Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Borneo Journal of Medical Laboratory Technology

Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan Pengobatan Penderita Kusta Pada Puskesmas Di Makassar Abrar, Muhammad Edwin Raihan; Wahyu, Sri; Aulia, Nur; Vitayani, Sri; Hadi, Santriani
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 2 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i2.9274

Abstract

Kusta (Morbus Hansen) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae, menyerang kulit, saraf tepi, dan jaringan tubuh lainnya. Meskipun dapat diobati secara efektif, ketidakpatuhan dalam pengobatan menjadi hambatan utama dalam upaya eradikasi kusta. Ketidakpatuhan ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti efek samping obat, pengetahuan yang kurang, kurangnya dukungan keluarga, dan kesulitan akses layanan kesehatan. Di Sulawesi Selatan, prevalensi kusta masih tinggi, dan tingkat kepatuhan pengobatan di puskesmas belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor Penyebab ketidakpatuhan pengobatan pasien kusta di puskesmas kassi-kassi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Cross-sectional study. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap ketidakpatuhan pengobatan pasien kusta di Puskesmas Kassi-Kassi dan Puskesmas Tamalate meliputi tingkat pengetahuan pasien, dukungan keluarga, dan ketersediaan obat. Sebaliknya, faktor tipe kusta, efek samping obat, dan kondisi ekonomi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap ketidakpatuhan pengobatan. Dari total 31 pasien yang diteliti, mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki (16 orang), berusia 26-50 tahun (13 orang), dan dengan tipe kusta Multi Basiler (MB) sebanyak 18 orang. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi yang memadai, penguatan dukungan keluarga, dan peningkatan ketersediaan obat untuk meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan kusta.
Analisa Status Gizi Anak yang Mendapatkan Obat Cacing pada Puskesmas Pattingalloang Makassar Afriawan, Andi Farel; Hadi, Santriani; Hamzah, Pratiwi Nasir; Darma, Sidrah; Fattah, Nurfachanti
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 2 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i2.9483

Abstract

Indonesia masih menghadapi masalah kecacingan yang tinggi akibat iklim tropis, kelembapan udara, serta rendahnya tingkat kebersihan dan kesadaran masyarakat. Infeksi kecacingan yang ditularkan melalui tanah (Soil-Transmitted Helminth/STH) terutama menyerang anak usia sekolah, menyebabkan gangguan penyerapan gizi dan anemia yang berdampak pada pertumbuhan serta produktivitas. Pemberian obat cacing seperti albendazol atau mebendazol secara rutin setiap enam bulan menjadi strategi utama dalam pengendalian kecacingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status gizi anak sebelum pemberian obat cacing, mengetahui status gizi anak setelah pemberian obat cacing, serta untuk menganalisis perbandingan status gizi anak sebelum dan setelah pemberian obat cacing. Penelitian ini adalah deskriptif analitik yang dilakukan dengan pendekatan cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas anak memiliki status gizi normal (82%) sebelum pemberian obat, dengan distribusi lainnya meliputi risk of overweight (10%), overweight (4%), dan gizi kurang (4%). Setelah pemberian obat, terjadi penurunan anak dengan status gizi normal menjadi 78%, sementara kasus overweight meningkat menjadi 12% dan risk of overweight 10%. Pemberian obat cacing memberikan dampak signifikan terhadap status gizi anak dengan peningkatan rata-rata dari 3,14 menjadi 3,34 (didapatkan nilai P-value 0,04). Maka dapat disimpulkan bahwa Pemberian obat cacing secara rutin menunjukkan perubahan pada distribusi status gizi anak. Mayoritas tetap dalam kategori gizi normal, dengan beberapa pergeseran pada kategori overweight dan risk of overweight.