cover
Contact Name
Eko Prasetyo
Contact Email
prasetyo.kesmas@gmail.com
Phone
+6281575435102
Journal Mail Official
jupenkes.msi@gmail.com
Editorial Address
Puripaka Regency Blok E No 18/19 Bawu Batealit Jepara Jawa Tengah 59461
Location
Kab. jepara,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 30483042     DOI : https://doi.org/10.70109/jupenkes
Core Subject : Health,
Jurnal ilmiah hasil-hasil pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan (kesehatan masyarakat, ilmu kedokteran, keperawatan, kebidanan, farmasi, gizi, dan ilmu kesehatan lainnya)
Articles 99 Documents
Edukasi Kumuri-Kelastik (Kurangi Minuman Berperisa-Kemasan mengandung Mikroplastik) sebagai Upaya Preventif Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Dewi Siyamti; Maksum Maksum; Eka Adimayanti; Nisa Ussakinah; Sharfina Arsyi' Hafizhah
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v3i2.117

Abstract

Kualitas kesehatan masyarakat menjadi pilar utama untuk menjamin daya saing, produktifitas, dan kesejahteraan bangsa. Salah satu tantangan besar di masyarakat saat ini adalah peningkatan prevalensi penyakit tidak menular khususnya penyakit jantung, pembuluh darah dan diabetes melitus.  Konsumsi makanan dan minuman berperisa maupun mengandung mikroplastik dapat meingkatkan risiko penyakit tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa di Pondok pesantren Roudlotul Jannah tentang risiko konsumsi atau penggunakan makanan-minuman berperisa dan mengandung mikroplastik terhadap kesehatan. Kegiatan dilaksanakan tanggal 5 Februari 2025 dengan sasaran siswa santri di Pondok Pesantren Roudlotul Jannah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dengan membandingkan hasil evaluasi saat pre dan post tes. Edukasi yang interaktif dan menyesuaikan kebutuhan kelompok sasaran akan membantu informasi lebih mudah diterima dan dipahami sehingga diharapkan mendorong perilaku lebih baik
Pemberdayaan Masyarakat dalam Penerapan PHBS melalui Kampanye Penggunaan Masker Vera Fitriana; Eny Pujiati; Ambarwati Ambarwati; Luluk Cahyanti; Hirza Ainin Nur; Alvi Ratna Yuliana; Jamaludin Jamaludin; Icca Narayani Pramudaningsih; Eva Sintiya Rahayu; Nisrina Ayu Wulandari
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v3i2.118

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mencegah penyebaran penyakit menular, terutama infeksi saluran pernapasan. Salah satu bentuk penerapan PHBS adalah penggunaan masker dalam aktivitas sehari-hari, khususnya di tempat umum dan keramaian. Namun, kesadaran masyarakat dalam penggunaan masker masih perlu ditingkatkan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kepatuhan masyarakat terhadap penerapan PHBS melalui kampanye penggunaan masker. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi penyuluhan kesehatan, edukasi secara langsung, pembagian masker, pemasangan media promosi kesehatan, serta demonstrasi penggunaan masker yang benar. Sasaran kegiatan adalah masyarakat umum yang mengikuti kegiatan Car Free Day (CFD) di Simpang 7 Kudus. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan tanya jawab sebelum dan sesudah kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya penggunaan masker sebagai bagian dari PHBS. Masyarakat menjadi lebih sadar akan manfaat masker dalam mencegah penularan penyakit serta lebih termotivasi untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme peserta terlihat dari keikutsertaan aktif dalam sesi edukasi dan praktik penggunaan masker yang benar. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pemberdayaan masyarakat melalui kampanye penggunaan masker efektif dalam meningkatkan kesadaran dan penerapan PHBS.
Remaja Cegah TBC Sejak Dini dan Gerakan Sekolah Sehat di SMA Unggulan Zaha Umi Fatmawati; Vivi Shofia; Listiana Azizah; Nadira Nadira
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v3i2.119

Abstract

Tuberkulosis (TBC) paru masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Probolinggo yang menunjukkan peningkatan kasus signifikan dalam tiga tahun terakhir, yaitu dari 1.193 kasus (2021) menjadi 2.493 kasus (2023). Kelompok remaja dan pelajar menjadi populasi rentan karena mobilitas tinggi, kurangnya kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta pengetahuan yang terbatas tentang tanda, gejala, dan tatalaksana TBC. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang pencegahan TBC serta mendorong penerapan PHBS di lingkungan sekolah. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan (koordinasi mitra, identifikasi sasaran, pembuatan leaflet dan instrumen), tahap pelaksanaan (penyuluhan interaktif, diskusi, pembagian leaflet, serta pengisian pre-test dan post-test), dan tahap evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12 November 2025 di SMA Unggulan BPPT Zaha, Pajarakan, Probolinggo, dengan peserta 14 siswa. Hasil kegiatan menunjukkan sebelum edukasi (pre-test), tingkat pengetahuan siswa beragam dengan nilai rata-rata 66,43%; sebanyak 4 siswa (28,6%) berkategori sangat baik, 5 siswa (37,5%) baik, 3 siswa (21,4%) cukup baik, dan 2 siswa (14,3%) kurang baik. Setelah edukasi (post-test), terjadi peningkatan signifikan dengan rata-rata nilai menjadi 92,29% (peningkatan 32,86%). Seluruh siswa (100%) mencapai kategori sangat baik (nilai ≥80). Siswa mampu memahami penyebab TBC (Mycobacterium tuberculosis), cara penularan melalui droplet, gejala batuk berkepanjangan, serta pentingnya pengobatan tuntas selama 6 bulan dan penerapan etika batuk. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa tentang pencegahan TBC sejak dini serta mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup bersih dan sehat. Luaran kegiatan berupa publikasi ilmiah.
Edukasi Pencegahan Gagal Ginjal Kronis Meningkatkan Pengetahuan Remaja Yunita Galih Yudanari; Natalia Devi Oktarina; M.Imron Rosyidi; Eko Susilo
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v3i2.120

Abstract

Penyakit ginjal kronis merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat. Remaja perlu dibekali pengetahuan mengenai faktor risiko dan upaya pencegahan penyakit ginjal kronis sejak dini. Meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan gagal ginjal kronis melalui edukasi kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada 13 Februari 2026 di SMA Tunas Patria dengan melibatkan 30 siswa. Edukasi diberikan melalui ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab menggunakan media PowerPoint dan leaflet. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 61,3 menjadi 85,7.Edukasi kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan gagal ginjal kronis di SMA Tunas Patria.
Edukasi Terapi Komplementer dalam Mengatasi Nyeri Punggung pada Ibu Hamil melalui Pendekatan Effleurage Massage dan Essential Oil Veryudha Eka Prameswari
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v3i2.121

Abstract

Nyeri punggung memengaruhi sekitar 70% ibu hamil dan berpotensi menurunkan kualitas hidup mereka. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai terapi komplementer dalam mengatasi nyeri punggung menggunakan metode effleurage massage dan essential oil. Kegiatan dilaksanakan di Desa Gebang Malang, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto pada 12 Mei 2026, dengan melibatkan 30 ibu hamil sebagai responden. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan koordinasi, tahap pelaksanaan edukasi melalui ceramah materi serta penayangan video, sesi tanya jawab, dan tahap evaluasi menggunakan kuesioner pre-test serta post-test. Karakteristik responden didominasi oleh kelompok usia 20–35 tahun (80%), usia kehamilan trimester III (63,3%), dan status multigravida (56,7%). Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan. Sebelum edukasi, mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan kurang (50%) dan hanya sebagian kecil yang berpengetahuan baik (16,7%). Setelah intervensi, pengetahuan responden meningkat drastis dengan mayoritas berpengetahuan baik (86,7%) dan tidak ada lagi yang berpengetahuan kurang (0%). Kesimpulannya, pemberian edukasi terstruktur ini efektif meningkatkan pemahaman kritis ibu hamil dalam menerapkan perawatan mandiri yang aman bagi janin untuk mengurangi keluhan nyeri punggung.
Edukasi Pencegahan Stunting Berbasis Kearifan Lokal Lonto Leok bagi Keluarga di Kecamatan Sambi Rampas Kabupaten Manggarai Timur Odilia Esem; Dina M.S Henukh; Theresia Mindarsih; Yeri D. Nenogasu
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v3i2.122

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi tantangan di Indonesia, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Rendahnya literasi kesehatan keluarga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya risiko stunting pada anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga tentang pencegahan stunting melalui pendekatan kearifan lokal Lonto Leok di Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Metode yang digunakan berupa edukasi kesehatan berbasis budaya Lonto Leok yang melibatkan keluarga, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan edukasi, pendampingan, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest terhadap 100 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari 62,4 sebelum intervensi menjadi 84,7 setelah intervensi. Selain itu, partisipasi masyarakat dalam kegiatan berlangsung aktif dan terbentuk komitmen bersama untuk mendukung upaya pencegahan stunting. Pendekatan berbasis kearifan lokal Lonto Leok terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan keluarga dan dapat dijadikan sebagai strategi pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan stunting.
Peningkatan Pengetahuan tentang Gaya Hidup Sehat pada Wanita Usia Subur dalam Mencegah Mioma Heni Purwati; Zoelanda Pradita Putri
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v3i2.123

Abstract

Miom atau mioma uteri merupakan tumor jinak pada otot rahim yang banyak dijumpai pada perempuan usia reproduksi. Kondisi ini dapat tidak bergejala, namun pada sebagian perempuan dapat menimbulkan keluhan berupa perdarahan menstruasi berlebih, nyeri panggul, anemia, gangguan kesuburan, dan masalah kehamilan. Rendahnya pengetahuan wanita usia subur tentang faktor risiko, tanda gejala, gaya hidup sehat, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan reproduksi dapat menyebabkan keterlambatan deteksi dan penanganan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan wanita usia subur tentang gaya hidup sehat sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini miom di Desa Gebang Malang Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto. Metode kegiatan berupa penyuluhan kesehatan dengan ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, media leaflet, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Sasaran kegiatan adalah wanita usia subur sebanyak 45 reponden. Materi edukasi meliputi pengertian miom, faktor risiko, tanda gejala, dampak miom, prinsip gaya hidup sehat, pola makan gizi seimbang, aktivitas fisik, pengelolaan berat badan, istirahat cukup, penghindaran rokok, dan pemeriksaan kesehatan berkala. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah edukasi, ditandai dengan peningkatan kategori pengetahuan baik dari 20 responden (44,4%) menjadi 36 responden (80%). Hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai sign. 0,000 < α 0,05 artinya terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian edukasi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan reproduksi berbasis komunitas dapat meningkatkan pemahaman wanita usia subur dalam menerapkan gaya hidup sehat dan mengenali tanda bahaya miom sejak dini.
Sosialisasi dan Simulasi Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dalam Rangka Pengurangan Risiko Kebakaran di Lingkungan Kampus Eko Prasetyo; David Laksamana Caesar
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v3i2.125

Abstract

Kebakaran merupakan salah satu risiko darurat yang dapat terjadi di lingkungan kampus dan berpotensi menimbulkan kerugian material, gangguan aktivitas akademik, serta ancaman keselamatan bagi sivitas akademika. Kesiapsiagaan warga kampus dalam melakukan penanggulangan kebakaran tahap awal perlu ditingkatkan melalui edukasi dan pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan sivitas akademika dalam penggunaan APAR sebagai upaya pengurangan risiko kebakaran di lingkungan kampus. Metode kegiatan menggunakan pendekatan edukatif, demonstratif, dan partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi, simulasi penggunaan APAR, serta evaluasi pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan. Kegiatan dilaksanakan pada 24 Juni 2026 di Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus dengan melibatkan 50 peserta yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan dan unsur pendukung kampus. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, yaitu kategori pengetahuan baik meningkat dari 30% sebelum kegiatan menjadi 86% setelah kegiatan. Selain itu, simulasi praktik memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam mengoperasikan APAR sesuai prinsip PASS. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kombinasi sosialisasi dan simulasi efektif dalam meningkatkan pemahaman serta kesiapsiagaan peserta terhadap penanggulangan kebakaran tahap awal. Program serupa perlu dilakukan secara berkala untuk memperkuat budaya keselamatan dan sistem tanggap darurat di lingkungan kampus.
Penurunan Kecanduan Gadget melalui Terapi Bermain Tradisional Pada Anak Usia Sekolah Biyanti Dwi Winarsih; Jamaludin Jamaludin; Gardha Rias Arsy; Sri Hartini; Noor Faidah; Wahyu Yusianto; Feni Diah Kristiyanti
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v3i2.126

Abstract

Penggunaan gadget yang berlebihan pada anak usia sekolah dapat menyebabkan kecanduan yang berdampak negatif pada kesehatan fisik, perkembangan sosial, dan prestasi akademik. Anak-anak masa kini cenderung menghabiskan banyak waktu di ponsel mereka. Anak dapat menjadi tergantung pada gadget jika penggunaannya tidak diatur dengan baik. Anak yang menghabiskan terlalu banyak waktu dengan gadget mungkin mengalami kurangnya interaksi sosial secara langsung yang sangat penting untuk perkembangan kemampuan komunikasi dan keterampilan sosial mereka. Upaya meminimalisir penggunaan gadget pada anak yaitu memberikan mainan dan kegiatan alternatif dengan mengajarkan permainan tradisional karena permainan tradisional merupakan salah satu alternatif agar anak tidak bosan dalam beraktivitas sehari-hari. Tujuan kegiatan ini untuk menurunkan tingkat kecanduan gadget melalui terapi bermain tradisional pada anak usia sekolah. Upaya yang telah dilakukan dengan memberikan terapi permainan tradisional kepada anak di sekolah dan dilanjutkan pada saat waktu senggang di rumah. Hasil menunjukkan bahwa terjadi penurunan tingkat kecanduan gadget dari 90,2% menjadi 74,5% setelah dilakukan terapi bermain tradisonal

Page 10 of 10 | Total Record : 99