cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6287831398687
Journal Mail Official
peshum.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
PESHUM
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28288017     DOI : 10.56799
PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora menerbitkan artikel bidang: (1) Pendidikan: Pendidikan dan Pembelajaran, Pendidikan Karakter, Pendidikan Inklusi, Kurikulum Pendidikan. (2) Sosial: Ekonomi, Sosiologi, Psikologi, Sosial, Budaya, Antropologi. (3) Humaniora: Sastra, Sejarah, Bahasa, Seni, Filsafat, Agama, Hukum. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora terbit setiap 6 kali dalam setahun.
Articles 2,002 Documents
Pelaksanaan Promosi Melalui Branding Media Sosial Di SMK Kesehatan Athalla Putra Palembang Apriyanti, Susi; Febriyanti; Zulkipli
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9570

Abstract

Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaan promosi melalui branding media sosial di SMK Kesehatan Athalla Putra Palembang dan untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan promosi melalui branding media sosial di SMK Kesehatan Athalla Putra Palembang. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif. Dalam hal ini yang menjadi informan penelitian yaitu kepala sekolah, waka kesiswaan, dan guru. Teknik pengumpulan data yang diguanakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan teknik yang digunakan dalam analisis data adalah reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan promosi melalui branding media sosial di SMK Kesehatan Athalla Putra Palembang dilakukan dengan baik. Hasil penelitian dilihat dalam pelaksanaan promosi melalui branding media sosial di SMK Kesehatan Athalla Putra Palembang yang memperlihatkan indikator pelaksanaan promosi yaitu adanya pengarahan dalam melakukan penyampaian pesan promosi,  pemilihan media sosial, penentuan waktu promosi, dan mengukur frekuensi promosi, adanya motivasi dalam melakukan penyampaian pesan promosi,  pemilihan media sosial, penentuan waktu promosi, dan mengukur frekuensi promosi, adanya koordinasi dalam melakukan penyampaian pesan promosi,  pemilihan media sosial, penentuan waktu promosi, dan mengukur frekuensi promosi, adanya komunikasi dalam melakukan penyampaian pesan promosi,  pemilihan media sosial, penentuan waktu promosi, dan mengukur frekuensi promosi. Adapun faktor pendukung dalam kegiatan pelaksanaan promosi melalui media sosial yaitu biaya promosi dan jangkauan yang lebih luas dan global. Adapun faktor penghambat dalam kegiatan pelaksanaan promosi melaui media sosial yaitu kurangnya pemahaman terhadap target audiens, dan keterbatasan sumber daya manusia.
Analisis Hasil Asesmen Kompetensi Minimum pada Kompetensi Numerasi Di UPTD SD Negeri 3 Bakam Hendrik, Maulina; Putri, Oeri Khoiri; Afrianto, Gatot
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan numerasi siswa kelas V UPTD SD Negeri 3 Bakam dalam konteks Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) serta mengkaitkannya dengan perspektif Teori Sosial Kognitif yang dikembangkan oleh Albert Bandura. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menunjukkan kemampuan numerasi yang rendah, khususnya dalam menyelesaikan soal berbasis konteks kehidupan sehari-hari. Rendahnya hasil tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh keterbatasan akademik, tetapi juga oleh rendahnya motivasi, kepercayaan diri (self-efficacy), keterlibatan orang tua, serta kurangnya variasi metode pembelajaran dari guru. Berdasarkan Teori Sosial Kognitif, faktor personal, perilaku, dan lingkungan saling berinteraksi dalam mempengaruhi proses dan hasil belajar. Temuan ini menegaskan pentingnya upaya holistik dalam meningkatkan literasi numerasi siswa, melalui penguatan efikasi diri, peran guru sebagai model pembelajaran, dukungan lingkungan belajar yang kondusif dan pelatihan guru.
Analisis Penyebab Terjadinya Keterlambatan Membaca Pada Siswa Sekolah Dasar Dikelas VI SDN 112312 Simpang Empat Tamala, Desi; Fajar Sidik Siregar; Eva Betty Simanjuntak; Dody Feliks P. Ambarita; Yusra Nasution
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9576

Abstract

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Tempat atau lokasi penelitian adalah di SDN 112312 Simpang Empat, Jl.Besar Simpang Empat Dusun 1. Penelitian akan dilakukan pada bulan Oktober 2024. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa Sekolah Dasar di kelas VI SDN 112312 Simpang Empat beserta wali kelasnya. Obyek dalam penelitian ini yaitu penyebab terjadinya keterlambatan membaca pada siswa sekolah dasar.. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan studi Pustaka serta dokumentasi. Teknik analisis data yaitu data reduction, data display, Conclusion Drawing and Verification. Berdasarkan hasil dan analisis dalam penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa keterlambatan membaca pada siswa kelas VI di SDN 112312 Simpang Empat disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor, yaitu rendahnya kemampuan fonemik dan dekoding, kurangnya pendampingan di rumah, rendahnya minat serta motivasi membaca, pengaruh lingkungan digital yang mengalihkan perhatian siswa dari aktivitas literasi, serta aspek psikologis seperti rasa malu dan takut diejek saat membaca di depan umum. Selain itu, keterbatasan program khusus dari sekolah dan waktu belajar yang terbatas juga menjadi faktor keterlambatan membaca. Meskipun guru telah menerapkan metode interaktif dan memberikan perhatian individual, pendekatan ini belum sepenuhnya efektif tanpa adanya sinergi yang kuat antara pihak sekolah dan orang tua. Dengan demikian, penyebab keterlambatan membaca tidak bersifat tunggal, melainkan multidimensional dan memerlukan penanganan yang terpadu dari berbagai pihak.
Pengaruh Kegiatan Ekstrakulikuler Terhadap Motivasi Belajar Siswa Nadhifah, Fadiyah; Rilianti Sabina Makassar; Septi Amalia Risty; Decenni Amelia
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9577

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kegiatan ekstrakurikuler terhadap motivasi belajar siswa di sekolah. Kegiatan ekstrakurikuler diharapkan dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa karena merupakan komponen penting dalam pengembangan dirinya. Metode kualitatif dengan desain deskriptif kualitatif menganalisis, menemukan, dan menggali hasil penelitian terdahulu. Jurnal, artikel, dan prosiding yang dipublikasikan secara nasional menjadi pokok bahasan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara peningkatan motivasi belajar siswa dengan keterlibatan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler. Terbukti bahwa motivasi belajar intrinsik siswa lebih ditingkatkan melalui kegiatan yang melibatkan unsur kerja sama tim, kreativitas, dan kompetisi. Berdasarkan penelitian ini, sekolah sebaiknya lebih memperhatikan penciptaan kegiatan ekstrakurikuler yang dapat membantu siswa belajar di kelas.
Scroll dan Suasana Hati: Pengaruh Intensitas Penggunaan Media Sosial terhadap Regulasi Emosi Remaja Arini, Nurul Yustika; Nur, Haerani
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9578

Abstract

Penggunaan media sosial yang tinggi pada remaja telah menjadi perhatian utama dalam kajian psikologi perkembangan, khususnya terkait kemampuan regulasi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh intensitas penggunaan media sosial terhadap regulasi emosi remaja melalui telaah literatur dari 30 jurnal nasional dan internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial secara berlebihan berkorelasi dengan peningkatan risiko gangguan emosi, seperti kecemasan, stres, perasaan kesepian, serta perilaku negatif seperti cyberbullying. Di sisi lain, media sosial juga dapat berfungsi sebagai sarana dukungan sosial dan ekspresi diri yang membantu proses regulasi emosi jika digunakan secara bijak. Teori Gross tentang regulasi emosi, serta teori perkembangan psikososial Erikson, digunakan untuk menjelaskan bagaimana media sosial memengaruhi proses emosional pada masa remaja. Temuan ini menekankan pentingnya pendampingan, edukasi literasi digital, serta pengembangan keterampilan regulasi emosi dalam upaya menjaga kesejahteraan psikologis remaja di era digital.
Persepsi Mahasiswa Universitas PGRI Adi Buana Surabaya pada Live Streaming TikTok dalam Menentukan Keputusan Pembelian Putresa Eka Irmandini; Dita Armah Zuria; Rheyna Putri Arditiya; I Made Bagus Dwiarta
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9581

Abstract

Pemasaran digital saat ini menjadi salah satu elemen penting dalam memasarkan bisnis di era kemajuan teknologi yang pesat, tak terkecuali bagi kalangan mahasiswa sebagai gen z yang menjadi bagian dari pengguna media sosial. TikTok menjadi salah satu platform populer yang menawarkan fitur live streaming yang memudahkan interaksi antara pengguna, kreator, penjual, dan konsumen. Gen z bereksperimen dengan berbagai format konten, seperti tutorial, unboxing, dan review produk yang membantu terciptanya interaksi yang saling mendukung antara penjual dan konsumen, persepsi gen z terhadap pengalaman berbelanja dapat membantu konsumen dalam mengambil keputusan pembelian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Persepsi Mahasiswa Universitas PGRI Adi Buana Surabaya terhadap Live Streaming TikTok dalam Menentukan Keputusan Pembelian. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan mahasiswa Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa dapat mempengaruhi keputusan pembelian suatu produk, yang ditunjukkan dengan menggunakan skala likert yang menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti informasi yang jelas, diskon yang menarik, testimoni, dan interaksi langsung semuanya berdampak positif dalam mendorong pembelian.
Gaya Hidup Gen Z Terhadap Keputusan Pembelian Apparel Lokal Di E-Commerce Ramdani, Rizal; Putri Amalia Wardi; Arwin Yafi Rahmatullah; Stevany, Stevany Hanalyna Dethan
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9582

Abstract

Studi ini meneliti hubungan antara gaya hidup Generasi Z dan keputusan pembelian mereka terhadap merek pakaian lokal di platform e-commerce di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori cross-sectional, data diperoleh dari 424 responden Generasi Z, berusia 18 hingga 25 tahun, yang telah membeli produk pakaian lokal secara daring dalam enam bulan terakhir. Penelitian ini menggunakan Structural Equation Modeling untuk menganalisis bagaimana dimensi gaya hidup, aktivitas, minat, dan opini memengaruhi keputusan pembelian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup Gen Z secara signifikan memengaruhi keputusan pembelian pakaian lokal di platform e-commerce (R² = 68,3%), dengan minat muncul sebagai faktor yang paling berpengaruh (koefisien = 0,387), diikuti oleh aktivitas (0,325) dan opini (0,283). Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa Gen Z menghargai desain yang unik dan keaslian dalam pilihan mode, menggunakan pakaian lokal sebagai media untuk mengekspresikan identitas pribadi. Kepedulian terhadap keberlanjutan dan praktik produksi yang etis sangat memotivasi preferensi mereka terhadap merek lokal daripada alternatif mode cepat internasional. Ekosistem digital, khususnya platform media sosial seperti Instagram dan TikTok, berfungsi sebagai saluran penemuan utama bagi merek lokal, sementara informasi produk yang komprehensif, ulasan pengguna, dan detail ukuran yang akurat pada platform e-commerce secara signifikan memfasilitasi konversi pembelian. Meskipun nilai uang tetap penting, Gen Z menunjukkan kesediaan untuk membayar harga premium untuk produk yang sejalan dengan nilai-nilai mereka. Penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi merek pakaian lokal yang ingin mengembangkan strategi pemasaran digital yang efektif dan mengoptimalkan kehadiran e-commerce mereka untuk melibatkan konsumen Gen Z Indonesia.
Analisa Pertanggungjawaban Pidana Atas Penggunaan Aset Kripto Sebagai Sarana Tindak Pidana Pencucian Uang Putra, Ryan Tiantoro; Tatok Sudjiarto; Mompang L.Panggabean
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9585

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kerangka hukum penyitaan aset kripto sebagai barang bukti dalam tindak pidana pencucian uang (TPPU), kendala yang dihadapi penyidik ​​Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menyita aset kripto yang digunakan dalam tindak pidana TPPU, dan sejauh mana pertanggungjawaban pidana pelaku TPPU yang menggunakan aset kripto dapat dibuktikan melalui mekanisme penyitaan aset oleh penyidik ​​Polri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis-empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan hukum penyitaan aset kripto sebagai barang bukti dalam tindak pidana pencucian uang di Indonesia masih terfragmentasi dan belum sepenuhnya menyentuh kompleksitas teknologi aset digital. Meskipun Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), UU TPPU, dan Peraturan Jaksa Agung Nomor 7 Tahun 2023 telah memberikan kerangka hukum dasar dan petunjuk teknis yang lebih spesifik, namun peraturan tersebut masih belum mampu menanggulangi secara komprehensif sifat mata uang kripto yang anonim, terdesentralisasi, dan berbasis blockchain. Hal ini semakin diperparah dengan terbatasnya literasi teknologi di kalangan aparat penegak hukum dan belum adanya SOP nasional yang baku. Penyidik ​​Polri juga menghadapi tantangan teknis dan regulasi yang signifikan dalam menyita aset kripto. Kajian ini merekomendasikan agar pemerintah menyusun undang-undang khusus yang mengatur secara komprehensif mekanisme penyitaan aset kripto, yang mencakup aspek-aspek seperti identifikasi, keamanan, dan konversi aset digital. Selain itu, Polri perlu membangun infrastruktur teknologi forensik blockchain, memperkuat unit kejahatan siber, dan meningkatkan kompetensi penyidik ​​melalui pelatihan intensif dan sertifikasi profesi. Kerja sama internasional juga penting, mengingat sifat transaksi kripto yang lintas batas, sehingga perjanjian Bantuan Hukum Timbal Balik dan adopsi standar global seperti AML/KYC harus diprioritaskan untuk mendukung efektivitas penyitaan aset kripto dalam kasus ML.
Adaptasi Nilai Sipakatau, Sipakainge', Dan Sipakalebbi Dalam Etika Bisnis UMKM Di Era Digital Hutamy, Ericha Tiara; Nurul Mutmainnah; Muhammad Rasyid Ridha
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9586

Abstract

Penelitian ini mengkaji internalisasi nilai budaya Bugis-Makassar, yakni Sipakatau, Sipakalebbi’, dan Sipakainge dalam penerapan etika bisnis digital oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Makassar. Di tengah perkembangan teknologi digital yang seringkali memunculkan praktik bisnis yang transaksional dan anonim, pelaku UMKM dituntut untuk tetap menjunjung nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, keadilan, dan integritas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Informan penelitian ini adalah pelaku UMKM di Kacamatan Tamalate Kota Makassar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi langsung. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai 3S dalam etika bisnis digital terlihat dari nilai Sipakatau yang mendorong pelaku usaha untuk memperlakukan konsumen secara manusiawi, Sipakalebbi’ mengajarkan pentingnya penghargaan dan menjaga kehormatan dalam berbisnis, sedangkan Sipakainge berfungsi sebagai pengingat moral dalam komunitas usaha. Ketiga nilai ini membentuk karakter pelaku UMKM agar tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga menjaga kepercayaan konsumen secara etis dan berkelanjutan. Pelestarian nilai budaya lokal dapat menjadi fondasi penting dalam memperkuat etika bisnis digital.
The Dynamics Of Trust Among Medical Faculty Students At University X Toward The Government In The Issue Of The '6000 Foreign Doctors' Hoax Adhin Ramadhan Khayatullah; Imanuel Deny Krisna Aji
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9587

Abstract

This study investigates the influence of hoax news about foreign doctors on the trust of University X medical students in the government. It focuses on two controversial events: the viral spread of claims regarding the government’s plan to recruit 6,000 foreign doctors and the dismissal of Faculty Dean. Both events were widely circulated on digital media, often with sensationalized and misleading headlines, fueling public confusion and skepticism, particularly within the academic medical community. Utilizing a descriptive quantitative approach, the research surveyed 277 out of 903 active students through convenience sampling. Data were gathered via an online questionnaire measuring both the extent of hoax news exposure and the students’ level of trust in government institutions. A simple linear regression analysis revealed a strong and significant relationship between hoax exposure and trust levels, with an R² value of 0.870 and a correlation coefficient of 0.933. This suggests that 87% of the variation in trust is attributable to the influence of hoax content. Despite students’ general awareness of current events, misleading narratives and delayed government responses significantly shaped their perceptions. The findings highlight the need for improved government crisis communication that is timely, transparent, and evidence-based. Additionally, it underscores the importance of fostering digital literacy and critical thinking in educational settings to help students critically assess information and maintain trust in public institutions, especially in health-related matters

Page 93 of 201 | Total Record : 2002