cover
Contact Name
Mochamad Fariz Irianto
Contact Email
mochamadfarizirianto@gmail.com
Phone
+6285732331291
Journal Mail Official
admin@jurnalpengabdianmasyarakatbangsa.com
Editorial Address
Amirul Bangun Bangsa Publishing Jalan Terusan Mergan Raya No. 11 Tanjungrejo Sukun Kota Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa
ISSN : -     EISSN : 29870135     DOI : 10.59837
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa published every month (12 times a year), contains disseminates every thought and idea on the results of research and the use of technology to be implemented to the public, including field of science; Mathematics and Natural Sciences, Applied, Social, Law, Culture, Economics, Health, Farm, Food, Agriculture, education, and information technology etc, which published by Amirul Bangun Bangsa Publishing
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,506 Documents
Pendampingan Psikologis Atlet Pelatda Pencak Silat SUMUT Menuju PON XXI Tahun 2024 Keliat, Pedomanta; Situmorang, Satria; Manullang, Samsul Bahri; Sagala, Satrio Gunawan; Purba, Roy Heber; Gulo, Rudolf Kesatria; Zebua, Rodikat Arya Pemukas; Bangun, Ronald Kristian; Gulo, Saverius Sederius; Ginting, Sabarta; Zega, Setiawan Putra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 4 (2024): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i4.957

Abstract

Dalam menghadapi perlehatan akbar yang diadakan dalam kurun 4 tahun sekali, Pekan Olahraga Nasional merupakan ajang “unjuk gigi” bagi para insan olahragawan di Indonesia. Banyak hal yang perlu dipersiapkan mulai dari venue, perangkat pertandingan, sarana prasarana yang mendukung hingga pada kesiapan masyarakat dalam menyambut “Pesta” ini. Beberapa faktor yang mempengaruhi atlet untuk dapat meraih prestasi dalam sebuah ajang olahraga diantaranya, kesiapan fisik, latihan yang intensif, kematangan strategi hingga pada kesehatan mental bertanding. Tidak jarang mental merupakan faktor penentu peryandingan. Lama latihan dan kemampuan fisik serta startegi yang baik akan hancur diarena pertandingan jika mental atlet itu sendiri tidak dibina. Kesehatan mental atlet akan semakin terganggu seiring dengan semakin dekatnya waktu pertandingan. Pelatih yang baik tentunya mempersiapkan dan memperhatikan anak asuhnya dari segala aspek. Dalam upaya memberikan pembinaan mental para atlet, kegiatan pengabdian ini mencoba mengidentifikasi fakta dilapangan. Data diambil secara faktual dari individual atlet dengan menggunakan pendekatan personal dan juga kuesioner sebagai pendukung data. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bagaimana kesehatan mental masing-masing atlet sebelum bertanding, sehingga pelatih dapat mengambil langkah dalam mendorong, memotivasi hingga mendoktrinasi atlet yang memiliki gangguan mental.  Kecemasan, rasa takut, konsentrasi yang menurun, rasa percaya diri yang kurang, tidak adanya semangat, agresivitas yang hilang, hingga kecerdasan dalam bertanding merupakan faktor mental yang mempengaruhi performa diatas arena. Jika sedini mungkin faktor tersebut dapat diminimalisir, maka 75% kemenangan atlet sudah didepan mata. Mental yang sehat dalam bertanding akan sangat mempengaruhi penampilan. Sekuat apapun lawan akan sangat mudah ditaklukkan jika atlet memiliki mental yang baik. Tujuan dari kegiatan ini memberikan pendampingan terhadap kesehatan mental atlet Pelatda Pencak Silat Sumut dalam persiapan menghadapi pertandingan PON XXI Tahun 2024.
Edukasi dan Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Siswi SMA Swasta Babul Maghfirah Kabupaten Aceh Besar Seni, Wildan; Zahara, Hafni; Karma, Taufiq; Kala , Pasyamei Rembune; Idroes, Ghazi Mauer; Yustiana, Yustiana; Bako, Winanda; Wangi, Putri Ayu Sekar; Anggi, Tiara; Fauziah, Niken
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 4 (2024): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i4.958

Abstract

Kecelakaan dapat terjadi kapan saja dan dimana saja, kecelakaan merupakan suatu kejadian yang terjadi secara mendadak sehingga mengakibatkan seseorang memerlukan penanganan dan_pertolongan secara cepat dan tepat. Tujuan penyelenggaraan kegiatan edukasi dan pelatihan ini adalah sebagai penguat keterampilan sehingga peserta mendapat bekal untuk dapat diaplikasikan kepada masyarakat. Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa dan dosen prodi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Universitas Abulyatama Aceh dan sasaran dari kegiatan ini yaitu siswi SMA Swasta Babul Maghfirah Kabupaten Aceh Besar kelas X dan XI terdiri dari 1 70 siswi. Kegiatan pengabdian di awali dengan presentasi dan tanya jawab dilanjutkan dengan simulasi dan praktek oleh peserta. Metode yang di lakukan adalah dengan memberikan pretest dan posttest kepada 31 siswi kemudian menganalisis data dari lembar jawaban tersebut apakah peserta yang mengikuti penyuluhan tersebut mengalami peningkatan pemahaman yang signifikan atau tidak. Dari hasil penyuluhan terjadi peningkatan pemahaman dari sebelum dan sesudah pelatihan, diantaranya terjadi peningkatan pemahaman mengenai pengetahuan tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) 25,8%, peningkatan pemahaman mengenai pemanfaatan mitela dan bidai pada korban kecelakaan 80,7%, dan pengetahuan mengenai cidera kepala dan penanganannya mengalami peningkatan sebesar 54,8%. Pengetahuan tentang cidera patah dan penanganannya 61%, transportasi korban kecelakaan 35,5%. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi semua peserta yang hadir karena ini merupakan bentuk edukasi tentang P3K dan penanganan korban.
Sosialisasi Penanaman Nilai P5 Dalam Pembentukan Katerampilan Siswa Kelas IV Di SD Negeri 040444 Kabanjahe Tindaon, Juwita; Sinaga, Elisabeth Ruthana Lasmaria; Sinaga, Rian Julfian; Suka, Seri Nita Br Ginting; Purba, Dhea Steviana Br
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 4 (2024): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i4.959

Abstract

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengatakan P5 berbeda dari cara-cara pendidikan Pancasila sebelumnya dengan melibatkan kegiatan penunjang berbasis proyek. Namun tampaknya belum semua sekolah menerapkan program yang merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka secara optimal. Pengamat pendidikan mengatakan banyak guru di sekolah belum mendapatkan pelatihan yang cukup, sehingga tujuan program P5 itu tidak tercapai. Istilah P5 barangkali mengingatkan sebagian orang pada penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) di masa Orde Baru. Namun program ini sangat berbeda. Jauh dari pidato dan diskusi satu arah yang oleh banyak orang dianggap sebagai indoktrinasi, P5 yang merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka mengajak siswa untuk aktif terlibat dalam berbagai kegiatan proyek ko-kurikuler (menunjang mata pelajaran utama). Dalam program P5, siswa tidak diajari nilai-nilai Pancasila secara mentah tetapi didorong untuk menangani isu-isu yang relevan di lingkungan mereka.“Pelajar Pancasila yaitu pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila, maka sangat penting untuk peserta didik mempelajari hal-hal di luar kelas yang berkaitan dengan isu penting yang dekat dengan kehidupan sehari-hari seperti perubahan iklim, kesehatan mental, teknologi, nasionalisme, dan isu-isu lainnya, Menurut buku panduan P5, Pelajar Pancasila diharapkan memiliki kompetensi-kompetensi yang berkaitan dengan konteks kehidupan dan tantangan bangsa Indonesia di abad ke-21 serta berpartisipasi dalam “pembangunan global yang berkelanjutan”. Kompetensi-kompetensi tersebut dibagi ke dalam enam dimensi: beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia; berkebhinekaan global; bergotong-royong; mandiri; bernalar kritis; dan kreatif. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mensosialisasikan penenaman nilai-nilai P5 dalam pembentukan keterampilan siswa Kelas IV di SD Negeri 040444 Kabanjahe. Pengabdian masyarakat ini akan dipublikasikan pada jurnal pengabdian masyarakat.
Strategi Membangun Reputasi Untuk Sukses Karier Dengan Personal Branding di SMKN 1 Cikarang Utara Mardiani, Inna Nisawati; Aprilia, N Ika; Pratiwi, Vina; Qorina, Imelda; Fatmasari, Dhea; Samudra, Jaka
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 4 (2024): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i4.960

Abstract

Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada siswa SMKN 1 Cikarang Utara tentang pentingnya personal branding dalam membangun reputasi yang kuat untuk kesuksesan karier. Personal branding merupakan upaya strategis untuk membentuk dan memproyeksiikan citra diri yang positif dan professional dalam dunia kerja. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu mengenali dan mengembangkan nilai-nilai unik serta keahlian yang dimiliki, yang keudian dikomunikasikan secara efektif kepada khalayak luas. Materi sosialisasi mencakup definisi dan konsep dasar personal brandiing, Langkah-langkah praktis dalam membangun brand pribadi, serta strategi penggunaan media social dan jaringan professional untuk memperkuat reputasi. Selain itu, disampaikan juga pentingnya konsitensi dan autensitas dalam setiap Tindakan yang dilakukan guna menjaga integritas dan kepercayaan dari berbagai pihak yang berinteraksi.Dengan mengikuti sosialisasi ini, siswa diharapkan dapat mempersiapkan diri lebih baik dalam menghadapi persaingan di dunia kerja, memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi, dan mampu membangun karier yang sukses melalui pencitraan diri yang positif dan profesional.
Sosialisasi Pentingnya Kesehatan Mental Pada Remaja Di Desa Trimomukti Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan Suri, Indah Resti Ayuni; Julianto, M. Ikhsan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 4 (2024): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i4.961

Abstract

Kesehatan adalah sering terlihat sebagai hanya fisik kesehatan. Di dalam fakta, kesehatan adalah bukan hanya fisik tetapi Juga rohani. Sayangnya, kesehatan mental seringkali dianggap kurang penting dibandingkan kesehatan fisik. WHO bilang muda masyarakat di era milenial ini sangat rentan terkena gangguan jiwa. Apalagi masa remaja adalah suatu masa dimana banyak terjadi perubahan pada diri sendiri dan penyesuaian yang terjadi secara psikologis, emosional, dan secara finansial. Kesehatan jiwa diartikan sebagai terpenuhinya fungsi-fungsi mental yang mampu menjadikan individu produktif, mampu menjalin hubungan yang sehat dengan orang lain dan mampu mengatasi kesulitan. Metodenya dalam pengabdian ini terdapat ceramah dan diskusi. Informan atau subjek dalam pengabdian ini adalah siswa/I SDN 1 Trimomukti. Hasil dari pengabdian ini adalah memberikan sosialisasi mengenai pentingnya mental kesehatan bagi remaja. Dari pengabdian yang dilakukan oleh para narasumber dapat disimpulkan bahwa remaja di dalam itu desa dari Trimomukti adalah tetap bingung tentang Bagaimana ke mengelola mental kesehatan Jadi itu mereka tetap dijaga dalam kondisi baik. Meski begitu, para remaja merasa dimudahkan dengan adanya sosialisasi terkait hal ini mental kesehatan Jadi itu remaja merasa tercerahkan Dan mendapatkan masukan di dalam kesehatan mental pemeliharaan
Pengembangan Usaha Kreatif Melalui Pemanfaatan Daur ulang Sampah Rumah Tangga di Bank Sampah Wares Salatiga Yuliamir, Henry; Rahayu, Enik; Aprilliyani, Renny
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 4 (2024): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i4.962

Abstract

Program Pengembangan Usaha Kreatif melalui Pemanfaatan Daur Ulang Sampah Rumah Tangga di Bank Sampah Wares Salatiga merupakan inisiatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung keberlanjutan lingkungan. Fokus utama program adalah pada pemberdayaan mitra produktif dan peningkatan kualitas layanan untuk kelompok non-produktif. Mitra produktif, terutama ibu-ibu PKK dan Bank Sampah Wares, menghadapi tantangan keterbatasan keterampilan ekonomi, manajemen, dan pemasaran. Program ini menawarkan solusi berupa pelatihan, pendampingan, dan workshop yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing mitra di pasar lokal. Sementara itu, kelompok non-produktif dihadapkan pada permasalahan ketentraman dan layanan publik yang kurang memadai. Program mencakup peningkatan layanan kesehatan, keamanan, dan kebutuhan masyarakat lainnya. Mitra aktif terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program untuk memastikan keberlanjutan dan relevansi solusi. Langkah-langkah pelaksanaan program melibatkan identifikasi permasalahan, perencanaan yang melibatkan mitra, pendekatan terpadu, partisipasi aktif masyarakat, evaluasi berkala, dan perbaikan berkelanjutan. Hasil yang diharapkan mencakup peningkatan kapasitas mitra produktif, peningkatan layanan publik, dan peningkatan tingkat kepuasan masyarakat. Dengan melibatkan mitra secara aktif, program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan usaha kreatif, pemanfaatan daur ulang sampah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Salatiga.
Penguatan Kelembagaan Pariwisata untuk Meningkatkan Kualitas Daya Tarik Wisata Di Desa Kledung, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung Risyanti, Yustina Denik; Trenggono, Trenggono; Marhendi, Mengku; Susanti, Phia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 4 (2024): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i4.963

Abstract

Desa Kledung terletak di Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah serta kondisi alam yang menarik, ideal untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata. Potensi yang ada masih belum dimanfaatkan dan diberdayakan  oleh masyarakat setempat secara maksimal. Mengatasi kondisi tersebut bekerja sama dengan STIEPARI Semarang mengambil langkah dengan mengadakan program pengabdian masyarakat. Tujuan Kegiatan pengabdian untuk memberdayakan masyarakat lokal dan mendukung perkembangan desa wisata. Melalui program pengabdian masyarakat sebagai salah satu upaya pengembangan potensi pariwisata di Desa Kledung. Metode yang digunakan mencakup penguatan kelembagaan lokal dan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan serta pendampingan intensif kepada pengelola pariwisata lokal. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kreativitas dan inovasi dalam pengelolaan potensi alam serta pengembangan produk pariwisata yang berkelanjutan. Hasilnya menunjukkan bahwa melalui pendampingan berkelanjutan, masyarakat Desa Kledung mampu meningkatkan pemanfaatan dan pemberdayaan potensi wisata lokal, selanjutnya kegiatan ini dapat memperkuat peran ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Diharapkan, pendekatan ini dapat menjadi contoh bagi pengembangan desa-desa wisata lainnya di Indonesia dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Edukasi Bagi Generasi Muda Untuk Meningkatkan Pemahaman Berinvestasi Soenhadji, Iman Murtono; Indira, Christera Kuswahyu; Handayani, Handayani; Agustin, Sri Kurniasih; Handrijaningsih, Lies; Anggraeni, S. Tiwi; Hermawati, Sri; Utami, Budi; Mariani, Septi; Suhendra, Susi; Anisah, Anisah; Sariyati, Sariyati; Murtiasih, Sri; Hernama, R.; Martani, Martani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 4 (2024): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i4.964

Abstract

Investasi adalah penggunaan uang atau aset untuk menghasilkan keuntungan di masa depan. Bagi siswa, ini merupakan konsep penting untuk mempersiapkan masa depan yang lebih sejahtera. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan edukasi generasi muda jenjang menengah atas untuk lebih memahami tentang investasi. Kegiatan ini berlangsung di SMK Yadika 13 Tambun. Metode yang digunaan adalah dengan persentasi materi, tanya jawab dan diskusi mengenai investasi dengan seluruh peserta. Edukasi mengenai pengenalan, jenis investasi, cara memulai investasi, manajemen risiko dalam berinvestasi dan perencanaan melakukan investasi. Setelah pelaksaan ini berakhir, siswa SMK Yadika 13 Tambun sangat puas karena edukasi yang telah diberikan mampu meningkatkan pemahaman tentang investasi dan cara memilih investasi yang tepat dan aman, serta membantu siswa dalam memulai perencanaan investasi sejak dini
Menggali Potensi Teknologi: Sosialisasi QR Code Dalam Sistem Absensi Digital Tommy, Tommy; Khairani, Mufida; Siregar, Rosyidah; Lubis, Imran; Syahputri, Nenna Irsa; Harahap, Herlina; Elhanafi, Andi Marwan; Irwan, Dedy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 4 (2024): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i4.965

Abstract

Qrcode dan aplikasinya pada absensi digital merupakan salah satu teknologi yang memiliki dampak aplikatif yang sangat berguna pada saat sekarang ini. Pemahaman teknologi tersebut menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda, khususnya pada bidang teknologi, untuk dapat bersaing di masa yang akan datang. Pengenalan tentang teknologi kode QR dan sistem absensi digital sangat penting bagi siswa SMA Nur Azizi di Tanjung Morawa. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, siswa diperkenalkan dengan konsep kode QR dan penerapannya dalam sistem absensi digital. Dengan penyampaian materi dan praktik langsung, siswa diharapkan dapat memahami dan mengaplikasikan teknologi kode QR dalam kehidupan sehari-hari mereka. Respon antusias dari siswa menunjukkan minat mereka yang besar dalam memanfaatkan teknologi ini secara efektif. Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan wawasan dan keterampilan praktis kepada siswa tentang penggunaan kode QR dalam konteks absensi digital, sehingga mereka dapat lebih siap menghadapi era digital yang terus berkembang. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan teknis siswa, tetapi juga untuk membentuk pola pikir pembelajaran yang berkelanjutan dan adaptasi terhadap teknologi baru. Dengan mengintegrasikan keterampilan ini ke dalam pengalaman sehari-hari, siswa dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk menghadapi kemajuan teknologi. Pendekatan komprehensif ini memastikan siswa menjadi peserta aktif dalam pengembangan dan penerapannya.
Pelatihan Budidaya Maggot Dalam Meningkatkan Keterampilan Santri Pondok Pesantren Al-Ikhsan Beji, Kabupaten Banyumas Wulansari, Nur Kholida; Prihatiningsih, Nur; Nurchasanah, Siti; Mutala’liah, Mutala’liah; Bayyinah, Lafi Na’imatul; Rostaman, Rostaman; Wiyantono, Wiyantono
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 4 (2024): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i4.967

Abstract

Santri merupakan generasi muda yang memiliki peran penting dalam perkembangan dan masa depan di berbagai sektor. Limbah makanan yang melimpah dapat dimanfaatkan sebagai media pakan maggot yang nantinya dapat menambah keterampilan santri dalam mengolah limbah dan mengasah jiwa Entrepreneur. Hasil dari budidaya maggot dapat dijual sebagai pakan ternak dan pakan ikan yang mengandung nilai gizi yang tinggi. Penyuluhan Kegiatan ini dilakukan di awal kegiatan untuk memberikan gambaran secara menyeluruh terkait kegiatan yang akan dilaksanakan dan memberikan pengetahuan tentang teknologi mengolah limbah berbasis budidaya maggot. Kegiatan ini melibatkan seluruh santri putra dan santri putri, pengasuh pondok pesantren Al-Ikhsan, penyuluh lapang Desa Beji. Kegiatan dilakukan di pondok pesantren Al-Ikhsan. Berdasarkan hasil pengisian kuisioner yang dilakukan sebelum kegiatan penyuluhan diketahui bahwa 99% santri tidak mengetahui pengetahuan budidaya maggot dalam pengolahan limbah organik rumah tangga yang juga memiliki nilai ekonomi tinggi. 1% santri mengetahui akan tetapi pengetahuan tersebut sebatan jenis serangga yang dapat mengolah sampah organik, belum mengetahui cara budidaya yang tepat. Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan 100% santri dapat memahami cara budidaya maggot secara tepat. Peningkatan keterampilan santri nampak pada keberhasilan telur maggot menetas dan pembesaran maggot.Kegiatan pengabdian masyarakat di Pondok Pesantren Al-Ikhsan Beji, Kabupaten Banyumas telah dilaksanakan dengan baik, diikuti oleh santri putra dan santri putri. Tujuan kegiatan untuk mengembangkan jiwa wirausaha santri sehingga dapat menambah skill dan kemampuan santri bisa dikatakan berhasil karena keterlibatan para santri terjadi sejak awal proses budidaya hingga pemanenan.

Page 75 of 251 | Total Record : 2506