Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN KAPASITAS KELOMPOK WANITA TANI NAWASENA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN SABUN CUCI PIRING BERBAHAN BAKU BUNGA MAWAR Andika Putra Setiawan; Danu Indra Wardhana; Anisa Nurina Aulia; Oktarina Oktarina; Imelita Nasya; Dhiaz Ari Priyandana; Anggi Mediana Muchta
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34423

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) “NAWASENA” di Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember melalui pelatihan pembuatan sabun cuci piring berbahan baku bunga mawar. Kegiatan dilatarbelakangi oleh melimpahnya hasil panen bunga mawar yang selama ini hanya dijual segar dengan harga relatif rendah dan minimnya keterampilan pengolahan produk bernilai tambah. Pelaksanaan program dilakukan melalui tahapan survei, persiapan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Metode yang digunakan berupa demonstrasi dan praktik langsung sehingga peserta memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai teknik pembuatan, pengemasan, dan strategi pemasaran produk. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan anggota KWT, terbukti dari hasil post-test yang lebih tinggi dibanding pre-test. Produk sabun cuci piring yang dihasilkan memiliki keunggulan berupa aroma khas mawar, ramah lingkungan, dan berpotensi dikembangkan menjadi usaha berbasis komunitas. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil memperkuat kapasitas KWT dalam memanfaatkan potensi lokal, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, serta mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan secara berkelanjutan. Kata kunci: Kelompok Wanita Tani, pemberdayaan perempuan, bunga mawar, sabun cuci piring, pelatihan. ABSTRACTThis community service program aims to enhance the capacity of the “NAWASENA” Women Farmers Group (KWT) in Karangpring Village, Sukorambi District, Jember Regency through training in producing dishwashing soap made from rose flowers. The program was initiated due to the abundant harvest of roses, which are commonly sold fresh at low prices, and the limited skills in processing them into value-added products. The implementation stages included survey, preparation, training, mentoring, and evaluation. The training was carried out through demonstration and hands-on practice, enabling participants to gain comprehensive knowledge of soap-making techniques, packaging, and marketing strategies. The results showed a significant improvement in participants’ knowledge and skills, as evidenced by higher post-test scores compared to pre-test. The dishwashing soap produced has distinctive advantages, including a natural rose fragrance, eco-friendly properties, and potential to be developed into a community-based business. Therefore, this program successfully strengthened the group’s capacity to utilize local potential, increased the added value of agricultural products, and supported sustainable women’s economic empowerment. Keywords: Women Farmers Group, women empowerment, rose flower, dishwashing soap, training.
Pemberdayaan LKSA Muhammadiyah Al-Iman Wuluhan dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Ekonomi melalui Program B2SA Danu Indra Wardhana; Anisa Nurina Aulia; Andika Putra Setiawan; Insan Wijaya; Bejo Suroso; Afan Bagus Mananda; Fina Syafia; Alda Wata Alim Ronita; Diana Dwi Anggraeni; Ryan Setiadi Plaikol; Juvitasari
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1678

Abstract

The availability of diverse, nutritious, balanced, and safe food (B2SA) is a fundamental need, especially for children in child welfare institutions. This community service program aimed to enhance food security and economic self-sufficiency at Muhammadiyah Al-Iman Child Welfare Institution in Wuluhan through yard utilization and aquaponic-based food processing training. The program involved 25 participants, including 2 caregivers, 3 administrators, and 20 foster children.  The activities included nutrition counseling, aquaponic cultivation training (catfish and water spinach), food processing training (catfish nuggets and water spinach sticks), and product marketing and branding management. Evaluation results showed a significant improvement in participants’ knowledge and skills, indicated by an increase in the average pre-test score from 40 to 80 in the post-test (100% improvement).  The physical outputs included three drum-based aquaponic units, packaged value-added food products with labels, and simple promotional media. The program successfully improved nutritious food availability and generated additional income opportunities. Ongoing mentoring and collaboration with local government agencies ensure sustainability. This model is effective in strengthening both food security and economic resilience and has potential for replication in similar institutions.
Analisis Keuntungan Usaha Peternakan Ayam Petelur Di Resa Farm Desa Tutul Kecamatan Balung Kabupaten Jem-ber Fina Mafrohan; Fefi Nurdiana Widjayanti; Anisa Nurina Aulia
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 5 (2025): Proceeding SEMARTANI 4.1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v4i5.796

Abstract

Peternakan ayam petelur merupakan salah satu sektor agribisnis yang memiliki potensi ekonomi tinggi, terutama dalam penyediaan kebutuhan protein hewani berupa telur. peneliti bertujuan untuk mengalisis tingkat keuntungan usaha peternakan ayam petelur di Resa Farm, melalui pendekatan studi kasus menggunakan data primer dan data skunder. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus pada skala peternakan 6.000 ekor ayam. Hasil analisis diperoleh bahwa usaha peternakan ayam petelur di Resa Farm Desa Tutul Kecamatan Balung Kabupaten Jember menguntungkan dengan keuntungan bersih yang diperoleh mencapai Rp. 794.288.000 selama 5 tahun. usaha peternakan ayam petelur di Resa Farm Kecamatan Balung Kecamatan Jember efisien nilai Net B/C lebih besar dari 1 yaitu sebesar 403.12 yang artinya usaha peternakan ayam petelur di Resa Farm akan memberikan keuntungan 403.12 kali lipat dibandingkan kerugian. Kerugian hanya dialami pada tahun ke 0, sedangkan di tahun ke 1 sampai 5 usaha selalu mengalami keuntungan.
Analisis Tingkat Layanan dan Harapan Penyuluhan Pertanian Pada Usahatani Cabai Merah Besar (Capsicum Annum, L.) Di Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember Fajar Pamadi; Syamsul Hadi; Anisa Nurina Aulia
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 5 (2025): Proceeding SEMARTANI 4.1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v4i5.805

Abstract

Cabai merah besar merupakan komoditas hortikultura yang telah banyak diusahakan oleh petani di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember. Penyuluhan merupakan pendidikan informal bagi petani dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup petani dalam mengelola usahatani nya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) untuk mengetahui tingkat layanan penyuluh pertanian di Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember, (2) untuk mengetahui tingkat kepentingan (harapan) petani cabai merah besar atas layanan penyuluh pertanian di Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder dengan jumlah sampel 49 petani cabai merah besar. Analisis menggunakan deskriptif kualitatif melalui skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) tingkat layanan penyuluh pertanian di Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember dikategorikan baik dengan nilai persentase sebesar 69,47%, (2) tingkat kepentingan (harapan) petani cabai merah besar atas layanan penyuluh di Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember dikategorikan sangat penting dengan nilai persentase sebesar 83,02%. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan antara layanan yang diterima oleh petani dengan harapan petani. Oleh karena itu, perlu peningkatan kualitas bimbingan dari penyuluh guna mendukungkeberhasilan usahatani cabai merah besar di wilayah Kecamatan Ambulu.
Strategi Pengembangan Usaha Peternakan Ayam Petelur di Resa Farm Desa Tutul Kec. Balung Kab. Jember. Aisyah Salsabila; Fefi Nurdiana Widjayanti; Anisa Nurina Aulia
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 6 (2025): Proceeding SEMARTANI 4.2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya Pentingnya subsektor peternakan dalam penyediaan protein hewani melalui telur ayam ras yang terjangkau. Produksi telur di Kabupaten Jember mengalami penurunan pada tahun 2024 akibat kenaikan harga pakan dan kendala teknis, sehingga diperlukan strategi pengembangan yang tepat. Maka Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisa strategi pengembangan usaha peternakan ayam petelur di Resa Farm Desa Tutul Kec. Balung Kab. Jember. agar menopang kebutuhan telur ayam di kabupaten jember. metode menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ditentukan purposive di peternakan ayam petelur Resa Farm Desa Tutul Kecamatan Balung Kabupaten Jember. menggunakan metode expert sampling. Hasil penelitian menggunakan hasil analisis SWOT melalui matriks IFAS dan EFAS menujukkan bahwa Peternakan Resa Farm berada pada kuadran I dengan rekomendaasi strategi agresif (Grow Oriented Stategy) Dan berdasarkan hasil kuadran dan Diagram SWOT menunjuukkan bahwa strategi prioritas yaitu SO (Strength, Opportunity) dengan memanfaatkan seluruh kekuatan yang dimiliki untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya.
Studi Komparatif Produktivitas Lahan Antara Sistem Usahatani Monokultur Dan Multiple Cropping Komoditas Tembakau (Kasus di Desa Gunungsari Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso) Moh. Yoga Nuril Fahlian; Syamsul Hadi; Anisa Nurina Aulia
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.25098

Abstract

Musim kemarau menjadi tantangan bagi petani dalam mengelola lahan agar tetap produktif, khususnya di Desa Gunungsari Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso yang sebagian besar masyarakatnya bekerja di sektor pertanian. Pada kegiatan usahatani, petani menerapkan sistem monokultur tembakau dan multiple cropping berupa kombinasi tembakau dengan cabai rawit. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis perbedaan produktivitas antara kedua sistem usahatani; dan (2) mengetahui faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi produktivitas lahan pada masing-masing sistem usahatani. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan komparatif dengan analisis produktivitas lahan, uji beda rata-rata (Independent Sample t-test), dan regresi Cobb-Douglas. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan kuesioner terhadap 77 responden yang terdiri dari 26 petani monokultur dan 51 petani multiple cropping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) hasil uji beda menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05) yang berarti terdapat perbedaan produktivitas yang nyata antara kedua sistem usahatani dengan rata-rata produktivitas lahan pada sistem monokultur sebesar 2,0481 ton/ha, sedangkan sistem multiple cropping sebesar 2,6969 ton/ha, sehingga terdapat selisih produktivitas sebesar 0,64879 ton/ha; (2) faktor sosial ekonomi seperti umur, pendidikan, frekuensi mengikuti penyuluhan, dan status penguasaan lahan mempengaruhi produktivitas lahan petani.
Analisis Kinerja Pengeringan dan Kelayakan Finansial Usaha Teh Bunga Mawar Berbasis Oven Berbahan Bakar LPG Prawitasari, Saptya; Wardhana, Danu Indra; Setiawan, Andika Putra; Aulia, Anisa Nurina; Pangestu, Dzhakwan Putra; Eryani, Nanda Putri
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 2 (2026): TEKNOTAN, Agustus 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n2.19

Abstract

Pengeringan merupakan tahap kritis dalam pengolahan teh bunga mawar karena menentukan pencapaian kadar air, penggunaan energi, dan biaya produksi. Penggunaan oven berbahan bakar Liquefied Petroleum Gas (LPG) berpotensi menjadi teknologi pengeringan yang aplikatif bagi usaha kecil dan menengah, tetapi kinerja termal dan kelayakan ekonominya perlu dievaluasi secara terpadu. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja pengeringan bunga mawar menggunakan oven LPG dan mengevaluasi kelayakan finansial usaha teh bunga mawar. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan satu perlakuan dan tiga ulangan. Parameter yang dianalisis meliputi perubahan kadar air, rendemen, susut bobot, waktu pengeringan, kebutuhan energi, efisiensi pengeringan, kapasitas efektif, dan konsumsi LPG, sedangkan kelayakan finansial dievaluasi menggunakan Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Break Even Point (BEP), Payback Period (PBP), dan analisis sensitivitas. Hasil menunjukkan kadar air menurun dari 88,31 ± 0,18% menjadi 8,80 ± 0,17% selama 313 ± 3 menit pada suhu rata-rata 46,40 ± 0,40°C, dengan rendemen 15,00 ± 0,22% dan efisiensi pengeringan 8,62%. Kebutuhan energi sebesar 6.769,16 ± 67,34 kJ, kapasitas efektif 0,09 ± 0,002 kg/jam, dan konsumsi LPG 0,08 ± 0,002 kg/jam. Secara finansial, usaha layak dengan NPV Rp7.873.614, IRR 50,93%, Net B/C 2,19, dan PBP 2 tahun 5 bulan. Namun, kadar air akhir masih sedikit di atas batas maksimum SNI 3836:2013 sehingga diperlukan optimasi waktu dan kondisi pengeringan.
PELATIHAN DIGITAL MARKETING UNTUK MENINGKATKAN BRAND AWARENESS PRODUK OLAHAN BUNGA MAWAR KELOMPOK WANITA TANI NAWASENA DI DESA KARANG PRING Anisa Nurina Aulia; Andika Putra Setiawan; Danu Indra Wardhana; oktaarina; Henik Prayuginingsih; Imelita Nasya Diantha; Dhiaz Ari Priyandana; Gini Asaiswati
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 2 (2026): September 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v10i2.14537

Abstract

The Nawasena Women Farmers Group (KWT) in Karangpring Village, Jember Regency, has developed various rose-based processed products. However, product marketing has remained limited to word-of-mouth and local sales, resulting in low public brand awareness and limited market reach. This community service initiative aimed to enhance KWT members' understanding of brand awareness and digital marketing, while also providing guidance on developing product identity and digital-based marketing strategies. The methods employed included a participatory communication approach and direct mentoring, encompassing discussions on partner needs, material preparation, pre-testing, sessions on brand awareness and digital marketing, and assistance with creating logos, labels, product catalogs, and e-commerce accounts on Shopee and Instagram. The program concluded with a post-test to evaluate the improvement in participants' knowledge. The results demonstrated an increase in the capacity of Nawasena KWT members to build brand identity and utilize digital media for marketing purposes. Products that previously featured simple packaging were upgraded with more attractive and informative labels. Furthermore, marketing efforts were successfully expanded via social media and online marketplaces, leading to an approximately 20% increase in product demand compared to pre-program levels. An evaluation of the 26 participants showed improved learning outcomes, with the average pre-test score rising from 60 to a range of 80–100 in the post-test. These findings indicate that the outreach and mentoring methods were effective in enhancing the knowledge and skills of the KWT members..
Co-Authors Afan Bagus Mananda Afifutoyyiba, Muhhammad Agung Sebastian Sinaga Agus Subhan Prasetyo Ahib Asadam Aida, Siti Nur Aisyah Salsabila Aisyah Yuristianti Alda Wata Alim Ronita Anggi Mediana Muchta Anggi Rahmadhanisa, Novita Aprilia, Sugesti Dwi Ara Nugrahayu Nalawati Asrori, Muchammad Imam Ayu Lestari, Shafira Bejo Suroso Brahmantiyo, Ibrahim Nadhif Dhiaz Ari Priyandana Diana Dwi Anggraeni Dwi Anggraini Dwiki Kurnia, Putera Eryani, Nanda Putri Fajar Pamadi Famidayana, Lilis Farah Zahra Nafisa Fefi Nurdiana Widjayanti Fina Mafrohan Fina Syafia Firlana Rosa Firmansyah, Brian Arel Fitriana Dina Rizkina Gini Asaiswati Hadi , Syamsul Henik Prayuginingsih Henik Prayuginingsih Henik Prayuginingsih Henik Prayuningsih Ilmi, Maftuh Bahrul Imelita Nasya Imelita Nasya Diantha Indah Ibanah Insan Wijaya Julia, Mega Saniya Juvitasari Kurniasari, Dwiyana Anela Laras Sekar Arum Maulana, Dikdo Ainun Mediana Muchtar, Anggi Mega Saniya Julia Moh. Yoga Nuril Fahlian Muliasari, Risa Martha Muliasari, Risa Martha Nadiroh, Siti Nafisa, Farah Zahra Nur Chasanah Nur Chasanah Nurdiana, Fefi Nurul Balqis Qurratu Aini Nyken Dwi Ayuningtias oktaarina Oktarina Oktarina, Oktarina Pamungkas, Teguh Putra Pangestu, Dzhakwan Putra Prakoso, Gray Aji Pramesti, Shafa Jane Prasetyo, Agus Subhan Prawitasari, Saptya Putra, Rino Dwi Falestiya Rahmah, Jemima Almira Ramadhani, Achmad Risa Martha Muliasari Rizki Rismawati Rosa, Firlana Ryan Setiadi Plaikol S, Sutimawati Saputra, Andrean Setiawan, Andika Putra Shaffani, Yuninda Salva Sinada, Fenty Rosa Sinadha, Fenty Rosa Siska Aulia Siska Juwita Wulandari Sugesti Dwi Aprilia Sutimawati S Syafia, Fina Syamsul Hadi Takenouchi, Naruhito Wardatus Sholihah Wardhana, Danu Indra Wengki Ariando Zaha Rini , Alvi