cover
Contact Name
Abdimas Langkanae
Contact Email
junallangkanae11@gmail.com
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
junallangkanae11@gmail.com
Editorial Address
Komp. Perumahan Griya Lumandi Permai
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Abdimas Langkanae
ISSN : -     EISSN : 28087682     DOI : https://doi.org/9.jpm/006
Abdimas Langkanae adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Pustaka Digital Indonesia. Jurnal Abdimas Indonesia adalah jurnal yang bertaraf Nasional yang menerbitkan artikel tentang pengabdian kepada masyarakat dalam perspektif multidisiplin ilmu. Jurnal ini merupakan wadah untuk para akademisi, praktisi, dan masyarakat untuk mengeksplorasi isu-isu dan praktik yang berkaitan dengan penelitian, implementasi teknologi, dan kebijakan tentang pemberdayaan masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 193 Documents
Pemanfaatan Limbah Kulit Kakao Sebagai Bahan Baku Pangan: Inovasi Pengabdian Masyarakat di Sekolah Sebagai Upaya Meningkatkan Nilai Ekonomi dan Lingkungan Sri Hastuty; Syamsuddin Syamsuddin; Erni Firdamayanti; Marlia Muklim
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.677

Abstract

Kabupaten Luwu merupakan salah satu sentra perkebunan kakao di Sulawesi Selatan yang menghasilkan potensi limbah kulit kakao sangat besar. Sekitar 70–80% bagian buah kakao berupa kulit terbuang dan sering dibiarkan menumpuk, sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Padahal, kulit kakao mengandung serat pangan, antioksidan, dan senyawa bioaktif yang dapat diolah menjadi bahan baku pangan bernilai tambah. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pelatihan kepada siswa dan guru UPT SMA Negeri 4 Kabupaten Luwu dalam memanfaatkan limbah kulit kakao sebagai bahan pangan inovatif guna meningkatkan nilai ekonomi dan kesadaran lingkungan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 27 Januari 2026 melalui pendekatan penyuluhan interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung pengolahan kulit kakao menjadi produk pangan sederhana. Hasil pelaksanaan menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan peserta mengenai potensi gizi dan nilai ekonomis kulit kakao, peningkatan keterampilan praktis dalam tahap pengolahan (pembersihan, pengeringan, penghalusan, hingga pembentukan produk), serta tumbuhnya kesadaran lingkungan dan minat kewirausahaan berbasis potensi lokal. Respons positif dari pihak sekolah dan antusiasme siswa menandakan keberhasilan program ini sebagai model pengabdian masyarakat berbasis sekolah yang mengintegrasikan aspek pendidikan, ekonomi kreatif, dan keberlanjutan lingkungan. Kegiatan ini direkomendasikan untuk dikembangkan lebih lanjut melalui penambahan durasi praktik, penyediaan peralatan yang memadai, serta integrasi ke dalam program ekstrakurikuler atau pembelajaran kewirausahaan di sekolah.
Literasi Visual Melalui Pelatihan Fotografi dan Videografi untuk Pelestarian Cerita, Budaya, dan Nilai-Nilai Inspiratif Lokal Mudatsir Mudatsir; Damayanti Damayanti; Sri Hanipah; Ratu Bulkis Ramli; Ismail Ismail; Parman Parman; Mutiya Oktariani
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.819

Abstract

Pelestarian cerita rakyat, budaya, dan nilai-nilai inspiratif lokal memerlukan strategi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, salah satunya melalui penguatan literasi visual masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mendokumentasikan warisan budaya melalui workshop fotografi dan videografi. Metode yang digunakan adalah mixed methods dengan desain Sequential Explanatory, yang mengombinasikan penyampaian materi, praktik, observasi, wawancara, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Workshop dilaksanakan pada 4 Juni 2026 di Aula Perpustakaan Daerah Kabupaten Merauke, dilanjutkan dengan praktik lapangan pada 5 Juni 2026 di Kampung Buti, Kabupaten Merauke. Peserta berjumlah 20 orang yang terdiri atas 7 dosen dan 13 mahasiswa Universitas Musamus dari Program Studi PG PAUD, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, serta Ekonomi Pembangunan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menerapkan teknik fotografi, videografi, dan visual storytelling untuk mendokumentasikan cerita rakyat dan budaya lokal. Luaran kegiatan berupa foto dokumenter, video dokumenter, dan photo story yang berfungsi sebagai arsip digital sekaligus media edukasi dan pelestarian budaya lokal. Kegiatan ini menunjukkan bahwa workshop fotografi dan videografi merupakan pendekatan yang efektif dalam memperkuat literasi visual serta mendukung pelestarian warisan budaya berbasis partisipasi masyarakat.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Inovasi Pengolahan Sagu Suparman Suparman; Gita Srihidayati; Besse Herdiana; Darmawati Darmawati; Muhammad Nurahmad; Supriadi Supriadi
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.832

Abstract

Sagu merupakan pangan lokal strategis yang berpotensi mendukung diversifikasi pangan dan penguatan ekonomi masyarakat di Sulawesi Selatan. Namun, pemanfaatannya masih didominasi produk tradisional dan penjualan bahan mentah sehingga nilai tambah yang diterima masyarakat relatif terbatas. Artikel ini memaparkan rancangan Program Kreativitas Mahasiswa yang mengintegrasikan inovasi produk, pelatihan partisipatif, pengemasan, branding, pemasaran digital, dan pembentukan kelompok usaha melalui pengolahan pati sagu menjadi Sago Flakes. Program dirancang selama empat bulan dengan sasaran 10–15 orang yang terdiri atas ibu rumah tangga dan kelompok usaha kecil di wilayah sentra sagu. Tahapan kegiatan mencakup survei dan koordinasi, sosialisasi, pelatihan pengolahan sagu, praktik pembuatan Sago Flakes, pengembangan minuman berbasis sagu, pengemasan, pemasaran, dan evaluasi. Hasil perancangan menunjukkan bahwa Sago Flakes dapat ditempatkan sebagai produk pangan instan siap seduh yang dikembangkan dalam bentuk serpihan kering dan minuman dengan tiga varian rasa, yaitu gula aren, cokelat, dan vanila atau pandan. Keberhasilan program ditargetkan melalui terciptanya produk siap pasar, kemampuan produksi mandiri oleh sekurang-kurangnya 80% peserta, tersusunnya identitas merek, serta terbentuknya satu kelompok usaha berbasis sagu. Rancangan ini menegaskan bahwa inovasi pangan lokal perlu dipadukan dengan penguatan kapasitas produksi dan pemasaran agar menghasilkan dampak ekonomi yang berkelanjutan. Efektivitas program tetap memerlukan verifikasi melalui data pelaksanaan, uji mutu produk, dan pemantauan usaha pascaprogram.