Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

EDUKASI FIQIH AL BIAH DALAM MEMBANGUN LINGKUNGAN YANG BERSIH DAN SEHAT DI LINGKUNGAN PESANTREN Romdloni, Muhammad Afwan; Nugraha, Gilang
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37599

Abstract

Dunia lagi dihadapkan pada krisis lingkungan yang tiada henti termasuk Indonesia, sebagai salah satu upaya dalam mengatasinya bisa melalui peran agama dalam menyadarkan Kembali akan rasa tanggungjawab umat manusia. Di Indonesia sendiri yang merupakan penduduk mayoritas beragama Islam dan memiliki Lembaga pesantren dalam pengembangan keilmuannya. Akan tetapi dalam sudat pandang tertentu pesantren memiliki kesan yang sedikit negatif dalam masalah kebersihan lingkungan, dengan maraknya penyakit kulit yang menimpa kebanyakan santri meskipun banyak faktor yang mempengaruhinya. Pengabdian ini bertujuan sebagai salah satu upaya dalam memberikan edukasi, mengingatkan dan mengaplikasikan kembali konsep fiqih albiah yang sudah dirumuskan dalam kajian fiqih islam. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini menggunakan metode edukasi berupa seminar tentang konsep fiqih albiah dan pelatihan aplikasi yang tepat di zaman sekarang. Hasil dari kegiatan pengabdian ini dirasa cukup efektif karena para siswa menjadi lebih paham dan mengerti bahwa menjaga lingkungan termasuk meminimalisir pembuatan sampah adalah tanggungjawab bersama. Selain itu juga siswa di sekolah MA Bahauddin sepakat dan berkomitmen bahwa menjaga lingkungan bagian dari pada iman yang nantinya akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak
Membangun Nasionalisme Melalui Pembelajaran Aswaja (Studi Kasus Siswa MAN Surabaya) Ikwan, Mochamad; Wahyudi, Agus; Romdloni, M. Afwan
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol. 5 No. 1 (2021): March
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31597/ccj.v5i1.582

Abstract

The implications of the development of the industrial revolution era with society 5.0 have penetrated everything that has an impact on the fading of the spirit of nationalism. This research applies to describe how learning aswaja from the conceptual level to the realm of praxis where it is in the atmosphere of Nahdliyin as a tradition and technology through Aswaja Learning in an effort to build a spirit of nationalism in MAN Surabaya students. By using qualitative methods in hopes of providing a description of a phenomenon based on empirical reality. This study produces an overview with Aswaja learning materials given to students at MAN Surabaya to build students' spirit of nationalism. The parameters of the spirit of nationalism that can be observed by students include (1) high religiosity of students, (2) tolerant attitude (3) union and honesty (4) chastisement (5) organized (6) courage and honesty (7) respect the hero (8) autonomous (9) accountability, and (10) love lokal indigineous.
Edukasi Pola Makan Sehat dalam Perspektif Islam dan Pemeriksaan Kesehatan dengan Metode POCT Desa Sumbersono Mojokerto Muhammad Afwan Romdloni; Yauwan Tobing Lukiyono; Muhammad Taufik Hidayat; Hurun Ainun Jamilah; Nurus Saadati Asbachah; Nadira Maulidiatul Kamiliah; Ahmad Danu Ajrullah
Journal of Community Development Diversity Vol. 1 No. 2 (2025): Juli
Publisher : PT Pro Panoramic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64595/jcdd.308

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, hiperkolesterolemia, dan hiperurisemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, khususnya di kalangan ibu rumah tangga. Kurangnya kesadaran terhadap pola makan sehat menjadi faktor pemicu utama. Dalam Islam, pola makan sehat telah diajarkan sebagai bagian dari menjaga keseimbangan jasmani dan rohani. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang pola makan sehat berdasarkan perspektif Islam dan melakukan pemeriksaan kelainan metabolisme menggunakan metode Point of Care Testing (POCT) pada ibu-ibu di Balai Dusun Sumbersono. Sebanyak 31 responden mengikuti kegiatan ini. Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan responden tentang pola makan sehat perspektif Islam sangat tinggi (≥87%), namun praktiknya lebih rendah, dengan hanya 71% makan saat lapar, 67,7% berhenti sebelum kenyang, dan 58,1% menghindari makanan berlebihan. Hal ini menggambarkan adanya kesenjangan antara pengetahuan dan penerapan. Selanjutnya sebanyak  41,9% mengalami hipertensi, 58,1% memiliki kolesterol tinggi, dan 58,1% mengalami hiperurisemia. Edukasi Islamik memberikan motivasi spiritual dalam perubahan gaya hidup. Intervensi ini efektif sebagai upaya preventif berbasis nilai agama dan kesehatan.
In Silico Detection of Antimicrobial Resistance and Virulence Genes in Methicillin Resistant Staphylococcus aureus Clinical Isolates: A Comparative Genomics Approach Hidayat, Muhammad Taufiq; Prayekti, Endah; Romdloni, Muhammad Afwan; Syah, Seggaf Achmad
BIOPENDIX: Jurnal Biologi, Pendidikan dan Terapan Vol 13 No 1 (2026): Biopendix: Jurnal Biologi, Pendidikan & Terapan
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Unpatti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biopendixvol13issue1page7-13

Abstract

Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) remains a formidable threat in both community and healthcare settings, thanks to its ability to evade β-lactam antibiotics and accumulate resistance to multiple drug classes. Here, we sequenced and compared the genomes of 13 recent clinical MRSA isolates alongside two well-characterized reference strains (N315 and NCTC 8325). By applying the ResFinder and VirulenceFinder pipelines, we rapidly cataloged each strain’s antibiotic resistance and virulence repertoire. Every MRSA isolate carried the hallmark mecA gene, and most also harbored blaZ, which encodes penicillinase. Resistance determinants for aminoglycosides (aac(6′)-Ie-aph(2″), aph(3′)-III), macrolides (erm(C), mph(C)), and chloramphenicol (cat variants) appeared in various combinations across the collection. On the virulence side, genes for α- and γ-hemolysins (hla, hlgABC) were universal, and nearly all strains possessed phage-encoded immune-evasion factors (sak, scn). The total count of virulence genes ranged from ten to fourteen per genome, peaking in two particularly gene-rich isolates. Our findings highlight the genetic diversity of MRSA, where multidrug resistance and a broad toxin arsenal coexist. Moreover, this study underscores the speed and reliability of in silico screening tools for antimicrobial-resistance surveillance and comparative genomics. Future work should integrate laboratory assays and patient data to link these genomic profiles to clinical outcomes.
Edukasi Pemanfaatan Ekstrak Bunga Telang dan Bunga Melati sebagai Biolarvisida untuk Mengurangi Kontak dengan Nyamuk Aedes aegypti Yauwan Tobing Lukiyono; Ersalina Nidianti; Muhammad Afwan Romdloni; Friska Ayu; Giftania Wardani Sudjarwo
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i1.186

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit endemis di Indonesia dengan insidensi yang terus meningkat. Upaya pengendalian vektor dengan insektisida kimia berisiko menimbulkan resistensi dan pencemaran lingkungan, sehingga diperlukan alternatif alami berbasis tumbuhan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi tentang pemanfaatan kombinasi ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea) dan melati (Jasminum sambac) sebagai biolarvisida ramah lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan di Universiti Putra Malaysia (UPM) pada tahun 2025 melalui tahapan persiapan (persiapan materi, pemilihan pembicara, dan registrasi peserta), pelaksanaan (seminar, diskusi interaktif, dan demonstrasi sederhana), serta evaluasi (peserta mengisi Google Form). Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi aktif dengan lebih dari 80% peserta menilai kegiatan sangat bermanfaat, penyampaian jelas, dan pelaksanaan lancar. Edukasi ini tidak hanya menambah wawasan tentang inovasi pengendalian vektor berbasis tumbuhan tetapi juga memperkuat kolaborasi akademik internasional. Kesimpulannya, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini efektif meningkatkan pemahaman masyarakat tentang biolarvisida alami dan berpotensi dikembangkan sebagai strategi berkelanjutan dalam pengendalian vektor.
Training on Increasing Structural Officials' Understanding of Unit Cost Calculation at Islamic Hospital Surabaya A. Yani Surabaya Budhi Setianto; Adriansyah, Agus Aan; Lukiyono, Yauwan Tobing; Karmila, Hartatiek Nila; Romdloni, Muhammad Afwan; Effendi, Effendi; Susantri, Mery; Sa'adah, Nikmatus
Journal of Health Community Service Vol. 5 No. 3 (2025): Journal of Health Community Service: 2025 September Editor's Choice
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic Hospital Surabaya as a Class B Hospital has collaborated with BPJS since 2014. Preparing the tariff pattern used in serving BPJS patients is very important, especially regarding quality and cost control. To do this, hospitals must be able to serve BPJS patients by taking into account existing pricing patterns so that there are no losses in treating patients. To prepare for this, it is necessary to refresh knowledge regarding unit costs and hold a workshop to increase knowledge and calculate unit costs. This workshop is expected to provide additional knowledge to participants regarding hospital business management in determining pricing patterns based on unit cost calculations. The method used in this workshop is to use lecture, case study and simulation methods. 48 participants took part in the workshop with evaluations consisting of pretests and posttests. One important element in streamlining a company's production process is the concept of cost per unit, which can help companies ensure that the costs they incur will be lower than the selling price of one unit. This workshop is very beneficial regarding unit cost calculations, this can be seen from the results of the pretest and post-test calculations with an increase in value of 15% and there is a significant difference between the pre-test and post-test based on the results of the Paired Sample T-Test.
Edukasi Pemanfaatan Teh Bunga Telang dan Skrining Pre-diabetes sebagai Strategi Peningkatan Kesehatan Masyarakat di Desa Sumbersono Muhammad Taufiq Hidayat; Muhammad Afwan Romdloni; Jennifer Delvina Marsella G; Imroatul Afifah; Merinda Nur Rokhimah; Triana Ayu Nurrohmah
Journal of Community Development Diversity Vol. 1 No. 3 (2025): November
Publisher : Pro Panoramic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64595/jcdd.392

Abstract

Penyakit tidak menular seperti diabetes mellitus menjadi salah satu penyebab utama morbiditas masyarakat usia produktif dan lansia di Indonesia. Desa Sumbersono, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto merupakan wilayah yang didominasi oleh masyarakat lansia yang memiliki potensi risiko terhadap peningkatan kadar glukosa darah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini diabetes melalui pemeriksaan glukosa darah sewaktu serta pemberdayaan ekonomi melalui pemanfaatan ekstrak teh bunga telang sebagai produk herbal fungsional. Pemeriksaan dilakukan terhadap 30 responden yang terdiri dari warga Desa Sumbersono. Pemeriksaan ini bertepat di Balai Dusun Sumbersono dengan menggunakan alat glukometer POCT. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kadar glukosa darah dalam batas normal, sementara lima responden terindikasi pre-diabetes. Kegiatan pemberdayaan dilakukan melalui pelatihan pembuatan ekstrak bunga telang dan strategi pemasaran sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kesehatan dan minat masyarakat terhadap produk herbal berbasis lokal.