Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran adalah jurnal penelitian peer-reviewed open access yang diterbitkan oleh Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi). Cendikia menyediakan wadah bagi para peneliti, akademisi, profesional, praktisi, dan mahasiswa untuk menyampaikan dan berbagi pengetahuan dalam bentuk makalah penelitian empiris dan teoritis, studi kasus, tinjauan pustaka dan ulasan buku tentang pendidikan dan pengajaran.
Articles
810 Documents
IMPLEMENTASI GERAKAN LITERASI SEKOLAH (GLS) PADA KURIKULUM MERDEKA
Mahendra, Ahmad Ihza;
nur’aini, Eviliya;
Yuressa, Febriana;
Oktori, Idham Nurul;
Hasanah, Kholifatun;
Wulan, Retno Nawang
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 1 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.572349/cendikia.v2i1.704
Implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) pada Kurikulum Merdeka menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan literasi peserta didik di Indonesia. Kurikulum Merdeka menonjolkan cakupan yang lebih luas, tidak hanya terbatas pada literasi baca tulis, melainkan juga mencakup literasi numerasi, karakter, dan moral. Perbedaan utama dengan kurikulum lainnya adalah fokus pada pengembangan karakter peserta didik sebagai bagian integral dari gerakan literasi. Fleksibilitas pendekatan dalam implementasi GLS memberikan kebebasan kepada guru untuk merancang pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik, sementara kurikulum lainnya lebih terstruktur dan diarahkan oleh pedoman yang jelas. Sumber bacaan dalam GLS Kurikulum Merdeka mencakup berbagai format, memberikan keleluasaan kepada guru untuk memilih sesuai dengan minat dan kebutuhan peserta didik. Implementasi GLS telah dilakukan di beberapa sekolah, seperti SDN Karangasem I Surakarta dan SDN Poris Gaga 6 Kota Tangerang, dengan melibatkan tahapan perencanaan, pengembangan, dan pembelajaran. Meskipun terdapat beberapa aspek yang belum optimal, upaya implementasi GLS diharapkan dapat efektif dan berkontribusi positif terhadap pengembangan literasi di Indonesia.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF BERORIENTASI TPACK UNTUK MENINGKATAKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK KELAS VIII MTS MUHAMMADIYAH LAWANG TIGO BALAI
Putri, Delia;
Ariza, M.Pd , Hidra;
Salman, S.Ag
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 1 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.572349/cendikia.v2i1.708
Hasil observasi awal, ditemukan permasalahan utama dalam penelitian ini yaitu rendahnya hasil belajar siswa kelas VIII di Mts Muhammadiyah Lawang Tigo Balai pada mata pelajaran akidah akhlak. Adapun Penyebab rendahnya hasil belajar siswa antara lain masih berlangsungnya pendidikan pembelajaran masih menggunakan metode konvensional, sehingga siswa menjadi kurang antusias dalam belajar. Sehingga mempengaruhi hasil belajar siswa, yang masih dibawah KKM. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui pendekatan TPACK. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas), penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus dengan jumlah siswa 26 orang. Setiap siklus terdiri dari perencanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan tes. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan deskriptif kualitatif. Meningkatkan hasil belajar siswa melalui pembelajaran inovatif berorientasi TPACK ini pendekatan mempunyai pengaruh atau dampak positif yang ditunjukkan dengan meningkat dari pra siklus, siklus I ke siklus II. Kelengkapan dari hasil belajar siswa pada pra siklus adalah 30% atau 8 siswa dari sebanyak 26 siswa, siklus I 50% atau sebanyak 13 siswa dari 26 siswa, siklus II sebesar 90% atau sebanyak 24 siswa dari 26 siswa.
ANALISIS KETERAMPILAN MENGADAKAN VARIASI GURU DALAM MEMBERIKAN REINFORCEMENT DI SD
Sefiyani Rafikha Putri;
Nailin Najihah;
Reszana, Vika;
Muhammad Novan Zulfahmi
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 1 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.572349/cendikia.v2i1.709
Guru memegang peranan penting dalam proses pembelajaran. Pendidikan dasar (SD) memerlukan pendekatan baru dan menarik agar siswa tetap tertarik dan termotivasi. Salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang baik antara guru dan siswa adalah dengan menggunakan penguatan. Namun, penting bagi guru untuk memberikan variasi pada saat memberikan penguatan. Kemampuan mengajarkan berbagai macam pelajaran merupakan suatu keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode pergantian guru pada masa penguatan di sekolah dasar. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah model penelitian kepustakaan dengan mengumpulkan data dari berbagai dokumen seperti buku, sumber tertulis, jurnal, dan majalah. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan penguatan yang diberikan guru dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik. Oleh karena itu, guru yang mampu memodifikasi praktik pengajarannya dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih efektif dan memotivasi siswa sekolah dasar.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN APLIKASI YOUTUBE UNTUK KETERAMPIL MENYIMAK KELAS V SD
Hafsiah, Liany;
Ahmad, Arifin;
Rahma, Siti;
Yasmin, Bunga
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 1 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.572349/cendikia.v2i1.724
Pembelajaran bahasa Indonesia mencakup komponen kemampuan berbahasa dan kemampuan bersastra yang meliputi aspek-aspek yaitu keterampilan mendengarkan (menyimak), keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis. Untuk mencapai aspek-aspek tersebut, guru harus memilih model pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Salah satu model pembelajaran yang mempunyai cara belajar siswa aktif dan kreatif adalah model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui adanya Pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar siswa, (2) untuk mengetahui apakah terdapat perubahan cara belajar siswa dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan aplikasi powtoon terhadap kemampuan berpikir kreatif terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas V SDN Jelegong 02. Penggunaan aplikasi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menyimak dongeng pelajaran bahasa Indonesia dengan menggunakan aplikasi YouTube pada pelajaran tematik di sekolah dasar.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA KEGIATAN PEERTEACHING MAHASISWA CALON GURU
Oktaviana, Dinda;
Shalsabila, Shalwa Rizkya;
Sasmita A, Wijang Putra;
Rostika, Deti;
Sudarmansyah, Ranu
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 1 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.572349/cendikia.v2i1.725
Pendidikan saat ini dihadapkan pada sejumlah tantangan yang memengaruhi proses pembelajaran. Salah satu isu krusial adalah ketidakseimbangan akses terhadap pendidikan, terutama dalam mengadopsi teknologi dalam pembelajaran. Kesenjangan digital dan perubahan dalam kurikulum serta metode pengajaran juga menjadi sorotan. Tingkat stres siswa, khususnya terkait tekanan ujian dan kesejahteraan mental, menjadi perhatian penting dalam lingkup pendidikan. Penelitian ini membahas penggunaan metode Problem-Based Learning (PBL) dalam meningkatkan interaksi siswa dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran ini menekankan pada pemecahan masalah dunia nyata, keterlibatan aktif siswa, dan pengembangan keterampilan kritis. Rekomendasi dari penelitian ini menekankan perlunya keseimbangan antara substansi materi dan keterampilan mengajar guru dalam mengimplementasikan PBL. Perencanaan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa, penggunaan teknologi yang kreatif, evaluasi yang berkelanjutan, dan kolaborasi antar siswa menjadi poin penting dalam meningkatkan efektivitas proses pembelajaran.
Penanaman Emotional Value Dalam Aspek Nilai Moral Karakter siswa SD
Muna, Lilik Nailil;
Firdausi, Amalia;
Oktavian, Rizki Meiday;
Zulfahmi, Muhammad Nofan
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 1 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.572349/cendikia.v2i1.736
Periode keserasian bersekolah, atau periode intelektualitas, adalah istilah lain untuk usia sekolah dasar. Seorang anak dianggap siap untuk memulai sekolah pada umur 6 hingga 7 tahun. Sekolah dasar terdiri dari kelas rendah dan kelas tinggi. Tingkat ekonomi yang rendah, asupan makanan yang tidak seimbang, dan kurangnya pengetahuan orang tua adalah beberapa faktor yang menyebabkan anak sekolah dasar menjadi salah satu kelompok yang rentan terhadap kekurangan gizi. Anak sekolah yang menjalani pola makan yang seimbang cenderung memiliki status gizi yang baik. Pada usia enam tahun, anak-anak mulai masuk sekolah, membawa mereka ke dunia baru di mana mereka mulai berhubungan dengan orang-orang di luar keluarga mereka dan berkenalan dengan lingkungan dan suasana baru. Hal ini dapat memengaruhi cara mereka makan. Kegembiraan di sekolah sering membuat anak-anak menyimpang dari waktu makan yang sudah ditetapkan. Tingkat ekonomi yang rendah, asupan makanan yang tidak seimbang, dan kurangnya pengetahuan orang tua adalah beberapa faktor yang menyebabkan anak sekolah dasar menjadi salah satu kelompok yang rentan terhadap kekurangan gizi. Anak sekolah yang menjalani pola makan yang seimbang cenderung memiliki status gizi yang baik. Anak-anak sekolah biasanya menjadi gemuk karena aktivitas bermain mereka yang menguras banyak tenaga. Untuk mengatasi masalah ini, Anda harus mengontrol waktu anak bermain agar mereka memiliki waktu istirahat yang cukup.
PERAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SEKOLAH DASAR UNTUK MEMBANGUN KARAKTER GENERASI UNGGUL
Sudirman, I Nyoman;
Cahyani, Ni Kadek Sita
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 1 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.572349/cendikia.v2i1.737
Pancasila menjadi sebuah nilai luhur yang terus dijunjung tinggi, menjadi landasan kuat bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, saat ini, nilai-nilai Pancasila menghadapi ketimpangan yang mengakibatkan redupnya keberadaannya. Hal ini disebabkan oleh rendahnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bersama sebagai bangsa dan negara. Generasi muda adalah pilar masa depan suatu bangsa yang akan menentukan nasib bangsa. Menanamkan nilai-nilai Pancasila pada generasi muda adalah hal yang penting. Hal ini untuk mencegah pertikaian dan perpecahan bangsa. Salah satu upaya menanamkan nilai-nilai pancasila pada generasi muda adalah dengan pendidikan Pancasila di mata pelajaran kewarganegaraan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pendidikan pancasila di sekolah dasar untuk membangun karakter generasi unggul. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa pancasila memiliki lima nilai yang dapat membentuk karakter generasi muda. Nilai tersebut adalah nilai ketuhanan, kemanusiaan, keadilan, kerakyatan, dan persatuan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Pendidikan Pancasila memiliki peran krusial dalam membentuk karakter generasi yang bertanggung jawab, cerdas politik, serta berakar pada nilai-nilai moral untuk memperkuat keselarasan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia yang beragam.
PERSEPSI SISWA TERHADAP MATA PELAJARAN SEJARAH
Septiani, Angelina;
Ayu, Dini Melinda;
Renaldy, Efessus;
Fitriani, Hani;
Fauzan, Muhammad Shafwan;
Wibowo, Tb. Umar Syarif Hadi;
Fitrini, Liska
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 1 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.572349/cendikia.v2i1.748
Penelitian ini bertujuan guna mengetahui bagaimana persepsi siswa kelas XII terhadap mata pelajaran Sejarah di SMA Negeri 1 Cikeusal. Metode penelitian yang dipakai oleh penulis dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Cikeusal. Penelitian ini diperoleh dari hasil kuesioner yang dibagikan. Jenis Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner tak berstruktur yang dimana kuisioner ini bersifat terbuka dan jawaban responden terhadap setiap pertanyaan kuesioner ini dapat diberikan secara bebas menurut pendapat sendiri. Hasil analisis yang didapat dari di SMA Negeri 1 Cikeusal yaitu dapat diketahui bahwa persepsi siswa yang baik tentang penggunaan media pembelajaran akan lebih mampu mendorong minat dan motivasi siswa mengikuti pembelajaran sejarah, dan jika persepsi siswa sendiri tidak baik dalam penggunaan media pembelajaran justru akan lebih menghambat terjadinya minat siswa untuk mengikuti pembelajaran dengan baik. Metode yang kurang tepat juga mampu membuat siswa memiliki rasa kurang begitu minat terhadap sejarah karena bagi mereka metode yang diterapkan dalam penyampaian materi begitu berpengaruh karena itu juga merupakan strategi dari menarik siswa untuk mau menerima pembelajaran sejarah tanpa memikirkan bosan terhadap mata pelajaran tersebut
PENGARUH LINGKUNGAN BELAJAR DAN LITERASI DIGITAL TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS X DI SMAN JAKARTA PUSAT
Lusiana, Efa;
Suparno;
Sariwulan, Tuty
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 1 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.572349/cendikia.v2i1.751
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan dalam hasil belajar ekonomi berupa nilai Ujian Akhir Semester (UAS), dimana masih banyak siswa yang belum mencapai nilai KKM yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan sekolah terhadap hasil belajar ekonomi dan menganalisis pengaruh literasi digital terhadap hasil belajar ekonomi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 4,20 dan 27 Jakarta berjumlah 205 siswa. Teknik pengumpulan data untuk variabel lingkungan belajar dan literasi digital menggunakan kuesioner, sedangkan variabel hasil belajar ekonomi menggunakan dokumentasi berupa nilai Ujian Akhir Semester mata pelajaran ekonomi. Data dianalisis menggunakan teknik Path Analysis (Analisis Jalur). Hasil penelitian menyatakan bahwasanya 1) terdapat pengaruh positif dan signifikan antara lingkungan belajar dan hasil belajar siswa. 2) terdapat pengaruh positif dan signifikan antara literasi digital dan hasil belajar siswa. 3) terdapat pengaruh positif dan signifikan antara lingkungan belajar dan literasi digital. 4) terdapat pengaruh negatif dan signifikan antara lingkungan belajar dan hasil belajar ekonomi siswa dengan mediasi literasi digital.
PENGARUH PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI DAN INFORMASI KERJA TERHADAP KESIAPAN KERJA SISWA KELAS XII SMK NEGERI 14 JAKARTA
Siti Ukhfiya;
Marsofiyati;
Ati Sumiati
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 1 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.572349/cendikia.v2i1.762
Penelitian ini bertujuan untuk mengertahui pengaruh Pelaksanaan Praktik Kerja Industri dan Informasi Kerja Terhadap Kesiapan Kerja Siswa Kelas XII SMK Negeri 14 Jakarta. Metode yang digunakan yaitu menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif melalui analisis statistic pada regresi linier berganda dengan alat bantu program IBM SPSS versi 24.0. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Propotional Random Sampling atau pengambilan sampel acak proporsional. Populasi yang digunakan 288 siswa degan jumlah sampel sebanyak 168 siswa menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%. Pengumpulan data menggunakan hasil survei melalui pengisian angket atau kuesioner dan menggunakan skala likert. Selanjutnya teknik analisis data dalam penelitian ini terdiri dari uji intstrument (validitas dan reliabilitas); uji statistik deskriptif, uji persyaratan analisis (normalitas dan linearitas), uji asumsi klasik (multikolinearitas dan heteroskedatisitas), analisis regresi linear berganda, uji hipotesis (uji F, uji T, dan uji koefisien determinasi). Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pelaksanaan Praktik Kerja Industri berpengaruh Terhadap Kesiapan Kerja; Informasi Kerja berpengaruh Terhadap Kesiapan Kerja, dan Pelaksanaan Praktik Kerja Industri dan Informasi Kerja Berpengaruh Terhadap Kesiapan Kerja.