cover
Contact Name
Muhammad Shaleh Assingkily
Contact Email
assingkily27@gmail.com
Phone
+6282363776686
Journal Mail Official
assingkily27@gmail.com
Editorial Address
Jl. William Iskandar Ps. V, Medan Estate 20371
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial dan Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27770052     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
The focus of the Edu Society: Journal of Education, Social Sciences, and Community Service is on various problems in the fields of Education, Social Sciences and Community Service, both as material objects and as formal objects. We invite scientists, academics, researchers, practitioners and observers in the field of Education and Social Sciences to publish their research results in our journals, articles of which are focused on, among others: 1. Development and Design of Learning in the Field of Education 2. Learning Strategies in the Field of Education 3. Evaluation of Learning in the Field of Education 4. Educational Management 5. Inclusive Education 6. Social-Based Research on Education 7. Teacher Professionalism in Education 8. Utilization of Information and Digital Technology in Education 9. Community Service in the Field of Education and Social Sciences
Articles 843 Documents
Needs Analysis of English Presentation Skills for English Education Students at Universitas Pendidikan Ganesha Chrisna Putri Arief Utami; Dewa Putu Ramendra; Putu Adi Krisna Juniarta
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2025): June-September 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i2.1056

Abstract

This article aims to analyze the needs of English Education students in improving their English presentation skills. With the increasing demand for effective public speaking and presentation skills in academic and professional settings, it is essential to understand students' current abilities, challenges, and preferred learning methods. A quantitative descriptive method was applied using a questionnaire distributed to 30 students of the English Education Program at Universitas Pendidikan Ganesha. The results of the study indicate that most students consider presentation skills to be very important for academic performance and future career opportunities; however, many struggle with fluency, vocabulary, and confidence. This research suggests the integration of English for Academic Purposes (EAP) content focused on presentation practice, vocabulary development, and audience engagement strategies.
Persepsi Guru SD Terhadap Pentingnya Pendidikan Bela Negara di Masa Society 5.0 Aigadilla Anugrah; Dian Kartika Sari; Sariadi; Syifaushudur Harefa; Sri Yunita; Surya Dharma
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2025): June-September 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i2.1063

Abstract

Era Society 5.0 menuntut dunia pendidikan untuk tidak hanya fokus pada penguasaan teknologi, tetapi juga memperkuat karakter kebangsaan sebagai fondasi dalam menghadapi dinamika globalisasi. Penurunan kesadaran nasionalisme di kalangan generasi muda menjadi tantangan tersendiri di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Guru, khususnya di jenjang sekolah dasar, memegang peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai bela negara sejak dini melalui proses pendidikan yang kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi guru terhadap urgensi pendidikan bela negara di era Society 5.0, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek sebanyak 30 guru sekolah dasar di Gugus 2 Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batubara yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru memahami konsep bela negara secara holistik, tidak terbatas pada aspek militer, melainkan mencakup kontribusi aktif dalam pendidikan, penguatan karakter, dan cinta tanah air. Guru menyadari pentingnya pendidikan bela negara sebagai respons terhadap tantangan digitalisasi yang berpotensi menggerus nilai-nilai kebangsaan. Namun, pelaksanaannya masih terkendala oleh minimnya pelatihan, kurangnya dukungan kebijakan, serta beban administratif yang tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa persepsi guru terhadap pendidikan bela negara cukup positif, namun diperlukan penguatan dukungan institusional agar implementasinya dapat berjalan optimal.
Peran Media dalam Publisitas Politik Prabowo Subianto di TikTok Annisa Sholehah; Azizah Salma Adinda; Rayhan Erwanto; Jafar Muhammad Az Zarkasyi; Pia Khoirotun Nisa
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2025): Februari-Mei 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i1.1065

Abstract

Penelitian ini membahas peran media sosial, khususnya TikTok, dalam membentuk publisitas politik Prabowo Subianto menjelang Pemilihan Presiden 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivis, serta teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Prabowo memanfaatkan TikTok untuk membangun citra politik yang humanis, dekat dengan rakyat, dan adaptif terhadap generasi muda. Strategi komunikasi politik yang digunakan mencakup bentuk publisitas seperti pure publicity, tie-in publicity, dan paid publicity. TikTok terbukti efektif sebagai media dalam menjangkau pemilih muda melalui konten yang ringan, menghibur, namun tetap sarat pesan politik.
Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran PAI Berbasis Kebutuhan Siswa: Studi Kasus di SMP Karya Serdang Lubuk Pakam Mas Teguh Wibowo; Nur Alfina Sari Sitepu; Miftahul Jannah; Siti Halimah
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2025): Februari-Mei 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i1.1066

Abstract

Transformasi pendidikan nasional melalui implementasi Kurikulum Merdeka membawa konsekuensi terhadap perlunya pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang lebih adaptif, reflektif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Kurikulum ini menuntut perubahan peran guru dari pengajar menjadi fasilitator yang mampu mengelola pembelajaran kontekstual dan berbasis karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran PAI di SMP Karya Serdang Lubuk Pakam serta menelaah sejauh mana pembelajaran tersebut mengakomodasi kebutuhan siswa secara nyata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus tunggal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi kelas, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis dokumentasi perangkat ajar seperti RPP, modul, dan jurnal refleksi. Data dianalisis menggunakan pendekatan tematik dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran PAI telah berlangsung secara bertahap, dengan penyesuaian perangkat ajar dan strategi diferensiasi oleh guru. Namun, hambatan seperti keterbatasan fasilitas, minimnya pelatihan kontekstual, dan tantangan literasi masih menjadi kendala utama. Meskipun demikian, terdapat peluang besar dalam pengembangan pembelajaran berbasis nilai-nilai lokal dan spiritualitas siswa melalui inovasi yang bersumber dari konteks budaya religius masyarakat. Kesimpulannya, keberhasilan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran PAI memerlukan dukungan sistem pelatihan berkelanjutan, refleksi kurikulum yang adaptif, serta kolaborasi antara guru, sekolah, dan pengambil kebijakan untuk mewujudkan pembelajaran yang bermakna dan membumi.
Bahaya Penggunaan Handphone dalam Menjaga Keharmonisan Keluarga Perspektif Maqashid Syariah: Studi Kasus Pantai Gading Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat Nur Afni Agustia Hasibuan; Amru Syahputra Lubis
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2025): June-September 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i2.1069

Abstract

Keharmonisan adalah idaman semua keluarga karena merupakan impian setiap individu pada umumnya dan komunikasi adalah salah satu cara dari pencapaian sebuah keharmonisan dalam keluarga ataupun kehidupan dalam bermasyarakat. Kemajuan teknologi seperti handphone telah merambah dari masyarakat kota sampai pelosok desa. Dalam hal ini, penulis tertarik untuk melakukan penelitian bahaya penggunaan handphone dalam menjaga keharmonisan keluarga perspektif maqhasid syariah studi kasus Pantai Gading Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan handphone di Desa Pantai Gading dan bagaimana dampak penggunaan handphone terhadap keharmonisan keluarga bisa berdampak positif maupun berdampak negatif. Metodologi penelitian yang digunakkan dalam penelitian ini adalah kualitatif atau lapangan (field research) dengan jenis pendekatan fenomenologis. Hasil penelitian sebagai berikut: 1) Fenomena penggunaan smartphone yang berlebihan di Desa Pantai Gading banyak menimbulkan dampak negatif dan menyebabkan ketidakharmonisan keluarga khususnya keluarga Islam. Berikut dampak negatif yang ditimbulkan, yaitu: menurunnya kualitas ibadah (agama); menurunnya kesehatan keluarga; menurunnya kualitas pendidikan; menurunnya ekonomi keluarga; terjadinya perceraian; dan adanya KDRT. 2) Pandangan Islam tentang hukum asal segala sesuatu adalah boleh kecuali ada dalil atau nash yang secara tegas melarangnya.
Konsep Dasar Evaluasi, Asesmen, Pengukuran (Sejarah, Pengertian, Objek, Latar Belakang, Pentingnya Proses Pengembangan Evaluasi Pendidikan Agama Islam) Remiswal, Remiswal; Khadijah, Khadijah; Hasanah, Rizatul
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2025): June-September 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i2.1078

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Untuk memastikan efektivitas pembelajaran, diperlukan sistem evaluasi, asesmen, dan pengukuran yang tidak hanya terstruktur, tetapi juga relevan dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam konsep dasar, sejarah perkembangan, objek kajian, serta pentingnya pengembangan evaluasi, asesmen, dan pengukuran dalam konteks PAI. Ketiga konsep ini sering digunakan secara bergantian, padahal memiliki fungsi dan orientasi yang berbeda. Evaluasi merupakan proses penilaian menyeluruh terhadap hasil dan proses pembelajaran. Asesmen lebih menekankan pada pengumpulan informasi untuk pengambilan keputusan pendidikan, sedangkan pengukuran fokus pada pemberian angka atau skor atas pencapaian kompetensi tertentu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka. Data dikumpulkan dari literatur primer dan sekunder yang relevan, seperti buku, jurnal ilmiah, dan regulasi pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan evaluasi PAI harus mempertimbangkan dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik secara seimbang. Evaluasi tidak hanya mengukur penguasaan materi, tetapi juga sejauh mana nilai-nilai keislaman diinternalisasi dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tantangan yang dihadapi dalam implementasi evaluasi PAI antara lain rendahnya literasi evaluatif di kalangan guru, keterbatasan instrumen yang kontekstual, serta kurang optimalnya pemanfaatan hasil asesmen untuk perbaikan pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan upaya sistematis dalam mengembangkan model evaluasi yang relevan, valid, dan berkelanjutan, termasuk dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Integrasi ketiga komponen ini secara sinergis akan menghasilkan sistem penilaian yang adil, objektif, dan mendukung pencapaian tujuan Pendidikan Agama Islam yang holistik.
Manajemen Pembelajaran Berbasis Information and Communication Technology (ICT) Dalam Meningkatkan Kreativitas Guru PAI SMP Negeri Se-kecamatan Pangkatan Sihombing, Suci Rahmaida; Zulhimma, Zulhimma; Roihan Daulay, Muhammad
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2025): June-September 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i2.1079

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen pembelajaran berbasis Information and Communication Technology (ICT) dalam meningkatkan kreativitas guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Sekecamatan Pangkatan. Fokus penelitian ini mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi manajemen pembelajaran berbasis ICT dalam konteks pengajaran PAI. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru PAI di beberapa SMP Negeri di Kecamatan Pangkatan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa penerapan ICT dalam manajemen pembelajaran PAI mampu meningkatkan kreativitas guru dalam merancang dan menyampaikan materi ajar. Perencanaan pembelajaran berbasis ICT dilakukan dengan memanfaatkan perangkat digital dan sumber belajar daring. Pengorganisasian melibatkan pembagian tugas antar guru dalam penggunaan teknologi dan integrasi perangkat pendukung. Pelaksanaan pembelajaran berbasis ICT mendorong penggunaan media interaktif seperti video edukasi, aplikasi pembelajaran, dan platform Learning Management System (LMS). Evaluasi dilakukan secara digital melalui tes daring dan pemantauan aktivitas siswa di platform pembelajaran. Manajemen pembelajaran berbasis ICT terbukti meningkatkan efektivitas pembelajaran PAI dan kreativitas guru dalam menyampaikan materi ajar. Namun, terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan infrastruktur teknologi dan kurangnya pelatihan guru dalam penggunaan ICT. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari pihak sekolah dan pemerintah dalam menyediakan fasilitas serta pelatihan bagi guru untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran.
Implementasi Pembelajaran PAI Berbasis Multiple Intelligences di SDIT Buahati Binjai Ratu Humaira; Muhammad Solihin Pranoto
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2025): June-September 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i2.1081

Abstract

Tujuan dari penerapan pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis multiple intelligences adalah untuk mengoptimalkan kemampuan siswa melalui beragam pendekatan. Diharapkan bahwa pemahaman dan kreativitas siswa dalam pembelajaran PAI dapat ditingkatkan melalui metode ini dengan memanfaatkan berbagai kecerdasan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa penelitian lapangan di sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui proses observasi, wawancara serta pengisian kuesioner yang diberikan langsung oleh peneliti kepada tenaga pendidik di tempat penelitian. Analisis data dilakukan dengan tahap-tahap yang meliputi reduksi data dan menarik kesimpulan. Data yang diperoleh adalah aktivitas-aktivitas yang dilakukan guru dalam kegiatan pembelajarannya. Data yang didapatkan berupa hasil yang dilakukan oleh peneliti melalui kuesioner kepada satu orang guru PAI yang ada di tempat penelitian. Informan dalam penelitian ini berjumlah satu orang, yang merupakan guru PAI di SDIT Buahati. Dari hasil yang diperoleh, terbukti bahwa penerapan multiple intelligence di SDIT Buahati Binjai dalam pembelajaran PAI dapat memotivasi siswa dan meningkatkan tingkat partisipasi mereka. Setiap siswa dengan kecerdasan yang berbeda dapat belajar dengan pendekatan yang sesuai dengan kecenderungan kecerdasan mereka. Implementasi pembelajaran PAI berbasis multiple intelligence terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kreativitas siswa. Diperlukan bagi guru untuk mengoptimalkan penerapan metode ini di kelas.
Pengaruh Kegiatan Muhadharah dalam Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan Santri di Pondok Pesantren Al-Uswah Langkat Endang Widiana; Alfian Tanjung
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2025): June-September 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i2.1082

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar pengaruh kegiatan muhadharah dalam menumbuhkan jiwa kepemimpinan santri di Pondok Pesantren Al-Uswah Langkat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif expost facto. Sumber data penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII A di Pondok Pesantren Al-Uswah Langkat dengan populasi berjumlah 31 orang. Instrumen penelitian yang digunakan untuk memperoleh data adalah skala pelaksanaan kegiatan Muhadharah dan skala menumbuhkan jiwa kepemimpinan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Terdapat Pengaruh Kegiatan Muhadharah dalam Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan Santri di Pondok Pesantren Al-Uswah Langkat, karena Berdasarkan dari hasil uji koefisien determinan (besarpengaruh) menunjukan bahwa besarnya nilai korelasi dan besarnya presentase pengaruh kegiatan muhadharah dalam menumbuhkan jiwa kepemimpinan santri di Pondok Pesantren Al-Uswah Langkat, dapat dilihat nilai R sebesar 0,372 yang berada pada interpretasi sedang atau cukup dan R Square sebesar 0,138 yang artinya besarnya persentase pengaruh kegiatan muhadharah dalam menumbuhkan jiwa kepemimpinan peserta didik adalah sebesar 13,8% sedangkan 86,2% dipengaruhi oleh variabel lain.
Pengembangan Kurikulum Pendidikan Tasawuf Tarekat Naqsyabandiyah Yayasan Pondok Pesantren Persulukan Al-Hasanah di Ujung Batu Rokan Hulu Riau Pardomuan Harahap, Tua; Siregar, Ibrahim; Efendi Hasibuan, Zainal
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2025): June-September 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i2.1083

Abstract

Pendidikan tasawuf yang diterapkan oleh Tarekat Naqsyabandiyah Al- Hasanah, juga memiliki dimensi sosial yang penting. Sebagai salah satu bagian dari masyarakat, tarekat ini memainkan peran penting dalam pembinaan moral dan etika masyarakat setempat. Melalui pendidikan tasawuf, tarekat ini berupaya untuk membentuk masyarakat yang memiliki kesadaran spiritual yang tinggi dan mampu menjaga nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.Penelitian ini penting dilakukan mengingat peran tasawuf yang semakin relevan di era modern ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D). Pendekatan ini dipilih karena bertujuan untuk mengembangkan kurikulum pendidikan tasawuf yang sesuai dengan konteks dan kebutuhan Yayasan Pondok Pesantren Persulukan Al-Hasanah Ujung Batu Rokan Hulu Riau. Melalui pendekatan ini, diharapkan dapat dihasilkan model kurikulum yang aplikatif, relevan, dan mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran tasawuf berbasis Tarekat Naqsyabandiyah. Penelitian yang dilakukan tentang pengembangan kurikulum pendidikan tasawuf di Yayasan Pondok Pesantren Persulukan Al-Hasanah mencapai kesimpulan bahwa menerapkan kurikulum berbasis tasawuf memiliki efek positif pada pembelajaran dan pembentukan karakter spiritual jama'ah. Hasil penelitian ini mencakup hal-hal berikut: 1) Efektivitas Kurikulum Pendidikan Tasawuf. 2) Metode Pembelajaran Berbasis Spiritualitas. 3) Peningkatan Kreativitas dan Disiplin Jama’ah.. 4) Tantangan dalam Implementasi Kurikulum. 5) Rekomendasi Pengembangan Kurikulum. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut, termasuk integrasi metode pembelajaran berbasis digital, pelatihan bagi syarifah-khalifah dalam penggunaan teknologi pembelajaran, serta penyediaan sumber belajar yang lebih variatif dan mudah diakses oleh jama’ah.