cover
Contact Name
M. Ikhwanul Hakim
Contact Email
paiiaihnwlotim2021@gmail.com
Phone
+6281805503485
Journal Mail Official
nahdlah@iaihnw-lotim.ac.id
Editorial Address
Jln. Utama Mataram-Lb. Lombok Anjani Kec. Suralaga Kab. Lombok Timur
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 28076958     EISSN : 28075412     DOI : 10.51806
Core Subject : Religion, Education,
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam which focuses on issues related to the field of Islamic Education. We invite lecturers, students, researchers, practitioners, and observers in the field of Islamic Education to publish their manuscripts that have never been published in other media, which focus on: Models, Strategies, Methods, and Learning Techniques for Islamic Religious Education Development of Islamic Religious Learning Media Evaluation of Islamic Religious Education Learning Implementation and Development of Islamic Education Curriculum Management of Islamic Education Institutions and Teaching
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 228 Documents
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA MASA KOLONIAL HINGGA AWAL KEMERDEKAAN INDONESIA Héctor Javier Cortés Tornel; Faridi
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5 No 3 (2026): Januari-April
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v5i3.874

Abstract

Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam/PAI) during the colonial period and the early years of Indonesian independence developed as part of broader social dynamics shaped by the relationship between colonial power, society, and religion. Marginalized from the formal colonial education system, Islamic education grew through pesantren and the role of Islamic educational actors outside state control. This article examines the dynamics of PAI in Indonesian society, the role of Islamic institutions and figures in responding to colonial education, and the transformation of PAI’s orientation during the transition to independence. Employing a qualitative library-based method and a social-historical approach, the study finds that the marginalization of PAI was rooted in its ideological and social independence rather than institutional backwardness. During the period of national awakening and early independence, PAI contributed to ethical formation, social solidarity, and national consciousness, while gradually shifting from religious community education toward citizenship-oriented education.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR AL-QUR’AN HADITS UNTUK ABK: DESAIN PEMBELAJARAN INKLUSIF BERBASIS UNIVERSAL DESIGN FOR LEARNING (UDL) Husein, Rifqi; Rasyidi
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5 No 3 (2026): Januari-April
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v5i3.878

Abstract

Pembelajaran Al-Qur’an Hadits di sekolah inklusif memerlukan bahan ajar yang mengakomodasi keragaman peserta didik, terutama anak berkebutuhan khusus (ABK), tanpa mengurangi capaian kompetensi inti. Artikel ini bertujuan merumuskan kerangka konseptual pengembangan bahan ajar Al-Qur’an Hadits berbasis Universal Design for Learning (UDL) untuk mendukung praktik pembelajaran inklusif. Metode penelitian menggunakan studi kepustakaan dengan menelaah literatur tentang pendidikan inklusif, karakteristik ABK, desain bahan ajar, serta prinsip-prinsip UDL. Hasil kajian merumuskan rancangan bahan ajar yang memetakan tiga prinsip UDL ke dalam komponen pembelajaran Al-Qur’an Hadits: (1) multiple means of engagement melalui pilihan aktivitas, penguatan regulasi diri, dukungan sosial, dan strategi motivasional; (2) multiple means of representation melalui variasi penyajian materi berupa teks ringkas-terstruktur, visual pendukung, serta alternatif audio; dan (3) multiple means of action and expression melalui ragam bentuk respons dan asesmen (lisan, visual, praktik, proyek, serta tugas berbantuan) yang memungkinkan diferensiasi sesuai profil kebutuhan belajar. Kerangka ini menegaskan bahwa UDL meningkatkan aksesibilitas materi, memperluas peluang partisipasi, dan memperkuat keterlibatan belajar ABK pada pembelajaran Al-Qur’an Hadits.
INTERNALISASI KEJUJURAN DAN AMANAH MELALUI PENGEMBANGAN RPP AL-QUR’AN HADIST BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI MTS AL-HASAN DUMAI Masrokan; Rasyidi
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5 No 3 (2026): Januari-April
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v5i3.879

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mata pelajaran Al-Qur’an Hadist yang mengintegrasikan nilai karakter kejujuran dan amanah melalui kearifan lokal Melayu, yang bersumber pada Tunjuk Ajar Melayu karya Tenas Effendy. Masalah utama dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadist saat ini adalah penyampaian materi yang cenderung teoretis sehingga nilai-nilai moral sulit terinternalisasi dalam perilaku siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi filosofi Melayu "Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah" dalam Rencana Pelaksanan Pembelajaran mampu mengubah teks agama yang kurang di mengerti menjadi panduan perilaku yang konkret bagi siswa. Melalui butir-butir Tunjuk Ajar seperti "sejalur kata dengan hati", siswa lebih mudah memahami hakikat kejujuran sebagai bagian dari menjaga marwah diri. Validasi ahli dan uji coba lapangan menunjukkan bahwa Rencana Pembelajaran ini efektif meningkatkan keterlibatan emosional dan komitmen perilakujujur dan amanah siswa. Kesimpulannya, penggunaan kearifan lokal dalam perangkat pembelajaran PAI tidak hanya memperkuat pemahaman keagamaan, sekaligus melestarikan identitas budaya sebagai instrumen pembentuk karakter mulia di era modern.
TRANSFORMASI PEMBELAJARAN FIQIH: PENERAPAN METODE DEMONSTRASI UNTUK PEMBELAJARAN BERMAKNA Zubaidi, Ahmad; Hartono Febrianto
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5 No 3 (2026): Januari-April
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v5i3.881

Abstract

Pembelajaran Fiqih di madrasah masih sering didominasi metode ceramah sehingga peserta didik kurang terlibat aktif dan pembelajaran belum sepenuhnya bermakna. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan metode demonstrasi dalam pembelajaran Fiqih serta menganalisis kontribusinya terhadap pembelajaran bermakna peserta didik. Penelitian dilaksanakan di Madrasah Aliyah Nurul Yaqin Sumber Anyar, Paiton, Probolinggo dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode demonstrasi mampu meningkatkan keaktifan, pemahaman, dan motivasi belajar peserta didik. Peserta didik tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga mampu mempraktikkan secara langsung konsep-konsep Fiqih, terutama pada aspek ibadah dan muamalah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode demonstrasi efektif dalam menciptakan pembelajaran Fiqih yang bermakna. Implikasi penelitian menegaskan perlunya guru Fiqih mengembangkan metode pembelajaran yang variatif dan kontekstual agar materi lebih relevan dengan kehidupan nyata peserta didik serta kualitas pembelajaran meningkat.
ANALISIS PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS CANVA DALAM PEMBELAJARAN FIQIH PADA SISWA KELAS 4 DI MADRASAH IBTIDAIYAH NW PESENG Thala'at, Muh.
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5 No 3 (2026): Januari-April
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v5i3.883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan media pembelajaran interaktif berbasis Canva dalam pembelajaran Fiqih pada siswa kelas IV di Madrasah Ibtidaiyah NW Peseng. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya minat dan pemahaman siswa terhadap pelajaran Fiqih yang bersifat teoritis dan kurang variatif dalam penyajiannya. Oleh karena itu, penggunaan media berbasis Canva diharapkan dapat menjadi solusi inovatif dalam menciptakan suasana belajar yang menarik dan interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah guru mata pelajaran Fiqih dan siswa kelas IV MI NW Peseng. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media Canva dalam pembelajaran Fiqih mampu meningkatkan minat belajar siswa, memperjelas materi yang disampaikan, serta mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, media pembelajaran berbasis Canva efektif diterapkan dalam pembelajaran Fiqih di tingkat Madrasah Ibtidaiyah, khususnya dalam meningkatkan pemahaman dan partisipasi siswa.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM ORGANISASI PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER RELIGIUS DI RANTING BELITANG 1 Shinta Haryani; Sholeh Hasan; M. Saiful Amin
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5 No 3 (2026): Januari-April
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v5i3.885

Abstract

Pendidikan agama Islam sangat penting untuk membentuk karakter religius guna merespons masalah degradasi moral remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mendeskripsikan peran nilai pendidikan agama Islam dalam organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate untuk meningkatkan karakter religius siswa di Ranting Belitang 1. Kajian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pengurus ranting, pelatih, serta siswa sebagai sumber utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa organisasi ini secara sistematis menginternalisasikan empat pilar utama pendidikan agama Islam yaitu nilai keimanan, ibadah, akhlak mulia, dan persaudaraan. Proses tersebut diaktualisasikan melalui rutinitas doa bersama, kedisiplinan melaksanakan salat di sela latihan, penegakan tata krama, serta pengendalian emosi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa organisasi tersebut tidak sekadar berfungsi sebagai wadah pelatihan jasmani, melainkan telah bertransformasi menjadi ruang pendidikan nonformal yang efektif membentuk kepribadian religius. Temuan ini memberikan novelty bahwa entitas kemasyarakatan independen mampu menjadi mitra strategis lembaga pendidikan formal, sekaligus merekomendasikan perlunya future research dengan cakupan sampel yang lebih luas.
MANAJEMEN BERJENJANG PEMBELAJARAN AL-QUR’AN MELALUI METODE IQRA’ DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI TPQ Boby; Dedi Afrison; Safyalmi; Edi Putra Jaya
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5 No 3 (2026): Januari-April
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v5i3.886

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan manajemen berjenjang pembelajaran Al-Qur'an melalui metode Iqra' dalam pendidikan agama Islam di TPQ. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan pengelola TPQ, ustaz, dan ustazah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Al-Qur'an di TPQ dikelola secara berjenjang, dimulai dari Iqra' hingga pembelajaran Al-Qur'an, dengan intensitas pembelajaran enam kali dalam satu minggu. Pengelolaan pembelajaran didukung oleh pembagian jadwal siang untuk peningkatan Iqra' dan jadwal malam untuk pembelajaran Al-Qur'an, sehingga proses belajar dapat disesuaikan dengan tingkat kemampuan dan karakteristik santri. Sistem evaluasi dilakukan secara berkelanjutan dan menjadi dasar peningkatan jenjang pembelajaran. Penerapan manajemen berjenjang ini memberikan dampak positif terhadap efektivitas pembelajaran Al-Qur'an, baik dari aspek keteraturan proses belajar, peningkatan kelancaran membaca santri, maupun pembentukan kedisiplinan belajar. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran Al-Qur'an di TPQ tidak hanya ditentukan oleh metode pembelajaran, tetapi juga oleh kualitas manajemen pendidikan agama Islam yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBINAAN AKHLAK SISWA DI SMP ALAM LAMPUNG Rahmatullah, Syabani; Ahmad Luviadi; M Sholihin; Arizal Eka Putra
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5 No 3 (2026): Januari-April
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v5i3.887

Abstract

Abstract. This study examines the role of Islamic Religious Education (PAI) teachers in developing students' morals at SMP Alam Lampung. In the context of environmental education and Islamic values, PAI teachers act as educators, mentors, and role models who consistently instill Islamic moral values ​​through habituation, role modeling, and ongoing supervision. This study used qualitative methods with data collection techniques including interviews, observations, and archival documentation of moral development as the primary sources. The results indicate that PAI teachers play a significant role in shaping students' character by integrating the values ​​of honesty, patience, trustworthiness, and humility into daily activities and nature-based learning. Furthermore, teacher role models in attitudes and behavior are key factors in the success of developing students' morals. Obstacles encountered include unstable student character and external environmental influences, which are addressed through motivational approaches, supervision, and communication with parents. In conclusion, moral development through the role of PAI teachers at SMP Alam Lampung is effective in shaping students' Islamic character, with contextual learning that can be further developed to improve student discipline and morals.
NILAI NILAI PENDIDIKAN KARAKTER SURAH LUQMAN AYAT 12–15 DALAM PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER Muhamad Sahrial Hidayat; Burhanuddin Ridlwan
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5 No 3 (2026): Januari-April
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v5i3.888

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh.tantangan pendidikan.Islam kontemporer.yang. menghadapi krisis.moral, menurunnya sikap.hormat kepada.orang tua dan.guru, serta lemahnya tanggung.jawab peserta didik. Kondisi ini menunjukkan.pentingnya penguatan pendidikan karakter yang.bersumber dari Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan.untuk mendeskripsikan nilai-nilai.pendidikan karakter dalam Al-Qur’an Surah.Luqman ayat 12–15 serta menjelaskan.relevansinya dalam pendidikan.Islam kontemporer. Penelitian ini.dilakukan dengan pendekatan.kualitatif melalui studi.pustaka. Data utama yang.digunakan adalah.Al-Qur’an Surah.Luqman ayat.12–15.beserta beberapa kitab.tafsir, sedangkan data.pendukung diperoleh dari.buku.dan jurnal.yang membahas tentang.pendidikan karakter.dan pendidikan Islam. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif-analitis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai.pendidikan karakter dalam Surah Luqman ayat 12–15 meliputi.tauhid sebagai fondasi.keimanan, sikap syukur kepada.Allah, serta berbakti kepada.orang tua. Nilai-nilai tersebut mencerminkan pendidikan.yang menyeluruh karena mencakup aspek.spiritual, moral, dan sosial. Nilai pendidikan karakter.dalam Surah Luqman ayat.12–15 sangat relevan untuk diterapkan dalam pendidikan Islam kontemporer guna membentuk generasi yang beriman, berakhlak.mulia, dan bertanggung.jawab.
INTERPRETASI PEMIKIRAN SYEKH AL-'UTSAIMIN TENTANG BELAJAR AGAMA TANPA GURU DALAM KITAB AL-ILMI Akbar, Muhammad Faiz; Putra, Arizal Eka; Fajri, Muhammad Rizkal; Rohili, Tahir
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5 No 3 (2026): Januari-April
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v5i3.889

Abstract

Penelitian ini membahas interpretasi pemikiran Syekh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin mengenai belajar agama tanpa bimbingan guru. Di era digital saat ini, kemudahan akses terhadap berbagai informasi, seperti melalui media sosial dan situs web membuat banyak orang tertarik untuk mempelajari ilmu agama secara otodidak. Namun, tidak semua sumber informasi yang tersedia memiliki pemahaman dan keakuratan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Akibatnya, seseorang dapat dengan mudah terjebak dalam pemahaman yang keliru atau menyimpang dari ajaran Islam yang sebenarnya, terutama ketika belajar tanpa bimbingan guru agama yang kompeten. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan analisis isi terhadap Kitab Al-‘Ilmi karya Syekh Al-‘Utsaimin sebagai sumber primer, serta didukung oleh sumber-sumber sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syekh Al-‘Utsaimin tidak mengharamkan belajar agama tanpa guru secara mutlak, tetapi menilai ilmu yang diperoleh dengan cara tersebut umumnya lemah dan rentan terhadap kesalahan jika tanpa bimbingan ulama atau guru. Beliau menegaskan pentingnya guru yang kompeten sebagai otoritas keilmuan dalam menjaga kemurnian ilmu dan kebenaran pemahaman terhadap Al-Qur’an dan As-Sunnah.