cover
Contact Name
M. Miftach Fakhri
Contact Email
fakhri@lontaradigitech.com
Phone
+6285242157825
Journal Mail Official
adi.isma@unsulbar.ac.id
Editorial Address
Jalan Abdullah Dg. Sirua, Kompleks BTN CV Dewi Blok B6 Nomor 12, Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Sipakatau
ISSN : 30315905     EISSN : 30315972     DOI : https://doi.org/10.61220/jsipakatau
The journal publishes research articles on various educational innovations of interest and impact on educational development. The journal publishes articles with interdisciplinary content and cross-cutting dimensions relating to education from various cultural perspectives. The journal covers, but is not limited to the following areas: Social Education Science Business and Economics Engineering and Vocational
Articles 131 Documents
Assistance in Making Organic Fertilizer Made from Organic Waste in Farmer Groups: Pendampingan Pembuatan Pupuk Organik Berbahan Dasar Limbah Organik pada Kelompok Tani Putra, Reski Praja; Indrayani; Lahming; Amiruddin Hambali; Jusran
Jurnal Sipakatau: Inovasi Pengabdian Masyarakat Volume 2 Issue 1 December 2024: Jurnal Sipakatau
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/jsipakatau.v1i6.2455

Abstract

Banggae is a sub-district located in the city of Majene, West Sulawesi. Generally, the livelihoods of the people in this area are farmers and livestock breeders. One of the representatives of the farmer group in the city of Majene expressed their desire to be assisted and trained in making organic fertilizer. This is based on the large amount of agricultural waste that has not been utilized properly, so organic waste has no economic value. Based on the results of the discussion, one of the solutions offered by the community service team as a form of implementing the tri dharma of higher education to overcome partner problems is to provide training and assistance through optimizing the use of local agricultural waste and household organic waste in producing organic fertilizer. Implementation is carried out through counseling, providing materials, and demonstrations. The process of making organic fertilizer in this activity uses materials that are easily obtained in Banggae District, including banana stems, fruit and vegetable waste, leaves, cow dung, goat dung, and rice washing water. The carbon source is a brown sugar solution mixed with effective microorganism 4 (EM4) as a biocultivator. The method applied is anaerobic microaerophilically using tarpaulin as a fermentation place. The fermentation process lasts for 2 weeks. The results of the mentoring show that the Banggae District farmer group can practice making organic fertilizer from household and agricultural waste independently using EM4 as a biocultivator. Abstrak Banggae merupakan salah satu kecamatan yang terletak di kota Majene Sulawesi Barat. Umumnya, mata pencaharian masyarakat di daerah ini adalah sebagai petani dan peternak. Salah satu perwakilan kelompok tani di kota Majene menyampaikan keinginan untuk didampingi dan dilatih dalam membuat pupuk organik. Hal ini didasarkan oleh banyaknya limbah hasil pertanian yang belum termanfaatkan dengan baik, sehingga limbah organik tersebut hanya menjadi sampah organik yang tidak memiliki nilai ekonomis. Berdasarkan hasil diskusi bersama, salah satu solusi yang ditawarkan oleh tim pengabdian masyarakat sebagai wujud pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi untuk mengatasi permasalahan mitra yaitu memberikan pelatihan dan pendampingan melalui pengoptimalan penggunaan limbah pertanian lokal dan limbah organik rumah tangga dalam menghasilkan pupuk organik. Pelaksanaan dilakukan melalui penyuluhan, pemberian materi, dan demonstrasi. Proses pembuatan pupuk organik dalam kegiatan ini menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat Kecamatan Banggae, antara lain batang pisang, limbah buah-buahan dan sayuran, daun-daunan, kotoran sapi, kotoran kambing, dan air cucian beras. Sumber karbon sederhana yang digunakan adalah larutan gula merah yang telah dicampur dengan effective microorganism 4 (EM4) sebagai biokultivator. Metode yang diterapkan adalah fermentasi anaerob secara mikroaerofilik menggunakan terpal sebagai tempat fermentasi. Proses fermentasi berlangsung selama 2 minggu. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa kelompok tani Kecamatan Banggae dapat mempraktikkan pembuatan pupuk organik dari limbah rumah tangga dan pertanian secara mandiri menggunakan EM4 sebagai biokultivator.
Training on Using the Mendeley Application for Students in Writing Bibliography: Pelatihan Penggunaan Aplikasi Mendeley Bagi Mahasiswa dalam Penulisan Daftar Pustaka Chalifah, A. Noer Chalifah Ramadhany; Rusmala Dewi Kabubu; Tiara Nur’aini; Gio Folanda
Jurnal Sipakatau: Inovasi Pengabdian Masyarakat Volume 2 Issue 1 December 2024: Jurnal Sipakatau
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/jsipakatau.v1i6.2456

Abstract

Writing references is often an obstacle for students in writing scientific papers. Including references is very important to avoid plagiarism. In writing scientific papers, students need a lot of references, so it is natural that they make a bibliography manually. Therefore, the Mendeley application is needed which can facilitate the preparation of the bibliography automatically. However, there are still many students who do not understand its use and do not even know the Mendeley application. This training is held online using the zoom application, with the target participants being new students of the sociology education study program who want to know how to use a practical application called Mendeley so that they can an automatic bibliography. This training is a forum for activities that have the aim of helping students so that they can independently manage their bibliography properly. By doing so, it is necessary that the quality of education in Indonesia also increase. This training is also needed to provide maximum output, including increasing the knowledge and understanding of participants in using the Mendeley application, and increasing the skills of participants in using the Mendeley application to work on various forms of scientific writing such a journals, theses, and final assignments. Abstrak Menulis referensi seringkali menjadi kendala bagi mahasiswa dalam menulis karya ilmiah. Menyertakan referensi sangat penting untuk menghindari plagiarisme. Dalam menulis karya ilmiah, mahasiswa membutuhkan referensi yang sangat banyak, sehingga wajar jika mereka membuat daftar pustaka secara manual. Oleh karena itu, diperlukan aplikasi Mendeley yang dapat memudahkan penyusunan daftar pustaka secara otomatis. Namun, masih banyak mahasiswa yang belum paham dalam penggunaannya bahkan tidak mengetahui aplikasi Mendeley. Pelatihan ini diselenggarakan secara daring menggunakan aplikasi zoom, dengan sasaran peserta adalah mahasiswa baru program studi pendidikan sosiologi yang ingin mengetahui bagaimana cara menggunakan aplikasi praktis bernama Mendeley agar mereka dapat membuat daftar pustaka yang otomatis. Pelatihan ini adalah sebuah wadah kegiatan yang mempunyai tujuan yaitu membantu mahasiswa supaya mereka secara mandiri bisa mengelola daftar pustaka dengan baik. Dengan begitu, diperlukan kualitas pendidikan di Indonesia pula turut mengalami peningkatan. Pelatihan ini pula diperlukan memberikan output yang maksimal antara lain menambah pengetahuan dan pemahaman peserta dalam memakai aplikasi Mendeley, dan menambah keterampilan peserta dalam memakai aplikasi Mendeley untuk mengerjakan berbagai macam bentuk tulisan ilmiah seperti jurnal, skripsi, juga tugas akhir.
Organic Farming Innovation: Building Public Awareness of the Health and Environmental Benefits of Organic Farming: Inovasi Pertanian Organik: Membangun Kesadaran Masyarakat tentang Manfaat Pertanian Organik untuk Kesehatan dan Lingkungan Dadang Muhammad Hasyim; Patriandi Nuswantoro; Syamsu Rijal; Syamsul Anwar; Azhariah Rachman
Jurnal Sipakatau: Inovasi Pengabdian Masyarakat Volume 2 Issue 2 February 2025: Jurnal Sipakatau
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/jsipakatau.v2i2.251

Abstract

Farmers in Kelompok Tani Sukawargi 2, Sukawargi Village, Cisurupan District, Garut Regency face challenges related to their dependence on conventional farming that uses chemicals, which impact health and environmental sustainability. A community service program was then implemented to enhance the knowledge, skills, and awareness of the community regarding the benefits of organic farming. The training provided covered the basic principles of organic farming, organic fertilizer production, natural soil management, and pest control using natural ingredients. The training also educated farmers on the importance of transitioning from chemical-based farming to organic farming for the sake of health and environmental sustainability. The results of the community service showed a significant improvement in farmers' understanding of organic farming and organic product marketing. Farmers showed a high interest in applying the techniques learned and implementing broader product marketing strategies. Awareness of the impact of chemicals on health and the environment also increased. Furthermore, training on organic product marketing opened up better economic opportunities for farmers. Abstrak Petani di Kelompok Tani Sukawargi 2, Desa Sukawargi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut menghadapi tantangan dalam ketergantungan terhadap pertanian konvensional yang menggunakan bahan kimia, yang berdampak pada kesehatan dan kelestarian lingkungan. Pengabdian masyarakat kemudian dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat tentang manfaat pertanian organik. Pelatihan yang diberikan mencakup prinsip dasar pertanian organik, pembuatan pupuk organik, pengelolaan tanah alami, dan pengendalian hama dengan bahan alami. Pelatihan juga mengedukasi petani tentang pentingnya beralih dari pertanian kimia ke pertanian organik demi kesehatan dan kelestarian lingkungan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman petani mengenai pertanian organik dan pemasaran produk organik. Petani menunjukkan ketertarikan tinggi untuk menerapkan teknik yang dipelajari dan mengimplementasikan pemasaran produk secara lebih luas. Kesadaran mengenai dampak bahan kimia terhadap kesehatan dan lingkungan juga meningkat. Selain itu, pelatihan pemasaran produk organik membuka peluang ekonomi yang lebih baik bagi petani. 
Digital Financial Literacy: Training for Woman Enterpreneurs in Managing Online Transaction: Literasi Keuangan Digital: Pelatihan untuk Pengusaha Perempuan dalam Mengelola Transaksi Online Saida Zainurossalamia ZA; Lusiana Desy Ariswati; Margareth Henrika; Ellen D. Oktanti Irianto; Rohana Nur Aini
Jurnal Sipakatau: Inovasi Pengabdian Masyarakat Volume 2 Issue 2 February 2025: Jurnal Sipakatau
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/jsipakatau.v2i2.252

Abstract

Digital financial literacy is an important skill for micro-entrepreneurs in dealing with the development of financial technology. However, many women entrepreneurs in the Samarinda City Joint Business Group (KUBe) still have a limited understanding of online transactions, digital financial recording, and security in using financial applications. This service program aims to improve digital financial literacy for five women entrepreneurs in KUBe through hands-on practice-based training and mentoring. The method used is participatory action research, which consists of four main stages: problem identification, training implementation, mentoring, and evaluation of results. The results of the service showed a significant improvement in various aspects of digital financial literacy. Participants' understanding of financial literacy increased by 68%, while skills in using digital payment applications increased by 122%. Awareness of online transaction security also increased by 115%, and business financial records increased by 86%. This increase shows that hands-on training is effective in improving participants' skills in managing digital transactions. The sustainability of this program is realized by the formation of a digital community to support participants in applying financial technology consistently. The results of this service are expected to be a model for other women's business groups in increasing economic independence through the use of digital financial technology. With increased digital financial literacy, women entrepreneurs can optimize online transactions, expand markets, and improve their economic welfare. ABSTRAK Literasi keuangan digital merupakan keterampilan penting bagi pengusaha mikro dalam menghadapi perkembangan teknologi keuangan. Namun, banyak pengusaha perempuan di Kelompok Usaha Bersama (KUBe) Kota Samarinda yang masih memiliki pemahaman yang terbatas mengenai transaksi online, pencatatan keuangan digital, dan keamanan dalam menggunakan aplikasi keuangan. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan digital bagi lima pengusaha perempuan di KUBe melalui pelatihan dan pendampingan berbasis praktik langsung. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan partisipatif, yang terdiri dari empat tahap utama: identifikasi masalah, pelaksanaan pelatihan, pendampingan, dan evaluasi hasil. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam berbagai aspek literasi keuangan digital. Pemahaman peserta terhadap literasi keuangan meningkat sebesar 68%, sementara keterampilan dalam menggunakan aplikasi pembayaran digital meningkat sebesar 122%. Kesadaran akan keamanan transaksi online juga meningkat sebesar 115%, dan pencatatan keuangan bisnis meningkat sebesar 86%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa pelatihan langsung efektif dalam meningkatkan keterampilan peserta dalam mengelola transaksi digital. Keberlanjutan program ini diwujudkan dengan pembentukan komunitas digital untuk mendukung peserta dalam menerapkan teknologi keuangan secara konsisten. Hasil pengabdian ini diharapkan dapat menjadi model bagi kelompok usaha perempuan lainnya dalam meningkatkan kemandirian ekonomi melalui pemanfaatan teknologi keuangan digital. Dengan meningkatnya literasi keuangan digital, para pengusaha perempuan dapat mengoptimalkan transaksi online, memperluas pasar, dan meningkatkan kesejahteraan ekonominya.
Smart Investment Awareness: Introducing Safe and Productive Investment for Millennials: Cerdas Berinvestasi: Memperkenalkan Investasi yang Aman dan Produktif untuk Generasi Milenial Wirasmi Wardhani; Muhammad Amin Kadafi; Ike Purnamasari; Arvita Rachmawaty; Irsan Tricahyadinata
Jurnal Sipakatau: Inovasi Pengabdian Masyarakat Volume 2 Issue 2 February 2025: Jurnal Sipakatau
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/jsipakatau.v2i2.253

Abstract

The level of investment literacy among millennials is a crucial factor in personal financial management and long-term financial well-being. This study aims to analyze investment literacy levels, factors influencing investment interest, and the challenges faced by millennials in Balikpapan when investing. The research method employed is a survey with a quantitative approach targeting millennial respondents residing in Balikpapan. The findings indicate that most respondents have a basic understanding of investment, but it is still limited to common instruments such as time deposits and savings accounts. Their comprehension of portfolio diversification, risk management, and investment analysis remains low. The primary sources of information come from social media and seminars/webinars, while consultations with financial experts are rarely conducted. The factors influencing investment interest include perceived high risk, limited capital, and the influence of social environments and media. The main challenges faced are the lack of formal investment education and economic constraints. As a solution, this study recommends enhancing investment literacy through digital-based education, collaboration with financial institutions, and providing consultation or mentoring services. ABSTRAK Tingkat literasi investasi di kalangan milenial merupakan faktor penting dalam pengelolaan keuangan pribadi dan kesejahteraan finansial jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi investasi, faktor yang mempengaruhi minat investasi, serta hambatan yang dihadapi oleh milenial Balikpapan dalam berinvestasi. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan pendekatan kuantitatif terhadap responden milenial yang berdomisili di Balikpapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pemahaman dasar tentang investasi, namun masih terbatas pada instrumen yang umum seperti tabungan berjangka dan deposito. Pemahaman terhadap konsep diversifikasi portofolio, manajemen risiko, dan analisis investasi masih rendah. Sumber informasi utama berasal dari media sosial dan seminar/webinar, sementara konsultasi dengan pakar keuangan masih jarang dilakukan. Faktor yang mempengaruhi minat investasi meliputi tingkat risiko yang dianggap tinggi, keterbatasan modal, serta pengaruh lingkungan sosial dan media. Hambatan utama yang dihadapi adalah kurangnya edukasi formal mengenai investasi dan keterbatasan ekonomi. Sebagai solusi, penelitian ini merekomendasikan peningkatan literasi investasi melalui edukasi berbasis digital, kolaborasi dengan institusi keuangan, serta penyediaan layanan konsultasi atau mentoring.
Encouraging the Use of Digital Payment Systems By QRIS Among Traditional Market Traders: Mendorong Penggunaan Sistem Pembayaran Digital Melalui QRIS di Kalangan Pedagang Pasar Tradisional Siti Maria; Anggi Oktawiranti; Justina Ade judiarni; Heni Rahayu Rahmawati; Hidayani
Jurnal Sipakatau: Inovasi Pengabdian Masyarakat Volume 2 Issue 2 February 2025: Jurnal Sipakatau
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/jsipakatau.v2i2.254

Abstract

Digital transformation in the payment system is one of the important factors in improving transaction efficiency in traditional markets. Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) has been introduced as a digital payment solution that can be applied in various sectors, including traditional markets. However, the adoption of QRIS by market traders still faces various challenges, such as low digital literacy, limited devices, and resistance to changes in the transaction system. This study aims to analyze the level of understanding and readiness of Segiri Market traders in adopting QRIS, as well as evaluate the effectiveness of training and mentoring in increasing the adoption of this digital payment system. The methods used in this study include socialization, training, and simulation of QRIS transactions to market traders. The pre-test and post-test results showed a significant increase in merchants' understanding and readiness to use QRIS, with the willingness to adopt increasing from 40% to 90%. In addition, increased convenience in digital transactions and frequency of QRIS usage also showed a positive trend after the intervention. The conclusion of this study is that continuous education and mentoring is essential in driving QRIS adoption in traditional markets. Collaboration between the government, banks, and financial service providers is needed to ensure the sustainability of digital payment implementation in the traditional trade sector. ABSTRAK Transformasi digital dalam sistem pembayaran merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan efisiensi transaksi di pasar tradisional. Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) telah diperkenalkan sebagai solusi pembayaran digital yang dapat diterapkan di berbagai sektor, termasuk pasar tradisional. Namun, adopsi QRIS oleh pedagang pasar masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya literasi digital, keterbatasan perangkat, dan resistensi terhadap perubahan sistem transaksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman dan kesiapan pedagang Pasar Segiri dalam mengadopsi QRIS, serta mengevaluasi efektivitas pelatihan dan pendampingan dalam meningkatkan adopsi sistem pembayaran digital ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi sosialisasi, pelatihan, dan simulasi transaksi QRIS kepada para pedagang pasar. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan terhadap pemahaman dan kesiapan pedagang dalam menggunakan QRIS, dengan kemauan untuk mengadopsi meningkat dari 40% menjadi 90%. Selain itu, peningkatan kenyamanan dalam bertransaksi digital dan frekuensi penggunaan QRIS juga menunjukkan tren yang positif setelah intervensi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan sangat penting dalam mendorong adopsi QRIS di pasar tradisional. Kolaborasi antara pemerintah, bank, dan penyedia jasa keuangan diperlukan untuk memastikan keberlanjutan implementasi pembayaran digital di sektor perdagangan tradisional.
Improving Financial Literacy through Financial Management Training for Housewives Community: Peningkatan Literasi Keuangan Melalui Pelatihan Manajemen Keuangan Pada Komunitas Ibu Rumah Tangga Abdu Khalik; Mukhtar Hamzah; La Ode Amijaya Kamaluddin
Jurnal Sipakatau: Inovasi Pengabdian Masyarakat Volume 2 Issue 2 February 2025: Jurnal Sipakatau
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/jsipakatau.v2i2.255

Abstract

A low level of financial literacy among housewives can lead to family economic instability. Many housewives do not understand the importance of financial recording, budgeting, saving strategies, and wise debt management. This service aims to improve the financial literacy of housewives in the Makassar Women's Community through participatory-based training and mentoring. The methods used include community needs identification, practice-based training, and post-training mentoring for three months. The evaluation results showed a significant improvement in several financial aspects. Before the training, only 25% of participants routinely recorded finances, while after the training it increased to 80%. The ability to prepare a household budget also increased from 30% to 85%. In addition, awareness of saving and simple investment increased from 40% to 75%, while consumptive debt use decreased with an increase in awareness of managing debt from 20% to 70%. Participation in financial discussion communities also increased from 15% to 65%, indicating a change in mindset in family financial management. With these positive results, it is expected that housewives can apply the skills they have learned in a sustainable manner and share their knowledge with other community members. Program sustainability through financial discussion groups is key to maintaining the impact of this training. Overall, this service proves that an approach based on applicative training and mentoring can significantly improve financial literacy and family welfare. ABSTRAK Tingkat literasi keuangan yang rendah pada ibu rumah tangga dapat berdampak pada ketidakstabilan ekonomi keluarga. Banyak ibu rumah tangga yang belum memahami pentingnya pencatatan keuangan, penyusunan anggaran, strategi menabung, serta pengelolaan utang yang bijak. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan ibu rumah tangga di Komunitas Perempuan Makassar melalui pelatihan dan pendampingan berbasis partisipatif. Metode yang digunakan meliputi identifikasi kebutuhan komunitas, pelatihan berbasis praktik, serta pendampingan pasca-pelatihan selama tiga bulan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam beberapa aspek keuangan. Sebelum pelatihan, hanya 25% peserta yang rutin mencatat keuangan, sedangkan setelah pelatihan meningkat menjadi 80%. Kemampuan menyusun anggaran rumah tangga juga meningkat dari 30% menjadi 85%. Selain itu, kesadaran menabung dan berinvestasi sederhana meningkat dari 40% menjadi 75%, sementara penggunaan utang konsumtif menurun dengan peningkatan kesadaran mengelola utang dari 20% menjadi 70%. Partisipasi dalam komunitas diskusi keuangan pun meningkat dari 15% menjadi 65%, menandakan adanya perubahan pola pikir dalam pengelolaan keuangan keluarga. Dengan hasil yang positif ini, diharapkan ibu rumah tangga dapat menerapkan keterampilan yang telah dipelajari secara berkelanjutan serta berbagi ilmu dengan anggota komunitas lainnya. Keberlanjutan program melalui kelompok diskusi keuangan menjadi kunci agar dampak pelatihan ini tetap terjaga. Secara keseluruhan, pengabdian ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis pelatihan aplikatif dan pendampingan dapat meningkatkan literasi keuangan
Building a Literacy Culture in Elementary Schools: Implementation of a Student Illiteracy Eradication Program: Membangun Budaya Literasi di Sekolah Dasar: Implementasi Program Pemberantasan Buta Aksara Siswa Alamsyah, Muhammad; Ardani, Muhammad Ridho; Ichwan, Ainun Muthaharah; Nurhayani; Warka Syachbrani
Jurnal Sipakatau: Inovasi Pengabdian Masyarakat Volume 2 Issue 2 February 2025: Jurnal Sipakatau
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/jsipakatau.v2i2.258

Abstract

Indonesia, despite being rich in human resources (HR) and natural resources (SDA), still faces major challenges in improving the quality of HR, especially related to low interest in reading and illiteracy problems. Education is the main key in overcoming this problem, with literacy as an important foundation for the development of students' cognitive abilities. This study focuses on the implementation of the illiteracy eradication program at SD Negeri 011 Rappogading through Literacy Strengthening Training for Teachers. This program aims to improve teacher competence in teaching basic literacy and creating a sustainable literacy culture in schools. The results of the study showed a significant increase in teacher competence, changes in the literacy environment in schools, and an increase in student literacy skills by 25%. This program proves that strengthening teacher competence, parental involvement, and creating a conducive literacy environment are very important in overcoming the challenge of illiteracy. Based on these findings, it is recommended to improve educational infrastructure, extend ongoing training for teachers, and involve the community in strengthening literacy culture. With these steps, it is hoped that Indonesia can improve the quality of HR and accelerate the transformation process into a developed country. ABSTRAK Indonesia, meskipun kaya akan sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA), masih menghadapi tantangan besar dalam peningkatan kualitas SDM, khususnya terkait dengan rendahnya minat baca dan masalah buta aksara. Pendidikan menjadi kunci utama dalam mengatasi masalah ini, dengan literasi sebagai fondasi penting untuk perkembangan kemampuan kognitif siswa. Penelitian ini berfokus pada implementasi program pemberantasan buta aksara di SD Negeri 011 Rappogading melalui Pelatihan Penguatan Literasi untuk Guru. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengajar literasi dasar dan menciptakan budaya literasi yang berkelanjutan di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kompetensi guru, perubahan lingkungan literasi di sekolah, serta peningkatan kemampuan literasi siswa sebesar 25%. Program ini membuktikan bahwa penguatan kompetensi guru, keterlibatan orang tua, dan penciptaan lingkungan literasi yang kondusif sangat penting dalam mengatasi tantangan buta aksara. Berdasarkan temuan ini, disarankan untuk meningkatkan infrastruktur pendidikan, memperpanjang pelatihan berkelanjutan bagi guru, serta melibatkan masyarakat dalam memperkuat budaya literasi. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Indonesia dapat meningkatkan kualitas SDM dan mempercepat proses transformasi menjadi negara maju.
Utilization of Visual Media in Overcoming Reading Delays Among 2nd Grade Elementary School Students: Pemanfaatan Media Gambar dalam Mengatasi Keterlambatan Membaca pada Siswa Kelas 2 Sekolah Dasar Ahmad, Ahmad; Ridwan Andi Mattoliang; Nur Rahmi; Kemalasari, Andi Anggi; Dedi Harianto
Jurnal Sipakatau: Inovasi Pengabdian Masyarakat Volume 2 Issue 2 February 2025: Jurnal Sipakatau
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/jsipakatau.v2i2.256

Abstract

Reading skills are fundamental abilities that are essential in the learning process, especially for elementary school students. However, reading delays remain one of the main problems faced by 2nd-grade students at UPT SBF SD Negeri Panaikang III. This community service program aims to address reading delays through the utilization of visual media as a teaching aid. The program is implemented in stages, including problem identification, planning, activity execution, evaluation, and follow-up actions. Interventions are carried out using visual media, such as illustrated flashcards, posters, and picture storybooks, designed to enhance students' interest, motivation, and reading skills. Mentoring activities are conducted individually and in small groups, involving teachers and parents to support the learning process. Evaluations are conducted through direct observation, discussions with teachers, and interviews with students and parents. The program results indicate that the use of visual media significantly improves students' reading abilities. In conclusion, the utilization of visual media is effective in addressing reading delays among 2nd-grade students and provides positive impacts on their psychological and social aspects. It is recommended that this method be implemented sustainably and further developed to improve the quality of reading instruction at the elementary school level through collaboration between schools, teachers, and parents. ABSTRAK Keterampilan membaca merupakan kemampuan dasar yang sangat penting dalam proses pembelajaran, terutama bagi siswa sekolah dasar. Namun, keterlambatan membaca masih menjadi salah satu permasalahan utama yang dihadapi oleh siswa kelas 2 UPT SBF SD Negeri Panaikang III. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi keterlambatan membaca melalui pemanfaatan media gambar sebagai alat bantu pembelajaran. Pelaksanaan program dilakukan melalui tahapan identifikasi masalah, penyusunan rencana, pelaksanaan kegiatan, serta evaluasi dan tindak lanjut. Intervensi dilakukan dengan menggunakan  media gambar, seperti kartu bergambar, poster, dan buku cerita bergambar, yang dirancang untuk meningkatkan minat, motivasi, dan kemampuan membaca siswa. Kegiatan pendampingan dilaksanakan secara individual maupun kelompok kecil, dengan melibatkan guru dan orang tua dalam mendukung proses pembelajaran. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan langsung, diskusi dengan guru, dan wawancara dengan siswa serta orang tua. Hasil program menunjukkan bahwa penggunaan media gambar mampu meningkatkan kemampuan membaca siswa secara signifikan. Kesimpulannya, pemanfaatan media gambar efektif dalam mengatasi keterlambatan membaca siswa kelas 2, serta memberikan dampak positif terhadap aspek psikologis dan sosial siswa. Disarankan agar metode ini diterapkan secara berkelanjutan, serta dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran membaca di tingkat sekolah dasar, dengan sinergi antara sekolah, guru, dan orang tua.
Socialization of Healthcare Service Innovation: Developing a Pharmacy Information System to Improve Access and Service Quality: Sosialisasi Inovasi Pelayanan Kesehatan: Membangun Sistem Informasi Farmasi untuk Meningkatkan Akses dan Kualitas Layanan Dadang Muhammad Hasyim; Arief Budi Pratomo; Abdul Rosid; Novycha Auliafendri; Ramson Rikson Maruwahal Sijabat
Jurnal Sipakatau: Inovasi Pengabdian Masyarakat Volume 2 Issue 2 February 2025: Jurnal Sipakatau
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/jsipakatau.v2i2.257

Abstract

Effective pharmacy management is essential in ensuring drug availability in health facilities. This study aims to analyze the pharmaceutical management system in Garut Regency, focusing on aspects of recording, infrastructure, readiness of health workers, and local government policies. The research method used was a qualitative approach with interview and observation techniques in several health facilities. The results showed that many health facilities still use a manual recording system, which risks causing errors and delays in drug procurement. In addition, limited infrastructure and the readiness of health workers in adopting pharmaceutical information systems are the main obstacles in digitizing pharmaceutical management. In terms of policy, the absence of strong regulations and limited budget hamper the optimal implementation of digital systems. Therefore, it is necessary to improve infrastructure, train health workers, and support clearer policies to encourage the digitalization of the pharmaceutical system in Garut Regency. ABSTRAK Pengelolaan farmasi yang efektif sangat penting dalam memastikan ketersediaan obat di fasilitas kesehatan. pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pengelolaan farmasi di Kabupaten Garut, dengan fokus pada aspek pencatatan, infrastruktur, kesiapan tenaga kesehatan, dan kebijakan pemerintah daerah. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara dan observasi di beberapa fasilitas kesehatan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa masih banyak fasilitas kesehatan yang menggunakan sistem pencatatan manual, yang berisiko menimbulkan kesalahan dan keterlambatan dalam pengadaan obat. Selain itu, keterbatasan infrastruktur dan kesiapan tenaga kesehatan dalam mengadopsi sistem informasi farmasi menjadi hambatan utama dalam digitalisasi pengelolaan farmasi. Dari sisi kebijakan, belum adanya regulasi yang kuat serta keterbatasan anggaran menghambat implementasi sistem digital secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan infrastruktur, pelatihan tenaga kesehatan, serta dukungan kebijakan yang lebih jelas untuk mendorong digitalisasi sistem farmasi di Kabupaten Garut.

Page 8 of 14 | Total Record : 131