cover
Contact Name
Mohammad Ischak
Contact Email
m.ischak@trisakti.ac.id
Phone
+62818871266
Journal Mail Official
akal@trisakti.ac.id
Editorial Address
Universitas Trisakti - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Gedung M lantai 11 Jl. Kyai Tapa No. 1, Grogol Jakarta 11440 Indonesia
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal
Published by Universitas Trisakti
ISSN : -     EISSN : 27471128     DOI : https://doi.org/10.25105/akal
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan lokal merupakan jurnal ilmiah multidisiplin yang menyajikan artikel implementasi IPTEK yang berorientasi pada penyelesaian permasalahan di masyarakat. Jurnal ini merupakan sarana bagi Dosen, Komunitas, Mahasiswa dan Masyarakat pada umumnya untuk menyebarluaskan hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat berbasis penelitian. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali selama setahun pada bulan Agustus dan Febuari. Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan lokal menerima naskah dari berbagai disiplin keilmuan terutama dalam upaya peningkatan kapasitas dan kualitas kehidupan masyarakat di semua bidang kehidupan, seperti : 1. Pemberdayaan Masyarakat, Sosialisasi dan Implementasi Teknologi Tepat Guna Layanan Masyarakat, Partisipasi Masyarakat, dan Kearifan Lokal 2. Pendampingan kepada UMKM dan sektor ekonomi rakyat lainnya 3. Peningkatan kualitas permukiman 4. Pendidikan dan Kesehatan Masyarakat untuk Pembangunan Berkelanjutan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 133 Documents
TINGKAT PENGETAHUAN TALASEMIA, PENYAKIT MENULAR SEKSUAL DAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA USIA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Wratsangka, Raditya; Tungka, Endrico Xavierees; Krishna Murthi, Aditya; Gushaendri, Idman; Shafia, Faiza
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/akal.v5i1.18287

Abstract

This PKM Activity aims to determine the level of knowledge of adolescents about thalassemia, sexually transmitted diseases, and reproductive health. The method used in this PKM is material presentation/ counseling and direct interviews using a questionnaire linked to the Google Form application. The results of this PKM activity were obtained as follows; The source of information that plays a dominant role in conveying sexually transmitted infections-HIV/AIDs is the internet, namely 57(53.4%). As many as 76(70.4%) students did not know about thalassemia. Surveys on sexually transmitted diseases/AIDs show that the average junior high school teenager has sufficient knowledge, namely above 50%. Surveys on reproductive health knowledge show that the average junior high school teenager has good knowledge about the physical changes that occur during puberty, including; 1) an Increase in muscle mass (30%), 2) a change in voice (71.8%), 3) hair growth on the face and pubic area (95%), 4) increased sex drive (33.6%). 5) enlarged breasts (17.3%), 6) menstruation started (40.9%). A survey limited to female respondents showed that the level of knowledge about the female reproductive cycle related to the fertile period in junior high school teenagers was around 24 (43.3%) respondents, but 30 (50%) respondents did not know this. The level of knowledge about the fertile period and the possibility of pregnancy occurring in that period are: 1) the response of not knowing was 26 (43.3%), people, 2) immediately after menstruation ended 14 (23.3%), 3) in the middle between two menstruations as many as 14 (23.3%). From the results obtained, it can be concluded that the level of knowledge of junior high school adolescents regarding thalassemia is still very poor, while for sexually transmitted infections and reproductive health, it is at an average level. It is hoped that after participating in PKM, teenagers will have a better level of knowledge than before.
PELATIHAN DESAIN RUMAH TRADISIONAL SUNDA KAMPUNG ADAT KASEPUHAN SINAR RESMI, CISOLOK-SUKABUMI Walaretina, Rita; Popi Puspitasari; Agustin R. Lakawa
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/akal.v5i1.18448

Abstract

Kampung Adat Kasepuhan Sinar Resmi dalam kehidupan sehari-hari masih memegang nilai-nilai serta aturan-aturan dalam bermukim. Masyarakat serta organisasi adat pada perkampungan ini tetap memandang sebuah rumah tidak hanya sebagai tempat tinggal dan tempat bernaung, namun terdapat dimensi citra yang menyebabkan adanya pemaknaan pada bangunan serta ruang tempat tinggalnya.  Pada saat ini pembangunan rumah tradsional Sunda yang dilakukan secara turun temurun hanya mengandalkan ahli atau tukang bangunan dikenal dengan istilah tukang bas. Pada umumnya rumah-rumah tradisonal Sunda yang terdapat di Sinar Resmi masih terpelihara dengan baik, namun demikian terdapat pula rumah-rumah baru yang terlihat berbeda dengan rumah tradisonal yang ada.  Pertumbuhan rumah-rumah baru ini tidak dapat dihindari sejalan dengan berkembangnya populasi, meningkatnya kebutuhan masyarakat serta arus modernisasi. Untuk menjaga keberlanjutan akan citra perkampungan adat tradisional Sunda, maka dirasakan perlu memberikan pelatihan kepada masyarakat setempat dalam melakukan proses desain yang masih tetap mempertahankan nilai-nilai lokal. Pengumpulan data lapangan serta penggambaran rancangan rumah tinggal asli sebagai data awal menjadi bahan utama dalam melakukan pelatihan ini. Melalui pendekatan partisipatori dan diskusi mendalam yang melibatkan masyarakat setempat, maka pembangunan dan pengembangan rumah tinggal diharapkan tetap memegang nilai dan aturan yang telah berlangsung sejak lama. Dengan demikian maka permukiman yang selaras dengan alam akan terjaga keberlanjutannya.
PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN PERMUKIMAN SEHAT DAN HIJAU DI RW 01, KELURAHAN MOJO, KOTA SURAKARTA Widodo, Candraningratri Ekaputri; Rahayu, Murtanti Jani; Rini, Erma Fitria; Astuti, Winny; Andini, Isti; Mukaromah, Hakimatul; Rahayu, Paramita; Permana, Raden Chrisna Trie Hadi; Pujantiyo, Bambang
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/akal.v5i2.18470

Abstract

Setiap individu pasti menginginkan tinggal di lingkungan yang bersih dan alami. Memiliki lingkungan tempat tinggal yang sehat memiliki banyak manfaat positif, seperti mendukung kesehatan fisik dan mental penghuni, mengurangi risiko kecelakaan dan bencana, mendorong produktivitas, dan membuat lingkungan terlihat indah secara visual. Menurut World Health Organization (WHO), terdapat beberapa syarat untuk memiliki lingkungan sehat, seperti udara bersih, iklim yang stabil, pasokan air yang memadai, sanitasi yang baik, penggunaan bahan kimia yang aman, perlindungan dari radiasi, lingkungan kerja yang aman, pertanian yang berkelanjutan, kota yang mendukung kesehatan, dan pelestarian alam. Mewujudkan permukiman sehat dan alami di kawasan perkotaan memiliki tantangan tersendiri karena kepadatan penduduk, pembangunan yang sudah ada, dan dampak urbanisasi. Tantangan yang sama dihadapi oleh RW 01 Kelurahan Mojo, di Kota Surakarta, yang yang merupakan kawasan yang ditata dengan konsep peremajaan dan konsoldasi lahan. Dalam upaya untuk menciptakan kesadaran dan inisiatif masyarakat di RW 01 Kelurahan Mojo untuk menciptakan lingkungan sehat dan alamiah, dilakukan kegiatan sosialisasi permukiman sehat dan kegiatan penanaman pohon bersama. Harapannya, upaya ini dapat menjadi contoh baik bagi permukiman perkotaan lain di Indonesia.
PENINGKATAN KUALITAS HUNIAN PADA PERMUKIMAN PADAT DI RW 02, KELURAHAN KRENDANG, JAKARTA BARAT: - Widiarso, Tulus Widiarso; Karista, Ardilla Jefri; Rintawati, Dewi
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/akal.v5i2.18478

Abstract

The settlement in RW 02, Krendang sub-district, Tambora district, West Jakarta, is a dense and unorganized urban settlement resulting from an unplanned incremental growth process. Apart from poor environmental sanitation conditions, this settlement has a low quality of residential space with very limited natural lighting and ventilation due to the closeness of the buildings and the lack of open space. This settlement is the location for implementing a community service program which aims to help the West Jakarta government deal with the city's slum problem by involving community participation to improve the quality of residential space. The initial program in 2023 aims to open people's minds about the importance of healthy residential spaces, and to make this happen can be done using simple, low-cost methods. In the next stage, sustainable programs will be continued until a model of healthy, low-cost housing is realized in this settlement. A series of community service activities have been carried out with the culmination of counseling activities for social treatment to build collective insight and awareness among residents. The counseling took place at the community hall, attended by RW administrators as well as RT representatives and community leaders within RW 02. The counselor team used pictures of simulation designs for the renovation of multi-purpose buildings and pre-school children's education in RW 02 as counseling aids. Based on pre-test and post-test data through filling out questionnaires by participants, it shows a significant increase in collective awareness regarding the program objectives.
KONSULTASI DESAIN PENTINGNYA SIRKULASI UDARA YANG BAIK DI RUANG LUAR KOMUNAL Inavonna, Inavonna; Rosnarti, Dwi; Herlina, Liana; Kusumawati, Lili
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/akal.v5i2.18496

Abstract

Jumlah penduduk di Kelurahan Petamburan adalah 21,3% dari jumlah keseluruhan penduduk di Kecamatan Tanah Abang. Kelurahan Petamburan merupakan kelurahan yang memiliki tingkat kepadatan paling tinggi di kecamatan Tanah Abang. Namun juga terdapat RW yang sangat aktif didalam organisasi masyrakatnya. RW tersebut adalah RW. 03 dimana RW ini juga yang merupakan RW terpadat dalam satu kelurahan Petamburan. RW ini terdiri dari 16 RT, dari jumlah RT dalam satu RW sangatlah beralasan jika dikatakan wilayah RW ini sangat padat. Satu RT terbentuk karena ada minimal 37 kepala keluarga. Dengan kondisi perumahan yang cukup padat, maka ruang luar yang ada selain berfungsi sebagai jalur pedestrian tetapi juga difungsikan sebagi ruang komunal. Dari pengamatan sementara, ruang bersama atau komunal dan jalur pedestrian yang sehari-hari digunakan, beberapa tempat terasa sirkulasi udaranya kurang. Permasalahan yang timbul di masyarakat RW 03 kelurahan Petamburan Jakarta Pusat, yang diangkat sebagai fokus dari program pengabdian masyarakat kali ini adalah rendahnya kualitas sirkulasi udara di ruang luar komunal, karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran kolektif serta terbatasnya kemampuan ekonomi masyarakat untuk memperbaikinya. Tujuan yang hendak dicapai pada tahap ini adalah membuka wawasan masyarakat akan pentingnya ruang luar komunal yang sehat dan dapat dilakukan dengan cara-cara sederhana berbiaya murah. Agar supaya terbangunnya kesadaran warga untuk berinisiatif mewujudkan fisik ruang luar komunal dengan menerapkan desain tepat guna memanfaatkan sumber daya yang tersedia.
PENDAMPINGAN PERANCANGAN PEMANFAATAN RUANG LUAR DI KAWASAN RUSUNAWA ROROTAN IV, JAKARTA UTARA Karista, Ardilla Jefri; Widiarso, Tulus; Purnomo, Endhi Ibuhindar; Fauzi, Reza; Salsabilla
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/akal.v5i2.18507

Abstract

Wilayah Rusunawa Rorotan memiliki area luar yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh warga penghuni rusun. Lahan yang tidak diolah dan sedikitnya interaksi di ruang luar merupakan bukti bahwa ruang luar tersebut belum dioptimalkan penggunaannya. Hal ini dikarenakan kondisi ruang luar belum memadahi untuk warga penghuni berkegiatan dan berinteraksi di dalamnya. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman dan peran warga penghuni sebagai komunitas lokal untuk ikut merancang penggunaan ruang luar rusunawa terutama dalam hal interaksi sosial, pemanfaatan ruang dan kenyamanan pengguna. Sehingga, warga penghuni memiliki panduan praktis mengenai upaya pemanfaatan ruang luar sesuai dengan kebutuhan mereka. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah dengan melibatkan partisipasi aktif warga penghuni dalam merencanakan dan merancang ruang luar sesuai dengan kebutuhan mereka. Rencana kegiatan diawali dengan survey awal, identifikasi masalah dan pembahasan rencana program. Kemudian dilanjutkan audiensi dengan mitra untuk menentukan peserta sasaran. Kegiatan dilaksanakan secara luring dengan melibatkan perwakilan warga penghuni rusunawa dalam diskusi-diskusi untuk merancang ruang luar. Dari kegiatan yang dilaksanakan, warga penghuni memiliki kecenderungan menggunakan ruang luar pada sore hari dengan durasi paling lama selama 2 jam dan secara spesifik memilih lokasi yang berada di dekat unit hunian mereka. Dalam proses perancangan menggunakan simulasi secara 3D untuk membantu membayangkan penggunaan ruang luar berdasarkan lokasi, waktu kegiatan dan luas ruang pada setiap area ruang luar rusunawa. Visualisasi 3D tersebut dirasa berhasil membantu warga penghuni mendapatkan gambaran konkret tentang kegiatan di luar ruangan. Sehingga, pemanfaatan ruang luar dapat ditingkatkan dengan memperhatikan preferensi pengguna untuk menciptakan lingkungan tempat tinggal yang sesuai dengan harapan warga penghuni.
PERCONTOHAN RANCANGAN GREEN CO-SPACE PADA PERMUKIMAN PADAT DI RW 02 KELURAHAN KRENDANG JAKARTA BARAT Fadhilah, Arief; Indartoyo, Indartoyo; Budiarti, Ratih; Sejati, Wahyu
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/akal.v5i2.18524

Abstract

Kelurahan Krendang memiliki permasalahan mendasar sebagai salah satu kawasan terpadat di DKI Jakarta, bahkan Asia Tenggara. Dengan luas ruang terbuka hijau +2,86% dari total luas Kelurahan Krendang, dan kepadatan penduduk ­­+78.000 penduduk/km2 semakin menambah permasalahan turunan berikutnya dimana ruang terbuka publik yang ada tidak dapat mengakomodir kebutuhan warga untuk berinterasksi, bersosialisasi, dan berkomunal.  Penyediaan sarana dan prasarana lingkungan di kawasan ini dapat dikatakan belum memenuhi persyaratan minimal pelayanan lingkungan, khususnya ruang publik atau ruang komunal. Berdasarkan data eksisting melalui JakartaSatu, luas ruang terbuka hijau di Kelurahan Krendang hanya +2,86% dari total luas Kelurahan Krendang, sangat jauh dari standar minimal ruang terbuka hijau publik yaitu 20% dari luas kawasan terkait. PkM ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan teknis kepada warga untuk mengoptimalkan ruang sosial-komunal yang ada, melalui percontohan rancangan Green Co-Space. Metode yang digunakan adalah dengan pendekatan participatori Masyarakat dalam menentukan potensi dan masalah, hingga ditetapkan fasilitas sosial-komunal sekolah Nurul Wihdah sebagai objek percontohan. Hasil kegiatan PkM ini berupa gambaran rancangan Green Co-Space sekolah Nurul Wihdah, yang kemudian dipaparkan dan didiskusikan bersama warga. Implikasi dari PkM ini memperlihatkan pemahaman masyarakat meningkat 18-27% dibandingkan sebelum dilaksanakannya PkM, tentang pentingnya ruang komunal yang green, yang mengintegrasikan ruang dalam dan ruang luar. 
MANAJEMEN UMKM (EKONOMI KREATIF DAN MANDIRI) Soekarno, Didien Suhardini; SD, Triwulandari; Sasongko, Agung; Mardjono, Rully; Akbari, Annisa Dewi
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/akal.v5i1.18556

Abstract

Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah PT TIJ perlu dibantu dalam perumusan Business Model Canvas (BMC), mengidentifikasi budaya organisasi dan yang dirasakan serta Kepemimpinan yang sesuai untuk industry kreatif dan mandiri di bidang industri fashion tas Wanita. Metode yang digunakan adalah wawancara untuk perumusan Business Model Canvas, penyebaran kuesioner untuk mengidentifikasi budaya organisasi, serta pelatihan dan pendampingan untuk tipe kepemimpinan yang dapat mendorong kreativitas dan inovasi. Luaran berupa HKI untuk Business Model Canvas dan paparan presentasi pelatihan ekonomi kreatif dan mandiri. Business Model Canvas dapat digunakan sebagai pegangan bagi jajaran manajemen menengah untuk pengembangan bisnisnya. Hasil pengolahan data dari 16 responden Budaya Organisasi sedikit didominasi oleh budaya Clan (kekeluargaan) dan perhatian pada detil (attention to detail) dan mementingkan kerja tim. Budaya yang diharapkan adalah budaya adhokrasi yang membutuhkan kemampuan beradaptasi, fleksibilitas dan kreativitas, serta ketidakpastian. Materi presentasi dapat meningkatkan pengetahuan tentang apa dan bagaimana mengidentifikasi budaya organisasi, serta merubah gaya Kepemimpinan transformasional dan bedasar nilai. Kuesioner yang disusun dan disebarkan sebelum pelatihan berdasarkan Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI) dan budaya organisasi Robbins sebagian variable tidak valid dan variable yang valid semua budaya organisasi reliabel kecuali untuk budaya klan tidak reliabel. Pelatihan diikuti sebayak 22 orang staf dan manajemen menengah, peserta sangat antusias menghendaki diadakan lagi kegiatan semacam ini. Implikasi PKM membantu pengembangan kuliah Kewirausahaan, perancangan organisasi dan menejemen industri serta dan penelitian/tugas akhir mahasiswa mengenai budaya organisasi dan kinerja serta membantu mahasiswa yang ingin ikut program kreativitas mahasiswa
DIGITALISASI DATA SPASIAL DESA MELALUI APLIKASI ARCGIS SEBAGAI BENTUK ADAPTASI PERKEMBANGAN SISTEM INFORMASI DAN KEBIJAKAN BIG DATA Rahayu, Murtanti Jani; Rahayu, Ayu Retining; Fitrianto, Dito Suryo
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/akal.v5i2.18664

Abstract

Program satu data merupakan program yang berupaya untuk mengintegrasikan informasi geospasial untuk memaksimalkan pemanfaatan informasi spasial serta mempermudah pembagian dan penggunaan informasi geografi untuk kemajuan kawasan dan ilmu pengetahuan. Namun, dalam implementasi program ini terdapat kendala dan tantangan yang dihadapi. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan aparatur kelurahan dalam penggunaan teknologi berbasis geospasial dan belum adanya database terkait data spasial. Tantangan ini terjadi pada Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, tepatnya pada Kelurahan Baluwarti, Gajahan, dan Kelurahan Pasar Kliwon. Sehingga diperlukan strategi peningkatan kapasitas aparatur kelurahan dalam penggunaan teknologi berbasis geospasial. Strategi ini dapat dilakukan melalui digitalisasi data dan informasi desa berbasis arcgis. Metode yang dilakukan meliputi observasi, wawancara, dan praktik. Kegiatan ini dilakukan melalui beberapa program yang meliputi penyusunan system informasi geografis dan metadata kelurahan, seperti data administrasi wilayah, data infrastruktur dan data spasial kelurahan lainnya serta memberikan pelatihan pemutakhiran/update dan penggunaan data berbasis arcgis. Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan database terkait data spasial, pemetaan potensi dan masalah desa serta kemampuan kepada aparatur kelurahan dalam penggunaan aplikasi arcgis.
PEMASANGAN LAMPU TAMAN MENGGUNAKAN SOLAR CELL SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNARIF DI KELURAHAN BENDUNG KOTA SERANG Irlan, Ade Okvianti; Herlina, Liana; Hermawan, Fahmy; Kurniyaningrum, Endah; Rizkina, Salwa Zahra; Herprioningrum, Maharani
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/akal.v5i2.18685

Abstract

Solar cell are a technology that converts sunlight into electrical energy. Solar energy can produce up to 156.486 MW of power, a langer amount when compared to other renewable energy sources. Indonesia is a country located in the equatorial route, which receives sufficient amount of sunlight throughout the year, with an average eye-day radiation intensity of about 4.8 kWh/m2 per day throughout Indonesia. Especially in the Jakarta area, the DKI Provincial Government had released the Governor’s Instruction (InGub) Number 66 of 2019 on air quality control, one of the points of the InGub is the installation of PLTS to minimize air pollution in Jakarta. The Jakarta Provincial Government will instal solar panels in local government buildings, school buildings, sports halls and health facilities. DKI Education Agency Head Ratiyono said that there are now 100 schools that have installed solar panels.  The method used is a presentation using a power point on how to apply solar panels so that the material can reach participants using attractive visuals and direct practice. By continuing the program of DKI Provincial Government, therefore, as academicians we try to provide understanding, socialization and piloting PLTS in Serang enviroment, Banten. The pilot was implemented for garden lights in Kelurahan Bendung, this was because the field in Kelurahan Bendung was large and had minimal lighting.

Page 10 of 14 | Total Record : 133