cover
Contact Name
Fauzi Nur Ilahi
Contact Email
fauzinurilahi29@gmail.com
Phone
+6285719086360
Journal Mail Official
fauzinurilahi29@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Tengah No.80, RT.6/RW.1, Gedong, Kec. Ps. Rebo, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13760
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
ISSN : 25802046     EISSN : 25802054     DOI : Prefix 10.26539
JURNAL TERAPUTIK : Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling published original manuscripts relating to the following: School Counseling; Psychology Counseling; Career Counseling; Couple, Marriage and Family Counseling; Mental Health; Counseling Supervision; Theory Development; Professional Counseling Ethnic; International Counseling and Multicultural Issues; Program Applications; and Integrative Reviews from Counseling and Related Fields. Islamic Guidance and Counseling Educational Psychology Educational media and technology Teaching and Learning The Role Of Assessment In Counseling
Articles 348 Documents
Kebahagiaan Wanita Ditinjau dari Perbedaan Usia (Dewasa Awal dan Dewasa Madya) sophia, hanny; Nofriza, Fatma; Sukma Wardhani, Chandra Dewi
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 2 (2023): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.722056

Abstract

Abstract: Basically happiness is something that every individual wants to achieve. The happiness felt by a person will change and develop over time or with age. The aim of the study was to determine the differences in the happiness of women from early adulthood and middle adulthood. The research sample was taken using the Slovin formula as many as 43 respondents. The research data collection tool used the Authentic Happiness Inventory (AHI) happiness questionnaire. The results of the research show the Significance value. 0.191 which means that Ho is accepted and Ha is rejected because of the sig. > 0.05 means that there is no difference in women's happiness in terms of early adulthood and middle adulthood. Keywords: Happiness, Age, Early Adult and Middle AdultAbstrak: Pada dasarnya kebahagiaan merupakan hal yang ingin diraih oleh setiap individu. Kebahagiaan yang dirasakan oleh seseorang akan berubah dan berkembang seiring dengan berjalannya waktu ataupun bertambahnya usia. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan kebahagiaan wanita yang ditijau dari usia dewasa awal dan usia dewasa madya. Sampel penelitian diambil menggunakan rumus Slovin sebanyak 43 responden. Alat pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner kebahagiaan Authentic Happiness Inventory (AHI). Hasil penelitian menunjukkan nilai Signifikasi. 0,191 yang mana dengan hal tersebut dinyatakan Ho diterima dan Ha ditolak karena nilai sig. > 0,05 artinya bahwa tidak terdapat perbedaan kebahagiaan wanita ditinjau dari usia dewasa awal dan dewasa madya. Kata kunci: Kebahagiaan, Usia, Dewasa Awal dan Dewasa Madya
Penerapan Teknik Journaling untuk Meningkatkan Kinerja Konselor Alfirazi, Diova Laviria; Ardianti, Tanti; Fijriani, Fijriani
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 2 (2023): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.722199

Abstract

The background of this research is based on the needs of students and the resolution of various issues faced by students, which serves as a significant motivation for a counselor to continually enhance their performance through personality, skills, creativity, knowledge, and competencies they possess. One of the areas that counselors should improve is their mastery of various techniques that can be applied in the counseling process to help address client problems. This type of research is qualitative in nature and employs a literature review approach, specifically, the Systematic Literature Review (SLR) method. The general objective of this research is to describe the performance of counselors. Based on the analysis, it was found that the journaling technique can be applied in addressing student issues.
Peran Konselor Sekolah Dalam Membangun Etika Siswa Generasi Alpha Virera, Dinda Rossa Aldyan; Lestari, Indah; Hidayati, Richma; Mawadati, Khusnia
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 2 (2023): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.721254

Abstract

Etika adalah aturan perilaku yang berkaitan dengan kesopanan atau etika, sopan santun, moral, dan akhlak mulia, yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai etika tertentu pada diri siswa, yang di dalamnya terdapat komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, serta tindakan untuk melakukan nilai-nilai tersebut. . Menjadi bagian penting menempatkan peran konselor sekolah dalam membentuk etika siswa dan cara menghadapinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru sebagai panutan dalam pembentukan etika siswa. Salah satu cara untuk membentuk etika siswa adalah dengan menggunakan metode bimbingan kelompok, Bimbingan Kelompok merupakan salah satu teknik bimbingan konseling yang efektif untuk pembentukan etika siswa
Analisis Masalah Untuk Warga Binaan Lapas Perempuan Berdasarkan Alat Ungkap Masalah (AUM) Umum Afifa, Galuh Amalia; Yulia, Cici; Dewi, Chandra
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 2 (2023): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.721959

Abstract

Abstract:  The goal of this study are identifying problems from female prisoners using General problem-Revealing Instrument (AUM Umum). Several problem have been identified, such as lack of sleep, anxiety, pick at the food, and fear of fight with the others. This research used quantitative with descriptive design, namely survey methods with a problem-based guidance and counseling, namely General Problem-Revealing Instrument (AUM Umum). There were 29 participant in the study’s sample. The result of this research shows the most common problem is Personality (79,2%) and the primary problems are consumption of drugs and trust issue. The conclusions drawm from the research that General Problem-Revealing Instrumen AUM Umum) highly helpful in detecting problems, so it might be used an idea for developing a counseling programs that were modified the necessity of inmates at women’s penitentiary.  Keywords: AUM, Problems, Penitentiary  Abstrak: Tujuan studi ini yaitu mengungkapkan kondisi permasalahan Warga Binaan Lapas Perempuan berdasarkan Alat Ungkap Masalah (AUM) Umum. Hasil penemuan di lapangan ditemukan beberapa permasalahan yang terjadi, seperti perasaan takut diasingkan dan berkelahi dengan warga binaan lainnya, kurang tidur, stress dan tidak nafsu makan. Penilitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif yaitu penelitian survei. Dengan menggunakan instrumen dalam bimbingan dan konseling yaitu AUM Umum. Sampel berjumlah 29 orang. Hasil penelitian memperlihatkan permasalahan paling tinggi pada bidang Diri Pribadi (79,2%) dengan masalah terberat adalah Terlibat narkoba dan kurang percaya orang lain. Dapat disimpulkan bahwa AUM Umum sangat berguna dalam mengidentifikasi permasalahan, sehingga dapat dijadikan sebagai acuan untuk membuat program layanan yang disesuaikan dengan kondisi warga binaa Lembaga Pemasyarakatan Perempuan. Kata kunci: AUM Umum, Permasalahan, Lembaga Pemasyarakatan 
Hubungan Pola Asuh Otoriter terhadap Struktur Kepribadian Manusia dalam Perspektif Sigmund Freud Lubis, Muhammad Alridho; Ariyati, Ika; Harahap, Nur Hasanah; Pierda, Kheylyla Adha; Nopitri, Harti Zakia; Finanjani, Syakila
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 2 (2023): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.722081

Abstract

The order of human life started from the birth of a parenting style given by parents. Parenting plays a role in education and teaching to control and regulate children’s lives during the span of their development. Authoritarian parenting is part of the three types of parenting styles proposed by Hurlock. The characteristics of this form of authoritarian parenting are strict controls, strict discipline, and a lack of freedom in making decisions for children. Judging from the form of aspects arising from authoritarian parenting tend to lead to negative personality forms. Therefore, the relationship between parenting in the formation of one’s personality is very close. Parenting is the thing that underlies the formation of a person’s character and personality for the future. The good or bad of a person’s personality can be seen from the upbringing received from both parents and the environment in which the individual grows and develops.
Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok “Menggunakan Teknik Problem Solving“Terhadap Kesiapan Belajar di Masa Pandemi Pada Siswa Kelas XI IPS 2 SMAN 9 Kota Bengkulu sari, widya kartika; ariani, winda ade; perdana, meysi
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 2 (2023): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.721173

Abstract

This study aims to determine the level of student learning readiness in "pandemic period before (pretest) and after (posttest) group guidance services are given using problemsolving to determine the effect of group guidance services using techniques  solving on student readiness to learn during the pandemic. The method used in this study was an experimental method in the form of a one-"group pretest-posttest. The population in this study was all students of class XI IPS 2 "SMAN 9 Bengkulu City, totaling 26 students. The sample was determined using atechnique random with a total of 12 students in class XI IPS 2. After the data was collected and analyzed using the Wilcoxon test. The research results are as follows: 1. "students before being given group guidance services "using problem solving , there is 1 student with "low categoryein .techniques 2 There is a significant effect of group guidance services using problem solving on learning readiness during the "in class XI IPS 2 SMAN 9 Bengkulu City.
Konseling Pranikah Untuk Meminimalisir Masalah-Masalah Pranikah Bagi Calon Pengantin Alfaiz, Alfaiz; Sari, Azmatul Khairiyah; Zahri, Triave Nuzila; Erezka, Roshinta; Yudhy, Yudhy; Wiryawan, M. Ryzki; Rafiola, Ryan Hidayat
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 2 (2023): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.722141

Abstract

Marriage is the Sunnah of the Prophet to be followed for couples who already have feelings of love in their hearts. Marriage is a means to channel love in a lawful manner. The marriage that every couple wants is a perfect marriage without any flaws. Prospective brides will try to prepare for married life as well as possible. On the day of the wedding, they will invite relatives, family and friends to enliven their party. Everything was prepared as perfectly as possible. Live a marriage with a happy and comfortable feeling because the desired thing will be achieved. And after the event is over, the prospective bride must also be ready with some changes in her. But this desire to be perfect sometimes stresses the couple and produces some pre-marital problems that sometimes neither partner realizes. Some of the conflicts that arose in this pre-marital affair, which even led to the failure of their wedding planning. The failure of the marriage of the bride and groom will certainly make the problem even bigger. There are also couples who can go through the pre-marital period but when they are married they will bring up the pre-marital problems they have experienced. Of course it will have a negative effect on the harmony of the household they foster. One way that can be done to minimize problems in pre-wedding prospective brides is with pre-marital counseling. Premarital counseling is given to minimize these negative impacts.
Hubungan Komunikasi Orang Tua dengan Konsep Diri Siswa di SMP Negeri 5 Kota Jambi Nurcahyani, Sabbila; Gutji, Nelyahardi; Zulfikar, Muhammad
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 2 (2023): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.722013

Abstract

Keluarga adalah lingkungan pertama bagi anak dalam melakukan interaksi. Interaksi yang dilakukan membutuhkan komunikasi dan hal tersebut memiliki peranan penting dalam membentuk anak, salah satunya membentuk konsep diri anak. Orang tua menjadi sangat penting bagi terbentuknya konsep diri anak karena apa yang dikomunikasikan oleh orang tua kepada anaknya lebih bermakna daripada informasi lain yang didapat anak sepanjang hidupnya. Penelitian ini ialah kuantitatif korelasional yang bertujuan untuk melihat hubungan antara komunikasi orang tua dengan konsep diri siswa, dengan siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Kota Jambi yang berjumlah 364 siswa sebagai populasi. Teknik dari pengambilan sampel memakai teknik dari simpel random sampling sehingga didapati jumlah sampel sebanyak 190 siswa. Berdasarkan hasil analisis korelasi didapatkan besar r hitung 0,437 > r tabel 0,1194 dengan tingkat kepercayaan α 0,05, dan melalui perhitungan SPSS Sig senilai 0.000 < 0.05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Kemudian besar r hitung 0,437 ditafsirkan sebagai korelasi sedang (hubungan memadai). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan bermakna antara komunikasi orang tua dengan konsep diri siswa.
Penyesuian Diri Siswa Terhadap Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dan Implikasi Terhadap Layanan Bimbingan dan Konseling di SMAN 13 Pekanbaru Setioaji, Waif; Yakub, Elni; Khadijah, Khairiyah
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 2 (2023): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.721573

Abstract

Pandemi   Covid   19   mengakibatkan   perubahan   dalam   berbagai   tatanan   kehidupan   termasuk pembelajaran. Awal pandemi, pembelajaran dilakukan secara daring dan selanjutnya bertahap menjadi pembelajaran tatap muka (PTM). perubahan system ini akan membutuhkan waktu siswa untuk menyesuaikan diri kembali, karena tidak semua siswa memiliki penyesuaian diri yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat penyesuaian diri siswa terhadap pembelajaran tatap muka (PTM) di tinjau dari aspek kematangan emosional, kematangan intelektuan, kematangan sosial dan tanggung jawab. Jenis penelitian  ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa . Sampel penelitian  sebanyak 106 siswa dan diambil dengan  teknik  proportionate stratified random sampling. Teknik pengumpulan data dengan cara mengukur aspek penyesuaian diri menggunakan kuesioner skala linker. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan pada 30 responden. Hasil uji validitas menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment dengan nilai tiap item diatas 0,361 dan uji reliabilitas menggunakan alpha Cronbach dengan nilai 0,834. Analisis data menggunakan distribusi frekuesi dan persentase. Hasil Penelitian ini menunjukan tingkat penyesuaian diri siswa pada aspek kematangan emosional berada paada kategori tinggi, pada aspek kematangan intelektual berada pada kategori tinggi, pada aspek kematangan sosial berada pada kategori sedang dan pada aspek tanggung jawab berada pada kategori tinggi.
Cognitive Behaviour Therapy untuk Mengurangi Prokrastinasi Akademik Siswa: Literature review Ayuna, Rihya Syifa Qurrotu; Wahyuni, Eka
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 2 (2023): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.721887

Abstract

CBT views academic procrastination as caused by a distortion cognitive of irrational thinking which assumes that homework are something that is difficult to complete and not easy to do. CBT theory states that students who procrastinate result in their solid cognitive structure and CBT works by replacing dysfunctional thoughts with rational ones. The three structures in cognitive behavior are: Automatic Thinking, Intermediate Beliefs, Core Beliefs. CBT focuses on changing dysfunctional thinking and behavior patterns so that CBT's tasks and commitments fit theoretically into Academic Procrastination. CBT provides appropriate interventions, such as value-directed behavior and goal setting (values), behavioral modeling and experiments (expectations), sub-goals and behavioral activation (time), as well as stimulus and implementation sensitivity to academic procrastination. The results of the study revealed that CBT was very effective in reducing students' academic procrastination. Although effective, CBT has some drawbacks because CBT interventions are relatively expensive and require a high level of expertise.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2025): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 3 (2025): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 2 (2024): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 1 (2024): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 3 (2024): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 2 (2023): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 1 (2023): TERAPUTIK : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 3 (2023): Teraputik Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 2 (2022): Teraputik: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 1 (2022): Teraputik: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 3 (2022): Teraputik: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 2 (2021): TERAPUTIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING Vol 5, No 1 (2021): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 3 (2021): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 2 (2020): Teraputik: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 1 (2020): Teraputik: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 3 (2020): Teraputik Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 2 (2019): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 1 (2019): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 3 (2019): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 2 (2018): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 1 (2018): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 3 (2018): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 2 (2017): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2017): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling More Issue