cover
Contact Name
Restu Febriantura
Contact Email
rf154@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpmmedika@ums.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Muhamamdiyah Surakarta Kampus IV UMS, Jl. Ahmad Yani, Gonilan, Kartasura, Gonilan, Kec. Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57169
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika
ISSN : 27757951     EISSN : 27757943     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan atmosfer akademik, sebagai publikasi hasil pengabdian dari dosen, mahasiswa, praktisi dan masyarakat umum. Jurnal ini memuat hasil-hasil pengabdian masyarakat, terutama di bidang kesehatan dan kedokteran.
Articles 92 Documents
OPTIMALISASI PERAN KADER POSYANDU LANSIA DALAM PEMERIKSAAN TINGKAT KEMANDIRIAN, PENILAIAN RESIKO JATUH DAN PEMERIKSAAN STATUS KOGNITIF Bahtiar, Bahtiar; Nopriyanto, Dwi; Khumaidi, Khumaidi; Abdulloh, Ahmad Abdul Ghofar; Ahmad, Erwan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 6. No. 1, Maret 2026
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pengawasan dan pengelolaan posyandu lansia harus ditingkatkan khususnya di wilayah Puskesmas Bengkuring Kota Samarinda. Hasil wawancara dan observasi menunjukkan bahwa banyak kader posyandu lansia yang belum memahami standar kementerian kesehatan untuk mengelola posyandu lansia. Akibatnya, pelayanan kesehatan yang diberikan kepada lansia belum optimal. Oleh karena itu,  tujuan dari kegiatan pengabdian masyarat ini adalah meningkatkan kapabilitas kader posyandu lansia di wilayah binaan Puskesmas Bengkuring Kota Samarinda dalam melakukan pemeriksaan status kognitif, skrining tingkat kemandirian, dan penilaian risiko jatuh yang selama ini belum mereka ketahui. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan dalam waktu dua hari dengan memberikan materi dalam bentuk ceramah, simulasi dan praktik. Adapun jumlah peserta sebanyak 20 orang dan kegiatan ini dilakukan evaluasi pre dan post test menggunakan instrumen pengetahuan dan keterampilan. Hasil pengabdian masyarakat didapatka peningkatan pengetahuan dari rata-rata  3 (kurang) menjadi 6 (Baik) dan keterampilan dari rata-rata 2 (kurang) menjadi 5 (baik) terkait pemberian pelatihan pemeriksaan status kognitif, skrining tingkat kemandirian, dan penilaian risiko jatuh pada kader posyandu lansia di Bengkuring, Kota Samarinda. Kegiatan ini mampu meningkatkan kualitas dan kemampuan kader terkait skrining khusus bagi lansia sehingga diharapkan kegiatan ini dapat direplikasi di tempat lain. Program ini berkontribusi terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan lansia berbasis komunitas.   ABSTRACT Supervision and management of the elderly posyandu must be improved, especially in the Bengkuring Health Center area of Samarinda City. The results of interviews and observations showed that many elderly posyandu cadres did not understand the health ministry standards for managing elderly posyandu. As a result, the health services provided to the elderly were not optimal and comprehensive. Therefore, the purpose of this community service activity is to increase the capability of elderly posyandu cadres in the area under the supervision of the Bengkuring Health Center, Samarinda City in conducting cognitive status checks, screening levels of independence, and assessing the risk of falls that they have not known so far. The results of community service found that there was an increase in knowledge and skills before and after the provision of training in checking cognitive status, screening the level of independence, and assessing the risk of falling on elderly posyandu cadres in Bengkuring, Samarinda City. This activity is able to improve the quality and ability of cadres related to special screening for the elderly who have rarely received attention so that it is hoped that this activity can be replicated in other places.
ANALISIS EFEKTIVITAS EDUKASI PENDIDIKAN SEKSUAL PADA ANGGOTA DHARMA WANITA RUMAH SAKIT ORTOPEDI SOEHARSO Prakoeswa, Flora Ramona Sigit; Dzikri, Dykall Naf'an; Wahidah, Wahidah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 6. No. 1, Maret 2026
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penyakit Menular Seksual (PMS) merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas edukasi seksual dalam meningkatkan pengetahuan anggota Dharma Wanita Rumah Sakit Ortopedi Soeharso tentang PMS. Metode yang digunakan adalah pre-test, penyuluhan, dan post-test menggunakan kuesioner STD-KQ yang telah divalidasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta, dengan penurunan persentase pengetahuan rendah dari 41,3% menjadi 4,3%, dan peningkatan pengetahuan tinggi dari 8,7% menjadi 39,1%. Analisis statistik menunjukkan perbedaan signifikan berdasarkan status perkawinan pada post-test (p=0,001). Kesimpulannya, edukasi seksual yang terstruktur efektif meningkatkan pengetahuan tentang PMS dan berpotensi mengurangi prevalensinya di komunitas. ABSTRACT Sexually Transmitted Diseases (STDs) are an increasing health concern in Indonesia. This study aimed to evaluate the effectiveness of sexual education in improving knowledge about STDs among Dharma Wanita members at Soeharso Orthopedic Hospital. The method used was pre-test, counseling, and post-test using the validated STD-KQ questionnaire. Results showed a significant increase in participants' knowledge, with a decrease in low knowledge percentage from 41.3% to 4.3%, and an increase in high knowledge from 8.7% to 39.1%. Statistical analysis revealed significant differences based on marital status in the post-test (p=0.001). In conclusion, structured sexual education effectively improves knowledge about STDs and has the potential to reduce their prevalence in the community.
EDUKASI DAN IMPLEMENTASI PEMBERIAN PROSTHESIS PADA PASIEN PASCA AMPUTASI TRANSTIBIAL AKIBAT DIABETES MELITUS Suprayogi, Dody; Ningsih, Cica Tri Mandasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 6. No. 1, Maret 2026
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang prevalensinya terus meningkat dan berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi serius, salah satunya amputasi ekstremitas bawah. Amputasi transtibial dapat menyebabkan keterbatasan fungsi dan menurunkan kualitas hidup penyandang disabilitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi serta implementasi pemberian transtibial prosthesis kepada pasien pasca amputasi transtibial akibat diabetes melitus guna meningkatkan kemandirian dan kemampuan fungsional. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi edukasi kesehatan, pemeriksaan dan asesmen pasien, pembuatan transtibial prosthesis, serta pelatihan penggunaan dan perawatan prosthesis. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerima prosthesis mampu melakukan aktivitas berjalan dengan lebih mandiri, meningkatkan kepercayaan diri, serta memahami pentingnya perawatan stump dan pengendalian gula darah. Kegiatan ini juga berperan sebagai sarana pengenalan layanan ortotik prostetik kepada masyarakat. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa edukasi yang disertai dengan pemberian dan pendampingan penggunaan prosthesis dapat meningkatkan kualitas hidup pasien pasca amputasi transtibial akibat diabetes melitus. ABSTRACT Diabetes mellitus is a chronic metabolic disease with an increasing prevalence and serious complications, including lower limb amputation. Transtibial amputation often results in functional limitations and reduced quality of life. This community service activity aimed to provide education and implement transtibial prosthesis provision for patients post transtibial amputation due to diabetes mellitus in order to improve functional independence. The methods included health education, patient assessment, fabrication of transtibial prosthesis, and training on prosthesis use and maintenance. The results showed that prosthesis recipients were able to walk more independently, demonstrated increased self-confidence, and gained better understanding of stump care and blood glucose control. This activity also served as an introduction to orthotic and prosthetic services for the community. In conclusion, education combined with prosthesis provision and usage assistance can effectively enhance the quality of life of patients following transtibial amputation due to diabetes mellitus.
TRANSFER OF KNOWLEDGE IBU HAMIL EMESIS GRAVIDARUM BERBASIS TERAPI NON FARMAKOLOGI MUSA ACUMINATA, AROMATERAPI CITRUS LEMON, DAN AKUPUNTUR TITIK PC6 Ilmiah, Widia Shofa; Maulina, Rifzul; Purwanti , Anik Sri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 6. No. 1, Maret 2026
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Mual muntah fisiologis dialami ibu hamil, namun biasanya dapat berlanjut menjadi hyperemesis gravidarum dengan prevalensi 1-2%. Kejadian emesis gravidarum biasanya terjadi pada trimester I dan normalnya akan berhenti setelah memasuki trimester II dan prevalensinya terjadi pada sebagian besar ibu hamil di Dunia yaitu sebesar 70%. Permasalahan yang terjadi pada ibu hamil di Kecamatan Singosari Kabupaten Malang yaitu ibu hamil yang mengalami emesis gravidarum belum tahu bagaimana cara mengatasi mual muntahnya dengan menggunakan terapi non farmakologi. Tujuan yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dalam Pencegahan dan Penanganan Ibu Hamil Emesis Gravidarum Berbasis Terapi Non Farmakologi Musa Acuminata, Aromaterapi Citrus Lemon dan Akupresur Titik PC6. Metode Pelaksanaan kegiatan menggunakan teknik pre-test post-test dengan intervensi transfer pengetahuan. Instrumen Booklet dan kuesioner. Hasil kegiatan Transfer of Knowledge bermakna positif dapat meningkatkan pengetahuan sasaran kegiatan. Diharapkan mereka lebih mandiri dalam mengelola gejala emesis gravidarum, serta meningkatkan kualitas hidup selama kehamilan dan adanya upaya berkelanjutan menyebarluaskan informasi dan pendidikan mengenai terapi non-farmakologi kepada masyarakat luas khususnya Musa Acuminata, aromaterapi citrus lemon dan akupuntur titik PC6. ABSTRACT Nausea vomiting are physiologically experienced by pregnant women, but they can often progress to hyperemesis gravidarum with a prevalence of 1-2%. The occurrence of emesis gravidarum usually happens in the first trimester and typically stops after entering the second trimester, affecting around 70% of pregnant women in the world. The issue faced by pregnant women in Singosari District, Malang Regency is that those who experience emesis gravidarum are not aware of how to manage their nausea vomiting using non-pharmacological. The aim is to increase knowledge in the Prevention and Management of Emesis Gravidarum Based on Non-Pharmacological Therapy using Musa Acuminata, Citrus Lemon Aromatherapy, PC6 Acupressure. Methods of implementation uses pre-test post-test with interventions by transfer of knowledge. The instruments used booklets and questionnaires. The results indicate that the transfer of knowledge has a positive significance in enhancing the knowledge of the target activities. It is hoped that they will become more independent in managing the symptoms of emesis gravidarum, as well as improving their quality of life during pregnancy and the ongoing efforts to disseminate information and education about non-pharmacological therapies to the society, particularly Musa Acuminata, citrus lemon aromatherapy and acupuncture PC6 point.
SKRINING DAN EDUKASI ANEMIA PADA SISWI SMP MUHAMMADIYAH 7 PROGRAM UNGGULAN COLOMADU KARANGANYAR Bestari, Rochmadina Suci; Aisyah, Riandini; Busyra; Mahmuda, Iin Novita Nurhidayati; Sulistyani; Kamila, Aulida Azkia; Ripdianti, Arum Dyah; Kadarsih, Wulan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 6. No. 1, Maret 2026
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kesehatan remaja merupakan isu publik yang signifikan secara global dan di Indonesia. Faktor-faktor seperti kebiasaan gaya hidup dan kurangnya pengetahuan berkontribusi terhadap masalah ini, termasuk anemia. Anemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting di Indonesia, dengan prevalensi tinggi pada remaja putri. Kegiatan ini bertujuan untuk skrining anemia dan memberi edukasi tentang anemia pada siswi SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan Colomadu. Kegiatan ini dilaksanakan pada 19 Februari 2025, melibatkan 22 siswi kelas 7, 8, dan 9 di SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan Colomadu. Metode yang digunakan adalah skrining Hb dan edukasi tentang anemia, termasuk pengisian kuesioner pengetahuan. Hasil skrining menunjukkan 9,09% siswi menderita anemia. Rata-rata skor pengetahuan adalah 10,5. Analisis uji-t independen menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara skor pengetahuan siswi yang anemia dan yang tidak anemia (p = 0,917). Hal ini menyimpulkan bahwa pengetahuan bukan satu-satunya faktor penentu status anemia, karena faktor lain seperti nutrisi dan pola makan juga berperan dalam kondisi anemia. ABSTRACT Adolescent health is a significant public issue globally and in Indonesia. Factors such as lifestyle habits and lack of knowledge contribute to this problem, including anemia. Anemia remains an important public health issue in Indonesia, with a high prevalence among adolescent girls. This activity aims to screen for anemia and provide education about anemia to female students at SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan Colomadu. This activity was conducted on February 19, 2025, involving 22 female students in grades 7, 8, and 9 at SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan Colomadu. The methods used were Hb screening and education about anemia, including filling out a knowledge questionnaire. The screening results showed that 9.09% of female students suffered from anemia. The average knowledge score was 10.5. Independent t-test analysis showed that there was no statistically significant difference between the knowledge scores of students with anemia and those without anemia (p = 0.917). This concludes that knowledge is not the only determining factor for anemia status, as other factors such as nutrition and diet also play a role on anemia condition.
IMPLEMENTASI PROGRAM EDUKASI DISLIPIDEMIA UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU HIDUP SEHAT Puspitasari, Metana; Yusuf, Muhammad; Dianes, Zulfiona
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 6. No. 1, Maret 2026
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dislipidemia merupakan kelainan metabolik yang ditandai ketidakseimbangan kadar lipid dan lipoprotein dalam sirkulasi darah yaitu berupa hiperkolesterolemia, hipertrigliseridemia, peningkatan LDL, atau rendahnya kadar HDL dalam darah, yang menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Kondisi ini sering tidak menunjukkan gejala (silent disease) sehingga banyak kasus tidak terdeteksi secara dini. Rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat tentang dislipidemia merupakan hambatan dalam implementasi strategi pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular. Kegiatan pengabdian ini mempunyai tujuan untuk menambah pemahaman masyarakat mengenai faktor risiko, dampak, dan usaha promotif serta preventif terhadap dislipidemia. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan dan diskusi interaktif yang melibatkan 20 ibu-ibu warga Tirtasani Residence di Kabupaten Karanganyar. Desain pengabdian masyarakat yang digunakan adalah pre-test dan post-test, dengan analisis data dilakukan melalui uji Wilcoxon. Terdapat peningkatan signifikan pada rata-rata skor pengetahuan dari 41,87 sebelum penyuluhan menjadi 91,87 setelah penyuluhan, dengan nilai p < 0,001. Namun, peningkatan pengetahuan memerlukan strategi intervensi berkelanjutan untuk mendorong perubahan perilaku jangka panjang yang nyata dan berdampak. ABSTRACT Dyslipidemia is a metabolic disorder characterized by an imbalance in lipid and lipoprotein levels in the blood circulation, namely an hypercholesterolemia, hypertriglyceridemia, LDL or a low HDL levels in the blood, which serve as major risk factors for cardiovascular disease. This condition often presents without symptoms (a silent disease), resulting in many cases going undetected. The low level of public awareness regarding dyslipidemia remains a challenge in efforts to prevent and control non-communicable diseases. This community service activity aimed to improve public understanding of the risk factors, impacts, as well as promotive and preventive efforts related to dyslipidemia. The activity was carried out in the form of health education and interactive discussions involving 20 women residents of Tirtasani Residence, Karanganyar Regency. A pre-test and post-test design was utilized, with the Wilcoxon test applied for data analysis. The average knowledge score increased significantly from 41.87 to 91.8 following the educational session, with a p-value <0.001. However, improved knowledge requires sustained intervention strategies to drive real, long-term behavioral change with lasting impact.
PENINGKATAN PEMAHAMAN KESEHATAN MENTAL DAN STRATEGI PEER-SUPPORT MELALUI MEDIA CHANNEL WHATSAPP Damayanti, Imas; `Maryani, Ineu; Purnamadhewi, Virama Indaswari; Zulfa, Nysa Ro Aina; Heryati, Euis; Romadhona, Nur Faizah; Ruhayati, Yati; Syafi’i, Abdi Wadud; Dwipa, Fariza Az-Zahra Cahya; Abdillah, Salim; Sovia, Eska
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 6. No. 1, Maret 2026
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Mahasiswa angkatan 2022 hingga 2025 tergolong generasi yang rentan terhadap gangguan kesehatan mental akibat berbagai tekanan yang dihadapi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran UPI dengan pendekatan kedokteran jiwa dan bimbingan konseling, bertujuan meningkatkan pemahaman kesehatan mental, strategi dukungan teman sebaya, serta menginisiasi Channel WhatsApp sebagai media sosial berisi konten positif. Kegiatan diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) bersama tim PKM, narasumber dari RSJ Provinsi Jawa Barat, BKPK UPI, Poliklinik UPI, dan perwakilan mahasiswa. Selanjutnya, dilakukan seminar oleh dokter spesialis kejiwaan, diikuti oleh 40 mahasiswa dari seluruh fakultas UPI secara luring dan 15 mahasiswa dari Kampus Daerah UPI secara daring. Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan penulisan konten positif media sosial dan peluncuran Channel WhatsApp Great Mental Health – FK UPI IDN, lalu ditutup dengan evaluasi. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan mahasiswa mengenai kesehatan mental yang diharapkan dapat disebarkan ke lingkungan fakultas masing-masing, serta terbentuknya platform edukatif digital yang menyajikan konten berkualitas tentang kesehatan mental. ABSTRACT Students enrolled between 2022 and 2025 are highly vulnerable to mental health issues due to various challenges they face. This community service program (CSP), initiated by the Faculty of Medicine Universitas Pendidikan Indonesia, aims to promote mental health awareness and peer support strategies. It began with a focus group discussion (FGD) involving the CSP team, experts from the West Java Provincial Mental Hospital, UPI’s counselling services, the UPI Polyclinic, and student representatives. The program continued with a seminar led by a psychiatric specialist, attended by 40 offline student representatives from all UPI faculties and 15 online participants from regional campuses. This was followed by training on creating positive social media content and the launch of the Great Mental Health - FK UPI IDN WhatsApp Channel. The program concluded with an evaluation. As a result, students gained increased mental health knowledge expected to be disseminated within their faculties, alongside the creation of a digital platform providing accessible, educational mental health content.
EDUKASI PENCEGAHAN DENGUE DAN PEMANFAATAN TANAMAN PENGUSIR NYAMUK BAGI PEKERJA PERTAMANAN HOTEL DI KAWASAN PARIWISATA Setiabudy, Marta; Widhidewi, Ni Wayan; Sanjaya, I Gusti Agus Mahaputra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 6. No. 1, Maret 2026
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi dengue masih menjadi masalah kesehatan yang menguakitrkan baik pada masyarakat escara umum maupun wisatawan yang berlibur di Bali secara khusus. Mitra adalah pekerja peertamanan di kawasan hotel di Nusa Dua yang memiliki permasalahan berupa kurangnya pemahaman tentang penyakit demam dengue, identifikasi tempat perindukan nyamuk serta pemanfaatan tanaman pengusir nyamuk Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pekerja pertamanan hotel dalam pencegahan dengue melalui pendekatan edukasi berbasis lingkungan. Metode kegiatan meliputi penyuluhan interaktif, pelatihan budidaya tanaman pengusir nyamuk, serta pemberian bibit dan suplemen kesehatan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kemampuan peserta dalam menerapkan pencegahan dengue secara praktis di area kerja. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa edukasi terpadu dan budidaya tanaman pengusir nyamuk efektif dalam meningkatkan kesadaran mitra serta mendorong keberlanjutan upaya pengendalian dengue berbasis lingkungan. Kata Kunci: Dengue, Tanaman Pengusir Nyamuk, Hotel
PENGUATAN KEPEMIMPINAN DAN TANTANGAN MANAJERIAL DALAM ERA DIGITAL DI RUMAH SAKIT Fauziyah, Nida Faradisa; Alfajri, Asri; Romadhon, Yusuf Alam; Ichsan, Burhannudin; Nuryulia, Aflit; Yanto, AY; Ariyanto, Hani; Ayu, Nendika Dyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 6. No. 1, Maret 2026
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pada era digitalisasi saat ini, kepemimpinan dan tantangan digitalisasi sering menjadi permasalah banyak rumah sakit  Indonesia. Terkait permasalahan tersebut maka perlu dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema yang dilaksanakan untuk menjawab permasalahan kepemimpinan dan tantangan digitalisasi yang dihadapi RS PKU Karanganyar. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkuat kompetensi manajerial dan kepemimpinan kepala unit melalui pengembangan keterampilan kepemimpinan transformatif, komunikasi efektif, pengambilan keputusan berbasis data, serta sinergi multidisiplin. Pengabdian yang dilakukan menggunakan metode workshop, Focus Group Discussion (FGD), penyusunan modul pelatihan, serta pengembangan Standart Operational Procedure  SOP terkait kepemimpinan dan digitalisasi rumah sakit. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan peserta. Peningkatan yang signifikan salah satunya terlihat dari kenaikan skor post-test dibandingkan skor pre test. Selain itu, peningkatan kualitas diskusi dan tersusunnya SOP merupakan luaran yang dapat dihasilkan pada kegiatan ini. Keberlanjutan kegiatan salah satunya dapat dilihat dari implementasi serta monitoring penggunaan SOP terkait kepemimpinan dan digitalisasi di rumah sakit. Kegiatan ini juga menghasilkan forum kolaborasi lintas unit yang memperkuat koordinasi berkelanjutan. Pada evaluasi akhir dapat disimpulkan bahwa program berhasil mencapai tujuan penguatan kepemimpinan serta mendorong budaya kerja kolaboratif. ABSTRACT In today's era of digitalisation, leadership and the challenges of digitalisation are often issues in Indonesian hospitals. In relation to these issues, it is necessary to carry out community service activities with themes that address the leadership and digitalisation challenges faced by PKU Karanganyar Hospital. This community service programme aims to strengthen the managerial and leadership competencies of unit heads through the development of transformative leadership skills, effective communication, data-based decision making, and multidisciplinary synergy. The community service was carried out using workshops, focus group discussions (FGDs), the development of training modules, and the development of standart operasional procedure (SOPs) related to hospital leadership and digitalisation. The results of the activity showed a significant increase in participants' understanding and skills. One of the significant improvements was seen in the increase in post-test scores compared to pre-test scores. In addition, the improvement in the quality of discussions and the formulation of SOPs were the outputs that could be produced in this activity. The sustainability of the activity can be seen from the implementation and monitoring of the use of SOPs related to leadership and digitalisation in hospitals. This activity also resulted in a cross-unit collaboration forum that strengthened ongoing coordination. The final evaluation concluded that the programme successfully achieved its objectives of strengthening leadership and promoting a collaborative work culture.
PENYULUHAN NEUROPATI DIABETIK SEBAGAI UPAYA PROMOTIF DAN PREVENTIF PADA LANSIA DI PANTI USIA LANJUT: STUDI PRE-EKSPERIMENTAL PRETEST–POSTTEST Arifinnia, Salwa Ghaisani Syariifah; Asmara, Desilva Zahra; Putra, I Gede Budiastra Yandita; Arolia, Avika Dhya; Sari, Indah Puspita; Mahsunah, Kiki Faizatul; Safitri, Aisyah Nur; Tolibin, Restu Triwulandani; Kusumaningsih, Dwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 6. No. 1, Maret 2026
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Lansia merupakan kelompok usia yang rentan terhadap penyakit degeneratif, termasuk diabetes melitus dan komplikasinya seperti neuropati diabetik, yang dapat menurunkan kualitas hidup dan kemandirian. Panti Usia Lanjut Aisyiyah Sumber Surakarta menampung 28 lansia perempuan berusia 62 tahun hingga 86 tahun dengan tingkat keterbatasan mobilitas yang beragam, sehingga diperlukan upaya promotif dan preventif yang terstruktur. Permasalahan utama mitra adalah rendahnya pengetahuan lansia mengenai neuropati diabetik dan belum optimalnya deteksi dini risiko diabetes. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia tentang neuropati diabetik serta melakukan skrining awal melalui pemeriksaan gula darah sewaktu. Metode pelaksanaan meliputi pemeriksaan gula darah sewaktu, pretest pengetahuan, penyuluhan kesehatan yang disampaikan melalui presentasi, leaflet, dan poster dengan pendekatan kesehatan dan nilai Islam, serta posttest sebagai evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan data pretest dan posttest terdistribusi normal (p>0,05) dan terdapat peningkatan pengetahuan yang bermakna secara statistik berdasarkan uji paired samples t-test (p<0,001). Kesimpulan kegiatan ini menunjukkan bahwa penyuluhan neuropati diabetik efektif meningkatkan pengetahuan lansia dan berpotensi menjadi upaya promotif dan preventif yang berkelanjutan di lingkungan panti usia lanjut. ABSTRACT Older adults are a population group that is highly vulnerable to degenerative diseases, including diabetes mellitus and its complications such as diabetic neuropathy, which may significantly reduce quality of life and functional independence. Aisyiyah Sumber Orphanage in Surakarta accommodates 28 female older adults aged 60 until 86 years, with varying levels of mobility limitation, highlighting the need for structured promotive and preventive health interventions. The main problems faced by the partner institution are limited knowledge of diabetic neuropathy among residents and the lack of early detection of diabetes risk. This activity aimed to improve older adults’ knowledge and awareness of diabetic neuropathy and to conduct early screening through random blood glucose testing. The methods included random blood glucose examination, a hookup, pretest assessment, health education delivered through presentations, leaflets, and posters incorporating health education and Islamic perspectives, and a posttest evaluation. The results showed that pretest and posttest data were normally distributed (p>0.05), with a statistically significant increase in knowledge after the intervention based on the paired samples t-test (p<0.001). In conclusion, diabetic neuropathy health education is effective in increasing older adults’ knowledge and has the potential to serve as a sustainable promotive and preventive strategy in institutional elderly care settings.

Page 9 of 10 | Total Record : 92