cover
Contact Name
Nurul Jadid
Contact Email
nurul.jadid@its.ac.id
Phone
+6231-5953759
Journal Mail Official
editor_sewagati@its.ac.id
Editorial Address
DRPM ITS Gedung Pusat Riset Lantai L. Kampus ITS Keputih, Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur, 60111 Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Sewagati
ISSN : -     EISSN : 26139960     DOI : https://doi.org/10.12962/j26139960
Sewagati : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat disingkat dengan nama Sewagati (e-ISSN: 2613-9960) adalah jurnal khusus pengabdian kepada masyarakat (abmas) yang berfungsi sebagai media diseminasi dan sosialisasi aktivitas pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Ruang lingkup jurnal meliputi: penerapan teknologi tepat guna, aktivitas pencapaian SDGs, pemberdayaan masyarakat, penggalian potensi daerah, implementasi kebijakan, proses pelatihan dan topik lain yang bersesuaian.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 622 Documents
Optimalisasi Potensi Eco-Wisata Susur Sungai Kejawan Putih Tambak Kecamatan Mulyorejo Surabaya Timur Frestiqauli, Santi; Sujantoko, Sujantoko; Murdjito, Murdjito; Djatmiko , Eko Budi; Mustain, Mahmud; Dhanistha, Wimala Lalitya; Silvianita, Silvianita; Rahmawati, Shade
Sewagati Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i1.2436

Abstract

Eco-wisata Susur Sungai Kejawan Putih Tambak terletak di kecamatan Mulyorejo, Surabaya Timur. Merupakan lokasi wisata alam yang menyediakan pengalaman menyusui sungai menggunakan sampan/perahu nelayan dengan menyugguhkan pemandangan mangrove hingga pemandangan jembatan Suramadu. Diresmikan pada Kamis, 27 Juli 2023 oleh walikota Surabaya Eri Cahyadi. Wisata susur sungai di kawasan Kejawan Putih Tambak menjadi salah satu pilihan wisata air di Kota Surabaya. Selain sebagai sarana wisata, tempat itu juga untuk menunjang perekonomian masyarakat, khususnya bagi para nelayan di Kejawan Putih Tambak. Menurut walikota Surabaya ketika terdapat susur sungai, secara otomatis sepanjang sungai itu harus terjaga kebersihan dan keindahannya. Namun, hingga pada saat ini (2025) wisata susur sungai masih sepi peminat. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, terutama pada infrastruktur penunjang. Oleh karena itu, dengan adanya pengabdian masyarakat ITS, optimalisasi potensi wisata susur sungai Kejawan Putih Tambak dilaksanakan untuk mengatasi keterbatasan infrastruktur yaitu dengan melakukan pendampingan desain pengembangan dermaga baru dan menghasilkan peta wisata susur sungai. Program ini sebagai wujud keberlangsungan komunitas yang berdampak pada masyarakat, lingkungan darat dan perairan
Pelatihan Pembuatan Blok Tanah Ringan Tanpa Bakar di Sumberkima Buleleng Bali Noerwasito, Vincentius Totok; Sudarma, Erwin; Krisdianto, Johanes; Muchlis, Nurfahmi; Mahendra, Angger Sukma; Indrawan, Iwan Adi; Irvansyah, Irvansyah
Sewagati Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i1.2437

Abstract

Proses pembuatan bata merah saat menimbulkan banyak masalah hal ini karena berkurangnya bahan dasar yang berkualitas, bahan untuk proses pembakaran dan polusi udara yang ditimbulkan saat proses produksi. Tanah dari daerah yang tidak subur saat ini kurang dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Tanah tersebut dicampur dengan semen di jadikan blok sebagai bahan recycle alternatif pengganti bata merah. Kegiatan ini merupakan pelatihan pembuatan blok tanah tanpa bakar di Desa Sumberkima Bali. Tujuan kegiatan adalah membuat blok tanah untuk dinding tanpa proses pembakaran. Blok tersebut harus memiliki densitas lebih rendah daripada densitas bata merah. Masalah dari kegiatan bagaimana membuat blok tanah padat yang ringan. Metode yang digunakan adalah dengan pelatihan langsung di aplikasikan di lapangan. Komposisi yang digunakan adalah 20% semen dari berat tanah, sedangkan pengerasan blok dilakukan dengan pemadatan dalam cetakan dan dikeringkan dengan udara alami. Hasil akhir pengabdian tahap ini adalah prototype dari beberapa blok tanah yang ringan yang siap pakai yang diproduksi oleh peserta pelatihan. Kegiatan selanjutnya adalah pembuatan model bangunan 3x3x3 m.
Pelatihan Mikrokontroler untuk Peningkatan Kompetensi Siswa SMKN 3 Surabaya Kurniawan, Adi; Sarwito, Sardono; Kusuma, Indra R.; Koenhardono, Eddy S.; Prananda, Juniarko
Sewagati Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i1.2442

Abstract

Otomatisasi merupakan tuntutan di era saat ini. Kemampuan untuk memprogram kontroler untuk melakukan kerja secara otomatis, sangat dibutuhkan baik untuk bekerja di industri maupun berwirausaha yang mengandalkan teknologi. Secara umum, banyak lulusan SMK yang langsung bekerja maupun berwirausaha setelah lulus dari SMK. Oleh karena itu keterampilan memprogram kontroler secara otomatis sangat dibutuhkan. Solusi yang diberikan adalah dengan melakukan pelatihan mikrokontroler arduino untuk para siswa SMKN 3 Surabaya. Instruktur pelatihan adalah mahasiswa dengan tujuan memberi pengalaman kepada mahasiswa sekaligus agar siswa SMK lebih nyaman untuk berdiskusi karena kedekatan usia. Para siswa yang sebelum kegiatan pelatihan belum mengenal arduino, menjadi dapat memprogram arduino untuk aplikasi sederhana berupa penggunaan sensor gas, air, dan jarak.
Teknologi Konversi Limbah Kayu Sebagai Bahan Bakar Wood PELLET pada Prototipe Tungku Fuel Wood Bagi Masyarakat Desa Tadukan Raga, Deli Serdang Sidabutar, Rivaldi; Fath, Muhammad Thoriq Al; Dalimunthe, Nisaul Fadilah; Hasibuan, Gina Cynthia Raphita; Michael, Michael; Ramadhan, Aravi Zalsa; Sari, Indah Mutya; Rambe, Janeta Fazriah; Vazelim, Valencia; Matondang, Venansia Roulina
Sewagati Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i1.2448

Abstract

Permasalahan limbah serbuk kayu yang melimpah di Desa Tadukan Raga, Kabupaten Deli Serdang, membuka peluang untuk pengembangan energi terbarukan melalui produksi Wood PELLET (Productive Energy From Low-Cost Lumber Extraction Techniques). Limbah serbuk kayu yang selama ini tidak memiliki nilai jual optimal diolah menjadi bahan bakar alternatif berkalori tinggi menggunakan teknologi inovatif. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus mendukung efisiensi energi. Solusi yang ditawarkan mencakup pemberdayaan masyarakat, pengembangan teknologi Wood PELLET, serta penyediaan prototipe tungku Fuel Wood yang mendukung efisiensi pembakaran. Hasil kegiatan mencakup survei awal untuk mengidentifikasi potensi biomassa dan kebutuhan masyarakat, serta Focus Group Discussion (FGD) dengan perangkat desa. Sosialisasi dan pelatihan diberikan kepada 20 warga Desa Tadukan Raga. Pelatihan ini melibatkan praktik langsung pembuatan Wood PELLET dan demonstrasi prototipe tungku Fuel Wood yang didesain untuk efisiensi pembakaran. Prototipe ini memiliki keunggulan dalam efisiensi panas, kemudahan penggunaan, dan kesinambungan operasi. Keberlanjutan program diwujudkan melalui pelatihan dan pengawasan berkelanjutan oleh tim Universitas Sumatera Utara, memastikan transfer teknologi dan peningkatan kapasitas masyarakat. Program ini tidak hanya meningkatkan nilai ekonomis limbah serbuk kayu tetapi juga mendukung transisi energi berkelanjutan di tingkat lokal.
Inisiasi Pendirian LKP dan Pembangunan Alat Pelatihan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pondok Pesantren Aufia Global Islamic Boarding School Kelurahan Minas Jaya Kecamatan Minas Kabupaten Siak Rosma, Iswadi Hasyim; Jamaan, Ahmad; Putra, Agus Ika
Sewagati Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i1.2454

Abstract

Pondok Pesantren Aufia Global Islamic Boarding School (PP AGIBS) di Kelurahan Minas Jaya, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau, menitikberatkan pendidikan keislaman dengan sedikit muatan sains dan teknologi, seperti teknik instalasi PLTS. PP AGIBS memiliki tanggung jawab moral terhadap tingginya angka remaja putus sekolah di sekitar kelurahan Minas Jaya. Untuk itu, PP AGIBS bekerja sama dengan Universitas Riau (UNRI) dan pemerintah Kelurahan Minas Jaya dalam membangun Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) AGIBS Taruna. Pembangunan ini diawali dengan dua kegiatan utama, yaitu penyediaan infrastruktur oleh PP AGIBS, termasuk lokasi, ruangan, dan sarana pendukung, serta dukungan UNRI dalam bentuk tenaga pengajar dan alat pelatihan PLTS. Sinergi ini mempermudah santri dan remaja putus sekolah mengakses pelatihan teknik instalasi PLTS.
Pembuatan Katalog Desain Produk Lampu Estetik Sebagai Pemanfaatan Limbah Material Galvalum di PT Sumber Mas Gemilang Krisbianto, Ari Dwi; Zulaikha, Ellya; Rezkita, Katon Ageng; Putri, Nurul Idzi Lutvi; Kurniawan, Arie; Yulardi, Audit; Purwanita, Nadia Septarina
Sewagati Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i1.2462

Abstract

Material galvalum termasuk dalam kategori material paling laris di pasar Indonesia karena karakteristiknya yang kuat dan ringan. Pada kesempatan kali ini, PT Sumber Mas Gemilang yang merupakan industri produksi galvalum dengan Cold Roll Forming, bersedia menjadi sasaran pengabdian masyarakat dalam menghasilkan guideline atau panduan berupa katalog hasil eksplorasi material limbah galvalum menjadi produk lampu estetik. Material limbah galvalum ini dipilih karena produk sisa produksi yang selanjutnya menjadi limbah industri menjadi suatu masalah serius bagi PT Sumber Mas Gemilang. Walaupun menjadi limbah industri, kondisi limbah galvalum masih layak guna karena bersifat kuat, tahan lama, mudah dibentuk, serta masih memungkinkannya eksplorasi menjadi produk tiga dimensi yang memiliki nilai fungsi dan estetika. Produk lampu estetika dipilih karena merupakan produk yang memiliki demand value tinggi pada masyarakat serta kesesuaiannya dengan karakteristik limbah galvalum dalam hal proses pembentukan dan produksi. Tujuan dibuatnya katalog yang merupakan panduan pembuatan produk dari material limbah industri galvalum bagi PT Sumber Mas Gemilang ini adalah agar ke depannya ITS bersama PT Sumber Mas Gemilang dapat terjun pada masyarakat serta melakukan pemberdayaan masyarakat berdasarkan hasil dari katalog panduan tersebut untuk ikut berperan pada lingkup sustainability dan ekonomi sirkular.
Pelatihan Daur Ulang Logam Aluminium Tungku CILOK “Cinta Lingkungan Kelola Rongsok” Bagi Masyarakat Kabupaten Bandung Putra, Infantri; Ardian, Fahny; Silvia, Astrid; Aliifatuzzalfa, Hansa
Sewagati Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i1.2468

Abstract

Kota Bandung menjadi salah satu kota besar yang ada di Indonesia tak luput dari timbunan sampah barang bekas, salah satunya limbah kaleng minuman. Dalam jumlah banyak, limbah kaleng minuman dapat berdampak buruk bagi lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, dibutuhkan proses daur ulang yang tepat untuk mengelola limbah kaleng bekas, salah satunya proses daur ulang dengan peleburan dan membuat produk ingot yang bernilai jual lebih tinggi dibanding kaleng bekas itu sendiri. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan edukasi, sosialisasi, dan transfer teknologi dalam pengolahan daur ulang limbah bekas kaleng minuman yang mempunyai kadar aluminium tinggi, sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Kabupaten Bandung Barat. Pelaksanaan kegiatan PKM terdiri dari tiga tahap, yaitu sosialisasi dan edukasi tentang manfaat aluminium sampai proses daur ulang dari limbah kaleng bekas, demonstrasi peleburan hingga pencetakan aluminium ingot, dan evaluasi kegiatan yang berisi tanya jawab antara warga Desa Lengkong dengan tim PKM. Terselenggarakannya kegiatan PKM ini diharapkan dapat mengurangi limbah kaleng bekas minuman yang tidak dapat terurai, juga dapat membuka lapangan usaha baru ataupun sampingan yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Lengkong, Bojongsoang, Kabupaten Bandung Barat. Kabupaten Bandung menjadi salah satu kota besar yang ada di Indonesia tak luput dari timbunan sampah barang bekas, salah satunya limbah kaleng minuman. Dalam jumlah banyak, limbah kaleng minuman dapat berdampak buruk bagi lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, dibutuhkan proses daur ulang yang tepat untuk mengelola limbah kaleng bekas, salah satunya proses daur ulang dengan peleburan dan membuat produk ingot yang bernilai jual lebih tinggi dibanding kaleng bekas itu sendiri. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan edukasi, sosialisasi, dan transfer teknologi dalam pengolahan daur ulang limbah bekas kaleng minuman yang mempunyai kadar aluminium tinggi, sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Kabupaten Bandung. Pelaksanaan kegiatan PKM terdiri dari tiga tahap, yaitu sosialisasi dan edukasi tentang manfaat aluminium sampai proses daur ulang dari limbah kaleng bekas, demonstrasi peleburan hingga pencetakan aluminium ingot, dan evaluasi kegiatan yang berisi tanya jawab antara warga Desa Lengkong dengan tim PKM. Terselenggaranya kegiatan PKM ini diharapkan dapat mengurangi limbah kaleng bekas minuman yang tidak dapat terurai, juga dapat membuka lapangan usaha baru ataupun sampingan yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Lengkong, Bojongsoang,Kabupaten Bandung. 
Integrasi Teknologi Internet of Things dalam Pengembangan Sistem Pemantauan Kualitas Air dan Kesehatan Udang Air Tawar untuk Optimalisasi Produk Perikanan Ginardi, Raden Venantius Hari; Husni, Muchammad; Sholikah, Rizka Wakhidatus; Indrawanti, Annisaa Sri; Sabilla, Irzal Ahmad; Oktarina, Eka Sari; Rasmana, Susijanto Tri; Hariyawan, Mohammad Yanuar; Briantoro, Hendi; Wicaksono, M. Januar Eko; Mohammad, Iki Adfi Nur; Syafa, Ilhan Ahmad; Wicaksono, Rahmad Aji; Luqmanulhakim, Naufan Zaki; Kusuma, Zulfa Hafizh; Santosa, Hafis Akmaldi; Wijaya, Agas Ananta
Sewagati Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i1.2487

Abstract

Pengelolaan kualitas air adalah salah satu komponen penting yang perlu diperhatikan dalam budidaya perikanan, terutama pada udang air tawar. Faktor kualitas air dapat mempengaruhi hasil produksi dan keberhasilan dari budidaya udang. Beberapa komponen dalam air yang perlu diperhatikan dalam budidaya udang antara lain suhu, oksigen terlarut, salinitas, dan PH dari air. Keempat komponen tersebut dapat memberikan gambaran terkait kondisi air dari budidaya udang apakah dalam kondisi baik atau dalam kondisi yang dapat mengganggu pertumbuhan udang. Pemantauan keempat komponen utama tersebut idealnya dilakukan setiap hari untuk dapat melakukan intervensi jika terjadi ketidak seimbangan kondisi air. Pada pengabdian masyarakat ini dibangun perangkat Internet of Things (IoT) untuk melakukan pemantauan kondisi air pada budidaya udang air tawar. Perangkat IoT memungkinkan dilakukan pemantauan kondisi air dari jauh dengan memanfaatkan aplikasi mobile. Hal tersebut dapat mempermudah petani udang untuk melakukan pemantauan tanpa harus datang langsung ke lokasi budidaya. Selain itu pelatihan pada mitra juga dilakukan untuk memberikan sosialisasi penggunaan alat dan implementasinya. Hasil luaran dari pengabdian masyarakat ini berupa prototype alat IoT untuk monitoring yang telah diimplementasikan pada pihak mitra, publikasi pada laman berita daring, HKI (Hak Kekayaan Intelektual) video abmas, dan jurnal pengabdian kepada masyarakat.
Pelet Unggul: Inovasi Teknologi Tepat Guna dari Sampah untuk Peningkatan Produktivitas Ternak Lele di Lamigot Ys Farm Pakusari Palupi, Bekti; Rahmawati, Istiqomah; Rizkiana, Meta Fitri; Rafif, M. Attar; Tarigan, Eigiya Nina; Herdianto, Dimas Nur; Yohanes, Yohanes; Shofiah , Laila Nur
Sewagati Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i1.2488

Abstract

Sektor peternakan dan perikanan merupakan pilar utama ketahanan pangan di Indonesia, dengan budidaya ikan lele menjadi pilihan utama karena kemudahannya dan tingginya konsumsi oleh masyarakat. Data BPS Jawa Timur menunjukkan peningkatan produksi ikan lele dari 127.539 ton pada tahun 2020 menjadi 136.437 ton pada tahun 2021. Namun, masalah utama yang dihadapi peternak, khususnya skala kecil dan menengah seperti UMKM Lamigot YS Farm di Kabupaten Jember, adalah mahalnya harga pelet pakan ikan. Untuk mengatasi kendala ini, program pengabdian masyarakat ini menawarkan solusi berupa pengembangan Teknologi Tepat Guna (TTG) dengan menciptakan mesin pencetak pelet menggunakan bahan baku sampah organik. Solusi ini bertujuan untuk mengurangi biaya produksi, mendukung pengelolaan limbah berkelanjutan, dan meningkatkan produktivitas serta kemandirian peternak. Kegiatan ini meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan teknis, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan peternak dalam memproduksi pelet pakan ikan secara mandiri. Dari hasil pengamatan selama 2 minggu, lele yang diberi pelet sampah organik bertambah massanya menjadi 9 gram, sementara yang diberi pelet komersial hanya memiliki massa 8,3 gram. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi pelet dari sampah organik memiliki kualitas yang lebih baik daripada pelet komersial sehingga layak dikembangkan.
Pelatihan Perbaikan Perahu Kayu dengan Laminasi Fiberglass Untuk Nelayan di Desa Gisik Cemandi, Sidoarjo Hasanudin, Hasanudin; Aryawan, Wasis Dwi; Kurniawati, Hesty Anita; Nasirudin, Ahmad; Utama, Danu; Putra, Erzad Iskandar; Yulianto, Ardi Nugroho
Sewagati Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i1.2494

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan perbaikan perahu kayu dengan laminasi fiberglass dilakukan dalam rangka penguatan aktivitas nelayan di Desa Gisik Cemandi. Kegiatan ini dirancang untuk mengatasi tantangan yang sering dihadapi nelayan, seperti kerusakan kapal kayu yang rentan terhadap air laut dan organisme perusak. Pelatihan dilaksanakan dalam tiga tahapan utama: penyampaian materi tentang dasar-dasar perawatan kapal, pengenalan alat dan bahan untuk aplikasi fiberglass, dan praktik perbaikan kapal kayu dengan laminasi fiberglass secara langsung. Sebanyak 29 peserta, yang mayoritas merupakan nelayan, serta beberapa pemuda setempat, mengikuti pelatihan ini dengan antusias diikuti semua peserta muali awal sampai selesai. Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga keterampilan praktis dalam menggunakan laminasi fiberglass pada kapal kayu sebagai solusi modern untuk memperpanjang umur kapal. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian nelayan dalam perawatan kapal, mengurangi biaya perbaikan jangka panjang, serta meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Secara keseluruhan, program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan nelayan, tetapi juga berkontribusi pada penguatan ekonomi masyarakat pesisir melalui pengurangan biaya perbaikan dan peningkatan daya tahan kapal terhadap kerusakan.