cover
Contact Name
Susianti
Contact Email
susianti.1978@fk.unila.ac.id
Phone
+628127899978
Journal Mail Official
jpmrj@fk.unila.ac.id
Editorial Address
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Ir. Sumantri Brojonegoro No.1, Gedong Meneng, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35145.
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
Published by Universitas Lampung
ISSN : 25032615     EISSN : 26144891     DOI : https://doi.org/10.23960/jpmrj
Core Subject : Health, Social,
PMR welcomes submissions of original articles that contribute to the advancement of community engagement and service in the field of medicine and health. Areas of interest include but are not limited to: Community health programs, Health education and promotion, Public health interventions, Medical outreach activities, Interdisciplinary collaborations, Global health initiatives, Social determinants of health, Health equity and disparities
Articles 332 Documents
Manajemen Diabetes Melitus Selama Masa Pandemi Covid-19: Kewaspadaan Dini terhadap Gelombang Ketiga Mutasi Baru Virus Corona Sars-Cov-2 (Omicron) Iqbal, Muhammad; Triyandi, Ramadhan; Oktarlina, Rasmi Zakiah; A.P, Afna Nur; P, Cindy Ivana; Salsabila, Lyansaputri; J, Zayatri Nurul
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3045

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit degeneratif global yang mematikan. Penyakit ini menjadi komorbid utama yang memperparah pasien COVID-19. Berdasarkan fenomena yang terjadi di desa Umbul Natar Kelurahan Jatimulyo Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan, didapatkan informasi bahwa masyarakat masih kurang paham mengenai manajemen diabetes selama masa pandemi COVID-19. Rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat di Desa Umbul Natar dikarenakan kurangnyainformasi kesehatan yang mereka terima. Solusi untuk permasalahan tersebut yaitu dengan adanya promosi kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, sikap, dan tindakan masyarakat dalam mengelola  penyakit diabetes selama pandemi COVID-19. Diharapkan dengan adanya edukasi manejemen diabetes melitus dapat menurunkan angka kematian akibat COVID-19 yang masih melanda dalam gelombang ketiga di Provinsi Lampung pada khususnya dansecara tidak langsung dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan, yang dilanjutkan dengan diskusi. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah 33 orang kepala keluarga. Evaluasi indikator keberhasilan kegiatan ini terdiri dari evaluasi awal, evaluasi proses dan evaluasi akhir. Tim pengabdianmasyarakat terdiri dari tenaga ahli di bidang farmasi dan kedokteran yaitu apoteker bidang ilmu farmasi dan dokter ahli. Hasil promosi kesehatan menunjukkan peningkatan tingkat pemahaman sebesar 30% sehingga keseluruhan peserta memiliki pemahaman baik. Selain itu, terjadi diskusi interaktif yang mengeksplorasi lebih dalam tentang manajemen diabetes melitus selama masa pandemi COVID-19 varian omicron. Promosi kesehatan ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat desa Umbul Natar dalam melakukan manajemen diabetes melitus terhadap gelombang ketiga pandemi COVID19.Kata kunci: Diabetes melitus, pandemi COVID-19, promosi kesehatan
Edukasi Vaksinasi Covid-19 dan Vaksinasi Booster Meningkatkan Imunitas dan Pengetahuan Masyarakat di Puskesmas Candra Mukti Tulang Bawang Barat Sangging, Putu Ristyaning Ayu; Soleha, Tri Umiana; Kurniawaty, Evi; Oktoba, Zulpakor; Irawan, Ari
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3046

Abstract

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerbitkan Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor SR.02.06/II/1180/2022 tentang Penyesuaian Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 Dosis Lanjutan (Booster) bagi Masyarakat Umum. Dalam aturan ini, disebutkan bahwa penyuntikan dosis lanjutan bagi masyarakat umum dapat diberikan minimal enam bulan setelah menerima vaksinasi dosis lengkap. Perlindungan masyarakat terhadap COVID-19 perlu terus ditingkatkan, termasuk melalui pemberian vaksinasi dosis lanjutan (booster). Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dengan memberikan penyuluhan dan edukasi vaksinasi Covid-19 dan vaksinasi booster sehingga tidak mudah percaya berita hoax tentang vaksinasi Covid-19 dan masyarakat sadar akan pentingnya vaksinasi Covid-19. Kegiatan ini dilakukan beberapa tahapan. Kegiatan diawali dengan penyusunan rencana dan proposal kegiatan pengabdian, kemudian mengurus surat yang ditujukan kepada mitra dan perizinan. Setelah itu dilakukan penyuluhan dan pelatihan. Kegiatan berikutnya adalah evaluasi kegiatan, dan tahapan terakhir memberikan feed back serta penyusunan  laporan. Kesadaran masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi primer dan dilanjutkan vaksinasi booster sehingga meningkatkan imunitas tubuh dan menekan penularan Covid-19.Kata kunci: Vaksinasi booster, Covid-19, Herd Imunity
Pendampingan Desa Jatimulyo Untuk Pencegahan Stunting Melalui Dashat (Dapur Sehat Atasi Stunting) Larasati, TA; Ferdiansyah, Ahmad Irzal; Nusadewiarti, Azelia
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3047

Abstract

Stunting ialah gangguan tumbuh kembang anak yang ditandai dengan tinggi badan mereka terhadap usia lebih dari dua deviasi standar di bawah median standar pertumbuhan anak. Indonesia menempati posisi ke 5 tertinggi balita stunting yaitu 3,9 %, dengan sekitar 7 juta kasus atau 30,8%. Prevalensi stunting Provinsi Lampung 2018 sebanyak 27,28% danLampung Selatan sebanyak 29,08%. Puskesmas Karang Anyar kecamatan Jati Agung memiliki insiden stunting tertinggi di Lampung Selatan yaitu 459 balita, dengan jumlah yang terbanyak di Desa Jatimulyo dengan 166 balita. Selain itu, Desa Jatimulyo kecamatan Jati Agung juga merupakan desa dengan keluarga terbanyak berpotensi risiko stunting di kabupatenLampung Selatan dengan 3158 keluarga dari 6368 keluarga (49%). Meningkatkan kemampuan pencegahan stunting masyarakat Desa Jati Mulyo melalui program DASHAT ( Dapur Sehat atasi Stunting), menguatkan wewenang dan peran Desa untuk DASHAT, khususnya penyediaan pangan bernutrisi bagi keluarga berisiko stunting melalui dana desa. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui advokasi pemerintah desa untuk penguatan wewenang optimalisasi dana  desa, edukasi keluarga berisiko stunting dan penggerakan masyarakat untuk DASHAT dan pelatihan pembuatan makanan berprotein tinggi dan sayuran pada keluarga berisiko stunting. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan menilai peningkatan pemahaman tentang pencegahan stunting di rumah, dan peningkatan keterampilan membuat makanan lauk/camilan bergizi tinggi menggunakan kuisioner dan observasi. Pemahaman masyarakat mengenai stunting dan cara pencegahannya meningkat secara signifikan. Hasil pretest rata-rata bernilai 78,12 dan hasil post-test rata-rata bernilai 84,82. Peserta dapat mempraktikkan secara langsung pembuatan makanan camilan bergizi tinggi  dalam program dapur sehat atasi stunting (DASHAT).Pendampingan Desa Jatimulyo untuk pencegahan stunting melalui DASHAT telah dilakukan dan perlu dilakukan pengulangan secara periodik dan bervariasi. Kata  Kunci: stunting, DASHAT, Desa Jatimulyo.   
Edukasi Serta Pendampingan Pemanfaatan Obat Tradisional Sebagai upaya Promotif dan Preventif Penyakit Artritis Rheumatoid Di Desa Pulau Legundi, Punduh Pedada, Pesawaran Triyandi, Ramadhan; Iqbal, Muhammad; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Ramdini, Dwi Aulia; P, Cutra Yuliyanda
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3049

Abstract

Artritis rheumatoid adalah penyakit reumatik yang menyerang sistem kekebalan tubuh, terjadi pada usia produktif, mengakibatkan inflamasi kronik, kerusakan sendi yang menyebabkan aktifitas kegiatan terganggu. Kurangnya efisiensi terapi pengobatan Artritis rheumatoid hingga saat ini, serta menghasilkan efek samping yang ditimbulkan, sehingga menyebabkan meningkatnya biaya pengobatan, berdampak terhadap biaya sosial ekonomi yang tinggi.  Penggunaan terapi alternative obat tradisional dijadikan pilihan dalam rheumatoid artritis. Tujuan : Edukasi penyuluhan penyakit Artritis Rhematoid serta pendampingan penggunaan tanaman obat tradisional sebagai upaya promotive informasi dan pencegahan preventif di  Pulau Legundi,  Kecamatan  Punduh Pedada  Kabupaten  Pesawaran. Diharapkan adanya edukasi ini dapat mengetahui jenis penyakit rheumatoid artritis, ciri ciri, faktor faktor yang mempengaruhi, serta jenis tanaman obat tradisiional yang dapat digunakan untuk terapi.  Peserta langsung mendapatkan materi dalam bentuk presentasi serta membagikan buku saku materi penyuluhan untuk dibawa pulang oleh masyarakat penyuluhan. Luaran pengabdian inimenunjukan adanya peningkatan kognitif dan afektif tentang artritis Rhematoid dan pemanfaatan tanaman obat tradisonal  Kegiatan Ini diharapkan dapat meningkatkan kognitif dan afektif para kader masyarakat terhadap penyakit Artritis Rhematoid serta pemanfaatan tanaman obat tradisional membantu untuk meningkatkan kesehatan (Promotif) dan pencegahan (preventif) di Desa Pulau Legundi, Punduh Pedada Pesawaran. Kata kunci : Artritis rheumatoid, Obat tradisional, Pulau Legundi
Optimalisasi Peran Palang Merah Remaja Sebagai Peer Educator Dalam Penanganan Kegawatdaruratan Dasar Bagi Siswa SMPN 13 Kemiling Bandar Lampung Rahmawati, Selvi; Utami, Nurul; Rudiyanto, Waluyo; Alifia, Syafira; Puspita, Dian; Ali, Muhammad Chaidar; Zain, Muhammad Fathurrahman
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3050

Abstract

Pertolongan pertama adalah melakukan penanganan medis pertama secara cepat dan bersifat sementara waktu yang dapat diberikan pada seseorang pada kondisi gawat darurat. Sistem Pelayanan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) menjad solusi terpilih terbaik untuk memberi bantuan bagi seseorang dengan kriteria “gawat darurat”. Pengetahuan tentangpertolongan pertama di antara para siswa sangatlah penting sehingga mereka dapat membantu mereka sendiri atau orang lain jika terjadi cedera di lingkungan sekolah. Kedudukan tenaga PMR di sekolah yang terlatih di tahap prahospital di dalam SPGDT memiliki posisi sangat strategis. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi dan pelatihan mengenai teknik penanganan kegawatdaruratan dasar pada kelompok siswa Palang Merah Remaja (PMR) di SMPN 13 Bandar Lampung. Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada tanggal 21 Juli 2022 bertempat di Aula SMPN 13 Bandar Lampung. Peserta pada kegiatan ini sesuai dengan kelompok sasaran yaitu 22 orang siswa kelompok PMR SMPN 13 Bandar Lampung. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah promosi kesehatan melalui penyuluhan yang dilanjutkan dengan diskusi dan praktik mengenai teknik kegawatdaruratan dasar seperti teknik evakuasi korban, teknik RJP dan bidai. Evaluasi dilakukan dengan memberikan pre-test sebelum pemberian materi dan post-test setelah pemberian materi. Tim kegiatan melibatkan tenaga ahli yang berpengalaman dalam memberikan edukasi mengenai ilmu dasar kesehatan, teknik kegawatdaruratan dasar dan praktik lapangan. Secaraumum, hasil evaluasi menunjukan terdapat peningkatan pada pemahaman dan keterampilan menerapkan teknik kegawatdaruratan oleh kelompok sasaran. Ke depannya, kelompok sasaran diharapkan dapat menerapkan keterampilan yang dilatih dan mampu menjadi peer educator bagi lingkungan di sekitarnya. Kata kunci : kegawatdaruratan dasar, palang merah remaja, peer educator
Pemberdayaan Kader Kesehatan Cipadang Dalam Penilaian Status Gizi Ibu Dan Anak Serta Pencegahan Stunting Pada Komunitas Agromedicine Di Desa Cipadang Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Komala, Ramadhana; Nareswari, Shinta; Zuraida, Reni; Sari, Ratna Dewi Puspita; Wardani, Dyah Wulan Sumekar Rengganis; Apriliana, Ety; Wijaya, Sofyan Musyabiq; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Wahyuni, Ari
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3052

Abstract

Stunting adalah keadaan gagal tumbuh dikarenakan kekurangan gizi kronis selama 1000 hari pertama kehidupan yang berdampak pada perkembangan otak, menurunkan produktivitas, dan lebih rentan terkena penyakit kronis ketika masa dewasa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang stunting. Kegiatan ini dilakukan di Desa Cipadang, Kabupaten Pesawaran, Lampung dengan sasaran  30 orang kader posyandu. Bentuk kegiatan yang dilakukan pada responden adalah bentuk penyuluhan/ ceramah.Evaluasi diberikan sebanyak sebanyak dua kali, yakni di awal sebelum kegiatan penyuluhan (pretest) dan di akhir  setelah kegiatan penyuluhan selesai (post test). Metode analisis yang digunakan dalam adalah analisis deskriptif yang meliputi persentase peningkatan pengetahuan dan rata-rata peningkatan pengetahuan kader. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 73% responden meningkat pengetahuannya tentang stunting dan penilaian status gizi. Rata-rata skor pengetahuan kader tentang stunting dan penilaian status gizi sebelum dilakukan penyuluhan masih rendah yakni 53,3 ± 17.6 poin dan meningkat setelah penyuluhan yakni 78,6 ± 15,4 poin. Rata-rata peningkatan skor kader dalam kegiatan penyuluhan cukup baik yakni  25,3 ± 2,37 poin. Kegiatan penyuluhan kepada kader perlu dilakukan secara rutin dan berkelanjutan agar kader memiliki pemahaman yang baik untuk dapat melakukan deteksi dini dan pencegahan stunting yang berdampak pada peningkatan kualitas sumberdaya manusia di masa depan.Keyword : Kader kesehatan, penilaian status gizi, penyuluhan, stunting
Edukasi Isi Piringku dalam Pencegahan Anemia Berbasis Media Pembelajaran Flipchart pada Remaja Putri di Pulau Rimau, Lampung Selatan Wijaya, Sofyan Musyabiq; Nasution, Syahrul Hamidi; Graharti, Risti
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3053

Abstract

Penduduk Pulau Rimau memiliki keterbatasan dalam pemenuhan ketahanan pangan di tingkat keluarga. Keterbatasan ini  meliputi akses untuk mendapatkan makanan yang beraneka ragam, keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan sehingga terekndala terhadap informasi mengenai kesehatan yang didapatkan oleh penduduk pulau rimau, khususnya remaja putri yang memiliki resiko terhadap kejadian anemia. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan penyuluhan,dengan media edukasi flipchart isi piringku untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan Remaja Putri di Pulau Rimau  LampungSelatan. Kegiatan dilakukan di Pulau Rimau dengan sasaran adalah remaja putri. Evaluasi mnggunakan metode pre dan post test selama kegiatan untuk melihat peningkatan pengetahuan. Hasil perbandingan Pre Tes dan Post test menjelaskan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dari responden setelah dilakukan intervensi edukasi.Kata Kunci : Edukasi Isi Piringku, Anemia, Remaja Putri
Edukasi Hidup dan Bekerja dengan Gejala Long COVID-19 pada Civitas Akademika Universitas Lampung Oktafany, Oktafany; Soleha, Tri Umiana; Lisiswanti, Rika
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3054

Abstract

Latar Belakang: Meskipun banyak orang dengan COVID-19 menjadi lebih baik dalam beberapa minggu, beberapa orang terus mengalami gejala yang dapat berlangsung selama berbulan-bulan setelah pertama kali terinfeksi, atau mungkin memiliki gejala baru atau berulang. Hal Ini bisa terjadi pada siapa saja yang pernah terkena COVID-19, bahkan jika penyakit awalnya ringan. Orang dengan kondisi ini kadang-kadang mendapat komplikasi jangka panjang. Kondisi ini dikenal sebagai long COVID-19. Mengingat munculnya COVID-19 yang berkepanjangan sebagai masalah kesehatan yang persisten dan signifikan, di Amerika Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan kantor kehakiman menetapkan kondisi ini sebagai disabilitas khusus.  Dimana penderita satu atau lebih gejala long COVID-19 mendapat prioritas untuk mendapat rehabilitasi dan hak atas pekerjaannya dengan kompensasi berbagai kemudahan baik fasilitas maupun jenis pekerjaan yang disesuaikan dengan kondisibaik fisik maupun mental penderitanya. Tujuan: Adapun yang menjadi tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan penyintas COVID-19 yang merupakan civitas akdemika Universitas Lampung. Manfaat: Bagi masyarakat khususnya penyintas COVID-19 , agar lebih mengerti dan bisa menerima kondisi baik fisik dan mental akibat gejala long COVID-19 yang dideritanya Metode: Metode kegiatan dilakukan dengan pemberian ceramah mengenai long COVID-19 baik gejala maupunpenaganannya kepada civitas akademika Universitas Lampung yang merupakan penyintas COVID-19. Tahapan kegiatan meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi paska pelaksanaan. Kata kunci: Disabilitas, long COVID-19, Penyintas COVID-19
Edukasi Upaya Pencegahan Gangguan Kesehatan Mata di Rumah Sakit Harapan Bunda Kabupaten Lampung Tengah Yusran, Muhammad; Anggraini, Dwi Indria; Imanto, Mukhlis; Fauzi, Ahmad; Rodiani, Rodiani
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3057

Abstract

Gangguan penglihatan dan kebutaan merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi yang besar diseluruh dunia.Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevalensi gangguan penglihatan dan kebutaan yang cukup besar dibandingkan beberapa negara di ASEAN. Prevalensi kebutaan di Indonesia sebesar 3 % dan berkontribusi sebesar 13%terhadap angkan kebutaan di negara-negara ASEAN. Gangguan kesehatan mata dapat dicegah dengan melakukanupaya skrining kesehatan mata secara berkala, pembatasan penggunaan gawai dan penggunaan alat pelinduing diri ditempat kerja. Rumah Sakit Harapan Bunda Lampung Tengah merupakan rumah sakit rujukan di kabupaten lampungtengah dengan populasi penduduk sebagian besar petani yang rentan terjadi penyakit akibat kerja. Evaluasi awaldidapatkan pengetahuan yang kurang dalam tindakan pencegahan dan deteksi dini. Penyuluhan tindakan pencegahangangguan kesehatan mata telah dilakukan dengan metode edukasi di Rumah Sakit Harapan Bunda pada tanggal 13Oktober 2022 dan diikuti oleh 50 orang keluarga pasien rawat jalan. Hasil evaluasi kegiatan didapatkan peningkatanpengetahuan peserta dalam upaya pencegahan gangguan kesehatan mata..Kata Kunci: Gangguan mata, Edukasi, Pencegahan
Peningkatan Pengetahuan dan Sikap tentang Penyakit Toksoplasmosis serta Skrining Status Kesehatan pada Pekerja Peternakan Tradisional Ayam Bukan Ras di Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu Kurniawan, Betta; Suwandi, Jhons Fatriyadi; Mutiara, Hanna; Jausal, Anisa Nuraisa; Hamzah, Muhammad Syafei
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3058

Abstract

Tujuan: Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terutama pemilik dan pekerja peternakan tradisional tentang bahaya, cara penularan, cara pengobatan dan pencegahan penyakit toksoplasmosis serta melakukan deteksi dini infeksi toksoplasmosis. Metode: Penyuluhan tentang bahaya, cara penularan, cara pengobatan dan pencegahan penyakit toksoplasmosis, promosi kesehatan berupa Pelatihan kesehatan dan keselamatan kerja (K3), serta skrining status kesehatan. Hasil: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat diikuti oleh 34 orang peserta. Setelah dievaluasi terjadi peningkatan pengetahuan peserta mengenai penyakit toksoplasmosis. Saran: Kegiatan penyuluhan kesehatan ini perlu diadakan secara berkelanjutan agar pengetahuan dan perilaku pekerja peternakan ayam semakin meningkat serta perlu juga dilakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mencegah transmisi penyakit toksoplasmosis di antara pekerja. Kata kunci: peternakan tradisional ayam, skrining kesehatan, toksoplasmosis