cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsps@unisba.ac.id
Phone
+6285211144661
Journal Mail Official
bcsps@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp: +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Psychology Science
ISSN : -     EISSN : 28282191     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsps.v2i3
Bandung Conference Series: Psychology Science (BCSPS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Psikologi dengan ruang lingkup sbb: Broken Home, Budaya Organisasi, Celebrity Worship, Delinkuensi, Dewasa Awal, Disiplin Kerja, Dukungan Sosial, Health belief, Interaksi Parasosial, Kemandirian Anak Usia Dini, Kematangan Karir, Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasi, Obesitas, Parasocial Relationship, Peak Performance, Pendidikan Karakter, Penyesuaian diri, Penyesuaian pernikahan, Pola Asuh, Prestasi Belajar, Psychological Well-Being, Religiusitas, Remaja Akhir, Self Esteem, Self regulation, Ta’aruf. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 1 Documents
Search results for , issue "949-956" : 1 Documents clear
Keputusan Bertahan pada Perempuan yang Menjalani Hubungan Toxic dari Masa Pacaran Hingga Pernikahan Tasya Verona; Temi Damayanti Djamhoer
Bandung Conference Series: Psychology Science 949-956
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v6i2.24222

Abstract

Abstract. Toxic relationships can have detrimental effects on individuals, causing suffering and decreasing well-being. However, many women choose to remain in toxic relationships, even from courtship to marriage. This study aims to understand the decision to stay among women who experience toxic relationships continuously from courtship to marriage. This research uses a qualitative phenomenological approach with Giorgi's Descriptive Phenomenological Analysis (DPA) method. Participants were three women who married at age 18-29 (emerging adulthood), were aware of their partner's toxic behavior before marriage, and married voluntarily. Data were collected through semi-structured interviews and analyzed using the Five Components of Decision Making framework (Ranyard, 1997) and the Investment Model (Rusbult, 1980). The results reveal eleven essential themes: (1) attachment foundation at the start of the relationship; (2) normalization and disregard of toxic behavior; (3) lack of protective social support; (4) social pressure to stay; (5) hope for change as a driver to stay; (6) limited coping strategies; (7) escalation of violence and control after marriage; (8) hope-disappointment cycles hindering exit; (9) sunk cost bias and structural dependence; (10) emotional dependence; and (11) entrapment in normative status as wife and mother. Furthermore, this study finds that motives initially serving as reasons such as hope for economic stability and pride in partner's social status transform after marriage into forms of structural dependence that trap women within the relationship. Abstrak. Hubungan toxic dapat berdampak buruk bagi yang menjalaninya, salah satunya dapat menimbulkan penderitaan dan menurunkan kesejahteraan individu. Namun, banyak perempuan tetap memutuskan bertahan pada hubungan toxic, bahkan sejak masa pacaran hingga pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami keputusan bertahan pada perempuan yang menjalani hubungan toxic secara berkesinambungan dari masa pacaran hingga pernikahan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan metode Descriptive Phenomenological Analysis (DPA) dari Giorgi. Partisipan berjumlah tiga orang perempuan yang menikah pada usia 18–29 tahun (emerging adulthood), menyadari perilaku toxic pasangan sebelum menikah, serta menikah secara sukarela. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan kerangka Five Components of Decision Making (Ranyard, 1997) dan Investment Model (Rusbult, 1980). dulthood), menyadari perilaku toxic pasangan sebelum menikah, serta menikah secara sukarela. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan kerangka Five Components of Decision Making (Ranyard, 1997) dan Investment Model (Rusbult, 1980). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan bertahan mencakup sebelas tema esensial, yaitu: (1) fondasi keterikatan di awal relasi; (2) normalisasi dan pengabaian perilaku toxic; (3) minimnya dukungan sosial yang protektif; (4) tekanan sosial untuk bertahan; (5) harapan akan perubahan sebagai pendorong bertahan; (6) strategi koping yang terbatas; (7) eskalasi kekerasan dan kontrol setelah pernikahan; (8) siklus harapan-kekecewaan yang menghambat keluar dari relasi; (9) bias sunk cost dan ketergantungan struktural; (10) ketergantungan emosional; serta (11) keterjebakan pada status normatif sebagai istri dan ibu. Lebih lanjut, penelitian ini menemukan bahwa motif yang semula menjadi alasan seperti harapan akan stabilitas ekonomi maupun kebanggaan atas status sosial pasangan bertransformasi pascapernikahan menjadi bentuk ketergantungan struktural yang menahan perempuan di dalam relasi tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 1