Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan lokal merupakan jurnal ilmiah multidisiplin yang menyajikan artikel implementasi IPTEK yang berorientasi pada penyelesaian permasalahan di masyarakat. Jurnal ini merupakan sarana bagi Dosen, Komunitas, Mahasiswa dan Masyarakat pada umumnya untuk menyebarluaskan hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat berbasis penelitian. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali selama setahun pada bulan Agustus dan Febuari. Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan lokal menerima naskah dari berbagai disiplin keilmuan terutama dalam upaya peningkatan kapasitas dan kualitas kehidupan masyarakat di semua bidang kehidupan, seperti : 1. Pemberdayaan Masyarakat, Sosialisasi dan Implementasi Teknologi Tepat Guna Layanan Masyarakat, Partisipasi Masyarakat, dan Kearifan Lokal 2. Pendampingan kepada UMKM dan sektor ekonomi rakyat lainnya 3. Peningkatan kualitas permukiman 4. Pendidikan dan Kesehatan Masyarakat untuk Pembangunan Berkelanjutan
Articles
133 Documents
PENYULUHAN PEMBUATAN BIOFUEL DARI MINYAK GORENG KELAPA SAWIT BEKAS PAKAI PADA MASYARAKAT KELURAHAN CURUG, KOTAMADYA BOGOR
Muhammad Taufiq Fathaddin;
Diah Utami Safitri;
Onnie Ridaliani;
Nur Suhascaryo;
Dyah Rini Ratnaningsih;
Pri Agung Rakhmanto;
Marmora Titi Malinda;
Daddy Sutansyah;
Bayu Hamza;
Farhan;
Kesit Bayu Kumoro Aji
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/akal.v4i2.15805
Minyak jelantah adalah minyak goreng yang digunakan secara berulang. Minyak goreng bekas yang sudah digunakan berulang-ulang mengalami perubahan sifat, seperti terbentuknya asam lemak bebas dan bau tengik. Minyak jelantah dapat menimbulkan masalah pada kesehatan. Minyak jelantah juga menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan. Di sisi lain konsumsi BBM secara nasional terus meningkat dari tahun ke tahun. Sedangkan minyak bumi merupakan bahan bakar yang tak terbarukan, sehingga cadangan minyak bumi sebagai bahan bakar akan habis di masa yang akan datang. Oleh karena itu, perlu untuk melakukan penghematan penggunaan bahan bakar minyak dan gas bumi perlu dikembangkan pemakaian energi baru terbarukan. Berdasarkan permasalahan tersebut tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk manfaatkan minyak jelantah yang berasal dari minyak kelapa sawit untuk pembuatan biodiesel. Pemanfaatan minyak jelantah merupakan salah satu alternatif yang sangat potensial untuk dikembangkan pada warga setempat. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan ilmu kepada masyarakat mengenai pembuatan biofuel. Kegiatan penyuluhan dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa Universitas Trisakti dan Universitas Pembagunan Nasional “Veteran” Yogyakarta secara daring dan luring serta dihadiri oleh 17 warga Kelurahan Curug di Kotamadya Bogor. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test diperoleh kenaikan tingkat pemahaman sebesar 8.3%. Sehingga disimpulkan bahwa kegiatan tersebut dapat memberikan peningkatan pemahaman peserta.
PENYULUHAN DAN EDUKASI TATA LAKSANA CTS PADA PENGEMUDI OJEK ONLINE
Rima Anindita Primandari;
Andini Aswar;
Dewi Hastuty;
Yudhisman Imran;
Andira Larasari;
Victor Livinus
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/akal.v4i2.16545
Carpal tunnel syndrome (CTS) merupakan penyakit neuropati perifer akibat jeratan yang tersering menyebabkan disabilitas. Penyakit ini disebabkan oleh gerakan repetitif jangka panjang (cumulative trauma disorders (CTD)) dan berhubungan dengan penyakit akibat kerja dengan insidens terjadinya mencapai 21 kasus per 100.000 pekerja per tahun. Salah satu pekerjaan dengan gerakan repetitif terjadi pada pengemudi ojek online. Gerakan pada pergelangan tangan dan getaran yang timbul selama mengendarai motor merupakan faktor risiko terjadinya CTS. Tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk membantu para pengemudi ojek online untuk mendapatkan penyuluhan, penanganan, serta pencegahan akan kerentanannya mengalami CTS. PkM dilaksanakan dalam selama seminggu dalam bentuk terklasterisasi untuk menghindari penularan Covid-19 akibat keramaian. Peserta yang hadir adalah sebanyak 56 orang dari target 55 orang. Selama pelaksanaan peserta tampak antusias dengan kegiatan penyuluhan ini dilihat dari pertanyaan dan animo peserta terhadap peragaan cara mencegah serta mengurangi gejala CTS. Kami juga memberikan obat-obatan sederhana bagi peserta yang memiliki gejala CTS.
PERCONTOHAN PEMANFAATAN BETON RINGAN UNTUK PINTU RUMAH TINGGAL DI KECAMATAN KASEMEN KELURAHAN BENDUNG SERANG - JAWA BARAT
Damayanti, Julia;
Nelfia, L. Oksri;
Okvianti Irlan, Ade;
F Kuswanda, Giraldi;
Maulani, Mustamina
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/akal.v5i1.16995
In the construction of residential buildings such as simple houses, the existence of a door is certainly a basic requirement that must exist. One of the criteria of a good door is weather resistance by having a good door leaf material, not easily weathered and also not easy to shrink (expand or bend). Generally, doors are made using wood materials because they add aesthetic value to the building construction with a variety of grain patterns and unique textures from wood. But on the other hand, the forest current condition as a source of wood production is increasingly concerning. This also has an impact on good quality wood which is difficult to obtain and increasingly expensive. Technological developments in the field of construction materials provide an alternative from the usage of door leaf materials which majority using wood materials to switch to alternative materials usage such as steel, glass, PVC and lightweight concrete. The usage of lightweight concrete began to be widely used as a door leaf material because it is more resistant to weather, has a stable size and is not weathered by termites. From an economical standpoint, the price of lightweight concrete doors is relatively cheaper compared to the price of wooden doors with equivalent specifications. The purpose of this Community Service activity is to increase public understanding, to provide knowledge about alternative wooden door as well as providing examples of alternative materials, namely lightweight concrete doors with wood texture and environmental friendliness. The used method consists of several stages, namely socialization of the development of the construction material technology, installing lightweight concrete panel doors in the Bendung Serang sub-district and showing the installation process and making of lightweight concrete panel doors through videos and photos showcase. The benefits specifically for the people in the Bendung sub-district is that the innovation of this lightweight concrete panel door material is acceptable. This community service activity has educated the public about technological innovations in construction material such as alternative materials.
PENGEMBANGAN KAPASITAS WBS MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN KOMPOS DI PSAA PU 3 CEGER JAKARTA
Sari, Emelia;
Ruhiyat, Ratnaningsih;
Daihani, Dadan Umar;
Suhardini, Didien;
Suryana, Yunita Friscilia;
Krismantan, Thalia Putri
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/akal.v5i1.17417
Panti sosial perlu meningkatkan kemandirian, sehingga bisa mengurangi ketergantungan terhadap pendanaan dari pemerintah. Capacity building yang berkelanjutan merupakan salah satu kegiatan yang dapat dilakukan dalam rangka pemberdayaan panti-panti sosial yang selama ini merupakan cost center. Berdasarkan hasil diskusi dan survey yang dilakukan secara langsung, maka diperoleh informasi bahwa sebagian besar panti sosial sudah berupaya membangun kemandirian melalui beberapa kegiatan, diantaranya adalah pengelolaan bank sampah, minyak jelantah, keterampilan bengkel, dan lain sebagainya. Dan yang sudah selesai dilakukan adalah kegiatan hibah Matching Fund Kedaireka yang berjudul Green-Techno Sosiopreneur Ternak Magot Bangkitkan Ekonomi Mandiri Panti-Panti Sosial. Salah satu luaran dari kegiatan ini adalah produk inovasi mesin pencacah. Dalam rangka meningkatkan utilitas penggunaan mesin pencacah, khususnya pada PSAA PU 3 Ceger, maka kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini difokuskan kepada pengolahan kompos. Kegiatan ini diharapkan mendatangkan keuntungan ekonomis berwawasan lingkungan terhadap panti. PkM ini diikuti oleh 47 orang peserta. Peserta memberikan nilai baik untuk pelaksanaan kegiatan ini. Pada PkM berikutnya peserta mengharapkan materi lanjutan tentang pengolahan sampah (waste to value) dan bagaimana cara memasarkan produk hasil pengolahannya.
PENINGKATAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN SEHAT DI RW 02, KELURAHAN KRENDANG, JAKARTA BARAT
Tundono, Sri;
Madina, Rizki Fitria;
Andajani, Sih;
Magdalena, Florent Menak
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/akal.v5i1.17443
Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk peduli dengan bangunan dan lingkungan yang sehat, tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga saluran air tetap lancar. Dalam kegiatan ini akan diberikan pengetahuan tentang faktor-faktor yang sering menyebabkan bangunan dan lingkungan tidak sehat dan bagaimana membuat rancangan bangunan dan lingkungan yang sehat. Pelaksanaan kegiatan direncanakan secara luring/off line bertempat di Sekretariat RW 02, Kelurahan Krendang, Jakarta Barat. Kegiatan ini akan diselenggaran pada semester genap 2022-2023, dengan tahapan kegiatan dimulai dari bulan Oktober 2022 dan akan selesai bulan Agustus 2023. Luaran yang akan dihasilkan dari kegiatan PKM ini adalah laporan kegiatan, hak kekayaan intelektual/hak cipta yang berupa poster, tulisan di jurnal dan contoh desain bangunan dan lingkungan yang sehat. Metode yang digunakan adalah dengan Hasil kegiatan PkM ini adalah Dari kegiatan ini diharapkan peserta/masyarakat bertambah pengetahuan tentang bangunan dan lingkungan yang sehat dan bisa menerapkan pada rumahnya masing-masing. Untuk komunitas RW 02 diharapkan bangunan dan lingkungannya akan bisa tertata dengan baik dan menjadi sehat, sehingga masyarakat akan menjadi sehat dan sejahtera. Kesimpulan dari kegiatan antara lain masyarakat menyambut baik kegiatan dan menginginkan kegiatan dilanjutkan pada waktu yang akan datang. Rencana tindak lanjut dari kegiatan ini adalah akan dibuat percontohan bangunan yang sehat dan nyaman bekerjasama dengan Program “Klinik RumahSwadaya” dari Balai P2P Jawa I - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
MANAJEMEN PEMELIHARAAN JALAN PEDESAAN
Rintawati, Dewi;
Sari, Christina;
Zayadi, Ruwaida;
Widiarso, Tulus;
Wildan, Dwiki
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/akal.v5i1.17717
Pembangunan infrastruktur di pedesaan berkembang baik dengan adanya program pemerintah tentang pembangunan desa yaitu program pembangunan yang disusun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun Lembaga-lembaga pemerintahan desa. Dengan keterbatasan kemampuan pemerintah dalam menyelenggaraan jalan, dibuat suatu pola peran yang saling menguntungkan antara pemerintah dan masyarakat. Dengan pola tersebut masyarakat akan dilibatkan secara lebih luas, sehingga masyarakat dapat membantu dalam penyelenggaraan jalan. Kelurahan Bendung yang berada di Kecamatan Kasemen dalam 2 tahun terakhir dibangun beberapa ruas jalan dari aspal hotmix lebar 4,5m dan jalan beton lebar 6m. Terbangunnya akses jalan tersebut memudahkan masyarakat dan lembaga pemerintah desa dalam bekerja, menempuh Pendidikan, menjalani usaha pertanian, perkebunan, perikanan serta pengobatan akan semakin mudah dan berdampak pada meningkatnya perekonomian desa/kelurahan Bendung. Dengan semakin meningkatnya jumlah kendaraan bermotor di Kelurahan Bendung maka struktur jalan akan mengalami penurunan tingkat layanan yang ditandai dengan adanya kerusakan jalan. Jika kerusakan jalan dibiarkan dalam jangka waktu yang lama akan semakin memperparah kerusakan ruas jalan dan menghambat aktivitas masyarakat setempat dalam berkehidupan social, ekonomi, budaya dan lingkungannya. Dari hasil survei lokasi ditemukan beberapa lokasi jalan aspal permukaannya bergelombang, material lepas dan berlubang. Jalan tidak dilengkapi dengan drainase yang benar sehingga berpotensi air menggenang di permukaan dan merusak jalan. Di beberapa lokasi jalan drainase tidak terawat dengan baik yang menyebabkan fungsi drainase tidak optimal sesuai peruntukannya. Sehingga perlu dilakukan manajemen pemeliharaan jalan pedesaan dengan cara sosialisasi tentang peran dan fungsi jalan bagi masyarakat dan pelatihan tentang pemeliharaan jalan pedesaan yang melibatkan peran serta masyakat didalamnya
PELATIHAN PENCEGAHAN OSTEOPOROSIS DAN PENYULUHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT KEPADA LANSIA PANTI JOMPO 41 AL MADINIYAH
Palupi, Anggraeny Putri Sekar;
Roeslan, Moehamad Orliando;
Hendriaty , Melanie;
Mayun, I Gusti Ayu Ratih Utari;
Goalbertus, Goalbertus;
Rasad, Irvan Septrian Syah Putra;
Claresta, Bianda
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/akal.v5i1.17929
Osteoporosis adalah penyakit dengan prevalensi yang setiap tahunnya terus meningkat di dunia. Penyakit ini menyerang jutaan orang di seluruh dunia. Osteoporosis ditandai dengan penurunan massa tulang dan perubahan mikro jaringan tulang, yang kemudian dapat menyebabkan kerapuhan tulang dan resiko patah tulang. Masalah kesehatan gigi dan mulut banyak terjadi di Indonesia. Kebersihan mulut yang buruk menyebabkan kesehatan mulut yang buruk, yang pada gilirannya berdampak negatif pada kesehatan dan kualitas hidup secara keseluruhan. Kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang kesehatan membuat masyarakat mengesampingkan perhatian terhadap kesehatan gigi dan mulut. Oleh karena itu perlu dilakukan pelatihan pencegahan osteoporosis dan penyuluhan Kesehatan gigi dan mulut. Kegiatan ini dilaksanakan di lansia Panti Jompo 41 Al Madiniyah, yang dihadiri oleh 20 peserta. Pengetahuan peserta dinilai dengan pre-test dan post-test. Hasil yang didapat menunjukkan pre dan post-test terdapat perbedaan yang bermakna (p<0,005). Kesimpulannya masyarakat lansia yang menjadi peserta PkM ini pengetahuannya meningkat setalah diberikan penyuluhan dan pelatihan.
PEMANFAATAN LIMBAH MASKER UNTUK BUDIDAYA TANAMAN RUMAH
Herlina, Liana;
Kawanda, Aksan;
Siregar, Pratama Haditua R;
Endah Kurniyaningrum;
Mahardika, Diky Bayu
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/akal.v5i1.17978
Masker sekali pakai merupakan Alat pelindung diri yang banyak digunakan selama pandemi COVID-19 hingga saat ini, limbah ini akan merusak ekosistem lingkungan jika tidak tepat dalam pengelolaannya. Limbah masker sekali pakai berasal dari bahan polipropilen (PP) yang merupakan salah satu jenis limbah plastic sehingga memerlukan porses dalam pengelolaan sampahnya sehingga tidak menimbulkan pencemaran. Pengabdian Masyarakat yang berbentuk sosialisasi ini dilaksanakan pada masa pandemic Covid-19. Untuk membantu program pemerintah dalam penanggulangan sampah khususnya sampah medis yakni masker sekali pakai pada skala rumah tangga yaitu pemanfaatan limbah masker untuk budi daya tanaman dengan system vertikultur. Sosialisasi ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam budi daya vertikultur dengan memanfaatkan limbah masker sekali pakai untuk membantu ketahanan pangan dan ekonomi di masa pandemic dengan ramah lingkungan. Hasil yang diperoleh Penggunaan limbah masker sebagai media tanam dapat memberikan manfaat ganda dengan mengurangi limbah dan memanfaatkannya untuk budidaya tanaman di rumah, pemanfaatan limbah masker untuk budidaya tanaman di rumah dapat menjadi cara kreatif untuk memanfaatkan masker yang tidak terpakai dan berkontribusi pada praktik berkebun yang ramah lingkungan dan pemanfaatan Budi daya vertikultur bisa menjadi alternatif usaha untuk memenuhi kebutuhan pangan pada masa pandemic covid-19.
BANTUAN TEKNIS PERENCANAAN FONDASI DANGKAL UNTUK RUMAH TINGGAL DI KELURAHAN BENDUNG KOTA SERANG
Liana Herlina;
Kawanda, Aksan;
Irlan, Ade Okvianti;
Kurniyaningrum, Endah;
Rahmat , M. Haikal
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/akal.v5i1.17984
Fondasi adalah suatu konstruksi bangunan yang terletak pada bagian bawah bangunan yang berfungsi untuk menempatkan bangunan dan meneruskan beban atau gaya yang disalurkan dari struktur atas dan termasuk berat fondasinya ke tanah dasar dibawahnya. Untuk itu, fondasi bangunan harus diperhitungkan agar dapat menjamin kestabilan bangunan terhadap berat sendiri, beban mati tambahan, beban hidup dan gaya-gaya luar seperti tekanan angin, gempa bumi dan lain-lain. Banyak masyarakat yang kurang mengerti pentingnya fondasi, sehingga banyak pembuatan fondasi yang kurang baik. Area pada kawasan Serang ini masih banyak bangunan yang hanya menggunakan susunan batu bata sebagai fondasi dikarenakan keterbatasan kemampuan dan pengetahuan. Oleh karena itu, dibutuhkan sosialisasi mengenai fondasi yang layak untuk digunakan dan memenuhi standar keamanan untuk rumah tinggal yang menggunakan fondasi dangkal dengan batu kali menerus dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang dan tidak mengalami keretakan yang berarti. Tim pengabdian kepada masyarakat Teknik Sipil Universitas Trisakti memberikan bantuan teknis berupa sosialisasi dan pengarahan tentang desain dan metode pelaksanaan pembuatan fondasi dangkal di lapangan dalam rangka pembangunan konstruksi bangunan sederhana pada area Serang, Banten. Fondasi dangkal yang digunakan adalah fondasi batu kali. Hal ini dikarenakan pada daerah tersebut banyak tersedia material batu kali, serta kondisi tanah yang ada merupakan tanah keras dan dalam kategori baik, sehingga daya dukungnya memenuhi jika menggunakan fondasi dangkal tersebut. Dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini maka fondasi bangunan di area Serang ini dapat direncanakan dan dibangun sesuai standar desain konstruksi sehingga mencapai keamanan yang dipersyaratkan.
PERENCANAAN TITIK KUMPUL DAN JALUR EVAKUASI DI RUSUNAWA ROROTAN MELALUI PERENCANAAN PARTISIPATORI
Madina, Rizki Fitria;
Tundono, Sri;
Lahji, Khotijah;
Rezandi, Fajar;
Sari, Christina;
Salsabila, Salsabila
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/akal.v5i1.18014
Menurut UU No 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, salah satu yang wajib direncanakan pada pengadaan bangunan gedung adalah akses evakuasi pada saat keadaan darurat. Rusunawa Rorotan belum memiliki jalur evakuasi dan titik kumpul yang diinformasikan dalam bentuk lisan maupun tertulis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat Desain Titik Kumpul dan Jalur Evakuasi Rusunawa Rorotan ini bertujuan agar warga dan pengelola rusun memiliki peta jalur evakuasi dan titik kumpul yang dapat digunakan warga sebagai pengarah saat terjadinya kondisi darurat. Masyarakat diajak terlibat langsung dalam perencanaan jalur evakuasi dan titik kumpul melalui perencanaan partisipatori pada pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui diskusi kelompok. Hasil dari kegiatan ini, didapatkan peda jalur evakuasi dan titik kumpul sesuai dengan hasil diskusi tim Universitas Trisakti, warga dan pengelola rusun.