cover
Contact Name
Yesy Kusumawati
Contact Email
yesykusumawati75@kahuripan.ac.id
Phone
+628179322344
Journal Mail Official
jurnal.abdikmas@kahuripan.ac.id
Editorial Address
Univesitas Kahuripan Kediri Jl. PB Sudirman No. 27 Kecamatan Pare - Kabupaten Kediri
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 27459993     EISSN : 28297768     DOI : -
Jurnal Abdikmas merupakan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat yaitu jurnal pengembangan dan penerapan Ipteks yang memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, model atau konsep dan atau implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Abdikmas diterbitkan dua kali dalam setahun (Mei dan November) oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kahuripan Kediri
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 112 Documents
STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA SUMBER SIRAH DENGAN PEMBUATAN SPOT FOTO PADA BUMDES KERKEP MANDIRI Ahmad Dony Mutiara Bahtiar; Fitria Nur Hamidah; Saiful Arif; Ahmad Dzulfikri Halimi; Moch. Wisnu Arif Sektiono; Zulfa Khalida
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/736czp80

Abstract

Sektor pariwisata memegang peranan krusial dalam menggerakkan perekonomian perdesaan. BUMDES Kerkep Mandiri selaku pengelola Wisata Air Sumber Sirah di Kabupaten Kediri menghadapi kendala penurunan jumlah pengunjung sebesar 25% pada tahun 2024 akibat ketatnya persaingan pariwisata alam dan minimnya diferensiasi produk. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan strategi diversifikasi produk dan pemasaran pariwisata melalui optimalisasi lahan pasif menjadi wahana spot foto sebagai instrumen promosi visual. Metode pelaksanaan kegiatan menerapkan pendekatan pemberdayaan partisipatif (Participatory Community Development) yang terdiri dari tiga tahapan sistematis: persiapan melalui Focus Group Discussion (FGD), pelaksanaan pembangunan infrastruktur komplementer berbasis transfer teknologi, serta evaluasi dampak (before-after analysis). Hasil intervensi menunjukkan keberhasilan pengadaan wahana spot foto terintegrasi yang berfungsi ganda sebagai fasilitas rekreasi dan pemicu promosi digital. Secara kuantitatif, evaluasi komparatif mencatat dampak positif berupa lonjakan volume kunjungan wisatawan rata-rata sebesar 81,43%, yaitu dari rata-rata 350 pengunjung menjadi 635 pengunjung per bulan. Selain itu, tingkat kepuasan pengelola BUMDES (skor 4,75 dari 5,00) dan kepuasan pengunjung (skor 4,47 dari 5,00) membuktikan efektivitas program secara menyeluruh. Implikasi kegiatan ini menegaskan bahwa strategi inovasi fasilitas visual ramah lingkungan mampu memicu promosi organik secara masif dan meningkatkan keberdayaan ekonomi kelembagaan desa.   Abstract  The tourism sector plays a crucial role in driving rural economies. BUMDES Kerkep Mandiri, as the manager of Sumber Sirah Water Tourism in Kediri Regency, faced a 25% decline in visitor numbers in 2024 due to intense competition in nature-based tourism and a lack of product differentiation. This community service activity aims to implement product diversification and tourism marketing strategies by optimizing passive land into a photo spot destination that serves as a visual promotion instrument. The method applied a participatory community development approach consisting of three systematic stages: preparation through Focus Group Discussions (FGD), implementation of complementary infrastructure construction based on technology transfer, and impact evaluation (before-after analysis). The intervention results demonstrated the successful provision of an integrated photo spot that serves a dual purpose as a recreational facility and a digital promotion trigger. Quantitatively, the comparative evaluation recorded a positive impact with an 81.43% surge in tourist volume, increasing from an average of 350 to 635 visitors per month. Furthermore, high satisfaction index scores from both the BUMDES management (4.75 out of 5.00) and visitors (4.47 out of 5.00) confirm the comprehensive effectiveness of the program. The implication of this activity underscores that eco-friendly visual facility innovation strategies can effectively trigger massive organic promotion and enhance the economic empowerment of village institutions.  
PENYULUHAN HUKUM PEMBAGIAN WARIS DALAM PERSPEKTIF PLURALISME HUKUM BAGI MASYARAKAT DESA KEDUNGBANTENG, BLITAR Marsudi Dedi Putra; Sri Ayu Astuti; Carolina Kuntardjo; Agus Pramono; Heristiawan Aryo Wirotomo
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/dyk5eb27

Abstract

Rendahnya pemahaman masyarakat desa terhadap sistem hukum waris di Indonesia yang bersifat pluralistik, baik berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata maupun Kompilasi Hukum Islam, sering menimbulkan sengketa keluarga, ketidakadilan pembagian harta warisan, dan konflik berkepanjangan. Permasalahan tersebut juga terjadi di Desa Kedungbanteng, Kabupaten Blitar, yang masyarakatnya masih terbatas dalam memahami konsep dasar hukum waris, persamaan dan perbedaan sistem waris, serta mekanisme pembagian waris yang sesuai dengan ketentuan hukum. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran hukum masyarakat terkait pembagian waris yang adil dan sesuai hukum. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penyuluhan hukum, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab dengan pendekatan partisipatif. Kegiatan diikuti oleh 45 peserta yang terdiri dari perangkat desa, tokoh masyarakat, guru, dan warga Desa Kedungbanteng. Materi disampaikan secara sederhana dan aplikatif dengan contoh kasus konkret pembagian waris. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest serta observasi partisipasi peserta selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat sebesar 75% terkait konsep hukum waris dan mekanisme pembagian warisan menurut KUHPerdata dan KHI. Selain itu, peserta menunjukkan meningkatnya kesadaran untuk menyelesaikan pembagian waris secara musyawarah dan sesuai ketentuan hukum. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah preventif dalam meminimalkan sengketa waris serta memperkuat keharmonisan keluarga dan ketertiban sosial di masyarakat desa.   Abstract  The low level of understanding among village communities regarding Indonesia's pluralistic inheritance law system, both based on the Civil Code and the Compilation of Islamic Law, often leads to family disputes, unfair inheritance distribution, and prolonged conflict. This problem also occurs in Kedungbanteng Village, Blitar Regency, where the community still has limited understanding of the basic concepts of inheritance law, the similarities and differences between inheritance systems, and inheritance distribution mechanisms in accordance with legal provisions. This community service activity aims to increase public knowledge and legal awareness regarding fair and legal inheritance distribution. The implementation method is carried out through legal counseling, interactive discussions, and question and answer sessions with a participatory approach. The activity was attended by 45 participants consisting of village officials, community leaders, teachers, and residents of Kedungbanteng Village. The material was presented in a simple and applicable manner with concrete examples of inheritance distribution cases. Evaluation was carried out through pretest, posttest, and participant observation during the activity. The results of the activity showed a 75% increase in community understanding regarding the concept of inheritance law and inheritance distribution mechanisms according to the Civil Code and the Compilation of Islamic Law. Furthermore, participants demonstrated increased awareness of the importance of resolving inheritance distribution through deliberation and in accordance with legal provisions. This activity is expected to serve as a preventative measure to minimize inheritance disputes and strengthen family harmony and social order in village communities.      
OPTIMALISASI KESEHATAN MENTAL MAHASISWA MELALUI EDUKASI KONSELING DIGITAL DI ERA SOCIETY 5.0 Bety Lailatul Fitriyah; Adkhau Fajar Nurzakiy Firdaus; Muhamad Safa’udin
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/x9yk7p48

Abstract

Kesehatan mental mahasiswa menjadi isu penting di era Society 5.0, terutama akibat meningkatnya tekanan akademik, sosial, dan penggunaan teknologi digital yang intensif pada Generasi Z. Society 5.0 merupakan konsep masyarakat berbasis teknologi yang mengintegrasikan kecerdasan buatan dan digitalisasi dalam kehidupan manusia, termasuk dalam layanan kesehatan mental melalui konseling digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada mahasiswa Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Universitas Sunan Gresik, Jawa Timur, dengan tujuan mengoptimalkan kesehatan mental mahasiswa melalui edukasi konseling digital sebagai layanan yang lebih fleksibel dan mudah diakses. Metode yang digunakan berupa pendekatan partisipatif melalui seminar interaktif, pelatihan penggunaan platform konseling digital, diskusi kelompok, serta pendampingan penggunaan layanan secara aman dan bijak. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest sederhana terhadap 35 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa mengenai kesehatan mental dari rata-rata skor 62 menjadi 84 setelah kegiatan berlangsung. Sebanyak 88% peserta menyatakan lebih terbuka terhadap layanan konseling digital dan 85% peserta merasa lebih mampu mengelola stres serta emosi setelah mengikuti kegiatan. Program ini memiliki keunikan pada integrasi edukasi kesehatan mental dengan praktik penggunaan layanan konseling digital yang sesuai dengan karakteristik mahasiswa di era Society 5.0. Meskipun demikian, masih ditemukan kendala berupa keterbatasan literasi digital dan kekhawatiran terhadap keamanan data pribadi. Dengan demikian, edukasi konseling digital terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan mahasiswa dalam menjaga kesehatan mental di era digital.   Abstract  Student mental health has become an important issue in the Society 5.0 era due to increasing academic, social, and technological pressures experienced by Generation Z. Society 5.0 refers to a technology-based society that integrates artificial intelligence and digitalization into human life, including mental health services through digital counseling. This community service program was conducted among students of the Tasawuf and Psychotherapy Study Program at Universitas Sunan Gresik, East Java, Indonesia, aiming to optimize student mental health through digital counseling education as a more flexible and accessible service. The program used a participatory approach through interactive seminars, training on digital counseling platforms, group discussions, and assistance in using digital services safely and wisely. Evaluation was conducted using simple pretest and posttest instruments involving 35 participants. The results showed an increase in students’ understanding of mental health, with the average score improving from 62 to 84 after the activity. About 88% of participants reported becoming more open to digital counseling services, while 85% felt more capable of managing stress and emotions after participating in the program. The uniqueness of this program lies in the integration of mental health education with practical digital counseling training tailored to student characteristics in the Society 5.0 era. However, challenges remained, including limited digital literacy and concerns regarding data privacy. Therefore, digital counseling education proved effective in improving students’ awareness, knowledge, and skills in maintaining mental health in the digital era.
REVITALISASI NILAI-NILAI BUDAYA SEBAGAI FONDASI PENDIDIKAN POLITIK YANG INKLUSIF Sugiyanto Sugiyanto; Darto Wahidin; Sifa Ainurokhmah; Siska Anggraeni
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/qbwx9e20

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh menurunnya pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap nilai-nilai budaya lokal di tengah arus globalisasi yang berdampak pada rendahnya kesadaran politik yang inklusif. Tujuan  kegiatan ini untuk mengidentifikasi dan merevitalisasi nilai-nilai budaya Cirebon sebagai fondasi pendidikan politik yang inklusif dan partisipatif. Metode  pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui kegiatan sosialisasi mengenai nilai-nilai budaya Cirebon dan pendidikan politik inklusif, Focus Group Discussion (FGD) untuk menggali pandangan serta pengalaman peserta, dan diskusi edukatif terkait penerapan nilai budaya dalam kehidupan sosial-politik. Kegiatan ini melibatkan masyarakat Kabupaten dan Kota Cirebon, khususnya generasi muda, pelajar, tokoh masyarakat, dan komunitas budaya sebagai sasaran utama kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya seperti musyawarah, gotong royong, toleransi, dan penghormatan terhadap keberagaman masih hidup dalam masyarakat serta memiliki keterkaitan kuat dengan prinsip-prinsip demokrasi, seperti partisipasi, kesetaraan, dan penghargaan terhadap perbedaan. Kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa budaya tidak hanya bersifat tradisional, tetapi memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial dan politik. Upaya revitalisasi melalui edukasi berbasis budaya dan pelibatan generasi muda terbukti efektif dalam mendorong internalisasi nilai budaya, yang terlihat dari meningkatnya partisipasi peserta dalam diskusi serta pemahaman masyarakat terhadap pentingnya musyawarah, gotong royong, dan toleransi dalam kehidupan demokratis. Implikasi dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan politik berbasis budaya lokal dapat menjadi strategi yang efektif dalam memperkuat partisipasi masyarakat, membangun sikap toleran, dan mendukung kehidupan demokrasi yang berkelanjutan.   Abstract  This community service activity is motivated by the declining understanding of the community, especially the younger generation, towards local cultural values ??amidst the current of globalization which has an impact on low inclusive political awareness. The purpose of this activity for to identify Cirebon cultural values ??that are relevant to the formation of inclusive political education in community life, analyze the role of Cirebon cultural values ??in supporting the creation of inclusive and participatory political awareness in society, and formulate efforts to revitalize Cirebon cultural values ??as a foundation in strengthening inclusive political education. The method used is a participatory approach through socialization, Focus Group Discussions (FGD), and educational discussions involving the community as the main subject. The results of the activity show that cultural values ??such as deliberation, mutual cooperation, tolerance, and respect for diversity are still alive in society and have a strong relationship with the principles of democracy, such as participation, participation, equality, and respect for differences. This activity also increases public understanding that culture is not only traditional, but has a strategic role in life and politics. Revitalization efforts through culturally-based education and youth engagement have proven effective in encouraging the internalization of cultural values. The implication of these activities is the importance of integrating local cultural values ??into public political education to foster participatory, tolerant, and sustainable political awareness.    
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI INOVASI BUDIDAYA BUNGA TELANG (CLITORIA TERNATEA) BERBASIS GREENHOUSE UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN DAN NILAI EKONOMI MASYARAKAT Khoirul Anam; Ni Dewi Ambal Ikka; Dipa Aditya; Nur Farida Kusumawati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/zfx8ja78

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea) merupakan tanaman herbal tropis yang memiliki potensi besar sebagai komoditas kesehatan dan ekonomi masyarakat pedesaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Kranggan, Kecamatan Prajurit Kulon Kota Mojokerto , dengan tujuan memberdayakan Kelompok Wanita Tani (KWT) melalui inovasi budidaya bunga telang berbasis greenhouse. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan praktis, pendampingan teknologi greenhouse, serta pengembangan produk olahan berbasis bunga telang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 78% dan keterampilan budidaya sebesar 72%. Kelompok mitra berhasil memproduksi teh telang, minuman fungsional, dan pewarna alami yang dipasarkan secara daring dan luring. Rata rata pendapatan tambahan anggota kelompok mencapai Rp 850.000 per bulan setelah program berlangsung selama dua bulan. Program ini membuktikan bahwa integrasi teknologi budidaya sederhana dengan pemberdayaan ekonomi lokal mampu meningkatkan kesejahteraan dan kesadaran kesehatan masyarakat secara signifikan.   Abstract Butterfly pea flower (Clitoria ternatea) is a tropical herbal plant with significant potential as a health and economic commodity for rural communities. This community service activity was carried out in Kranggan  Village, Prajurit Kulon District, Mojokerto Regency, with the aim of empowering women farmer groups (KWT) through greenhouse based butterfly pea cultivation innovation. The methods used included counseling, practical training, greenhouse technology assistance, and development of processed products based on butterfly pea flowers. The results showed an increase in participant knowledge by 78% and cultivation skills by 72%. Partner groups successfully produced butterfly pea tea, functional beverages, and natural dyes marketed online and offline. The average additional income of group members reached IDR 850,000 per month after the two month program. This program proves that the integration of simple cultivation technology with local economic empowerment can significantly improve the welfare and health awareness of the community.
PELATIHAN DIGITAL WRITING LITERACY UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS BERBASIS DIGITAL PADA SISWA MADRASAH ALIYAH SE-KABUPATEN LUMAJANG Angella Novitaningrum; Nur Laili Yusuf; Khittotun Nahidin; Kurnia Devi Yuswandari; Akhmad Nuris Hidayat
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/9dzy4n68

Abstract

Keterampilan digital writing literacy menjadi kompetensi penting yang perlu dimiliki siswa dalam menghadapi perkembangan teknologi dan tuntutan pembelajaran di era digital. Namun, kemampuan digital writing literacy siswa Madrasah Aliyah (MA) masih tergolong rendah, terutama pada aspek pengembangan ide, penyusunan teks secara sistematis, penguasaan kosakata, penggunaan tata bahasa dan mekanisme penulisan, serta pemanfaatan teknologi digital secara optimal untuk mendukung kegiatan menulis akademik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital writing literacy siswa melalui pelatihan menulis digital berbasis praktik dan kolaborasi. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan 100 siswa Madrasah Aliyah se-Kabupaten Lumajang. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, observasi, refleksi peserta, serta penilaian produk tulisan digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor peserta dari 50,6 pada pre-test menjadi 84,5 pada post-test dengan persentase peningkatan sebesar 67,0%. Aspek kompetensi literasi digital menunjukkan peningkatan paling signifikan sebesar 97,7%, diikuti oleh aspek struktur dan organisasi teks sebesar 69,4%, tata bahasa dan mekanisme penulisan sebesar 64,7%, ide dan konten tulisan sebesar 58,5%, serta penguasaan kosakata sebesar 51,8%. Implikasi kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan berbasis collaborative writing, pemanfaatan platform digital, dan pendampingan intensif mampu meningkatkan kompetensi digital writing literacy siswa secara efektif serta berpotensi diterapkan secara berkelanjutan pada lingkungan madrasah dan satuan pendidikan lainnya.   Abstract  Digital writing literacy skills have emerged as an essential competency that students need to develop in response to rapid technological advancements and the increasing demands of learning in the digital era. However, the digital writing literacy competence of Madrasah Aliyah (MA) students remains relatively low, particularly in aspects related to idea development, systematic text organization, vocabulary mastery, the use of grammar and writing mechanics, and the effective use of digital technology to support academic writing activities. This community service program aimed to enhance students’ digital writing literacy competencies through practice-oriented and collaborative digital writing training. The program employed a Participatory Action Research (PAR) approach involving 100 Madrasah Aliyah students across Lumajang Regency. Program evaluation was conducted through pre-tests and post-tests, observations, participant reflections, and assessments of students’ digital writing products. The findings revealed an increase in participants’ average scores from 50.6 in the pre-test to 84.5 in the post-test, representing a 67.0% improvement. The digital literacy competency aspect showed the most significant increase at 97.7%, followed by text structure and organization (69.4%), grammar and writing mechanics (64.7%), ideas and content development (58.5%), and vocabulary mastery (51.8%). The findings indicate that training integrating collaborative writing, digital platform utilization, and intensive mentoring effectively improves students’ digital writing literacy competencies and has the potential to be sustainably implemented in madrasah settings and other educational institutions.
MANAJEMEN RESIKO PADA BUDIDAYA PERAIRAN TELUK PRIGI MENGGUNAKAN SISTEM MONITORING PARAMETER PERAIRAN BERBASIS DATA LOGGER Bella Arum Kristanti; Riska Nur Wakidah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/57psg357

Abstract

Budidaya perairan di Teluk Prigi Trenggalek menghadapi risiko kerugian ekonomi akibat pemantauan parameter kualitas air yang masih dilakukan secara manual. Pemantauan manual memiliki keterbatasan berupa data yang tidak diperoleh secara real-time dan kontinu, potensi kesalahan pencatatan yang tinggi, serta sulitnya analisis jangka panjang. Kondisi ini menyulitkan identifikasi dini terhadap risiko kegagalan budidaya, sehingga diperlukan sistem monitoring otomatis berbasis data logger. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan Sistem Monitoring Parameter Perairan Berbasis Data Logger yang mampu mengukur suhu, salinitas, dan pH secara otomatis di Teluk Prigi Trenggalek. Metode pelaksanaan meliputi studi literatur, perancangan desain dan sistem alat di laboratorium, serta implementasi lapangan pada 2 titik perairan dengan karakteristik budidaya yang berbeda selama 14 hari. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem mampu merekam dan menyimpan data parameter perairan secara otomatis ke dalam Google Spreadsheet maupun memori internal, serta menampilkan data secara real-time. Sistem ini berhasil mengidentifikasi indikasi perubahan kondisi perairan yang berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi, sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan lebih dini. Penerapan sistem ini diharapkan meningkatkan kemampuan masyarakat pesisir Teluk Prigi dalam pemanfaatan teknologi digital untuk pengelolaan lingkungan perairan secara efektif dan berkelanjutan.   Abstract  Aquaculture in Prigi Bay, Trenggalek faces the risk of economic loss due to water quality parameter monitoring that is still carried out manually. Manual monitoring has several limitations, including data that is not obtained in real-time and continuously, a high potential for recording errors, and difficulty in long-term analysis. These conditions make it difficult to identify early risks of aquaculture failure, thus necessitating an automated monitoring system based on a data logger. This community service activity aims to design and implement a Data Logger-Based Water Parameter Monitoring System capable of automatically measuring temperature, salinity, and pH in Prigi Bay, Trenggalek. The implementation method included a literature study, design and system development in the laboratory, and field implementation at two aquaculture sites with different characteristics over 14 days. The results show that the system is capable of automatically recording and storing water parameter data to Google Spreadsheet and internal memory, as well as displaying data in real-time. The system successfully identified indications of changes in water conditions that could potentially cause economic losses, enabling earlier preventive measures. The implementation of this system is expected to enhance the ability of the Prigi Bay coastal community to utilize digital technology for effective and sustainable aquatic environmental management.
OPTIMALISASI LITERASI KESEHATAN DIGITAL REMAJA MELALUI PELATIHAN VERIFIKASI INFORMASI KESEHATAN Diah Wijayanti Sutha; Alfina Aisatus Saadah; Lilis Masyfufah; Eka Wilda Faida; Titin Wahyuni; Serlly Frida Drastyana
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/8khq1p35

Abstract

Perkembangan media digital meningkatkan akses remaja terhadap informasi kesehatan, namun juga memperbesar risiko paparan hoaks kesehatan melalui media sosial. Rendahnya literasi kesehatan digital menyebabkan remaja rentan mempercayai dan menyebarkan informasi kesehatan yang tidak valid. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan remaja dalam memverifikasi informasi kesehatan digital melalui pelatihan berbasis praktik. Kegiatan dilaksanakan pada siswa kelas XI dan XII di salah satu SMA Kota Malang dengan melibatkan 29 peserta. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif partisipatif melalui edukasi interaktif, simulasi kasus hoaks kesehatan, praktik verifikasi informasi menggunakan sumber resmi, diskusi kelompok, dan mini-proyek pembuatan media edukasi digital. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test, post-test, dan kuesioner kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata nilai peserta dari 56,3 menjadi 90,1 setelah intervensi, dengan seluruh peserta (100%) mencapai nilai di atas standar ketuntasan. Peserta juga menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengidentifikasi sumber informasi terpercaya dan melakukan verifikasi informasi kesehatan digital. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik verifikasi informasi efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan digital remaja serta berpotensi menjadi model edukasi preventif terhadap penyebaran hoaks kesehatan di lingkungan sekolah.   Abstract  The development of digital media has increased access to health information among adolescents, but on the other hand, it has also increased the risk of spreading health hoaxes through social media. Low digital health literacy skills make adolescents vulnerable to receiving and spreading invalid health information. This community service activity aims to improve adolescents' ability to filter and verify health information through digital health literacy training. The activity was held at School in Malang involving 29 students in grades 11 and 12. The implementation method used a participatory educational approach through interactive counseling, case simulations, health information verification practices, group discussions, and mini-projects on creating digital educational media. The activity was evaluated using pre- and post-tests, as well as a participant satisfaction questionnaire. The results showed an increase in the average participant score from 56.3 in the pre-test to 90.1 in the post-test. All participants (100%) achieved scores above the completion standard after the activity. The satisfaction evaluation also indicated that participants found the activity beneficial and helped improve their critical thinking skills regarding health information on social media. Health information verification training has proven effective in improving adolescents' digital health literacy and can be an educational strategy to prevent the spread of health hoaxes in schools.  
UPAYA PENINGKATAN LEGALITAS USAHA INDUSTRI RUMAH TANGGA KRUPUK PASIR KABUPATEN KEDIRI Wiwiek Kusumaning Asmoro; Mujahid Wahyu; Mohamad Arief Setiawan; Novie Astuti Setianingsih; Hanifah Puspita Sari; Fitria Nur Hamidah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/7eekx893

Abstract

Urgensi dan identifikasi permasalahan yang dihadapi mitra pada Mitra Usaha Produksi Krupuk Pasir di Dusun Jeruk Desa Tugurejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri, adalah belum terdaftarnya legalitas usaha yaitu Nomor Induk Berusaha (NIB). Mitra masih menggunakan legalitas SIUP yang saat ini sudah tidak digunakan.Tujuan Program Pengabdian Masyarakat ini adalah dalam upaya mengatasi masalah yang dihadapi mitra. Berdasarkan permasalahan prioritas yang harus ditangani maka beberapa solusi yang ditawarkan kepada mitra adalah memberikan pelatihan legalitas yang terdaftar di aplikasi Online Single Submission (OSS) dalam pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB). Metode pelaksanaan dalam program pengabdian ini adalah pada tahap pertama menganalisis kondisi mitra, tahap kedua merupakan tahap persiapan dengan menyiapkan persyaratan legalitas usaha, tahap ketiga merupakan tahap pelatihan dan pendampingan legalitas usaha, kemudian di tahap terakhir melakukan evaluasi pada kegiatan yang telak terlaksana. Mitra yang berkontribusi dalam program pengabdian ini sebanyak 10 orang yang terdiri dari pemilik dan karyawan dari mitra usaha. Hasil pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mitra mendapat sertifikat NIB sebagai bukti agar para pelaku usaha memiliki kepastian hukum dan memungkinkan memperoleh dukungan investor serta pinjaman dana kepada bank untuk pengembangan bisnis. NIB ini akan di letak kan bersamaan dengan merk dagang mitra. Indikator keberhasilan pada program pengabdian ini adalah  pelaku  usaha  dapat menerapkan manajemen usaha yang baik dengan adanya peningkatan pemberdayaan dan daya saing mitra yang ditunjukkan pada peningkatan legalitas usaha pada mitra usaha produksi krupuk pasir di Kabupaten Kediri   Abstract  The pressing issue identified by the partners in the Sand Cracker Production Partnership located in Dusun Jeruk, Tugurejo Village, Ngasem District, Kediri Regency, is the lack of registered business legitimacy, specifically the absence of a Business Identification Number (NIB). The partners are still using the outdated SIUP registration system. The purpose of this Community Service Program is to address these challenges. Based on the priority issues identified, several solutions have been proposed: providing training on obtaining a registered business number through the Online Single Submission (OSS) platform. The program's implementation involves three phases: first, analyzing the partners' current situation; second, preparing the necessary business legitimacy requirements; third, delivering business legitimacy training and guidance; and finally, evaluating the completed activities. A total of 10 partners contributed to this community service program, comprising owners and employees of the partnership enterprises. The outcome of this initiative was the issuance of NIB certificates to the partners as proof of their legal status, enabling them to secure investor support and bank loans for business expansion. These NIB certificates will be displayed alongside the partners' trademarks. The success indicator of the program is the implementation of effective business management practices, demonstrated through enhanced empowerment and competitiveness among the partners, as evidenced by improved legal compliance in the sand cracker production enterprises within Kediri Regency.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK KARANG TARUNA MELALUI BUDIDAYA TANAMAN HORTIKULTURA DI DESA BOBA KABUPATEN NGADA Umbu Awang Hamakonda; Oriensi Yakomina Kohe Teftae; Igniosa Taus; Daniel Simo; Victoria Ayu Puspita; Victoria Coo Lea; Gordius Woltman Tuga
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/peb88d21

Abstract

Pemberdayaan kelompok karang taruna di Desa Boba Kecamatan Golewa Selatan Kabupaten Ngada melalui kegiatan budidaya tanaman hortikultura yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan petani dalam mengelola pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Program pengabdian ini melibatkan Kelompok Karang Taruna berperan sebagai subjek dalam pengabdian dengan menggunakan metode partisipatif. Masyarakat dan kelompok karang taruna ikut serta secara langsung dalam proses perencanaan, Pelatihan, dan pendampingan. Kegiatan yang dilaksanakan mencakup pelatihan teknik budidaya tanaman hortikultura, pembuatan rumah kaca, dan pendampingan di lapangan. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan petani tentang metode bercocok tanam yang lebih efektif, serta peningkatan kesadaran yang lebih besar untuk melakukan budidaya tanaman hortikultura. Selain itu, ada juga perubahan dalam masyarakat, termasuk munculnya pemimpin-pemimpin setempat. yang bisa menginspirasi petani lain, serta terbentuknya sistem baru dalam sistem pertanian. Program ini berhasil meningkatkan produktivitas pertanian seperti tanaman terung ungu dapat dipanen setiap 2 minggu sebanya 3-6 buah dan tomat dapat di panen setiap 2 minggu sebanyak 6-10 buah. Dari hasil ini menabah semanagt kelompok untuk budidaya lanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kelompok karang taruna di Desa Boba Kecamatan Golewa Selatan Kabupaten Ngada memberikan kontribusi melalui budidaya tanaman sayuran demi pengembangan pertanian secara berkelanjutan. Tantangan yang dihadapi meliputi ketergantungan awal terhadap pendampingan dan kondisi geografis kampung. Meskipun demikian, kegiatan ini berhasil membentuk kelompok karang taruna aktif dan memperkuat kohesi sosial. Program ini berpotensi direplikasi di wilayah lain yang memiliki karakteristik serupa.   Abstract The empowerment of youth groups in Boba Village, South Golewa District, Ngada Regency, through horticultural cultivation activities aims to improve farmers' understanding and skills in managing more efficient and environmentally friendly agriculture. This community service program involves the Youth Group as the subject of the service, using participatory methods. The community and youth groups directly participate in the planning, training, and mentoring processes. Activities include training in horticultural cultivation techniques, greenhouse construction, and field assistance. The results of the community service program indicate an increase in farmers' knowledge of more effective farming methods and a greater awareness of horticultural cultivation. Furthermore, there have been changes in the community, including the emergence of local leaders who can inspire other farmers, and the establishment of new agricultural systems. This program has successfully increased agricultural productivity, with 3-6 purple eggplants harvested every two weeks and 6-10 tomatoes harvested every two weeks. These results have boosted the group's enthusiasm for continued cultivation and improved community welfare. A youth group in Boba Village, South Golewa District, Ngada Regency, has contributed to the sustainable development of agriculture through vegetable cultivation. Challenges faced included initial dependence on mentoring and the village's geographical conditions. Nevertheless, this activity succeeded in establishing an active youth group and strengthening social cohesion. This program has the potential to be replicated in other areas with similar characteristics.

Page 10 of 12 | Total Record : 112