cover
Contact Name
Susianti
Contact Email
susianti.1978@fk.unila.ac.id
Phone
+628127899978
Journal Mail Official
jpmrj@fk.unila.ac.id
Editorial Address
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Ir. Sumantri Brojonegoro No.1, Gedong Meneng, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35145.
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
Published by Universitas Lampung
ISSN : 25032615     EISSN : 26144891     DOI : https://doi.org/10.23960/jpmrj
Core Subject : Health, Social,
PMR welcomes submissions of original articles that contribute to the advancement of community engagement and service in the field of medicine and health. Areas of interest include but are not limited to: Community health programs, Health education and promotion, Public health interventions, Medical outreach activities, Interdisciplinary collaborations, Global health initiatives, Social determinants of health, Health equity and disparities
Articles 332 Documents
Pencegahan Stunting melalui Deteksi Tumbuh Kembang Berbasis Android bersama Kader Puskesmas Pulau Panggung Kabupaten Tanggamus Putri, Giska Tri; Karima, Nisa; Jausal, Anisa Nuraisa; Ratna, Maya Ganda; Purnomo, Rizki Agung
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3034

Abstract

Prevalensi stunting di Provinsi Lampung masih berada diangka 27%, meskipun berada di bawah angka nasional (30,8%) namun angka ini masih belum aman karena masih belum mencapai angka stunting yang direkomendakikan oleh WHO sebesar 20% dan masih sangat jauh dari target penurunan angka stunting pada 2024 ditingkat nasional yaitu 14%. Beberapa upaya pencegahan stunting berupa perbaikan pola makan, pola asuh dan sanitasi. Intervensi stunting yang dicanangkan oleh pemerintah meliputi tablet tambah darah minimal 90 tablet selama kehamilan, pemberian makanan tambahan pada ibu hamil, pemenuhan gizi, persalinan dengan dokter atau bidan yang ahli, IMD (Inisiasi Menyusui Dini), Asi Eksklusif pada bayi sampai usia 6 bulan, pemberian makanan pendamping ASI mulai anak usia 6 bulan sampai dengan usia 2 tahun, pemberian imunisasi dasar lengkap dan vitamin A, pantau pertumbuhan balita di posyandu terdekat, serta terapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pencegahan stunting dengan meningkatkanketerampilan kader posyandu dalam pemantauan tumbuh kembang dan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Pulau Pannggung Kabupaten Tanggamus. Metode yang digunakan berupa penyuluhan mengenai stunting, pertumbuhan dan perkembangan balita dan demonstrasi penggunaan aplikasi PRIMAKU oleh narasumber. Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada tanggal 12 Agustus 2022 dengan harapan mampu membantu kader posyandu memiliki keterampilan untuk menggunakan aplikasi dalam menilai pertumbuhan, perkembangan, dan status gizi balita.Kata Kunci: Kader Posyandu, Tumbuh Kembang, Status Gizi, Stunting
Penyuluhan Waspada Bahan Kimia Obat (BKO) Dalam Obat Tradisional Pada Masyarakat Agromedicine Di Desa Cipadang Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Sukohar, Asep.; Ramdini, Dwi Aulia; P, Citra Yuliyanda; Triyandi, Ramadhan; Iqbal, Muhammad
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3036

Abstract

Obat tradisional (OT) telah dikenal dan digunakan secara luas oleh masyarakat Indonesia sebagai upaya pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit, dan perawatan kesehatan. Adanya bahan kimia obat (BKO) pada obat tradional yang di pasarkan mejadi permasalahn ditengah kampanye minum obat tradisional oleh pemerinta. BKO dikenal memiliki efek berbahaya yang akan ditimbulkan seperti tukak lambung (penggunaan obat analgetik), reaksi alergi, hipertensi, diabetes, kerusakan hati dan ginjal. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang penggunaan OT yang tepatdan waspada bahaya BKO pada obat tradisional guna meningkatkan kogntif, afektif serta tindakan melalui promosi kesehatan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan pemberian penyuluhan dan diskusi aktif. Peserta akan diberikan buku saku tentang materi penyuluhan. Pengetahuan peserta diukur dengan memberikan pre test sebelum pemberian penyuluhan dan post test setelah pemberian penyuluhan. Sasaran: sasaran pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat agromedicine dalam hal ini adalah para petani di Desa Cipadang yang diketahui banyak mengkonsumsi obat tardisional. Jumlah peserta dengan pengetahuan baik berjumlah 19 orang, kemudian setelah penyampaian materi meningkat menjadi 26 orang. Berdasarkan hasil nilai rata-rata pre test dan post tes peserta mengalami peningkatan pengetahuan yang baik yakni sebesar 16,17% dengan nilai p=0.48. hal ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dan sasaran kegiatan menandakan telah tercapai. Selain meningkatnya pengetahuan, kegiatan ini diharapakan dapat merubah perilaku masyarakat desa Cipadang dalam mengonsumsi OT secara baik dan benar dan waspada pada bahan kimia obat pada OT agar terwujudnya kualitas kesehatan masyarakat yang lebih baik.Kata kunci :Masyarakat Agromedicine, Bahan Kimia Obat, Obat Tradisional
Penyuluhan Pencegahan Penularan Penyakit Malaria kepada Masyarakat di Balai Desa Kediri Kecamatan Gadingrejo Pringsewu Marcellia, Selvi; Rosa, Emantis; Septiani, Linda; Islami, Suryadi; Andrifianie, Femmy; Damayanti, Ervina; Afriyani, Afriyani
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3037

Abstract

Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit dari genus Plasmodium. Penyakit ini menyerang sel eritrosit dan ditandai dengan gejala berupa demam, menggigil, anemia, dan splenomegali, dalam kondisi akut ataupun kronis yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Kabupaten Pringsewu menurut sumbe ryang didapat dari data SP2TP UPT Puskesmas Rawat Inap Gadingrejo, terdapat delapan kasus malaria pada tahun 2018 dan dua kasus pada Januari hingga April 2019. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengedukasi pencegahan penularan penyakit malaria serta memberi pemahaman mengenai bubuk abate sebagai upaya pencegahan jentik nyamuk. Metodedari penyuluhan ini adalah metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab seputar materi yang telah disampaikan. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 7 Desember 2021 bertempat di Balai Desa Desa Kediri Kecamatan Gadingrejo Pringsewu. Hasil dari penyuluhan memberikan peningkatan pengetahuan kepada peserta, yaitu sebesar 19%, karena sebelum pemaparan materi hanya 70% dan sesudah pemaparan materi menjadi 89%.Kata kunci: abate, malaria, nyamuk Anopheles sp., Plasmodium sp.
Pelatihan Manajemen Laktasi “Kiat Sukses Asi Eksklusif 6 Bulan’’ sebagai Salah Satu Strategi Cegah Stunting Bagi Masyarakat Desa Jatisari Kecamatan Jatimulyo Lampung Selatan Wulan, Anggraeni Janar; Rahmawati, Selvi; Kurniati, Intanri; Tjiptaningrum, Agustyas; Mustofa, Syazili
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3038

Abstract

Angka stunting di Indonesia hingga tahun 2021 masih sebesar 24,4 %. Angka ini masih di bawah batas yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO), yaitu sebesar 20%. Salah satu upaya  percepatan pencegahan stunting adalah intervensi pada kelompok sasaran prioritas yang mencakup ibu hamil dan ibu menyusui melalui promosi dan konseling pemberian ASI eksklusif. Pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif penuh 6 bulan di Indonesia berdasarkan data WHO baru mencapai angka 49,8%, angka ini belum mencapai target dari World Health Assembly (WHA), yaitu minimal 50%. Persentase ASI eksklusif 6 bulan menurun seiring dengan pertambahan usia anak di mana terendah pada rentang usia 4-5 bulan. Kesuksesan pemberian ASI eksklusif 6 bulan dipengaruhi oleh pengetahuan tentang persiapan sebelum laktasi, selama laktasi (proses, cara, dan posisi menyusui yang benar) dan faktor sosial (dukungan dari suami, keluarga, maupun organisasi peduli ASI). Survey menunjukkan ibu-ibu di Desa Jatisari belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang terkait pemberian ASI. Maka perlu dilakukan upaya peningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu mengenai laktasi melalui penyuluhan manajemen laktasi. Kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu, 30 Juli 2022. Kegiatan ini melibatkan tim dokter, mahasiswa FK Unila 4 orang, dan tokoh masyarakat Desa Jatisari. Peserta sebanyak 22 orang. Kegiatan meliputi penyuluhan dan demontrasi anatomi payudara, posisi menyusui yang benar, dan cara memerah ASI. Pemberian penyuluhan meningkatkan pengetahuan diketahui dari hasil pretest dan posttest. Pada pretest didapatkan bahwa 9 peserta (40,9 %) memiliki tingkat pengetahuan kurang paham mengenai manajemen laktasi dan 13 peserta (59,1%) sudah cukup paham mengenai manajemen laktasi. Pada hasil posttest didapatkan hampir seluruh peserta kegiatan atau 20 peserta (90,9%) sudah sangatpaham mengenai manajemen laktasi dan hanya 2 peserta (9,1%) yang cukup paham dengan manajemen laktasi.Disimpulkan bahwa setelah mendapatkan penyuluhan mengenai manajemen laktasi, maka pengetahuan masyarakat mengenai laktasi meningkat. Adanya peningkatan pengetahuan diharapkan akan meningkatkan kesuksesan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan.Kata kunci: ASI eksklusif, manajemen laktasi, stunting
Pembentukan Konselor Sebaya dalam Rangka Menurunkan Prevalensi Anemia Remaja Putri di Puskesmas Tanjung Sari Zuraida, Reni; W., Dyah Wulan Sumekar R.; Susianti, Susianti; Surriandari, Latifah Dwi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3039

Abstract

Anemia pada remaja putri berdampak terhadap kesehatan remaja putri saat ini dan masa mendatang sebagai calon ibu. Dari hasil skrining kadar hemoglobin darah yang dilakukan puskesmas Tanjung Sari pada bulan Januari tahun 2022 didapatkan prevalensi anemia adalah sekitar 49%, artinya 5 dari 10 remaja putri di wilayah kerja puskesmas Tanjung Sari ini menderita anemia. Upaya yang dilakukan pemerintah untuk menanggulangi masalah anemia pada remaja saat ini yaitu pembagian tablet tambah darah bagi remaja, namun kenyataannya belum mampu menurunkan prevalensi anemia remaja putri secara signifikan. Upaya lain dengan melibatkan peran serta darikelompok sebaya (peer group) dalam upaya menurunkan prevalensi anemia remaja putri perlu dilakukan. Kegiatan pengabdian mencakup pembentukan konselor sebaya remaja putri dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan konseling calon konselor, serta penyusunan media informasi tentang anemia pada remaja putri.Setelah mendapatkan materi tentang anemia dan pembentukan konselor remaja anemia, maka pengetahuan konselor remaja menjadi meningkat. Penilaian ini didasarkan hasil pengamatan pada pre-test, dimana sekitar 23,3% peserta tidak paham, 68,3% cukup paham, 8,3% paham mengenai materi yang disampaikan. Setelah dilakukan kegiatan pelatihan, nilai hasil pengamatan meningkat. Peserta menjadi paham dan sangat paham materi yang diberikan bertambah. Peserta yang paham sebanyak 40% dan yang sangat paham sebanyak 60%. Rata-rata tingkat pengetahuan peserta pada pre-test adalah 57,7 menjadi bertambah pada post-test menjadi 92,3. Pembentukan konselor remaja anemia perlu dilakukan di sekolah-sekolah lain dan diadaptasi di posyandu remaja agarpenanganan anemia remaja dapat ditangani secara berkesinambungan dan berkelanjutan. Hal ini pada akhirnya dapat menciptakan calon ibu yang sehat, yang kelak akan melahirkan bayi yang sehat, dimana pada akhirnya dapat menurunkan prevalensi stunting.Keyword : Anemia, Konselor Sebaya, Remaja Putri
Pemeriksaan Kesehatan Tekanan Darah dan Konseling Tentang Hipertensi dalam Program Pengelolaan Penyakit Kronis di Wilayah Kerja Puskesmas Lumbok Seminung Lampung Barat Kurniawaty, Evi; Kurniati, Intanri; Karima, Nisa; Andriani, Silvia; Audah, Kholis A.
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3040

Abstract

Kasus Hipertensi mengalami kenaikan 80% terutama di negara berkembang tahun 2025 berdasarkan jumlah 639 juta kasus di tahun 2000, diperkirakan menjadi 1,15 milyar kasus di tahun 2025. Pemahaman penyakit ini belum sepenuhnya dipahami oleh  masyarakat, sehingga perlu diadakan penyuluhan untuk mengurangi resiko stroke dan komplikasi lainnya. Pemilihanan lokasi kegiatan dikarenakan tingginya angka kejadian hipertensi di kabupaten Lampung Barat. Hasil dari kegiatan pengabdian yaitu berdasarkan semua peserta yang hadir, sekitar 48% terdiagnosis hipertensi sebelumnya, 24% terdiagnosis DM dan 23% terdiagnosis asam urat . Dari hasil pemeriksaan didapatkan sebagian dari penderita Hipertensi telah memiliki kondisi yang terkontrol tekanan darahnya. Demikian halnya dengan penderita DM, sebagian memiliki gula darah normal serta sebagian terdiagnosis Asam urat tinggi hanya perluperubahan pola makan.Kata kunci: hipertensi, konseling
Peningkatan Pengetahuan Dengan Metode Pelatihan Tentang Cara Pemeriksaan Bakteri Tahan Asam Sebagai Diagnosis Tuberkulosis Paru Pada Petugas Medis Di Poliklinik Universitas Lampung Soleha, Tri Umiana; Sutyarso, Sutyarso; Oktafany, Oktafany; Kurniawaty, Evi; Ayu S, Putu Ristyaning
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3041

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi saluran napas yang hingga kini masih menjadi kasus yang paling sering dijumpai diIndonesia. Berdasarkan data Departemen Kesehatan Republik Indonesia (Depkes RI), angka insiden TB di Indonesia meningkathingga 399 per 100.000 penduduk disertai angka kematian yang meningkat pula hingga mencapai 41 per 100.000 pendudukpada tahun 2014. Diagnosis dini yang lebih gencar membuka kemungkinan Provinsi Lampung dapat menjadi provinsi keduadengan insiden kasus TB terbanyak. Namun, hal ini tidak menjadi ancaman bagi pemerintah Lampung sendiri karena memangtujuan nya adalah untuk meningkatkan identifikasi kasus dan mempercepat kesembuhan. Diagnosis TB yang paling akuratadalah dengan pemeriksaan Bakteri Tahan Asam (BTA). Pemeriksaan dahak ini guna mengetahui keberadaan Basil Tahan Asam(BTA) sehingga dapat membantu petugas pelayanan kesehatan dalam penegakkan diagnosis, penilaian terhadap responpengobatan, dan potensi penularan. Pasien TB dengan BTA positif menimbulkan risiko penularan yang lebih besar dibandinganpasien TB dengan BTA negatif. Poliklinik Universitas Lampung merupakan lini pertama Layanan Kesehatan untuk CivitasAkademika dan masyarakat di sekitar Universitas Lampung. Oleh karena itu diperlukan peningkatan pengetahuan dari SDM nyadalam keterampilan pemeriksaan BTA dalam mendukung terlaksananya diagnosis dini TB.Kata Kunci: Tuberkulosis, Diagnosis, BTA
Pemanfaatan MPASI Susu Kefir Untuk Pencegahan Stunting di Desa Cipadang Sutarto, Sutarto; Sari, Ratna Dewi Puspita; Utama, Winda Trijayanthi; Indriyani, Reni
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3042

Abstract

Stunting merupakan salah satu kondisi kekurangan gizi kronis disertai dengan komplikasi sakit. Desa Cipadang merupakan salah satu desa yang mempunyai masalah stunting terbanyak di wilayah kerja Puskesmas Gedongtataan. Berbagai Upaya telah dilakukan oleh pemerintahan desa Cipadang untuk mengatasinya melalui kegiatan perbaikan gizi balita dan ibu hamil. Dengan mengembangkan pemberdayaan ibu balita dan kader Kesehatan dapat dilakukan melalui peningkatan pengetahuan dan praktikpembuatan aneka minuman susu kefir sebagai bentuk Makanan  Pendamping ASI (MP-ASI) lokal, untuk meningkatkan gizi anak balita khususnya anak usia di bawah 2 tahun, wanita hamil dan wanita menyusui. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah peningkatan pengetahuan tentang gizi anak, wanita hamil, wanita menyusui dan peningkatan ketrampilan ibu balita dan kader Kesehatan pada pembuatan berbagai aneka susu kefir untuk MP-ASI balita dan MP-ASI produk posyandu dalam rangka pencegahan stunting. Sasaran kegatan ini adalah ibu balita dan kader kesehatan, wanita hamil, wanita menyusui dan kaderposyandu di Desa Cipadang Kecmatan Gedong Tataan, Kabupaten  Pesawaran (desa Binan FK UNILA). Hasil kegiatan ini peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kader posyandu dan ibu balita serta produk MP-ASI untuk  menambah variasi MP-ASI kegiatan saat kegiatan posyandu. Kata kunci : stunting, kefir, MP-ASI, gizi balita.
Pendampingan Pembuatan Sediaan Teh Melalui Pemanfaatan Rambut Jagung (Zea mays) Sebagai Minuman Herbal Antioksidan pada Petani Jagung di Desa Batanghari Ogan Kabupaten Pesawaran Oktarlina, Rasmi Zakiah; Pardilawati, Citra Yuliyanda; Adjeng, Andi Nafisah Tendri; Triyandi, Ramadhan
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3043

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang berperan penting dalam mendukung kesehatan yaitu melindungi tubuh akibat efek radikal bebas yang menyebabkan menurunnya sistem imun, kanker, dan penyakit degeneratif seperti diabetes dan jantung. Salah satu sumber antioksidan alami adalah rambut jagung (Zea mays) namun pemanfaatannya belum optimal dan masih sering dianggap sebagai limbah. Daerah yang banyak membudidayakan tanaman jagung (Zea mays) adalah Desa Batanghari Ogan, Kabupaten Pesawaran. Pemanfaatan limbah rambut jagung belum optimal dikarenakan masyarakat tersebut belum memahami kandungan serta manfaat yang bisa diperoleh dari rambut jagung. Salah satu bentuk untuk mengoptimalkan penggunaan rambut jagung sebagai sumber antioksidan adalah dengan memanfaatkannya menjadi produk sediaan teh. Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Desa Binaan (PKMDB) ini masyarakat Desa Batanghari Ogan dibimbing untuk meningkatkan pemanfaatan rambut jagung melalui bimbingan teknik berupa pengolahan pascapanen, penyiapan bahan baku, penyiapan sampel rambut jagung, pembuatan minuman sediaan teh hingga pengemasan produk berdasarkan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB). Melalui PKMDB ini diharapkan pihak masyarakat memilikipengetahuan mengenai manfaat, pemanfaatan dan teknologi pembuatan sediaan teh antioksidan dari rambut jagung sehingga mampu  mengembangkan usahanya yang selama ini secara efektif dan efisien sehingga dapat meningkatkan pendapatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa memberi penyuluhan (ceramah dan tanya jawab), pelatihan dan pendampingan produksi. Kata kunci: antioksidan, Desa Batanghari, rambut jagung, Zea mays.
Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Anemia dan Kepatuhan Minum Tablet Tambah Darah Sebagai Upaya Menurunkan Prevalensi Anemia Ibu Hamil Zuraida, Reni; W, Dyah Wulan Sumekar R.; Susianti, Susianti; Gemayangsura, Gemayangsura
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3044

Abstract

Anemia selama kehamilan berakibat buruk dan merugikan bagi ibu dan bayi yang dilahirkan. Ibu hamil dengan anemia di Puskesmas Tanjung Sari, Kecamatan Natar merupakan yang tertinggi di Kabupaten Lampung Selatan, yaitu 258 orang dari 329 orang ibu hamil yang diperiksa (78,42%). Meskipun cakupan ibu hamil yang mendapat tablet tambah darah (TTD) minimal 90 tablet di puskesmas mencapai 99,65%, namun tidak dapat menekan tingginya prevalensi anemia ibu hamil di wilayah kerja puskesmas ini. Beberapa pakar ber pendapat kegagalan  program ini banyak dikarenakan ketidakpatuhan ibu dalam meminum TTD. Untuk itu perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kepatuhan minum TTD wilayah kerja Puskesmas Tanjung Sari Natar. Kegiatan pengabdian mencakup  Focus Group Discussion untuk mengetahui pengetahuan awal, penyusunan media informasi dan peningkatan pengetahuan ibu-ibu hamil dan keluarga. Setelah mendapatkan penyuluhan tentang anemia pada ibu hamil, upaya pencegahan anemia, makanan yang dianjurkan untuk mengatasi anemia dan TTD (isi, kegunaan, cara minum), makapengetahuan ibu hamil, kader kesehatan dan bidan desa pembina menjadi meningkat. Penilaian ini didasarkan hasil pengamatan pada pre-test, dimana 25,0% peserta tidak paham, 66.7% cukup paham, 8,3% paham mengenai materi yang disampaikan. Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan, nilai hasil pengamatan meningkat. Peserta yang pahamsebanyak 36,1% dan yang sangat paham sebanyak 63,9%. Rata-rata tingkat pengetahuan peserta pada pre-test adalah 60,2 menjadi bertambah pada post-test menjadi 91,9. Penyuluhan yang berkelanjutan tentang anemia ibu hamil dan TTD terus dilakukan untuk tercapainya keberhasilan program penanganan anemia pada ibu hamil sehingga pada akhirnya akan meningkatkan kesehatan ibu hamil dan bayi yang akan dilahirkan dalam rangka pencegahan balita stunting di Indonesia. Keyword : Anemia, ibu hamil, penyuluhan, tablet tambah darah