cover
Contact Name
Elan Jaelani
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
CV. Widina Media Utama Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung.
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat : Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Published by CV Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28083407     DOI : -
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan adalah jurnal dengan ISSN (2808-3407)Â yang dikelola oleh penerbit widina di bawah badan hukum CV. Widina Media Utama. Mempublikasikan artikel tentang kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan, sosial, pengembangan sumber daya manusia, kesehatan, Hukum, teknologi tepat guna, Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan dan UMKM.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 599 Documents
Pelatihan dan Pendampingan Kewirausahaan untuk Meningkatkan Minat dan Keterampilan Mahasiswa Prodi Manajemen Universitas Muhammadiyah Pontianak Ihsan, Zainur; Ferdian, Romi; Handayani, Putri; Klarasinta DF, Filia
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i4.1796

Abstract

The low interest in entrepreneurship weakens the role of campuses as agents of change. In fact, universities should ideally be innovation laboratories through entrepreneurship units, business competitions, and collaboration with stakeholders. This community service program aims to enhance the entrepreneurial interest and skills of students in the Management Study Program at Muhammadiyah University of Pontianak through training, mentoring, and hands-on practice. The methods employed include entrepreneurship workshops, mentoring by business practitioners, and simulations for creating business plans. Evaluation results indicate a significant increase in entrepreneurial interest (75%) and mastery of business skills (60%) based on pre-test and post-test scores. The program also produced five business plans ready for implementation. Collaborative support from the business sector and local communities was key to the program’s success. The conclusion of this program demonstrates that practical and collaborative approaches are effective in fostering students' entrepreneurial spirit.ABSTRAKRendahnya minat wirausaha memperlemah peran kampus sebagai agent of change. Padahal, universitas idealnya menjadi laboratorium inovasi melalui unit kewirausahaan, kompetisi bisnis, dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan keterampilan berwirausaha mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Pontianak melalui pendekatan pelatihan, pendampingan, dan praktik langsung. Metode yang digunakan meliputi workshop kewirausahaan, mentoring oleh pelaku usaha, serta simulasi pembuatan rencana bisnis. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada minat berwirausaha (75%) dan penguasaan keterampilan bisnis (60%) berdasarkan skor pre-test dan post-test. Program ini juga menghasilkan 5 rencana bisnis yang siap diimplementasikan. Dukungan kolaborasi dengan dunia usaha dan komunitas lokal menjadi kunci keberhasilan kegiatan. Simpulan dari program ini menunjukkan bahwa pendekatan praktis dan kolaboratif efektif dalam membangun jiwa wirausaha mahasiswa.
Pemanfaatan Tempurung Kelapa Menjadi Briket Sebagai Biomassa Alternatif Ramah Lingkungan Yunus, Andi Ibrahim; Masruniwati, Afifah; Indrayuni, Armi; Fatimah, Andi; A. Sompa, A. Sompa
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i4.1836

Abstract

Indonesia as an agricultural country has the largest potential for coconut utilization in the world. Coconut shells are agricultural waste which is one of the sources of biomass energy processed into briquettes. The purpose of making charcoal briquettes from coconut shells is to create an environmentally friendly alternative energy source. The method of implementing the activity is in the form of community outreach for 10 participants in Balla Tinggia Hamlet in 2025, which aims to outline the plans carried out by presenting material including the stages of processing coconut shell waste into environmentally friendly briquette fuel. The work program for this activity, namely: observation, planning, implementation and assistance of activities, and evaluation of activity results. further drying, and packaging and storing briquettes. Based on interviews with the people of Balla Tinggia Hamlet, they expressed their appreciation for the success of this activity, enthusiastically following several stages of the activity carried out, so that they felt capable of doing it independently in their respective homes. This can be seen from the high enthusiasm of participants in participating in the socialization activity of making coconut shell briquettes. The results of the activities carried out show that the use of coconuts as charcoal briquettes offers an environmentally friendly alternative, with coconut shells as the main ingredient. This activity can also provide residents with new knowledge about the benefits and potential for reusing agricultural waste in their environment.ABSTRAKIndonesia sebagai negara agraris mempunyai potensi pemanfaatan kelapa terbesar di dunia. Tempurung kelapa adalah limbah pertanian yang merupakan salah satu sumber energi biomassa diolah menjadi briket. Tujuan dari pembuatan briket arang dari tempurung kelapa adalah untuk menciptakan sumber energi alternatif ramah lingkungan. Metode pelaksanaan kegiatan berupa sosialisasi masyarakat dusun sebanyak 10 orang peserta di Dusun Balla Tinggia pada Tahun 2025, yang bertujuan untuk menguraikan rencana yang dilakukan dengan cara menyajikan materi mencakup tahap-tahap pengolahan limbah tempurung kelapa menjadi bahan bakar briket ramah lingkungan. Program kerja pada kegiatan ini, yaitu: observasi, perencanaan, pelaksanaan dan pendampingan kegiatan, serta evaluasi hasil kegiatan. Berdasarkan wawancara dengan masyarakat Dusun Balla Tinggia, mereka memberikan apresiasi atas kesuksesan kegiatan ini, dengan penuh semangat mengikuti beberapa tahapan kegiatan yang dilakukan, sehingga mereka merasa mampu melakukannya secara mandiri di rumah masing-masing. Hasil dari kegiatan yang dilakukan menunjukkan bahwa pemanfaatan buah kelapa sebagai briket arang menawarkan alternatif yang ramah lingkungan, dengan tempurung kelapa sebagai bahan utama. Kegiatan ini juga, dapat membekali warga dengan pengetahuan baru mengenai manfaat dan potensi pemanfaatan kembali limbah pertanian yang ada di lingkungan sekitar mereka.
Pelatihan Pembuatan Konten Grafis Menggunakan Canva di Yayasan Purba Danarta Semarang Trianasari, Nurvita; Sari, Puspita Kencana; Prasetio, Adhi
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i4.1735

Abstract

The Purba Danarta Foundation (YPD) carries out community development activities, particularly in the area of improving the economy of small communities and has many MSMEs assisted spread across various locations in Semarang. There are two main problems: the need for MSMEs to have graphic content creation skills to support their digital marketing and the lack of teaching resources to provide such materials. This community service activity aims to provide content creation training using Canva to MSMEs assisted. The training was conducted face-to-face and through direct practice, while test data was further evaluated using descriptive methods to determine the training's impact. The program was generally successful in increasing participants' knowledge of Canva. Participants demonstrated a good understanding of Canva's basic functions as a graphic design tool and the ability to produce output in various formats, as well as being able to master the important aspects of designing attractive visual content. There are areas that require more attention, especially related to collaboration features and the initial steps in creating an account.ABSTRAKYayasan Purba Danarta (YPD) menjalankan kegiatan pengembangan masyarakat, khususnya dalam bidang peningkatan ekonomi masyarakat kecil dan memiliki banyak UMKM binaan yang tersebar di berbagai lokasi di Semarang. Terdapat dua permasalahan utama yaitu kebutuhan UMKM untuk memiliki keterampilan membuat konten grafis untuk mendukung pemasaran digital mereka dan belum adanya sumber daya pengajar yang dapat memberikan materi tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pembuatan konten menggunakan Canva pada UMKM binaannya. Pelatihan dilaksanakan secara tatap muka dan praktik langsung dengan jumlah peserta sebanyak 32 orang, sementara data hasil tes dievaluasi lebih lanjut menggunakan metode deskriptif untuk mengetahui dampak pelatihan. Program ini secara umum berhasil meningkatkan pengetahuan peserta tentang Canva. Peserta menunjukkan pemahaman yang baik tentang fungsi dasar Canva sebagai alat desain grafis dan kemampuan untuk menghasilkan luaran dalam berbagai format, serta mampu menguasai aspek-aspek penting dalam mendesain konten visual yang menarik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan yang dilakukan dapat menjawab permasalahan pada UMKM binaan YPD. Namun demikian masih terdapat area yang memerlukan perhatian lebih, terutama terkait dengan fitur-fitur kolaborasi dan langkah-langkah awal dalam membuat akun.
Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual dan Perlindungan HAM melalui Pendekatan Participatory Action Research di SDN 12 Sidorukun Adam, Dini Hariyati; Anjar, Agus; Hasibuan, Elysa Rohayani; Rohani, Rohani; Juledi, Angga Putra; Nazliah, Rahmi; Masrizal, Masrizal
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i4.1762

Abstract

Sexual violence is an act of intentionally insulting, degrading, harassing, or physically assaulting someone, which can harm someone. This outreach program aims to increase students' knowledge of sex education and how adolescents can prevent sexual harassment. This community service program uses the Participatory Action Research (PAR) method, a method that involves engaging with students. This activity is carried out directly, starting with observation, coordination, and obtaining permission from the local school principal regarding the activity plan. This includes arrangements regarding the availability of space, time, and participants. The material presented relates to insights into sexual violence, types of sexual violence, the impacts of sexual violence, and laws that regulate and protect victims of sexual violence. The role of schools in preventing sexual violence and protecting students' human rights has not been optimally implemented due to the lack of specific regulations and the formation of an anti-violence task force. Furthermore, school efforts also lack a structured handling process. Therefore, it is necessary to provide education and knowledge regarding the laws that regulate and protect victims of sexual violence. The results of this activity show an increase in knowledge, affective skills, and understanding regarding cases of sexual violence because preventing sexual violence is a shared responsibility that requires the active involvement of all elements of society.ABSTRAKKekerasan seksual merupakan salah satu tindakan yang secara sengaja menghina, merendahkan, melecehkan, dan menyerang fisik, secara sengaja yang dapat merugikan seseorang. Sosialisasi ini bertujuan untuk menambah tingkat pengetahuan siswa terkait edukasi seks, serta bagaimana sikap remaja mencegah terjadinya pelecehan seksual. Pengabdian ini menggunakan metode PAR (Participatory Action Research) yakni sebuah metode dengan cara pendekatan terhadap siswa-siswi. Kegiatan ini dilaksanakan secara langsung dimulai dengan melakukan observasi, koordinasi, dan perizinan dengan kepala sekolah setempat terkait rencana kegiatan. Hal ini mencakup pengaturan mengenai ketersediaan tempat, waktu, dan peserta. Materi yang dipaparkan terkait wawasan mengenai kekerasan seksual, jenis-jenis kekerasan seksual, dampak kekerasan seksual serta hukum yang mengatur dan melindungi korban kekerasan seksual. Peranan sekolah dalam upaya pencegahan kekerasan seksual dan perlindungan HAM pada siswa belum dapat dilaksanakan maksimal, disebabkan belum tersedianya peraturan khusus dan satgas anti kekerasan yang dibentuk. Selain itu, upaya sekolah juga belum memiliki alur penanganan yang terstruktur. Sehingga perlu diberikan edukasi dan pengetahuan terkait hukum yang mengatur dan melindungi korban kekerasan seksual. Hasil kegiatan ini memperlihatkan adanya peningkatan pengetahuan, afektif serta pemahaman terkait kasus kekerasan seksual karena pencegahan kekerasan seksual merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat.
Penyuluhan Pola Hidup Sehat dalam Pencegahan Tuberkulosis: Intervensi Edukasi di SMP 1 Kuta Makmur Aceh Utara Khairuman, Khairuman; Irama, Asep; Nurdin, Ambia; Dinen, Kiki Asrifa; Fitria, Ully; Rahayu, Dian
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 3 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i3.1574

Abstract

Improving students’ understanding of tuberculosis (TB) prevention and healthy lifestyles is essential in promoting early health awareness. This study aimed to evaluate the effectiveness of counseling using a quantitative method at SMP Negeri 1 Kuta Makmur. The intervention involved educational lectures and the distribution of pre-test and post-test questionnaires to student respondents. The counseling covered the definition of TB, its causes, modes of transmission, prevention strategies, and the importance of adopting a healthy lifestyle, such as maintaining personal hygiene, eating nutritious food, and exercising regularly. Pre-test results showed that only 26.7% of students had good knowledge of TB and healthy living. After the counseling session, this figure significantly increased to 86.7%. The 60% improvement indicates that the lecture method was effective in enhancing student knowledge. Therefore, counseling using a quantitative approach has proven to have a positive impact on students' understanding. It is recommended that similar activities be conducted regularly and further developed using more analytical study designs, such as the PICO(S) framework, to yield more comprehensive and applicable result.ABSTRAKPeningkatan pemahaman siswa tentang pencegahan tuberkulosis (TB) dan gaya hidup sehat sangat penting dalam upaya promotif dan preventif kesehatan sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas konseling menggunakan metode kuantitatif di SMP Negeri 1 Kuta Makmur. Kegiatan dilakukan melalui ceramah edukatif dan pembagian kuesioner pre-test dan post-test kepada siswa sebagai responden. Materi konseling mencakup pengertian TB, penyebab, cara penularan, langkah pencegahan, serta pentingnya gaya hidup sehat, seperti menjaga kebersihan, konsumsi makanan bergizi, dan olahraga rutin. Hasil pre-test menunjukkan hanya 26,7% siswa yang memiliki pengetahuan baik tentang TB dan gaya hidup sehat. Setelah sesi konseling, angka tersebut meningkat signifikan menjadi 86,7%. Peningkatan sebesar 60% ini menunjukkan bahwa metode ceramah efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa. Dengan demikian, konseling berbasis pendekatan kuantitatif terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan siswa. Disarankan agar kegiatan serupa dilakukan secara rutin dan dikembangkan lebih lanjut dengan desain studi yang lebih analitis, seperti pendekatan PICO(S), untuk mendapatkan hasil yang lebih komprehensif dan aplikatif.
Mitigasi Risiko Pinjaman Online Ilegal dan Perlindungan Hukum bagi Ibu Rumah Tangga di Desa Sungai Gantang Kabupaten Indragiri Hilir Darmiwati, Darmiwati; Rahmah, Siti; Wahyuni, Fitri; Wandi, Wandi; Syariffuddin, Syariffuddin; Jamri, Jamri
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i4.1753

Abstract

The rise of illegal online lending practices in Indonesia has caused serious problems, particularly among housewives in rural areas who have low levels of digital literacy and legal understanding. This community service activity aims to mitigate the risks of illegal online lending by enhancing legal understanding and digital literacy among housewives in Indragiri Hilir District. The implementation methods include interactive socialisation, focused group discussions, and case study simulations relevant to the participants' daily lives. A total of 45 housewives actively participated in this activity, alongside community leaders and village officials as supporters. The results of the activity showed a significant increase in participants' knowledge, understanding, and legal awareness of the characteristics of illegal online loans, the legal mechanisms available if they become victims, and the importance of a critical attitude towards digital financial offers on social media. The outputs of the activity included the development of an educational module based on digital consumer law and the establishment of the Illegal Online Loan Awareness Forum as a space for ongoing education. In conclusion, the participatory approach to legal empowerment has proven effective in strengthening social protection for housewives from the trap of illegal online loans and serves as a model for community-based interventions that can be replicated in similar areas.ABSTRAKMeningkatnya praktik pinjaman online ilegal di Indonesia telah menimbulkan masalah yang serius, khususnya di kalangan ibu rumah tangga di wilayah pedesaan yang memiliki tingkat literasi digital dan pemahaman hukum yang rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan mitigasi risiko pinjaman online ilegal melalui peningkatan pemahaman hukum dan literasi digital bagi ibu rumah tangga di Kabupaten Indragiri Hilir. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi interaktif, diskusi kelompok terfokus, dan simulasi studi kasus yang relevan dengan kehidupan sehari-hari peserta. Sebanyak 45 ibu rumah tangga terlibat aktif dalam kegiatan ini, bersama tokoh masyarakat dan perangkat desa sebagai pendukung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan pemahaman serta kesadaran hukum peserta terhadap ciri-ciri pinjaman online ilegal, mekanisme hukum yang dapat ditempuh jika menjadi korban, serta pentingnya sikap kritis terhadap tawaran keuangan digital di media sosial. Luaran kegiatan meliputi penyusunan modul edukatif berbasis hukum konsumen digital dan pembentukan Forum Waspada Pinjol Ilegal sebagai ruang edukasi berkelanjutan. Kesimpulannya, pendekatan partisipatif dalam pemberdayaan hukum terbukti efektif dalam memperkuat perlindungan sosial bagi ibu rumah tangga dari jerat pinjaman online ilegal dan menjadi model intervensi berbasis komunitas yang layak di replikasi di daerah serupa.
Penguatan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin Melalui Eksplorasi Kearifan Lokal di Mas Miftahussalam Medan Manshuruddin, Manshuruddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i4.1848

Abstract

The Rahmatan lil ‘Alamin Student Profile (PPRA) is a strategic initiative by the Indonesian Ministry of Religious Affairs aimed at fostering inclusive, moderate, and character-oriented madrasah students. This community service activity aimed to contextualize PPRA values through the exploration of Nusantara’s traditional culinary heritage at MAS Miftahussalam Medan, focusing on inclusivity and openness to cultural diversity. Conducted over two days, the program employed a project-based learning approach involving lecturers, university students, and madrasah students in three key sessions: value-based lectures, local wisdom workshops, and culinary presentations. Students explored moral values embedded in traditional dishes such as es kuwut, rujak nusantara, mie pecel, and es sarang burung. Evaluation was carried out qualitatively through participatory observation and guided reflection. The findings indicated that the program enhanced students’ reflective understanding of Rahmatan lil ‘Alamin values while fostering tolerance, responsibility, and cultural discernment. In addition to enriching students’ character formation, the program offered contextual pedagogical experiences for university students and strengthened collaboration between higher education and madrasah institutions. This model presents a replicable and relevant approach to Islamic character education rooted in local wisdom and applicable in responding to cultural diversity within educational settings.ABSTRAKProgram Penguatan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamin (PPRA) merupakan inisiatif strategis Kementerian Agama untuk membentuk pelajar madrasah yang inklusif, moderat, dan berkarakter. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menanamkan nilai-nilai PPRA secara kontekstual melalui eksplorasi budaya kuliner Nusantara di MAS Miftahussalam Medan, dengan fokus pada nilai inklusivitas dan keterbukaan terhadap budaya lain. Selama dua hari, kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan project-based learning yang melibatkan dosen, mahasiswa, dan siswa dalam tiga sesi utama: penyampaian materi, workshop nilai lokal, dan presentasi kuliner. Siswa dikenalkan pada nilai-nilai karakter dari makanan tradisional seperti es kuwut, rujak nusantara, mie pecel, dan es sarang burung. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui observasi partisipatif dan refleksi terbimbing. Hasilnya menunjukkan bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin secara reflektif, serta membentuk sikap toleran, bertanggung jawab, dan selektif dalam menyikapi budaya lokal. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pengalaman pedagogis kontekstual bagi mahasiswa dan mempererat kolaborasi antara perguruan tinggi dan madrasah. Model ini dapat direplikasi sebagai strategi pembelajaran karakter Islami yang aplikatif dan relevan dalam menghadapi keberagaman budaya.
PKM Pelatihan dan Praktek Proses Instalasi Jaringan CCTV Kepada PKL Atmaja, R Ferry Bakti; Dendi R, Agus; Amir A, Ari; Isnanto, Burham; Supardi, Supardi
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i4.1825

Abstract

The rapid development of Closed Circuit Television (CCTV) technology has increased the need for skilled personnel in the installation and maintenance of surveillance systems. However, the gap between industry needs and the competence of SMK graduates is still a challenge, mainly due to limited practical facilities and a less adaptive curriculum. Therefore, a CCTV network installation training programme for SMK students is needed. The programme of activities was designed to address these challenges through a theoretical and practical approach. The 3-day training covers the introduction of CCTV technology, system design, physical installation, network configuration, and troubleshooting, using campus facilities as a practical laboratory. Multimedia learning methods in the form of visual and video presentations were applied to strengthen theoretical understanding, while field practice involved installation in the campus environment. The resulting outputs include an increase in the technical competence of participants as reflected in the ability to self-install and certify, the realisation of a functional CCTV system on campus, as well as long-term impacts such as increasing the competitiveness of graduates and educating the public about digital security. Evaluation of success was conducted through competency tests, project feasibility, and questionnaires. This kind of programme not only tries to fill the skills gap in the vocational field but also fulfils the urgency of the digital era.ABSTRAKPerkembangan teknologi Closed Circuit Television (CCTV) yang pesat telah meningkatkan kebutuhan akan tenaga terampil di bidang instalasi dan pemeliharaan sistem pengawasan. Namun, kesenjangan antara kebutuhan industri dan kompetensi lulusan SMK masih menjadi tantangan, terutama akibat keterbatasan fasilitas praktik dan kurikulum yang kurang adaptif. Oleh karena itu diperlukan sebuah program pelatihan instalasi jaringan CCTV bagi siswa SMK. Program kegiatan dirancang untuk menjawab tantangan tersebut melalui pendekatan teori dan praktik. Pelatihan selama 3 hari mencakup pengenalan teknologi CCTV, desain sistem, pemasangan fisik, konfigurasi jaringan, hingga troubleshooting, dengan menggunakan fasilitas kampus sebagai laboratorium praktik. Metode pembelajaran multimedia berupa presentasi visual dan video diterapkan untuk memperkuat pemahaman teoritis, sementara praktik lapangan melibatkan instalasi di lingkungan kampus. Keluaran yang dihasilkan meliputi peningkatan kompetensi teknis peserta yang tercermin dari kemampuan instalasi mandiri dan sertifikasi, terwujudnya sistem CCTV fungsional di kampus, serta dampak jangka panjang seperti peningkatan daya saing lulusan dan edukasi masyarakat tentang keamanan digital. Evaluasi keberhasilan dilakukan melalui uji kompetensi, kelayakan proyek, dan kuesioner. Program semacam ini tidak hanya mencoba mengisi kesenjangan keterampilan pada bidang vokasi tetapi juga memenuhi urgensi pada era digital.
Transformasi Kompetensi Peneliti Melalui Penerapan AI Qwen 2.5 dalam Pelatihan Penulisan Manuskrip Ilmiah Kualitatif Santoso, Teguh Iman
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i4.1823

Abstract

The training program "Writing Qualitative Manuscripts Using Artificial Intelligence (AI) – Qwen 2.5" served as a strategic initiative to develop digital academic competencies. Employing an interactive and practical approach, it introduced Qwen 2.5 as a generative AI tool to support the writing, analysis, and refinement of qualitative manuscripts. Using a closed questionnaire, the evaluation revealed a high level of participant satisfaction. Most participants affirmed the content's relevance and the effectiveness of the delivery methods. These findings confirm Qwen 2.5's potential in accelerating academic writing while fostering ethical awareness in AI usage within research contexts.ABSTRAKPelatihan "Menulis Manuskrip Kualitatif dengan Bantuan Artificial Intelligence (AI) – Qwen 2.5" merupakan program strategis dalam memperkuat keterampilan digital akademik. Kegiatan ini memanfaatkan pendekatan interaktif untuk mengenalkan Qwen 2.5 sebagai alat bantu dalam penyusunan, analisis, dan penyempurnaan manuskrip ilmiah. Evaluasi pelatihan dilakukan dengan kuesioner tertutup dan hasilnya menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi. Mayoritas peserta menilai bahwa materi pelatihan relevan dan metode penyampaian efektif. Temuan ini menegaskan bahwa Qwen 2.5 dapat mempercepat proses penulisan tanpa mengabaikan kualitas akademik, sekaligus mendorong refleksi etis terhadap penggunaan AI dalam ranah ilmiah.
Penguatan Kapasitas Petani rakyat melalui Sosialisasi Penyerapan Garam Rakyat Tahun 2025 di Kabupaten Bangkalan Dewabrata, Bondan; Ahmadi, Raden Khaeru; Sa’adah, Siti; Jasuli, Akis; Fabri, R. Raditya Wira; Syakina, Annisa; Rahardjo, Rosnindar Prio Eko; Haqiqi, R.Nurfi Qolbi; Rahman, Taufikur; Ludianto, Ludianto; Ismail, Jamal
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i4.1856

Abstract

Bangkalan Regency is one of the strategic salt-producing regions on Madura Island, with great potential to support national salt resilience. However, salt farmers in this area still face several serious challenges, such as low product quality, limited access to sustainable markets, and weak institutional support for salt farmers. To address these issues, this community service activity was carried out with the main objective of strengthening the capacity of salt farmers through a socialization program on the absorption of local salt. A participatory approach was employed, with the stages of activity including: identifying partner needs, preparing educational materials tailored to local contexts, conducting interactive discussions, and evaluating the impact using pre- and post-activity questionnaires. The socialization program was held in early 2025 in Klampis District, one of the salt production centers in Bangkalan. A total of 20 local salt farmers, consisting of 18 men and 2 women aged between 35–55 years, participated in the activity. The materials presented covered the mechanisms of salt absorption by cooperatives, industrial quality standards, and clean production technologies such as the use of geomembrane liners and closed crystallization systems. Based on the evaluation results, there was a significant increase in participants’ knowledge, supported by high satisfaction scores regarding the quality of the materials and the delivery methods used by the presenters. Participants also showed strong enthusiasm during the discussions. This activity proved effective in enhancing the technical and institutional awareness of salt farmers and encouraging them to adopt more modern, efficient, and market-oriented production systems. It also helped foster a spirit of collaboration toward the self-sufficiency of the local salt industry.ABSTRAKKabupaten Bangkalan merupakan salah satu wilayah strategis penghasil garam rakyat di Pulau Madura yang memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan garam nasional. Namun demikian, para petambak di wilayah ini masih menghadapi sejumlah tantangan serius, seperti rendahnya mutu hasil produksi, terbatasnya akses pasar yang berkelanjutan, serta lemahnya kelembagaan petani garam. Untuk menjawab persoalan tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan utama memperkuat kapasitas para petambak melalui sosialisasi penyerapan garam rakyat. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif, dengan tahapan kegiatan meliputi: identifikasi kebutuhan mitra, penyusunan materi sosialisasi sesuai kebutuhan lokal, pelaksanaan diskusi interaktif, serta evaluasi berbasis kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan. Sosialisasi ini dilaksanakan pada awal tahun 2025 di Kecamatan Klampis, salah satu sentra produksi garam di Bangkalan. Sebanyak 20 petambak rakyat, terdiri dari 18 laki-laki dan 2 perempuan dengan rentang usia 35–55 tahun, menjadi peserta kegiatan. Materi yang disampaikan mencakup mekanisme penyerapan garam oleh koperasi, standar mutu industri, serta teknologi produksi bersih seperti penggunaan geomembran dan sistem kristalisasi tertutup. Berdasarkan hasil evaluasi, terdapat peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta, didukung oleh skor kepuasan peserta yang tinggi terhadap kualitas materi dan metode penyampaian narasumber. Antusiasme peserta juga terlihat selama diskusi berlangsung. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran teknis dan kelembagaan petani, serta mendorong mereka untuk menerapkan sistem produksi yang lebih modern, efisien, dan berorientasi pasar. Kegiatan ini juga memperkuat semangat kolaboratif menuju kemandirian industri garam rakyat.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 1 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 3 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 2 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 1 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 5 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 4 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 3 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 2 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 1 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 6 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 5 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 4 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 3 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 2 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 1 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 6 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 5 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 4 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 3 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 2 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 1 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 1, No 2 (2021): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 1, No 1 (2021): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan More Issue