cover
Contact Name
Nego Linuhung
Contact Email
aksioma.ummetro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aksioma.ummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
ISSN : 20898703     EISSN : 24425419     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSIOMA JOURNAL, e-ISSN: 2442-5419, p-ISSN: 2089-8703 is an information container has scientific articles in the form of research, the study of literature, ideas, application of the theory, the study of critical analysis, and Islāmic studies in the field of science Mathematics Education. AKSIOMA JOURNAL published two times a year, the period from January to June and July to December, published by the Scientific Publication Unit FKIP University of Muhammadiyah Metro.
Arjuna Subject : -
Articles 1,449 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS ETNOMATEMATIKA BERORIENTASI LITERASI NUMERASI Ma'sumah, Ma'sumah; Adha, Muhammad Mona; Maulina, Dina; Nurhanurawati, Nurhanurawati
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 14, No 3 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v14i3.11021

Abstract

Rendahnya kemampuan literasi numerasi peserta didik sekolah dasar dalam menerapkan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari menjadi tantangan yang perlu segera diatasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran matematika berbasis etnomatematika pada materi keliling segi empat di kelas V dan menguji efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan literasi numerasi peserta didik. Prosedur pengembangan yang digunakan merujuk pada model Plomp yang terdiri atas 3 tahapan, yaitu: Preliminary Research (Investigasi Awal), Development or Prototyping Phase (Pengembangan dan pembuatan prototipe), dan Assessment Phase (Fase Penilaian). Penelitian ini dilakukan pada peserta didik kelas V SDN 1 Tanjung Agung Lampung Selatan. Hasil penelitian ini diperoleh rata-rata penilaian uji validitas ahli materi diperoleh 85,2 (sangat valid), rata-rata penilaian uji validitas ahli media diperoleh 92,3 (sangat valid), dan rata-rata penilaian uji validitas ahli bahasa diperoleh skor 64,6 dengan kategori valid. Rata-rata angket kepraktisan modul diperoleh 90,2 (sangat praktis) dan hasil angket dari praktisi (guru) diperoleh 89,74 (sangat praktis). Rata-rata skor posttest peserta didik lebih tinggi daripada pretest, menunjukkan adanya peningkatan kemampuan literasi numerasi. Berdasarkan uji paired t-test yang dilakukan, diperoleh hasil signifikansi sebesar 0,000 atau kurang dari 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Hasil ini menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif digunakan dalam meningkatkan kemampuan literasi numerasi peserta didik.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING DAN PROBLEM SOLVING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN SELF-EFFICACY SISWA Novianti, Evi; Hamdi, Syukrul
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 14, No 3 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v14i3.10964

Abstract

Rendahnya kemampuan siswa dalam memecahkan masalah akibat rasa percaya diri yang rendah memerlukan suatu model pembelajaran yang inovatif dalam penerapannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan model pembelajaran integrated problem posing and problem solving dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis dan self-efficacy siswa SMP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan non-equivalent pre-test and post-test group design. Populasi penelitian ini adalah siswa yang belum pernah mempelajari mata pelajaran nilai perbandingan dan nilai invers di SMP Negeri 1 Cibingbin, Kuningan, Jawa Barat tahun pelajaran 2023/2024. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Analisis data menggunakan statistik uji multivariat (Hotellings') diperoleh. Berdasarkan nilai effect size sebesar 0,10 menunjukkan keefektifan peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan self-efficacy akibat adanya model pembelajaran tersebut.
PENGEMBANGAN E-LKPD BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN SELF-CONFIDENCE PESERTA DIDIK Windya, Pelangi Mutia; Noer, Sri Hastuti; Rosidin, Undang
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 14, No 3 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v14i3.11010

Abstract

Rendahnya kemampuan berpikir kritis dan self-confidence peserta didik, salah satunya disebabkan oleh  kurang tepatnya penerapan media dan model dalam suatu proses pembelajaran. Masalah tersebut menjadi alasan penelitian ini dilakukan, yaitu untuk menghasilkan media ajar berupa E-LKPD berbasis model Problem Based Learning yang terkategori valid, praktis dan efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan self-confidence peserta didik. Penelitian dan pengembangan (Research and Development) ini mengikuti langkah-langkah ADDIE, yang dilaksanakan di kelas VII MTs Nurul Islam Airbakoman tahun ajaran 2023/2024 pada materi perbandingan. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara, tes, dan angket, yang kemudian di analisis menggunakan statistik deskriptif dan uji independent sample t-test. Hasil Pengembangan E-LKPD berbasis Problem Based Learning termasuk dalam kriteria valid dan praktis, dengan hasil penilaian ahli materi yakni 94,05%, dan ahli media 93,75%, yang terkategori valid. Selanjutnya, diperoleh hasil skor kepraktisan dari respon peserta didik yakni 90% dan guru 88,75%, sehingga produk dinyatakan praktis. Kemudian, berdasarkan hasil uji hipotesis data posttest diperoleh kesimpulan terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis dan self-confidence peserta didik menggunakan E-LKPD berbasis Problem Based Learning. Didukung dari hasil uji proporsi terdapat 60% peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir kritis yang masuk dalam kategori baik. Dari hasil temuan dan analisis data disimpulkan bahwa E-LKPD berbasis Problem Based Learning memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan self-confidence peserta didik.
KESULITAN SISWA DALAM PEMECAHAN SOAL CERITA PADA MATERI PECAHAN BERDASARKAN TEORI NEWMAN Ridhaningtyas, Latifa Putri; Idammatussilmi, Idammatussilmi; Prasetya, Agung Tri
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 14, No 3 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v14i3.6541

Abstract

Peran matematika dalam kehidupan sehari-hari sangat penting, termasuk dalam materi operasi hitung pecahan. Penerapan materi pecahan, sering dijumpai pada kegiatan jual beli, sehingga dengan menggunakan soal cerita, siswa akan lebih dapat memahami materi. Selain itu, dalam proses pemecahan soal cerita juga dapat melatih daya berfikir kritis dan kreatif. Namun, banyak siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita pecahan. Mulai dari kesalahan membaca simbol, memahami makna, mengubah soal menjadi model matematika, salah dalam prosedur atau langkah-langkah penyelesaian serta dalam ketelitian menuliskan jawaban akhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal cerita pecahan, sehingga dapat membantu penelitian selanjutnya dalam menemukan solusi. Penulisan artikel ilmiah ini menggunakan Systematic Literatur Review dengan metode Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis (PRISMA). Hasil dari penelitian menunjukan bahwa siswa mengalami kesulitan menyelesaikan soal cerita pada materi operasi hitung pecahan. Berpedoman pada indikator dari kesalahan Newman, dapat diperoleh kesimpulan bahwa tipe kesulitan yang paling banyak dialami siswa ialah transformation error (27,77%), comprehension error (27,77%), procces skill error (27,77%), encoding error (11,12%), dan reading error (5,57%).   The role of mathematics in everyday life is crucial, including in the topic of fraction arithmetic operations. The application of fraction concepts is often encountered in buying and selling activities, and using word problems can help students better understand the material. Additionally, solving word problems can also train critical and creative thinking skills. However, many students face difficulties in solving fraction word problems. These difficulties range from misreading symbols, understanding the meaning, converting problems into mathematical models, making errors in procedures or solution steps, to inaccurately writing the final answer. This research aims to identify the difficulties that students encounter in solving fraction word problems, in order to assist future research in finding solutions. This scientific article was written using the Systematic Literature Review with the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis (PRISMA) method. The results of the research show that students experience difficulties in solving word problems related to fraction arithmetic operations. Based on the indicators of Newman's errors, it can be concluded that the most common types of difficulties experienced by students are transformation errors (27.77%), comprehension errors (27.77%), process skill errors (27.77%), encoding errors (11.12%), and reading errors (5.57%).
PENGEMBANGAN MODUL AJAR MATEMATIKA BERDIFERENSIASI BERORIENTASI PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP BAGI SISWA SMA Susanti, Widya; Jamiah, Yulis; Rif'at, Mohamad
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 14, No 3 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v14i3.11059

Abstract

Kurangnya modul pembelajaran yang menyesuaikan kebutuhan individual siswa dan minimnya integrasi pendidikan kecakapan hidup dalam pembelajaran matematika menjadi tantangan dalam proses pembelajaran di SMA. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan modul ajar matematika dengan pendekatan diferensiasi dan berorientasi pada pendidikan kecakapan hidup untuk siswa SMA Muhammadiyah 2 Pontianak. Modul ini dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan pembelajaran individual dan meningkatkan keterampilan praktis yang relevan dengan kehidupan siswa, mengikuti model DDD-E (Decide, Design, Develop, Evaluate). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan modul ajar matematika yang berfokus pada materi barisan dan deret efektif dalam meningkatkan pemahaman matematis siswa serta mempersiapkan mereka dengan keterampilan penting untuk kehidupan dan karier. Validasi dari tiga pakar memberikan penilaian sangat baik dengan skor keseluruhan 85,67%, mencakup aspek kelayakan isi, penyajian, bahasa, metode, dan kegrafikan. Analisis pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan, dengan banyak siswa yang awalnya berada dalam kategori Kurang dan Cukup naik ke kategori Baik dan Sangat Baik. Dua siswa menunjukkan peningkatan dari kategori Kurang ke Cukup atau Baik, menegaskan efektivitas materi yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Hasil analisis uji t menunjukkan nilai pre-test memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil post-test, dengan setiap peningkatan satu unit pada nilai pre-test berkontribusi pada peningkatan sebesar 0,555 unit pada nilai post-test. Pendekatan pengajaran yang fleksibel dan relevan ini efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa, serta mempersiapkan mereka untuk tantangan masa depan. The lack of instructional modules that address individual student needs and the limited integration of life skills education into mathematics instruction pose significant challenges in high school learning processes. This study aims to develop and implement a mathematics teaching module using a differentiated approach oriented toward life skills education for students at SMA Muhammadiyah 2 Pontianak. The module is designed to accommodate individual learning needs and enhance practical skills relevant to students' lives, following the DDD-E model (Decide, Design, Develop, Evaluate). The research findings indicate that the use of a mathematics teaching module focused on arithmetic and geometric sequences is effective in improving students’ mathematical understanding while equipping them with essential skills for life and career readiness. Validation by three experts resulted in an excellent rating, with an overall score of 85.67%, covering aspects such as content feasibility, presentation, language, methodology, and visual design. Pre-test and post-test analyses showed significant improvement, with many students initially categorized as Poor and Fair advancing to Good and Excellent categories. Two students demonstrated progress from the Poor to Fair or Good categories, affirming the effectiveness of materials tailored to students' needs. The t-test analysis revealed that pre-test scores significantly influenced post-test outcomes, with each one-unit increase in the pre-test score contributing to a 0.555-unit increase in the post-test score. This flexible and relevant teaching approach effectively enhances the quality of learning and student achievement, while preparing them for future challenges.
ETHNOMATHEMATICAL INSIGHTS FROM THE CULTURAL HERITAGE OF THE GREAT MOSQUE OF MADIUN Krisdiana, Ika; Astuti, Indra Puji; Murtafiah, Wasilatul; Fisabilillah, Ainun
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 14, No 3 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v14i3.13238

Abstract

Ethnomathematics integrates mathematical concepts such as counting, measuring, geometric patterns, and spatial structures with local culture to create more meaningful and contextual learning. This study aims to explore the concept of ethnomathematics in the architecture of the Baitul Hakim Grand Mosque in Madiun City and assess its potential as a learning resource in mathematics learning. Using a qualitative ethnographic approach, data were collected through direct observation of the mosque building, interviews with mosque administrators, and architectural documentation. Data analysis was carried out systematically through method triangulation to ensure the validity of the findings. The results of the study revealed real mathematical activities in the mosque building, namely counting activities (the number of 120 pillars, 5 ablution places, and 1 tower), measuring (the height of the main pillar is 12m, the diameter of the pillar is 50cm, the ablution places are 3x3m and 5x12m, and the tower is 35m high with various diameters), and designing the building (combining elements of Javanese, Arabic, and European architecture). Further exploration shows the existence of flat geometry concepts (rectangle, isosceles triangle, trapezoid), solid shapes (cylinder, cuboid, cone, pyramid), and geometric transformation (reflection on the axis). The conclusion of this study shows that the structure of the mosque can function as a medium for learning mathematics based on culture that can increase learning interest and facilitate student understanding
PENGEMBANGAN "ENUMEKA" BERBASIS DIGITAL PADA IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI MURID Yusritawati, Ita; Nasrullah, Sofhian Fazrin; Zaenal, Reza Muhamad
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 14, No 3 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v14i3.11183

Abstract

Kemampuan numerasi murid di Indonesia masih belum memadai, meskipun kompetensi ini penting untuk persiapan akademik dan keikutsertaan dalam Asesmen Nasional (AS). Kemampuan numerasi murid yang belum memadai perlu dicarikan solusinya. Salah satu upaya yang diusulkan oleh para peneliti adalah pengembangan media pembelajaran berbasis digital. Aplikasi E-NuMeka diharapkan dapat meningkatkan kemampuan numerasi murid. Proyek ini bertujuan untuk membuat platform media digital "E-NuMeka" yang memenuhi persyaratan validitas, kepraktisan, dan efektivitas untuk meningkatkan literasi numerasi murid. Penulisan ini menggunakan Software Development Life Cycle dengan menggunakan teknik prototyping sebagai metodologi penulisan dan pengembangannya. Aplikasi E-NuMeka yang dikembangkan dinilai valid dan layak untuk digunakan, serta memperlihatkan efektivitas dalam meningkatkan kemampuan numerasi matematika murid. Hal ini dibuktikan dengan analisis Paired Samples Test, yang mana signifikansi (2-tailed) dengan asumsi varians yang sama adalah 0,000, yang berarti lebih kecil dari 0,05. Aplikasi E-NuMeka dinilai praktis, dengan skor evaluasi kuesioner murid rata-rata 80,20. Penulisan ini memperlihatkan jika program E-NuMeka dapat meningkatkan kemampuan literasi numerasi matematika di kalangan murid sekolah menengah atas.Students' numeracy skills in Indonesia are still inadequate, although this competency is important for academic preparation and participation in the National Assessment (AN). Students' inadequate numeracy skills need to be solved. One of the efforts proposed by researchers is the development of digital-based learning media. The E-NuMeka application is expected to improve students' numeracy skills. This project aims to create a digital media platform "E-NuMeka" that meets the requirements of validity, effectiveness, and practicality to improve students' numeracy literacy. This study uses the Software Development Life Cycle using prototyping techniques as its research and development methodology. The E-NuMeka application developed was considered valid and feasible to use with the results of the validation of material experts obtaining an average value of 88.75 and 90, then the average validation assessment from media experts was 79 and 77.66 with a valid category. And shows the effectiveness in improving students' mathematical numeracy skills, this is proven by the Paired Samples Test analysis, where the significance (2-tailed) assuming the same variance is 0.000, which means it is less than 0.05. The E-NuMeka application is considered practical, with an average student questionnaire evaluation score of 80.20. This study shows that the E-NuMeka program can improve mathematical numeracy literacy skills among high school students.
IDENTIFIKASI HAMBATAN BELAJAR SISWA PADA MATERI KONSEP PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN NILAI MUTLAK SATU VARIABEL Panjaitan, M. Azhari; Rosjanuardi, Rizky
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 14, No 3 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v14i3.7180

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas (SMA). Adapun tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hambatan-hambatan belajar siswa pada konsep persamaan dan pertidaksamaan nilai mutlak satu variabel. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma interpretif dan paradigma kritis.  Subjek penelitian merupakan siswa kelas X Sekolah Menengah Atas Swasta (SMAS) di Kota Bandung Provinsi Jawa Barat. Subjek dipilih berdasarkan materi yang sudah dipelajari mengenai persamaan dan pertidaksamaan nilai mutlak satu variabel. Pengumpulan data menggunakan tes dan wawancara. Tes terdiri dari 4 soal tentang materi persamaan dan pertidaksamaan nilai mutlak satu variabel yang telah divalidasi oleh ahli matematika. Setelah siswa menyelesaikan tes, peneliti mengamati  jawaban siswa dan memilih beberapa siswa untuk dilakukan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, siswa mengalami tiga jenis hambatan belajar yaitu hambatan epistemologis, ontogenik, dan didaktis. Siswa mengalami  hambatan epistemologis karena pemahaman konsep yang tidak lengkap dan tidak terbiasa menerapkan konsep matematika yang satu ke konsep matematika yang lain. Kemudian, siswa juga mengalami hambatan belajar secara ontogenik karena tidak memahami konsep persamaan dan pertidaksamaan nilai mutlak sat variabel. Selain itu, proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru juga menjadi faktor dimana siswa mengalami hambatan didaktis. Hasil dari penelitian ini mengilustrasikan dari keadaan kondisi siswa saat mempelajari persamaan dan pertidaksamaan nilai mutlak satu variabel. Dengan temuuan hasil penelitian, diperlukan adanya desain didaktis terhadap materi persamaan dan pertidaksamaan nilai mutlak sat variabel yang dapat meminimalisir terjadinya hambatan-hambatan belajar yang telah teridentifikasi.
ANALISIS KEMAMPUAN SPASIAL SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH BANGUN RUANG SISI DATAR BERDASARKAN TINGKAT VISUALITAS Farihah, Umi; Halizah, Putri Nur; Alfarisi, Salman
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 14, No 3 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v14i3.11588

Abstract

The difficulty of students at SMPN 1 Sukowono in visualizing polyhedra remains a fundamental problem. As many as 75% of students scored below the minimum mastery criteria, indicating weak spatial abilities in spatial visualization. There has been no follow-up because students' spatial abilities based on visuality levels have not been identified as the basis for remedial programs. This study aims to analyze students’ spatial abilities in solving problems related to polyhedra based on level of visuality. A qualitative descriptive method was employed at SMPN 1 Sukowono in the 2022/2023 academic year. The subjects were four eighth-grade students with different levels of visuality: non-visualizers, abstract-harmonic, pictorial-harmonic, visualizers. The instruments used were essay tests and MPI questionnaires. Data analysis included condensation, display, conclusion drawing. The validity of the data used was data triangulation. The results showed that non-visualizers mastered four indicators of spatial ability: spatial-orientation, spatial-perception, spatial-relations, spatial-visualization. Pictorial-harmonic students mastered three indicators: spatial-perception, spatial-visualization, mental-rotation. Abstract-harmonic and visualizer students mastered all indicators of spatial ability. It is concluded that abstract-harmonic and visualizer students demonstrated stronger spatial abilities in solving polyhedron problems. The implications of this study can serve as a basis for developing remedial programs to to enhance students’ learning outcomes.
E-WORKSHEET BERBASIS ETNOMATEMATIKA: INOVASI PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA Muntazhimah, Muntazhimah; Mawaddah, Majdiyah; Zakiyah, Siti
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 14, No 3 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v14i3.13305

Abstract

Pemecahan masalah matematika telah menjadi pusat pembelajaran matematika saat ini. Namun kenyataan menunjukkan bahwa, untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), kemampuan ini masih sangat tertinggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-worksheet berbasis etnomatematika yang dapat mengasah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pendekatan etnomatematika digunakan untuk mengaitkan konsep matematika dengan konteks budaya lokal, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Metode penelitian pengembangan dengan menggunakan ADDIE dipilih karena sesuai dengan konteks penelitian. Subjek uji coba adalah siswa SMP pada salah satu sekolah di Jakarta Timur. Seluruh Instrumen penelitian yang digunakan divalidasi oleh ahli pendidikan matematika dan praktisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-worksheet yang dikembangkan memiliki tingkat kelayakan sangat layak dan tingkat keefektifan sangat efektif. Simpulan penelitian ini adalah e-worksheet berbasis etnomatematika layak digunakan sebagai media pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMP. Dengan tersedianya eworksheet ini dapat memberikan kualitas pembelajaran matematika yang lebih bermakna dan relevan. Mathematical problem solving has become a central skill in mathematics learning today. However, this skill is still significantly underdeveloped at the junior high school (SMP) level. This study aims to develop an ethnomathematics-based e-worksheet that can hone the mathematical problem-solving skills of junior high school (SMP) students. The ethnomathematics approach is used to link mathematical concepts to the local cultural context, making learning more meaningful. The ADDIE development research method was chosen because it is appropriate to the research context. The trial subjects were junior high school students at a school in East Jakarta. All research instruments used were validated by mathematics education experts and practitioners. The results showed that the developed e-worksheet had a very good level of feasibility and a very effective level of effectiveness. The conclusion of this study is that the ethnomathematics-based e-worksheet is suitable for use as an innovative learning medium to improve junior high school students' mathematical problem-solving skills. The availability of this e-worksheet can provide a more meaningful and relevant quality of mathematics learning.