cover
Contact Name
Muhammad Syahrir
Contact Email
syahrir_gassa@yahoo.com
Phone
+6282252143772
Journal Mail Official
lppm@unm.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Gedung Menara Phinisi Lt 10 UNM
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 97862374     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Seluruh artikel dalam Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian tahun 2019 bukan merupakan opini dan pemikiran dari editor
Articles 1,150 Documents
PKM Penguatan Pendidikan Multikultural pada Mahasiswa Bone Barat di Makassar Saifuddin Saifuddin; Mario Mario; Sopian Tamrin; Riri Amandaria; Bahrul Amsal
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 11
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Multikultural memiliki makna jamak dari kata dasar kultur. Secara etimologi, dalam bahasa Inggris disebut culture yang artinya budaya yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Dalam pemahaman Bahasa Indonesia, multikultur mengandung makna banyak kultur atau banyak budaya. Jika terminologi multikultur dilekatkan pada diri setiap individu, maka dapat dikatakan bahwa dalam setiap diri individu terdapat atau melekat banyak kutur. Beberapa kultur yang dimaksud antara lain: Bahasa, agama, suku atau etnis, ras dan asal daerah. Jadi bisa dipahami, setiap orang senantiasa melekat dan membawa kultur-kultur tersebut dalam dirinya. Ragam kultur yang ada dalam diri setiap individu perlu dikelola secara baik dan benar, melalui pendekatan multiculturalism of mind, multiculturalism of attitude, dan multiculturalism of skills .Kasus konflik sosial yang melibatkan asal daerah dan suku bangsa, yang terjadi belakangan ini, menunjukkan kepada kita semua bahwa persoalan pemahaman kebangsaan dan keragaman di Indonesia belum selesai. Multikulturalisme harus dikelola dengan baik, agar tidak menjadi sumber utama konflik dan perpecahan antar bangsa. Kesadaran akan pentingnya memahami masyarakat multikultural harus berkembang menjadi mindset setiap orang. Masyarakat Indonesia perlu memiliki kesadaran akan persamaan hak dari berbagai kelompok yang ada. Oleh karena itu, pendidikan multikultural harus terus ditanamkan pada seluruh lapisan masyarakat, khususnya pada generasi muda. Kata Kunci: pendidikan multikultural, konflik sosial
Pengenalan Bebras Challenge untuk Meningkatkan Kemampuan Computational Thinking (CT) pada Siswa SMP Negeri 3 Minasatene Kabupaten Pangkep Nurul Mukhlisa Abdal; Irwansyah Suwahyu; Muhammad Asriadi; Wirawan Setialaksana; Ridwan Daud Mahande
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 11
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. PKM ini tentang Pengenalan Bebras Challenge Untuk Meningkatkan Kemampuan Computational Thinking (CT) Pada Siswa SMP Negeri 3 Minasatene Kabupaten Pangkep. Permasalahan dihadapi mitra adalah sebagai berikut (1) Siswa Sekolah Dasar di lingkup SMP Negeri 3 Minasatene Kabupaten Pangkep belum menguasai Kemampuan Computational Thinking ditandai dengan belum adanya siswa yang berhasil memenuhi nilai ketuntasan, yaitu 50; (2) siswa dan guru di Kabupaten Pangkep belum mengenal kegiatan Bebras Challenge yang merupakan kompetisi nasional Computational Thinking, (3) siswa dan guru di lingkup SMP Negeri 3 Minasatene Kabupaten Pangkep belum secara aktif menggalakkan pemanfaatan internet sebagai sarana pembelajaran khususnya pengembangan kemampuan Computational Thinking. Solusi yang ditawarakan pemberian materi tentang peningkatan kemampuan Computational Thinking. Pemateri tentu bukan hanya sekedar memberikan materi sesuai dengan permasalahan di sekolah mitra, tetapi juga memotivasi para guru untuk memanfatkan penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar. Tahap pelaksanaan terdiri atas dua tahap. Tahap pertama, yaitu pengenalan mengenai Tantangan Bebras. Sesi pelatihan yang menitik beratkan pada pengenalan soal-soal Tantangan Bebras dan Computational Thinking. Kedua, sesi pelatihan yang menitik beratkan pada pemberian motivasi untuk mengembangkan media pembelajaran yang berbasis teknologi. Metode pelatihan adalah metode ceramah, tanya jawab, dan metode latihan/praktek. Hasil pelaksanaan pengabdian menunjukkan bahwa siswa tertarik mempelajari materi Computational Thinking yang tidak membutuhkan siswa menghapal rumus. Kata kunci: Computational thinking, berpikir komputasi, menyelesaikan masalah
PKM Pelatihan Tari Kreasi Bagi Remaja Putri di Sulawesi Barat Nurwahidah Nurwahidah; Muhammad Suyudi
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 11
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Kegiatan Pelatihan Tari Kreasi Bagi Remaja Putri di Sulawesi Barat pelatihan yang dapat membantu anak khususnya remaja putri dalam mencapai perkembangan potensi remaja putri seperti : pembentukan fisik, emosional, sosialisasi, Perubahan tingkah laku, dan daya fikir, sehingga diharapkan anak atau remaja putri mampu berfikir kreatif, dengan kata lain belajar aktif untuk beraktivitas dalam kehidupan seharihari. Penerapan pembelajaran seni tari pada remaja putri di Sulbar memerlukan suatu pendekatan yang dilakukan oleh pendidik, guna mengembangkan kreativitas gerak, baik dalam mengembangkan gerak dasar motorik kasar  maupun motoric halus. Untuk mengembangkan gerak dasar motorik kasar dibutuhkan pembelajaran yang menyenangkan, salah satunya melalui pembelajaran tari kreasi, karena pembelajaran tari kreasi tersebut mengarahkan anak untuk aktif bergerak. Permasalahan mitra diantaranya: Pengetahuan tentang tari kreasi bagi remaja putri di Sulbar masih sangat rendah dan terbatas,2). Wafatnya pewaris Tari Tradisional di Sulbar (para Maestro Pattuddu), 3). Kurangnya pembinaan dan regenerasi penari pewaris Kurangnya minat generasi muda khususnya remaja putri Sulbar dalam mempelajari tari, sehingga berpengaruh pada Teknik menari yang hanya mengandalkan hafalan sajaKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, dilaksankan dengan menggunakan beberapa metode sebagai berikut: Ceramah, tanya jawab, dan diskusi, Praktek, dan Demonstrasi.Pelatihan Tari Kreasi Madduppa Gau yang diterapkan pada Kelompok Remaja Putri Sulawesi Barat, memberikan hasil dan manfaat bagi peserta, yakni:1). Kelompok Remaja Putri Sulawesi Barat memiliki pengetahuan dan wawasan tentang Tari Kreasi Madduppa Gau secara bentuk (teks) maupun kontekstual, 2). Kelompok Remaja Putri Sulawesi Barat memiliki keterampilan dalam menarikan Tari Kreasi Madduppa Gau sesuai dengan Teknik volume (wiraga,wirama,wirasa) yang diterapkan dalam pelatihan, 3). Kelompok Remaja Putri Sulawesi Barat Komunitas yang telah mengikuti pelatihan ini, dapat menjadi narasumber (tutor sebaya) bagi remaja putri lainnya yang belum terjangkau pada pelatihan yang sedang dilaksanakan.Kata kunci:pelatihan, tari, kreasi, remaja, putri
PKM Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Saintifik bagi Kelompok KKG SD Kabupaten Takalar Rohana Rohana; Syamsiah D.; Bhakti Prima Findiga H.; Andi Makasau; Fathun Fatimah Azahrtah; Nurilah Fitrah
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 11
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Bahan ajar merupakan bahan atau materi pembelajaran yang disusun secara sistematis yang dapat digunakan oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Salah satu bahan ajar yang digunakan dalam proses pembelajaran yaitu buku teks pegangan guru dan siswa. Bahan ajar berbasis saintifik merupakan bahan ajar yang di dalamnya mengandung tahapan saintifik yaitu mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengkomunikasikan. PKM Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar berbasis Saintifik Bagi Kelompok KKG SD Kabuparten Takalar ini bertujuan untuk meningkatan pengetahuan dan kemampuan guru merancang dan menghasilkan perangkat pembelajaran berupa bahan ajar cetak (buku) yang mempunyai karakteristik pendekatan saintifik, menuntut adanya pemerataan sistem khususnya dalam meningkatkan sarana dan prasarana penunjang pembelajaran seperti perangkat pembelajaran. Pengadaan perangkat pembelajaran yang berkarakteristik merdeka belajar , hal ini merupakan suatu tuntutan kurikulum yang harus segera dipenuhi. Metode yang digunakan dalam PKM ini workshop dan pelatihan  pengembangan dengan model yang sesasui dengan kebutuhan yaitu Model Hannafin dan Peck. PKM ini dihadiri oleh 25 orang guru KKG SD Kabupaten Takalar , Desa Galesong, PKM  ini menghasilkan draft produk bahan ajar cetak dan artikel yang di publikasikan . Kesimpulan dari hasil PKM ini yang didapat bahwa PKM berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi penambahan pengetahuan bagi guru KKG SD untuk merancang dan membuat serta menghasilkan bahan ajar cetak untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran.  Kata kunci : Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Saintifik, KKG SD, Takalar
Pelatihan Pembuatan Pie Dengan Penambahan Puree Ubi Ungu Armiwaty, Armiwaty; Widodo, Slamet; T., Ratnawati; Afriani, Nur
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2023:PROSIDING EDISI 3
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Mitra Program Kemitraan Komunitas (PKM) ini adalah Ibu-Ibu Rumah Tangga Kelurahan Lalampanua Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat. Masalahnya adalah: mitra belum memiliki keterampilan pembuatan pie dengan penambahan puree ubi Ungu, dan belum mengetahui cara merencanakan menjual hasil olah pie dengan penambahan puree ubi Ungu. Metode yang digunakan adalah: ceramah, demonstrasi, diskusi, tanya jawab, dan mitra pendamping. Hasil yang dicapai adalah peningkatan keterampilan pembuatan pie dengan penambahan puree ubi Ungu baik dari pengetahuan bahan, pengetahuan alat dan pengetahuan pengolahan.Kata kunci: Keterampilan, Pengolahan pie, Puree ubi Ungu.
Penyusunan KOSP Kurikulum Merdeka di Satuan Pendidikan Nonformal di Dinas Pendidikan Kabupaten Majene Marzuki, Kartini; Ansar, Ansar; Asri, Muhammad; Gaffar, Fatmawati
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2023:PROSIDING EDISI 10
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak, dalam kurikulum 13 atau K-13 juga dikenal dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) maka di Kurikulum Merdeka lebih familiar dengan sebutan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) yang secara periodik dikembangkan oleh satuan pendidikan. Kepala Satuan Pendidikan memimpin dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam menyusun dan mengembangkan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) yang kontekstual dan memenuhi kebutuhan belajar peserta didik. program pendidikan kesetaraan yang dibina di Satuan Pendidikan Nonformal SKB Polewali Mamasa menyelenggarakan Paket A, Paket B dan Paket C yag pada umumnya diajar oleh tutor baik dari Pamong Belajar SKB maupun dari guru-guru SD, SMP, dan SMA. fokus mereka adalah mengajar dan RPP yang mereka gunakan hanya berasal dari sekolah mereka. Para tutor belum menyusun kurikulum merdeka untuk satuan pendidikan nonformal dam bagaimana menyusun kurikulum satuan operasional satuan pendidikannya yang menjadi acuan dalam menjalankan pembelajaran dan kegiatan lainnya. Kata Kunci: Kurikulum, Pendidikan Nonformal
PKM Pelatihan Pembuatan Leaflet Bertema Kewirausahaan Pada Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah FBS UNM Asri, Aswati; Hajrah, Hajrah; Baharman, Baharman
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2023:PROSIDING EDISI 4
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Menjadi wirausaha muda merupakan kebanggaan tersediri bagi mahasiswa di tengah persaingan kerja yang semakin kompetitif dan sempitnya lapangan kerja yang tersedia. Berwirausaha perlu dijadikan prioritas utama mahasiswa di samping prioritas keilmuan yang dikuasai dan dikembangkan. Dalam berwirausaha dibutuhkan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang inovatif, kreatif dan komprehensif. Berbagai jenis usaha dapat dijadikan pilihan dan alternatif. Berwirausaha juga perlu memperhatikan situasi dan kondisi yang berkembang guna mengantisipasi dan merumuskan strategi usaha yang efektif. PKM ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa membuat Leaflet dalam upaya mempromosikan wirausaha yang akan mereka kembangkan dan jalankan. Hal ini sejalan dengan visi dan misi Universitas Negeri Makassar. PKM ini dilaksanakan dengan membentuk coaching clinic pembuatan leaflet bertema kewirausaan kepada mitra PKM, yaitu Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah (PBSD) FBS UNM dengan menggunakan metode tutorial. Hasil yang dicapai dalam kegiatan PKM, di antaranya (1) Mahasiswa PBSD telah mampu membuat Leaflet bertema kewirausahaan dengan tepat serta (2) Mahasiswa PBSD semakin kreatif dalam membuat Leaflet bertema kewirausahaan dengan menggunakan berbagai aplikasi Kata Kunci: Pelatihan Leaflet, Kewirausahaan, Mahasiswa PBSD
Mesin Gergaji Gandeng Bubut Kayu Yang Praktis Karim, Sugeng A.; Syam, Husain; Rauf, Bakhrani A.
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2023:PROSIDING EDISI 11
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Pengolahan kayu menjadi berbagai produk furnitur dan kerajinan merupakan salah satu bidang usaha masyarakat pedesaan yang potensial untuk dikembangkan. Pengolahan kayu membutuhkan keterampilan dan peralatan khusus agar dapat menghasilkan produk yang berkualitas. Sayangnya, sebagian besar pengrajin kayu masih menggunakan peralatan konvensional yang terbatas dan kurang efisien. Hal ini berdampak pada rendahnya produktivitas dan nilai jual produk kayu yang dihasilkan. Untuk mengatasi masalah tersebut, telah dirancang sebuah mesin gergaji gandeng bubut kayu yang portable, hemat tempat, dan mudah dioperasikan. Mesin ini mampu menggantikan fungsi beberapa peralatan konvensional sekaligus, seperti gergaji manual, mesin gergaji listrik, dan mesin bor. Dengan satu unit mesin gergaji gandeng bubut kayu ini, proses pengerjaan kayu menjadi lebih praktis, aman, dan efisien. Kapasitas produksi bisa ditingkatkan hingga 50%. Dengan keberhasilan penerapan pada mitra pertama tersebut, tim PKM bermaksud melakukan diseminasi atau perluasan penerapan mesin gergaji gandeng bubut kayu ke kelompok mitra baru, yaitu Kelompok Masyarakat Pengolah Kayu di Kel. Attang Salo Marioriawa Soppeng. Tujuan diseminasi ini adalah agar manfaat dari inovasi mesin gergaji gandeng ini dapat dirasakan oleh lebih banyak pengrajin kayu skala mikro. Dengan demikian, PKM ini dapat membantu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan para pengrajin kayu. Metode pelaksanaan PKM melibatkan observasi, penyediaan alat dan bahan, pelatihan, pengarahan, dan evaluasi bersama. Hasilnya mencakup peningkatan keterampilan dan pengetahuan mahasiswa serta pameran publik model rangka atap perahu fiberglass berdesain menara pinisi. Kendala finansial dan waktu perlu dikelola dengan baik, dan tanggapan positif dari masyarakat menunjukkan potensi keberlanjutan dan kolaborasi lebih lanjut.Kata kunci: Diseminasi, Mesin, Gergaji, Gandeng, Bubut, Kayu
PKM Sosialisasi Penerapan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Kurikulum Merdeka di Sekolah Yayasan Kemala Bhayangkari Makassar Putra, Reski Praja; Sukainah, Andi; Fadilah, Ratnawaty; Mustarin, Amirah; Hambali, Amiruddin
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2023:PROSIDING EDISI 6
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Kurikulum merdeka merupakan pengembangan dari kurikulum darurat yang bertujuan untuk memulihkan sistem Pendidikan di Indonesia pasca pandemic Covid 19.  Kurikulum merdeka lebih memfokuskan pada Pendidikan karakter yang berlandaskan Pancasila melalui konsep Profil Pelajar Pancasila. Perbedaan utama kurikulum merdeka dengan kurikulum lain yaitu kokurikuler didasarkan pada pengerjaan proyek sebagai wujud penguatan karakter Profil Pelajar Pancasila dan softskill. Sekolah Kemala Bhayangkari Makassar merupakan salah satu sekolah yang ingin menerapkan kurikulum merdeka dalam proses pembelajaran. Namun, informasi mengenai kurikulum merdeka khususnya kegiatan yang berkaitan dengan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) masih kurang. Oleh karena itu, tim pengabdian dari Program Studi Pendidikan Teknologi Pertanian berupaya melakukan sosialisasi penerapan proyek penguatan profil pelajar pancasila (P5) kurikulum merdeka. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah pengenalan kurikulum merdeka, khususnya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bagi guru-guru di sekolah yayasan Kemala Bhayangkari. Metode yang digunakan adalah observasi, penyuluhan, dan pendampingan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan pemberian informasi mengenai penerapan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) mampu meningkatkan pemahaman guru dan kemampuan guru dalam mendesain proyek P5 di Sekolah Kemala Bhayangkari Makassar.Kata kunci: Kurikulum Merdeka, Pancasila, P5, Kemala Bhayangkari, .
Alat Penghemat Listrik Pada Bangunan Berbasis Iot Bagi Siswa Smkt Somba Opu Gowa Tjandi, Yunus
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2023:PROSIDING EDISI 1
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tujuan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah untuk : (1). meningkatkan keterampilan Guru dan Siswa SMK Somba Opu Gowa tentang pembuatan Software Alat Penghemat Listrik Pada Bangunan/Gedung Berbasis IoT yang berfungsi untuk mengendalikan secara otomatis perangkat listrik yang terpasang Gedung/Sekolah dengan kendali Smartphone, (2). meningkatkan pengetahuan  Siswa SMK Somba Opu Gowa  tentang pembuatan  dan pemanfaatan  perangkat keras Alat Penghemat listrik Pada Bangunan Berbasis Internet Of Things, (3).meningkatkan pengetahuan  Siswa SMK Somba Opu Gowa tentang pembuatan interface dan aplikasi Alat Penghemat  Energi Pada Gedung Berbasis IoT, (4).menciptakan lahirnya technopreneurship yang kreatif sehingga bisa membuat Alat Penghemat listrik Pada Bangunan/Gedung Berbasis IoT yang dapat dipasarkan guna terciptanya masyarakat IT.Khalayak sasaran adalah kelompok Siswa SMK Somba Opu Gowa   (khalayak sasaran yang dilatih langsung). Metode yang digunakan dalam pemberian materi adalah metode ceramah, diskusi dan tanya jawab, sedangkan pada penerapan dilakukan metode demonstrasi.Hasil Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini menggambarkan bahwa kelompok  Siswa SMK Somba Opu Gowa (mitra), telah : (1) Memiliki pengetahuan  yang meningkat dalam  pembuatan  Software Alat Penghemat Listrik Pada Bangunan/Gedung Berbasis IoT   yang berfungsi untuk mengendalikan secara otomatis perangkat listrik yang terpasang pada Bangunan/Gedung/Sekolah Mitra, (2) meningkat pengetahuannya tentang pembuatan  dan pemanfaatan  perangkat keras Alat Penghemat Listrik Pada Bangunan/Gedung Berbasis IoT, (3) meningkat pengetahuannya  tentang pembuatan interface dan aplikasi Alat Penghemat Listrik Pada Bangunan/Gedung Berbasis IoT, (4). Mampu menciptakan lahirnya technopreneurship yang kreatif sehingga bisa membuat Alat Penghemat Listrik Pada Bangunan/Gedung Berbasis IoT sehingga tercipta masyarakat IT ditempat Mitra. Kata kunci : Alat penghemat energi, smartphone,   perangkat listrik,  IoT,  technopreneurship.

Page 73 of 115 | Total Record : 1150


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 8 SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 7 SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 6 SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 5 SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 4 SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 3 SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 2 SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 1 SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 11 SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 10 SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 9 SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 8 SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 7 SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 6 SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 5 SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 4 SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 3 SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 2 SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 1 SEMINAR NASIONAL 2023:PROSIDING EDISI 12 SEMINAR NASIONAL 2023:PROSIDING EDISI 11 SEMINAR NASIONAL 2023:PROSIDING EDISI 10 SEMINAR NASIONAL 2023:PROSIDING EDISI 9 SEMINAR NASIONAL 2023:PROSIDING EDISI 8 SEMINAR NASIONAL 2023:PROSIDING EDISI 7 SEMINAR NASIONAL 2023:PROSIDING EDISI 6 SEMINAR NASIONAL 2023:PROSIDING EDISI 5 SEMINAR NASIONAL 2023:PROSIDING EDISI 4 SEMINAR NASIONAL 2023:PROSIDING EDISI 3 SEMINAR NASIONAL 2023:PROSIDING EDISI 2 SEMINAR NASIONAL 2023:PROSIDING EDISI 1 SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 11 SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 10 SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 9 SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 8 SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 7 SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 6 SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 5 SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 4 SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 3 SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 2 SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 1 SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 12 SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 11 SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 10 SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 9 SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 8 SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 7 SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 6 SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 5 SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 4 SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 3 SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 2 SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 1 Vol 2019, No 11: PROSIDING 11 Vol 2019, No 10: PROSIDING 10 Vol 2019, No 9: PROSIDING 9 PROSIDING EDISI 10: SEMNAS 2020 PROSIDING EDISI 9: SEMNAS 2020 PROSIDING EDISI 8: SEMNAS 2020 PROSIDING EDISI 7: SEMNAS 2020 PROSIDING EDISI 6: SEMNAS 2020 PROSIDING EDISI 5: SEMNAS 2020 PROSIDING EDISI 4: SEMNAS 2020 PROSIDING EDISI 3: SEMNAS 2020 PROSIDING EDISI 2: SEMNAS 2020 PROSIDING EDISI 1: SEMNAS 2020 Vol 2019, No 3 (2019): PROSIDING 3 Vol 2019, No 12 : PROSIDING 12 Vol 2019, No 8: PROSIDING 8 Vol 2019, No 7: PROSIDING 7 Vol 2019, No 6: PROSIDING 6 Vol 2019, No 5: PROSIDING 5 Vol 2019, No 4: PROSIDNG 4 Vol 2019, No 2: Prosiding 2 Vol 2019, No 1: Prosiding 1 Vol 2018, No 9: POSIDING 9 Vol 2018, No 8: PROSIDING 8 Vol 2018, No 4: Prosiding 4 Vol 2018, No 2: Prosiding 2 Vol 2018, No 7: PROSIDING 7 Vol 2018, No 6: PROSIDING 6 Vol 2018, No 5: Prosiding 5 Vol 2018, No 3: Prosiding 3 Vol 2018, No 1: Prosiding 1 More Issue