cover
Contact Name
KARONA CAHYA SUSENA
Contact Email
karona.cs@unived.ac.id
Phone
+6281541234500
Journal Mail Official
jdun@unived.ac.id
Editorial Address
Jl. Meranti Raya no. 32, Sawah Lebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Dehasen Untuk Negeri
ISSN : 28098854     EISSN : 28098684     DOI : https://doi.org/10.37676/jdun
Jurnal Dehasen Untuk Negeri (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Unived Press dengan menggunakan dua bahasa (Inggris dan Bahasa Indonesia). Jurnal Dehasen Untuk Negeri merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di bidang pengabdian kepada masyarakat terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Januari dan Juli. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, pemasaran, keamanan pangan lokal, Teknologi Tepat Guna (TTG), desain, pemberdayaan masyarakat, pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan, Transfer Teknologi, Globalisasi dan Transformasi Sosial, Pengembangan Kompetensi dan Kewirausahaan, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, Rekayasa Sosial, Manajemen Konflik, dan Literasi Informasi Digital. Jurnal Dehasen Untuk Negeri, berisi berbagai kegiatan Mahasiswa dan Dosen sebagian besar di Universitas Dehasen Bengkulu dalam menangani dan mengelola berbagai potensi, hambatan, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Implementasi kegiatan layanan juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pelayanan diorganisasikan menjadi kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 225 Documents
Pendampingan Satuan Pendidikan Untuk Percepatan IKM Syisva Nurwita; Lydia Lydia Margaretha; Rita Prima Bendriyanti; Ria Fransisca; Ella Putri Julia
Jurnal Dehasen Untuk Negeri Vol 2 No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jdun.v2i2.3954

Abstract

The curriculum is one of the spearheads in the education unit, the government always analyzes, evaluates and makes changes to the curriculum for development and progress in education. One of the curriculum changes in 2023 is the independent curriculum. The Merdeka Curriculum is a learning program that suits students' abilities, and provides a wider space for character development and basic competencies. The independent curriculum is a new curriculum implemented in schools with project-based learning. With the implementation of the new curriculum, all academics, namely principals, teachers, students and students must adapt to the renewal. Efforts that can be made so that schools can adapt to curriculum changes with mentoring activities. Dehasen University took a role in accelerating the implementation of the independent curriculum in schools in North Bengkulu Regency. The result of the IKM mentoring activities is that the academic community understands, applies an implements the independent curriculum in their respective schools. Activity participants consisting of school principals and teachers who are in North Bengkulu Regency Regional Coordinator IV can understand material regarding the use of the Merdeka Platform and the features on the Merdeka Platform to teach well.
Modernisasi Fungsi Security Bagi Peserta Pendidikan Dasar Satpam PT. Javas Anugerah Perkasa Evi Lorita; Bando Amin C. Kader; Lena Elfianty; Tri Dina Ariyanti; Antonio Imanda; Cinthya Jennifer R. N
Jurnal Dehasen Untuk Negeri Vol 2 No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jdun.v2i2.3976

Abstract

This Community Service (PKM) aims to provide knowledge and insight to security guards who are carrying out Diksar (basic education) about public services, the rule of law, information technology, and the use of the Indonesian language that is good and right. The benefits of PKM activities are aimed at security guards (security) so that they can provide an understanding of public services, as law enforcers and comply with applicable laws or regulations, understand currently developing information technology and be able to use good and correct Indonesian according to situations and conditions . The results and conclusions of this PKM are that this PKM activity has educated and provided in-depth knowledge about the important role in terms of service and knowledge of security guards as law enforcers and obedient to rules, security guards can understand and apply information technology that is currently developing, and provide an understanding of the proper use of the Indonesian language according to the situation and conditions.
Menumbuhkan Rasa Solidaritas Dalam Organisasi Evi Lorita; Harius Eko Saputra; Yusuarsono Yusuarsono; Antonio Imanda; Marida Sariningsih; Bando Amin C. Kader; Mirwansyah Mirwansyah
Jurnal Dehasen Untuk Negeri Vol 2 No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jdun.v2i2.3977

Abstract

Community Service (PKM) is carried out in the form of public dialogue with activity participants consisting of students, lecturers and education staff at the Public Administration Study Program, Dehasen University, Bengkulu. This PKM activity aims to provide insight and knowledge about the form and meaning of Social Solidarity for the Millennial Generation in the Public Administration Student Association Organization, Dehasen University, Bengkulu. This activity was carried out in one day at the Dehasen University Bengkulu Teaching Farm. The benefit of this PKM activity is that participants can understand the importance of knowing the meaning of solidarity, so that by knowing and understanding the meaning of solidarity in the organization it is hoped that this meaning can indirectly be embedded and imprinted in the souls of HIMAPLIK members and administrators themselves. It is also hoped that with this activity, HIMAPLIK members and administrators can become HIMAPLIK as a forum for forming responsible and disciplined characters, and encouraging them to be able to develop positive activities for the betterment of the organization.
Penerapan Teknologi Informasi Desain Kemasan Produk Kripik dan Donat Desa Gedung Pekoun Kecamatan Lengkiti Kabupaten OKU Destiarini Destiarini; Abdul Rahman; Azwar Azwar; Lucyana Lucyana; Eka Rizki Mewinda
Jurnal Dehasen Untuk Negeri Vol 2 No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jdun.v2i2.4175

Abstract

Industry 4.0 offers tremendous technological advances and has a significant impact on community institution services at the village level. Currently, many improvements have been made in the village related to community services, one of which is technology and information services. Government information must be made public quickly, as information has an expiration date. The information conveyed is certainly very useful for the village community, so it is necessary to do socialization quickly and precisely. The purpose of this activity is to increase the creativity of village officials and community members in making media. Packaging design training to convey information and other village activities to promote such activities. Package design training is considered very necessary to increase the creativity of village officials and the communities that represent them. The proposed solution is to provide packaging graphic design training assistance to residents of Gedung Pekoun Village, Lengkit District, Ogan Kemering Ulu Regency.
Pemanfaatan Sukun Mejadi Olahan Keripik Sukun di Sawah Lebar Kota Bengkulu Devi Devi; Wulan Wulan; Sintiya Sintiya; Banu Banu; Eko Sumartono
Jurnal Dehasen Untuk Negeri Vol 2 No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jdun.v2i2.4247

Abstract

Keripik sukun adalah produk makanan ringan, dibuat dari irisan daging buah sukun (artocarpus altilis) segar dan digoreng dengan atau tanpa bahan tambahan makanan yang diizinkan. Tekstur keripik sukun dipasaran cenderung keras. Oleh karena itu peneliti ingin memperbaiki tekstur keripik sukun dengan melakukan inovasi pada teknik pengolahannya yaitu dengan fermentasi menggunakan media nira siwalan. Sukun ( Arthocarpus altilis) merupakan salah satu sumber pati yang dapat berpeluang untuk dijadikan bahan pembuatan gula, selain dari bahan baku tanaman yang mengandung pati lainnya yang telah banyak diteliti dan dikembangkan. Kegiatan usaha dilaksanakan di tempat tinggal salah satu anggota yang bertempat tinggal di sawah lebar Pemilihan tempat ini didasarkan pertimbangan bahwa lokasi tersebut merupakan lokasi yang luas sehingga mempermudah proses produksi. Sedangkan Desa maras kecamatan air nipis kabupaten Bengkulu selatan, sebagai lokasi pengambilan bahan baku. Strength kripik sukun memiliki harga yang terjangkau oleh semua kalangan masyarakat. Sukun sebagai bahan baku mudah didapat khususnya pada Desa maras Bengkulu selatan 1. Strength kripik sukun memiliki harga yang terjangkau oleh semua kalangan masyarakat. Sukun sebagai bahan baku mudah didapat khususnya pada Desa maras Bengkulu selatan 2. Weakness Tidak dapat tahan lama karena mudah lembek 3. Opportunity Tingginya selera konsumen terhadap perpaduan rasa orizinal, balado, asin dan pedas yang terdapat pada kripik sukun. 4.Threat Tingginya biaya transpot dari tempat pemasok bahan baku ke tempat produksi. Terdapat usaha olahan kripik sukun. Usaha olahan kripik sukun ini bagus untuk menarik konsumen karena unik dan juga masih sedikit yang menggunakan sebagai kripik sukun. Dengan ukuran cup yang bervariasi, tentunya ini akan menambah minat konsumen dalam memilih produk tersebut.
Modifikasi Lahan Pekarangan Non Produktif Menjadi Sumber Ketahanan Pangan Dan Ekonomi Keluarga Fitri Kurniawati; Anzori Anzori; Silke Sachanovrissa; Kresnawati Kresnawati; Yudi Irawan Abi
Jurnal Dehasen Untuk Negeri Vol 2 No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jdun.v2i2.4292

Abstract

Currently the use of yards is an alternative for the community to meet the needs of the family. Because the yard has the potential to provide food for the family, the narrow plot of land can be modified into a yard that produces usability such as growing vegetables, empon-empon and fruits. Modification of narrow land can use several planting techniques, namely plants using pots (polybags) and hydroponics. The activity was carried out at the Pematang Indah Estate Housing Complex, Pematang Village, the Governor of Muara Bangkahulu District, Bengkulu City. The method of this activity is carried out by way of socialization through lectures and question and answer discussions with housewives who are formed in arisan groups. It is hoped that with this socialization there will be a maximum change in the function of the yard, the community already understands the importance of diversifying food and the health of the food consumed, and understands the management of family income by selling vegetable crops.
Cara Membangun Bisnis Tim Yohana Andriani; Suwarni Suwarni; Ahmad Soleh; Tito Irwanto; M. Rahman Febliansa
Jurnal Dehasen Untuk Negeri Vol 2 No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jdun.v2i2.4298

Abstract

Building a business is one of the efforts made by business people in starting or maintaining their business in the midst of intense competition. Not only that, running a business is an option for some people as a way to fulfill their daily needs, whether they already have a main job or those who don't have a job. In doing business, there are various fields that can be run, business people usually and should adapt to the needs of the market at that time or according to their expertise or even hobbies. Given that if you build a business without adjusting things like that, you will have difficulty running your business. In building a business, of course, you must be able to build a good team so that the business that is built can develop well
Sosialisasi Mengenai Bentuk-bentuk Kekerasan dalam Rumah Tangga di Kelurahan Lubuk Durian Anis Endang; Sri Narti; Indria Indria
Jurnal Dehasen Untuk Negeri Vol 2 No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jdun.v2i2.4299

Abstract

Perempuan merupakan kelompok yang masih rentan menjadi korban dalam persoalan kekerasan, termasuk kekerasan dalam rumah tangga. Kekerasan terhadap perempuan masih terjadi sebagai akibat dari mapannya keyakinan masyarakat patriarki mengenai perbedaan kedudukan dan ketimpangan relasi antara perempuan dan laki-laki. Selain itu, masih terdapat anggapan di masyarakat yang melihat isu kekerasan dalam rumah tangga “hanya” sebagai dinamika dalam kehidupan berkeluarga sehingga tidak perlu dilaporkan. Salah satu faktor yang meningkatkan resiko terjadinya tindak kekerasan dalam rumah tangga adalah poligami. Dari hasil observasi, poligami merupakan fenomena turun-temurun yang lazim ditemukan di Kelurahan Lubuk Durian. Narti & Endang (2022) mengutip hasil penelitian Nurmila (2009) yang menyatakan bahwa dalam kehidupan perkawinan poligami, terdapat kekerasan fisik, psikologis, seksual, dan ekonomi. Hal ini berbeda dengan pandangan sebagian masyarakat yang menganggap kekerasan adalah hal-hal yang menyebabkan luka/penderitaan secara fisik, padahal hal-hal yang berdampak psikis seperti ucapan verbal dan atau sikap non-verbal yang mampu menurunkan rasa kepercayaan diri dan atau harga diri, munculnya perasaan bersalah/cenderung menyahkan diri sendiri, kesedihan mendalam, perasaan tidak berdaya, pemaksaan hubungan seksual yang tidak dikehendaki oleh salah satu pihak, pembatasan aktivitas, tidak diberikannya pemeliharaan/perawatan, dan dikuasainya sepenuhnya penghasilan pasangan juga merupakan bentuk-bentuk kekerasan. Oleh karena itu, sosialisasi mengenai bentuk-bentuk kekerasan dalam rumah tangga dipandang perlu dilakukan.
Implementation of a Marketing Mix Strategy in an Effort to Increase Sales of Coffee Products in Blitar Seberang Village, Sindang Kelingi District, Rejang Lebong Regency Buka di Google Terjema Sri Handayani; Andriyani Prawitasari; Dennis Ryanto Tambu; Kresnawati Kresnawati; Asty Eka Fitriani
Jurnal Dehasen Untuk Negeri Vol 2 No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jdun.v2i2.4303

Abstract

The success of the marketing strategy is influenced by several factors, namely market research and analysis, decisions about products, pricing, promotion and distribution (marketing mix). The purpose of this community service is to provide an understanding of the marketing mix (marketing mix) in an effort to increase sales of coffee products and able to apply the marketing mix process to businesses that are run based on the needs and desires of consumers. This community service activity (PKM) is in collaboration with the people of Blitar Seberang Village, Merigi Kelindang District, Rejang Lebong Regency, who chose the coffee business to become partners. Lack of understanding in pricing, how to market products, and provide promos needs to be prepared. With these problems, the solutions offered are conducting outreach and training in pricing how to market products, and providing promos. The method in this PkM activity begins with the preparation stage, the implementation stage and the reporting stage which are planned within 1 month to complete. The results and outcomes of this PkM activity are that partners have understood pricing on how to market products and provide promos, as well as training on pricing on how to market products and provide promos can operate and be utilized in their marketing activities
Pelatihan Pengelolaan Pariwisata Di Desa Binaan UNIVED Untuk Pencapaian Optimalisasi Wisata Air terjun Tri Sakti Desa Belitar Seberang. Kabupaten Rejang Lebong.Bengkulu. Suswati Nasution; Ermy Wijaya; Anzori Anzori; Ikbal Wahyudi; Rico Hasadungan
Jurnal Dehasen Untuk Negeri Vol 2 No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jdun.v2i2.4308

Abstract

Salah satu daya tarik pariwisata terletak pada keunggulan sarana dan prasarana serta memiliki keunikan yang membedakannya dengan objek wisata lain, hal ini menjadi bagian daya jual ketika mempromosikan objek wisata tersebut, agar objek wisata air terjun Trisakti dapat berkembang dan berkelanjutan, maka salah satu upaya perangkat desa sebagai pihak yang bertanggungjawab dalam pengelolaan objek wisata harus mengupayakan sistem pengelolaan pariwisata yang baik dan unggul agar tujuan optimalisasi wisata air terjun berkembang pesat dan semakin menjadi objek wisata andalan Kabupaten rejang Lebong. lebih dikenal masyarakat secara Lokal, Nasional bahkan Mancanegara. Pengelolaan pariwisata sendiri bertujuan agar semua aset-aset wisata yang ada dikawasan wisata air terjun Tri Sakti dapat lebih dioptimalkan fungsinya seperti fasilitas kantin, taman bermain anak, perkebunan di sekitar lokasi wisata yang merupakan pemandangan indah saat wisatawan memasuki kawasan wisata air terjun Tri Sakti. Desa Belitar Seberang, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong merupakan salah satu desa binaan Universitas Dehasen Bengkulu ( UNIVED ) yang memiliki objek wisata air terjun yang sangat indah, air terjun dingin dan panas.Untuk air terjun dingin namanya Tri sakti ( disebut air terjun laki-laki ) dan air terjun panas namanya Puspa Dewi ( disebut air terjun perempuan ). Pengabdian rutin diadakan oleh UNIVED. Dimana salah satu bentuk pengabdian yang diberikan adalah pembelajaran tentang pengelolaan pariwisata. Pentingnya pengelolaan pariwisata mengingat objek wisata Tri Sakti sangat indah dan menakjubkan tetapi dari segi pengelolaan masih perlu ditingkatkan. Mulai dari akses jalan menuju lokasi wisata, sampai kepada lokasi inti yang masih membutuhkan banyak fasilitas sarana dan prasarana penunjang pariwisata, hal ini tidak dapat diabaikan mengingat Desa Belitar Seberang adalahi salah satu desa wisata terbaik dari 50 Desa Wisata yang ada di Indonesia. Kata Kunci : Pelatihan, Pengelolaan, Pariwisata

Page 6 of 23 | Total Record : 225