cover
Contact Name
Elan Jaelan
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
CV. Widina Media Utama Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung.
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Published by Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28073878     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi adalah jurnal peer-review yang memiliki ISSN (2807-3878) yang diterbitkan oleh Penerbit Widina di bawah Badan Hukum CV. Widina Media Utama sejak tahun 2021. JPI merupakan media terintegrasi untuk komunikasi berkelanjutan terkait dengan temuan penelitian baru yang signifikan terkait dengan pendidikan, termasuk: bidang penelitian pendidikan dalam pengajaran, pembelajaran dan pengajaran, pengembangan kurikulum, lingkungan belajar, pendidikan guru, teknologi pendidikan, dan pengembangan pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 258 Documents
Search results for , issue "Vol 5" : 258 Documents clear
Strategi Komunikasi dalam Praktik Pembelajaran Etika Sosial: Studi di Masjid Jami' Al-Ikhlas Hilvania, Iche; Ningsih, Suswinda; Santi, May Rizdiana; Burhanuddin, Radyta Achmad; Ali, Aura Zhafira Nugaraha
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1852

Abstract

Social ethics education is an essential component of non-formal learning activities in mosques, which function as value-based educational spaces. This study aims to examine the communication strategies used in social ethics education at Jami’ Al-Ikhlas Mosque. A descriptive qualitative approach was employed, using participant observation, in-depth interviews, and documentation. Data were analyzed using the Miles and Huberman model. The findings reveal five key strategies used by the ustazah: interpersonal, symbolic, persuasive, exemplary, and community-based communication. These strategies were found to be effective in conveying values such as honesty, responsibility, and solidarity, while also encouraging active engagement among congregants. This study affirms the importance of participatory and contextual communication in value-based learning and contributes to the development of communication strategies in community-based social ethics education.ABSTRAKPendidikan etika sosial merupakan bagian penting dari pembelajaran nonformal di masjid sebagai ruang edukatif berbasis nilai. Penelitian ini bertujuan mengkaji strategi komunikasi yang digunakan dalam pendidikan etika sosial di Masjid Jami’ Al-Ikhlas. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan lima strategi utama yang diterapkan oleh ustazah, yaitu komunikasi interpersonal, simbolik, persuasif, keteladanan, dan komunikasi berbasis komunitas. Strategi-strategi ini dinilai efektif dalam menyampaikan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan solidaritas, serta membentuk keterlibatan aktif jamaah. Temuan ini memperkuat pentingnya komunikasi partisipatif dan kontekstual dalam pembelajaran nilai, serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi komunikasi dalam pendidikan etika sosial berbasis komunitas.
Hubungan antara Perceived Social Support dan School Burnout dengan Student Engagement pada Siswa-Siswi SMP X Firdaus, Nur Azizah Fitriani; Fikri, Aldinel
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1792

Abstract

Student engagement is an important indicator of educational effectiveness that plays a role in developing discipline, responsibility, and social skills. Student engagement can also increase learning motivation and emotional well-being, as well as encourage critical thinking and problem-solving skills. Students with high engagement tend to be better prepared to face life's challenges and achieve academic success in the future. This study was conducted to analyse the relationship and contribution of the variables perceived social support and school burnout to student engagement among students at SMP X. The study employed two quantitative research methods: Pearson product-moment correlation analysis and multiple linear regression analysis. The instruments used in this study include: The Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), School Burnout Inventory (SBI), and Student Engagement Scale (SES). This study involved 495 students, with the analysis results showing a positive relationship between perceived social support and student engagement (r = 0.538, p 0.05), while school burnout had a negative relationship with student engagement (r = -0.303, p 0.05). Meanwhile, regression analysis showed that both variables simultaneously contributed 34.5% to student engagement (R2 = 0.345), while the remaining 65.5% was attributed to other factors. Overall, perceived social support and school burnout were found to significantly contribute to student engagement. The level of perceived social support and the level of burnout experienced by students at school mutually influence and play a role in determining the extent to which students actively participate in academic and non-academic activities in the school environment.ABSTRAKKeterlibatan siswa merupakan indikator penting dari efektivitas pendidikan yang berperan dalam mengembangkan disiplin, tanggung jawab, dan keterampilan sosial. Keterlibatan siswa juga dapat meningkatkan motivasi belajar dan kesejahteraan emosional, serta mendorong kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Siswa yang memiliki keterlibatan tinggi, cenderung lebih siap dalam menghadapi tantangan hidup dan mencapai keberhasilan akademik di masa depan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis keterkaitan serta kontribusi variabel perceived social support dan school burnout terhadap student engagement pada siswa siswi SMP X. Penelitian menggunakan dua metode penelitian kuantitatif yaitu teknik analisis korelasi pearson product moment dan analisis regresi linear berganda. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: The Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), School Burnout Inventory (SBI), dan Student Engagement Scale (SES). Penelitian ini melibatkan 495 siswa, dengan hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif antara perceived social support dengan student engagement (r = 0.538, p 0.05), sedangkan school burnout memiliki hubungan negatif dengan student engagement (r = -0.303, p 0.05). Sementara itu, analisis regresi menunjukkan bahwa kedua variabel secara simultan berkontribusi sebesar 34,5% terhadap keterlibatan siswa (R2 = 0.345), sementara 65,5% sisanya disebabkan oleh faktor lain. Secara keseluruhan, perceived social support dan school burnout terbukti secara signifikan berkontribusi terhadap student engagement. Tingkat dukungan sosial yang dirasakan serta tingkat burnout yang dialami oleh siswa di sekolah, saling berpengaruh dan berperan dalam menentukan sejauh mana siswa berpartisipasi secara aktif dalam aktivitas akademik dan non-akademik di lingkungan sekolah. 
Inovasi Kurikulum Dayah Berbasis Standar Akreditasi Bada di Aceh Nurainiah, Nurainiah; Oktarina, Mikyal; Khafidah, Wahyu; Mirsal, Ilham
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1851

Abstract

Dayah as traditional Islamic educational institutions in Aceh play a crucial role in preserving classical Islamic scholarship (turath). Facing contemporary challenges in education quality assurance, the Aceh Government through the Dayah Accreditation Board of Aceh (BADA) has established accreditation standards as a curriculum development framework. This study aims to analyze BADA standard-based curriculum innovation strategies in dayah and their impact on improving education quality. Using a descriptive qualitative approach, the research was conducted through document analysis of accreditation materials, in-depth interviews with 25 informants (consisting of dayah leaders, teachers, and senior students), and participant observation in five accredited dayah with different rankings (excellent, good, and fair). The findings reveal that BADA standards emphasize three main aspects: (1) availability of written curriculum documents, (2) integration of turath with contemporary competencies such as digital literacy and civic education, and (3) implementation of structured competency-based learning. Several identified curriculum innovations include the development of outcome-based curriculum frameworks, hybrid syllabi combining classical Islamic texts (kitab kuning) with 21st-century skills, and portfolio-based assessment systems. Accreditation data shows that dayah implementing comprehensive innovations achieved 15-20% improvement in curriculum-related accreditation scores. Furthermore, 80% of respondents reported increased community trust in dayah education quality post-accreditation. This study concludes that the BADA standard-based curriculum innovation model successfully creates synergy between preserving traditional values and meeting modern education quality standards. To ensure innovation sustainability, the study recommends three strategic policies: hybrid curriculum development training for teachers, regular mentoring programs by BADA, and special funding allocation for learning innovations. These findings significantly contribute to developing Islamic education curriculum theory that responds to quality demands while maintaining its traditional roots.ABSTRAKDayah sebagai institusi pendidikan Islam tradisional di Aceh memiliki peran krusial dalam menjaga kelestarian khazanah keilmuan klasik (turats). Dalam menghadapi tantangan penjaminan mutu pendidikan era kontemporer, Pemerintah Aceh melalui Badan Akreditasi Dayah Aceh (BADA) telah menetapkan standar akreditasi sebagai kerangka pengembangan kurikulum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi inovasi kurikulum dayah berbasis standar BADA dan dampaknya terhadap peningkatan mutu pendidikan. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian dilakukan melalui telaah dokumen akreditasi, wawancara mendalam terhadap 25 informan (terdiri dari pimpinan dayah, guru, dan santri), serta observasi partisipan di lima dayah terakreditasi dengan peringkat berbeda (unggul, baik, dan cukup). Temuan penelitian mengungkapkan bahwa standar BADA menekankan tiga aspek utama: (1) ketersediaan dokumen kurikulum tertulis, (2) integrasi antara turats dengan kompetensi kontemporer seperti literasi digital dan pendidikan kewargaan, serta (3) implementasi pembelajaran terstruktur berbasis kompetensi. Beberapa bentuk inovasi kurikulum yang berhasil diidentifikasi meliputi penyusunan kurikulum berorientasi outcome-based, pengembangan silabus hybrid yang memadukan kitab kuning dengan keterampilan abad 21, serta penerapan sistem penilaian berbasis portofolio. Data akreditasi menunjukkan bahwa dayah yang mengimplementasikan inovasi secara komprehensif mengalami peningkatan skor akreditasi sebesar 15-20% pada indikator kurikulum. Selain itu, 80% responden menyatakan adanya peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan dayah pasca-akreditasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model inovasi kurikulum berbasis standar BADA berhasil menciptakan sinergi antara pelestarian nilai-nilai tradisional dengan pemenuhan standar mutu pendidikan modern. Untuk memastikan keberlanjutan inovasi, penelitian merekomendasikan tiga kebijakan strategis: penyelenggaraan pelatihan pengembangan kurikulum hybrid bagi guru, program pendampingan berkala oleh BADA, serta pengalokasian dana khusus untuk inovasi pembelajaran. Temuan ini memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan teori kurikulum pendidikan Islam yang responsif terhadap tuntutan mutu tanpa mengabaikan akar tradisionalnya.
Pengaruh Konsep Diri Terhadap Perencanaan Karir Siswa Kelas VIII SMP Negeri 16 Kota Kupang Tahun Pelajaran 2024/2025 Ane, Arnoldus Yansen; Lio, Stefanus; Erlinda, Maria
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1765

Abstract

This study aims to examine the influence of self-concept on career planning among eighth-grade students at SMP Negeri 16 Kota Kupang in the 2024/2025 academic year. A quantitative descriptive approach was used in this study. The independent variable (X) is self-concept, while career planning serves as the dependent variable (Y). The population and sample consisted of 89 students from classes VIII A, B, and C at SMP Negeri 16 Kota Kupang in the 2024/2025 academic year. Data collection methods included interviews, observations, and questionnaires. Data were analyzed using simple linear regression and processed with SPSS version 26 for Windows. The regression analysis results showed a t-value of 4.511, which exceeded the critical t-value of 1.291, and a significance level of 0.000, below the threshold of 0.05 (0.000 0.05). Therefore, it can be concluded that self-concept has a significant influence on career planning among eighth-grade students at SMP Negeri 16 Kota Kupang in the 2024/2025 academic year.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh konsep diri terhadap perencanaan karier di kalangan siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Kota Kupang pada tahun ajaran 2024/2025. Pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Variabel independen (X) adalah konsep diri, sedangkan perencanaan karier berfungsi sebagai variabel dependen (Y). Populasi dan sampel terdiri dari 89 siswa dari kelas VIII A, B, dan C di SMP Negeri 16 Kota Kupang pada tahun ajaran 2024/2025. Metode pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan kuesioner. Data dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dan diproses dengan SPSS versi 26 untuk Windows. Hasil analisis regresi menunjukkan nilai t sebesar 4.511, yang melebihi nilai t kritis sebesar 1.291, dan tingkat signifikansi sebesar 0.000, di bawah ambang batas 0.05 (0.000 0.05). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa konsep diri memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perencanaan karier siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Kota Kupang pada tahun ajaran 2024/2025.
Strategi Implementasi Inquiry Learning Model Untuk Meningkatkan Critical Thinking Skills Siswa Berbantuan ChatGPT Rismayanti, Epa; Purmadi, Ary
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1740

Abstract

The use of ChatGPT in learning has been carried out massively, especially by learners. However, often the use of ChatGPT is not carried out with the integration of morals, ethics, and critical thinking activities. A certain approach or strategy is needed in integrating ChatGPT into learning activities in order to help students develop critical and analytical thinking to solve a problem. Departing from these problems, the purpose of this study is to identify and develop a strategy for implementing an inquiry learning model to improve critical thinking skills in students by utilizing ChatGPT media wisely. This study uses the SLR method with a systematic and in-depth analysis of previous research results. This study produces results that educators need to condition ChatGPT as a supporting medium for learning with a dominance of providing various learning resources in various formats to support information collection and review activities in problem-solving efforts. In addition, the practical implications of the findings of this study are the need for an active role for educators to help and facilitate students in developing critical reasoning in responding to information which of course integrates morals and ethics in using it.ABSTRAKPemanfaatan ChatGPT dalam pembelajaran telah masif dilakukan terutama oleh kalangan pembelajar. Namun sering kali pemanfaatan ChatGPT ini tidak diiringi dengan pengintegrasian moral, etika serta aktivitas berpikir kritis. Diperlukan pendekatan atau strategi tertentu dalam mengintegrasikan ChatGPT pada aktivitas pembelajaran agar dapat membantu siswa untuk menumbuhkan pemikiran kritis dan analitis untuk memecahkan suatu persoalan. Berangkat dari persoalan tersebut, tujuan dilaksanakannya penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi dan merumuskan strategi implementasi inquiry learning model untuk meningkatkan critical thinking skills pada siswa dengan memanfaatkan media ChatGPT secara bijak. Penelitian ini menggunakan metode SLR dengan analisa sistematis dan mendalam hasil penelitian terdahulu. Penelitian ini membuahkan hasil bahwa pendidik perlu mengondisikan ChatGPT sebagai media pendukung pembelajaran dengan dominasi penyediaan berbagai sumber belajar dalam berbagai format untuk mendukung aktivitas pengumpulan dan pengkajian informasi dalam upaya pemecahan masalah. Selain itu, implikasi praktis dari temuan penelitian ini yaitu perlunya peran pendidik secara aktif untuk membantu dan menfasilitasi siswa dalam mengembangkan nalar kritis dalam menyikapi suatu informasi yang tentunya mengintegrasikan moral dan etika dalam menggunakannya
Menakar Relevansi Metode Pembelajaran Konvensional Pada Pendidikan Islam di Era Digital Saadah, Neng Siti Nur; Anggraeni, Reni; fitriani, Dwi awaliyah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1667

Abstract

This study aims to examine the role of technological innovation in the transformation of Islamic education in the digital age. This study uses a literature review approach, relying on secondary data collected from written sources such as books, academic journals, articles, and other relevant documents. The findings of this study indicate that technological innovation plays a crucial role in this transformation by facilitating the wider and more effective dissemination of Islamic knowledge, improving the quality and accessibility of learning, and overcoming various challenges. However, issues such as the digital divide and human resource readiness must be addressed to ensure the successful adoption of technology in Islamic education. The transformation of Islamic education in the digital age is a complex and multifaceted process, involving changes in teaching methods, curriculum, learning materials, as well as pedagogical and ethical frameworks. Although this transformation presents challenges, it also offers significant opportunities to improve the quality of education and the dissemination of Islamic teachings.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran inovasi teknologi dalam transformasi pendidikan Islam di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur, dengan mengandalkan data sekunder yang dikumpulkan dari sumber tertulis seperti buku, jurnal akademik, artikel, dan dokumen relevan lainnya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa inovasi teknologi memainkan peran krusial dalam transformasi ini dengan memfasilitasi penyebaran pengetahuan Islam yang lebih luas dan efektif, meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pembelajaran, serta mengatasi berbagai tantangan. Namun, masalah seperti kesenjangan digital dan kesiapan sumber daya manusia harus diatasi untuk memastikan adopsi teknologi yang sukses dalam pendidikan Islam. Transformasi pendidikan Islam di era digital merupakan proses yang kompleks dan multifaset, melibatkan perubahan dalam metode pengajaran, kurikulum, bahan pembelajaran, serta kerangka pedagogis dan etis. Meskipun transformasi ini menghadirkan tantangan, ia juga menawarkan peluang signifikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penyebaran ajaran Islam.
Digitalisasi Media Pembelajaran sebagai Strategi Penguatan Komunikasi Budaya dan Keterampilan Komunikasi Peserta Didik Suparyadi, Suparyadi; Rafi'i, Rafi'i; Ningsih, Titiek Surya; Irawan, Novida; Sumirat, Pepen
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1789

Abstract

The digitalization of learning media has become a key strategy to enhance students’ communication skills and cultural awareness in 21st-century education. This study aims to examine the use of digital media as a tool to strengthen cultural communication and student communication competence in multicultural classroom settings. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, interviews, and documentation at SMA Waskito, South Tangerang. Ting-Toomey and Dorjee’s (2018) intercultural communication theory was applied to analyze how students effectively convey messages across cultural differences. The results show that digital media such as videos, infographics, and online platforms encouraged students to participate actively and express their cultural identities more confidently. Teachers acted as collaborative facilitators who created space for intercultural dialogue. Although challenges such as limited access and unequal digital literacy were present, adaptive teaching strategies helped ensure inclusive and meaningful learning. Therefore, digital media serves not only as a learning aid but also as a strategic tool to foster students’ intercultural communication competence.ABSTRAKDigitalisasi media pembelajaran menjadi strategi kunci dalam meningkatkan keterampilan komunikasi dan kesadaran budaya peserta didik di era pendidikan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan media digital sebagai sarana penguatan komunikasi budaya dan kemampuan komunikasi siswa dalam konteks multikultural. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di SMA Waskito, Tangerang Selatan. Teori komunikasi lintas budaya Ting-Toomey dan Dorjee (2018) digunakan sebagai kerangka analisis untuk memahami cara siswa menyampaikan pesan secara efektif dalam keberagaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital seperti video, infografik, dan platform daring mendorong partisipasi aktif siswa serta memperkuat ekspresi identitas budaya lokal. Guru berperan sebagai fasilitator kolaboratif dalam menciptakan ruang dialog antarbudaya. Meskipun terdapat tantangan teknis dan literasi digital yang belum merata, strategi adaptif guru mampu menjaga proses pembelajaran tetap inklusif dan bermakna. Dengan demikian, digitalisasi media tidak hanya mendukung pembelajaran, tetapi juga membentuk keterampilan komunikasi lintas budaya siswa.
Studi Tentang Pendidikan dan Sikap Kader Posyandu Terhadap Pelaksanaan Program Posyandu di Desa Wonorejo Rokhamah, Rokhamah; Setyowati, Susana; Sayuti, Sayuti; Qotimah, Qotimah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1839

Abstract

Education constitutes the transmission of knowledge, competencies, and habits within a community through learning activities, training, or research. Posyandu cadres possess strategic functions as healthcare providers positioned within the reach of posyandu targets with higher interaction intensity compared to other health personnel. Educational levels of posyandu cadres in Wonorejo encompass elementary, junior high, and senior high school levels, with none achieving higher education. Based on interviews with six cadres, four stated that services are provided only when community members come, but no proactive efforts exist when no one comes. This research aims to identify correlations between educational levels and attitudes of posyandu cadres toward posyandu program implementation in Wonorejo Village. Research methodology employed analytical surveys with cross-sectional approaches. Analysis results demonstrate correlations between education and attitudes toward posyandu program implementation, evidenced by Fcount values exceeding Ftable at 20.186 3.320 in simultaneous testing. Partial testing shows educational levels toward posyandu program implementation with Tcount 4.198 Ttable 2.042, while attitude variables toward posyandu program implementation yield Tcount 3.552 Ttable 2.042. Conclusions indicate the existence of significant relationships between educational factors and attitudes toward posyandu program implementation in Wonorejo Village, Poncokusumo District, Malang.ABSTRAKProses pendidikan merupakan transfer pengetahuan, kompetensi, dan kebiasaan suatu kelompok masyarakat melalui aktivitas pembelajaran, pelatihan, atau riset. Kader Posyandu memiliki fungsi strategis sebagai penyedia layanan kesehatan yang berada dalam jangkauan sasaran posyandu dengan intensitas interaksi yang lebih tinggi dibandingkan tenaga kesehatan lainnya. Tingkat pendidikan kader posyandu di Wonorejo mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA, tanpa ada yang mencapai perguruan tinggi. Berdasarkan wawancara dengan enam kader, empat di antaranya menyatakan bahwa pelayanan diberikan hanya ketika masyarakat datang, namun tidak ada upaya proaktif jika tidak ada yang datang. Tujuan riset ini adalah mengidentifikasi korelasi antara tingkat pendidikan dan sikap kader posyandu terhadap implementasi program posyandu di Desa Wonorejo. Metodologi penelitian menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi antara pendidikan dan sikap terhadap pelaksanaan program posyandu, yang dibuktikan melalui nilai Fhitung yang melampaui Ftabel yaitu 20.186 3.320 pada pengujian simultan. Pengujian parsial menunjukkan tingkat pendidikan terhadap pelaksanaan program posyandu dengan nilai Thitung 4.198 Ttabel 2.042, sedangkan variabel sikap terhadap pelaksanaan program posyandu menghasilkan Thitung 3.552 Ttabel 2.042. Kesimpulan menunjukkan eksistensi hubungan signifikan antara faktor pendidikan dan sikap terhadap implementasi program posyandu di Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo, Malang.
Peluang dan Tantangan Model Pembelajaran Small Group Discussion dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) Aryani, Wiwik Dyah; Badruzaman, Tjetjep Ismail; Maulana, Muhammad Rizal; Assyyah, Getta Sitti; Fauzi, Wildi Ahmad; Solihah, Rika; Fitriani, Dwi Awaliyah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1764

Abstract

This study aims to critically examine the application of the Small Group Discussion (SGD) model in Islamic Religious Education (PAI) and to evaluate the opportunities and challenges associated with its implementation. The central issue addressed is the extent to which SGD contributes to improving the quality of PAI learning, encompassing the cognitive, affective, and psychomotor domains of students. This research employs a qualitative approach through a literature study method, analyzing and synthesizing findings from various previous empirical studies related to the use of SGD in educational settings. The review reveals that SGD significantly enhances student engagement, content comprehension, critical thinking skills, and the development of social attitudes such as tolerance and interpersonal communication. However, several challenges are identified, including the dominance of certain group members, limited discussion time, and variations in student capabilities, which may hinder the effectiveness of the method. The study concludes that SGD is a pedagogically effective and contextually relevant approach for Islamic education, provided that teachers play an active role as facilitators and the implementation is carefully designed.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam penerapan model pembelajaran Small Group Discussion (SGD) dalam Pendidikan Agama Islam (PAI), serta mengevaluasi peluang dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Permasalahan utama yang diangkat adalah sejauh mana model SGD mampu meningkatkan kualitas pembelajaran PAI, yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, yaitu menganalisis dan menelaah temuan dari sejumlah hasil penelitian sebelumnya yang relevan dengan implementasi SGD dalam konteks pembelajaran PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa model SGD memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan partisipasi aktif siswa, pemahaman materi ajar, keterampilan berpikir kritis, serta penguatan sikap toleransi dan kemampuan komunikasi antarpeserta didik. Namun demikian, ditemukan pula sejumlah tantangan seperti dominasi diskusi oleh anggota tertentu, keterbatasan waktu, serta variasi kemampuan siswa yang dapat menghambat efektivitas diskusi. Kesimpulannya, SGD merupakan strategi pembelajaran yang efektif dan kontekstual dalam pendidikan agama, asalkan didukung oleh peran aktif guru sebagai fasilitator dan desain pelaksanaan yang matang
Manajemen Sekolah dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa melalui Pembelajaran Reflektif (Studi Deskriptif SMP Negeri 1 Naringgul) Raharja, Asep Riana Hadi; Mulyati, Lia Sri; Wahab, Ahmad Abdul; Efendi, Iyan; Abbas, Ikka Kartika
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1850

Abstract

Facing the challenges of 21st-century education requires learning approaches that go beyond content mastery to foster students’ metacognitive awareness. Reflective learning has emerged as a promising strategy, requiring systematic support from school management. This study aims to analyze the role of school management in improving student learning outcomes through the implementation of reflective learning at SMP Negeri 1 Naringgul. Guided by Juran’s Trilogy framework, the research explores aspects of planning, control, and quality improvement. A descriptive qualitative method was employed, using data collection techniques such as observation, interviews, and document analysis. The informants included the principal, five teachers, and ten students selected through purposive sampling. Data were analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that school management plays a strategic role in providing policies, teacher training, and resources that support reflective learning. Major challenges include time limitations, low teacher comprehension, and student motivation. Solutions included ongoing professional development, policy revisions, and the cultivation of a reflective school culture. The study concludes that adaptive and systematic school management can effectively optimize reflective learning and significantly enhance student outcomes.ABSTRAKDalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21, diperlukan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berpusat pada konten, tetapi juga mendorong kesadaran metakognitif siswa. Salah satu pendekatan yang menjanjikan adalah pembelajaran reflektif, yang membutuhkan dukungan sistemik dari manajemen sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen sekolah dalam meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan pembelajaran reflektif di SMP Negeri 1 Naringgul. Mengacu pada kerangka Trilogi Juran, studi ini mengkaji aspek perencanaan, pengendalian, dan peningkatan kualitas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan terdiri dari kepala sekolah, lima guru, dan sepuluh siswa yang dipilih secara purposif. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen sekolah berperan strategis dalam menyediakan kebijakan, pelatihan guru, serta sumber daya yang mendukung pembelajaran reflektif. Kendala utama meliputi keterbatasan waktu, rendahnya pemahaman guru, dan motivasi siswa. Solusi yang diterapkan mencakup pelatihan berkelanjutan, penyesuaian kebijakan, dan penguatan budaya reflektif. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa manajemen sekolah yang adaptif dan sistematis mampu mengoptimalkan pembelajaran reflektif dan meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan.

Filter by Year

2025 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 3 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 2 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 1 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 6 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 5 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 3 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 6 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 5 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 4 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 3 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 2 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 1 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 6 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 5 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 4 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 3 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 2 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 1 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 3 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian dan Inovasi Vol 1, No 1 (2021): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi More Issue