cover
Contact Name
Nego Linuhung
Contact Email
aksioma.ummetro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aksioma.ummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
ISSN : 20898703     EISSN : 24425419     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSIOMA JOURNAL, e-ISSN: 2442-5419, p-ISSN: 2089-8703 is an information container has scientific articles in the form of research, the study of literature, ideas, application of the theory, the study of critical analysis, and Islāmic studies in the field of science Mathematics Education. AKSIOMA JOURNAL published two times a year, the period from January to June and July to December, published by the Scientific Publication Unit FKIP University of Muhammadiyah Metro.
Arjuna Subject : -
Articles 1,528 Documents
MATHEMATICAL THINKING PROCESS OF STUDENTS IN SOLVING CONTROVERSIAL MATHEMATICS PROBLEMS BASED ON DECISION-MAKING TYPES Dewi, Irmawati Liliana Kusuma; Suprayo, Try; Junaedi, Iwan; Cahyono, Adi Nur
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v13i4.9641

Abstract

Developing thinking processes requires unusual treatment and stimulation, such as solving controversial mathematical problems. Problem-solving involves various stages of thinking and producing solutions based on decision-making. However, many students do not go through these stages perfectly, resulting in less optimal decision-making. This research aims to describe students' mathematical thinking processes in solving controversial problems based on decision-making types. The study uses a qualitative descriptive method by selecting 33 student subjects and grouping them based on decision-making types: empirical, heuristic, and rational. The grouping is based on scores from a decision-making type questionnaire, then 5 subjects are selected based on decision-making type, ability to answer questions, and mathematical communication. The instruments used in this study include a decision-making type questionnaire and controversial mathematical problems adapted from instruments developed by experts. Data is analyzed in three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Empirical decision type (EM): Only successful up to the stages of generalizing and guessing, with difficulties in the convincing stage. Heuristic decision type (HE): Effective in specializing, generalizing, and guessing in the first problem but only meets two indicators in the convincing stage. Rational decision type (RA): Difficulty in the convincing stage and challenges in meeting the last stage indicators. The results of this study reveal the thinking process for each decision-making type when solving controversial mathematical problems. The thinking process holds significant importance, thus requiring special attention, especially from teachers, in monitoring students' thinking processes in the classroom.Mengembangkan proses berpikir memerlukan perlakuan dan stimulasi yang tidak biasa, seperti memecahkan masalah matematika kontroversial. Pemecahan masalah mencakup berbagai tahap berpikir dan menghasilkan solusi berdasarkan pengambilan keputusan. Namun, banyak siswa tidak menjalani tahapan ini dengan sempurna, sehingga keputusan yang diambil kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir matematis siswa dalam memecahkan masalah kontroversial berdasarkan tipe pengambilan keputusan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan memilih 33 siswa siswa dan dikelompokkan berdasarkan tipe pengambilan keputusan, yaitu empiris, heuristik, dan rasional. Pengelompokan tersebut berdasarkan skor pada kuesioner tipe pengambilan keputusan, kemudian dipilih 5 siswa berdasarkan tipe pengambilan keputusan, kemampuan menjawab soal dan komunikasi matematis. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner tipe pengambilan keputusan dan soal kontroversial matematis yang merupakan adaptasi dari instrumen yang dikembangkan oleh para ahli. Data dianalisis dalam tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Tipe pengambilan data empiris (EM): Hanya berhasil sampai pada tahap menggeneralisasi dan menduga, kesulitan pada tahap meyakinkan. Tipe pengambilan heuristik (HE): Efektif pada tahap mengkhususkan, menggeneralisasi, dan menduga pada soal pertama, namun hanya memenuhi dua indikator pada tahap meyakinkan. Tipe pengambilan keputusan rasional (RA): Kesulitan pada tahap meyakinkan dan kesulitan dalam memenuhi indikator tahap terakhir. Hasil penelitian ini mengungkapkan proses berpikir untuk setiap tipe pengambilan keputusan ketika menyelesaikan masalah matematika kontroversial. Proses berpikir memiliki arti penting, sehingga memerlukan perhatian khusus, terutama dari guru, dalam memonitor proses berpikir siswa di dalam kelas.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA CALON GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Annisah, Siti; Wildaniati, Yunita; Andrian, Firma
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v13i3.8927

Abstract

Siswa Indonesia memiliki kemampuan literasi matematika yang jauh dari rerata internasional. Langkah strategis yang dapat diambil untuk meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa adalah dengan meningkatkan kemampuan literasi matematika calon guru pada tingkat sekolah dasar atau madrasah ibtidaiyah dengan mengembangkan bahan ajar berbasis Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar berbasis PBL untuk meningkatkan literasi matematika yang layak, efektif dan praktis untuk calon guru madrasah ibtidaiyah. Penelitian pengembangan ini menggunakan model desain pengembangan Dick & Carey dan Borg & Gall yang telah dimodifikasi dengan langkah-langkah 1) studi pendahuluan, 2) pengembangan bahan ajar, 3) validasi bahan ajar dan 4) uji coba bahan ajar. Sampel dalam penelitian sebanyak 52 mahasiswa PGMI Semester 3. Perolehan data penelitian dari angket, wawancara, tes, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian membuktikan bahan ajar literasi matematika berbasis PBL layak berdasarkan penilaian para ahli. Berdasarkan hasil uji perbedaan rata-rata pretes dan postes dengan Uji Wilcoxon nilai Asymp.sig.(2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, maka terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan literasi matematika sebelum dan sesudah menggunakan bahan ajar yang dikembangkan. Kepraktisan dilihat dari rerata nilai angket yaitu 4,62 dengan kriteria sangat baik. Kesimpulan dari penelitian ini bahan ajar PBL yang dikembangkan layak, efektif dan praktis untuk meningkatkan kemampuan literasi matematika mahasiswa calon guru madrasah ibtidaiyah.Indonesian students have mathematical literacy skills that are far from the international average. Strategic steps that can be taken to improve students' mathematical literacy skills are to improve the mathematical literacy skills of prospective teachers at the elementary school or madrasah ibtidaiyah level by developing teaching materials based on Problem Based Learning (PBL). This research aims to develop PBL-based teaching materials to improve mathematical literacy that are feasible, effective and practical for prospective madrasah ibtidaiyah teachers.. This development research uses a development design model Dick & Carey and Borg & Gall which has been modified with the steps 1) preliminary study, 2) development of teaching materials, 3) validation of teaching materials and 4) testing of teaching materials. The sample in the research was 52 PGMI Semester 3 students. Research data was obtained from questionnaires, interviews, tests and documentation studies. The research results prove that PBL-based mathematical literacy teaching materials are appropriate based on expert assessments. Based on the test results, the difference between the average pretest and posttest with Test Wilcoxon mark Asymp.sig.(2-tailed) equal to 0.000 < 0.05, then there is a significant difference between mathematical literacy abilities before and after using the developed teaching materials. Practicality can be seen from the average questionnaire score, namely 4.62 with very good criteria. The conclusion of this research is that the PBL teaching materials developed are feasible, effective and practical for improving the mathematical literacy skills of prospective madrasah ibtidaiyah teacher students.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERDIFERENSIASI BERBASIS APLIKASI EDUKASI PADA MATERI PERBANDINGAN SISWA SMP Suherman, Riska Marisa; Nugraha, Depi Ardian; Dewi, Sinta Verawati
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v13i4.9700

Abstract

Penelitian ini berangkat dari masalah siswa yang kesulitan memahami konsep perbandingan matematika dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan pembelajaran konvensional yang kurang interaktif serta minimnya penggunaan teknologi dan penerapan pembelajaran berdiferensiasi menyebabkan pembelajaran menjadi kurang menarik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan, menguji kelayakan, dan menilai respons siswa terhadap media pembelajaran matematika berbasis aplikasi edukasi untuk materi perbandingan di SMP, sesuai pendekatan berdiferensiasi Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan metode pengembangan dengan model PPE (Planning, Production, Evaluation). Data dikumpulkan melalui wawancara dan tes diagnostik siswa, sementara validasi kelayakan media dilakukan oleh ahli media dan materi. Respon siswa dinilai melalui angket. Subjek penelitian melibatkan siswa kelas VII G SMP Negeri 11 Tasikmalaya. Hasilnya adalah media pembelajaran “Aplikasi Edukasi” yang dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan belajar siswa dengan beragam gaya belajar dinilai sangat layak oleh para ahli dan mendapatkan respons positif dari siswa. Hal ini menunjukkan media pembelajaran “Aplikasi Edukasi” memiliki potensi meningkatkan pembelajaran matematika secara menarik dan interaktif. This research departs from the problem of students who have difficulty understanding the concept of mathematical comparison and relating it to everyday life. Conventional learning approaches that are less interactive and the lack of use of technology and the application of differentiated learning cause learning to be less interesting. This research aims to develop, test the feasibility, and assess student responses to educational application-based mathematics learning media for comparison material in junior high schools, according to the differentiated approach of the Merdeka Curriculum. The research uses a development method with the PPE (Planning, Production, Evaluation) model. Data were collected through interviews and student diagnostic tests, while media feasibility validation was carried out by media and material experts. Student responses were assessed through questionnaires. The research subjects involved students of class VII G SMP Negeri 11 Tasikmalaya. The result is the learning media ‘Aplikasi Edukasi’ which is designed to accommodate the learning needs of students with various learning styles is considered very feasible by experts and get positive responses from students. This shows that the ‘Educational Application’ learning media has the potential to improve mathematics learning in an interesting and interactive way.
PENGEMBANGAN E-LKPD BERBASIS PBL BERBANTUAN WEB LIVE WORKSHEET UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATISTEMATIS Asep Ikin Sugandi; Deddy Sofyan; Martin Bernard; Devi Widianti; Linda Linda
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v13i4.9364

Abstract

Kemampuan berpikir kritis matematis merupakan kemampuan yang diperlukan dalam pembelajaran abad 21. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan  berpikir kritis masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan e-LKPD berbasis masalah berbantuan web live worksheet yang valid, praktis dan efektif. Metode penelitian yang digunakan metode  desain research (Development Research). Subjek dalam penelitian ini adalah 33 siswa kelas X RPL SMK Wiraswasta. Kategori  kritis matematis sebanyak 5 soal, Teknik pengolahan data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil pengolahan data didapat bahwa e-LKPD yang dikembangkan termasuk sangat valid dengan nilai rata-rata sebesar 88 %, dikategorikan sangat praktis dengan nilai rata-rata sebesar 82 %  dan dikategorikan sangat efektif dengan nilai rata-rata sebesar 86%.  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa E-LKPD berbasis masalah berbantuan Web Liveworksheet dapat dikategorikan valid, praktis dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran Mathematical critical thinking skills are skills needed in 21st century learning. However, the reality in the field shows that critical thinking skills are still low. The purpose of this study was to develop a valid, practical and effective web live worksheet-assisted problem-based e-LKPD. The research method used was the design research method (Development Research). The subjects in this study were 33 students of class X RPL SMK Wiraswasta. The data collection technique used was a questionnaire in the form of a Likert attitude scale and 5 questions on mathematical critical thinking skills. Data processing techniques were carried out quantitatively and qualitatively. Based on the results of data processing, it was found that the e-LKPD developed was very valid with an average value of 88%, categorized as very practical with an average value of 82% and categorized as very effective with an average value of 86%. Thus, it can be concluded that the Web Liveworksheet-assisted problem-based e-LKPD can be categorized as valid, practical and effective for use in learning.  
PENGEMBANGAN E-MODUL STATISTIK DESKRIPTIF BERBASIS PBL TERINTEGRASI ISU PENDIDIKAN INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN STATISTICAL LITERACY Zulqoidi R. Habibie; Sundahry Sundahry; Randi Eka Putra; Dedek Helida Pitra; Nurlev Avana; Masnia Masnia; Teti Trisnawati
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v13i4.9085

Abstract

Pentingnya peningkatan Statistical Literacy (SL) menjadi semakin nyata di tengah-tengah era informasi dan teknologi yang terus berkembang. Penelitian   ini bertujuan untuk melihat proses pengembangan e-modul statistik deskriptif berbasis problem based learning terintegrasi Isu Pendidikan Nasional untuk meningkatkan SL mahasiswa, dengan menerapkan metode penelitian berjenis Research and Development berdesign Plomp. Objek penelitian ini adalah mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Muara Bungo. Penelitian ini menghasilkan nilai kevalidan materi 93% berkategori sangat kuat, kevalidan media sebesar 96,65% berkategori sangat kuat, dan kevalidan Bahasa sebesar 94,40% berkategori sangat kuat. Selanjutnya  menghasilkan nilai kepraktisan sebesar 69,84% berkategori praktis dan menghasilkan nilai keefektifan dari hasil belajar mahasiswa sebesar 85,71% berkategori sangat baik. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengembangan e-modul statistik deskriptif berbasis PBL terintegrasi isu pendidikan indonesia untuk meningkatkan SL dalam kategori sangat baik. Kemudian,  peneliti melihat ada gap yang membutuhkan penelitian lebih lanjut terkait pengembangan e-modul statistik inferensial berbasis PBL terintegrasi Isu-isu dibidang lainya seperti lingkungan, kesehatan dan ekonomi dalam upaya meningkatkan SL mahasiswa.
PENGEMBANGAN LKS BERBASIS KONTEKSTUAL DENGAN PENDEKATAN PROBLEM POSING MATERI LINGKARAN DI MTs NEGERI AMBON Rusmin Madia; Abdul Manaf; Syamsu Alam; Mariana Mariana
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v13i4.9077

Abstract

Menyajikan pelajaran lingkaran di kelas dengan mengaitkan pada konteks dunia nyata akan membuat siswa tertarik dengan  materi tersebut, namun hal tersebut kurang dilakukan oleh guru. Pembelajaran dengan menggali daya berpikir tinggi perlu dilakukan salah satu caranya dengan menggunakan pendekatan problem posing dan pembelajaran berbasis kontekstual. Namun kenyataannya pembelajaran kontekstual dan  pendekatan problem posing kurang dilakukan dan pembelajaran cenderung monoton. Untuk meningkatkan minat belajar dan membangkitkan daya berpikir siswa perlu dibuat suatu  perangkat pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan mengambil model pengembangan 4D Thiagarajan & Summel. Pengembangan akan dilakuakan pada lembar kerja siswa berbasis kontekstual (LKS-BK) dengan pendekatan problem posing materi lingkaran di MTs. Negeri Ambon. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan LKS-BK dengan pendekatan problem posing materi lingkaran yang valid, praktis. Lembar validasi untuk mengukur validitas perangkat yang dikembangkan, lembar angket siswa untuk mengukur kepraktisan perangkat yang dikembangkan. Subjek uji coba di kelas VIIIA MTs. Negeri Ambon sebanyak 35 siswa.  Validasi dilakukan pada LKS-BK dengan pendekatan problem posing dan diperoleh hasil validasi  87,20 (kriteri sangat Valid), hasil angket respon siswa diperoleh 82,74 (kriteria sangat praktis). Dengan demikian produk yang dihasilkan telah memenuhi kriteria valid, dan Dapat disimpulkan bahwa perangkat LKS-BK dengan pendekatan problem posing efektif meningkatkan minat belajar siswa dan mampu membangkitkan daya berpikir tinggi siswa pada materi lingkaran.   Presenting circle lessons in the classroom with real-world contexts engages students, but this approach is rarely used by teachers. Higher-order thinking skills should be developed through problem-posing and contextual learning methods. However, these methods are often neglected, resulting in monotonous learning experiences. To enhance students' interest and stimulate their thinking, a new learning tool is essential. This research uses the 4D development model by Thiagarajan & Summel to create contextual-based student worksheets (LKS-BK) with a problem-posing approach for circle material at MTs. Negeri Ambon. The aim is to produce LKS-BK that are both valid and practical. Validation sheets measure the validity of the materials, while student questionnaires assess their practicality. The study involved 35 students from class VIIIA at MTs. Negeri Ambon. The validation process for the LKS-BK with a problem-posing approach resulted in a score of 87.20, indicating very valid criteria. The student response questionnaires scored 82.74, reflecting very practical criteria. These findings indicate that the developed product meets the necessary standards of validity and practicality. In conclusion, the LKS-BK with a problem-posing approach effectively increases students' interest in learning and enhances their higher-order thinking skills in circle material. By integrating real-world contexts and active learning strategies, this tool addresses the limitations of traditional teaching methods and provides a more engaging and effective learning experience for students
THE EFFECT OF PROJECT-BASED LEARNING (PJBL) USING PIZZALUV-MATHEMATICS MEDIA ON SELF-EFFICACY AND 4C SKILLS Akhsanul In&#039;am; Moh. Mahfud Effendi; Rani Darmayanti
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v13i4.11230

Abstract

In the era of modern education, effective instruments to measure 4Cs and students' self-efficacy are urgently needed. This study aims to (1) compare the mathematics skills of students taught using the PjBL model with Pizzaluv-Mathematics media and students taught using the PBL model; (2) measure the effect of PjBL on students' self-efficacy; and (3) evaluate the impact of PjBL on 4Cs. This study was conducted on twelfth-grade students at MAN 2 Malang, Indonesia, in the context of algebraic function limits. Pizzaluv-Mathematics media is designed to help students complete learning projects through communication, collaboration, and critical and creative thinking in making a "Love" shaped math pizza using visual media. This study used a quasi-experimental design involving 72 students divided into an experimental group (PjBL) and a control group (PBL) based on pre-existing class divisions. Data were collected using tests and questionnaires to measure self-efficacy and 4C abilities. Self-efficacy was assessed using a standard scale with proven validity and reliability, while 4C skills were measured through performance tasks and peer evaluations with strict objectivity standards. Two-way analysis of Variance (ANOVA) showed a significant difference in mathematics learning ability that favored the PjBL model using Pizzaluv-Mathematics media (p < 0.05, η² = 0.11). The results of one-way ANOVA also showed significant differences in 4C ability and self-efficacy between student groups (p < 0.01). In addition, Pearson correlation analysis revealed a strong positive relationship between 4C ability and self-efficacy (p < 0.01). The findings of this study indicate that the PjBL model using Pizzaluv-Mathematics media positively impacts students' self-efficacy and 4C ability.Di era pendidikan modern, instrumen yang efektif untuk mengukur 4C dan efikasi diri siswa sangat dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) membandingkan keterampilan matematika siswa yang diajarkan menggunakan model PjBL dengan media Pizzaluv-Mathematics dan siswa yang diajarkan menggunakan model PBL; (2) mengukur pengaruh PjBL terhadap efikasi diri siswa; dan (3) mengevaluasi dampak PjBL terhadap 4C. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas dua belas di MAN 2 Malang, Indonesia, dalam konteks limit fungsi aljabar. Media Pizzaluv-Mathematics dirancang untuk membantu siswa menyelesaikan proyek pembelajaran melalui komunikasi, kolaborasi, dan berpikir kritis dan kreatif dalam membuat pizza matematika berbentuk "Love" menggunakan media visual. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental yang melibatkan 72 siswa yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (PjBL) dan kelompok kontrol (PBL) berdasarkan pembagian kelas yang sudah ada sebelumnya. Data dikumpulkan menggunakan tes dan kuesioner untuk mengukur efikasi diri dan kemampuan 4C. Efikasi diri dinilai menggunakan skala standar dengan validitas dan reliabilitas yang terbukti, sementara keterampilan 4C diukur melalui tugas kinerja dan evaluasi rekan sejawat dengan standar objektivitas yang ketat. Analisis Varians Dua Arah (ANOVA) menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam kemampuan belajar matematika yang mendukung model PjBL menggunakan media Pizzaluv-Matematika (p= 0,004, η² = 0,11). Hasil ANOVA satu arah juga menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam kemampuan 4C dan efikasi diri antara kelompok siswa (p= 0.001). Selain itu, analisis korelasi Pearson mengungkapkan hubungan positif yang kuat antara kemampuan 4C dan efikasi diri (p= 0,01). Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa model PjBL menggunakan media Pizzaluv-Matematika berdampak positif terhadap efikasi diri dan kemampuan 4C siswa.
PENGEMBANGAN SOAL ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM (AKM) MATEMATIKA PADA MATERI PELUANG UNTUK PESERTA DIDIK SMP Supri Mulyani; Lusiana Lusiana; Jumroh Jumroh
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v13i3.8409

Abstract

Assesmen Kompetensi Minimum (AKM)  diperkenalkan sebagai  upaya peningkatan kualitas pendidikan dan evaluasi hasil belajar . AKM bertujuan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis, kemampuan pemecahan masalah, serta literasi matematika dan membaca, yang merupakan kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh peserta didik.Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) matematika untuk peserta didik SMP yang valid dan reliabel. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) dengann prosedur Raja Guk-Guk. Prosedur Raja Guk-Guk terdiri dari 7 tahap, yaitu menentukan tujuan, analisis kurikulum, membuat kisi-kisi, membuat soal, melakukan telaah instrumen secara teoritis, melakukan uji coba dan analisis hasil uji coba, revisi. Objek dalam penelitian ini adalah soal asesmen kompetensi minimum (AKM) matematika. Data dikumpukan menggunakan  angket dan tes. Analisis kevalidan diuji dengan koefisien korelasi product moment pearson, Reliabilitas instrumen digunakan Alpa Cronbach’s. Hasil validasi memenuhi syarat berdasarkan isi, konstruk dan bahasa. Nilai koefisien reprodusibilitas 0,92 > 0,90, nilai koefisien skalabilitas 0,77 > 0,60, yang menunjukkan soal baik untuk digunakan. Hasil dari uji validasi empiris dari 15 soal diperoleh nilai  seperti terlihat pada tabel 2. , dari uji relliabilitas diperoleh r= 0,926 > 0.70 yang belrarti instrumen yang dikembangkan  dinyatakan Reliable.Minimum Competency Assessment (AKM) was introduced as an effort to improve the quality of education and evaluate learning outcomes. AKM aims to measure critical thinking skills, problem solving abilities, as well as mathematics and reading literacy, which are basic competencies that students must have. The aim of this research is to produce Mathematics Minimum Competency Assessment (AKM) questions for junior high school students that are valid and reliable. . The research method used is research and development (R&D) with the Raja Guk-Guk procedure. The Raja Guk-Guk procedure consists of 7 stages, namely determining objectives, curriculum analysis, creating a grid, creating questions, conducting theoretical instrument studies, conducting trials and analyzing trial results, revision. The object of this research is the minimum competency assessment (AKM) in mathematics. Data collection techniques used were questionnaires and tests. Validity analysis was tested using the Pearson product moment correlation coefficient. The reliability of the instrument was used by Cronbach's Alpa. The validation results meet the requirements based on content, construct and language. The reproducibility coefficient value is 0.92 > 0.90, the scalability coefficient value is 0.77 > 0.60, which indicates the questions are good to use. The results of the empirical validation test of 15 questions obtained a value of r_Calculate>r_(Table ) as shown in table 2. From the reliability test, r= 0.926 > 0.70 was obtained, which means that the instrument developed was declared Reliable.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASSESMEN DIAGNOSTIK MATEMATIKA UNTUK MENDESAIN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DI SEKOLAH DASAR Tyas Deviana; Nawang Sulistyani; Falistya Roisatul MN; Mochammad Archi Maulyda
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v13i4.9773

Abstract

Kurikulum merdeka merupakan kurikulum baru yang masih ditemukan beberapa masalah dalam implementasinya. Salah satu kebingungan yang dirasakan guru adalah menyusun instrumen asesmen diagnostik yang digunakan sebagai dasar penyusunan pembelajaran berdiferensiasi khusunya pada pembelajaran matematika. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan instrumen assesmen diagnostik matematika yang dapat digunakan untuk memetakan kemampuan awal dan mengetahui kesulitan belajar peserta didik. Desain penelitian yang digunakan sesuai dengan model ADDIE mulai dari analisis hingga menghasilkan produk yang dibutuhkan kemudian di uji kelayakannya. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil observasi pembelajaran, wawancara, serta hasil analisis tes asesmen diagnostik kepada peserta didik. Analisis data dalam penelitian ini mengacu pada analisis kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menghasilkan instrumen asesmen diagnostik yang telah diuji secara empiris untuk mendukung pengajaran matematika yang efektif dalam merespon keunikan kebutuhan pembelajaran peserta didik. Tes diagnostik yang dihasilkan memberikan wawasan yang penting bagi guru mengenai pola kesulitan belajar yang sering muncul, seperti dalam pemecahan masalah atau pemahaman konsep bilangan. Hal ini dapat digunakan guru untuk memetakan materi prasyarat sehingga dapat mendesain pembelajaran berdiferensiasi yang tepat. Guru dapat menyesuaikan pendekatan pembelajaran yang responsif dan adaptif dengan kebutuhan peserta didik. Instrumen asesmen diagnostic ini digunakan guru sebagai dasar desain pembelajaran berdiferensiasi di sekolah dasar baik secara konten, proses dan produk. Rekomendasi penelitian selanjutnya yaitu melakukan studi komparatif untuk mengeksplorasi efektivitas instrumen asesmen diagnostic matematika dalam jenjang kelas yang berbeda untuk memperluas penerapannya dalam kurikulum.
CASE BASED LEARNING SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR DAN KOMUNIKASI MATEMATIS Rahmad Bustanul Anwar; Dwi Rahmawati
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v13i4.11165

Abstract

Komunikasi matematis merupakan salah satu kemampuan yang harus dikuasai oleh mahasiswa. Melalui penguasaan komunikasi matematis yang baik, mahasiswa akan menyampaikan konsep-konsep matematika dengan baik dan benar. Case based learning merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat memfasilitasi berkembangnya kemampuan komunikasi matematis. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dirancang untuk mengamati peningkatan aktivitas belajar dan kemampuan komunikasi mahasiswa selama proses pembelajaran dengan menggunakan model case based learning. Penelitian ini melibatkan 15 mahasiswa yang menempuh mata kuliah statistika. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi untuk mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar mahasiswa dengan model case based learning. Selanjutnya diakhir pembelajaran diberikan soal tes untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa case based learning dapat meningkatkan aktivitas belajar dan kemampuan komunikasi matematis mahasiswa. Peningkatan aktivitas dalam pembelajaran dengan model case based learning terjadi pada seluruh aktivitas. Terdapat dua aktivitas belajar yaitu pengajuan gagasan dan perumusan solusi yang perlu dibutuhkan strategi dan penguatan oleh dosen agar dapat meningkat tiap siklus. Sedangkan peningkatan kemampuan komunikasi matematis terjadi pada tiap siklus. Rata-rata hasil tes komunikasi matematis meningkat tiap siklus.