Publikasi Pendidikan
Publikasi Pendidikan (ISSN 2088-2092 Print, ISSN 2548-6721 Online) published an article in the form of the results of thought, research and community service education. The focus and scope of the published article is about basic education or elementary school related to the theory and practice of teaching and learning, curriculum development, learning materials, learning model, learning methods and instructional media. Publish 3 times in one year, in the last week of February, June and October
Articles
556 Documents
Pelatihan Keterampilan Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Aplikasi Role Playing Games (RPG) bagi Guru SDN 5 Mendo Barat
Arrosyad, M Iqbal
Publikasi Pendidikan Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/publikan.v13i2.37811
Guru SDN 5 Mendo Barat mengalami kesulitan dalam mengembangkan dan membuat media pembelajaran yang inovatif, sehingga pembelajaran yang dilakukan masih menggunakan buku cetak dan gambar dan hal ini membuat siswa kurang antusias dalam belajar. Pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan komunitas guru SDN 5 Mendo Barat dalam melatih dan memahami penggunaan media pembelajaran berbasis aplikasi Role Playing Games (RPG). Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pelatihan dan praktek, dengan langkah-langkah tahap pertama observasi awal atau analisis situasi, tahap kedua perencanaan pelayanan, dan tahap ketiga pelaksanaan pelatihan dan praktek, dan tahap keempat evaluasi. Waktu yang digunakan dalam pelatihan ini adalah 2 hari kegiatan. Subyek pengabdian ini adalah 11 orang guru di SDN 5 Mendo Barat. Hasil yang didapat bahwa kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama 2 hari, para guru yang mengikuti sangat antusias untuk memahami media pembelajaran berbasis aplikasi RPG yang diajarkan, tanya jawab serta praktek langsung juga dilakukan agar kegiatan berjalan dengan baik.
Pelatihan Desain Lembar Kerja Peserta Didik dengan Model Problem Based Learning di SD Inpres 19 Ambon
Marleny Leasa;
Albertus Fenanlampir;
Johanes Pelamonia;
Melvie Talakua;
John Rafafy Batlolona
Publikasi Pendidikan Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/publikan.v14i2.61298
Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini memiliki tujuan untuk menghasilkan produk LKPD yang inovatif dengan pengembangan keterampilan hidup abad 21 terutama kemampuan pemecahan masalah. Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan guru pada kompetensi pedagogis ideal seiring dengan tuntutan globalisasi, serta membudayakan guru untuk aktif berperan dalam merancang pembelajaran yang inovatif dan kreatif sesuai dengan karakteristik siswa SD. Calon mitra yang berperan sebagai subyek dalam kegiatan ini SD Inpres 19 Ambon. Mitra merindukan adanya evolusioner yang signifikan dalam kegiatan pembelajaran di kelas yang masih didominasi dengan teacher centered learning. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini antara lain: Adapun metode pendekatan yang digunakan adalah: sosialisasi, workshop, dan praktik pembelajaran dengan menggunakan PBL. Sosialisasi untuk mendorong peserta memahami PBL dari aspek teoritis, workshop untuk pengembangan LKPD PBL, serta praktik pembelajaran dengan PBL. Diharapkan desain dan pola pembelajaran di kelas dengan PBL menjadi lebih berkualitas dan mampu meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa.
Pendampingan Implementasi Project Based Learning di SMK
Susilaningsih, Susilaningsih;
Siswandari, Siswandari;
Muchsini, Binti;
Jaryanto, Jaryanto;
Hamidi, Nurhasan
Publikasi Pendidikan Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/publikan.v14i1.53961
As an effort to restore the quality of learning during the pandemic, the Government issued the Merdeka Curriculum. One of the main characteristics of the independent curriculum is Project Based Learning (PjBL) for the development of soft skills and character according to the Pancasila student profile. Because this independent curriculum is still new, many teachers are not ready to implement PjBL properly. This Community Service activity aims to improve the readiness of teachers, members of the Accounting MGMP in the city of Surakarta, in implementing Project Based Learning (PjBL) in Vocational High Schools (SMK). The implementation of activities uses the Training and Assistance method whose planning is based on existing problems and during the process reflection and evaluation are carried out. This activity can increase teacher awareness of the importance of PjBL in the implementation of the Independent Curriculum; increase teacher understanding in planning PjBL; motivating teachers to implement PjBL in their teaching, so that the students having Pancasila Student Profile and Work Culture. The recommendation given is that training and mentoring should be carried out on an ongoing basis, teachers are given examples of good practices for implementing PjBL, so that it can make it easier for teachers to plan and implement PjBL properly.
The Implementation of Self-Assessment in Character Pillar Activities of Elementary School Students
Rakhmania, Raisa;
Pratiwi, Yulia
Publikasi Pendidikan Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/publikan.v14i1.59547
Self-awareness is a person's ability to accept and understand their strengths and weaknesses so that they can develop their potential. Self-assessment is a tool that can be used to assess one's level of self-awareness. This research seeks to explore how 6-7-year-old students' awareness of themselves in assessing certain behaviors. The purpose of this study is to identify the application of self-assessment in character pillar activities in grade 1 students at SD Karakter, analyze students' perceptions of self-attitude and behavior on the tested character development aspects, and make recommendations for effective self-assessment development strategies to increase students' self-awareness. This study used a descriptive quantitative method with probability systematic sampling on 30 participants. The results show that self-assessment can measure students' self-awareness regarding generous, helpful, and cooperative attitudes and behaviors. Students and parents felt changes in behavior after the character pillar activities. Cooperation is the pillar concept that most often appears in students. This research proves that self-assessment can be used as a tool for student self-evaluation. Teachers can develop effective learning strategies based on students' self-assessment results.
Peran Guru Dalam Pemilihan Dan Penggunaan Media Pembelajaran Yang Menarik Perhatian Siswa Pada Tingkat Sekolah Dasar Di Yogyakarta
Putra, Lovandri Dwanda;
Dewi, Julia Sindy;
Amanda, Meirissa;
Rahman, Rizky Aulia;
Angelie, Shadeena Pasya Sefbriella Marry;
Rahmawati, Rizki
Publikasi Pendidikan Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/publikan.v14i1.59106
Artikel ini mengulas tentang penggunaan media pembelajar tingkat Sekolah Dasar di Yogyakarta. Penelitian ini dilatar belakangi oleh data observasi tentang penggunaan media pembelajaran di SD. Untuk hal itu kami melakukan observasi di beberapa sekolah dasar di Yogyakarta yang bertujuan untuk mendapatkan data tentang penggunaan media pembelajaran pada tingkat sekolah dasar. Tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini antara lain: (1) Mengetahui pelaksanaan guru dalam menggunakan media pembelajaran pada tingkat sekolah dasar, (2) Mengetahui peningkatan hasil belajar siswa karena adanya media pembelajaran, (3) mengetahui kendala apa saja yang dihadapi guru maupun dalam penggunaan media pembelajaran. Metode penelitian yang kami gunakan adalah studi kasus. Penelitian ini melibatkan studi terperinci dari guru dan beberapa siswa. Penelitian ini dilengkapi dengan beberapa pertanyaan yang kami tanyakan kepada guru yang bersangkutan. Penelitian ini dilakukan di 3 sekolah dasar di Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada setiap ranah karena ada penggunaan media. Dengan adanya media pembelajaran, siswa mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan sehingga meningkatkan hasil belajar siswa.
Pelatihan Pemanfaatan Kearifan Lokal Sebagai Sumber Belajar Untuk Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Bagi Guru PPKn
Japar, Muhammad;
Nadiroh, Nadiroh;
Utami, Ade Dwi;
Hermanto, Hermanto;
Pradityana, Karisdha;
Rochimah, Heni
Publikasi Pendidikan Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/publikan.v14i2.63075
Permasalahan yang dihadapi mitra pengabdian meliputi minimnya pemahaman, pengalaman, dan keterampilan guru dalam memanfaatkan kearifan lokal sebagai sumber belajar, serta kurangnya kegiatan pelatihan dan pendampingan terkait hal tersebut. Solusi yang ditawarkan adalah pelatihan pemanfaatan kearifan lokal untuk meningkatkan kompetensi pedagogik bagi guru PPKN SMP di DKI Jakarta. Metode yang digunakan mencakup Focus Group Discussion (FGD) dan identifikasi masalah, perancangan pelatihan, pelaksanaan sesi indoor (diskusi dan seminar) dan outdoor (studi budaya di Kampung Badui), serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta, terdiri dari 25 guru PPKN dan 5 panitia pelaksana. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman guru mengenai pemanfaatan kearifan lokal dengan skor 76% dalam kategori sangat setuju, dan materi dianggap sangat menarik dengan skor 72% dalam kategori sangat setuju. Observasi langsung di Suku Badui memberikan pengalaman nyata bagi guru.
PKM DALAM MENINGKATKAN LITERASI MELALUI BAHAN AJAR TEMATIK SAINTIFIK BERBASIS KEARIFAN LOKAL
Ulia, Nuhyal;
Ismiyanti, Yulina;
Setiana, Leli Nisfi
Publikasi Pendidikan Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/publikan.v13i2.9740
The literacy movement is being carried out by the government nationally in various circles ranging from families, schools and communities. It is also entitled to be felt by all people including street children. For street children literacy culture also needs to be grown because their literacy is still low. This effort was carried out by increasing literacy in "Lotus" street children in the Social Barracks of Demaan Village, Kudus Regency, Central Java. Lack of interest in learning because teaching materials in schools are not easy for them to digest, making them less desirable and a burden on them. Teaching materials that are made thematically presented in the form of reading about local wisdom around them are expected to improve their literacy culture. The PKM is carried out by mentoring educational programs in the form of tutoring and training in improving literacy. In mentoring using teaching materials that have been developed by applying several methods. Like learning methods based on study groups according to age with approaches such as scientific, thematic, tutorial, drill and lecture. while the implementation of literacy training delivered good reading and writing methods. From this PKM activity, it was found that the level of enthusiasm of attendance was very high %80%, literacy ability had experienced an increase of> 10% with a significant.
Implementasi Gerakan Indonesia Mandiri di Kabupaten Lebak Provinsi Banten
Sudrajat, Ajat;
Darojat, Ojat;
Aripin, Sopjan;
Rumanta, Maman;
Heriyanto, Heriyanto;
Mikdar, Syaeful
Publikasi Pendidikan Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/publikan.v14i1.60790
Gerakan Indonesia mandiri yang akan dilaksanakan adalah dalam bentuk Program Pengabdian Pada Masyarakat yang melibatkan unsur komponen masyarakat yang ada di Kabupaten Lebak seperti: Guru, Karangtaruna, mahasiswa UT, Alumni UT, dan Tokoh pemuda. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk menanamkan dan mengimplementasikan dilaksanakannya Gerakan Indonesia mandiri sebagai wujud dari Gerakan Nasional Revolusi Mental sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat akan jiwa Entrepreneur. Entrepreneur adalah penerapan kreativitas dan inovasi untuk memecahkan masalah dan upaya memanfaatkan peluang yang dihadapi setiap hari-nya. Metode workshop yang akan digunakan adalah: 1) Metode ceramah bervariasi. Narasumber memberikan materi dengan cara penyajikan secara interaktif dalam bentuk penyajian materi secara langsung ke peserta workshop tentang hakikat pentingnya jiwa entrepreneur. 2) Metode Praktek. Narasumber memberikan praktek cara pebuatan pengolahan emping sampai pada pengemasannya dan pembuatan sate bandeng. 3) Metode tanya jawab, ialah penyampaian pelajaran dengan cara narasumber mengajukan pertanyaan dan peserta menjelaskan secara baik, dalam metode tanya-jawab terdapat kelemahan dan kelebihan, sehingga seorang narasumber benar-benar harus memperhatikan kesesuaian materi pelajaran dengan metode yang akan digunakan.Hasil dan pembahasan didapatkan bahwa pelatihan pembuatan nastar melinjo dan pembuatan sate bandeng memmberikan efek positif bagi Masyarakat sehingga memiliki daya guna untuk meningkatkan pendapatan keluarga.
Pendampingan Guru Pendidikan Anak Usia Dini dalam Manajemen Evaluasi Program Pembelajaran di Kerinci
Jamil, Zawaqi Afdal;
Nazari, Nazari Nazari
Publikasi Pendidikan Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/publikan.v14i2.59984
Kegiatan pengabdian pendampingan guru PAUD ini didorong oleh pesatnya pertambahan jumlah satuan PAUD di Kabupaten Kerinci. Kondisi ini memunculkan problematika baru bagi guru PAUD yaitu dominasi guru honorer berkualifikasi pendidikan yang tidak linier dengan bidang keahliannya. Permasalahan ini berakibat pada rendahnya pengalaman mengajar yang terindikasi pada kurang mampu menentukan metode, media, dan evaluasi pembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka kami melaksanakan pengabdian masyarakat dengan pola pendampingan. Metode pendampingan dilakukan dengan langkah-langkah: koordinasi dengan pengurus gugus, FGD , orientasi, workshop , unjuk kerja, verifikasi, dan kunjungan ke sekolah. Hasil kegiatan pengabdian pendampingan guru PAUD ini berdampak positif meningkatkan kompetensi dan keterampilan guru. Kegiatan kunjungan kami ke sekolah juga berdampak positif pada penguatan persepsi dan komitmen para guru untuk melakukan perubahan dalam institusi. Hasil kegiatan ini menyarankan kepada Perguruan Tinggi (akademisi) agar intens melaksanakan kegiatan pengabdian kepada sekolah dengan mencermati isu-isu yang berhubungan dengan pihak sekolah. Selanjutnya disarankan kepada pihak sekolah agar aktif dan terbuka membangun hubungan dengan Perguruan Tinggi untuk mendapatkan peluang dan peningkatan fasilitas kompetensi melalui kontribusi akademis secara simultan.
PENDAMBINGAN BELAJAR BAHASA INGGRIS PADA ANAK SD DI MASA PANDEMI
Rahayu, Putri Dwi;
Azizah, Aprilia Nur;
Aprillia, Avisa Sekar;
Fitrianto, Achmad Room
Publikasi Pendidikan Vol 13, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/publikan.v13i3.23273
Pandemi COVID-19 memberikan dampak buruk disemua lini kehidupan. Dengan adanya pembatasan sosial yang menjadikan metode pembelajaran tatap muka tidak dilakukan ditengarahi akan mempengaruhi kualitas pengajaran. Penurunan Kualitas pengajaran yang diangkat dalam paper ini adalah penurunan tingkat pemahaman siswa dalam pelajaran bahasa Inggris. Hal tersebut dikarenakan turunya motivasi belajar yang dimiliki siswa. Dalam hal ini peneliti melakukan upaya untuk meningkatkan pemahaman mereka kembali dengan diadakannya bimbingan belajar. Terdapat tiga tahapan yang dilakukan untuk memperoleh hasil yang maksimal yaitu 1. Pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman pemahaman awal bahasa Inggris siswa. 2. Bimbingan belajar dengan metode belajar sambil bermain. 3. Post-test untuk mengetahui pemahaman akhir bahasa Inggris yang didapat setelah siswa memperoleh bimbingan. Bimbingan ini dilakukan di salah satu wilayah yang ada di Surabaya Timu, yaitu di Jalan Mojo Kidul. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa siswa sekolah dasar di wilayah Mojo Kidul mengalami peningkatan pemahaman bahasa Inggris setelah diadakannya bimbingan belajar, hal ini terlihat dari nilai post-test yang mereka dapatkan. Serta kemampuan pengucapan dan penyebutan kosa kata yang tepat.