cover
Contact Name
Admin Idarah
Contact Email
jurnal.idarah@uika-bogor.ac.id
Phone
+62251-7559354
Journal Mail Official
jurnal.idarah@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Sekolah Pascasarjana UIKA Gedung Pascasarjana K.H. Sholeh Iskandar Lt. 2 Kampus Universitas Ibn Khaldun Jl. K.H. Sholeh Iskandar Km. 2, Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat 16164
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 27235386     DOI : https://doi.org/10.32832/itjmie
Core Subject : Education, Social,
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education, (2723-5386: online media): is a peer-reviewed scientific periodical journal published by the Master of Islamic Education Study Program at the Postgraduate School of Ibn Khaldun University, Bogor. This journal dedicated to publishing scientific articles in the study of Islamic Education management from different aspects and perspectives. It distributes its articles twice a year, in January and July.
Articles 215 Documents
Program Ilqa Kalimah sebagai penguatan karakter religius di Mafaza Imam Bukhari Boarding School Gastiadirrijal, Wayan; Kosasih, Aceng; Abdullah, Mulyana
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i1.22873

Abstract

Strengthening religious character has become a crucial issue in Islamic education, particularly amidst the increasing phenomenon of moral degradation in the modern era, characterized by a decline in students' ethics, responsibility, and courtesy. This study aims to thoroughly examine the implementation of the Ilqa Kalimah Program as a strategy for strengthening religious character while enhancing the language proficiency of santri (students) at Mafaza Imam Bukhari Boarding School. This research employs a qualitative approach with a case study design. The research subjects comprise the boarding school leadership, program supervisors, and students directly involved in the execution of Ilqa Kalimah. Data collection techniques included participatory observation, in-depth interviews, and documentation studies. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing, with data validity established using source and technique triangulation. The results indicate that the Ilqa Kalimah Program is implemented systematically and integrated with worship habituation, the language environment, and religious literacy. The program effectively plays a role in shaping students' religious character—such as discipline, responsibility, spiritual awareness, and communication ethics—while simultaneously improving speaking skills in Arabic and English. Thus, the Ilqa Kalimah Program can be viewed as a relevant and adaptive religious-linguistic educational model in addressing the challenges of moral degradation in the modern educational environment. Abstrak Penguatan karakter religius menjadi isu krusial dalam dunia pendidikan Islam, khususnya di tengah meningkatnya fenomena degradasi moral pada era modern yang ditandai dengan melemahnya etika, tanggung jawab, dan kesantunan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam implementasi Program Ilqa Kalimah sebagai strategi penguatan karakter religius sekaligus peningkatan kecakapan berbahasa santri di Mafaza Imam Bukhari Boarding School. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas pimpinan pesantren, ustadz pembina program, dan santri yang terlibat secara langsung dalam pelaksanaan Ilqa Kalimah. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Ilqa Kalimah diimplementasikan secara sistematis dan terintegrasi dengan pembiasaan ibadah, lingkungan bahasa, serta literasi keagamaan. Program ini berperan efektif dalam membentuk karakter religius santri, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, kesadaran spiritual, dan etika komunikasi, sekaligus meningkatkan kemampuan berbicara dalam bahasa Arab dan Inggris. Dengan demikian, Program Ilqa Kalimah dapat dipandang sebagai model pendidikan religius-linguistik yang relevan dan adaptif dalam menjawab tantangan degradasi moral di lingkungan pendidikan modern.
Pendidikan karakter dalam pembentukan kepribadian muslim serta relevansinya dengan pendidikan Islam kontemporer Wahud, Fitria; Fatwanti, Devi; Asy’ari, Ary; Salis, M. Rizkoni; Hamida, Nurul Atik; Sholiha, Mar’atun; Fajhriani N, Dyla
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i1.22880

Abstract

This research aims to analyze character education that can shape a Muslim's personality and its relevance to contemporary Islamic education. This research uses a qualitative approach (qualitative research) in the nature of literature (library research) using an inductive thinking framework, meaning that, in this research researchers look for several sources related to discussions in the nature of literature and then take several explanations of a general nature and then analyze them to obtain specific results or conclusions. With results, character education is not only oriented towards transferring knowledge, but also towards forming attitudes, morals and behavior that are based on Islamic values. Its implementation in contemporary Islamic education emphasizes the integration of spiritual, ethical, physical and logical values through strategies of habituation, example, moral understanding, appreciation of values, and continuous spiritual internalization. The research results show that character education contributes significantly to forming Muslim individuals who are faithful, devout, have noble character, are intelligent, independent and responsible, both as individuals and as members of society. Thus, character education and contemporary Islamic education have a synergistic and mutually reinforcing relationship in realizing a complete human being who is balanced between physical, spiritual, intellectual, emotional and social aspects, so that they are relevant in responding to educational challenges in the modern era. Abstrak Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang pendidikan karakter yang dapat membentuk kepribadian seorang muslim serta relevansinya dengan pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif (qualitative research) yang bersifat kepustakaan (library research) dengan menggunakan kerangka berpikir induktif, maksudnya adalah, dalam penelitian ini peneliti mencari beberapa sumber yang kaitannya dengan pembahasan yang sifatnya adalah kepustakaan kemudian mengambil beberapa penjelasan yang sifatnya umum kemudian dianalisis untuk memperoleh hasil atau kesimpulan yang bersifat khusus. Dengan hasil , pendidikan karakter tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan sikap, moral, dan perilaku yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Implementasinya dalam pendidikan Islam kontemporer menekankan integrasi nilai spiritual, etika, fisik, dan logika melalui strategi habituasi, keteladanan, pemahaman moral, penghayatan nilai, serta internalisasi spiritual yang berkesinambungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter berkontribusi signifikan dalam membentuk pribadi muslim yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cerdas, mandiri, dan bertanggung jawab, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Dengan demikian, pendidikan karakter dan pendidikan Islam kontemporer memiliki hubungan yang sinergis dan saling menguatkan dalam mewujudkan manusia paripurna yang seimbang antara aspek jasmani, rohani, intelektual, emosional, dan sosial, sehingga relevan dalam menjawab tantangan pendidikan di era modern.
Tipologi strategi hibrida dalam membentuk karakter sahabat Al-Qur'an di Madrasah Aliyah Wicaksono, Aulia Tegar; Abdullah, Mulyana; Subakti, Ganjar Eka
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i1.22896

Abstract

The disparity between functional literacy skills and the internalization of Quranic values among Generation Z students presents a critical challenge for Islamic education in the digital era. This study aims to identify and map the comprehensive strategies implemented by Islamic Senior High Schools (Madrasah Aliyah) in transforming students with low baseline proficiency into individuals embodying the character of Sahabat Al-Qur'an (Companions of the Quran). Utilizing a qualitative multi-site case study design, data were collected through in-depth interviews and documentation across ten different schools. The analysis reveals that these schools do not rely on monolithic approaches but rather apply a Hybrid Strategy Typology comprising three dimensions: (1) Structural-Disciplinary Strategy, which utilizes strict regulations and parental involvement to enforce initial habituation; (2) Humanist-Exemplary Strategy, which fosters intrinsic motivation through teacher role-modeling and emotional bonding; and (3) Cultural-Environmental Strategy, which engineers physical and digital ecosystems. Significant findings indicate a strategic polarization regarding technology, where some schools adopt a Digital Detox while others pursue Digital Utilization through reflective media analysis. The study concludes that effective character formation requires the simultaneous orchestration of external discipline, psychological support, and adaptive environmental engineering, signaling the need for a shift from teacher-centered instruction toward activity centered student engagement. Abstrak Kesenjangan antara kemampuan literasi fungsional dan internalisasi nilai-nilai Al-Qur'an di kalangan siswa Generasi Z menghadirkan tantangan kritis bagi pendidikan Islam di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan strategi komprehensif yang diterapkan oleh Madrasah Aliyah dalam mentransformasi siswa dengan kemampuan dasar rendah menjadi individu yang berkarakter Sahabat Al-Qur'an. Menggunakan desain studi kasus multi-situs kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi di sepuluh Madrasah Aliyah yang berbeda. Analisis data mengungkapkan bahwa sekolah tidak bergantung pada pendekatan monolitik, melainkan menerapkan Tipologi Strategi Hibrida yang terdiri dari tiga dimensi: (1) Structural-Disciplinary Strategy, yang menggunakan regulasi ketat dan pelibatan orang tua untuk memaksakan pembiasaan awal; (2) Humanist-Exemplary Strategy, yang menumbuhkan motivasi intrinsik melalui keteladanan guru dan ikatan emosional; dan (3) Cultural-Environmental Strategy, yang merekayasa ekosistem fisik dan digital. Temuan signifikan menunjukkan adanya polarisasi strategis terkait teknologi, di mana sebagian sekolah mengadopsi Digital Detox sementara yang lain mengejar Digital Utilization melalui analisis media reflektif. Studi ini menyimpulkan bahwa pembentukan karakter yang efektif memerlukan orkestrasi simultan antara disiplin eksternal, dukungan psikologis, dan rekayasa lingkungan adaptif, yang menandakan perlunya pergeseran dari instruksi berpusat pada guru menuju keterlibatan siswa yang berpusat pada aktivitas.
Think Tank: Peran dalam dunia pendidikan Islam Sungkowo, Andri; Khotimah, Husnul; Wahib, Ahmad; Habibi, Surya; Hasani, Salman; Achmad, Fatoni; Dinata, Syaiful
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i1.22902

Abstract

This study aims to analyze the role of Think Tanks in the development of Islamic education, particularly in policy formulation, strengthening governance and management, and transforming the Islamic education system in the era of globalization and technological disruption. This study uses a qualitative approach with library research methods through critical analysis of various scientific sources such as reputable journals, academic books, and relevant policy documents. Data analysis techniques are carried out through data reduction, data presentation, and systematic drawing of conclusions. The results show that Think Tanks have a strategic role as centers for knowledge production, policy analysis, and advocacy based on empirical research that can produce adaptive, contextual, and sustainable Islamic education policies. Think Tanks also contribute significantly to strengthening strategic planning, visionary leadership, human resource management, quality assurance, and the digitalization of Islamic education management. In addition, Think Tanks act as agents of transformation that encourage the integration of Islamic values with 21st-century competencies, digital literacy, and the strengthening of moderate character. This study confirms that strengthening the role of Think Tanks is an urgent need in building a holistic, innovative, and globally competitive Islamic education system without losing its Islamic identity. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Think Tank dalam pengembangan pendidikan Islam, khususnya dalam formulasi kebijakan, penguatan tata kelola dan manajemen, serta transformasi sistem pendidikan Islam di era globalisasi dan disrupsi teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis kritis terhadap berbagai sumber ilmiah berupa jurnal bereputasi, buku akademik, serta dokumen kebijakan yang relevan. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Think Tank memiliki peran strategis sebagai pusat produksi pengetahuan, analisis kebijakan, dan advokasi berbasis riset empiris yang mampu menghasilkan kebijakan pendidikan Islam yang adaptif, kontekstual, dan berkelanjutan. Think Tank juga berkontribusi signifikan dalam penguatan perencanaan strategis, kepemimpinan visioner, pengelolaan sumber daya manusia, penjaminan mutu, serta digitalisasi manajemen pendidikan Islam. Selain itu, Think Tank berperan sebagai agen transformasi yang mendorong integrasi nilai-nilai keislaman dengan kompetensi abad ke-21, literasi digital, dan penguatan karakter moderat. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan peran Think Tank merupakan kebutuhan mendesak dalam membangun sistem pendidikan Islam yang holistik, inovatif, dan berdaya saing global tanpa kehilangan identitas keislamannya..
Instruksi membaca Al-Qur'an untuk anak usia dini: Penerapan metode At-Tibyan dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an Anak Azizah, Milki Salwa Nor; Surahman, Cucu; Subakti, Ganjar Eka
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i1.22948

Abstract

Qur’an Reading Instruction for Early Childhood: Implementation of the At-Tibyan Method in Improving Children’s Qur’an Reading SkillReading the Qur’an is a fundamental skill for every Muslim; however, in reality, many Muslims even adults still struggle to read the Qur’an correctly and fluently. This issue highlights the importance of introducing Qur’an literacy from an early age, as early childhood represents a crucial period when children easily absorb language and religious knowledge. This study aims to describe the implementation of the At-Tibyan method in Qur’an reading instruction for early childhood students at TAUD SAQU (Tahfidz Al-Qur’an Anak Usia Dini Sahabat Qur’ani) Antapani, Bandung. The research employed a qualitative descriptive approach with data collected through observation, interviews, and documentation involving the principal, teachers, and students. The findings reveal that the implementation of the At-Tibyan method consists of three main stages: planning, implementation, and evaluation. The planning stage includes defining learning objectives and preparing materials using the At-Tibyan textbook; the implementation stage involves tahajji practice, articulation drills, and direct correction (mubasyarah); while evaluation is conducted through individual reading assessments. Supporting factors include teacher competence and parental involvement, while challenges arise from children’s limited focus and difficulty pronouncing certain Arabic letters. Overall, the At-Tibyan method has proven effective in improving early childhood learners’ Qur’anic reading skills. Abstrak Membaca Al-Qur’an merupakan keterampilan dasar bagi setiap Muslim; namun pada kenyataannya, banyak umat Muslim, bahkan orang dewasa, masih kesulitan membaca Al-Qur’an dengan benar dan lancar. Hal ini menunjukkan pentingnya memperkenalkan literasi Al-Qur’an sejak usia dini, terutama karena masa kanak-kanak merupakan periode penting di mana anak-anak mudah menyerap bahasa dan pengetahuan agama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode At-Tibyan dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an bagi anak usia dini di TAUD SAQU (Tahfidz Al-Qur’an Anak Usia Dini Sahabat Qur’ani) Antapani, Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, serta peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode At-Tibyan terdiri dari tiga tahapan utama: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap perencanaan mencakup penetapan tujuan pembelajaran dan penyusunan materi menggunakan buku ajar At-Tibyan; tahap pelaksanaan meliputi latihan mengeja (tahajji), latihan artikulasi, serta koreksi langsung (mubasyarah); sedangkan tahap evaluasi dilakukan melalui penilaian membaca secara individu. Faktor-faktor yang mendukung keberhasilan metode ini antara lain kompetensi guru dan keterlibatan orang tua, sedangkan tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan fokus anak serta kesulitan dalam melafalkan beberapa huruf Arab tertentu. Secara keseluruhan, metode At-Tibyan terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an pada anak usia dini.
Pengaruh karakter guru pendidikan agama Islam terhadap semangat belajar siswa Diazhady, Diego Irfana; Alwahid, Muhamad Azhar; Andestend
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i2.21196

Abstract

This study aims to examine the influence of Islamic Education (PAI) teachers' character on students' learning enthusiasm at SMK Budiniah. Islamic Education plays a strategic role in shaping students' character and morals. However, low student motivation towards PAI subjects remains a common issue. One suspected contributing factor is the character of the teachers, who serve as direct role models during the learning process. This research employs a quantitative approach with an associative survey method. Data were collected through questionnaires and documentation, involving a population of 206 students and a sample of 104 students selected using purposive sampling techniques. The research instrument's validity and reliability were tested using SPSS. The results indicate a significant influence of PAI teachers' character on students' learning enthusiasm at SMK Budiniah. Teachers with good character traits such as honesty, trustworthiness, fairness, and the ability to build effective communication and exemplary behavior can positively enhance students’ motivation and learning enthusiasm. These findings underscore the importance of teachers' character in supporting an effective learning process, particularly in religious education. Therefore, strengthening teachers' character is a crucial aspect in efforts to improve the quality of PAI education in vocational high schools. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakter guru Pendidikan Agama Islam (PAI) terhadap semangat belajar siswa di SMK Budiniah. Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan moral peserta didik. Namun, rendahnya semangat belajar siswa terhadap mata pelajaran PAI masih menjadi permasalahan yang sering ditemui. Salah satu faktor yang diduga berpengaruh adalah karakter guru yang menjadi teladan langsung bagi siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei asosiatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dokumentasi, dengan populasi sebanyak 206 siswa dan sampel sebanyak 104 siswa yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara karakter guru PAI terhadap semangat belajar siswa di SMK Budiniah. Karakter guru yang baik seperti jujur, amanah, adil, serta mampu membangun komunikasi dan keteladanan yang baik mampu meningkatkan motivasi dan semangat belajar siswa secara positif. Temuan ini menegaskan pentingnya peran karakter guru dalam menunjang proses pembelajaran yang efektif, khususnya dalam pendidikan agama. Oleh karena itu, penguatan karakter guru menjadi aspek krusial dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di sekolah menengah kejuruan.
Pengaruh penggunaan media interaktif wordwall terhadap peningkatan hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa Azhary, Nabila; Muhyani
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i2.21205

Abstract

This study aims to determine the effect of using interactive media based on Wordwall games on student learning outcomes in Islamic Religious Education (PAI) at SMP PGRI Bogor. The background of this study is the low interest and motivation of students in participating in theoretical PAI lessons. The use of interactive media such as Wordwall is expected to significantly improve student engagement, motivation, and learning outcomes.The research method used was quantitative with a quasi-experimental approach. The study subjects consisted of two classes: an experimental class using Wordwall media and a control class using conventional methods. The instruments used in this study were learning outcome tests, observations, and documentation. Data analysis used a t-test to determine differences in learning outcomes between the two groups.The results showed a significant improvement in student learning outcomes in the experimental class. Wordwall media proved effective in improving student understanding of PAI material, making learning more engaging and interactive. Therefore, interactive Wordwall media can be used as an alternative learning medium to improve the quality of religious education in schools. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media interaktif berbasis games Wordwall terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP PGRI Bogor. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya minat dan motivasi siswa dalam mengikuti pelajaran PAI yang bersifat teoritis. Penggunaan media interaktif seperti Wordwall diharapkan dapat meningkatkan keaktifan, motivasi, dan hasil belajar siswa secara signifikan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan media Wordwall dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes hasil belajar, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji-t untuk melihat perbedaan hasil belajar antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa di kelas eksperimen. Media Wordwall terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi PAI, karena pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif. Oleh karena itu, media interaktif Wordwall dapat dijadikan alternatif media pembelajaran dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama di sekolah.
Pembiasaan tadarus dan peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa SMA Annur, Gina Amalia Iklima; Ardiansyah, Andri; Taqwa, Hafiz
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i2.21217

Abstract

This study aims to determine the effect of the habit of tadarus Al-Qur'an on the ability to read the Qur'an of class XI D1 students of SMAN 3 Bogor City. With the background of the low ability to read the Qur'an among students even though tadarus activities have been implemented regularly at school. The method used in this study is a quantitative method with a correlational approach. The data collection technique was carried out through questionnaires distributed to 34 Muslim students from class XI D1 as research samples. The results of the study showed that there was a positive and significant influence between the habit of tadarus Al-Qur'an on students' ability to read the Qur'an. This is evidenced by the results of a simple regression test which showed a significance value of 0.000 (<0.05), and a coefficient of determination value of 71.5%, which means that the habit of tadarus Al-Qur'an makes a major contribution to students' ability to read the Qur'an. Thus, the habit of Quranic recitation has been proven effective in improving Quranic reading skills, particularly in terms of fluency, accuracy of Tajweed, letter pronunciation, and tartil. The results of this study are expected to provide input for schools and teachers in improving religious programs in educational settings. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembiasaan tadarus Al-Qur’an terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an siswa kelas XI D1 SMAN 3 Kota Bogor. Dengan Latar Belakang rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan pelajar meskipun telah diterapkan kegiatan tadarus secara rutin di sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket yang disebarkan kepada 34 siswa beragama Islam dari kelas XI D1 sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara pembiasaan tadarus Al-Qur’an terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an siswa. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji regresi sederhana yang menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05), serta nilai koefisien determinasi sebesar 71,5%, yang berarti pembiasaan tadarus Al-Qur’an memberikan kontribusi besar terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an siswa. Dengan demikian, pembiasaan tadarus Al-Qur’an terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, terutama dalam hal kelancaran, ketepatan tajwid, makhrajul huruf, dan tartil. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi sekolah dan guru dalam meningkatkan program keagamaan di lingkungan pendidikan.
Peran komunikasi interpersonal ustadzah dalam membentuk self concept santri di pondok pesantren Alzamaya, Siti Mawarda; Husni, Rahmatul; Rofi’ah
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i2.21219

Abstract

This study aims to examine the role of interpersonal communication by ustadzah (female Islamic teachers) in shaping the self-concept of students (santri) at Nurul Furqon 1 Islamic Boarding School in Cibinong. The background of this research stems from the lack of effective communication between ustadzah and santri, which negatively impacts the development of self-concept and learning motivation among students. The study employs a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that the interpersonal communication established by ustadzah, such as emotional approaches, empathy, and openness, has a significant impact on building a positive self-concept among the students. The role of the ustadzah as an educator, parental figure, and spiritual mentor greatly contributes to fostering students' self-confidence, emotional comfort, and motivation to remain and grow within the pesantren environment. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran komunikasi interpersonal ustadzah dalam membentuk self-concept (konsep diri) santri di Pondok Pesantren Nurul Furqon 1 Cibinong. Latar belakang penelitian ini muncul dari permasalahan kurangnya komunikasi yang efektif antara ustadzah dan santri, yang berdampak pada lemahnya pembentukan self-concept dan motivasi belajar santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang dibangun ustadzah, seperti pendekatan emosional, empati, dan keterbukaan, memiliki pengaruh signifikan terhadap pembentukan self-concept positif pada santri. Peran ustadzah sebagai pendidik, pengganti orang tua, dan pembimbing spiritual berkontribusi besar dalam membentuk kepercayaan diri, kenyamanan emosional, serta motivasi santri untuk bertahan dan berkembang di lingkungan pesantren.
Internalisasi nilai harapan: Strategi integratif guru PAI dalam mengembangkan kultur sekolah berbasis karakter di Sekolah Dasar Negeri Tjian, Melinda Khaila Nurfadilla; Supriadi, Udin; Komariah, Kokom Siti
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i2.22864

Abstract

Character education in elementary schools often remains mere administrative jargon due to the gap between ideal school visions and actual classroom practices. This study aims to explore the internalization strategy of the "HARAPAN" school vision into Islamic Religious Education (PAI) learning to bridge this gap. Employing a qualitative case study design at a public elementary school in Bandung, this study collected data through in-depth interviews and participant observation, validated through source triangulation, and analyzed using Miles, Huberman, and Saldaña’s interactive model (data condensation, data display, and verification). The results demonstrate that value internalization was successfully achieved through a "Hybrid Approach" synergizing school rituals with creative teaching methods. While "Harmonious" and "Religious" values were deeply embedded through social engineering, this study reveals a critical failure in internalizing the "Amanah" (responsibility) value. A "moral knowing-doing gap" was observed, where students understood obligations but failed to execute them without supervision. This study concludes that macro-level school culture does not automatically shape micro-level independence without measurable behavioral conditioning. Abstrak Pendidikan karakter di sekolah dasar sering kali terjebak pada jargon administratif akibat kesenjangan antara visi ideal sekolah dan praktik nyata di kelas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi strategi internalisasi visi sekolah "HARAPAN" (Harmonis, Aktif, Religius, Amanah, Peduli, Aman, Nyaman) ke dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) guna menjembatani kesenjangan tersebut. Menggunakan desain studi kasus kualitatif di sebuah SDN di Bandung, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif, divalidasi melalui triangulasi sumber, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai berhasil dicapai melalui "Pendekatan Hibrida" yang menyinergikan ritual sekolah dengan metode kreatif guru. Nilai "Harmonis" dan "Religius" tertanam kuat melalui rekayasa sosial, namun ditemukan kegagalan kritis pada internalisasi nilai "Amanah" (tanggung jawab). Terjadi fenomena moral knowing-doing gap, di mana siswa memahami kewajiban namun gagal melaksanakannya tanpa pengawasan. Studi ini menyimpulkan bahwa budaya sekolah makro tidak serta-merta membentuk karakter mandiri tanpa adanya pengkondisian perilaku yang terukur.