cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Publikasi Pendidikan
ISSN : 20882092     EISSN : 25486721     DOI : -
Core Subject : Education,
Publikasi Pendidikan (ISSN 2088-2092 Print, ISSN 2548-6721 Online) published an article in the form of the results of thought, research and community service education. The focus and scope of the published article is about basic education or elementary school related to the theory and practice of teaching and learning, curriculum development, learning materials, learning model, learning methods and instructional media. Publish 3 times in one year, in the last week of February, June and October
Arjuna Subject : -
Articles 637 Documents
Pendampingan Implementasi Pendidikan Karakter “Pancawaluya” (Cageur, Bager, Bener, Pinter, Singer) di Sekolah Maulida Aulia Rahman; Fitri Ayu Febrianti; Jamilah Jamilah; Ryani Sri Lestari
Publikasi Pendidikan Vol 16, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v16i2.83725

Abstract

Penerapan kebijakan pendidikan karakter di Jawa Barat saat ini diarahkan pada penguatan nilai-nilai kearifan lokal Pancawaluya (Cageur, Bageur, Bener, Pinter, tur Singer). Munculnya kebijakan Pancawaluya sebagai identitas pendidikan karakter menuntut sekolah dan guru untuk melakukan penyesuaian dalam praktik pembelajaran. Hasil observasi di beberapa sekolah Kabupaten Garut menunjukkan bahwa guru masih memandang kebijakan tersebut sebagai tambahan beban administrasi setelah penerapan pembelajaran mendalam (deep learning), sehingga implementasi nilai karakter belum terintegrasi dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru dan sekolah dalam mengimplementasikan pendidikan karakter Pancawaluya secara sistematis. Metode yang digunakan meliputi observasi kebutuhan sekolah, In House Training, pendampingan penyusunan perangkat pembelajaran, implementasi di sekolah, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan berkembangnya pemahaman guru, tersusunnya perangkat pembelajaran berbasis Pancawaluya, dan mulai terintegrasinya nilai karakter dalam budaya sekolah.
Analisis Model SAVI (Somatic, Auditory, Visual, Intellectual) Sebagai Alternatif Pembelajaran Seni Tari Materi Tari Kreasi Nusantara Kelas V Sekolah Dasar Adis Aulia; Ika Ratnaningrum; Trimurtini Trimurtini
Publikasi Pendidikan Vol 16, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v16i2.83259

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis proses implementasi model SAVI pada pembelajaran seni tari, kelebihan dan kekurangan dari model ini serta hambatan yang ditemui selama penerapan dan solusi yang diberikan. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan teknik analisis data model Miles dan Huberman yang melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model SAVI merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran seni tari, gabungan antara kegiatan berpikir dan kegiatan fisik yang melibatkan indra penglihatan juga pendengaran membuat pemahaman siswa akan suatu materi menjadi lebih maksimal, pembelajaran juga menjadi menarik dengan berbagai kegiatan yang ada, namun model ini perlu penyesuaian disetiap pembelajaran sehingga memerlukan biaya yang cukup tinggi. Terdapat hambatan yang berasal dari kurangnya properti, siswa yang kurang kondusif serta malu saat praktik, koneksi internet, perangkat eror, dan kurangnya waktu. Adapun solusi yang diberikan yakini menggunakan property di sekitar, peringatan dan rolling tempat duduk siswa, mengunduh presentasi, menyiapkan alternative lain, menyederhanakan kegiatan pembelajaran dan menggunakan waktu tambahan. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi rujukan para pendidik untuk mengembangkan kegiatan pembelajaran seni tari di dalam kelas.
Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila Melalui Model Cooperative Learning Tipe NHT Di Kelas V SDN 33 Sawahan Kota Padang Afyfah Nurtisna; Serly Safitri
Publikasi Pendidikan Vol 16, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v16i2.84580

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya partisipasi dan hasil belajar peserta didik akibat adanya permasalahan dalam proses pembelajaran khususnya pada kegiatan kelompok yang belum optimal, dimana diskusi didominasi oleh beberapa siswa, sementara yang lain kurang aktif, kurang percaya diri, dan kurang berani menyampaikan pendapat. Kondisi ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran belum mampu mendorong keaktifan dan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar peserta didik melalui penerapan model Numbered Head Together (NHT) pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas V SDN 33 Sawahan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan nontes. Subjek penelitian terdiri dari guru sebagai observer, peneliti sebagai praktisi, dan 23 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada setiap aspek, yaitu rencana pembelajaran dari 91,6% menjadi 95,8%, pelaksanaan pembelajaran aspek guru dari 93,7% menjadi 96,8%, aspek peserta didik dari 92,1% menjadi 96,8%, serta hasil belajar dari 77,1 menjadi 92,1.
Elementary School Teachers in the Island Region of Tual City Marleny Leasa; Albertus Fenanlampir; John Rafafy Batlolona; Marcy Saartje Ferdinandus
Publikasi Pendidikan Vol 16, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v16i2.82794

Abstract

The main problem faced by the partner is that the deep learning approach has not yet been widely implemented by elementary school teachers in Tual City. Most teachers still continue to use surface learning methods that focus mainly on memorization and the delivery of basic information rather than encouraging students to develop critical thinking, creativity, and deeper understanding of the learning material. Consequently, student learning outcomes are still considered less than optimal. Although deep learning (DL) is recognized as an effective approach to improve student comprehension, engagement, and problem-solving abilities, many teachers still lack sufficient knowledge and practical skills to implement it effectively in classroom instruction. Therefore, mentoring activities were conducted to provide teachers with knowledge, understanding, and practical guidance regarding the application of deep learning in teaching and learning processes. This community service (PKM) activity aimed to investigate teachers’ perspectives and understanding of deep learning as well as its implementation in teaching practices. The mentoring method involved assisting teachers in developing instructional materials and presenting the results of their work. The results showed that teachers gained a better understanding of deep learning and became more capable of designing effective DL-based learning materials for classroom use.
Integration of Social-Emotional Skills (SSE) in Deep Learning for Grade IV-B Students: A Case Study at SD Negeri Rungkut Kidul II/581 Surabaya Fery Nice Wulan Dari; Ganes Gunansyah; Julianto Julianto; Neni Mariana
Publikasi Pendidikan Vol 16, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v16i2.84040

Abstract

This study aims to holistically describe the process of integrating social-emotional skills (SEL) into deep learning through project-based co-curricular activities among fourth-grade students of Class IV B at SDN Rungkut Kidul II/581 Surabaya. The main focus is directed toward three dimensions of SEL, namely collaboration, communication, and emotional regulation. This research employed a single instrumental case study design. The research subjects consisted of 28 students and three teachers (classroom teacher, religious education teacher, and physical education teacher). Data collection techniques included passive participant observation, semi-structured in-depth interviews, and document analysis. Data analysis encompassed data condensation, data display, as well as conclusion drawing and verification. The results indicate that the microgreens project served as an effective vehicle for integrating SEL, with the following key findings. First, collaboration skills evolved from unbalanced task distribution toward prosocial behavior and positive interdependence, characterized by students' willingness to help peers without being asked as well as collective responsibility for maintaining environmental cleanliness. Second, communication skills were marked by the internalization of communicative ethics through the habitual use of polite expressions such as "please," "sorry," and "thank you," although active listening skills still require further reinforcement. Third, emotional regulation demonstrated improved adaptive resilience, in which students were able to remain calm, manage frustration, and try again after experiencing failure, facilitated by teacher modeling and the STOP technique.
Peran Kepemimpinan Transformasional Dalam Pengembangan Pembelajaran Bilingual Di Madrasah Ibtidaiyah Arina Arina; Sukarman Sukarman; Nur Istianah; Moh Sahal
Publikasi Pendidikan Vol 16, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v16i2.83743

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kepemimpinan transformasional dalam implementasi pembelajaran bilingual di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Jepara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan analisis dokumen yang melibatkan kepala madrasah, koordinator kelas bilingual, wakil kepala bidang kurikulum, dan guru bilingual sebagai informan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik melalui proses reduksi data, pengodean, kategorisasi tema, dan interpretasi temuan dengan menerapkan triangulasi sumber dan metode untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala madrasah berperan penting dalam mendukung implementasi pembelajaran bilingual melalui pemberian visi yang jelas, stimulasi intelektual, keteladanan, pengembangan kompetensi guru, dan penguatan sistem kurikulum. Tantangan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan kompetensi bahasa Inggris guru dan siswa, rendahnya kepercayaan diri siswa, serta kebutuhan menjaga integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran bilingual. Untuk mengatasi tantangan tersebut, madrasah menerapkan pelatihan berkelanjutan, pemanfaatan teknologi pembelajaran, metode pembelajaran interaktif, dan integrasi nilai-nilai keislaman dalam kegiatan akademik. Penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan transformasional berkontribusi dalam menciptakan pembelajaran bilingual yang inovatif, adaptif, dan tetap selaras dengan karakteristik pendidikan Islam di madrasah
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Articulate Storyline 3 untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas IV SDN 2 Sanggrahan Khofifah Indriyani; Nursiwi Nugraheni
Publikasi Pendidikan Vol 16, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v16i2.84075

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berpikir kritis serta pemecahan masalah siswa, serta kurang maksimalnya penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi. Tujuan utama penelitian ini yakni mewujudkan media pembelajaran interaktif dengan Articulate Storyline 3 guna menstimulasi kemampuan berpikir kritis serta pemecahan masalah matematis pada siswa kelas IV SD. Metode Research and Development (R&D) model ADDIE ialah pendekatan penelitian. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara, kuesioner, serta instrumen tes Analisis data dijalankan dengan metode kualitatif dan kuantitatif, mencakup uji prasyarat, uji hipotesis memakai paired sample t-test serta independent sample t-test, juga analisis N-Gain. Temuan penelitian membuktikan tingkat kelayakan media yang sangat layak merujuk pada validasi ahli materi (91%), ahli media (97%), serta ahli bahasa (93%). Efektivitas media terbukti secara signifikan lewat uji paired sample t-test (Sig. 0,000) dan terdapat perbedaan nyata antara kelas eksperimen dan kontrol melalui uji independent sample t-test (Sig. 0,000). Di samping itu, kenaikan kemampuan siswa termasuk kategori tinggi dengan skor N-Gain 0,743 untuk berpikir kritis dan 0,697 untuk pemecahan masalah. Ditarik kesimpulan bahwasanya media ini valid serta efektif guna mengoptimalkan kompetensi matematis siswa.
Analisis Profil Berpikir Kritis Siswa Dalam Menyelesaikan Masalah HOTS Pecahan Ditinjau Dari Self-Efficacy Pada Implementasi Kurikulum Merdeka Firdaus Firdaus
Publikasi Pendidikan Vol 16, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v16i2.83777

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan masalah Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada topik pecahan serta menganalisis peran self-efficacy dalam kerangka Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan desain Mixed Method Explanatory Sequential dengan subjek penelitian sebanyak 30 siswa kelas 5 SD Negeri 13 Biru, Kabupaten Bone. Data dikumpulkan melalui tes tertulis, angket, dan wawancara klinis, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji korelasi non-parametrik Spearman, dan analisis tematik kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa masih didominasi kategori rendah hingga sedang, dengan kesulitan utama pada aspek analisis informasi dan evaluasi argumen. Ditemukan korelasi positif yang sangat kuat (rs = 0,847) dan signifikan antara self-efficacy dengan kemampuan berpikir kritis. Siswa dengan self-efficacy tinggi memiliki ketahanan kognitif dan kemampuan validasi jawaban yang baik, mampu memberikan alasan logis dan pembuktian konseptual. Sebaliknya, siswa dengan self-efficacy rendah mengalami hambatan kognitif di mana kecemasan dan keraguan menghambat kapasitas memori kerja, sehingga mengganggu proses penalaran dan penarikan kesimpulan. Dengan demikian, self-efficacy berperan sebagai variabel moderator yang sangat menentukan, yang menegaskan bahwa potensi intelektual tidak dapat termanifestasi secara optimal tanpa kepercayaan diri yang memadai. Hal ini mengimplikasikan pentingnya mengintegrasikan aspek kognitif dan afektif dalam pembelajaran matematika pada Kurikulum Merdeka.
Pelatihan Penyusunan Asesmen dan Rencana Pembelajaran Mendalam untuk Mendukung SDGs4: Pendidikan Berkualitas Elsa Ernawati Nainggolan; Nana Raihana Askurny; Pradipta Agustina; Benni Satria; Adam Fernando; Susanti Susanti; Karla Amelia
Publikasi Pendidikan Vol 16, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v16i2.78084

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan mitra, yaitu para guru yang masih menghadapi tantangan dalam memahami konsep pembelajaran mendalam serta kesulitan menyusun asesmen dan Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) yang selaras dengan pendekatan pembelajaran mendalam. Permasalahan utama meliputi kurangnya pemahaman guru tentang prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan; kurang optimalnya perumusan tujuan pembelajaran holistik; serta minimnya kemampuan merancang asesmen autentik yang mendukung profil pelajar Pancasila. Sebagai solusi, tim PKM mengembangkan pelatihan komprehensif yang memadukan penguatan konsep, pendampingan teknis, dan praktik langsung penyusunan asesmen dan RPM. Metode pelaksanaan meliputi: (1) analisis kebutuhan awal mitra; (2) pemaparan materi tentang kerangka pembelajaran mendalam dan asesmen, dan sumberdaya maritim Kepulauan Riau; (3) lokakarya penyusunan asesmen autentik dan RPM; (4) micro teaching (5) evaluasi dan refleksi. Data diperoleh melalui observasi, pretest dan postest, dan angket persepsi. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan pada pemahaman guru terhadap konsep pembelajaran mendalam, kemampuan merumuskan tujuan dan indikator pembelajaran, serta keterampilan menyusun asesmen autentik dan RPM yang kontekstual kemaritiman. Peserta juga melaporkan peningkatan kepercayaan diri dan kesiapan untuk menerapkan praktik pembelajaran mendalam di kelas masing-masing. Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini berkontribusi pada peningkatan kapasitas profesional guru dan mendukung pencapaian SDGs 4 tentang pendidikan berkualitas
Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Materi Komposisi dan Dekomposisi Bangun Datar Menggunakan Model Project Based Learning (PjBL) Di Kelas IV SD Negeri 33 Sawahan Kota Padang Devin Aguswilanda Hidayatullah; Yullys Helsa
Publikasi Pendidikan Vol 16, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v16i2.84801

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik pada pembelajaran Matematika yang disebabkan pembelajaran masih berpusat pada guru, kurangnya diskusi dan proyek pembelajaran, serta penggunaan media yang kurang menarik sehingga peserta didik menjadi pasif, kurang percaya diri, dan kesulitan dalam memahami pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar peserta didik melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL) pada materi Komposisi dan Dekompsosisi Bangun Datar di Kelas IV SD Negeri 33 Sawahan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan non tes. Subjek penelitian terdiri dari guru sebagai observer, peneliti sebagai praktisi, dan 25 peserta didik. Teknik analisis data menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dimana data kualitatif dijelaskan secara deskriptif melalui hasil pengamatan sedangkan data kuantitatif dianalisis dalam bentuk nilai dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada setiap aspek, yaitu rencana pembelajaran dari 89,58% menjadi 95,83%, pelaksanaan pembelajaran aspek guru dari 89,60% menjadi 96,87%, aspek peserta didik dari 89,60% menjadi 96,87%, serta hasil belajar peserta didik dari 79,47 menjadi 92,53. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model PjBL mampu meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik.