cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsps@unisba.ac.id
Phone
+6285211144661
Journal Mail Official
bcsps@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp: +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Psychology Science
ISSN : -     EISSN : 28282191     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsps.v2i3
Bandung Conference Series: Psychology Science (BCSPS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Psikologi dengan ruang lingkup sbb: Broken Home, Budaya Organisasi, Celebrity Worship, Delinkuensi, Dewasa Awal, Disiplin Kerja, Dukungan Sosial, Health belief, Interaksi Parasosial, Kemandirian Anak Usia Dini, Kematangan Karir, Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasi, Obesitas, Parasocial Relationship, Peak Performance, Pendidikan Karakter, Penyesuaian diri, Penyesuaian pernikahan, Pola Asuh, Prestasi Belajar, Psychological Well-Being, Religiusitas, Remaja Akhir, Self Esteem, Self regulation, Ta’aruf. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 1 Documents
Search results for , issue "877-886" : 1 Documents clear
Pengaruh Persepsi Konflik Orang Tua terhadap Fear of Marriage pada Perempuan Nadia Firani Lulu Azmi; Dewi Sartika
Bandung Conference Series: Psychology Science 877-886
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v6i2.24107

Abstract

Abstract. Fear of marriage refers to persistent fear, anxiety, doubt, or discomfort when individuals consider marriage as a long-term commitment. Experiences in the family of origin, particularly how interparental conflict is remembered and interpreted, may shape expectations regarding marital stability. This study examined the effect of perceived interparental conflict on fear of marriage among early adult women in Bandung. A quantitative, non-experimental cross-sectional design was used. Participants were 161 unmarried women aged 21-29 years who lived in Bandung, had witnessed interparental conflict, and were recruited through convenience sampling with screening questions. Data were collected using the 8-item Perceptions of Interparental Conflict-Short Form and the 20-item Gamophobia Scale. The Indonesian adaptations showed good internal consistency (Cronbach's alpha = .872 and .940, respectively). Simple linear regression indicated that perceived interparental conflict had a positive and significant effect on fear of marriage (B = 1.143, t = 13.657, p < .001). The model explained 54.0% of the variance in fear of marriage (R² = .540). Thus, stronger perceived exposure to frequent, angry, and dysfunctional interparental conflict was associated with higher fear of marriage. These findings underline the relevance of family-of-origin experiences when understanding concerns about long-term marital commitment. Abstrak. Fear of marriage merupakan rasa takut, cemas, ragu, atau tidak nyaman yang menetap ketika individu mempertimbangkan pernikahan sebagai komitmen jangka panjang. Pengalaman dalam keluarga asal, khususnya cara konflik orang tua diingat dan dimaknai, dapat membentuk ekspektasi mengenai kestabilan pernikahan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh persepsi konflik orang tua terhadap fear of marriage pada perempuan dewasa awal di Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain non-eksperimental cross-sectional. Responden berjumlah 161 perempuan belum menikah berusia 21-29 tahun, berdomisili di Kota Bandung, pernah menyaksikan konflik orang tua, dan diperoleh melalui convenience sampling dengan pertanyaan penyaring. Data dikumpulkan menggunakan Perceptions of Interparental Conflict-Short Form yang terdiri atas 8 item dan Gamophobia Scale yang terdiri atas 20 item. Adaptasi Bahasa Indonesia menunjukkan reliabilitas yang baik dengan Cronbach's alpha masing-masing sebesar 0,872 dan 0,940. Analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa persepsi konflik orang tua berpengaruh positif dan signifikan terhadap fear of marriage (B = 1,143; t = 13,657; p < 0,001). Model menjelaskan 54,0% variasi fear of marriage (R² = 0,540). Artinya, semakin tinggi paparan konflik orang tua yang dipersepsikan sering, penuh kemarahan, dan disfungsional, semakin tinggi fear of marriage. Temuan ini menegaskan pentingnya pengalaman keluarga asal dalam memahami kekhawatiran terhadap komitmen pernikahan jangka panjang.

Page 1 of 1 | Total Record : 1