cover
Contact Name
AGROINOTEK
Contact Email
agroinotek@ub.ac.id
Phone
+628573259811108584345594
Journal Mail Official
agroinotek@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Jalan Veteran Kota Malang, Jawa Timur, 65140
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
AGROINOTEK
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 27743357     EISSN : 27743357     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.agroinotek
Core Subject :
The scope of AGROINOTEK includes, but is not limited to, Agroecology, Agrotechnology, Agribusiness, Agricultural Economics, Agricultural Sociology, Agricultural Communication and Extension, Forestry, Appropriate Technology, as well as other relevant interdisciplinary fields. The journal welcomes original research articles, case studies, and critical review papers that make significant contributions to the advancement of knowledge, methodologies, and practical applications.
Arjuna Subject : -
Articles 80 Documents
Pengaruh Kombinasi Pupuk NPK Foliar dan Anorganik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kubis Mubarok, Amrul; Suyadi, Suyadi; Sunarto, Bintar Probo; Nurin, Yusuf Mahardika; Atmojo, Erlangga Dwi
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.01.10

Abstract

Kubis (Brassica oleracea var. capitata L.) merupakan komoditas hortikultura penting di Indonesia dengan nilai ekonomi tinggi. Namun, produktivitasnya sering dipengaruhi oleh faktor agronomis, termasuk efisiensi pemupukan. Pupuk NPK Foliar diketahui dapat merangsang pertumbuhan vegetatif dan meningkatkan pembentukan klorofil, sehingga mendukung pertumbuhan dan hasil kubis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pupuk NPK Foliar terhadap pertumbuhan dan hasil kubis melalui penelitian di Desa Wonomulyo, Kabupaten Malang, pada Agustus–Oktober 2024. Uji dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Perlakuan meliputi kontrol tanpa pupuk (P1), pupuk NPK standar (P2), pupuk NPK Foliar dengan berbagai dosis (P3–P10), serta kombinasi pupuk NPK Foliar dan standar petani (P8, P9). Parameter yang diamati mencakup vegetatif (jumlah foliar, panjang dan lebar foliar) dan generatif (bobot dan diameter krop). Data dianalisis menggunakan uji BNJ 5%, dengan efektivitas agronomis dihitung melalui RAE, dan efektivitas ekonomi melalui rasio R/C. Hasil menunjukkan P9 (6 kg/ha + ½ standar petani) unggul pada sebagian besar parameter vegetatif. Pada parameter generatif, P6 (4,5 kg/ha) dan P7 (7,5 kg/ha) memberikan performa terbaik, terutama dalam bobot krop dan produktivitas. P7 mencatat produktivitas tertinggi (21,67 ton/ha) dan keuntungan maksimal (Rp27.600.000) dengan rasio R/C sebesar 2,75, menjadikannya perlakuan paling efektif baik secara agronomis maupun ekonomis.
Pengelolaan Limbah Cair dari Sisa Proses Produksi Rokok di WTC (Water Treatment and Composting Plant) PT. Djarum Oasis Hadiwijoyo, Erekso; Ramadhan, Rafli Rizki
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.01.02

Abstract

ABSTRAKLimbah merupakan bahan sisa produksi dari suatu kegiatan yang dilakukan oleh aktivitas manusia. Limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan dan manusia jika tidak dikelola dengan baik. Proses produksi rokok menghasilkan limbah yang tidak sedikit. Limbah industri yang tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan pencemaran terhadap lingkungan, pencemaran tersebut akan merusak keseimbangan lingkungan. Perlu adanya usaha dalam melakukan pengelolaan limbah yang dihasilkan oleh industri. Upaya yang dilakukan dalam mengurangi dampak negatif tersebut, PT. Djarum Oasis memiliki unit pengolahan limbah cair yang disebut WTCP. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan pada bulan Juli hingga September 2024. Kegiatan tersebut menggunakan metode observasi, wawancara, dan pustaka. Water Treatment and Composting Plant merupakan unit pengolahan air limbah. Kegiatan pengolahan mulai diproses pada penampungan di domestic tank untuk limbah air domestik dan turbo coagulator untuk limbah proses. Air yang ada dilakukan pengolahan pada pengolahan yaitu oxidation ditch yang memanfaatkan lumpur aktif dengan bakteri aerob. Kemudian dialirkan ke sedimentation tank untuk pengendapan dan clarifier tank untuk proses penjernihan. Endapan yang dihasilkan akan diolah menjadi vermikompos. Proses pengolahan limbah yang dilakukan di WTCP telah berjalan dengan baik mengingat semua parameter yang diuji pada uji analisis telah memenuhi standar baku mutu yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001.
Pelatihan Pengolahan produk Kudapan Bebahan Baku Pangan Lokal Siswantoro, Ajik; Pertiwi, Vi’in Ayu; Utomo, Medea Ramadhani; Jamroni, Mofit; Muslimin, Yusti Dina; Amalia, Rizka; Laili, Fitrotul; Handono, Setyo Yuli
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2025.006.01.08

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian bisa dilakukan dengan banyak cara salah satunya dengan pelatihan. Pelatihan dengan menguunakan bahan baku lokal merupakan bentuk terobosan baru di dalam memanfaatkan potensi lokal. Pelatihan yang di rancang kali ini adalah pembuatan aneka kudapan dengan bahan baku lokal. Jika potensi lokal bisa dimanfaatkan dengan baik maka akan berdapak kepada ekonomi rumah tangga yang semakin membaik. Melihat kondisi tersebut, maka kegiatan pelatihan dalam upaya memanfaatkan potensi komoditi pertanian lokal. Pelatihan di anggap perlu untuk meningkatkan ketrampilan ibu-ibu rumah tangga dan meningkatka jiwa wira Usaha. Berdasarkan analisis masalah di atas, maka usulan model kegiatan adalah: Pelatihan peningkatan kreatifitas membuat aneka kudapan berbasis bahan pangan lokal. Kegiatan pelatihan dilakukan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai pengelolaan usaha. Metode yang dilakukan dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yaitu: Memberikan pelatihan, modul materi pelatihan, serta Praktek pembuatan beberapa jenis aneka kudapan berbasis bahan pangan lokal (Talas dan Labusiam). Target luaran kegiatan adalah: Peserta dapat membuat aneka macam kudapan dengan bahan baku pangan lokal, mampu mempraktekan secara bekelanjutan, terdapat prodak khas lokasi pengabdian dan menghasilkan pliblikasi jurnal nasional.
Pemberdayaan Pelaku UMKM Melalui Implementasi Crafting Business Architecture Putritamara, Jaisy Aghniarahim; Hartono, Budi; Kusumastuti, Anie Eka; Winarto, Priyo Sugeng; Satria, Awang Tri; Purwanti, Tina Sri
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2025.006.01.04

Abstract

Pandemic COVID-19 masyarakat menggantikan seluruh aktivitas ekonomi dengan teknologi digital untuk menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang terjadi di pasar. Hal ini membuat kompetisi di pasar semakin ketat, karena seluruh produsen ingin mendapatkan value proporsition yang membantu para produsen untuk mencapai keunggulan bersaing yang lebih baik. Oleh karena itu diperlukan Crafting Business Architecture (CBA) yang bertujuan untuk menentukan prinsip kunci dalam Menyusun strategi membangun dan mengembangkan bisnis secara inovatif dengan cara yang cepat dan mudah. Pada dasarnya CBA menekankan konsep inovatif sehingga pembisnis mampu adaptif dan absorptive terhadap perubahan lingkungan bisnis bahkan dinilai lebih unggul sehingga mampu memenangkan persaingan bisnis sapi perah. Metode pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan ini menggunakan pendekatan Partisipatory Rural Appraisal (PRA) yang mengisnisasi sitem pemberdayaan secara bottom-up sehingga mampu menghubungkan masalah dan solusi dari masyarakat di level bawah. Berikut merupakan tahapan dalam mendesain template model bisnis CBA: Memberikan sosialisasi tentang kondisi eksisting bisnis dan CBA. Pengisian template CBA. Berikut merupakan template CBA sebagai model bisnis yang akan diberikan pada sasaran. Praktik board game dengan para pelaku bisnis untuk simulasi keputusan inovatif, Simulasi bisnis oleh para pemangku kepentingan, Focus Group Discussion dengan expert untuk menentukan model bisnis yang tepat.Berdasarkan hasil analisis pretest dan postest yang menunjukkan adanya perbandingan pengetahuan sebelum dan setelah pelatihan melalui media board game bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan pemahaman pembisnis dalam pengembangan dan inovasi pemasaran produk. Pembisnis mulai memahami pengambilan keputusan strategis melalui tiga fase yakni riset produk, pengembangan produk dan peluncuran produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan segmentasi pasar.
Pelestarian Budaya dan Warisan Lokal Masyarakat Sekitar Mikro Wisata Kawasan Penyangga Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Purnomo, Mangku; Siswantoro, Ajik; Andriatmoko, Novil Dedy; Sunarto, Bintar Probo; Ma'ruf, Zulfan Firdaus; Izzati, Erwinda Mufidah; Hilmi, Muhammad Aldian; Aurelia Ludvie, Shakira Khunaira; Jamroni, Mofit
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2025.006.01.01

Abstract

Pariwisata yang berkelanjutan merupakan implementasi tujuan SDGs dalam sektor pariwisata yang bertujuan meminimalisir dampak negatif terhadap aspek ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan. Keberlanjutan pariwisata dari aspek budaya dapat dilihat dari pelestarian budaya dan warisan lokal di sekitar kawasan wisata, yang dianalisis melalui kepedulian masyarakat dan upaya menjaga budaya tersebut. Penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi dilakukan pada 9 lokasi mikro wisata di sekitar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yaitu Hutan Pinus Semeru, Tumpak Sewu, Kapas Biru, Kopi Rejo, Winong Camping Ground, Puncak B29, Ranu Lingga Rekisi, Madakaripura, dan Seruni Point. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-November 2024, menggunakan purposive sampling dan metode triangulasi untuk validasi data. Hasil penelitian menunjukkan adanya keragaman budaya seperti Bantengan, Jaranan, Reog, Wayang Kulit, Tari Legong, dan lain-lain, serta warisan lokal seperti Punden, Sungai Umbulan, Candi Jawa, dan berbagai tradisi kuliner dan situs bersejarah. Tingkat kepedulian masyarakat terhadap budaya dan warisan lokal terlihat dari peran mereka sebagai pelaku seni maupun penikmat budaya tersebut. Upaya pelestarian dilakukan melalui pembentukan kelompok seni dan penyebaran pengetahuan tentang budaya kepada wisatawan. Secara keseluruhan, pariwisata berkelanjutan ini tidak hanya menjaga kelestarian budaya dan warisan lokal, tetapi juga mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan wisata.
Pendampingan Rukun Pangan Bumdesa: Membangun Ketahanan Pangan dan Kemandirian Desa Purnomo, Mangku; Siswantoro, Ajik; Andriatmoko, Novil Dedy; Sunarto, Bintar Probo; Ma’ruf, Zulfan Firdaus; Izzati, Erwinda Mufidah; Hilmi, Muhammad Aldian
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2025.006.01.05

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan dan kemandirian desa melalui pendampingan Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa) dalam pengelolaan Rukun Pangan di Jawa Timur. Kegiatan difokuskan pada peningkatan kapasitas manajerial dan operasional pengurus Bumdesa, penyusunan sistem tata kelola yang efisien, serta penguatan jejaring distribusi dan pemasaran produk pangan lokal. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan, asistensi langsung, dan evaluasi partisipatif bersama warga serta pemerintah desa. Hasil yang dicapai menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan pengelolaan usaha pangan, pembentukan struktur organisasi yang lebih tertata, serta peningkatan akses masyarakat terhadap bahan pangan pokok dengan harga terjangkau. Program ini juga berhasil memicu keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan Rukun Pangan, mendorong pola konsumsi lokal yang berkelanjutan, dan menumbuhkan semangat kewirausahaan desa. Secara umum, kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas dan membangun fondasi kemandirian ekonomi desa. Diharapkan, model pendampingan ini dapat direplikasi di wilayah lain dengan adaptasi kontekstual sesuai karakteristik lokal masing-masing desa.
Pemberdayaan Petani Cabai Rawit di Tuban melalui Pendekatan Pengelolaan Penyakit Terpadu Sektiono, Antok Wahyu; Taufiqurrahman, Achmad Fitriadi; Hamdani, Rizky Dwi
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2025.006.01.03

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens) merupakan komoditas hortikultura strategis yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia, khususnya di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sebagai salah satu sentra produksi utama dengan luas tanam 20.581 hektar dan produksi 21.581 ton. Namun, petani menghadapi berbagai tantangan, terutama serangan penyakit layu Fusarium dan layu bakteri yang mengancam produktivitas dan keberlanjutan usaha tani. Ketergantungan tinggi pada pestisida kimia sintetik yang kurang tepat aplikasi juga memperburuk kondisi agroekosistem dan meningkatkan biaya produksi. Pengabdian masyarakat ini mengimplementasikan pendekatan pengelolaan penyakit terpadu berbasis ekologi melalui pelatihan dan pendampingan kepada anggota Kelompok Tani Harum Tani di Desa Sukoharjo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban. Materi pelatihan meliputi analisis situasi penyakit, pemanfaatan agens hayati, serta teknik pengelolaan penyakit secara terpadu. Metode pelaksanaan menggunakan sekolah tani dengan pendekatan partisipatif dan pembelajaran eksperiensial. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman petani terhadap gejala penyakit dan teknik pengendalian ramah lingkungan, khususnya penggunaan agens hayati Trichoderma spp. dan Pseudomonas fluorescens. Beberapa petani mulai menerapkan teknik tersebut di lapangan, menandai perubahan perilaku budidaya yang positif. Kendala utama adalah perubahan pola pikir dan ketersediaan agens hayati lokal, yang memerlukan pendampingan berkelanjutan dan dukungan sinergis dari pemerintah serta stakeholder terkait. Pendekatan terpadu ini efektif dalam meningkatkan kapasitas petani dan mendukung produksi cabai rawit yang lebih produktif dan berkelanjutan. 
Analisis Ketahanan Penetrasi Subsoil Di Agroekosistem Kebun Kopi Robusta Di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang Ifadah, Nisfi Fariatul; Riyanto, Saniya Reizta; Jasmita, Adellia; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2025.006.01.10

Abstract

Subsoil compaction indicator can be seen from the value of soil penetration resistance (SPR). Information related to the distribution of soil penetration resistance is important as the efforts to increase coffee production due to the relation to development of coffee roots, while at the research location does not have yet this information. Therefore, further research is needed to know the soil penetration resistance at several coffee ages with different soil depths and to analyze the relation between soil penetration resistance with other soil physical properties, coffee growth, as well as productivity of coffee crops in the Robusta coffee plantation. This research activity was carried out by survey method and purposive sampling method. The survey activities include making minipits, measuring soil penetration resistance at coffee plantation with a coffee plant age of 5 to >20 years at a soil depth of 0-20 cm, 20-40 cm, and 40-60 cm by using a hand penetrometer, taking soil samples, and measuring coffee plant growth. The results showed that soil penetration resistance (SPR) in smallholber coffee plantations in the coffee root zone is classified into the “Medium” and “High” soil penetration resistance classes (1.34 MPa to 3.35 MPa). Variations in SPR values are caused by differences of cpffee age, agricultural activities in coffee plantations, and soil physical characteristics. Several physical properties of the soil that are closely related to the soil penetration resistance value are aggregate stability, water content, bulk density, porosity, silt content, and clay content. The soil penetration resistance value is closely related to the productivity of Robusta coffee, with a correlation coefficient value of -0.5936**.
Pemberdayaan Petani Cabai Rawit melalui Diseminasi Teknologi Agens Hayati di Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban Widjayanti, Tita; Taufiqurrahman, Achmad Fitriadi; Abidhin, M. Zainal
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2025.006.01.06

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens) merupakan salah satu komoditas hortikultura strategis yang rentan terhadap serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Di Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, permasalahan utama budidaya cabai rawit mencakup serangan hama dan penyakit serta tingginya ketergantungan petani terhadap pestisida kimia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam pengendalian OPT secara ramah lingkungan melalui diseminasi teknologi agens hayati. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif, meliputi penyuluhan, pelatihan teknis, praktik perbanyakan mikroba, dan pendampingan aplikasi di lapangan. Mikroba yang digunakan antara lain Trichoderma sp., Beauveria bassiana, Pseudomonas fluorescens, Azospirillum sp., dan Azotobacter sp. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan petani dalam produksi serta penggunaan agens hayati sebagai alternatif pengendalian penyakit tanaman. Petani mampu membuat media perbanyakan secara aseptis dan berhasil menginokulasi mikroba dengan tingkat kontaminasi rendah. Selain itu, kegiatan ini juga menghasilkan terbentuknya laboratorium mini sebagai sarana produksi dan pembelajaran berkelanjutan di tingkat kelompok tani. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip pengelolaan agroekosistem berbasis ecological engineering, yang menekankan penggunaan input lokal, pengurangan bahan kimia sintetis, dan penguatan kelembagaan petani. Kegiatan ini menunjukkan bahwa diseminasi teknologi agens hayati berbasis partisipatif efektif dalam mendukung praktik budidaya cabai rawit yang lebih berkelanjutan, serta berpotensi direplikasi di wilayah lain dengan tantangan serupa.
Penerapan Sistem Hidroponik Deep Flow Technique (DFT) untuk Diversifikasi dan Ketahanan Pangan di Kabupaten Probolinggo Hanani, Nuhfil; Nugroho, Tri Wahyu; Rahman, Moh. Shadiqur
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2025.006.01.02

Abstract

Ketahanan pangan Indonesia menghadapi tantangan serius akibat alih fungsi lahan, perubahan iklim, dan degradasi lingkungan. Salah satu solusi strategis yang diusulkan adalah pemanfaatan teknologi pertanian modern melalui sistem hidroponik, khususnya teknik Deep Flow Technique (DFT). Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kabupaten Probolinggo untuk mengenalkan dan mengimplementasikan hidroponik DFT sebagai pendekatan pertanian berkelanjutan di lahan pekarangan. Kegiatan dilakukan melalui pendekatan partisipatif mulai dari identifikasi lokasi, desain dan instalasi sistem, hingga pendampingan, pelatihan, dan pemanenan. Sistem DFT terbukti efisien dalam penggunaan air dan nutrisi, mampu menghasilkan sayuran berkualitas tinggi seperti sawi, bayam, dan kangkung, serta ramah lingkungan karena minim penggunaan pestisida. Hasil program menunjukkan peningkatan keterampilan teknis masyarakat dalam budidaya hidroponik, peningkatan akses terhadap sayuran bergizi, dan terbukanya peluang ekonomi lokal melalui pemasaran hasil panen. Program ini juga berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya diversifikasi pangan dan pertanian berkelanjutan. Dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat seperti kelompok tani, ibu rumah tangga, dan pelajar, program ini menjadi model pemberdayaan berbasis teknologi pertanian yang dapat direplikasi di daerah lain. Secara keseluruhan, program hidroponik DFT ini memberikan kontribusi positif terhadap ketahanan pangan lokal dan kesejahteraan masyarakat di tengah keterbatasan lahan dan sumber daya alam.