cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 4,717 Documents
Transformasi Digital Sebagai Strategi Adaptif Dalam Menghadapi Dinamika Lingkungan Bisnis: Peran Pemanfaatan Media Sosial Terhadap Kinerja UMKM Pamungkas, Sufa Bigas Badai; Zainy, Nadya Audina; Ningsih, Alia Sukma
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6862

Abstract

Transformasi digital telah mengubah secara signifikan pola operasional dan strategi persaingan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tengah dinamika lingkungan bisnis yang semakin kompleks, kompetitif, dan terdigitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif peran pemanfaatan media sosial sebagai bagian integral dari strategi transformasi digital dalam meningkatkan kinerja UMKM, baik dari aspek finansial seperti pertumbuhan penjualan dan profitabilitas, maupun aspek non-finansial seperti peningkatan loyalitas pelanggan, citra merek, kapabilitas inovasi, dan keberlanjutan usaha, serta kontribusinya dalam mendorong proses internasionalisasi usaha secara lebih terstruktur dan adaptif. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai artikel ilmiah bereputasi, buku akademik, serta publikasi relevan yang membahas transformasi digital, pemasaran digital berbasis media sosial, dan kinerja UMKM dalam berbagai konteks industri. Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi memberikan peluang strategis bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar hingga tingkat global dengan biaya ekspansi yang relatif rendah, meningkatkan efisiensi operasional melalui otomasi dan integrasi sistem, serta memperkuat kemampuan adaptasi terhadap perubahan preferensi konsumen yang cepat dan dinamis. Media sosial terbukti efektif sebagai sarana pemasaran digital dalam membangun identitas merek, meningkatkan keterlibatan pelanggan, memperkuat hubungan jangka panjang berbasis kepercayaan, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Selain itu, pemanfaatan platform seperti TikTok, Instagram, dan Facebook berkontribusi signifikan terhadap peningkatan visibilitas, penetrasi pasar, dan daya saing berkelanjutan UMKM di era ekonomi digital modern. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi digital terintegrasi untuk keberhasilan dan keberlanjutan UMKM masa depan global berkelanjutan.
Peran Komisi Pemilihan Umum dalam Meningkatkan Partisipasi Pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024 di Kota Bukittinggi Aziz, M Fachri; Haskar, Edi; Farda, Nessa Fajriyana
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6880

Abstract

Partisipasi pemilih merupakan indikator penting dalam menilai kualitas demokrasi, khususnya dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Tingkat partisipasi yang tinggi mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem politik dan legitimasi pemerintahan yang dihasilkan. Namun, pada Pilkada Tahun 2024 di Kota Bukittinggi terjadi penurunan partisipasi pemilih sekitar 6,4% dibandingkan Pilkada Tahun 2020. Kondisi ini menunjukkan perlunya evaluasi terhadap peran penyelenggara pemilu dalam mendorong keterlibatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bukittinggi dalam meningkatkan partisipasi pemilih serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dengan pendekatan yuridis empiris, yaitu mengkaji hukum sebagai kenyataan sosial melalui data primer berupa wawancara dengan pihak KPU dan data sekunder berupa peraturan perundang-undangan serta literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KPU Kota Bukittinggi telah melaksanakan strategi peningkatan partisipasi melalui sosialisasi tatap muka, pemanfaatan media sosial, pendidikan pemilih pemula, serta kolaborasi dengan stakeholder terkait. Meskipun strategi tersebut telah dijalankan secara sistematis dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, efektivitasnya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu tahapan Pilkada, penyesuaian jadwal dengan pihak sekolah dan perguruan tinggi, serta beban tambahan akibat verifikasi calon perseorangan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan strategi komunikasi publik, optimalisasi perencanaan tahapan, dan peningkatan koordinasi lintas sektor guna mendorong partisipasi pemilih yang lebih optimal pada Pilkada mendatang.
Analisis Efektivitas dan Efisiensi Penggunaan Alat Berat pada Pekerjaan Cut and Fill Proyek Jogging Track Universitas Diponegoro Putri, Carina Ika; Dewi, Hanifah Fajariah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6881

Abstract

Pekerjaan cut and fill pada Proyek Jogging Track Universitas Diponegoro Semarang memerlukan pengelolaan alat berat yang tepat agar target waktu dan biaya dapat dicapai secara efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja sistem kerja excavator–dump truck pada pekerjaan galian dan timbunan, serta menentukan alternatif kombinasi alat yang paling optimal. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan pengumpulan data dokumen proyek, observasi lapangan, dan wawancara. Data utama meliputi volume pekerjaan (galian 38.062 m³ dan timbunan 277.580 m³), jenis serta jumlah alat, jam kerja (7 jam/hari), waktu siklus, efisiensi kerja, dan biaya sewa. Analisis dilakukan melalui perhitungan produktivitas teoritis excavator dan dump truck, perhitungan biaya operasi per jam, serta simulasi lima alternatif kombinasi alat dengan mempertimbangkan keseimbangan produksi antara alat muat dan alat angkut untuk menekan idle time. Hasil menunjukkan kondisi existing (4 excavator + 3 dump truck) memerlukan durasi 717,4 jam dengan biaya Rp 2.073.357.445. Alternatif terbaik adalah Alternatif 3 (3 excavator Komatsu PC200-8 + 10 dump truck) dengan durasi 605,625 jam dan biaya Rp 1.398.834.440, atau terjadi penurunan waktu 15,6% dan penghematan biaya 32,53% dibanding kondisi existing. Temuan ini menegaskan bahwa efisiensi proyek tidak hanya dipengaruhi kapasitas alat, tetapi terutama oleh pengaturan kombinasi dan keseimbangan produksi alat di lapangan.
Perlindungan Hukum Pemilik Karya Cipta Sinematografi Asing terhadap Pembajakan melalui Aplikasi Loklok Chintiary, Ni Kadek Maybelle Eka; Ujianti, Ni Made Puspasutari; Wijaya, I Ketut Kasta Arya
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6882

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong transformasi distribusi karya sinematografi ke ranah digital, yang memungkinkan akses lebih luas dan cepat bagi masyarakat global. Platform digital dan layanan streaming resmi memberikan kemudahan distribusi lintas negara, namun di sisi lain juga memicu meningkatnya praktik pembajakan melalui platform ilegal seperti aplikasi Loklok. Fenomena ini menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi pencipta dan pemegang hak cipta, khususnya pemilik karya sinematografi asing yang hak ekonominya dieksploitasi tanpa izin. Kerugian tersebut tidak hanya berdampak pada aspek finansial, tetapi juga melemahkan iklim industri kreatif dan perlindungan kekayaan intelektual secara umum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap karya sinematografi asing berdasarkan hukum positif Indonesia dan konvensi internasional, serta mengkaji efektivitas upaya perlindungan hukum terhadap praktik pembajakan melalui aplikasi Loklok. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia telah memiliki kerangka regulasi komprehensif melalui Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta yang menjamin hak moral dan hak ekonomi, termasuk bagi karya asing berdasarkan prinsip national treatment. Perlindungan ini diperkuat oleh berbagai konvensi internasional. Namun, tantangan penegakan hukum tetap muncul akibat karakter lintas yurisdiksi, anonimitas pelaku, dan pesatnya perkembangan teknologi digital.
Kajian Hukum Terhadap Penegakan Sanksi Administratif Bagi Pelaku Ekonomi Yang Melanggar Baku Mutu Lingkungan Hidup Aji, Ibrahim; Humulhaer, Siti; Afifah, Yasfika Ely Nur; Mahfudlon, Mahfudlon; Saputra, Adi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6886

Abstract

Akselerasi kegiatan ekonomi yang tidak terkendali sering kali berimplikasi pada pelampauan baku mutu lingkungan hidup, yang mengancam keberlanjutan ekosistem di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi dan efektivitas penegakan sanksi administratif sebagai instrumen hukum utama dalam mendisiplinkan pelaku ekonomi yang melanggar standar baku mutu lingkungan pasca berlakunya Undang-Undang Cipta Kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan terhadap berbagai regulasi hukum positif, literatur akademik, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan penegakan hukum administratif lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanksi administratif, yang meliputi paksaan pemerintah hingga denda administratif, telah diposisikan sebagai instrumen primum remedium untuk memberikan respons cepat terhadap pencemaran. Namun, efektivitasnya masih terhambat oleh disparitas nilai denda yang sering kali lebih rendah daripada biaya kepatuhan operasional, serta keterbatasan kapasitas institusional dalam pengawasan teknis di lapangan. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan bahwa penegakan sanksi administratif memerlukan transformasi menuju sistem pengawasan digital yang transparan dan terintegrasi untuk meminimalisir celah negosiasi koruptif. Selain itu, formulasi sanksi denda harus mampu menginternalisasi seluruh kerugian lingkungan guna menciptakan efek jera yang nyata bagi korporasi. Penguatan integritas Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup dan sinkronisasi kebijakan antara pusat dan daerah menjadi syarat mutlak agar kegiatan ekonomi nasional tetap berjalan selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan dan perlindungan terhadap hak atas lingkungan hidup yang sehat bagi masyarakat.
Kajian Literatur: Tanggung Jawab Hukum Platform Marketplace terhadap Peredaran Kosmetik Ilegal di Indonesia Mulyati, Agustine Susi; Humulhaer, Siti; Ferdiansyah, Donny; Majuri, Majuri; Zainal, Toyib; Mustofa, M. Ali
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6888

Abstract

Pesatnya pertumbuhan e-commerce di Indonesia membawa tantangan serius bagi perlindungan konsumen, khususnya terkait peredaran produk kosmetik ilegal yang mengandung bahan berbahaya atau tanpa izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis batasan tanggung jawab hukum platform marketplace terhadap peredaran produk kosmetik ilegal di ekosistem digital Indonesia serta mengevaluasi efektivitas regulasi yang berlaku saat ini. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan kajian literatur (literature review). Data sekunder diperoleh melalui penelusuran sistematis terhadap peraturan perundang-undangan, jurnal ilmiah, dan dokumen hukum terkait dalam dekade terakhir. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran paradigma hukum dari doktrin Safe Harbor yang pasif menuju tanggung jawab aktif berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2019 tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik. Meskipun platform sering kali dianggap sebagai perantara, secara hukum mereka memiliki kewajiban duty of care untuk melakukan verifikasi identitas pedagang dan kurasi produk yang berpotensi membahayakan kesehatan publik. Kelalaian dalam pengawasan preventif terhadap kosmetik berbahaya dapat dikategorikan sebagai Perbuatan Melawan Hukum (PMH) sesuai Pasal 1365 KUHPerdata. Kesimpulan penelitian ini menekankan bahwa perlindungan konsumen di era digital tidak cukup hanya melalui tindakan represif berupa penghapusan tautan produk. Diperlukan integrasi sistem verifikasi izin edar otomatis antara database BPOM dengan sistem internal marketplace untuk mencegah penayangan produk ilegal sejak hulu. Selain itu, penguatan Undang-Undang Perlindungan Konsumen diperlukan untuk mempertegas tanggung jawab spesifik penyelenggara platform dalam rantai distribusi digital guna menjamin kepastian hukum dan keselamatan konsumen.
Implementasi Prinsip Kearifan Lokal Dalam Hukum Lingkungan Sebagai Instrumen Konservasi Hutan Oleh Masyarakat Hukum Adat Ilman, La; Humulhaer, Siti; Kalibia, Muhammad Umar; Raunas, Ide; Harmoko, Harmoko; Giri, Raden
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip kearifan lokal dalam hukum lingkungan sebagai instrumen konservasi hutan oleh Masyarakat Hukum Adat (MHA). Di tengah kegagalan hukum formal yang bersifat top-down dalam menekan laju deforestasi yang masif, kearifan lokal muncul sebagai sistem hukum yang hidup (living law) dengan efektivitas yang jauh lebih tinggi di tingkat tapak. Melalui kacamata penelitian sosio-legal, kajian ini membedah interaksi kompleks antara norma adat dengan regulasi lingkungan nasional yang sering kali tumpang tindih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal, seperti praktik Sasi di Maluku dan Hutan Larangan di berbagai wilayah Nusantara, memiliki struktur hukum yang mapan dan sistematis. Struktur ini mencakup aspek preventif untuk mencegah kerusakan, aspek kuratif untuk pemulihan, hingga penerapan sanksi sosial-spiritual yang memberikan efek jera secara psikologis dan sosiologis lebih kuat dibandingkan sanksi pidana negara. Meskipun pasca Putusan Mahkamah Konstitusi No. 35/PUU-X/2012 peluang transformasi nilai adat ke dalam instrumen konservasi formal semakin terbuka lebar, implementasinya masih terhambat oleh rigiditas administratif dan ego sektoral birokrasi. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa penguatan kedaulatan MHA atas wilayah adatnya merupakan kunci utama bagi keberlanjutan ekosistem hutan dan mitigasi perubahan iklim. Diperlukan sinkronisasi kebijakan yang secara radikal menempatkan masyarakat adat sebagai subjek utama pembangunan, bukan sekadar objek kebijakan. Model konservasi kolaboratif yang berbasis pada kearifan lokal ini diyakini mampu menjawab tantangan krisis iklim global sekaligus mewujudkan keadilan ekologis yang substansial di Indonesia.  
Paradigma Baru Penanganan Kejahatan Narkotika antara: Rehabilitatif atau Retributif Jumanudin, Jumanudin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6896

Abstract

Penanganan tindak pidana narkotika di Indonesia selama ini masih didominasi oleh pendekatan retributif yang berorientasi pada pemidanaan penjara. Pendekatan tersebut menempatkan pengguna narkotika sebagai pelaku kejahatan yang harus dihukum, sehingga penegakan hukum lebih menitikberatkan pada pemberian sanksi pidana. Namun, peningkatan jumlah penyalahguna narkotika dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa strategi yang semata-mata represif belum mampu memberikan efek jera maupun menekan angka peredaran dan penyalahgunaan secara signifikan. Kondisi ini menuntut adanya pergeseran paradigma menuju pendekatan yang lebih komprehensif dan berorientasi pada rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pergeseran paradigma dari pendekatan retributif ke rehabilitatif dalam kebijakan penanggulangan tindak pidana narkotika serta implikasinya terhadap sistem peradilan pidana di Indonesia. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, melalui analisis terhadap ketentuan hukum positif serta doktrin yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif peraturan perundang-undangan telah menyediakan mekanisme rehabilitasi medis dan sosial bagi pengguna narkotika. Akan tetapi, implementasinya belum optimal karena aparat penegak hukum masih cenderung mengedepankan pemidanaan penjara dibandingkan rehabilitasi. Pendekatan rehabilitatif dinilai lebih sejalan dengan prinsip keadilan restoratif dan perspektif kesehatan masyarakat, karena memandang pengguna sebagai korban ketergantungan yang memerlukan pemulihan. Oleh karena itu, diperlukan keseimbangan antara pendekatan retributif dan rehabilitatif guna mewujudkan sistem peradilan pidana yang berkeadilan, menjamin kepastian hukum, serta memberikan kemanfaatan sosial yang lebih luas.
Analisis Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Profesi Ners di Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru Fitri, Milla Nur; Puswati, Desti; Maulinda, Dini; Adelia, Gita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6900

Abstract

Pada mahasiswa profesi ners, tuntutan akademik yang padat disertai kewajiban praktik klinik yang intensif menuntut kemampuan pengelolaan diri yang baik. Apabila kemampuan tersebut belum berkembang secara optimal, kondisi ini dapat meingkatkan kecenderungan munculnya prokratinasi akademik, yaitu perilaku menunda pengerjaan tugas akademik yang berdampak negatif terhadap capaian belajar, kondisi psikologis, serta pembentukan sikap profesional mahasiswa. Tujuan penelitian untuk menganalisis prokrastinasi akademik mahasiswa profesi ners di Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analisis deskriptif. Sampel penelitian menggunakan teknik total sampling yang berjumlah 188 orang. Data dikumpulkan dengan  kuisioner prokrastinasi akademik, Hasil pengujian menunjukkan seluruh item pernyataan valid dengan nilai r hitung > 0,30 serta memiliki reliabilitas tinggi dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,853. Analisis data univariat dengan hasil mayoritas mahasiswa berada pada kategori prokrastinasi akademik rendah sebesar 40,4%. Berdasarkan analisis pada setiap aspek, mahasiswa tidak menunjukkan penundaan memulai dan mengerjakan tugas (51,1%), 51,6% mahasiswa tidak mengalami kelambanan dalam mengerjakan tugas akademik, 53,7% sesuai antara rencana dan pelaksanaan tugas, serta 52,7% cenderung tidak mengalihkan perhatian pada aktivitas lain yang dianggap lebih menyenangkan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa prokrastinasi akademik pada mahasiswa profesi ners didominasi kategori rendah, di mana mayoritas mahasiswa tidak menunda, tidak mengalami kelambanan, memiliki kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan tugas, serta tidak cenderung melakukan aktivitas lain yang lebih menyenangkan. Institusi pendidikan disarankan untuk mempertahankan pembinaan manajemen waktu dan regulasi diri mahasiswa.
Pengaruh Keaktifan Siswa terhadap Hasil Belajar Matematika Materi Penjumlahan dan Pengurangan Kelas 1 MI Mluweh Jayanti, Fitri; Aji, Waskito; Muhammad, Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6901

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan ada atau tidaknya pengaruh keaktifan siswa terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas 1 MI Mluweh Tahun Pelajaran 2025/2026, khususnya pada materi penjumlahan dan pengurangan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya keterlibatan sebagian siswa dalam proses pembelajaran yang diduga berdampak pada capaian hasil belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas 1A MI Mluweh yang berjumlah 19 siswa, sehingga penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket untuk mengukur tingkat keaktifan siswa serta tes hasil belajar untuk mengetahui capaian akademik siswa. Instrumen penelitian telah melalui uji validitas dan reliabilitas sebelum digunakan dalam pengambilan data. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan siswa berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar matematika. Nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05) menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Koefisien determinasi sebesar 70,5% mengindikasikan bahwa variasi hasil belajar dapat dijelaskan oleh keaktifan siswa, sedangkan 29,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, maka semakin optimal hasil belajar yang dicapai. Oleh karena itu, guru perlu menciptakan pembelajaran yang interaktif dan mendorong partisipasi aktif siswa.