cover
Contact Name
AFDHAL ILAHI
Contact Email
jipdas8@gmail.com
Phone
+6281277708480
Journal Mail Official
jipdas8@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sutan Mhd. Arif Kel. Batang Ayumi Jae, Kec. Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan
Location
Kab. tapanuli selatan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS)
ISSN : -     EISSN : 27752445     DOI : https://doi.org/10.37081/jipdas
Core Subject : Education,
Jurnal JIPDAS (Jurnal Imiah Pendidikan Dasar) merupakan sarana publikasi untuk para Akademisi seperti Guru, Mahasiswa dan Dosen. jurnal ini bertujuan untuk menjadi wadah publikasi penelitian dibidang pendidikan dasar, jurnal JIPDAS dikelola oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan. Jurnal JIPDAS memiliki cakupan yang membahas tentang model pembelajaran, media pembelajaran, bahan ajar yang berhubungan dengan pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,168 Documents
HARMONI IRAMA DAN SOSIAL: ANALISIS KUALITATIF PELATIHAN GAMELAN EKSTRAKURIKULER PADA SISWA SD NEGERI NGAWEN Tantri, Inesya Kalyana; Wijayanto, Wasis
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4532

Abstract

Pendidikan seni di tingkat sekolah dasar umumnya hanya memperhatikan aspek kognitif, sehingga kesempatan untuk membentuk karakter melalui nilai-nilai budaya lokal masih belum cukup dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara kualitatif bagaimana kegiatan pelatihan gamelan dalam ekstrakurikuler di SD Negeri Ngawen dapat membentuk interaksi sosial siswa melalui dinamika harmoni dan irama yang terjadi. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif menggunakan metode studi kasus tunggal, melibatkan 20 siswa kelas IV sebagai subjek selama satu semester. Data yang dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan siswa, guru, serta fasilitator, dan juga didukung oleh analisis dokumen seperti RPP dan jurnal kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selain meningkatkan keterampilan musik, kegiatan pelatihan gamelan juga mampu mengembangkan rasa empati, kerja sama tim, serta apresiasi terhadap budaya lokal melalui interaksi yang intens dalam proses pembelajaran. Meskipun terdapat beberapa hambatan seperti keterbatasan fasilitas dan waktu, upaya adaptasi yang dilakukan justru mendorong munculnya kreativitas dan inovasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler gamelan dapat menjadi model yang efektif dalam pembelajaran seni di sekolah dasar, terutama dalam mengintegrasikan nilai budaya dan pembentukan karakter siswa, terutama di lingkungan masyarakat pedesaan.
PENGARUH PERMAINAN BEBENTENGAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS V Yanti, Regita Dwi; Hanifa, Nurdinah; Karlina, Dety Amelia
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4539

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar masih menghadapi tantangan berupa rendahnya hasil belajar siswa akibat penggunaan metode ceramah yang kurang melibatkan peserta didik secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan tradisional Bebentengan terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas V pada materi Harmoni dalam Ekosistem. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental jenis One Group Pretest–Posttest Design. Subjek penelitian adalah 29 siswa kelas V SDN Cikasungka 1. Data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda sebanyak 20 butir soal yang diberikan pada tahap pre-test dan post-test. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, dan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai yang signifikan antara pre-test dan post-test. Seluruh siswa mengalami peningkatan hasil belajar (positive ranks = 29), dan hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0.000 < 0.05, sehingga H₁ diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa permainan tradisional Bebentengan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar IPAS siswa kelas V.
PROBLEMATIKA EFIKASI DIRI SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS V SDN 060877 SEI KERA HILIR (STUDI FENOMENOLOGI) Purba, Kesia Maylane; Mailani, Elvi; Nurhairani, Nurhairani; Sirait, Albert Pauli; Hudayah, Nur
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4545

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat efikasi diri siswa terhadap pembelajaran matematika; (2) mendeskripsikan problematika siswa dengan efikasi diri yang rendah dalam pembelajaran matematika; (3) menjabarkan pemaknaan siswa dengan efikasi diri yang rendah dalam pembelajaran matematika. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar dalam pembelajaran matematika, kurangnya efikasi diri siswa dengan hasil belajar yang rendah, kurangnya literatur penelitian ilmiah yang menyelidiki pengalaman dan kesadaran siswa dengan efikasi diri yang rendah. Penelitian ini dilakukan di SDN 060877 Sei Kera Hilir dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif studi fenomenologi dan subjek penelitian ini adalah tujuh orang siswa kelas V-B SDN 060877 Sei Kera Hilir. Objek pada penelitian ini adalah pengalaman siswa dengan efikasi diri yang rendah pada pembelajaran matematika. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) dengan menggunakan angket, diperoleh tujuh siswa dengan karakteristik siswa yang memiliki efikasi diri rendah; (2) problematika yang terjadi pada siswa dengan efikasi diri yang rendah adalah trauma, ketidaksukaan terhadap matematika, dan tidak terpenuhinya kebutuhan prasyarat siswa; (3) pemaknaan siswa dengan efikasi diri yang rendah pada pembelajaran matematika adalah siswa memaknai matematika sebagai mata pelajaran yang sulit dan tidak dapat dikuasai, tantangan dalam mengerjakan soal matematika dimaknai sebagai ancaman psikologis, dan ketidakmampuan dalam matematika dimaknai sebagai kegagalan diri. Dapat disimpulkan siswa dengan efikasi diri yang rendah tidak berdiri sebagai fenomena tunggal, melainkan merupakan hasil interaksi antara keterbatasan pandangan terhadap tingkat kesulitan tugas (magnitude), lemahnya ketahanan keyakinan diri (strength), serta ketidakmampuan siswa dalam bidang kemampuan lainnya (generality).
PENGEMBANGAN GAME TEBAK GAMBAR KERAGAMAN BUDAYA INDONESIA BERBASIS ANDROID UNTUK KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS V MIS NURUL FALAQ TANJUNG MORAWA Maysyarah, Maysyarah; Sembiring, Masta Marselina; Aulia, Sri Mustika; Sarjani, Tiarnita Maria; Hajar, Yuni; Briliananda, Cindy Cindhana
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4547

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan game tebak gambar berbasis Android yang mengangkat tema keragaman budaya Indonesia sebagai media pembelajaran interaktif untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas V di MIS Nurul Falaq Tanjung Morawa. Metode pengembangan mengikuti model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), dengan fokus pada integrasi elemen budaya seperti tarian, pakaian adat, dan tradisi daerah untuk merangsang siswa berbicara tentang topik tersebut. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa game ini berhasil diimplementasikan pada platform Android dengan fitur-fitur seperti pemilihan gambar, timer, dan skor yang mendorong partisipasi aktif. Uji coba pada siswa kelas V menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan berbicara, dengan rata-rata skor pretest 65,2 meningkat menjadi 82,4 pada posttest. Evaluasi pengguna melalui kuesioner menilai game ini efektif (skor rata-rata 4,1 dari skala 5) dalam hal kesenangan, kemudahan penggunaan, dan nilai edukasi. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa game tebak gambar dapat menjadi alternatif inovatif untuk pembelajaran budaya Indonesia, terutama dalam konteks pendidikan dasar, dengan potensi pengembangan lebih lanjut untuk platform lain. Penelitian ini merekomendasikan integrasi game serupa dalam kurikulum sekolah untuk mendukung pembelajaran bahasa dan budaya.
ANALISIS DIMENSI PROFIL PELAJAR PANCASILA DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA FASE B DI SD NEGERI 005 GUNUNG MALELO KABUPATEN KAMPAR Anggreini, Popy; Putra, M. Jaya Adi; Mulyani, Eva Astuti
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4556

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dimensi Profil Pelajar Pancasila dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia pada Fase B di SD Negeri 005 Gunung Malelo Kabupaten Kampar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas III dan IV. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keenam dimensi Profil Pelajar Pancasila, yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia; berkebhinekaan global; gotong royong; mandiri; bernalar kritis; dan kreatif telah terintegrasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kelas III menunjukkan tingkat keterlaksanaan yang lebih konsisten dibandingkan kelas IV, khususnya pada aspek disiplin, kepedulian terhadap lingkungan, dan kemandirian belajar. Implementasi dimensi Profil Pelajar Pancasila tidak hanya tampak dalam aktivitas pembelajaran, tetapi juga dalam interaksi sosial siswa, penggunaan bahasa, kerja kelompok, serta sikap terhadap perbedaan. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia berperan strategis sebagai wahana pembentukan karakter Profil Pelajar Pancasila. Namun, masih diperlukan penguatan strategi pedagogis, keteladanan guru, dan pembiasaan yang berkelanjutan agar seluruh dimensi berkembang secara optimal dan merata.
PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKITAR SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN IPAS TEMA HEWAN DAN ENERGI DI SDN PASIR GADUNG 01 Setiani, Nurul; Fathun Najah, Adelia; Purwaningrum, Dinda; Puspita, Ita; Hapittiatu Rahmi, Rila; Ramadhaniyati, Ramadhaniyati; Mudrikah Mukaromah, Siti
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4561

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini berangkat dari pemahaman bahwa pendidikan di tingkat Sekolah Dasar merupakan tahap awal yang sangat menentukan perkembangan pengetahuan serta keterampilan peserta didik. Salah satu mata pelajaran yang memiliki peranan penting di jenjang ini adalah Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), yang mempelajari fenomena alam dan kehidupan sosial sehingga membutuhkan model pembelajaran yang relevan dengan lingkungan nyata dan pengalaman siswa. Penelitian ini dilakukan untuk menggali secara mendalam bagaimana lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat pemanfaatan tersebut dalam pembelajaran IPAS. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa area sekolah memiliki potensi besar sebagai sumber belajar IPAS, khususnya pada materi bagian tubuh tumbuhan dan fungsinya. Fasilitas seperti taman sekolah, kebun mini, dan apotek hidup sebenarnya dapat dimanfaatkan dalam kegiatan belajar. Namun dalam praktiknya, guru IPAS baru menggunakan taman dan kebun mini, sementara apotek hidup belum dimaksimalkan. Selain itu, proses pembelajaran masih lebih banyak dilakukan di ruang kelas, padahal kegiatan luar kelas dapat memberi peluang lebih besar bagi siswa untuk melakukan pengamatan langsung terhadap tumbuhan. Beberapa kendala yang ditemukan dalam penerapan pembelajaran berbasis lingkungan antara lain keterbatasan waktu, kondisi cuaca, serta perubahan keadaan siswa. Solusi yang diharapkan adalah guru dapat lebih optimal memanfaatkan potensi lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dan meningkatkan kreativitas dalam mengelola fasilitas yang tersedia.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS WEB EDUCANDY PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA UNTUK PEMBELAJARAN IPA KELAS V SD NEGERI 030436 KERAJAAN Bancin, Groweth Saichi Filliandro; Ananda, Lala Jelita; Manurung, Imelda Free Unita; Sembiring, Masta Marselina; Ratno, Suyit
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4565

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan, keefektiftasan dan keefektifan dari media pembelajaran interaktif berbasis Educandy pada materi sistem pencernaan pada manusia untuk pemebalajaran IPA Kelas V SDN 030436 Kerajaan. Penelitian dan pengembangan dilakukan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan diantaranya  Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation. Subjek penelitian ini 24 siswa yang tediri dari 8 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, angket dan tes. Instrument yang digunakan dalam pengumpulan data adalah instrumen wawancara, instrumen ahli (angket, tes, desain, dan materi), instrument praktikalitas (angket respon guru), dan tes hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil validitas mendapatkan hasil nilai 88% dikategorikan valid, uji praktikalitas memperoleh hasil kepraktisan dengan nilai sebesar 92% dikategorikan sangat praktis, selanjutnya hasil efektifitas produk dari hasil didik berdasarkan hasil angket peserta didik dikategorikan Efektif.Berdasarkan hasil penelitian tersebut bahwasanya media pembelajaran interaktif berbasis web Educandy pada materi sistem pencernaan pada manusia untuk pemebalajaran IPA Kelas V SDN 030436 Kerajaan dinyatakan Layak, Sangat Praktis, dan Efektif digunakan oleh peserta didik dalam proses pembelajaran.
ANALISIS PENERAPAN BUDAYA SEKOLAH TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SD NEGERI 200120 PADANGSIDIMPUAN Ningtyas, Rani Kusuma; Sucahyo, Eko; Zulfadli, Zulfadli
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan budaya sekolah dalam pembentukan karakter peserta didik di SD Negeri 200120 Padangsidimpuan. Budaya sekolah merupakan kebiasaan, nilai, dan norma yang diterapkan secara konsisten dalam lingkungan sekolah guna membentuk sikap dan perilaku peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan budaya sekolah melalui kegiatan pembiasaan religius, kedisiplinan, dan kegiatan sosial mampu membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, religius, serta sikap sosial peserta didik. Faktor pendukung meliputi keteladanan guru dan program pembiasaan yang berkelanjutan, sedangkan faktor penghambat meliputi pengaruh lingkungan luar sekolah dan kurangnya kesadaran sebagian peserta didik. Dengan demikian, budaya sekolah memiliki peran penting dalam pembentukan karakter peserta didik.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MELAFALKAN HURUF PADA PESERTA DIDIK MELALUI METODE FONIK DI KELAS I SDN 171 PURWOSARI KABUPATEN LUWU TIMUR Wahyuni, Ria; Firman, Firman; Aswar, Nurul
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4595

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan peserta didik kelas I dalam melafalkan huruf vokal dan konsonan sebagai dasar keterampilan membaca permulaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru dan peserta didik serta meningkatkan kemampuan melafalkan huruf melalui penerapan metode fonik di kelas I SDN 171 Purwosari Kabupaten Luwu Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 15 peserta didik kelas I. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi aktivitas pembelajaran, tes kemampuan melafalkan huruf, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif untuk mengetahui peningkatan proses dan hasil belajar peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode fonik mampu meningkatkan kualitas aktivitas guru dan peserta didik dalam pembelajaran. Peserta didik menjadi lebih aktif, berani, dan percaya diri dalam melafalkan bunyi huruf. Selain itu, kemampuan melafalkan huruf peserta didik mengalami peningkatan yang signifikan dari siklus I ke siklus II, ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata kelas dan persentase ketuntasan belajar. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa metode fonik efektif dalam meningkatkan kemampuan melafalkan huruf peserta didik dan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif metode pembelajaran membaca permulaan di kelas awal sekolah dasar.
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) BERBANTUAN MEDIA RANDOM NAME PICKER (RNP)DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR IPAS PESERTA DIDIK KELAS III SD NEGERI 8 SALOBULO KOTA PALOPO Murnia, Murnia; Arwan Wiratman; Hisbullah, Hisbullah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4614

Abstract

Artikel ini membahas tentang penerapan Model Kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) Berbantuan Media Random Name Pickers (RNP) dalam Meningkatkan Motivasi Belajar IPAS Peserta Didik Kelas III SD Negeri 8 Salobulo Kota Palopo kondisi awal, peserta didik yang pasif saat proses pembelajaran, suasana kelas yang kurang menyenangkan, serta penggunaan  media pembelajaran yang belum mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan model kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) berbantuan media Random Name Pickers (RNP) dalam meningkatkan motivasi belajar IPAS peserta didik kelas III SD negeri 8 salobulo kota Palopo. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas III di SD Negeri 8 Salobulo kota Palopo yang berjumlah 23 peserta didik, yang terdiri dari 12 peserta didik  laki-laki dan 11 peserta didik perempuan. Teknik pengumpulan data observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Teknik  analisis data yang digunakan yaitu analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan observasi guru dan peserta didik pada siklus I pertemuan pertama persentase keberhasilan 61,53%, pertemuan kedua 64,70% dengan keduanya pada kategori cukup baik dan pertemuan ketiga 83,33% kategori sangat baik. Kemudian hasil  lembar observasi peserta didik juga terdapat kekurang yang perlu diperbaiki seperti pertemuan pertama dengan persentase keberhasilan 58,33% dengan kategori kurang baik, pertemuan kedua 68,75% dengan kategori cukup baik dan pertemuan ketiga 81,81% kategori sangat baik.. Sedangkan pada siklus II sudah lebih meningkat dengan pada observasi guru pada pertemuan pertama 84,61%, pertemuan kedua dan ketiga 100% dengan kategori sangat baik. pada observasi peserta didik pada pertemuan pertama 83,33%, pertemuan kedua 100% dan pertemuan ketiga 90,90% dengan kategori sangat baik. Hasil motivasi belajar peserta didik juga menunjukkan peningkatan, yaitu rata-rata nilai 71,69% dengan kriteria cukup pada siklus I, menjadi rata-rata 89,58% dengan kriteria sangat baik pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa setelah diterapkan model kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) berbantuan media Random Name Pickers (RNP) dapat meningkatkan motivasi belajar IPAS pada peserta didik kelas III SD Negeri 8 Salobulo kota Palopo.