cover
Contact Name
RIZKI
Contact Email
gemas@poltekkesjakarta1.ac.id
Phone
+6283822133725
Journal Mail Official
gemas@poltekkesjakarta1.ac.id
Editorial Address
Wijaya Kusuma Street number 47 South Jakarta
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Gemakes: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27984826     DOI : 10.36082/gemakes
Core Subject : Health,
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan jurnal yang berisikan hasil-hasil kegiatan pengabdian masyarakat serta pemberdayaan kesehatan masyarakat. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun yaitu di bulan Juni dan bulan Desember. Jurnal ini menerima hasil pengabdian masyarakat yang dapat berupa penerapan bidang ilmu keperawatan gigi, kebinanan, keperawatan, orthotik prostetik dan semua bidang ilmu yang berhubungan dengan ilmu kesehatan yang belum pernah dipublikasi dimedia manapun. Bentuk kegiatan yang dipublikasi di jurnal ini dapat berupa hasil pemantauan, investigasi, skrinning, penerapan teknologi tepat guna, pelatihan, penyuluhan, pengembangan implementasi system program kesehatan, pemberdayaan kesehatan dan kegiatan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan pengabdian masyarakat di dalam rumpun ilmu kesehatan. Artikel yang masuk akan di-review secara double blind review.
Articles 260 Documents
PEMERIKSAAN KESEHATAN DAN PENINGKATAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT MASYARAKAT SUKU BADUY: HEALTH CHECK-UPS AND DENTAL HEALTH IMPROVEMENTS OF THE BADUY TRIBE COMMUNITY Ulliana, Ulliana; Sulistiani, Silvia; Dance Setyowati, Julia; Nurwanti, Widi
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i2.2238

Abstract

Pendahuluan: Komunitas adat Suku Baduy di Provinsi Banten yang mempertahankan tradisi dan budaya leluhur mereka, menghadapi berbagai tantangan dalam hal akses terhadap layanan kesehatan modern, termasuk kesehatan gigi dan mulut di daerah-daerah yang kurang terjangkau oleh layanan kesehatan modern. Metode: Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan identifikasi dengan diagram Fishbone; 1) Tahap pengkajian masalah, 2) Tahap penentuan prioritas masalah yang dilakukan dengan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth); 3) Tahap penentuan strategi intervensi sebagai solusi masalah yang dilakukan dengan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threats). Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 25 November 2024. Hasil:  Berdasarkan hasil pengkajian yang dilakukan, diperoleh masalah terkait strategi pemberian pendidikan kesehatan yang berkaitan dengan kesehatan gigi yang relevan dengan kehidupan masyarakat suku baduy. Solusi yang diajukan meliputi pemeriksaan tingkat karies menggunakan indeks PUFA dan ICDAS, pemeriksaan cek gula darah dan optimalisasi edukasi mengenai kesehatan gigi melalui media promosi kesehatan. Kondisi kesehatan gigi dan mulut komunitas baduy dan pemeriksaan kesehatan umum berupa glukosa darah  pada masyarakat suku baduy menunjukan beberapa individu berisiko terhadap diabetes. Kesimpulan: Kegiatan pemeriksaan glukosa darah dan konsultasi kesehatan gigi serta pemeriksaan glukosa darah, memberikan pemahaman mendalam tentang kondisi kesehatan masyarakat Suku Baduy.
PEMBERDAYAAN MANDIRI MASYARAKAT DALAM OPTIMALISASI GERAK RONGGA MULUT MELALUI SENAM MULUT LANSIA: COMMUNITY SELF-EMPOWERMENT IN OPTIMIZING ORAL CAVITY MOVEMENT THROUGH ELDERLY ORAL GYMNASTICS Endah Aryati Eko Ningtyas; Diyah Fatmasari; Lanny Sunarjo; Benni Benyamin
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i2.2251

Abstract

Penyakit   terbanyak   pada   lansia   berdasarkan   Riset   Kesehatan   Dasar (Riskesdas)  tahun  2018  adalah  stroke  (77,7%),  hipertensi  (41,62%),  artritis  (34,18%),  diabetes melitus (12,32%), penyakit jantung  (8,5%), dan masalah gigi dan mulut (87,6%). Pada dasarnya penyakit  yang  diderita  lansia  jarang  dengan  diagnosis  tunggal,  melainkan  hampir  selalu  multi diagnosis. Salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang dialami lansia adalah Xerostomia (mulut kering). Xerostomia pada lansia dapat mempengaruhi kualitas  hidup,  karena  adanya  rasa  tidak  nyaman dalam rongga mulut, kesulitan dalam berbicara, bau mulut serta mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut. Untuk mengatasi masalah tersebut maka dilakukan senam mulut lansia untuk menjaga dan meningkatkan fungsi oral lansia. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Agustus-Oktober. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan rongga mulut lansia melalui pola makan yang tepat dan senam mulut yang efektif merangsang produksi saliva dan mencegah masalah seperti mulut kering, infeksi gusi, serta karies gigi. Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode observasi yaitu melakukan pengamatan langsung dilapangan. Beberapa langkah kegiatan yang dilakukan adalah penguatan pengetahuan dan kemandirian lansia melalui penyuluhan, pemeriksaan gigi, senam mulut dan evaluasi. Hasil dari kegiatan tersebut dapat dilihat dari antusiasme para lansia selama proses pelaksanaan kegiatan serta kemampuan melakukan senam mulut secara mandiri. Secara keseluruhan, program pelatihan ini membantu meningkatkan kualitas hidup lansia melalui pendekatan yang holistik dan praktis.
EDUKASI MITOS DAN FAKTA SARIAWAN DI SMP-IT ASSHODIQIYAH: EDUCATION ON MYTHS AND FACTS OF STOMATITIS IN SMP-IT ASSHODIQIYAH Amalina, Rizki; Layyinatus Syifa, Liftia
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i2.2294

Abstract

Perawatan gigi yang baik sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup yang optimal. Salah satu masalah umum yang dihadapi oleh masyarakat adalah penyakit mulut seperti sariawan. Sariawan dapat menyebabkan rasa sakit, kesulitan makan, gangguan berbicara, dan penurunan kualitas hidup secara keseluruhan. Prevalensi ulserasi mulut di seluruh dunia adalah 4%, dengan Recurrent Aphtous Stomatitis (RAS) menempati urutan terbesar yaitu 25%. RAS merupakan penyakit yang menyerang berbagai kalangan usia, baik anak- anak, remaja, dewasa, maupun lansia. Di zaman modern saat ini, arus informasi begitu deras dan mudah didapatkan. Informasi tersebut belum tentu dapat dipertanggungjawabkan secara medis. Oleh karena itu, perlu penjelasan dari ahli disertai sumber yang akurat agar tidak terjadi mispersepsi. Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk memberikan edukasi mitos dan fakta sariawan kepada siswa SMP-IT Asshodiqiyah. Metode yang dilakukan pada pengabdian Masyarakat ini yaitu dengan cara memberi flyer, penjelasan materi, dan diskusi tanya jawab. Hasilnya didapatkan bahwa Edukasi mitos dan fakta sariawan dapat meningkatkan pemahaman peserta/responden tentang penyebab, faktor resiko, ukuran, pencegahan serta penyembuhan sariawan. Sariawan atau stomatitis merupakan lesi ulserasi dengan etiologi multifaktorial. Penafsiran yang berlebihan atau mispersepsi dapat berpengaruh terhadap pengobatan penyakit mulut, oleh karena itu perlu dilakukan edukasi dari dokter gigi.
PEMANFAATAN FLIPCHART “JAKESGI” (MENJAGA KESEHATAN GIGI) DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN MENCEGAH KARIES GIGI ANAK SEKOLAH: UTILIZATION OF JAKESGI (MAINTAIN DENTAL HEALTH) FLIPCHART IN AN EFFORT TO IMPROVE KNOWLEDGE AND PREVENT DENTAL CARIES IN SCHOOL CHILDREN Yuniarly, Etty; Haryani, Wiworo; Suharyono, Suharyono
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usia sekolah merupakan usia penting dalam pertumbuhan dan perkembangan fisik anak. Periode ini disebut sebagai periode kritis karena pada masa ini anak mulai mengembangkan kebiasaan yang biasanya cenderung menetap sampai dewasa. Perilaku anak Indonesia di dalam menjaga kesehatan rongga mulut masih rendah, perawatan gigi dianggap tidak terlalu penting, padahal manfaatnya sangat vital dalam menunjang kesehatan dan penampilan. Perilaku tersebut timbul karena kurangnya pengetahuan anak mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi, sehingga anak mengabaikan kebersihan gigi yang menyebabkan timbulnya masalah kesehatan gigi yang sering terjadi pada anak usia sekolah. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk menimbulkan perhatian terhadap upaya preventif yang menunjang kesehatan gigi pada anak dan meningkatkan pemahaman tentang cara menjaga kesehatan gigi untuk mencegah terjadinya karies gigi anak. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, tanya jawab dan demonstrasi cara menyikat gigi. Kegiatan yang dilakukan adalah promosi tentang cara menjaga kesehatan gigi menggunakan flipchart JaKesGi sebagai media promosi. Kegiatan ini dilaksanakan di sekolah dasar wilayah Kabupaten Bantul, Yogyakarta pada bulan Juni-September 2024. Penilaian tingkat pengetahuan anak dilakukan dengan kuesioner dan keterampilan menyikat gigi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pengetahuan sebelum diberikan promosi 10,86 dan sesudah diberikan promosi meningkat menjadi 13,40. Ada perbedaan yang signifikan (p=0,00) antara tingkat pengetahuan anak sebelum dan sesudah diberikan promosi dengan peningkatan rata-rata sebesar 2,54. Media flipchart JaKesGi dapat meningkatkan pengetahuan anak dalam upaya mencegah terjadinya karies gigi, sehingga pihak sekolah dan penyedia layanan kesehatan disarankan memanfaatkan flipchart JaKesGi sebagai media promosi dalam meningkatkan pengetahuan dan mencegah karies gigi anak sekolah.
PENINGKATAN KEMAMPUAN DIGITALISASI GURU TERKAIT PENGEMBANGAN MEDIA INFORMASI VAKSINASI DI SEKOLAH: ENHANCING TEACHERS' DIGITAL SKILLS IN DEVELOPING INFORMATION MEDIA ABOUT VACCINATION IN SCHOOLS Khatimah, Husnul; Bungsu, Putri
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i2.2341

Abstract

Imunisasi merupakan salah satu program prioritas Kementerian Kesehatan yang berkontribusi besar terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Sekolah memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan imunisasi berbasis populasi, khususnya melalui keterlibatan guru sebagai penyampai informasi kepada siswa dan orang tua. Namun, tantangan dalam pemanfaatan media digital masih ditemui, mengingat masih ada guru yang belum memiliki kompetensi digital yang memadai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan digitalisasi guru dalam mengembangkan media informasi mengenai vaksinasi. Kegiatan dilakukan dalam bentuk pelatihan kepada 28 guru SD Negeri 18 Pisangan Timur, Jakarta Timur, yang mencakup edukasi tentang imunisasi serta pelatihan membuat media digital menggunakan aplikasi Canva. Kegiatan dilaksanakan pada bulan September 2024 . Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan guru setelah pelatihan, dari skor rata-rata 7,79 menjadi 8,33, dengan perbedaan bermakna secara statistik (p = 0,02). Pelatihan ini juga membekali guru dengan kemampuan praktis dalam menciptakan media informasi digital yang efektif dan menarik. Kesimpulannya, pelatihan digitalisasi terbukti meningkatkan pengetahuan dan kapasitas guru dalam mendukung program imunisasi di sekolah. Kegiatan serupa direkomendasikan untuk diterapkan di sekolah lain dan pada isu kesehatan lainnya guna memperkuat promosi kesehatan berbasis pendidikan.
PENYULUHAN PENCEGAHAN SEJAK DINI RISIKO KARIES GIGI DENGAN MEDIA EDUKASI KESEHATAN GIGI PADA SISWA SEKOLAH DASAR KELAS I: TRAINING ON EARLY PREVENTION OF DENTAL CARIES RISK WITH DENTAL HEALTH EDUCATION MEDIA FOR FIRST GRADE ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Sihombing, Kirana Patrolina; Siahaan, Yenny Lisbeth; Rosma, Manta
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i2.2342

Abstract

Pendahuluan. Karies gigi merupakan masalah kesehatan gigi yang umum terjadi pada anak sekolah dasar. Faktor risiko karies gigi salah satunya adalah tingginya kebiasaan anak sekolah dasar mengkonsumsi makanan manis dan lengket. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pencegahan risiko karies gigi sejak dini melalui media edukasi kesehatan gigi kepada siswa kelas I di SD 064955, Kecamatan Sitirejo Medan. Metode yang dilaksanakan dalam pengabdian ini adalah melaksanakan Pretest, Observasi dan Pemeriksaan karies gigi-geligi anak, dilanjutkan ceramah interaktif, demonstrasi praktis dengan media video edukasi, boneka gigi, dan alat peraga phantom gigi, diskusi kelompok kecil, serta Post test. Waktu pelaksanaan 14-15 Juli 2025 di UPT SD 064955 Kecamatan Sitirejo Medan Hasil pengabdian menunjukkan pengetahuan siswa meningkat setelah pengabdian dilaksanakan dimana 25 orang siswa (83,33%) memiliki pengetahuan baik dan 16,67% memiliki pengetahuan kategori sedang, dan tidak ada siswa yang berada dalam kategori buruk.  Proses terjadinya karies dipengaruhi oleh multi faktor. Pola frekuensi makan makanan kariogenik yang tinggi, apabila diimbangi oleh frekuensi makan makanan non kariogenik, maka risiko keparahan karies dapat menjadi kecil atau menurun. Pendidikan kesehatan gigi melalui penyuluhan merupakan salah satu intervensi untuk merubah perilaku menurunkan risiko karies gigi guna mencapai derajat kesehatan gigi anak setinggi-tingginya. Pelatihan kesehatan gigi dan mulut dapat dilakukan melalui upaya promotif dan preventif dibantu dengan media yang menarik untuk memudahkan siswa memahami dengan baik dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Kesimpulan pengabdian ini adalah Pelatihan melalui edukasi pemeliharaan kesehatan gigi dengan media edukasi yang menarik dan partisipatif, dapat menjadi salah satu alternatif untuk pencegahan risiko karies gigi sejak dini.
PEMBERDAYAAN IBU MENGOLAH DAUN KELOR SEBAGAI UPAYA MENCEGAH STUNTING : EMPOWERMENT OF MOTHERS PROCESSING MORINGA LEAVES AS AN EFFORT TO PREVENT STUNTING Indarwati, Indarwati; Nurrohmah, Anjar; Maryatun, Maryatun
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i2.2368

Abstract

Tingginya prevalensi stunting di Klaten Jawatengah masih menjadi isu krusial yang memerlukan intervensi. Kondisi ini diperparah oleh minimnya pengetahuan ibu dalam pengolahan makanan yang tepat dan benar. Stunting bukan sekadar masalah pertumbuhan fisik yang terhambat, melainkan kondisi serius yang mengganggu perkembangan anak akibat kekurangan gizi menahun dan infeksi berulang. Desa Kedungan prevalensi stunting masih tinggi, tahun 2024 terdapat 17 balita stunting dan tahun 2025 naik menjadi 19 balita stunting. Salah satu faktor yang berkontribusi kuat terhadap kejadian stunting adalah minimalnya pengetahuan ibu balita tentang gizi dan cara pengolahan makanan yang tepat dan benar. Tujuan kegiatan pengabdian untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu dalam mengolah bahan makanan secara tepat dan benar. Metode, Tanggal 15 Mei 2025 di Desa Kedungan dilakukan pemberdayaan ibu  dengan  ceramah dan demonstrasi mengolah bahan utama daun kelor sebagai inovasi makanan balita yang bergizi tinggi. Hasil kegiatan terdapat peningkatan pengetahuan 25% ibu yang paham tentang gizi dan pengolahan makanan meningkat menjadi 79.1%. Dan 90% peserta bisa mendemonstrasikan inovasi mengolah makanan dawet kelor dan nasi kepal dengan hasil yang bagus. Pembahasan, Ceramah dan Demonstrasi yang menarik masih menjadi pilihan untuk edukasi peningkatan pengetahun dan ketrampilan peserta. Kemampuan ibu dalam mengolah makanan yang tepat dan benar adalah kunci  kesehatan balitanya. Inovasi bahan lokal yang bernilai gizi tinggi dan penyajian menarik, akan meningkatkan nafsu makan balita sehingga berat badan balita terus meningkat. Kesimpulan, kegiatan PKM telah berhasil  dengan  memuaskan, luaran berupa makanan dawet kelor dan nasi kepal. Keberhasilan kegiatan ini bisa diulang ulang lagi dipraktekkan di rumah  dan  menjadi  salah satu ide bagi kader kesehatan  untuk  memberikan  makanan tambahan di posyandu  dengan  mengolah makanannya yang bervariasi  dan  menarik
ASSESSMENT KESEHATAN GIGI DAN STATUS GIZI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SLB AISYIYAH KRIAN SIDOARJO: ASSESSMENT OF DENTAL HEALTH AND NUTRITIONAL STATUS OF CHILDREN WITH SPECIAL NEEDS AT SLB AISYIYAH KRIAN SIDOARJO Widowati, Hesty; Hanum, Sri Mukhodim Faridah; Ashari, Tantowi; Qonita, Choliviah
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i3.1721

Abstract

Anak merupakan pribadi yang selalu tumbuh dan berkembang dengan karakter yang berbeda-beda dari anak lainnya, baik emosional maupun sosial. Namun, ada beberapa anak yang terlahir dengan kebutuhan khusus. Anak kebutuhan khusus dapat dikatakan sebagai anak yang lambat atau keterbelakangan sehingga secara pendidikan memerlukan pelayanan khusus yang berbeda dengan anak lainnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memeriksa kesehatan gigi dan status gizi pada anak berkebutuhan khusus dan memberikan edukasi pada orang tua tentang perawatan gigi dan gizi seimbang pada anak. Peserta dalam kegiatan ini adalah siswa TK SLB Aisyiah berjumlah 14 anak dan masing-masing anak didampingi 1 orang tua. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan memeriksa kesehatan gigi anak dan status gizi anak serta pemberian edukasi pada orang tua tentang perawatan gigi dan gizi seimbang pada anak. Dari hasil pemeriksaan gigi didapatkan seluruh peserta (100%) mengalami gangguan kesehatan gigi yang memerlukan penanganan seperti Tumpatan (tambal gigi), ekstraksi (pencabutan) dan scaling (pembersihan karang gigi).  Sedangkan hasil pemeriksaan status gizi anak menunjukkan bahwa hanya sebagian anak (50%) dengan status gizi baik, sedangkan anak yang termasuk dalam kategori gizi kurang (29%), overweight (7%) dan obesitas (14%). Berdasarkan hasil pemeriksaan dapat disimpulkan bahwa seluruh siswa TK SLB Aisyiah mengalami gangguan kesehatan gigi dan hanya separuh siswa dengan status gizi baik. Kegiatan pemberian edukasi pada orang tua diharapkan dapat menjadi suatu program berkelanjutan sebagai upaya promotif dan preventif sehingga orang tua semakin dapat mengoptimalkan kesehatan anak berkebutuhan khusus.
EDUKASI ORANG TUA MURID UNTUK MEMBENTUK KEBIASAAN MENYIKAT GIGI ANAK MENGGUNAKAN WAND'S TIME TABLE: EDUCATION OF STUDENTS' PARENTS TO FORM THE HABIT OF BRUSHING CHILDREN'S TEETH USING WAND'S TIME TABLE Aida, Wanda Nur; Liasari, Ira; Hamid, Ellis Mirawati; Priyambodo, Ardian
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i3.2017

Abstract

Kesehatan gigi anak-anak sering terganggu akibat perilaku pemeliharaan yang kurang optimal. Peran orang tua sangat krusial dalam pemeliharaan kesehatan gigi anak usia sekolah, mengingat mereka adalah panutan utama. Aktivitas dasar dalam menjaga kesehatan gigi adalah menyikat gigi secara teratur dibutuhkan pendampingan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus untuk membentuk suatu kebiasaan. ini dilakukan secara berkala. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi kepada orang tua dan siswa melalui media Wand’s Time Table untuk membentuk kebiasaan menyikat gigi anak secara menyenangkan. Metode pelaksanaan dilakukan selama 21 hari terhadap 20 siswa SD Inpres BTN IKIP II beserta orang tuanya, melalui tiga tahapan: persiapan, pelaksanaan, dan observasi. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar anak mengalami peningkatan kebiasaan menyikat gigi dengan kategori sangat baik (72%) yang didukung pemantauan orang tua dalam kategori sangat baik pula. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah penggunaan Wand’s Time Table terbukti efektif dalam membentuk kebiasaan menyikat gigi anak dengan dukungan aktif dari orang tua
MINIMASI SAMPAH PLASTIK DENGAN METODE “ECOBRICK” DI DESA KEMANG, LEMBAK, MUARA ENIM: MINIMIZING PLASTIC WASTE WITH THE “ECOBRICK” MODEL IN KEMANG VILLAGE, LEMBAK, MUARA ENIM Purba, Imelda Gernauli; Putri, Dini Arista; Munawarah, Siti Halimatul; Chendra, Rudy
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i3.2034

Abstract

Masyarakat Desa Kemang menghadapi permasalahan sanitasi utama, yaitu pengelolaan sampah yang kurang optimal terutama sampah plastik. Ketidaksediaan wadah sampah di dalam dan luar rumah serta ketiadaan tempat penampungan sementara menyebabkan sampah berserakan di lingkungan sekitar. Sampah plastik yang berserakan  mengakibatkan pencemaran yang  dapat berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat sekitar. Bertolak dari permasalahan ini, perlu dilakukan pengabdian yang bertujuan mengatasi masalah sampah plastik di Desa Kemang Kecamatan lembak melalui model  Ecobrick. Metode kegiatan pengabdian ini adalah penyuluhan/peragaan yang terdiri dari penyuluhan tentang pencemaran sampah plastik dan hubungannya dengan kesehatan serta penyuluhan tentang daur ulang sampah menggunakan metode Ecobrick. Khayalak sasaran pada pengabdian ini adalah masyarakat Desa Kemang yang berjumlah 30 orang. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah bahwa penyuluhan ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengolahan sampah, serta pembuatan model Ecobrick. Perlu adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah setempat untuk    memotivasi masyarakat menggunakan model Ecobrick di Desa Kemang. Selain itu, masyarakat dihimbau untuk senantiasa melakukan pengelolaan sampah melalui minimasi yaitu reduce, reuse, dan recycle.