cover
Contact Name
Abdimas Langkanae
Contact Email
junallangkanae11@gmail.com
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
junallangkanae11@gmail.com
Editorial Address
Komp. Perumahan Griya Lumandi Permai
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Abdimas Langkanae
ISSN : -     EISSN : 28087682     DOI : https://doi.org/9.jpm/006
Abdimas Langkanae adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Pustaka Digital Indonesia. Jurnal Abdimas Indonesia adalah jurnal yang bertaraf Nasional yang menerbitkan artikel tentang pengabdian kepada masyarakat dalam perspektif multidisiplin ilmu. Jurnal ini merupakan wadah untuk para akademisi, praktisi, dan masyarakat untuk mengeksplorasi isu-isu dan praktik yang berkaitan dengan penelitian, implementasi teknologi, dan kebijakan tentang pemberdayaan masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 237 Documents
Peningkatakan Pemahaman Guru tentang Kebijakan Strategis Pendidikan dalam Penguatan Kelompok Kerja Guru (KKG) Wilayah II Kota Palopo Abdul Zahir; Kartini Kartini; Akramunnisa Akramunnisa
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.822

Abstract

Kebijakan strategis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengalami dinamika yang signifikan melalui terbitnya regulasi baru terkait penguatan guru dan mutu pembelajaran. Namun, banyak guru di daerah belum memahami regulasi teknis terbaru ini. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman guru mengenai 6 kebijakan strategis nasional terbaru. Mitra kegiatan ini adalah Kelompok Kerja Guru (KKG) Wilayah II Kota Palopo. Kegiatan dilaksanakan pada 16 April 2026 di SDN 63 Ponjalae Baru Kota Palopo, dihadiri oleh 28 orang guru. Metode yang digunakan adalah ceramah edukatif, diskusi interaktif, dan simulasi penyusunan rencana aksi kelas. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil PkM menunjukkan peningkatan pemahaman guru secara signifikan dari rata-rata pemahaman awal 42% menjadi 89% setelah kegiatan. Guru kini memiliki kesiapan yang lebih baik dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam, mata pelajaran coding/AI, serta mewujudkan budaya sekolah aman dan nyaman.
Diversifikasi Produk Jelly dan Kripik Rumput Laut serta Penguatan Manajemen Promosi Pemasaran untuk Mendukung Pembagunan Berkelanjutan Akramunisa Akramunisa; Sunarti Cambaba; Reski Yusrini Islamiah Yunus; Andi Jumardi; Suhaeni Suhaeni; Masluki Masluki; Iriansa Iriansa; Jumarniati Jumarniati; Rahma Hi Manrulu; Iin Karmila Putri
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.823

Abstract

Kelompok Pokdakan Sipakamase di Desa Lamasi Pantai, Kecamatan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu merupakan kelompok petani rumput laut jenis Eucheuma cottonii yang selama ini hanya menjual hasil panen dalam bentuk rumput laut kering kepada pengepul dengan harga jual rendah, tanpa pengolahan lanjutan dan tanpa akses pemasaran yang luas. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mengolah rumput laut menjadi produk jelly drink dan kripik bernilai jual, serta memperkuat manajemen promosi dan pemasaran berbasis digital. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahap yaitu inception, elaboration, construction, dan transition, mencakup sosialisasi dan pendampingan pembuatan jelly dan kripik rumput laut serta pelatihan strategi pemasaran memanfaatkan e-commerce dan media sosial. Evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman mitra pada kedua aspek tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam memproduksi jelly dan kripik rumput laut yang siap dipasarkan, serta kemampuan mitra memasarkan produk secara daring sehingga jangkauan pasar tidak lagi terbatas pada pengepul setempat. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal tumbuhnya unit usaha kecil berbasis olahan jelly dan kripik rumput laut yang berkelanjutan di Desa Lamasi Pantai.
Implementasi Mesin Penarik dan Pemisah Rumput Laut Otomatis Berbasis PLC untuk Meningkatkan Efisiensi Pascapanen dan Diversifikasi Produk pada Kelompok Tani Katonik Lamangoa di Desa Bawalipu Kabupaten Luwu Timur Muhammad Idham Rusdi; Dianradika Prasti; Samsu Alam; Baso Ali; Ichwan Muis
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.830

Abstract

Rumput laut merupakan salah satu komoditas unggulan masyarakat pesisir Kabupaten Luwu Timur yang memiliki kontribusi penting terhadap pendapatan rumah tangga petani. Namun demikian, proses pascapanen yang masih dilakukan secara manual menyebabkan rendahnya efisiensi kerja, tingginya kebutuhan tenaga kerja, serta rendahnya kualitas hasil pengolahan. Selain itu, pemanfaatan rumput laut masih terbatas pada penjualan bahan mentah sehingga nilai tambah ekonomi yang diperoleh petani relatif rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi proses pascapanen melalui penerapan mesin penarik dan pemisah rumput laut otomatis berbasis Programmable Logic Controller (PLC), sekaligus meningkatkan kapasitas mitra dalam diversifikasi produk olahan rumput laut. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dengan mitra, survei lapangan, perancangan dan pembuatan mesin, uji coba alat, sosialisasi, pelatihan pengoperasian mesin, pendampingan penggunaan alat, pelatihan diversifikasi produk, monitoring, dan evaluasi. Mitra kegiatan adalah Kelompok Tani Katonik Lamangoa yang berjumlah 12 orang di Desa Bawalipu, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mesin yang dikembangkan mampu mempercepat proses pelepasan rumput laut dibandingkan metode manual serta mengurangi beban kerja petani. Program juga menghasilkan diversifikasi produk berupa keripik rumput laut dan dodol rumput laut dengan kemasan yang lebih menarik. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan rata-rata kemampuan peserta dari 27,6% menjadi 85,4%, dengan nilai N-Gain sebesar 0,80 yang termasuk kategori tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan teknologi berbasis PLC yang dipadukan dengan pelatihan dan pendampingan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, produktivitas, dan nilai tambah usaha masyarakat
PKM Implementasi Teknologi Smart Irrigation dan Sirkulasi Udara Otomatis Melalui Pertanian Presisi Berbasis IoT pada Kelompok Tani Bukit Lombu Muhammad Naim; Safwan Kasma; Rosmiati Rosmiati; Baso Ali
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.831

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mentransformasi sistem pertanian pada Kelompok Tani Bukit Lombu yang merupakan salah satu kelompok tani di Desa Marinding, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu. Masyarakat di wilayah ini memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, terutama dalam budidaya tanaman hortikultura. Kelompok tani ini telah memiliki infrastruktur pendukung berupa greenhouse yang lengkap dengan bak instalasi penanaman sayur dan area pembibitan yang cukup luas. Greenhouse ini memungkinkan petani mengembangkan berbagai jenis tanaman, antara lain Selada, Sawi, Pakcoy, dan Melon. Dengan fasilitas tersebut, kelompok tani menunjukkan potensi besar dalam mengadopsi teknologi modern untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Kelompok tani telah mengoptimalkan penggunaan Greenhouse sebagai ruang produksi modern yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung. Greenhouse tersebut menyediakan bak penanaman sebagai area utama budidaya sayur, area pembibitan yang skalanya cukup besar untuk mendukung produksi tanaman. Penerapan sistem teknologi pertanian presisi, melalui melalui penggunaan sensor kelembapan tanah, sensor suhu dan kelembapan udara, sistem irigasi otomatis, serta sistem sirkulasi udara otomatis yang dapat dipantau menggunakan perangkat digital secara real-time. Program akan difokuskan untuk memperkuat manajemen usaha melalui pelatihan pengemasan produk hasil panen, desain label kemasan dan teknik pemasaran digital, pengembangan produk brand unggulan, dan peningkatan jejaring pemasaran. Pelaksanaan kegiatan ini dibagi kedalam beberapa tahapan yaitu : Survey lokasi awal, Sosialisasi Program kepada kelompok tani, memberikan bantuan alat dan bahan untuk menjalankan program, Pelatihan pembuatan instalasi bak Hidroponik, pelatihan penyemaian benih, penanaman hingga perawatan tanaman, dan pelatihan pengoprasian perangkat IoT di dalam Greenhouse. Dari pelaksanaan kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan pendapatan petani perlu menanam tanaman secara berkelanjutan, agar bisa bermitra dengan Swalayan dan perlu manajemen pengelolaan yang baik agar masyarakat dapat produktif.
PKM Transfer Teknologi Tepat Guna Mesin Penarik dan Perontok Rumput Laut Otomatis Berbasis Forward-Reverse untuk Peningkatan Pascapanen Abdul Rais; Baso Ali; Safwan Kasma; Erwin Sukma
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.833

Abstract

Sulawesi Selatan merupakan provinsi utama di Indonesia Timur dalam produksi rumput laut, dengan total produksi triwulan I 2021 mencapai 935,8 ton, terdiri dari Cottonii (615,5 ton), Gracilaria (246 ton), dan Spinosium (74,2 ton). Kabupaten Takalar, Luwu, Wajo, Pangkep, Bone, dan Luwu Timur menjadi penghasil utama, Desa Bassiang Timur yang merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Ponrang Selatan Kabupaten Luwu Provinsi Sulawesi Selatan, memiliki potensi signifikan dalam budidaya rumput laut, terutama jenis Eucheuma cottonii, sebagai komoditas unggulan perikanan budidaya. Berdasarkan data BPS Kabupaten Luwu tahun 2023, produksi rumput laut di Kabupaten Luwu mencapai 12.500 ton, dengan Desa Bassiang Timur menjadi salah satu sentra utama penyumbang produksi tersebut didukung oleh garis pantai yang optimal dan partisipasi aktif nelayan lokal. Harga jualnya pun cukup menarik, yaitu sekitar Rp6.000 per kg untuk rumput laut basah dan Rp35.000 per kg untuk yang kering. Meskipun prospek ekonomi menjanjikan, mitra menghadapi kendala signifikan, terutama dalam inovasi teknologi. Proses pengangkutan dari lahan ke perahu dan ke lokasi pemisahan masih dilakukan secara manual dengan bantuan bambu, yang memerlukan tenaga ekstra, berisiko cedera, dan mengurangi efisiensi kerja. Selain itu, pemisahan rumput laut dari tali juga masih mengandalkan tenaga manusia, sehingga berpotensi menurunkan kualitas panen dan meningkatkan risiko kecelakaan. Berdasarkan analisis kebutuhan tersebut, solusi yang ditawarkan dalam proposal berupa penerapan inovasi alat mesin penarik dan perontok rumput laut otomatis berbasis sistem forward-reverse dinilai sangat relevan dan tepat sasaran. Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas kerja petani dengan cara mempercepat proses pemisahan rumput laut langsung dari perahu, tanpa harus dibawa ke darat atau ke rumah petani. Hal ini menjadi nilai tambah signifikan dibandingkan metode konvensional yang selama ini digunakan. Hasil kegiatan pengabdian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa implementasi alat ini memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat serta kegiatan diversifikasi produk olahan rumput laut yaitu dodol rumput laut dan keripik rumput laut. Petani merasakan kemudahan dalam proses kerja, pengurangan tenaga fisik yang dibutuhkan, serta efisiensi waktu yang cukup signifikan. Selain itu, kualitas rumput laut yang dihasilkan juga cenderung lebih baik karena proses pemisahan dapat dilakukan secara lebih cepat dan minim kerusakan. Temuan ini sejalan dengan tujuan dalam proposal yang menekankan pada peningkatan nilai tambah produk melalui hilirisasi dan pemanfaatan teknologi tepat guna. Untuk mengatasi permasalahan ini, Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) mengusulkan penerapan teknologi inovatif dan pendampingan intensif.
Pendalaman Kebijakan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) Dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Dalam Workshop Kolaborasi Cinta Dan Teknologi Di MAN Luwu Masluddin Masluddin; Sunarni Yassa; Abdul Zahir; Permadi Kusuma
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.836

Abstract

Transformasi pendidikan nasional mendorong satuan pendidikan untuk mengimplementasikan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus tetap berlandaskan pada penguatan karakter. Kebijakan Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang dikembangkan oleh Kementerian Agama menjadi dua kebijakan strategis yang perlu dipahami secara komprehensif oleh guru madrasah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman guru mengenai arah kebijakan, konsep, serta strategi implementasi KKA dan KBC dalam pembelajaran di madrasah. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk workshop pada tanggal 24 Juli 2026 di Laboratorium Komputer Madrasah Aliyah Negeri Luwu dengan melibatkan 32 guru dan tenaga pendidik. Materi disampaikan melalui ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, dan refleksi implementasi kebijakan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai urgensi transformasi digital pendidikan, hubungan antara kompetensi berpikir komputasional dengan penguatan karakter, serta strategi mengintegrasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dalam pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi selama diskusi dan meningkatnya kesiapan guru dalam merancang pembelajaran yang bermakna, adaptif terhadap teknologi, sekaligus berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat implementasi kebijakan pendidikan nasional pada lingkungan madrasah.
Pendampingan Teknis Rehabilitasi Ruang Kelas dan Laboratorium IPA Berbasis Standar Keselamatan dan Kelayakan Bangunan di SMA Negeri 3 Palopo Kastono Kastono; Islah Audziah Putri Beang; Gunawan Tari; Nur Hikmah Aljuhaeni; Nur Aqidah; Erin Savitri Gawing
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.851

Abstract

Rehabilitasi ruang kelas dan laboratorium IPA harus direncanakan berdasarkan kondisi aktual bangunan, tingkat risiko, fungsi ruang, serta ketentuan keselamatan agar perbaikan tidak berhenti pada aspek estetika. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendampingi pihak SMA Negeri 3 Palopo dalam mengidentifikasi kondisi ruang, menentukan prioritas penanganan, dan menyusun rekomendasi teknis rehabilitasi yang mengacu pada standar sarana prasarana pendidikan dan ketentuan bangunan gedung. Kegiatan dilaksanakan pada 29–31 Juli 2026 dengan pendekatan partisipatif melalui koordinasi awal, pemeriksaan visual, pencatatan kerusakan, diskusi teknis, penyusunan matriks prioritas, serta evaluasi bersama pengelola sekolah. Aspek yang dikaji meliputi elemen struktur, arsitektur, atap dan plafon, lantai, bukaan, instalasi listrik, pencahayaan, ventilasi, sanitasi, aksesibilitas, dan keselamatan laboratorium. Pendampingan menghasilkan dokumen pemetaan kondisi, pengelompokan kebutuhan penanganan berdasarkan tingkat urgensi, rekomendasi teknis untuk ruang kelas dan laboratorium IPA, serta arahan pengendalian keselamatan selama pekerjaan rehabilitasi. Kegiatan juga memperkuat pemahaman sekolah mengenai perbedaan perbaikan ringan, rehabilitasi komponen, dan penanganan yang memerlukan pemeriksaan lanjutan oleh tenaga ahli. Dengan demikian, pendampingan teknis dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih terukur, aman, dan sesuai fungsi bangunan pendidikan.
Hilirisasi Rumput Laut Berbasis Teknologi Tepat Guna untuk Meningkatkan Produktivitas dan Keberdayaan Masyarakat Pesisir di Desa Bassiang Timur Baso Ali; Muhammad Naim; Abdul Rais; Risda M
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.856

Abstract

Program pemberdayaan di Desa Bassiang Timur, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, diarahkan pada penguatan rantai nilai rumput laut melalui teknologi tepat guna dan peningkatan kapasitas dua kelompok mitra. Kegiatan bertujuan meningkatkan efisiensi proses produksi, kemampuan pengolahan, standardisasi kerja, dan tata kelola usaha. Pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dalam lima tahap, yaitu sosialisasi dan diskusi kelompok, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan monitoring, serta evaluasi. Sebanyak 41 anggota mitra terlibat, terdiri atas 20 anggota Kelompok Tani Mujur Bersama dan 21 anggota TP PKK Bassiang Timur. Evaluasi sementara menggunakan desain sebelum-sesudah melalui tes kompetensi, observasi pengoperasian teknologi, pengukuran waktu kerja, log produksi dan pengemasan, serta angket kepuasan. Hasil deskriptif menunjukkan skor komposit kompetensi meningkat dari 40,8 menjadi 86,8 dengan nilai gain ternormalisasi 0,78. Partisipasi kegiatan mencapai 94,9%. Pada mitra budidaya, waktu penarikan berkurang 79,2%, pemisahan 60,0%, dan pembersihan tali 56,0%. Pada mitra pengolahan, produksi tepung mencapai 62 kg per bulan, kapasitas pengemasan meningkat menjadi 54,5 pak per jam, dan kegagalan penyegelan turun menjadi 2,5%. Skor keberdayaan rata-rata meningkat dari 1,50 menjadi 3,98 dan kepuasan mitra mencapai 90,8%. Temuan mengindikasikan bahwa kombinasi teknologi, pelatihan, prosedur kerja, dan pendampingan memperkuat produktivitas serta keberdayaan masyarakat pesisir.
Peningkatakan Kemampuan Berpikir Kompatasional dan Analisis Data Guru MTs Negeri 1 Luwu Melalui Lokakarya Integrasi Kurikulum Berbasis Cinta, Koding, dan AI Nisraeni Nisraeni; Abdul Zahir; Fitriani A
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.862

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan teknikal guru dalam mengintegrasikan kemampuan berpikir komputasional dan analisis data, yang merupakan elemen penting mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). KKA diformulasikan sebagai mata pelajaran pilihan yang diintegrasikan ke dalam mata pelajaran lain, bersinergi dengan Kurikulum Berbasis Cinta pada madrasah. Pengabdian ini dilaksanakan melalui metode lokakarya pada 13–14 Juni 2026 di Gedung PLHUT Kementerian Agama Kabupaten Luwu, dengan sasaran 60 orang ustaz/ustazah dari MTs Negeri 1 Luwu dan madrasah Gugus 1. Berdasarkan evaluasi, terjadi peningkatan pemahaman yang signifikan; rata-rata nilai post-test peserta pada aspek desain integrasi KKA mencapai 82,58, meningkat tajam dibandingkan pre-test (45,00). Selain itu, survei respons emosional menunjukkan 95% peserta merasa termotivasi dan tingkat kecemasan terhadap materi koding menurun drastis. Hasil kegiatan membuktikan bahwa kegiatan ini sukses mereduksi persepsi sulit pada materi KKA dan memampukan guru menyisipkan logika algoritma secara humanis.
Implementasi Teknologi dan Inovasi Produk Olahan Sagu Berbasis Preferensi Pasar Modern pada Kelompok Pengolah Sagu di Desa Barammamase Kabupaten Luwu Iriansa Iriansa; Nurasia Nurasia; Akramunnisa Akramunnisa; Ni Kadek Rianti Dewi; Tasya Saputri
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.863

Abstract

Kelompok Usaha Bersama Sagu Tori Hafidza di Desa Barammamase, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, mengolah pati sagu menjadi dange dan kue tori dengan umur simpan hanya dua hingga tiga hari, kemasan sederhana, serta pemasaran yang terbatas pada warung dan pasar lokal. Kondisi tersebut menahan pendapatan anggota pada kisaran Rp1.000.000-Rp1.500.000 per bulan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi dan nilai tambah usaha mitra melalui transfer teknologi tepat guna dan diversifikasi produk olahan sagu yang berorientasi pasar modern. Kegiatan dilaksanakan bersama 13 anggota kelompok melalui lima tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta perancangan keberlanjutan. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test, observasi lapangan, daftar periksa kompetensi, serta rekapitulasi produksi dan penjualan selama satu bulan pelaksanaan. Skor rata-rata pengetahuan dan keterampilan mitra naik dari 48,5 menjadi 88,4 atau meningkat 82,3% secara relatif. Lini produk bertambah dari dua menjadi lima jenis dengan hadirnya gula sagu cair, keripik sagu tiga varian rasa, dan dange tiga varian rasa, yang dipasarkan melalui tiga merek baru, yaitu SAGULA, KISAGU, dan DANGE SAGU. Produksi dange original meningkat 25% menjadi 500 lembar per minggu, sedangkan proporsi produk berkemasan modern naik dari 10% menjadi 94% dan seluruh produk baru telah berlabel. Mitra mulai mengoperasikan akun Instagram dan Facebook bisnis, dan jumlah transaksi naik 30%, dari 60 menjadi 78 per bulan, dengan 12 di antaranya dari kanal digital. Temuan pada satu kelompok mitra ini mengindikasikan bahwa kombinasi transfer teknologi, perbaikan kemasan, dan digitalisasi pemasaran dapat memperluas basis produk sekaligus jangkauan pasar usaha mikro berbasis sagu.