cover
Contact Name
Laury Marcia Ch. Huwae
Contact Email
biofaaljournal@gmail.com
Phone
+6285243392016
Journal Mail Official
biofaaljournal@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Biologi - Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pattimura Jl. Ir. M. Putuhena, Kampus Poka, Ambon, 97234, Maluku, Indonesia
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Biofaal Journal
Published by Universitas Pattimura
ISSN : -     EISSN : 27234959     DOI : https://doi.org/10.30598/biofaal.v1i1y2020
Core Subject : Health, Science,
Biofaal Journal merupakan jurnal online yang menerima dan mempublikasikan tulisan-tulisan ilmiah dalam bentuk artikel hasil penelitian terbaru, short communication, maupun review terhadap artikel dari bidang keilmuan Biologi, Faal Tumbuhan, Faal Hewan, Faal Manusia dan Faal Olahraga. Biofaal Journal diterbitkan oleh Profesi Ahli Ilmu Faal, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Pattimura. Dalam setahun Biofaal Journal memiliki 1 volume dan 2 Issue. Dewan editor, berasal dari rumpun ilmu biologi dan fisiologi yang aktif dalam publikasi ilmiah skala nasional dan internasional, sehingga mampu melakukan proses review secara profesional. Artikel yang diterima akan diterbitkan sesuai dengan waktu yang ditentukan yaitu pada bulan Juni dan Desember, dan akan tersedia gratis bagi pembaca
Articles 89 Documents
VARIABILITAS KLOROFIL-A DI PERAIRAN KEPULAUAN KEI, MALUKU TENGGARA Hukubun, Ronald Darlly; Tubalawony, Simon
Biofaal Journal Vol 5 No 1 (2024): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biofaal.v5i1pp034-043

Abstract

Konsentrasi klorofil-a merupakan parameter yang dapat digunakan untuk pendugaan penyuburan perairan. Penelitian ini bertujuan mengkaji karakteristik konsentrasi klorofil-a secara temporal dan spasial di perairan Kepulauan Kei, pada periode Desember 2017 hingga November 2018. Data klorofil-a merupakan hasil perekaman Citra MODIS kemudian dianalisis pola sebaran dan dinamika yang terjadi di perairan. Fluktuasi konsentrasi klorofil-a secara umum menunjukkan pola musiman, sedangkan pola variabilitas konsentrasi klorofil-a antar musim memperlihatkan kandungan klorofil-a maksimum ditemukan pada musim timur sebesar 0,70 mg/m3, dan kandungan klorofil-a terendah terlihat pada musim barat sebesar 0,10 mg/m3. Variabilitas klorofil-a sangat dipengaruhi oleh curah hujan, angin, gelombang dan intensitas upwelling di perairan.
INDUKSI POLIPLOID PADA KULTUR ANTERA Lilium longiflorum Thunb. Anggraeni, Anggraeni; Iriawati, Iriawati
Biofaal Journal Vol 4 No 2 (2023): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biofaal.v4i2pp128-136

Abstract

Poliploidisasi memiliki peranan penting dalam upaya pemuliaan beberapa tanaman hias, seperti pada bunga lili (Lilium sp.), dengan tujuan untuk menghasilkan bunga yang berukuran lebih besar dengan tangkai perbungaan yang lebih kokoh. Poliploid dapat diinduksi dengan senyawa colchicine pada waktu perendaman tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi colchicine dan waktu perendaman yang optimum untuk menginduksi poliploidisasi. Eksplan yang digunakan berupa antera dari kuncup bunga L. longiflorum Thunb. yang berukuran 0,6-2,0 cm dan ditanam pada media inisiasi MS + 7,5 mM NAA + 0,75 mM BAP. Konsentrasi perlakuan colchicine yaitu 0, 100, 200, 400 ppm, dan perlakuan waktu perendaman yaitu 12, 24, 48, 72 jam. Hasil penelitian menunjukkan persentase pertumbuhan tunas dan akar terbaik pada perlakuan 100 ppm 12 jam dengan nilai persentase masing-masing (60,00 ± 7,30)% dan (100,00 ± 0,00)% dengan rata-rata partumbuhan tunas sebesar 1,40 ± 0,83 dan akar 5,13 ± 0,30. Konsentrasi colchicine optimum untuk menginduksi tanaman L. longiflorum poliploid adalah 200 ppm dan lamanya waktu perendaman 12 jam dengan menghasilkan tanaman tetraploid sebanyak 20%. Colchicine menyebabkan terbentuknya tanaman L. longiflorum tetraploid dengan menginduksi peningkatan jumlah kromosom (2n=4x=48), ukuran sel stomata, dan perubahan karakter fenotip.
STUDI LITERATUR INVENTARISASI ANGGREK (Orchidaceae) DI KALIMANTAN BARAT Aditya, Arielda Putri; Syamswisna, .; Kumalasari, Muthia; Anisa, Aulia; Hartini, Sari Sugi; Hariansah, Doni
Biofaal Journal Vol 5 No 1 (2024): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biofaal.v5i1pp065-073

Abstract

Studi literatur ini membahas keanekaragaman anggrek di Kalimantan Barat, sebuah wilayah yang kaya akan jenis anggrek. Dengan luas wilayah hutan yang mencapai 57,14%, Kalimantan Barat menjadi habitat ideal bagi berbagai jenis anggrek. Anggrek merupakan salah satu tumbuhan hias yang memiliki nilai ekonomi tinggi sehingga anggrek sering dieksploitasi secara berlebihan dan menyebabkan beberapa jenis anggrek menjadi terancam atau populasinya menjadi langka. Studi literatur ini menyoroti pentingnya pemahaman mendalam terkait ekologi dan konservasi anggrek di Kalimantan Barat. Melalui analisis literatur yang komprehensif dapat mengidentifikasi keanekaragaman anggrek dan faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan dan keberlangsungan hidup mereka. Hasil temuan dari studi literatur ini diharapkan dapat memberikan wawasan berharga tentang keragaman hayati di Kalimantan Barat, serta menjadi landasan untuk upaya pelestarian dan pemanfaatan anggrek di lingkungan yang heterogen.
SKRINING FITOKIMIA DAN ANTIBAKTERI CANGKANG DAN DURI BULU BABI Diadema setosum Birahy, Deford Cristy; Siahaya, Griennasty Clawdya; Bustomi, Bustomi; Seumahu, Cecilia Anna; Nindatu, Maria; Mainassy, Meillisa C; Huwae, Laury Marcia Ch
Biofaal Journal Vol 5 No 1 (2024): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biofaal.v5i1pp044-052

Abstract

Bulu babi Diadema setosum relatif melimpah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa fitokimia dan kemampuan antibakteri ekstrak etanol cangkang dan duri bulu babi Diadema setosum terhadap isolat bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Salmonella sp. Metode penelitian yang dilakukan meliputi ekstraksi cangkang dan duri bulu babi Diadema setosum dengan cara maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian dilakukan skrining fitokimia dan uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi sumur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skrining fitokimia ekstrak cangkang bulu babi (Diadema setosum) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, dan saponin. Senyawa yang ditemukan pada ekstrak duri bulu babi Diadema setosum antara lain alkaloid, flavonoid, dan tanin. Pengujian antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa kedua sampel (cangkang dan duri) menghasilkan zona hambat terhadap isolat bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Salmonella sp.
ANALISIS KEMAMPUAN ANTIBAKTERI DARI EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) TERHADAP Vibrio sp. Hitijahubessy, Hendro; Dumatubun, Alicia Royani; Hanoatubun, Marthinus Imanuel Halaay; Sianturi, Anggreni; Tumiwa, Bruri Berel
Biofaal Journal Vol 5 No 1 (2024): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biofaal.v5i1pp053-064

Abstract

Pengobatan vibriosis dalam industri akuakultur memilih memberi makan ikan yang terinfeksi dengan obat antibiotik. Pemberian antibiotik sintesis bisa menyebabkan timbulnya resistensi antibiotik, dibutuhkan antibiotik baru dari bahan alam untuk mengurangi dampak bahaya bagi ikan, rumput laut, udang dan lingkungan sekitarnya. Salah satu tumbuhan yang dapat berfungsi sebagai antibakteri adalah tanaman belimbing wuluh. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh rendemen, mengukur kemampuan antibakteri Vibrio sp. dengan metode difusi cakram dan mengkaji kandungan metabolit sekunder dalam daun belimbing wuluh yang dilakukan maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Tujuh perlakuan konsentrasi ekstrak yaitu ekstrak 100%, 75%, 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3,125%. Hasil rendemen ekstrak etanol daun belimbing wuluh belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) sebesar 5%. Data hasil penelitian menunjukan adanya aktifitas antibakteri yang sedang dari ekstrak daun belimbing wuluh konsentrasi 100%, dengan zona hambat sebesar 16,95 mm. Aktifitas antibakteri yang lemah berada pada ekstrak konsentrasi 75% dengan zona hambat sebesar 11,75 mm. Konsentrasi ekstrak daun belimbing wuluh di bawah konsentrasi 75% tidak menghambat bakteri. Kajian fitokimia yang dilakukan dalam penelitian ini untuk mendukung sifat antibakteri Vibrio sp. Dari esktrak daun belimbing wuluh dan metabolit sekunder yang terkandung dalam daun belimbing wuluh adalah alkaloid, steroid, flavanoid, tanin dan saponin.
LITERATURE REVIEW: TANAMAN TENGKAWANG (Shorea Sp.) DI KALIMANTAN BARAT Vallahayil, Filardha Azelia; Syamswisna, Syamswisna; Suhardi, Rifka Elsya; Yani, Mira Tirta; Wilma, Wilma; Putri, Luviana
Biofaal Journal Vol 5 No 2 (2024): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biofaal.v5i2pp100-106

Abstract

Biodiversity is an important asset for life on earth, including in Indonesia which has high biodiversity. One of the plant species that has important biodiversity in West Kalimantan is Tengkawang (Shorea spp.). However, the existence of Tengkawang plants in West Kalimantan currently faces various problems that need to be addressed seriously. This study aims to review Tengkawang plants in West Kalimantan with a focus on morphology, habitat, utilization, distribution patterns, and harvesting patterns of Tengkawang. The literature study was conducted using the Systematic Literature Review (SLR) design with a span of 2014-2024. The results of the review of these 5 articles indicate that Tengkawang plants have tree habitats, the general habitat of Tengkawang (Shorea spp.) is found in tropical forests of Southeast Asia, Tengkawang fruit, stems and sap have many benefits especially for economic purposes, The harvesting pattern of tengkawang fruit is carried out traditionally by collecting tengkawang seeds that fall on the forest floor. And the distribution pattern of tengkawang found includes, among others, rambai tengkawang (Shorea mecistopteryx), sekadau tengkawang (Shorea marcophylla), and tahangul tengkawang (Shorea stenoptera).
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL YANG MENINGKATKAN IBU HAMIL MENGANDUNG ANAK DOWN SYNDROM Kusmantioko, Lisnur Isnaeni; Safitri, Ni’mah Alawiyah; Khasanah, Ivolia Indah Uswatun
Biofaal Journal Vol 5 No 2 (2024): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biofaal.v5i2pp084-090

Abstract

This study aims to determine the internal factors and external factors that cause children to experience Down syndrome. The method used is a qualitative approach with a case study that interviewed three samples of Down syndrome sufferers in Semarang City. The results showed that the interviewed Down syndrome sufferers did not have a hereditary or family history of Down syndrome. However, the age of the mother when she was pregnant with a child with Down syndrome was ≥33 years, where the age of the mother greatly affects the maturity of the female reproductive organs. This study concludes that the factors that cause children to have Down syndrome include, among others, internal factors in the form of nondisjunction on chromosome 21. A fetus that should produce two copies of chromosome 21 instead produces three copies of chromosome 21, resulting in a baby who usually only has 46 chromosomes having 47 chromosomes. External influencing factors include maternal age, genetics, radiation, and nutrition (folic acid). Of the three subjects, the most dominant factor is the mother's age.
PENGARUH EKSTRAK ETANOL DAUN MANGKOKAN (Nothopanax scutellarium) YANG DIMANFAATKAN SEBAGAI ANTIBAKTERI DARI BAKTERI Vibrio sp Hitijahubessy, Hendro; Hanoatubun, Marthinus Imanuel Halaay; Fangohoi, Sesilia; Tumiwa, Bruri Berel; Metungun, Jakomina; Madubun, Usman
Biofaal Journal Vol 5 No 2 (2024): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biofaal.v5i2pp091-099

Abstract

One of the pathogenic bacteria found in aquatic environments is Vibrio sp., which causes vibriosis. The use of mangkokan leaf extract as an antibacterial agent against Vibrio has not been studied before. The aim of this research was to evaluate the antibacterial activity of mangkokan leaf extract in inhibiting the growth of Vibrio sp. The antibacterial test in this study used the disc diffusion method. In addition, the study also conducted tests for yield and phytochemical analysis. The results showed that mangkokan leaf extract at concentrations of 100% and 75% exhibited moderate antibacterial activity, with average inhibition zone diameters of 8.5 mm and 6.35 mm, respectively. The yield of the ethanol extract from mangkokan leaves was 10.2%. The mangkokan leaf extract contains secondary metabolites such as flavonoids, steroids, alkaloids, tannins, and saponins.
NILAI TOTAL PLATE COUNT (TPC) BUBUR BAYI HOME INDUSTRY Sumantri, Janan Salma Nabilah; Safari, Wulan Fitriani; ., Septiani
Biofaal Journal Vol 5 No 2 (2024): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biofaal.v5i2pp123-129

Abstract

Complementary foods can be divided into two groups based on how they are made, namely instant and processed complementary foods. Instant complementary foods are products that are mass-produced and packaged by factories, such as instant baby porridge, and processed complementary foods are types of complementary foods that are prepared by mothers themselves at home with various creations and variations. Total plate count (TPC) is one of the parameters of microbial contamination in food. The aim of the study was to determine the total plate count value of home industry baby porridge samples (processed complementary food) in order to ensure the safety of consumption. This study was an analytical observational study. The TPC value was determined by counting the number of bacterial colonies that grew on PCA media with dilutions of 10-1 to 10-5. The collected data were tabulated and compared with the SNI 01-7111.4-2005 standard. The results of the study obtained the average TPC values as follows: sample A (1.15 × 104 colonies/gram); sample B (1.25 × 104 colonies/gram); sample C (2.32 × 104 colonies/gram); sample D (1.84 × 104 colonies/gram) and sample E (7.95 × 103 colonies/gram). It was concluded that all baby porridge samples tested had TPC values that exceeded the threshold set by SNI 01-7111.4-2005, which is 1×102 colonies/gram.
BIOAKTIF ALAMI DARI TAPAK DARA (Catharanthus roseus) TERHADAP PENYAKIT HIPERTENSI DENGAN PENDEKATAN DASAR PENELITIAN IN SILICO Taihuttu, Monalisa Pertiwi Jeriska; Watung, Fernando A; Lathif, Yudrik
Biofaal Journal Vol 5 No 2 (2024): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biofaal.v5i2pp116-122

Abstract

Ajmalicine is a natural secondary metabolite compound found in the Catharanthus roseus plant, which has potential as an antihypertensive agent. Docking simulations were used to explore the molecular interactions between Ajmalicine and its identified target protein, the Alpha-2A adrenergic receptor, using three servers: PharmMapper, SwissTargetPrediction, and SuperPred. The analysis was supported by software such as PyMOL and LigPlus, Discovery Studio 2016 Client, and PyRx 0.8. The results showed that Ajmalicine interacts with the target protein, and this interaction was compared with a control compound, Clonidine, a chemical already used as an antihypertensive drug. The findings revealed that Ajmalicine binds to the same site on the target protein as Clonidine.