cover
Contact Name
Mochmamad Ainur Rhoviq
Contact Email
kopemas@unisma.ac.id
Phone
+6285649867672
Journal Mail Official
kopemas@unisma.ac.id
Editorial Address
Jl. MT. Haryono 193 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
KOPEMAS
ISSN : -     EISSN : 28088182     DOI : -
Core Subject : Social,
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) adalah prosiding untuk memuat artikel ilmiah yang telah diseminarkan. KOPEMAS merupakan seminar nasional tahunan yang dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Malang
Articles 425 Documents
PENDAMPINGAN SUSTAINABILITY REPORT PADA KOMUNITAS NEURODIVERGENT DI SURABAYA Melvie Paramitha; Minny Elisa Yanggah; Chitra Santi
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sustainability atau keberlanjutan memiliki makna bahwa pembangunan atau usaha dapat bermanfaat bagi semua orang, dan hak-hak generasi mendatang dilindungi. Sampai saat ini, pemerintah Indonesia mencanangkan implementasi sustainability dalam segala bentuk usaha yang ada di masyarakat termasuk komunitas masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah untuk melakukan rebranding tujuan organisasi dan memberikan pelatihan penyusunan sustainability report sehingga dapat dijadikan media publikasi komunitas neurodivergent dalam mendukung keberlanjutan organisasi neurodivergent. Kegiatan PKM berkolaborasi dengan mitra ELMO merupakan organisasi yang berkomitmen untuk mengembangkan lingkungan yang transformatif dan inklusif bagi komunitas neurodivergent di Surabaya. Rebranding dilakukan sebagai sarana untuk memantapkan visi dan misi mitra serta segmen sasaran dalam layanan kegiatan mitra. Sustainability report atau laporan keberlanjutan adalah dokumen yang disusun oleh organisasi yang menggambarkan dampak lingkungan, sosial, dan tata kelola (environment, social and good governance/ESG) dari operasi mereka. Langkah-langkah dalam PKM ini adalah FGD, pelatihan serta praktek penyusunan sustainability report. Hasil PKM menunjukkan bahwa para founder dan manajemen mitra ELMO berkomitmen dalam program sustainability dalam memajukan komunitas neurodivergent. Sustainability report yang telah disusun dapat dipublikasikan dengan tujuan menyebarluaskan informasi mengenai mitra ELMO dan komunitas neurodivergent.
OPTIMALISASI KETRAMPILAN REMAJA DALAM MELAKUKAN FIRST AID MELALUI VIDEO EDUKASI BERBASIS ANIMASI & DEMONSTRASI Rizki Andriani; Fitri Apriani; Nurromsyah Nasution; Siti Rajijah; Nurul Paiza; Muksin Muksin; Hammad Farhan
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan keterampilan melakukan first aid pada remaja menjadi hal yang esensial untuk meminimalkan dampak cedera atau kecelakaan yang sering dialami. Berdasarkan hasil observasi awal di mitra disebutkan meskipun remaja sudah pernah mendapatkan edukasi terkait first aid namun ketrampilan remaja dalam melakukan first aid masih kurang optimal dimana perilaku remaja yang sering panik ketika menghadapi kondisi gawat serta para remaja juga mengakui lebih menyukai mempercayakan tindakan penanganan kondisi gawat kepada orang dewasa karena tidak percaya diri dapat menolong seseorang dalam kondisi gawat. Diperlukan metode pembelajaran menarik agar ketrampilan remaja dapat meningkat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan keterampilan remaja dalam melakukan first aid melalui media edukasi berbasis video animasi dan demonstrasi oleh praktisi bersertifikat. Materi video animasi mencakup materi perawatan luka sederhana, penanganan patah tulang, dan resusitasi jantung paru. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan keterampilan remaja dalam melakukan pertolongan pertama setelah intervensi, di mana persentase remaja dengan keterampilan baik meningkat dari 7% pada pre-test menjadi 50% pada post-test. Edukasi melalui media video animasi dan demonstrasi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan remaja dalam first aid. Pendekatan ini direkomendasikan untuk diterapkan secara terus menerus oleh mitra agar dapat meningkatkan keberdayaan kemandirian kesehatan remaja.
PENYEDIAAN AIR BERSIH BAGI WARGA DESA PEMBANTANAN KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Nur Hidayah; Muthia Elma; M Zulfadhilah; Yusri Yusri; Junius Akbar; Yunandar Yunandar; Aulia Rahma; Rhafiq Abdul Ghani; Zaini Lambri Assyaifi; Gusti Zahratunnisa; Angga Irawan; Nopie Hadi; Ahmad Ghazali Madhony; Ahmad Faisal; Viviana Viviana; Asyiah Asyiah; Anggraini Susfarwanti; Husna Karima; Adryan Ramadhan; Ahmad Busairi
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus terpenuhi bagi manusia karena berperan vital dalam menjaga kesehatan, kebersihan, dan kesejahteraan. Namun akses air bersih tidak dapat dirasakan merata oleh seluruh masyarakat di Indonesia. Salah satu desa yang mengalami masalah ini adalah Desa Pembantanan, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Dari 996 KK tersebar dalam 12 RT di wilayah Desa Pembantanan, hampir 50% belum memiliki kesempatan mendapatkan akses air bersih. Akses oleh sumber air diperburuk ketika kualitas air baku juga menurun lebih jauh hingga menyebabkan air hampir tidak layak untuk digunakan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu warga desa memperoleh solusi yang berkelanjutan terhadap penyediaan air bersih. Metode yang diterapkan adalah survei lapangan seperti pemetaan lokasi sumber air, analisis kualitas air dan diskusi dengan masyarakat tentang kebutuhan dan desain unit yang sesuai dengan mengingat sumber air di desa tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program Kosabangsa ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi 70 KK di RT 1 dan 2 Desa Pembantanan. Dengan menggunakan bahan baku air sungai di sekitar desa. Desain alat pengolahan air yang dipasang memiliki kapasitas produksi mencapai 2190 L/jam yang mampu memenuhi kebutuhan warga di 2 RT.
EDUKASI PEMANFAATAN PESTISIDA NABATI SEBAGAI ALTERNATIF PENGENDALIAN HAMA TANAMAN BAWANG MERAH DI DESA GALUNG LOMBOK Ihsan Arham; Niken Nur Kasim; Dian Utami Zainuddin
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan pestisida sintesis untuk pengendalian hama bawang merah telah menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan, tak terkecuali di Desa Galung Lombok. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi kepada petani mengenai pembuatan pestisida nabati sebagai alternatif yang ramah lingkungan, berbahan dasar tanaman lokal seperti buah berenuk (Crescentia cujete) dan biduri (Calotropis gigantea), yang dikenal memiliki kandungan anti-hama. Pelatihan dilaksanakan melalui penyuluhan dan praktik langsung pada tanggal 4-5 November 2024, diikuti oleh 50 peserta dari kelompok tani. Metode pelatihan mencakup diskusi, demonstrasi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta, dari rata-rata 23,8% sebelum pelatihan menjadi 84,3% setelah pelatihan. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran petani akan pentingnya pengendalian hama berkelanjutan dan mendukung pengurangan ketergantungan pada pestisida kimia.
PEMBUATAN PETA JALUR EVAKUASI BENCANA LONGSOR BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT DI DESA SUKAMULYA, KECAMATAN PAKENJENG, KABUPATEN GARUT Agi Rivi Hendardi; Listyana Nurhayat Hakim; Salsabila Adlina
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sukamulya di Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut termasuk salah satu wilayah yang memiliki resiko tinggi terhadap bencana longsor akibat pergerakan tanah. Pada bulan Maret 2024 telah terjadi pergerakan tanah yang mengakibatkan longsoran sedalam 3 meter sepanjang 252 meter, dimana akibat bencana ini sekitar 142 jiwa dari 48 rumah terdampak dan harus di relokasi sementara. Kondisi ini memerlukan upaya mitigasi bencana yang efektif, salah satunya melalui pembuatan peta jalur evakuasi yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pembutan peta resiko bencana Longsor, peta evakuasi bencana Longsor dan penyuluhan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Metode yang digunakan meliputi survei partisipatif, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan, dan simulasi evakuasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa telah berhasil dipetakan resiko bencana Longsor untuk Desa Sukamulya, pembuatan peta evakuasi dan peningkatan pemahaman terkait bencana Longsor. Tingkat pemahaman masyarakat terhadap sistem evakuasi meningkat dari 75% menjadi 97% setelah dilakukan sosialisasi dan simulasi. Program ini telah berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana longsor melalui tersedianya peta jalur evakuasi dan sistem penanggulangan bencana yang terorganisir.
AKU BISA! MENINGKATKAN EFIKASI DIRI SISWA SMP DI PESANTREN MELALUI PELATIHAN “FOCUS” Yuli Rahmawati; Fatiya Halum Husna; Ridwan Aji Budi Prasetyo
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self-efficacy atau keyakinan akan kemampuan pada diri sendiri adalah hal yang penting untuk siswa SMP, dimana hal ini membawa dampak langsung pada motivasi dan hasil belajar siswa. Karakteristik efikasi diri yang rendah pada siswa ditunjukkan pada beberapa perilaku maladaptif seperti tidak menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru, kurang usaha dalam belajar, cenderung menghindari tugas, mencontek, bahkan membolos. Salah satu permasalahan yang dihadapi SMPI Syabilurrosyad adalah keaktifan siswa dalam proses pembelajaran yang masih minim. Proses pemberdayaan dilakukan melalui pengabdian masyarakat yakni dengan Pelatihan “FOCUS”, dimana dalam pelatihan ini siswa akan dikenalkan terakait wawasan mengenai dirinya baik dari karakteristik fisik, psikologis, maupun sosio-emosional sehingga mereka dapat lebih adaptif dalam bertumbuh dan mengembangkan diri. Pelatihan diberikan kepada 42 orang siswa kelas VII SMPI Sabilurrosyad. Instrumen yang digunakan adalah skala General Self-Efficacy versi Bahasa Indonesia dengan pre-test dan post-test dilakukan pada kelompok yang sama. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada skor efikasi diri siswa (p<.001; t: -3.553). Pelatihan “FOCUS” memiliki efek sedang dalam meningkatkan efikasi diri siswa dengan Cohen’s d -0.548.
EXPERIENTIAL LEARNING GAME TRAINING: MENANAMKAN KOMPETENSI SOSIO-EMOSI MELALUI PENGALAMAN BERMAIN PERMAINAN TRADISIONAL Dewi Sri Mustikasari; Pramaisella Tasya Arinda; Sekar Choirrunnissa Suprianto; Allysa Dewantari Fauzi; Ziadatul Hikmiah
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam konteks bencana alam, anak-anak yang tinggal di daerah rawan bencana alam menjadi kelompok yang rentan mengalami dampak psikologis yang signifikan seperti terganggunya kondisi sosio-emosionalnya. Proses pengembangan kompetensi sosio-emosional anak di daerah rawan bencana alam menjadi sangat penting untuk memastikan keberlanjutan kesejahteraan psikologis mereka. Ketika terjadi bencana alam dan korban bencana harus mengungsi, relawan yang berada di pengungsian kerap kali hanya mengajak anak-anak untuk bermain tanpa disertai metode-metode yang dapat meningkatkan kompetensi sosio-emosional anak-anak korban bencana alam yang menjadikan mereka lebih resilien. Melalui metode experiential learning, anak-anak akan dilibatkan pada aktivitas yang disukainya yaitu bermain.  Pengalaman langsung yang diperoleh melalui permainan tradisional bentengan dapat menjadi media bagi anak-anak di daerah rawan bencana alam dalam mengembangkan keterampilan interpersonal, rasa kebersamaan, kreativitas, kerjasama, sportivitas, serta ketahanan emosional. Program penanaman kompetensi sosio-emosional dengan metode experiential learning melalui permainan tradisional ditujukan kepada anak-anak di daerah rawan bencana. Sasaran pengabdian masyarakat merupakan siswa sekolah dasar yang menjadi binaan BPBD Kab. Malang.
PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA PASANGGRAHAN-PANDEGLANG DENGAN PEMANFAATAN DAUN KELOR DAN GULA MERAH Tarso Rudiana; Nenden Suciyati Sartika; Ucu Wandi Somantri; Erwin Erwin; Nurul Anriani; Asih Mulyaningsih; Tuti Rostianti Maulani; Andree Saylendra; Slamet Wiyono
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan permasalahan kesehatan yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, terutama pada anak-anak pada masa awal pertumbuhannya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga Desa Pasanggrahan dalam mencegah stunting melalui pemanfaatan bahan pangan lokal, yaitu daun kelor dan gula merah. Kegiatan ini mencakup penyuluhan mengenai stunting dan gizi seimbang serta pelatihan pembuatan makanan tambahan bergizi kue talam daun kelor dan gula merah. Melalui program ini, peserta yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, kader kesehatan, dan masyarakat umum dibekali dengan pengetahuan serta keterampilan untuk mengolah bahan lokal yang kaya nutrisi menjadi menu makanan tambahan yang mudah dibuat dan disukai. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya gizi seimbang untuk pencegahan stunting, serta kemampuan mereka dalam mempraktikkan pembuatan menu tersebut. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam upaya penanggulangan stunting di desa-desa melalui pemberdayaan dan pemanfaatan potensi lokal.
MODEL INKUBASI WIRAUSAHA MAHASISWA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Buchari Buchari; Arief Qaedi Hutagalung; Nana Dyki Dirbawanto; Dany Perdana Sitompul
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model Inkubasi Wirausaha Mahasiswa USU bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan kewirausahaan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), memperluas jaringan kerja dengan industri dan lembaga terkait, serta mengembangkan model pembinaan wirausaha yang efektif. Pada tahun 2024 ini telah diinkubasi 20 (dua puluh) wirausaha mahasiswa yang terdiri dari:  mahasiswa yang merintis usaha baru sejumlah 5 (lima) orang yang berasal dari 2 (dua) kelompok usaha, mahasiswa dari program USU Pitching sejumlah 13 (tiga  belas)  orang yang berasal dari 6 (enam) kelompok usaha dan 2 orang mahasiswa HIPMI PT yang berasal dari 2 (dua) usaha. Model inkubasi ini dimulai dengan Tahap Pre-Immersion yaitu perekrutan mahasiswa wirausaha, lalu mahasiswa mengikuti pelatihan yaitu Pelatihan Branding dan Marketing Strategi, Pelatihan Business Developmen dan Manajemen Keuangan Bisnis, selanjutnya para mahasiswa wirausaha akan mengikuti magang di PLUT Sumut dan UKM Bobabox (tahap immersion), diakhiri dengan Tahap Post-Immersion yaitu proses business coaching dan mentoring lalu business gathering, kurasi, demoday serta proses terakhir adalah monitoring dan evaluasi program. Luaran dari model inkubasi ini akan menghasilkan wirausaha baru mahasiswa yang mandiri, efektif dan inovatif.
PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA MESIN KRISTALISASI JAHE DAN PENGEMBANGAN MANAJEMEN USAHA UNTUK MENINGKATKAN KUANTITAS DAN KUALITAS PRODUK SERTA MANAJEMEN USAHA UD MAKAME BERKAH INDONESIA Buchari Buchari; Nismah Panjaitan; Ami Dilham
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di UD Makame Berkah Indonesia dilakukan sebagai upaya meningkatkan efesiensi proses produksi, peningkatan jumlah dan kualitas produksi melalui implementasi teknologi tepat guna mesin kristalisasi jahe pada UD Makame Berkah Indonesia Jl. Murni V No.8, Medan. Proses produksi yang ada pada UD Makame Berkah Indonesia saat ini masih menggunakan peralatan tradisional, khususnya proses kristalisasi (granules) minuman rempah jahe. Alat yang digunakan adalah kuali dengan kayu pengaduk yang digerakan oleh tangan manusia untuk menjadikan saripati jahe menjadi butiran jahe dengan hasil butiran yang masih kasar karena diaduk dengan tangan dan kekuatan tenaga manusia yang terbatas, sehingga membutuhkan waktu hampir 5 jam untuk memproduksi 5 kg jahe merah dan mengakibatkan cedera otot lengan atas salah satu karyawan. Oleh karena itu, UD Makame Berkah Indonesia tersebut sangat membutuhkan mesin kristaliasi jahe dengan pengaduk otomatis yang digerakan oleh tenaga listrik. Selain itu UD Makame Berkah memerlukan pengembangan manajemen usaha dengan menyusun rencana bisnis (business plan) dan bisnis model canvas. Setelah metode implementasi dilaksanakan secara terpadu dimulai dengan melakukan implementasi teknologi tepat guna mesin kristalisasi jahe dalam proses menjadi saripati jahe menjadi butiran (granules) jahe sehingga dapat mempercepat proses produksi, butiran jahe merah sudah menggunakan alat mesin kristalisasi jahe merah dengan pengaduk otomatasi yang digerakkan oleh listrik yang hanya membutuhkan waktu 2 jam untuk memproduksi 5 kg jahe merah dapat memperbanyak jumlah produksi dan menghasilkan produksi yang lebih berkualitas sehingga dapat memenuhi kebutuhan pelanggan serta melakukan pengembangan manajeman usaha dengan menyusun business plan dan bisnis model canvas. Kegiatan ini dapat memberikan dampak yang positif tidak hanya bagi masyarakat sasaran tetapi juga bagi perguruan tinggi