cover
Contact Name
Meisa Sofia
Contact Email
meisa.sofia@bisnis.pnj.ac.id
Phone
+62217863538
Journal Mail Official
snrt@bisnis.pnj.ac.id
Editorial Address
Gedung H Jl. Prof. DR. G.A. Siwabessy, Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16424
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Proceeding Seminar Nasional Riset Terapan Administrasi Bisnis dan Mice (SNRT)
ISSN : 20853262     EISSN : 27757374     DOI : https://doi.org/10.32722/snrtbisnis
Core Subject :
Seminar Nasional Riset Terapan Administrasi Bisnis dan MICE merupakan konferensi yang berskala nasional yang diadakan setiap tahunnya oleh Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Jakarta. Konferensi ini bertujuan untuk menjadi ajang pertemuan ilmiah para peneliti, akademisi, dan praktisi dari dunia industri untuk berdiskusi dan mempublikasikan hasil penelitian dan penerapan teknologi terkini.
Arjuna Subject : -
Articles 238 Documents
Pemetaan dan Pengembangan Ekosistem Kewirausahaan Dalam Perspektif Modal Sosial (Studi Kasus Industri Kreatif Kota Depok) Fortuna Zain; Wahyudi Utomo; Azwar
Seminar Nasional Riset Terapan Vol. 11 No. 01 (2022): SNRT XI TAHUN 2022
Publisher : Administrasi Niaga Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This study aims to produce an entrepreneurial ecosystem model by making the creative industry in the Depok City area a research locus. This research uses postpositivism paradigm with mixed methods method. Informants and respondents consist of business actors, government, banking, professionals, markets and social communities. The network theory perspective is used as an analytical approach to develop an entrepreneurial ecosystem model. This research is expected to be the first step to develop a conceptual model that describes mechanisms such as knowledge transfer, productive entrepreneurship, and innovation that can encourage the competitive advantage of creative industries in Depok City. The business actors are the actors who play the most role in this matter. while the pattern of interaction between actors and factors shows the limited role and interaction of government, professional, banking, social community, and market actors towards business actors in the creative industry entrepreneurship ecosystem in the Depok City area. Therefore, it is necessary to strive to increase the involvement of business actors and academics in a sustainable manner in government programs and the formation of industrial communities to become some practical suggestions in the findings of this research. Keywords: competitiveness, entrepreneurial ecosystem, creative industry, network theory ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan informasi awal model ekosistem kewirausahaan dengan menjadikan industri kreatif di wilayah Kota Depok sebagai lokus penelitian. Penelitian ini menggunakan paradigma postpositivisme dengan metode mix methods. Informan dan responden terdiri dari aktor pelaku usaha, pemerintah, perbankan, profesional, pasar dan masyarakat sosial. Perspektif network theory digunakan sebagai pendekatan analitis untuk mengembangkan model ekosistem kewirausahaan. Penelitian ini diharapkan akan menjadi langkah awal untuk mengembangkan model konseptual yang menggambarkan mekanisme seperti transfer pengetahuan, kewirausahaan produktif, dan inovasi yang dapat mendorong keunggulan daya saing industri kreatif di Kota Depok. Adapun pelaku usaha merupakan aktor yang paling berperan dalam hal ini, sementara pola interaksi antar aktor dan faktor menunjukkan keterbatasan peran dan interaksi dari aktor pemerintah, profesional, perbankan, masyarakat sosial, dan pasar terhadap pelaku usaha dalam ekosistem kewirausahaan industri kreatif di wilayah Kota Depok. Oleh karena itu perlu diupayakan bagaimana meningkatkan keterlibatan pelaku usaha dan akademisi secara berkelanjutan dalam program pemerintah dan pembentukan komunitas industri utuk menjadi beberapa saran praktis dalam temuan penelitian ini. Kata Kunci: daya saing, ekosistem kewirausahaan,iIndustri kreatif, network theory
Pengaruh Perceived Usefulness dan Perceived Risk Terhadap Continuance Intention Dalam Penggunaan Aplikasi DANA di Jakarta Dwi Mega Lestari; Yanita Ella Nilla Chandra; Nidia Sofa; Risya Zahrotul Firdaus
Seminar Nasional Riset Terapan Vol. 11 No. 01 (2022): SNRT XI TAHUN 2022
Publisher : Administrasi Niaga Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Digital wallets are one of the innovations in the development of financial technology. One of the popular digital wallet products in Indonesia is DANA. It offers various features to meet its users' needs who use the DANA application repeatedly. User interest in using the DANA application repeatedly can be seen from several factors, such as how users perceive usability and risk. This study was conducted to determine the effect of perceived usefulness and perceived risk on interest in the repeated use of the DANA digital wallet. The number of samples is 100 respondents spread across DKI Jakarta. The data collection method used is a questionnaire. The research data were analyzed using PLS-SEM with the help of SmartPLS. The results showed that the relationship between X1 and Y produced a path coefficient value of 0.650 and a P value of 0.000, while the relationship between X2 and Y produced a path coefficient value of -0.183 and a P value of 0.017, and the relationship between X1 and X2 variables with Y had an F-count value of 48.113. Based on the results of the study, it can be concluded that perceived usefulness has a significant positive effect on continuance intention, perceived risk has a significant negative effect on continuance intention, and perceived usefulness and perceived risk simultaneously have an effect on continuance intention. Keyword: Perceived Usefulness, Perceived Risk, Continuance Intention. ABSTRAK Dompet digital merupakan salah satu inovasi dari perkembangan teknologi finansial. Salah satu produk dompet digital yang populer di Indonesia adalah DANA dengan menawarkan berbagai macam fitur untuk memenuhi kebutuhan penggunanya agar dapat menggunakan aplikasi DANA secara berulang. Minat pengguna dalam menggunakan aplikasi DANA secara berulang dapat dilihat dari beberapa faktor seperti bagaimana persepsi pengguna tentang kegunaan dan risiko. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh persepsi kegunaan dan persepsi risiko terhadap minat penggunaan berulang dalam penggunaan dompet digital DANA. Jumlah sampel sebanyak 100 responden yang tersebar di DKI Jakarta. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Data penelitian dianalisis menggunakan PLS-SEM dengan bantuan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan X1 dengan Y menghasilkan nilai koefisien jalur 0,650 dan P value 0,000, sementara hubungan variabel X2 dengan Y menghasilkan nilai koefisien jalur -0,183 dan P value 0,017, serta hubungan variabel X1 dan X2 dengan Y mempunyai nilai F-hitung 48,113. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa perceived usefulness berpegaruh positif signifikan terhadap continuance intention, perceived risk berpengaruh negatif signifikan terhadap continuance intention, serta perceived usefulness dan perceived risk berpengaruh secara simultan terhadap continuance intention. Kata Kunci: Persepsi Kegunaan, Persepsi Risiko, Minat Penggunaan Berkelanjutan.
Analisis Risiko dan Implikasinya pada Penyelenggaraan Festival/Special Event Berdasarkan Perspektif Attendance Management (Studi Kasus: Event Berdendang Bergoyang 2022) Annisa Wardhani
Seminar Nasional Riset Terapan Vol. 11 No. 01 (2022): SNRT XI TAHUN 2022
Publisher : Administrasi Niaga Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Since the government began to relax the Community Activity Restrictions (PPKM), activities/events involving large numbers of participants such as music concerts have also begun to be held again. Even though there is still the possibility of high risks and other uncertainties, this activity which involves many participants obtained permission from the government to be held in order to revive the economy which had been slumped due to the pandemic. After a long absence during the pandemic, the return of the festival/special industry has attracted high attention and enthusiasm of the public who have been waiting for the return of festival/special event activities, especially music concerts. This study will analyze the risks that occur and their implications for music festival activities. The results of the analysis found that the majority of risks and implications that occur are closely related to participant management (audience management) which is not handled properly by the organizers. Keywords: Event, Risk Management, Audience Management, Festival ABSTRAK Sejak pemerintah mulai melonggarkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), kegiatan/ event yang melibatkan partisipan dalam jumlah besar seperti konser musik juga mulai kembali diselenggarakan. Meski masih ada kemungkinan risiko tinggi dan ketidakpastian lainnya, kegiatan yang melibatkan banyak partisipan ini memperolah izin dari pemerintah untuk diselenggarakan untuk menggerakkan kembali perekonomian yang sempat terpuruk karena pandemi. Setelah vakum dalam waktu yang cukup lama selama pandemi, kembalinya industri festival/ special sangat menarik perhatian dan antusiasme dari masyarakat yang sejak lama menunggu terselenggaranya kembali kegiatan festival/ special event, utamanya konser musik. Penelitian ini akan menganalisis risiko yang terjadi serta implikasinya pada kegiatan festival musik berdendang bergoyang. Hasil dari analisis ditemukan bahwa mayoritas risiko dan implikasi yang terjadi berkaitan erat dengan manajemen partisipan (audience management) ynag kurang tertangani dengan baik oleh penyelenggara . Kata Kunci: Pertemuan, Tingkat Risiko, Risiko, pandemi Covid 19
Optimalisasi Peran Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak (IGTK) Depok Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Organisasi Iis Mariam; Endah Wartiningsih; Titik Purwinarti; Zaenal Abidin Eko Putro
Seminar Nasional Riset Terapan Vol. 11 No. 01 (2022): SNRT XI TAHUN 2022
Publisher : Administrasi Niaga Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT In the current era of globalization and information technology, the world of education has challenges as well as opportunities to be able to adapt to changes that occur both in the internal and external environment of the school. Kindergarten education is one form of early childhood education which has an important role in developing a child's personality and as a foundation in entering the next level of education. Improving the competence of administrative staff, teachers and principals still needs to be improved In an effort to improve the quality of Kindergarten educational organizations, one part of the Pentahelix concept, namely the involvement of associations, plays an important role. The Depok Kindergarten Teacher Association (IGTK) has a role in improving the quality of administrative services for administrative staff, teachers and school principals to students, parents and the community. The research was conducted on administrative staff, teachers and kindergarten principals in Sawangan sub-district, Depok. The analytical method used in this community service training activity is descriptive qualitative. Data collection techniques were carried out through observation, interviews with three principals of kindergarten, and questionnaires to 24 peoples (administrative staff, teachers and kindergarten principals). The results of the training showed that the role and function of IGTK was important. The answer was strongly agree (73%) and IGTK had played a role in increasing the competence of teachers and principals which has a positive impact on the organization of the school, answered strongly agree (67%), IGTK has had an impact on improving the quality of service of kindergarten school organizations for students, parents and the community has been answered strongly agree (70%). The concept of Pentahelix also has an impact on the collaboration that is built not only between administrative staff, teachers and school principals but also with the government, the community (parents of students), and the media. The answer is strongly agree (73%). Keywords: organizational services, pentahelix, associations ABSTRAK Dalam era globalisasi dan teknologi informasi saat ini, dunia pendidikan memiliki tantangan sekaligus peluang untuk mampu adaptif dengan perubahan yang terjadi baik dalam lingkungan internal maupun eksternal sekolahnya. Pendidikan Taman Kanak-kanak merupakan salah satu bentuk pendidikan anak usia dini (PAUD) yang memiliki peran penting dalam mengembangkan kepribadian anak serta sebagai fondasi dalam memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Dalam upaya meningkatkan kualitas organisasi pendidikan Taman Kanak- Kanak, salah satu bagian dari konsep Pentahelix yaitu adanya keterlibatan asosiasi menjadi penting perannya. Masalah yang dihadapi IGTK adalah peningkatan kompetensi staf administrasi, guru dan kepala sekolah masih harus ditingkatkan. Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak (IGTK) Depok memiliki peran untuk meningkatkan kualitas pelayanan administrasi para staf administrasi, guru dan kepala sekolah kepada siswa, orang tua siswa dan masyarakat. Penelitian dilakukan kepada staf administrasi, guru dan kepala sekolah Taman Kanak-Kanak di kecamatan Sawangan, Depok. Metode analisis yang digunakan dalam kegiatan pelatihan pada pengabdian kepada masyarakat ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan 3 orang kepala sekolah, dan angket diberikan kepada 24 orang (staf administrasi, guru dan kepala sekolah TK) Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peran dan fungsi IGTK menjadi penting dijawab sangat setuju ( 73%) serta IGTK telah berperan meningkatkan kompetensi guru dan kepala sekolah yang berdampak positif pada organsisasi sekolahnya dijawab sangat setuju (67%), IGTK telah memberikan dampak pada peningkatan kualitas pelayanan organisasi sekolah TK pada siswa, orang tua dan masyarakat telah dijawab sangat setuju (70%). Konsep Pentahelix juga berdampak pada kolaborasi yang dibangun tidak hanya antara staf administrasi, guru dan kepala sekolah akan tetapi juga dengan pemerintah, masyarakat (orang tua siswa), serta media dijawab sangat setuju (73%). Kata kunci: pelayanan organisasi, pentahelix, asosiasi
Mempersiapkan Sebuah Desa Wisata Narulita Syarweni; Nining Latianingsih; Iis Mariam; Nur Shiva
Seminar Nasional Riset Terapan Vol. 11 No. 01 (2022): SNRT XI TAHUN 2022
Publisher : Administrasi Niaga Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BSTRACT One of the efforts to increase the income of rural communities is to make it a tourist village, which is a rural area that has special characteristics to become a tourist destination. either because of its natural beauty, culinary or culture. At the same time, tourism is a form of integration between attractions, accommodation and supporting facilities provided by the local community. The method used in this study is a qualitative method with data collection carried out through library research, distributing questionnaires, FGDs and observations related to an understanding of tourist villages and the steps that must be taken in making tourist villages. The results obtained are that with the understanding given by the government about villages For tourism purposes, not all villages can be used as tourist villages because the conditions for a tourist village must have attractive tourist attractions, good transportation routes, involvement of all parties in the village, environmental security and comfort, the availability of supporting factors such as restaurants, homestays, souvenir shops and can provide memories for tourists in the form of photo spots, atmosphere or food served besides that it must meet ten stages, namely joint commitment, mapping the potential and problems of the region through the participation process, forming an institution or tourism awareness group (PORDARWIS), formulating a vision and mission of a work plan and regulations, conduct consultations and increase the capacity of human resources for tourist villages, organize the face of the village by providing public facilities, determine the uniqueness and branding (identity) of tourist villages, develop tour packages, conduct marketing and establish partnerships and evaluations and innovations for the sustainability of tourist villages. Keywords: tourist village, requirements to become a tourist village, stages in becoming a tourist village.Abstrak ABSTRAK Salah satu upaya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat desa adalah dengan menjadikannya desa wisata yaitu kawasan pedesaaan yang memiliki karakteristik khusus untuk menjadi daerah tujuan wisata. baik karena keindahan alam, kuliner ataupun budayanya. Sekaligus wisata merupakan suatu bentuk integrasi antara atraksi,akomodasi dan fasilitas pendukung yang disajikan oleh masyarakat setempat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode kualitatif dengan pengambilan data dilakukan melalui studi pustaka, penyebaran angket, FGD dan observasi terkait dengan pemahaman tentang desa wisata dan tahapan yang harus dilakukan dalam membuat desa wisata.hasil yang diperoleh bahwa dengan pengertian yang diberikan oleh pemerintah tentang desa wisata, tidak semua desa dapat dijadikan desa wisata karena syarat sebuah desa wisata wajib memiliki obyek wisata yang menarik, jalur transportasi yang baik, keterlibatan semua pihak di desa tersebut,keamanan dan kenyamanan lingkungan, tersedianya faktor pendukung seperti rumah makan,homestay,toko souvenir dan dapat memberikan kenangan bagi wisatawan baik berupa spot foto,suasana ataupun makanan yang disajikan disamping itu harus memenuhi sepuluh tahapan yaitu komitmen bersama.memetakan potensi dan permasalahan wilayah melalui proses partisipasi,membentuk kelembagaan atau kelompok sadar wisata (PORDARWIS), menyusun visi misi rencana kerja dan regulasi, melakukan konsultasi dan peningkatan kapasitas SDM desa wisata, menata wajah desa dengan penyediaan fasilitas umum, menentukan keunikan dan brading (identitas) desa wisata, menyusun paket wisata, melakukan pemasaran dan menjalin kemitraan dan evaluasi serta inovasi untuk keberlanjutan desa wisata. Kata kunci: desa wisata, syarat menjadi desa wisata , tahapan dalam menjadi desa wisata
Model Pemasaran UMKM Desa Wisata Berbasis Digital di Kabupaten Bogor Dewi Winarni Susyanti; Nining Latianingsih; Shafa Ammara Rahmasari
Seminar Nasional Riset Terapan Vol. 11 No. 01 (2022): SNRT XI TAHUN 2022
Publisher : Administrasi Niaga Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) have an important role as one of the drivers of a country's economic growth. The existence of MSMEs can help the government reduce the number of unemployed and poverty levels in Indonesia, because MSMEs are one of the business fields that can develop and be consistent in the national economy. MSMEs are also a good forum for job creation. However, since the Covid-19 pandemic, Indonesian MSMEs have been hit hard enough during the Covid-19 pandemic. There are 82.9% of MSMEs experiencing a negative impact due to the Covid-19 pandemic. The pandemic also caused 63.9% of the affected MSMEs to experience a decrease in turnover of more than 30%. Therefore, to be able to survive in the midst of a pandemic, MSME players have taken a number of efficiency measures such as reducing the production of goods/services, reducing working hours and the number of employees and changing sales channels to the era of digitalization or IT-based. The purpose of this study is about the model of implementing IT-based applications to MSMEs in 5 Tourism Villages, Bogor Regency by looking at which MSMEs have switched to using IT-based applications in their marketing considering that they have now entered the 4.0 era. In addition, during the pandemic, business actors are required to optimize online marketing. One of them is the use of applications or websites which have the advantage of being able to reach potential consumers from all over Indonesia or even the whole world. This is certainly very effective to be developed so that MSMEs can still rise in difficult times such as the pandemic. The research method here uses a descriptive method that describes the specific details of a situation, social situation or social relationship. The research location covers the Bogor Regency area of 5 Tourism Villages selected purposively which is considered representative to study the use of IT-based applications on MSMEs. Keyword: Applications, Covid-19, Tourism Villages, IT, MSMEs ABSTRAK Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mempunyai peran penting sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi suatu negara. Adanya UMKM dapat membantu pemerintah mengurangi jumlah pengangguran dan tingkat kemiskinan di Indonesia, karena UMKM merupakan salah satu bidang usaha yang dapat berkembang dan konsisten dalam perekonomian nasional. UMKM juga menjadi wadah yang baik bai penciptaan lapangan pekerjaan. Namun, sejak adanya pandemi covid-19, UMKM Indonesia terpukul cukup keras pada pandemi Covid-19. Ada 82,9% UMKM mengalami dampak negatif akitat pandemi covid-19. Pandemi tersebut juga menyebabkan 63,9% dari UMKM yang terdampak mengalami penurunan omzet lebih dari 30%. Maka dari itu, untuk dapat bertahan di tengah pandemi para pelaku UMKM melakukan sejumlah langkah efisiensi seperti menurunkan produksi barang/jasa, mengurangi jam kerja dan jumlah karyawan serta mengubah saluran penjualan ke era digitalisasi atau berbasis IT. Tujuan dari penelitian ini adalah mengenai model penerapan aplikasi berbasis IT pada UMKM di 5 Desa Wisata Kabupaten Bogor dengan melihat UMKM mana saja yang sudah beralih menggunakan aplikasi berbasis IT pada pemasarannya mengingat saat ini sudah memasuki era 4.0. Selain itu juga, dimasa pandemi pelaku usaha dituntut untuk mengoptimalkan pemasaran secara online. Salah satunya adalah dengan penggunaan aplikasi atau website dimana memiliki keuntungan dapat menjangkau calon konsumen dari seluruh Indonesia atau bahkan seluruh dunia. Hal ini tentu saha sangat efektif untuk dikembangkan agar UMKM tetap dapat bangkit di masa sulit seperti masa pandemi. Metode penelitian disini menggunakan metode deskriptif yang menggambarkan detail khusus dari suatu keadaan, situasi sosial atau hubungan sosial. Lokasi riset mencakup wilayah Kabupaten Bogor 5 Desa Wisata dipilih secara purposive yang dinilai representative untuk dilakukan kajian penggunaan aplikasi berbasis IT pada UMKM. Kata Kunci: Aplikasi, Covid-19, Desa Wisata, IT, UMKM
Kekuatan Hukum Dari Perjanjian Bisnis Dengan Akta Notaris Antara Warga Negara Indonesia Dan Warga Negara Asing Widi Nugrahaningsih; Marginingsih Marginingsih
Seminar Nasional Riset Terapan Vol. 11 No. 01 (2022): SNRT XI TAHUN 2022
Publisher : Administrasi Niaga Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Business activities in the era of globalization make people who have business relationships increasingly need legal certainty from every legal action they take. Legal certainty from the parties can be obtained from the existence of policies that have been set by the government, which is then specifically made an agreement by the parties concerned as a legal basis. It becomes a problem when the parties making the agreement are foreign citizens (foreigners) and Indonesian citizens. because foreigners do not necessarily understand Indonesian. if the agreement is made in a foreign language, it will violate the existing rules, so that it does not meet the legal requirements of the agreement, namely "there is a lawful cause". The purpose of this study is to determine the legal strength of an agreement, so that the parties still have legal certainty from the agreement that has been agreed. This research is a normative juridical research, with a statutory approach. Sources of data from various laws and regulations and sources of books and research related to contract law. The results of this study are that the parties can make an agreement in the form of a notarial deed using two languages ​​(Indonesian and a foreign language) agreed upon by the parties, the foreign language applied is a translation from Indonesian, if there are parties who do not understand then they can present translator to explain the contents of the agreement deed. The conclusion is that the legal force of the agreement made by a notary still has legal force as an authentic deed as long as it is made in accordance with Law No. 2 of 2014 concerning Notary Positions, without ignoring Law No. 24 of 2009 concerning Flags, Languages ​​and State Emblems. And the National Anthem. Keywords: Agreement, Notary deed, Legal force ABSTRAK Kegiatan bisnis di era globalisasi menjadikan masyarakat yang memiliki hubungan bisnis semakin membutuhkan suatu kepastian hukum dari setiap perbuatan hukum yang mereka lakukan. Kepastian hukum dari para pihak bisa didapatkan dari adanya kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, yang kemudian secara spesifik di buat perjanjian oleh para pihak yang bersangkutan sebagai dasar hukum. Menjadi persoalan ketika pihak yang membuat perjanjian yaitu warga negara asing (WNA) dan warganegara Indonesia. karena WNA belum tentu paham bahasa Indonesia. jika perjanjian dibuat dalam bahasa asing maka akan menyalahi aturan yang ada, sehingga tidak memenuhi syarat sah perjanjian yaitu “adanya sebab yang halal”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kekuatan hukum suatu perjanjian, supaya para pihak tetap memiliki kepastian hukum dari perjanjian yang telah disepakati. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif, dengan pendekatan perundang-undangan. Sumber data dari berbagai peraturan perundangan dan sumber buku maupun penelitian yang berkaitan dengan hukum perjanjian. Hasil penelitian ini yaitu para pihak dapat membuat perjanjian dalam bentuk akta notaris dengan menggunakan dua bahasa (bahasa Indonesia dan bahasa asing) yang disepakati oleh para pihak, bahasa asing yang di terapkan merupakan terjemahan dari bahasa Indonesia, apabila ada pihak yang tidak paham maka dapat menghadirkan penerjemah untuk menjelaskan isi akta perjanjian. Kesimpulannya yaitu kekuatan hukum dari perjanjian yang dibuat oleh notaris tetap memiliki kekuatan hukum sebagai akta otentik sepanjang dibuat sesuai undang-undang No.2 Tahun 2014 tentang Jabatan Notaris, dengan tidak mengabaikan Undang- Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara Serta Lagu Kebangsaan. Kata Kunci: Perjanjian, akta Notaris, Kekuatan hukum
Penerapan Tata Kelola Kantor, Pelayanan Prima dan Pengelolaan Arsip Elektronik di Desa Kantor Desa Sukamanah, Megamendung, Bogor Mawarta Onida; Wahyudi Utomo; Ni Made Widhi
Seminar Nasional Riset Terapan Vol. 11 No. 01 (2022): SNRT XI TAHUN 2022
Publisher : Administrasi Niaga Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Community service is one of the Tri Dharma of Higher Education that must be carried out by lecturers. The benefits of this community service in addition to lecturers also provide benefits to the community, namely in this case the Sukamanah Mega Mendung Village office, Bogor. The purpose of community service is as an effort to increase the knowledge of village employees or officials who work at the Sukamanah Village office, in the field of office governance, and excellent service (Knowledge, skill, and Attitude) in serving the village community. The community service method used is descriptive, namely by providing training on managing the office so that the mobilization and circulation of information and visiting guests can run well. The location of community service carried out in Sukamanah Megamendung Village, Bogor is considered appropriate to increase the understanding of village office employees in terms of making it easier for them to serve the village community. The results of the community service evaluation show (a) there is an increase in the mastery of knowledge and skills and attitudes of Sukamanah village office employees in the field of office governance. (b) creating a good service relationship between the community and Sukamanah village office employees in terms of providing community administration services at the Sukamanah Village Office Keywords: excellent service, office management, community service ABSTRAK Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yang wajib dilaksanakan oleh dosen. Manfaat dari pengabdian masyarakat ini selain untuk dosen juga memberikan manfaat pada masyarakat yaitu dalamh al ini kantor Desa Sukamanah Mega Mendung Bogor. Tujuan dari pengabdian masyarakat adalah sebagai upaya meningkatkan pengetahuan pegawai atau perangkat desa yang bekerja di kantor Desa Sukamanah, dalam bidang tata kelola kantor, dan pelayanan prima (Knowledge, skill, and Attitude) dalam melayani masyarakat desa. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan adalah deskriptif, yaitu dengan memberikan pelatihan tentang menata kantor agar mobilisasi dan sirkulasi informasi maupun tamu yang berkunjung dapat berjalan dengan baik. Lokasi pengabdian masyarakat yang dilakukan di Desa Sukamanah Megamendung Bogor dinilai tepat untuk meningkatkan pemahaman para pegawai kantor desa dalam hal mempermudah mereka dalam melayani masyarakat desa. Hasil evaluasi pengabdian masyarakat menunjukan (a) terdapat peningkatan penguasaan pengetahuan dan keterampilan dan sikap dari para pegawai kantor desa Sukamanah dalam bidang bidang tata kelola kantor. (b) tercipta hubungan pelayanan yang baik antara masyarakat dan pegawai kantor desa Sukamanah dalam hal pemberian pelayanan administrasi mayarakat di Kantor Desa Sukamanah. Kata Kunci: pelayanan prima, tata kelola kantor, pengabdian masyarakat
Analisis Stakeholder pada Pengembangan Desa Wisata Batu Layang Kabupaten Bogor Nining Latianingsih; Christina L Rudatin; Meisa Sofia
Seminar Nasional Riset Terapan Vol. 11 No. 01 (2022): SNRT XI TAHUN 2022
Publisher : Administrasi Niaga Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The development of Tourism Villages as alternative tourism in Indonesia has begun to be redeveloped after experiencing stagnation for approximately two years due to the Covid-19 pandemic. This phenomenon can be seen by the tourism activities including the development of tourist villages as destinations as well as increasing the capacity of human resources. This is also in line with the empowerment of tourism villages which have been programmed by the Department of Culture and Tourism of Bogor Regency since 2009. Batu Layang, which received the title of sustainable tourism village in Indonesia, has re-developed the potential tourism, which are already running and those that will be pioneered. The development cannot be separated from the various parties involved, namely the stakeholders. Therefore, this study will analyze how the relationship between stakeholders in the development of Batu Layang Tourism Village works. This study uses a qualitative descriptive method with data sources obtained from observations and interviews with stakeholders. Meanwhile, to see the relationship between stakeholders using the penta-helix concept, namely the Batu Layang Village community, the Bogor Regency Government, academics, private or investors, and the media that have been involved both directly and indirectly in tourism development. So that it will also be seen the level of influence that is owned by each party. The results of the study indicates that the parties who have a high influence are the community as the manager of tourism village and tourism village associations of Bogor Regency. Therefore, tourism development in Batu Layang Tourism Village which prioritizes community empowerment is in line with the concept of a tourist village. Keyword: tourism village, stakeholder, community-based tourism. ABSTRAK Pengembangan Desa Wisata sebagai pariwisata alternatif di Indonesia mulai dikembangkan kembali setelah mengalami stagnan selama kurang lebih dua tahun akibat adanya pandemi Covid-19. Geliat tersebut dapat dilihat dengan adanya kembali kegiatan pariwisata termasuk didalamnya pengembangan desa wisata sebagai destinasi juga peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusianya sebagai pengelola. Hal tersebut juga sejalan dengan pemberdayaan desa wisata yang diprogramkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor sejak tahun 2009. Desa Batu Layang yang mendapatkan gelar desa wisata berkelanjutan di Indonesia kembali mengembangkan potensi pariwisata baik yang sudah berjalan dan yang akan dirintis. Pembangunan dan pengembangan tersebut tak lepas dari berbagai pihak yang terlibat yakni para pemangku kepentingan. Oleh karena itu, penelitian ini akan menganalisa bagaimana hubungan antara pemangku kepentingan dalam pengembangan Desa Wisata Batu Layang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara terhadap para pemangku kepentingan. Adapun untuk melihat hubungan antar pemangku kepentingan menggunakan kosep penta-helix yakni masyarakat Desa Batu Layang, Pemerintah Kabupaten Bogor, akademisi, pihak swasta atau investor, serta media yang selama ini telah terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam pengembangan pariwisata. Sehingga akan terlihat pula tingkat pengaruh yang dimiliki oleh masing-masing pihak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pihak yang memiliki tingkat pengaruh tinggi adalah masyarakat sebagai pengelola desa wisata dan asosiasi desa wisata Kabupaten Bogor. Oleh karena itu, pengembangan pariwisata di Desa Wisata Batu Layang yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat selaras dengan konsep desa wisata. Kata Kunci: desa wisata, pariwisata berbasis masyarakat, dan pemangku kepentingan
Model Pemasaran Hotel Dalam Menangkap Peluang Minat Masyarakat Bekerja Sambil Liburan Setelah Pandemi Covid-19 Tuty Herawati; Imam Syafganti
Seminar Nasional Riset Terapan Vol. 11 No. 01 (2022): SNRT XI TAHUN 2022
Publisher : Administrasi Niaga Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama pandemic penjualan kamar hotel menurun tajam, menyebabkan banyak hotel yang tutup bahkan banyak hotel di Bali, Jawa dan di beberapa kota lainnya dijual karena sudah tidak mampu mendanai kegiatan operasional hariannya. Sebagaiman kita ketahui selama pandemi karyawan bekerja dari rumah, hal ini akan mengubah gaya hidup dan cara bekerja. Jika bekerja bisa dilakukan dari rumah atau dari mana saja maka ruang kerja yang fleksibel sangat dibutuhkan. Dari permasalahan tersebut,maka tujuan dari penelitian ini untuk memberikan solusi bagi hotel untuk meningkatkan tingkat hunian dengan membuat draft model strategi marketing setelah pandemic covid-19. Metode penelitian adalah kualitatif deskriptif. Data yang diambil data primer pemasaran hotel diambil dengan mengadakan wawancara dengan pemilik hotel, sedangkan data sekunder mengenai kesan konsumen terhadap hotel diambil dari web hotel. Data primer cara bekerja para karyawan di instansi swasta dan pemerintah diperoleh melalui survey dengan menyebarkan kuesioner. Data yang terkumpul ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menyatakan bahwa karyawan lebih senang bekerja kombinasi antara bekerja dari rumah dan bekerja di kantor, dan hotel akan menjadi pilihan sebagai tempat bekerja dan liburan, karena bekerja di rumah memiliki beberapa kendala seperti suasana kurang nyaman, tidak bisa fokus terganggu sama anak anak. Disarankan situasi ini akan menjadi peluang bagi hotel untuk memasarkan ruangannya sebagai tempat bekerja yang nyaman dengan pemandangan yang indah. Oleh karena itu hotel harus menerapk an strategi marketing yang tepat dengan membuat paket bekerjan sambil liburan. Kata Kunci: Strategi, Pemasaran, Tempat Bekerja, H otel, WFH ABSTRACT During the pandemic, hotel room sales declined sharply, causing many hotels to close and even many hotels in Bali, Java and several other cities were sold because they were no longer able to fund their daily operational activities. As we all know, during a pandemic, employees work from home, this will change their lifestyle and way of working. If work can be done from home or from anywhere then a flexible workspace is needed. From these problems, the purpose of this research is to provide solutions for hotels to increase occupancy rates by drafting a marketing strategy model after the covid-19 pandemic. The research method is descriptive qualitative. Primary data taken from hotel marketing was taken by conducting interviews with hotel owners, while secondary data regarding consumer impressions of hotels were taken from the hotel web. Primary data on how employees work in private and government agencies were obtained through surveys by distributing questionnaires. The data collected were tabulated and analyzed descriptively. The results of the study stated that employees prefer to work a combination of working from home and working in the office, and the hotel will be an option as a place to work and vacation, because working at home has several obstacles such as an uncomfortable atmosphere, being unable to focus on being distracted by children. It is suggested that this situation will be an opportunity for the hotel to market its space as a comfortable place to work with beautiful views. Therefore, the hotel must implement the right marketing strategy by making work packages while on vacation. Key words:Strategy, Marketing, Hotel, Work Space, Hotel, WFH

Page 1 of 24 | Total Record : 238