cover
Contact Name
-
Contact Email
lensapendas@umkuningan.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lensapendas@umkuningan.ac.id
Editorial Address
Pendidikan Guru Sekolah Dasar - Universitas Muhammadiyah Kuningan Jl. R.A Moertasiah Soepomo No.28B, 45511 Kuningan - Jawa Barat
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Lensa Pendas
ISSN : 25410199     EISSN : 25416855     DOI : https://doi.org/10.33222/jlp
Core Subject : Education,
Jurnal Lensa Pendas merupakan majalah publikasi artikel ilmiah Program Pendidikan Guru Sekolah Dasar yang memuat karya tulis ilmiah berkaitan dengan IPTEK terkait dengan pendidikan dasar, ditulis sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan ilmiah serta diterbitkan secara berkala. Lensa Pendas menjadi salah satu media penerbitan artikel ilmiah berupa hasil penelitian atau hasil pemikiran (konseptual) sebagai upaya meningkatkan publikasi ilmiah dalam bidang pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 2 (2025): September" : 18 Documents clear
Analisis Kebijakan Program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Di Sekolah Dasar : Studi Konversial Era Merdeka Nurjanna; Muh. Khaerul Ummah BK; Moh. Rudini
Jurnal Lensa Pendas Vol 10 No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v10i2.4654

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan Program Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada min 1 Toli-Toli dalam konteks kurikulum Merdeka. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi siswa, guru, kepala sekolah, pengawas, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi P5 menerima dukungan positif dari berbagai pihak dan berdampak pada peningkatan karakter dan keterampilan sosial siswa. Namun, sejumlah tantangan ditemukan, seperti batasan waktu, kebutuhan untuk biaya tambahan, dan adaptasi guru terhadap penilaian berbasis proses. Kontroversi muncul ketika cita-cita kebijakan tidak sejalan dengan kondisi nyata di sekolah. Program P5 dianggap relevan, tetapi masih memerlukan bantuan dan penyesuaian berkelanjutan terhadap karakteristik lokal untuk implementasi yang optimal.
Analisis Gejala Disleksia Interpretatif Siswa Kelas Tinggi Kajian (Studi Fenomenologi) di Sekolah Dasar Kartika; Muh. Khaerul Ummah BK; Hasia Marto
Jurnal Lensa Pendas Vol 10 No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v10i2.4678

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam mengatasi disleksia interpretatif pada siswa kelas V di SDN Sandana dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengenali kesulitan siswa melalui ketidakmampuan memahami dan menjelaskan teks. Guru memberikan dukungan emosional dan menggunakan metode membaca berulang serta membaca bersama untuk membantu pemahaman siswa. Pujian dan reward diberikan untuk meningkatkan motivasi. Faktor penghambat termasuk keterbatasan waktu, kurangnya keterlibatan orang tua, dan fasilitas yang terbatas. Meskipun ada tantangan, upaya guru memberikan hasil positif, meskipun perubahannya masih bertahap. Penelitian ini menyarankan perlunya dukungan lebih lanjut dari sekolah dan orang tua untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran.
ANALISIS KESULITAN GURU DAN SISWA DALAM BERADAPTASI DENGAN PERUBAHAN KURIKULUM DI INDONESIA Maulida, Rosda; Galuh Meita Putri; Fadinda Syifa Faozan; Sofyan Iskandar
Jurnal Lensa Pendas Vol 10 No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v10i2.4701

Abstract

Sistem pendidikan di Indonesia telah melalui beberapa perubahan kurikulum, dimulai dari kurikulum rencana pelajaran tahun 1947 hingga peluncuran kurikulum merdeka pada tahun 2022. Perubahan ini dimaksudkan untuk mengadaptasi pendidikan dengan kemajuan zaman dan kebutuhan siswa di era modern. Studi ini menerapkan metode tinjauan pustaka, yaitu menganalisis berbagai literatur dan penelitian terdahulu yang relevan dengan tantangan yang dialami guru dan siswa dalam menyesuaikan diri dengan perubahan kurikulum di Indonesia. Melalui metode ini, peneliti mampu mengidentifikasi, menganalisis, dan mensintesis sejumlah temuan yang berkaitan, serta menggambarkan tantangan yang dihadapi oleh guru dan siswa dalam perubahan kurikulum yang terjadi secara dinamis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perubahan kurikulum yang sering dapat menyebabkan berbagai masalah bagi guru dan siswa. Kesulitan pada guru dapat terlihat dari pemahaman konsep yang belum sepenuhnya dipahami, keterbatasan pelatihan dan sosialisasi, sarana dan prasarana yang kurang memadai, dampak psikologis terhadap guru, serta adanya kesenjangan antara kebijakan yang ditetapkan dan praktik di lapangan. Sedangkan para siswa dituntut untuk beradaptasi dengan materi baru, metode pembelajaran yang berbeda, serta sistem penilaian yang mungkin terasa asing bagi mereka.
Peningkatan Keterampilan Berbicara Siswa Menggunakan Model Role Playing Pada Pembelajaran Wawawancara Rendyana, Indra; Dudung Suryana; Riga Zahara Nurani
Jurnal Lensa Pendas Vol 10 No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v10i2.4702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa melalui penerapan model role playing pada pembelajaran wawancara di kelas IV SDN Budiwangi. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan tes unjuk kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran telah dilaksanakan dengan sangat baik, ditunjukkan dengan nilai rata-rata perencanaan sebesar 4,00 pada siklus I dan II. Pelaksanaan pembelajaran menunjukkan peningkatan dari siklus I dengan nilai rata-rata 3,60 menjadi 4,00 pada siklus II, dengan persentase peningkatan sebesar 11,11%. Selain itu, hasil belajar siswa dalam keterampilan berbicara juga mengalami peningkatan yang signifikan. Pada siklus I, nilai rata-rata tes unjuk kerja sebesar 74,16 dengan ketuntasan 66,7%, meningkat pada siklus II menjadi 85,33 dengan ketuntasan 86,66%. Persentase peningkatan hasil belajar mencapai 15,06%. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa model role playing efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa dalam pembelajaran wawancara. Oleh karena itu, disarankan agar guru dapat memanfaatkan model ini sebagai alternatif strategi pembelajaran yang menarik dan partisipatif, khususnya untuk materi yang menuntut keterampilan komunikasi siswa.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR MENULIS PERMULAAN PADA SISWA KELAS I SD NEGERI X DI INDRALAYA TAHUN 2024/2025 Jerry Ahmad Khodhori; Indah Permata Sari; Nabila Dwi Putri; Muhammad Ridho Bima Addli; Silvia AR
Jurnal Lensa Pendas Vol 10 No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v10i2.4709

Abstract

Kemampuan menulis merupakan kemampuan dasar yang harus dikuasai oleh siswa sekolah dasar sebagai fondasi untuk kesuksesan akademik di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan menulis permulaan siswa kelas satu SD Negeri x Indralaya dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan menulis mereka. Metode kualitatif deskriptif digunakan dengan sampel 18 siswa. Instrumen penelitian meliputi tes keterampilan menulis yang melibatkan kegiatan seperti menghubungkan garis, menjiplak pola, mencoret-coret bebas, menyalin huruf, dan menulis melalui dikte. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan dalam keterampilan menulis dasar, seperti mempertahankan tulisan tangan yang rapi, membentuk huruf dengan benar, dan secara akurat mengikuti instruksi dikte. Beberapa faktor yang berkontribusi diidentifikasi, termasuk kurangnya fokus selama pembelajaran, lemahnya penguasaan alfabet, dan terbatasnya keterampilan motorik halus. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk mengembangkan strategi pengajaran menulis yang lebih efektif dan sesuai dengan perkembangan siswa kelas awal, untuk meningkatkan hasil belajar mereka dalam jangka panjang.
Analisis Dampak Ekstrakurikuler Drumband terhadap Pengembangan Kreativitas dan Kecerdasan Emosional Siswa Sekolah Dasar Titin Nurrohmat; Mutmainah, Elsa; Nisha Fitria; Tiara Dwi Putri; Desi Karunia Cibro; Adriana Meidy Taura Batubara; Afridha Laily Alindra
Jurnal Lensa Pendas Vol 10 No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v10i2.4743

Abstract

This study examines the role of drumband extracurricular activities in developing creativity and emotional intelligence of elementary school students at UPTD SDN Purwamekar, Purwakarta, which contributes to the improvement and creativity of students' emotional intelligence at the elementary school level. Extracurricular activities such as drumband are not only a means of developing talent, but also act as a medium for forming students' character and social skills from an early age. Data collection was conducted through interviews with supervising teachers and questionnaires filled out by 15 students in grades IV and V who actively participated in drumband activities for one semester. The data analysis technique was carried out descriptively qualitatively by grouping findings based on indicators of students' creativity and emotional intelligence. The results of the study showed that drumband activities had a significant positive influence on the development of students' creativity; as many as 86.6% of respondents stated that they were able to channel creative ideas and dare to express themselves through music. In addition, all respondents (100%) stated that they experienced improvements in terms of emotional management and teamwork, which are very important in the learning process in elementary schools. The results of this study were also supported by teachers who saw an increase in students' self-confidence, discipline, and social skills during the activities. Based on the research results, drumband extracurricular activities are a useful means to develop 21st century skills, such as critical and collaborative thinking, in addition to honing musical talents. The recommendations of this study include the need for further research to examine the elements that contribute to the success of drumband extracurricular activities and the implementation of other art extracurricular programs at the elementary school level
Penataan Tempat Duduk dalam Menunjang Efektivitas Pembelajaran di Sekolah dasar Mutmainah, Elsa; Najwa Fakhira Azzahra; Wina Mustikaati
Jurnal Lensa Pendas Vol 10 No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v10i2.4745

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran penataan tempat duduk dalam menunjang efektivitas pembelajaran di Sekolah Dasar. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, artikel ini menganalisis berbagai strategi penataan tempat duduk dan dampaknya terhadap keterlibatan, kenyamanan, serta hasil belajar siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa penataan tempat duduk yang bervariasi dan disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran, seperti formasi kelompok kecil, setengah lingkaran, dan huruf U, dapat meningkatkan aspek kognitif siswa. Studi kasus di beberapa sekolah juga menunjukkan hubungan antara penataan ruang dengan motivasi dan partisipasi belajar siswa. Penataan tempat duduk yang fleksibel direkomendasikan untuk mendukung pembelajaran yang aktif dan kolaboratif. Penelitian ini juga menyarankan adanya pengembangan lebih lanjut terkait integrasi penataan ruang kelas dengan teknologi dan pendekatan pembelajaran inovatif
IMPLIKASI IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA TERHADAP KREATIVITAS SISWA KELAS 4 MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DI SD NEGERI 1 BENAWA Shyntya Putri; Idris, Muhamad; David Budi Irawan
Jurnal Lensa Pendas Vol 10 No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v10i2.4747

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan implikasi implementasi Kurikulum Merdeka terhadap kreativitas siswa kelas 4 pada mata pelajaran Seni Budaya di SD Negeri 1 Benawa. Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan kepada sekolah, guru, dan siswa dalam merancang pembelajaran sesuai karakteristik dan kebutuhan peserta didik. Dalam pembelajaran Seni Budaya, kurikulum ini menjadi sarana untuk menggali serta mengembangkan kreativitas siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru kelas 4, dan siswa kelas 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan dampak positif dalam mendorong kreativitas siswa, terlihat dari kebebasan dalam berekspresi, kemampuan menciptakan karya seni yang indah, serta keterlibatan aktif dalam pembelajaran. Guru juga mulai menerapkan metode yang bervariasi, seperti pembelajaran berbasis proyek. Meskipun masih terdapat kendala, kurikulum ini terbukti memberikan ruang yang luas untuk pengembangan potensi kreatif siswa, khususnya dalam mata pelajaran Seni Budaya.
ANALISIS PERBEDAAN GAYA MENULIS BERDASARKAN INTENSITAS MEMBACA SISWA KELAS V SDN BRINGIN 02 Ghumaisa, Mutiara Lutfi; Affan Rafi Saputra; Kintania Maulida Eka Putri; Febria Septi Prajayanti; Azka Nabila Athaya; Moh. Farizqo Irvan
Jurnal Lensa Pendas Vol 10 No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v10i2.4876

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan gaya menulis siswa berdasarkan intensitas membaca di kelas V SDN Bringin 02, dengan menggunakan gambar sebagai stimulus dalam kegiatan menulis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui triangulasi metode, yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas tiga orang siswa kelas V yang dipilih berdasarkan tingkat intensitas membaca mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan intensitas membaca yang tinggi mampu menghasilkan tulisan yang lebih runtut, ekspresif, serta kaya kosakata. Sebaliknya, siswa dengan kebiasaan membaca yang rendah menunjukkan keterbatasan dalam struktur kalimat dan pengembangan ide. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan budaya literasi dalam pembelajaran menulis di sekolah dasar.
Pengembangan Instrumen Tes Literasi Sains Berbasis Etnosains Hutan Larangan Kampung Adat Kuta Apipudin; Hamdu, Ghullam; Ramadhani Putri, Agenestasia
Jurnal Lensa Pendas Vol 10 No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v10i2.4967

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen tes literasi sains berbasis etnosains pada materi keanekaragaman hayati untuk peserta didik sekolah dasar. Konteks yang digunakan adalah Hutan Larangan Kampung Adat Kuta yang merepresentasikan nilai-nilai kearifan lokal serta upaya pelestarian keanekaragaman hayati secara turun-temurun. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan mengacu pada model pengembangan menurut Sugiyono. Instrumen disusun berdasarkan kerangka literasi sains PISA 2018 yang mencakup tiga aspek utama, yaitu konteks, pengetahuan (konten, prosedural, dan epistemik), serta kompetensi (menjelaskan fenomena secara ilmiah, merancang dan mengevaluasi penyelidikan ilmiah, dan menafsirkan data ilmiah). Hasil validasi internal menunjukkan bahwa instrumen termasuk dalam kategori layak hingga sangat layak. Uji coba eksternal terhadap 32 peserta didik menunjukkan bahwa 68% butir soal dinyatakan valid, reliabilitas instrumen tinggi (α = 0,785), mayoritas soal memiliki tingkat kesukaran sedang (60%), dan 48% butir soal memiliki daya beda sangat baik. Hasil ini menunjukkan bahwa integrasi etnosains dalam instrumen tes tidak hanya memperkuat relevansi konteks lokal dalam pembelajaran sains, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesadaran siswa terhadap pelestarian lingkungan dan budaya lokal.

Page 1 of 2 | Total Record : 18