cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6287831398687
Journal Mail Official
peshum.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
PESHUM
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28288017     DOI : 10.56799
PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora menerbitkan artikel bidang: (1) Pendidikan: Pendidikan dan Pembelajaran, Pendidikan Karakter, Pendidikan Inklusi, Kurikulum Pendidikan. (2) Sosial: Ekonomi, Sosiologi, Psikologi, Sosial, Budaya, Antropologi. (3) Humaniora: Sastra, Sejarah, Bahasa, Seni, Filsafat, Agama, Hukum. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora terbit setiap 6 kali dalam setahun.
Articles 2,748 Documents
Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Mengurangi Burnout Akademik Mahasiswa di Politeknik Negeri Malang Ikhsan Setiawan; Fadloli Fadloli; Muh Syamsul Arifin; Rofiq Hamzah; Rokiyah Rokiyah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.18370

Abstract

Burnout akademik menjadi salah satu permasalahan yang dialami mahasiswa perguruan tinggi akibat tingginya tuntutan akademik, tekanan pencapaian prestasi, serta beban tugas yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat burnout akademik mahasiswa Politeknik Negeri Malang, menguji hubungan antara keterlibatan mahasiswa dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan burnout akademik, serta menjelaskan kontribusi PAI dalam mengurangi burnout akademik mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain deskriptif korelasional. Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner burnout akademik dan keterlibatan PAI, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat burnout akademik mahasiswa berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 2,95. Keterlibatan mahasiswa dalam PAI berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 3,218. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara keterlibatan mahasiswa dalam PAI dan kemampuan mengurangi burnout akademik (r = 0,813; p < 0,001). Nilai koefisien determinasi (R² = 0,66) menunjukkan bahwa keterlibatan dalam PAI memberikan kontribusi sebesar 66% terhadap penurunan burnout akademik mahasiswa. Temuan kualitatif menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam seperti tawakal, sabar, syukur, serta aktivitas ibadah berperan sebagai mekanisme coping spiritual yang membantu mahasiswa menghadapi tekanan akademik. Penelitian ini menegaskan bahwa Pendidikan Agama Islam tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam mendukung kesehatan mental mahasiswa di lingkungan pendidikan vokasi.
Persepsi Gen Z terhadap Konten Dakwah Gus Baha tentang Kesederhanaan di TikTok Faishal Azizi; Nunik Hariyani; Zulin Nurchayati
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.18525

Abstract

This study examines Generation Z's (Gen Z) perception of Gus Baha's da'wah content on simplicity distributed through TikTok. The phenomenon of increasing digital da'wah content consumption by Gen Z forms the significant backdrop, particularly Gus Baha's content which has garnered more than one million views across TikTok channels. This study employs a descriptive qualitative approach using in-depth interview method with three informants aged 15–27 years selected through purposive sampling. Data were analysed using Braun and Clarke's thematic analysis. The theoretical framework comprises Stephen P. Robbins' Perception Theory (selection, organisation, interpretation), Uses and Gratifications Theory (Katz, Blumler, & Gurevitch, 1974), and Stuart Hall's Reception Theory (1980). The findings reveal three main themes: (1) simplicity as a spiritual role model; (2) relevance of da'wah language to Gen Z's materialism issues; and (3) awareness of wealth-orientation risks. All informants demonstrated dominant reading of Gus Baha's simplicity message, interpreting content through spiritual and social frames consistent with their lived experiences. The study concludes that Gus Baha's da'wah content successfully fulfils spiritual, identity, and social-enlightenment gratifications for Gen Z through a simple, contextual, and authentic communicative approach, offering implications for digital da'wah content creators on TikTok.
Menguji Batas Reformasi: Akses Perceraian Perempuan dalam Moudawana di Maroko Nella Liandini; Siti Aisyah; Dita Indriani Siregar; Zulfan Zulfan; Tiswarni Tiswarni
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.18565

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemudahan perceraian perempuan dalam hukum keluarga Islam di Maroko serta implikasinya terhadap keadilan gender dan ketahanan institusi keluarga. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada adanya ketimpangan dalam fiqh klasik yang menempatkan hak talak secara dominan di tangan suami, sehingga membatasi akses perempuan dalam mengakhiri perkawinan yang tidak harmonis. Reformasi hukum keluarga melalui moudawana menjadi titik penting dalam upaya menghadirkan sistem hukum yang lebih adil dan responsif terhadap perkembangan sosial. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan. Data diperoleh melalui studi kepustakaan yang meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan pendekatan deskripti analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reformasi moudawana telah memperluas akses perempuan terhadap perceraian melalui mekanisme pengadilan serta mengalihkan otoritas perceraian dari ranah privat ke ranah negara. Hal ini mencerminkan pergeseran paradigma dari pendekatan tekstual menuju kontekstual dalam hukum Islam, serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan keadilan gender. Namun demikian, kemudahan perceraian juga menimbulkan implikasi sosial, seperti potensi meningkatnya angka perceraian dan adanya kesenjangan antara norma hukum dan praktik sosial yang masih dipengaruhi oleh budaya patriarki. Dengan demikian, reformasi hukum keluarga di Maroko dapat dipahami sebagai upaya menyeimbangkan antara prinsip syariat, keadilan gender, dan dinamika sosial modern. Meskipun menghadapi berbagai tantangan dalam implementasi, model ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan hukum keluarga Islam yang lebih adaptif dan berorientasi pada kemaslahatan.
Strategi Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam Meningkatkan Etika Berinternet untuk Mencegah Cyberbullying pada Siswa SMA Antartika Sidoarjo Anggita Aditya Fauzi; Akhmad Qomaru Zaman; Dwi Retnani Srinarwati
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.18601

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi meningkatnya penggunaan internet dan media sosial di kalangan siswa SMA yang berpotensi menyebabkan perilaku tidak etis, termasuk cyberbullying. Kondisi menuntut peran strategis guru Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn) dalam menanamkan etika internet yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru PPKn dalam meningkatkan etika internet untuk mencegah cyberbullying pada siswa SMA Antartika Sidoarjo dan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh guru dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan validitas data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan implementasi strategi guru PPKn diimplementasikan dengan baik melalui penanaman nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran dan menghubungkannya dengan perilaku siswa di ruang digital. Guru tidak hanya menyampaikan materi secara teoritis tetapi juga memberikan pembiasaan dan contoh nyata dalam menggunakan media sosial dengan bijak.
Seni Tari Sebagai Media Pendidikan Karakter: Penguatan Nasionalisme Pada Peserta Didik SMA Risma Widia Ramadhanti; Dwi Retnani Srinarwati; Suyono Suyono
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.18633

Abstract

Ekstrakurikuler tari adalah kegiatan tambahan yang berkontribusi menumbuhkan rasa nasionalisme peserta didik, khususnya menjaga kebudayaan lokal yang merupakan bagian dari warisan bangsa Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi kegiatan ekstrakurikuler tari dalam meningkatkan rasa nasionalisme peserta didik di SMA Antartika Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah peserta didik, guru PPKn, pembina ekstrakurikuler tari, wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan teknik analisis interaktif yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kegiatan ekstrakurikuler di SMA Antartika Sidoarjo dilaksanakan dengan baik dan tersusun sistematis sebagai bagian dari program yang ada di sekolah. Kegiatan ini mendapatkan dukungan dari kebijakan, anggaran, dan sarana yang disediakan sekolah. Proses menumbuhkan dan menguatkan rasa nasionalisme di SMA Antartika Sidoarjo dilakukan dengan menggabungkan kegiatan di dalam dan di luar kurikulum. Kegiatan ekstrakurikuler seni tari memberikan kontribusi memperkuat rasa nasionalisme peserta didik. Kontribusi ini dapat dilihat dari meningkatnya nilai-nilai kebangsaan, kedisiplinan, tanggung jawab, semangat kesatuan, dan kerja sama, serta sikap menghormati berbagai budaya.
Kedudukan Sinamot dan Penyelesaian Sengketa dalam Perkawinan Adat Batak Toba Perspektif Hukum Adat dan Hukum Nasional Shine Daimonica; Septiayu Restu Wulandari
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.18634

Abstract

Sinamot sebagai salah satu bagian dalam pelaksanaan perkawinan adat Batak Toba yang berkedudukan sebagai simbol penghormatan kepada keluarga perempuan serta pengikat hubungan kekeluargaan antarkeluarga dan antarmarga. Penentuan maupun pelaksanaan sinamot seringkali menimbulkan sengketa yang berkaitan dengan kesepakatan, pembayaran, maupun pembatalan perkawinan. Oleh karena itu, keberadaan sinamot tidak hanya berkaitan dengan nilai adat dan budaya, tetapi juga memiliki hubungan dengan aspek hukum dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan dan fungsi sinamot dalam perkawinan adat Batak Toba menurut perspektif hukum adat dan hukum nasional, serta menganalisis penyelesaian sengketa yang timbul terkait sinamot ditinjau dari hukum adat dan peraturan perundang-undangan di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Bahan hukum yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif hukum adat Batak Toba, sinamot memiliki kedudukan penting sebagai simbol penghormatan, tanggung jawab, pengikat hubungan kekeluargaan, serta bagian dari pelestarian adat dan budaya masyarakat Batak Toba. Dalam perspektif hukum nasional, sinamot bukan merupakan syarat sah perkawinan, tetapi tetap diakui sebagai bagian dari hukum adat sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum nasional. Penyelesaian sengketa sinamot dilakukan melalui musyawarah keluarga inti, musyawarah keluarga besar, dan pelibatan tokoh adat atau tetua kampung. Sementara itu, dalam perspektif hukum nasional, sengketa sinamot dapat dikualifikasikan sebagai sengketa perdata sepanjang memenuhi unsur-unsur perjanjian sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
Evaluasi Penerapan Sistem Pengendalian Internal dalam Bidang Akuntansi di PT Pupuk Indonesia Logistik Naila Fattika Zahra; Mutya Paramita Pratita
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.18659

Abstract

This study aims to evaluate the implementation of the Internal Control System (ISC) in accounting at PT Pupuk Indonesia Logistik, specifically related to fixed asset management and asset impairment testing based on the Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission (COSO) framework. The study employed a qualitative descriptive method with a case study approach. Data were obtained through in-depth interviews, observations, and documentation involving relevant parties within the company. Data analysis was conducted through an interactive process of organizing, categorizing, presenting, and drawing conclusions.The results indicate that PT Pupuk Indonesia Logistik has formally implemented an Internal Control System based on the COSO framework, but its implementation has not been optimal. Key weaknesses were identified in the risk assessment process and control activities, particularly related to the assessment of fixed asset impairment. The company lacked detailed operational procedures, had not yet incorporated impairment risks into the risk register, and lacked an early warning system to detect asset impairment early. Furthermore, coordination between work units, data quality, and human resource competency did not fully support the effectiveness of internal controls. This situation led to a significant difference between the unaudited and audited financial statements for 2024 due to the correction of fixed asset impairment. This study concludes that the implementation of Internal Control Systems (SPI) at PT Pupuk Indonesia Logistik has not been fully effective in supporting the reliability of the company's financial reports. Therefore, the company needs to strengthen internal controls by developing more detailed impairment procedures, strengthening risk management, enhancing human resource competency, and optimizing the implementation of Internal Control over Financial Reporting (ICOFR)..
Dekonstruksi Tradisi melalui Nalar Ushul Fikih: Analisis Argumen Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari dalam Risalah Mas'alah al-Kiblah fī al-Batāwī Wahdah Wahdah; Hafizh Anshary; Nuril Khasyi’in
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.18675

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran epistemologis Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari dalam menentukan arah kiblat sebagaimana tertuang dalam risalahnya, Mas'alat al-Kiblah fī al-Batāwī. Fokus utama kajian ini adalah pada penggunaan kaidah-kaidah ushul fikih sebagai instrumen untuk mendekonstruksi praktik keagamaan berbasis tradisi yang tidak akurat. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan analisis isi (content analysis) terhadap naskah primer, penelitian ini menemukan bahwa Syekh Arsyad melakukan rasionalisasi ibadah dengan memposisikan otoritas hukum Islam di atas legitimasi historis-mistis bangunan masjid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beliau secara sistematis menerapkan kaidah 'Amm-Khass untuk membatalkan klaim generalisasi dalil yang keliru, serta menggunakan kaidah Muthbit-Nafi untuk memvalidasi arah kiblat melalui bukti empiris falakiyah. Selain itu, Syekh Arsyad menegaskan pentingnya berpegang pada otoritas kitab-kitab Muta’akhkhirin Syafi'iyyah sebagai standar ijtihad yang terukur. Artikel ini menyimpulkan bahwa pemikiran Syekh Arsyad al-Banjari merupakan jembatan intelektual yang menggabungkan presisi sains dengan ketajaman nalar hukum, sekaligus menandai pergeseran otoritas keagamaan dari kharisma personal menuju argumentasi ilmiah yang otoritatif.  
Implementasi Prinsip Kehati-Hatian (Prudential Principle) dalam Kontrak Pengadaan Satelit Kementerian Pertahanan: Analisis Yuridis Mitigasi Kegagalan Teknis (Malperformance) dan Implikasi Hukum Arbitrase Internasional Andrew Mario Ernesto Ataupah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.18701

Abstract

Dalam penelitian ini, penulis mengkaji dan mengelaborasi terkait urgensi dan pentingnya penerapan dari prinsip kehati-hatian (prudential principle) dalam kontrak pengadaan satelit antara Kementrian Pertahanan Republik Indonesia (KEMHAN RI) dan NAVAYO, perihal mana terjadi suatu kegagalan performa atau malperformance yang berujung pada terdapatnya suatu Gugatan Arbitrase Internasional. Terjadi suatu ketidakmatangan klausul kontrak tekait mitigasi risiko teknis dan hukum yang menjadi pemicu terjadinya sengketa yang memberikan kerugian posisi bagi Negara Republik Indonesia. Adapun dalam penelitian ini, Metode Penelitian yang digunakan adalah Yuridis Normatif dengan pendekatan statute dan konseptual. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pentingnya prudential principle atau prinsip kehati-hatian sebagai suatu elemen penting kontrak yang merupakan kewajiban yuridis absolut, bukan hanya menjadi sekedar pelengkap administratif kontrak saja atau sekedar elemen aksesoir belaka. Tindakan preventif dan pencegahan dispute berupa penguatan kontrak wajib dilakukan dan diwujudkan melalui suatu due diligence kapasitas vendor, pengetatan klausul performance bond dan acceptance test, serta pemilihan hukum (choice of law) yang strategis guna menghasilkan perlindungan maksimal dan konkrit terhadap kedaulatan dan keuangan negara dari risiko litigasi internasional.
Reformasi Prosedur Pembentukan Undang-Undang Berbasis Partisipasi Bermakna di Indonesia Artanti Putri Candraningtyas; Rosita Candrakirana
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.18702

Abstract

Penelitian ini mengkaji urgensi reformasi prosedur pembentukan undang-undang di Indonesia yang berlandaskan prinsip partisipasi bermakna (meaningful participation). Pasca putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 91/PUU-XVIII/2020 yang menyatakan Undang-Undang Cipta Kerja inkonstitusional bersyarat akibat cacat prosedural, persoalan kualitas partisipasi publik dalam proses legislasi nasional menjadi sorotan serius. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur pembentukan undang-undang yang berlaku saat ini, sebagaimana diatur dalam UU No. 12 Tahun 2011 jo. UU No. 13 Tahun 2022, belum sepenuhnya mengakomodasi standar partisipasi bermakna yang mensyaratkan adanya hak untuk didengar (right to be heard), hak untuk dipertimbangkan (right to be considered), dan hak untuk mendapat penjelasan (right to be explained). Reformasi yang diperlukan meliputi: penguatan mekanisme konsultasi publik yang terstruktur, kewajiban dokumentasi dan respons terhadap masukan publik, penetapan batas waktu yang memadai, serta pembentukan lembaga pengawas partisipasi legislatif yang independen. Penelitian ini merekomendasikan revisi menyeluruh terhadap UU No. 12 Tahun 2011 untuk mengintegrasikan standar partisipasi bermakna secara eksplisit dalam setiap tahapan pembentukan undang-undang.