cover
Contact Name
Muhammad Ikhwan Rizki
Contact Email
ikhwanrizki@unlam.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jps@unlam.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Pharmascience
ISSN : 23555386     EISSN : 24609560     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Pharmascience memuat naskah hasil penelitian dan artikel review bidang kefarmasian. Naskah dapat berasal dari mahasiswa, dosen, peneliti, dan lembaga riset. Setiap naskah yang diterima redaksi Jurnal Pharmascience akan ditelaah oleh Mitra Bebestari dan Anggota Redaksi. Jurnal Pharmascience terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu Februari dan Oktober. Redaksi menerima pemesanan Jurnal Pharmascience untuk berlangganan atau pembelian setiap terbitan.
Arjuna Subject : -
Articles 340 Documents
Identifikasi Bahan Kimia Obat (BKO) dalam Sediaan Jamu Pegal Linu dari Kota Wonosobo Alvisnayna Aida Maharani; Perdana Priya Haresmita; Arief Kusuma Wardani; Khusnul Fadhilah; Indra Yudhawan
Jurnal Pharmascience Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v10i2.15783

Abstract

Obat tradisional adalah ramuan atau bahan berupa tumbuhan, hewan, mineral, sediaan sarian (galenik), atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun-temurun telah digunakan untuk pengobatan. Obat tradisional yang banyak diminati masyarakat salah satunya adalah jamu pegal linu. Meningkatnya permintaan pasar akan jamu membuat adanya produsen yang secara langsung menambahkan Bahan Kimia Obat (BKO) pada produknya. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi apakah terdapat kandungan BKO pada produk jamu pegal linu yang beredar di Kota Wonosobo. Metode yang digunakan adalah Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dengan fase diam silika gel 60 F254, fase gerak etil asetat:kloroform (4:1), etil asetat:kloroform (1:1) dan etil asetat:n- heksan (3:2) dengan deteksi sinar UV254 nm. Pada penelitian ini digunakan 6 sampel jamu dengan baku pembanding parasetamol, asam mefenamat, prednison dan natrium diklofenak. Berdasarkan hasil penelitian ini, sampel yang positif mengandung BKO adalah sampel A dan E, yaitu positif mengandung prednison dengan nilai Rf 0,275. Kata Kunci: Obat Tradisional, Parasetamol, Asam Mefenamat, Prednison, Natrium Diklofenak Traditional medicines are mixtures or concoctions made from substances such as plants, animals, minerals, herbal preparations, or combinations of these substances that have been utilized for therapeutic purposes for many years. Herbal remedies for stiff and aching muscles are one of the ancient treatments that are in high demand by the general public. Producers have been forced to directly add Medicinal Chemicals to their products as a result of the rising market demand for herbal medicine. The goal of this study was to determine whether herbal products used to treat rheumatic pain in Wonosobo City included any medicinal chemicals. Thin Layer Chromatography (TLC) was the technique employed, with silica gel 60 F254 serving as the stationary phase and the mobile phases being ethylacetate:chloroform (4:1), ethyl acetate:chloroform (1:1), and ethyl acetate:n-hexane (3:2). using UV254 nm light detection. Six herbal medicine samples were employed in this trial, along with industry-standard doses of paracetamol, mefenamic acid, prednisone, and diclofenac sodium. According to the study's findings, samples A and E tested positive for the presence of pharmaceutical compounds because they contained prednisone, which had an Rf value of 0.275. 
Review: Virgin Coconut Oil and The Pharmacology Effect Kamri, Andi Maulana
Jurnal Pharmascience Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v11i1.16478

Abstract

Diproduksi dari tanaman Cocos nucifera, minyak kelapa murni merupakan produk yang banyak digunakan di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan di Indonesia tempat tanaman ini tumbuh. Namun, hanya sedikit orang yang menyadari dampak kesehatan sistemik virgin coconut oil (VCO). Fokus tinjauan ini ditentukan untuk menjelaskan efek farmakologi dari VCO. Artikel yang di identifikasi menggunakan metode eksperimental serta mempertimbangkan kriteria inklusi dan eksklusi dalam pemilihannya dengan menggunakan kata kunci yang digunakan. Efek nefroprotektif VCO juga dianggap sebagai efek antioksidan karena peran VCO dalam mencegah berkembangnya stres oksidatif diduga dapat menurunkan kemungkinan peningkatan ureum dan kreatinin. VCO yang mengandung medium-chain fatty acids (MCFA) dan memiliki sifat antioksidan diduga mampu menurunkan glukosa darah dengan cara meningkatkan laju metabolisme sehingga glukosa darah dapat diubah menjadi energi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa VCO mempengaruhi metabolisme glukosa dan lipid pada penderita diabetes dengan menurunkan kadar glukosa darah. VCO memiliki Asam laurat dan free fatty acids yang berfungsi untuk mereduksi stres oksidatif. Kata Kunci: Minyak kelapa murni, Farmakologi, Imunologi, Metabolisme, Dampak Terapi Produced from the Cocos nucifera plant, pure coconut oil is a product that is widely used in Indonesia, especially in South Celebes, where this plant grows. However, few people are aware of the systemic health effects of virgin coconut oil. (VCO). The focus of this review is to explain the pharmacological effects of VCO, as there has been no previous special review. The identified articles use experimental methods and consider inclusion and exclusion criteria in their selection using the keywords used. The nephroprotective effects of VCOs are also considered to be antioxidant effects because the role of the VCO in preventing the development of oxidative stress is suspected to reduce the likelihood of increased urea and creatinine. VCOs that contain medium-chain fatty acids (MCFAs) and have antioxidant properties are thought to be able to lower blood glucose by increasing the rate of metabolism so that blood sugar can be converted into energy. The results showed that VCO affects glucose and lipid metabolism in diabetics by lowering blood glucose levels. VCO has lauric acid and free fatty acids that serve to reduce oxidative stress.
Analisis Theory of Action (TRA) terhadap Niat Menggunakan Obat Tradisional Pada Masyarakat Kota Banjarbaru Rahmadina, Aprillia; Anwari, Muhammad Hafiz; Rusida, Esty Restiana; Putra S, Ravenalla Abdurrahman Al Hakim Sampurna
Jurnal Pharmascience Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v11i1.18017

Abstract

Penduduk Indonesia, khususnya penduduk di wilayah Kota Banjarbaru memiliki persentase yang tinggi dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan tradisional menggunakan pengobatan jenis ramuan, di mana hal ini dapat menjadi hal penting bagi industri farmasi dalam menentukan strategi pasar. Penelitian bertujuan menilai niat masyarakat Kota Banjarbaru dalam penggunaan obat tradisional yang diuji dengan Theory of Reasoned Action (TRA). Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross sectional). Penelitian menggunakan 102 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner model Theory of Reasoned Action. Analisis yang dilakukan adalah uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik dan uji regresi linear berganda yang dilanjutkan dengan uji T dan uji F. Hasil penelitian menunjukan masyarakat Kota Banjarbaru memiliki sikap positif (95,10%), norma subjektif positif (94,14%), dan niat yang positif (99,02%) terhadap penggunaan obat tradisional. Terdapat hubungan pada kategori kuat dengan nilai R = 0,698 dan pengaruh sebesar 47,6% secara simultan dari sikap dan norma subjektif terhadap niat. Dari masing-masing variabel terdapat hubungan pada kategori sedang dengan nilai r1 = 0,405 dan pengaruh dari sikap (0,209), serta hubungan pada kategori rendah dengan nilai r2 = 0,378 dan pengaruh dari norma subjektif (0,176) terhadap niat. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat pengaruh antara variabel sikap dan norma subjektif terhadap variabel niat dalam menggunakan obat tradisional pada masyarakat di wilayah Kota Banjarbaru. Kata Kunci: Proporsi, Pengobatan, Sikap, Norma, Konsumen The Indonesian population, especially the population in the Banjarbaru City area, has a high percentage of utilization of traditional health services using herb-type treatment, which can be important for the pharmaceutical industry in determining market strategies. The purpose of this study was to determine the intention of Banjarbaru city residents to use traditional medicine tested by the Theory of Reasoned Action (TRA). This research is an observational analytic study with a cross-sectional design. The study used 102 respondents who met the inclusion and exclusion criteria.. The “Theory of Reasoned Action” questionnaire model was used as an instrument. The nalyses performed included validity and reliability tests, classical assumption tests, and multiple linear regression tests, followed by t and F tests it continued. The results showed that the people of Banjarbaru City had a positive attitude (95.10 %), positive subjective norms (94.14%), and positive intentions (99.02%) toward the use of traditional medicine. There is a relationship in the strong category (R = 0.698) and the effect of 47.6% simultaneously from attitudes and subjective norms on intentions. From each variable, there is a relationship between the medium category (r1 = 0.405) and the effect of attitude (0.209), as well as a relationship in the low category (r2 = 0.378) and the effect of subjective norms (0.176) on intentions. The conclusion of this study is that there is an influence between attitude variables and subjective norms on the intention variable in using traditional medicine by the community in the Banjarbaru City area.
UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES INFUSA DAUN SALAM (Syzygium polyantum) TERHADAP MENCIT YANG DIINDUKSI ALOKSAN Puspita, Syilvia Endah; Ariastuti, Reni; Husna, Khotimatul
Jurnal Pharmascience Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v11i1.16847

Abstract

Daun salam (Syzygium polyantum)merupakan tanaman yang mengandung flavonoid, saponin, dan tanin yang memiliki potensi antidiabetes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi aktivitas antidiabetes infusa daun salam (S.polyantum) terhadap mencit diabetes melitus yang diinduksi aloksan.Studi eksperimental melibatkan 30 mencit sebagai hewan uji, yang dibagi menjadi 6 kelompok. Kelompok 1 dianggap sebagai kontrol normal, dan kelompok 2-6 dikondisikan diabetes dengan aloksan subkutan 170 mg/kg BB. Setelah aloksan diberikan 48 jam kemudian, masing-masing kelompok diberi perlakuan sebagai berikut: aquades (kontrol negatif), glibenklamid 0,65 mg/kg BB (kontrol positif), infusa daun salam 10%, infusa daun salam 15%, dan infusa daun salam 20%. Perlakuan berlangsung selama tujuh hari. Glukometer digunakan untuk mengukur gula darah. Analisis variasi nonparametrik (Kruskal wallis) digunakan untuk memeriksa data kadar gula darah puasa. Hasil perlakuan menunjukkan kadar gula darah rata-rata dalam kelompok masing-masing sebesar 90,5 mg/dl (kelompok 1), 368 mg/dl (kelompok 2), 81 mg/dl (kelompok 3), 121,75 mg/dl (kelompok 4), 106,25 mg/dl (kelompok 5), dan 70,75 mg/dl (kelompok 6). Uji daya hipoglikemi berturut-turut dilakukan pada kelompok perlakuan berikut: 58,7% (glibenklamid 0,65 mg/kg BB), 42,2% (infusa 10%), 50,2% (infusa 15), dan 66,6% (infusa 20%). Sebagai hasil dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa infusa daun salam memiliki sifat antidiabetes terhadap mencit yang diinduksi aloksan. Kata Kunci: Hipoglikemi, Diabetes, Glukometer, Kadar Gula Darah, Glibenklamid  Bay leaf (Syzygium polyantum) contains flavonoids, saponins, and tannins, which can potentially be antidiabetics. This research aims to determine the antidiabetic activity of bay leaf infusion (Syzygium polyantum) toward alloxan-induced diabetes mellitus mice. This research was conducted experimentally using 30 mice divided into six groups. Group 1 was the normal control, and groups 2-6 were conditioned diabetes by subcutaneous allocation of alloxan 170 mg/kg BW. After 48 hours of alloxan allocation, each group was successively given the following treatment: distilled water (negative control), 0.65 mg/kg BW glibenclamide (positive control), 10% bay leaf infusion, 15% bay leaf infusion, and 20% bay leaf infusion. Treatment was given for seven days. Blood sugar levels are measured using a glucometer. Data on fasting blood glucose levels were analyzed using a nonparametric analysis of variation (Kruskal Wallis). The final results of measuring the average blood sugar level after the treatment were 90.5 mg/dl (group 1), 368 mg/dl (group 2), 81 mg/dl (group 3), 121.75 mg/dl ( group 4), 106.25 mg/dl (group 5), 70.75 mg/dl (group 6). The percentage of hypoglycemic power in the treatment group was tested successively as follows: 58.7% (glibenclamide 0.65 mg/kg BW), 42.2% (10% infusion), 50.2% (15% infusion), 66.6 % (20% infusion). This study concluded that bay leaf infusion had antidiabetic activity against alloxan-induced mice.
Profil Peresepan Obat Batuk pada Pasien Anak di Apotek di Kota Pontianak Wahdaningsih, Sri; Untari, Eka Kartika; Liberti, Oktaviona Winda
Jurnal Pharmascience Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v11i1.11836

Abstract

Anak-anak adalah kelompok umur yang sering menderita batuk. Batuk dapat diatasi dengan obat batuk yang diperoleh melalui peresepan oleh dokter. Profil peresepan obat batuk bertujuan sebagai langkah awal mengetahui pola pengobatan batuk pada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui profil peresepan obat batuk yang diberikan kepada anak di tiga Apotek Kota Pontianak pada periode Januari-Desember 2020 yang meliputi kelompok umur, golongan obat, bentuk sediaan, kekuatan sediaan, dan aturan pakai. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan menggunakan teknik total sampling, sehingga diperoleh 160 lembar resep.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa golongan obat batuk yang diresepkan adalah mukolitik sebesar 53,75% (86 lembar), ekspektoran 42,5% (68 lembar), dan antitusif 15% (24 lembar). Bentuk sediaan yang diresepkan adalah puyer sebesar 59,38%, sirup 23,75%, drop 6,25%, tablet 5%, kapsul 1,25%, dan campuran (lebih dari 1 sediaan) 4,38%. Aturan pakai yang dicantumkan pada resep adalah tiga kali sehari sebesar 73,12%, dua kali sehari 16,25%, dan empat kali sehari sebesar 5,652% dengan lama terapi terbanyak adalah 5 hari. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa golongan mukolitik yang terbanyak diresepkan sehingga menggambarkan batuk produktif adalah gangguan pernafasan yang paling banyak dialami oleh anak, serta sediaan puyer adalah salah satu jenis sediaan yang ditujukan pada kelompok usia anak. Kata kunci: Batuk, Anak-anak, Peresepan, Resep, Apotek Children are the age group who often suffer from cough. The cough can be overcome with anti-cough which was obtained through a prescription by a doctor. The anti-cough prescribing profile is purposed as an initial step to establish the therapy of cough among children. This study aims to obtain the profile of anti-cough in children’s prescriptions at 3 pharmacies in Pontianak from January-December 2020 which includes patient age group, drug class, dosage form, dosage strength, and drug use rules. This study is a descriptive-observational study using a total sampling technique with the result that 160 prescribes were collected. The results show that the mucolytic agents were the most prescribed for 52,5% (86 prescriptions), expectorant for 42,5% (68 prescriptions), and antitussive for 15% (24 prescriptions). The pulveres were the most dosage form that were given to children at 59,38%, followed by syrup, drop, tablet, capsule, and more than one dosage form was given respectively 23,75%, 6,25%, 5%, 1,25%, and 4,38%. The usage rule written in the prescription are three times a day at 73,12%, twice a day at 16,25%, and four times a day at 5,625% with the longest duration of therapy is 5 days. Based on the results, it can be concluded that mucolytics were the most prescribed to children in order to manage the productive cough that can be assumed it was the most experienced respiratory disorder symptom by children. In addition, pulveres was one of the appropriate dosage form addressed to children.
Pemanfaatan Probiotik Asam Laktat dalam Susu Kuda Sumbawa sebagai Bahan Baku Tabir Surya Taufiqurrahman, Muh; Ryan, Adhe Septa; Butar-Butar, Maria Elvina Tresia; Pijaryanti, Indria
Jurnal Pharmascience Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v11i1.16652

Abstract

Susu kuda Sumbawa merupakan susu murni dari kuda liar yang dipelihara oleh petani organik di Indonesia. Kandungan asam laktat pada susu kuda Sumbawa jarang digunakan untuk produk non pangan. Asam laktat (lactic acid), dikategorikan sebagai salah satu asam α-hidroksi (AHA), adalah asam organik dengan gugus hidroksil pada posisi alfa. Asam laktat dapat diproduksi baik dengan fermentasi mikroorganisme atau dengan sintesis kimia dan berguna sebagai tabir surya serta antioksidan. Tabir surya merupakan senyawa yang dapat melindungi kulit dari efek sinar ultraviolet yang dipancarkan matahari. Penelitian diawali dengan mengidentifikasi bahan uji dengan melakukan analisis asam laktat yang bertujuan untuk mengetahui jumlah total asam laktat yang terdapat pada sampel susu kuda kemudian dilakukan pengujian SPF, %TP dan %TE. Hasil dari pengujian ini termasuk dalam perlindungan maksimal karena memiliki faktor perlindungan matahari <15, serta kandungan asam laktat dalam susu kuda terbukti efektif sebagai tabir surya dengan nilai SPF yaitu 9,4. Hasil pengukuran persentase eritema (% TE) dan persentase pigmentasi (% TP) susu kuda berada dalam standar dengan masing-masing nilai %Te sebesar 9,3% dan nilai %Tp sebesar 47,5%  termasuk kategori Suntan standar. Kata Kunci: SPF, Persentase Eritema, Persentase Pigmentasi, Suntan, Tabir surya Sumbawa horse milk is pure milk from wild horses raised by organic farmers in Indonesia. The lactic acid content in Sumbawa horse milk is rarely used for non-food products. Lactic acid, categorized as one of the α-hydroxy acids (AHAs), is an organic acid with a hydroxyl group at the alpha position. Lactic acid can be produced either by the fermentation of microorganisms or by chemical synthesis and is used as a sunscreen as well as an antioxidant. Sunscreen is a compound that can protect the skin from the effects of ultraviolet rays emitted by the sun. The study was started by identifying the test material by carrying out lactic acid analysis which aims to determine the total amount of lactic acid present in the horse milk sample and then tested for SPF, %TP and %TE. The result of this test is that the effect of sunscreen on Sumbawa mare's milk is very good, namely 9.4 which is included in the maximum protection because it has a sun protection factor <15. The results of measurements of the percentage of erythema (% TE) and percentage of pigmentation (% TP) of mare's milk were in the standard with each %Te value of 9.3% and %Tp value of 47.5% including the standard suntan category.
Inhibisi Enzim α-Glukosidase oleh Bacillus Megaterium ITU 9 Isolat Sumber Air Panas Sumatera Utara Piska, Finna; Ginting, Chrismis Novalinda; Harmileni, Harmileni; Fachrial, Edy
Jurnal Pharmascience Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v11i1.17045

Abstract

Diabetes adalah penyakit multifaktor yang insidensinya meningkat dengan pesat di negara berkembang. Diabetes mellitus (DM) tipe 2 adalah jenis diabetes yang paling umum ditemui, dimana penyakit ini erat kaitannya dengan kemajuan industri dan teknologi sehingga mempengaruhi gaya hidup seseorang. Penanggulangan penyakit ini dapat dilakukan dengan menghambat aktivitas α-glukosidase. Beberapa mikroorganisme terutama dari sumber air panas dapat dimanfaatkan sebagai penghasil senyawa inhibitor α-glukosidase. Pada penelitian sebelumnya isolat Bacillus megaterium ITU 9 merupakan isolat yang diisolasi dari sumber air panas. Pada penelitian ini diuji kemampuan isolat Bacillus megaterium ITU 9 sebagai penghasil inhibitor α-glukosidase dengan metode sumur. Daya persen inhibisi supernatan B. megaterium ITU 9 terhadap kerja enzim α-glukosidase adalah sebesar 46,67%, sedangkan daya persen inhibisi acarbose yaitu 70%. Dalam hal ini B. megaterium ITU 9 termofilik memiliki daya inhibisi terhadap enzim α-glukosidase. Kata Kunci: Bakteri Termofilik, Inhibitor, Akarbose, Metode Sumur, Persen Inhibisi Diabetes is a multifactorial disease whose incidence is increasing rapidly in developing countries. Diabetes mellitus (DM) type 2 is the most common type of diabetes, where this disease is closely related to industrial and technological advances, thus affecting a person's lifestyle. This disease can be controlled by inhibiting α-glucosidase activity. Several microorganisms, especially from hot springs, can be used to produce α-glucosidase inhibitor compounds. In previous research, the Bacillus megaterium ITU 9 isolate was an isolate isolated from hot springs. In this study, the ability of the Bacillus megaterium ITU 9 isolate to produce α-glucosidase inhibitors was tested using the well method. The percent inhibition power of B. megaterium ITU 9 supernatant on the action of the α-glucosidase enzyme was 46.67%, while the percent inhibition power of acarbose was 70%. In this case, the thermophilic B. megaterium ITU 9 has inhibitory power against the α-glucosidase enzyme.
Analisis Kadar Flavonoid Total Ekstrak Bawang Lanang Hitam (Allium Sativum L.) dengan Variasi Metode Ekstraksi Anggraini, Devina Ingrid; Kusuma, Eka Wisnu; Sulistiawati, Yunisa
Jurnal Pharmascience Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v11i1.16257

Abstract

Flavonoid merupakan senyawa polifenol yang memiliki potensi seperti antiinflamasi. Sumber flavonoid dari tumbuhan dapat ditemukan pada umbi bawang lanang hitam. Senyawa flavonoid dapat diperoleh dengan cara ekstraksi. Metode ekstraksi dapat mempengaruhi senyawa yang didapatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kadar flavonoid total tertinggi ekstrak umbi bawang lanang hitam (Allium sativum L.) dengan metode ekstraksi sokletasi, maserasi, dan perkolasi. Metode analisis yang digunakan untuk menetapkan kadar flavonoid adalah Spektrofotometri UV-Vis. Hasil yang diperoleh menunjukkan positif terdapat flavonoid pada ekstrak etanol umbi bawang lanang hitam dengan perolehan kadar flavonoid total metode ekstraksi sokletasi sebanyak 4,7823 mgQE/g, metode ekstraksi maserasi sebanyak 4,2831 mgQE/g dan metode ekstraksi perkolasi sebanyak 4,4942 mgQE/g. Kadar Flavonoid total ekstrak etanol umbi bawang lanang hitam dengan metode ekstraksi sokletasi lebih tinggi daripada metode ekstraksi maserasi dan perkolasi. Kata Kunci: Umbi Bawang Lanang Hitam, Flavonoid Total, Maserasi, Sokletasi, Perkolasi Flavonoids are polyphenolic compounds that have potentials such as antiinflamation. Flavonoids from plants can be found in black onion bulbs. Flavonoids can be obtained by extraction. Extraction can affect the compounds obtained. The purpose of this study was to determine the highest total flavonoid content of black onion bulb extract (Allium sativum L.) with the extraction method of soxhletation, maceration, and percolation. The analytical method used to determine the levels of flavonoids is UV-Vis Spectrophotometry. The results obtained showed positive flavonoids in the ethanol extract of black lanang onion bulbs with the total flavonoid content obtained by the soxhletation extraction method as much as 4.7823 mgQE/g, in the maceration extraction method as much as 4.2831 mgQE/g, and the percolation extraction method as much as 4.7823 mgQE/g. Total flavonoid content of ethanol extract of black lanang onion bulbs with soxhletation extraction method is higher than maceration and percolation extraction method.
FORMULASI DAN EVALUASI GEL HAND SANITIZER DARI MINYAK ATSIRI BUNGA LILI (Lilium auratum) Febrianti, Dwi Rizki; Kumalasari, Eka; Niah, Rakhmadhan; Ariani, Novia; Supomo, Supomo; Sandi, Dita Ayulia Dwi
Jurnal Pharmascience Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v11i1.13822

Abstract

Minyak atsiri bunga lili (lilium auratum) dapat berpotensi sebagai antibakteri dengan memformulasikan dalam bentuk sediaan gel hand sanitizer. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan sediaan gel antiseptik (Hand sanitizer) minyak atsiri bunga lili dengan berbagai konsentrasi gelling agent carbopol 940 yang mempunyai sifat fisik yang baik dan memenuhi syarat. Carbopol 940 divariasikan dengan konsentrasi 0,667 % dan 1,334% dari total formula. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Formula diuji sifat fisiknya, seperti uji organoleptis, pH, homogenitas, daya lekat dan daya sebar. Hasil penelitian menunjukkan dari kedua formula dengan variasi konsentrasi gelling agent carbopol 940 yaitu 0,667 % dan 1,334% memenuhi syarat uji sifat fisik. Didapatkan hasil formula yang mempunyai sifat fisik yang memenuhi standar uji sifat fisik adalah formula II dengan konsentrasi Carbopol 940 1,334%. Kata Kunci : Lilium Auratum, Hand Sanitizer, Carbopol 940, Uji Sifat Fisik, Antibakteri The essential oil of lili (Lilium auratum) can potentially be antibacterial by formulating in the form of hand sanitizer gel preparations. This study is to determine the preparation of antiseptic gel (Hand sanitizer) of lilies essential oil with various concentrations of gelling agent carbophol 940 which has good physical properties and qualifies. Carbophol 940 with a variation in concentration of 0.667% and 1.334% with experimental methods conducted trials on formulations so that a product of hand sanitizer gel preparations of lilies essential oil that has good physical properties and qualifies. The results of the research showed that from the two formulas with variations in the concentration of the gelling agent Carbopol 940, namely 0.667% and 1.334%, it met the requirements. The resulting formula which had good physical properties was formula II with the amount of Carbopol 1.334%.
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Sabut Buah Pinang (Areca catechu L.) Pratiwi, Indah; Hasnaeni, Hasnaeni; Handayani, Selpida
Jurnal Pharmascience Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v11i1.16811

Abstract

Penelitian ekstrak etanol buah pinang (Areca catechu L.) telah dilakukan. Penelitian ini untuk mengetahui nilai IC50 antioksidan optimal buah pinang (A. catechu L.) menggunakan metode DPPH. Sampel buah pinang (A. catechu L.) diekstraksi dengan etanol 96% menggunakan metode ekstraksi maserasi. Ekstrak diuapkan untuk mendapatkan ekstrak etanol kental menggunakan rotary evaporator. Skrining fitokimia dilakukan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder. Hasil skrining menunjukkan adanya senyawa flavonoid dan alkaloid dalam ekstrak etanol buah pinang. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan DPPH dan menggunakan quercetin sebagai senyawa standar. Nilai IC50 ekstrak etanol diketahui sebesar 69,979 µg/mL. Hasil penelitian menunjukkan adanya potensi ekstrak etanol buah pinang sebagai antioksidan kuat. Kata Kunci: 2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazyl (DPPH), Flavanoid, Nilai IC50, Maserasi, Kuersetin The purpose of this study was to determine the optimal antioxidant IC50 value of Areca catechu L. using the DPPH method. Areca fruit extract (Areca catechu L.) with 96% ethanol using maceration procedure. The extract was evaporated using a rotary evaporator to obtain concentrated ethanol extract, after which a phytochemical screening was carried out to determine the content of secondary metabolites. Screening results showed that flavonoids and alkaloids were found in the ethanol extract of areca nut coconut shells. In addition, antioxidant activity was also tested with DPPH and uses quercetin as a standard. The IC50 of 96% ethanol extract is 69,979 µg/mL. In this review, IC50 results were obtained which showed the potential of A.catechu  ethanol extract as a strong antioxidant