidaya ikan baung. Pelatihan ini dihadiri oleh 30 peserta yang berasal dari Kampung Muara Kelantan, Teluk Lancang, Lubuk Jering, Sungai Selodang, Muara Bungkal dan Desa Kesumbo Ampai. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta terkait teknik budidaya ikan baung
Pelatihan Budidaya Ikan di dalam Ember Secara Aquaponik (BUDIKDAMBER) di Desa Muntialo Kecamatan Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat Lisna, Lisna; Arfiana, BSM; Ramadan, Fauzan; Gushairiyanto, Gushairiyanto; Sumadja, Wiwaha A
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 6 No. 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jruce.6.2.156-161

Abstract

Kelompok Wanita Tani Desa Muntialo merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kelompok Wanita Tani merupakan kelompok yang terdiri dari Ibu rumah tangga hanya mengandalkan penghasilan dari suami. Upaya yang dilakukan untuk mencukupi gizi yang dibutuhkan saat terjadinya kenaikan pangan satunya adalah melakukan budidaya ikan yang cukup simpel hanya menggunakan ember sebagai media dan tidak membutuhkan lahan yang luas yaitu Budikdamber ikan lele secara aquaponik. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat yang ada di Desa Muntialo tentang bagaimana cara melakukan pembudidaya ikan dengan ember secara aquaponik dengan memanfaatkan perkarangan rumah sekitar. Kegiatan ini dilaksanakan pada 5 Oktober 2024 di Desa Muntialo Kecamatan Betara. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Sosialisasi dan Demplot (Demonstrasi Plot) ke Kelompok Wani Tani. Hasil kegiatan kelompok wanita tani sangat antusias dalam mengikuti kegiatan karena mampu membuat budidaya yang sederhana tanpa mengunakan lahan yang luas. Adapun kesimpulan dari kegiatan ini adalah Kelompok Wanita Tani mendapatkan hal yang baru agar daapt di terapkan di rumah sendiri untuk membudidayakan ikan dan menanam sayur-sayuran untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta saran yang diberikan kepada TIM agar dapat melakukan kegiatan pembuatan pakan ikan
Pemberdayaan Masyarakat melalui Budidaya Ikan Lele Akuaponik dan Pembuatan Pakan dengan Ekstrak Daun Pepaya di Desa Pulau Kopung Mulyadi, Mulyadi; Wahyudi, Daniel Tri; Iskantia, Jenny; Sinaga, Donny Christian; Pribadi, Jerry Apriyanto; Puspita, Marselina Dinda; Suros, M. Berkah; Fadhillah, Ihsan; Ningseh, Arni Sahfitri Ramadia; Ramadani, Novita Sari
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 6 No. 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jruce.6.2.162-165

Abstract

Pulau Kopung Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya, memiliki potensi besar dalam budidaya ikan di kolam tanah. Namun, kendala utama yang dihadapi adalah biaya pakan, yang mencapai 60–70% dari total produksi, terutama untuk pemijahan buatan ikan lele. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan penyuluhan pembuatan pakan ikan mandiri dengan ekstrak daun pepaya. Kegiatan ini bertujuan memberdayakan masyarakat dalam budidaya ikan lele dan produksi pakan mandiri. Metode yang diterapkan mencakup persiapan wadah, pembuatan produk, sosialisasi, dan evaluasi. Hasilnya, pembudidaya ikan di Desa Pulau Kopung berhasil membuat pakan ikan mandiri yang dapat diterapkan dalam pemeliharaan ikan lele. Mereka juga mampu melakukan pemijahan buatan secara mandiri, dengan tingkat keberhasilan materi mencapai 80% dari peserta yang hadir. Evaluasi program menunjukkan bahwa masyarakat akan menerapkan teknik pemijahan buatan untuk meningkatkan produksi ikan budidaya
Pemberdayaan Masyarakat melalui Budidaya Maggot (Hermetia illucens) sebagai Strategi Pengelolaan Sampah Organik dan Peningkatan Ekonomi Berkelanjutan di Desa Hurung Jilok Kurniawan, Ronal; Gusriansyah, Dimas; Karsih, Okta Rizal; Putri, Mega Novia; Harahap, Husnul Yaqin
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 6 No. 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jruce.6.2.166-170

Abstract

Sampah organik merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang memerlukan solusi pengelolaan yang efektif dan berkelanjutan. Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah budidaya maggot Black Soldier Fly (Hermetia illucens), yang tidak hanya membantu mengurangi volume sampah organik tetapi juga memiliki nilai ekonomi sebagai pakan alternatif bagi ternak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi, pelatihan teknis, dan pendampingan kepada masyarakat dalam budidaya maggot sebagai strategi pengelolaan limbah organik dan sumber pakan alternatif. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, praktik budidaya, serta evaluasi ketercapaian sasaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam budidaya maggot, perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah organik, serta munculnya peluang ekonomi baru melalui pemanfaatan maggot sebagai pakan ternak. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya memberikan manfaat ekologis tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Keberlanjutan program ini dapat didukung melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta dalam mengembangkan budidaya maggot sebagai solusi pengelolaan sampah yang berbasis ekonomi sirkular

Page 1 of 1 | Total Record : 10