Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Using Flashcard on Students’ Vocabulary Mastery at 7th Grade in Mtsn 3 Padang Pariaman Aini, Hanifah; Reflinda, Reflinda; Roza, Veni; Melani, Melyann
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14316

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa permasalahan siswa kelas 7 MTSN 3 Padang Pariaman terkait dengan penguasaan vocabulary siswa. Ada pun permasalahan dari penelitian ini adalah siswa memiliki kosakata yang terbatas dan sulit memahami materi pembelajaran, beberapa siswa memiliki motivasi yang rendah dalam pembelajaran bahasa Inggris dan guru di sekolah masih menggunakan cara yang biasa dalam mengajar di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, apakah ada pengaruh yang signifikan dalam penggunaan flashcard terhadap penguasaan kosakata siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan dua kelompok pretest dan posttest. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas VII Mtsn 3 Padang Pariaman yang terdiri dari lima kelas dan sampel dalam penelitian in adalah siswa kelas VII.2 dan VII.5. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster sampling. Untuk menganalis data peneliti menggunakan uji liliefors untuk tes normality dan homogeniety. Sedangkan untuk menguji hipotesis peneliti menggunakan uji t, kemudian peneliti mengkonsultasikan hasilnya dengan tabel derajat (a) = 0,05. Dari hasil dan penghitungan nilai pre test dan post test kelas eksperiment, ditemukan bahwa memiliki nilai pretest yang kurang bagus, dengan nilai rata-rata 53,09 untuk kelas experiment dan 56,96 untuk kelas control. Setelah mendapat perlakuan, penguasaan kosakata siswa meningkat secara signifikan, dengan nilai rata-rata 83,09 untuk kelas experiment dan 72,90 untuk kelas control. Hasil dari t-hitung dari hipotesis satu = 10,578 > t-tabel 2,042 dengan derajat bebas (df) = 30 dengan 0,05/2=0,025. sedangkan, sig (2-tailed) diperoleh 0.000 < 0.005. hasil dari t-hitung dari hipotesis dua = 3,605 > t-tabel 1,670 dengan derajat bebas (df) = 60 dengan 0,05. sedangkan, sig (2-tailed) diperoleh 0,001 < 0.005. Jadi, hipotesis (Ha) diterima bahwa ada pengaruh yang signifikan dalam penggunaan flashcard.Hal ini membuktikan bahwa penggunaan flashcard bisa membantu dalam meningkatkan penguasaan kosakata siswa.
Students’ Perceptions of Using Smartphone in Learning English at The Twelfth Grade of SMKS Pembina Bangsa Pratama, Jeffry Lathief; Roza, Veni; Eliza, Eliza; Reflinda, Reflinda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14318

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa dalam menggunakan smartphone dalam pembelajaran bahasa inggris di kelas dua belas SMKS Pembina Bangsa". Penelitian ini dilakukan karena peneliti menemukan beberapa masalah yang mempengaruhi persepsi siswa dalam menggunakan smartphone dalam pembelajaran bahasa inggris di kelas dua belas. SMKS Pembina Bangsa Bukittinggi tahun pelajaran 2022/2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XII SMKS Pembina Bangsa yang berjumlah 116 siswa. Sampel yang diambil sebanyak 47 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Hal ini dikarenakan guru menggunakan Smartphone dalam Pembelajaran Bahasa Inggris hanya di dua kelas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah kuesioner. Penelitian ini menggunakan kuesioner tertutup. Untuk menjawab kuesioner tersebut peneliti memberikan lima pilihan. Peneliti menganalisis data menggunakan persentase untuk setiap item. Hasil penelitian menunjukkan beberapa kategori Persepsi Siswa tentang Penggunaan Smartphone dalam Pembelajaran Bahasa Inggris terdiri dari penyerapan, memahami dan evaluasi Persepsi siswa terhadap penyerapan adalah positif dengan persentase rata-rata 76,16%. Persepsi siswa terhadap memahami adalah positif dengan persentase rata-rata 73,53%. Persepsi siswa terhadap evaluasi adalah positif dengan persentase rata-rata 76,73%. Jadi, persepsi tertinggi diberikan siswa pada evaluasi dengan pilihan persepsi positif.
Teachers’ Attitude and Problems in Using ICT in Teaching English at Junior High Schools in Kabupaten Lima Puluh Kota Handayani, Hesti; Melani, Melyann; Reflinda, Reflinda; Roza, Veni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i2.14905

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap dan masalah guru dalam menggunakan ICT dalam mengajarkan Bahasa Inggris di SMP di Kabupaten Lima Puluh Kota. Beberapa teori mengungkapkan bahwa sikap guru mempengaruhi frekuensi penggunaan ICT dalam mengajar. oleh karena itu, peneliti melakukan interview dan observasi dan menemukan bahwa beberapa guru jarang menggunakan perangkat ICT dalam mengajar Bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Populasi dari penelitian ini adalah guru Bahasa Inggris yang mengajar di tingkat SMP di Kabupaten Lima Puluh Kota. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 22 guru. Peneliti menggunakan simple random sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Instrument dari penelitian ini menggunakan angket. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sikap dan masalah guru dalam menggunakan ICT dalam mengajarkan Bahasa Inggris di SMP di Kabupaten Lima Puluh Kota adalah positive. Total persentase untuk aspek kognitif adalah 76,87%, aspek afektif 79,63%, dan aspek behavioural 71,20%. Sebagian besar guru tidak memiliki masalah terhadap penggunaan ICT. Hal ini dibuktikan dengan total persentase aspek school level barrier yaitu 77,72% dan teacher level barrier 75,95%. Dapat disimpulkan bahwa guru memiliki sikap yang positif dan tidak ditemukan masalah yang signifikan terhadap penggunaan ICT dan ada beberapa aspek yang mempengaruhi sikap guru terhadap penggunaan ICT.
An Analysis of Students’ Difficulties in Learning Vocabulary of Seventh Grade at SMP Negeri 1 Bukittinggi Vitriani, Winda; Reflinda, Reflinda; Roza, Veni; Putri, Hilma Pami
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan siswa dalam mempelajari kosakata. Masalah dalam penelitian ini. Pertama, kesulitan siswa dalam mempelajari kosakata. Kedua, penyebab kesulitan siswa dalam mempelajari kosakata. Penelitian kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Siswa kelas VII dan guru bahasa Inggris kelas VII di SMP Negeri 1 Bukittinggi menjadi informan dalam penelitian ini. Informan ini berasal dari sampel purposif yang dipilih dengan kriteria khusus untuk sumber data. Observasi daftar periksa, wawancara, dan dokumentasi adalah beberapa cara yang digunakan untuk mengumpulkan data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa para siswa mengalami kesulitan dalam pengucapan, penulisan, dan pengejaan kata, dan salah satu penyebab kesulitan mereka dalam penguasaan kosakata adalah variasi bentuk kata, atau infleksi. Tidak hanya itu, anak-anak juga masih kesulitan untuk memilih kata-kata dengan makna yang tepat dan kesulitan untuk menggunakannya dengan tepat dalam konteks. Selain itu, ketika mereka menemukan istilah idiomatik atau idiom, mereka terus kebingungan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang menyebabkan siswa kesulitan dalam mempelajari kosakata (1) bentuk tulisan yang berbeda dengan bentuk lisan dalam bahasa Inggris, (2) jumlah kata yang harus dipelajari siswa sangat banyak, (3) terbatasnya sumber informasi mengenai kata, (4) kompleksitas pengetahuan kata. Mengetahui sebuah kata lebih dari sekedar mengetahui definisi kamus, (5) penyebab kurangnya pemahaman gramatikal kata, (6) pelafalan yang salah sering disebabkan oleh kurangnya kemiripan bunyi antara bahasa Inggris dan bahasa ibu siswa. Berdasarkan hasil data tersebut, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam pengucapan kata, penulisan, dan pengejaan.
Developing Interactive Media in Teaching Narrative Text Using Adobe Flash Cs6 at The Tenth Grade of SMKN 2 Pulau Punjung Khairati, Siti; Safitri, Loli; Syahrul, Syahrul; Reflinda, Reflinda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui effektifitas dari menggunakan media interaktif untuk mengajar narrative text menggunakan adobe flash cs6 dan untuk mengembangkan media untuk kelas sepuluh dari SMKN 2 Pulau Punjung. Di penelitian ini, peneliti menemukan beberapa masalah di dalam kelas: guru menjelaskan materi menggunakan papan tulis, guru menggunakan power point tapi itu tidak interaktif dan kurang menarik dan kurang animasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media interaktif dalam mengajar narrative teks menggunakan adobe flash cs6. Jenis penelitian ini yaitu penelitian dan pengembangan (R&D). Penelitian ini menggunakan prosedur ADDIE. Proses ADDIE terdiri dari 5 tahap: 1) analisis 2) disain 3) pengembangan 4) penerapan 5) evaluasi. Penelitian ini dilakukan pada kelas 10 SMKN 2 PulauPunjung. Instrument penelitian ini adalah wawancara, angket dan tes. Kecocockan dari media interaktif dalam mengajar narrative text menggunakan adobe flash cs6 sebagai berikut: 1) hasil rata-rata dari validasi oleh ahli adalah 0,73, 2) hasil rata-rata dari angket guru adalah 92,75, 3) hasil rata-rata dari angket siswa adalah 89,95, 4) sebagai data pendukung, menunjukkan nilai siswa. Rata-rata nilai pre-test siswa adalah 23,09 dan nilai rata-rata dari post-test adalah 79,52. Nilai rata-rata kedua score adalah 25,53. Nilai rata-rata siswa pada post-test lebih dari 75, yakni 79,52. Maka, nilai rata-rata meningkat. Artinya media ini lebih efektif. Berdasarkan penelitian, produk ini telah teruji validitas, kepraktisan dan keefektifannya kemudian dapat digunakan sebagai media pembelajaran sehingga hasil proses pembelajaran lebih menarik dan siswa menjadi lebih aktif dan kreatif.
Factors Affecting Students’ Reading Comprehension at 8th Grade of MTsN 4 Sijunjung Juwana, Gemila; Melani, Melyann; Roza, Veni; Reflinda, Reflinda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pemahaman bacaan siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas II MTsN 4 Sijunjung. Sampel penelitian ini sebanyak 76 siswa dengan menggunakan teknik Total Sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket. Temuan penelitian ini adalah terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi pemahaman bacaan siswa. Terdapat 8 faktor yang mempengaruhi pemahaman bacaan siswa di MTsN 4 Sijunjung. Dan persentasenya adalah keterbatasan pengetahuan kosakata dengan persentase 70%, kurangnya kelancaran dengan persentase 54,66%, kurangnya keakraban dengan subjek dengan persentase 58,66%, tingkat kesulitan teks dengan persentase 56%, penggunaan strategi membaca yang tidak memadai dengan persentase 68%, penalaran verbal yang lemah dengan persentase 60%, masalah dengan pemrosesan informasi dengan persentase 67,55%, masalah dalam mengingat informasi setelah membaca dengan persentase 53,77%.
Error Analysis of Regular and Irregular Verb Usage in Students' Recount Texts Andhika, Dimas; Reflinda, Reflinda; Melani, Melyann; Roza, Veni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti kesalahan kata kerja beraturan dan tidak beraturan yang dilakukan oleh siswa kelas sembilan MTSN 6 Agam. Tujuan khususnya adalah untuk menentukan berbagai jenis kesalahan yang dilakukan siswa saat menggunakan kata kerja bentuk lampau dalam teks recount dan untuk menentukan alasan di balik kesalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif. Metodologi penelitian ini meliputi pengumpulan sampel pembelajar bahasa, menemukan, mengkarakterisasi, dan menjelaskan kesalahan, serta menilai kesalahan, mengikuti pendekatan analisis kesalahan. Kelas IX1 hingga kelas IX5, yang merupakan lima kelas yang membentuk MTsN 6 Agam, merupakan sumber data untuk penelitian ini. Peneliti menggunakan purposive sampling, sebuah strategi pengambilan sampel, untuk kelas IX1, yang memiliki 29 peserta dalam penelitian ini. Selain itu, informasi dikumpulkan melalui penilaian yang dilakukan siswa. Siswa melakukan tiga jenis kesalahan yang berbeda: kesalahan penghilangan, penambahan, dan kesalahan pembentukan, menurut temuan dan analisis data. Frekuensi setiap jenis kesalahan menunjukkan bahwa kesalahan yang paling umum dilakukan oleh siswa adalah 85 kesalahan pembentukan, 12 kesalahan penambahan, dan 8 kesalahan penghilangan. Teori Touchie mengemukakan bahwa penghindaran, generalisasi berlebihan, hiperkoreksi, penyederhanaan, dan hipotesis konsep yang salah merupakan kontributor utama kesalahan siswa.
Using Role Play Technique to Improve Students Speaking Skill at the Eighth Grade of SMPN 7 Bukittinggi Mulyo, Precelia Gita; Roza, Veni; Melani, Melyann; Reflinda, Reflinda
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 5 Issue 2 July 2024
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v5i2.1864

Abstract

The purpose of this research was to to know whether using the role play technique can improve the students’ speaking skill. The researcher had done in SMPN 7 Bukittinggi at VIII.7 class. The problems in this research was caused by several factors. The first problem, most of the students were still awkard in speaking, the only spoke when the teacher asked them. The second problem, the lack of opportunities for students to speak when learning English in the class. The third problem, the students were less excited or less encouraged enough to participated in the speaking learned process. To obtain the research data the writer conducted the observation and test. It was found that there was a significant effect of using role play technique toward students speaking skill. It is proven that role play techniques can improve students' speaking skills. Where student scores increased further from cycle 1 to cycle 2. From the prelimenery research it can be seen that the average student score is 60,00. After carrying out actions in cycle 1 the average value increased, namely 72.25 and in cycle 2 it increased again to 91,00. It can be concluded that all the students enjoy with the role play technique. Moreover, they admitted that their speaking skill improve.
The Effect of Using Powtoon Animation Video Toward Students Writing Achievement on Descriptive Text in MAS Al Manaar Batuhampar Rahmawani, Iink; Melani, Melyann; Reflinda, Reflinda; Irwandi, Irwandi
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 5 Issue 2 July 2024
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v5i2.1973

Abstract

This research was conducted due to several problems that found by the researcher. This research was aimed to find out the effect of using powtoon animation video toward students writing achievement on descriptive text. This research was conducted at the tenth grade of Mas Al Manaar Batuhampar. In this study, the researcher used quantitative method with pre-experimental design by comparing the students’ pre-test and post-test scores. To determine the sample, the researcher used total sampling technique because there just only had one class as experimental class. The subject of this study tenth grade that consist of 26 students. The data was analyzed using t-test formula. The result shown that there were significant difference on the students writing achievement after taught used powtoon animation video. The students mean score of the post-test was 78.65, it is bigger than mean score of pre-test was 49.48. The researcher used t-test formula by comparing score of pre-test and post-test through SPSS. Based on the output statistic, the value of Sig (2-tailed) is 0,00 < 0,05. It means that Ha is accepted. It means that the students writing achievement who are taught using powtoon animation video is better than before. In short, powtoon animation video has a significant effect on students’ writing achievement on descriptive text at Mas Al Manaar Batuhampar.
Implementation of Grasp (Guide Reading And Summary Procedure) Strategy in Descriptive Text on Students Reading Comprehension Maizera, Anisa; Roza, Veni; Reflinda, Reflinda; Melani, Melyann
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 5 Issue 2 July 2024
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v5i2.2063

Abstract

This research was conducted due to several problems that found by the researcher. This research was aimed to find out the implementation of GRASP (Gude Reading and Summary Procedure) in descriptive text on students reading comprehension at eleventh grade in SMAN 1 Baso. Based on preliminary research, there some problem in teaching reading comprehension that was students were difficult finding main idea, students were bored and lazy to read the text in English, students were difficult understanding the meanings. One of strategy in teaching reading comprehension that can be used is GRASP strategy. Indeed, the researcher wanted to find out how the teacher implemented this strategy in teaching reading. The design of the research was descriptive qualitative research. The data was collected by doing observation using observation checklist, and interview with English teacher at SMAN 1 Baso. The data analyze by using qualitative data analysis by Miles and Huberman. The researcher collected the data, reduced the data, presented the data, and made a conclusion. The researcher found out the teacher implemented the GRASP strategy perfectly and clearly. It is based on the first three classes all of the procedures of GRASP strategy are done perfectly and clearly. Otherwise, in the last class there are three procedures that cannot be done. GRASP strategy can’t be used in all kind of the texts but descriptive text suitable for this strategy. This strategy worth it to use in teaching reading comprehension and based on observation in four classes, the teacher success to implemented the GRASP strategy in the classroom.