Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Ovicidal Potential of Ethanol Extract of Cherry Leaves (Muntingia calabura L.) against Aedes aegypti Mosquito: Potensi ovisida Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia calabura L.) terhadap Nyamuk Aedes aegypti Lubis, Lulu Elsarah; Rosa, Emantis; Pratami, Gina Dania; Ernawiati, Eti
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v12i1.408

Abstract

Dengue fever is one of the viral diseases transmitted through arthropods and is still a significant health problem worldwide. Dengue virus is transmitted by Aedes aegypti mosquitoes from one human to another through blood sucking. These mosquitoes usually live and lay eggs in habitats close to stagnant water. The usual efforts to control Ae. aegypti are using natural and synthetic chemicals. Compounds to control Ae. aegypti eggs are called ovicides. One of the natural ingredients that is thought to contain natural chemicals that have the potential to be used as an ovicide is cherry leaves (Muntingia calabura L.). This study aims to determine the potential of the ethanol extract of cherry leaves (M. calabura L.) as an ovicide against Ae. aegypti. Five treatments and four replications were used. The results of this study indicate that the ethanol extract of cherry leaves (M. calabura L.) can potentially be an insecticide for Ae. aegypti at a concentration of 1% and an exposure time of 72 hours.
Mortalitas Kutu Kebul (Bemisia tabaci (Gennadius, 1889)) pada Tanaman Cabai (Capsicum annuum L.) yang Terpengaruh oleh Ekstrak Metanol Daun Singkong (Manihot esculenta Crantz.) Pury, O Ruming; Rosa, Emantis; Mumtazah, Dzul Fithria; Yulianty, Yulianty
Berkala Ilmiah Biologi Vol 16 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bib.v16i1.20739

Abstract

Chili is a highly popular commodity plant among the public. However, domestic chili productivity often declines due to pest infestations. Whiteflies are one of the pests that can affect chili production yields. Cassava leaves serve as an alternative for producing natural insecticides to combat whitefly infestations. The objective of this study is to determine the phytochemical compounds present, evaluate the effectiveness of cassava leaf methanol extract, and identify the optimal concentration of cassava leaf methanol extract and observation time for the highest whitefly mortality rate on chili plants. This research is a factorial experimental study with two factors using a Completely Randomized Design (CRD). The first factor is the concentration of cassava leaf methanol extract (10%, 20%, 30%, and 40%), along with a negative control (distilled water) and a positive control (40% methomyl). The second factor is the observation time, which consists of 0.5 hours, 1 hour, 2 hours, and 24 hours after treatment. The obtained data were analyzed using SPSS, followed by a Tukey test. Phytochemical tests revealed that the methanol extract of cassava leaves contains flavonoids, saponins, tannins, and cyanide acid (HCN). Probit analysis results showed an LC50 value at a concentration of 32.61%. The Tukey test results indicated that cassava leaf methanol extract had the most significant effect on whitefly mortality at a 40% concentration with a treatment duration of 2 hours.
Hunungan Pengetahuan dan Tingkar Pendidikan dengan Perilaku Pencegahan Demam Berdarah di Desa Muara Gading Mas Ningrum, Adenias Lutfia; Rosa, Emantis; Carolia, Novita; Karyus, Aila
Jurnal Dunia Kesmas Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v13i2.15854

Abstract

Demam berdarah dengue merupan penyakit infeksi disebabkan oleh virus dengue dengan vektor perantara nyamuk Aedes aegypti. Saat ini jumlah kasus DBD mencapai 71.633, salah satu kasus tertinggi yaitu terjadi di provinsi lampung dengan IR 64,4/100.000 penduduk, CFR 0,3 %. Seiring meningkatnya DBD pemerintah memberikan kebijaka terhadap pencegahan DBD dengan cara melakukan PSN 3M Plus. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan tingkat pendidikan masyarakat dengan perilaku pencegahan penyakit DBD di desa muara gading mas kecamatan labuhan maringgai kabupaten lampung timur. Metode yang digunakan observasional pendekatan cross sectional, dibutuhkan 94 sampel, pemilihan sampe berdasarkan kriteria insklusi dan eksklusi lalu menggunakan teknik sample random sampling, data diambil menggunakan kuesioner pengetahuan dan perilaku pencegahan, kemudian dioleh dan dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat yaitu uji chii-square. Hasil perilaku pencegahan dengan hubungan pengetahuan didapatkan p-value 0,001 dan dengan hubungan tingkat pendidikan masyarakat didapatkan p-value 0,001. Hasil tersebut menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan tingkat pendidikan masyarakat dengan perilaku pencegahan DBD di desa muara gading mas kecamatan labuhan maringgai kabupaten lampung timur. Kata kunci: pengetahuan, tingkat pendidikan, perilaku pencegahan DBD.
Isolasi dan Identifikasi Jamur Entomopatogen Sebagai Kandidat Bioinsektisida Lalat Rumah (Muscadomestica) Septiana, Nofita; Rosa, Emantis; Ekowati, Christina Nugroho
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 10 No 1 (2019): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v10i1.4083

Abstract

Lalat rumah (M. domestica) merupakan vektor mekanik berbagai penyakit oleh mikroba patogen antara lain Salmonella penyebab demam tifoid, Shigella penyebab disentri, dan E. coli penyebab diare. Pengendalian M. domestica umumnya menggunakan insektisida sintetis, namun menimbulkan resistensi dan berdampak buruk bagi lingkungan. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengendalian alternatif berupa pengendalian biologi menggunakan isolat jamur entomopatogen sebagai bioinsektisida. Penelitian ini diawali dengan isolasi jamur entomopatogen menggunakan metode moist chamber dengan larva M. domestica sebagai serangga pancingan. Jamur yang tumbuh pada larva dikultur dan dimurnikan pada media PDA lalu diidentifikasi. Identifikasi dilakukan melalui pengamatan makroskopis meliputi warna dan diameter koloni dan pengamatan mikroskopis meliputi struktur konidia, konidiofor, hifa, vesikula, fialid, dan sel kaki. Hasil isolasi dan identifikasi diperoleh lima jenis isolat yaitu Aspergillus sp. 1, Aspergillus sp. 2, Geotrichum sp., Penicillium sp., dan Aspergillus sp. 3.
Jumlah dan Kemelimpahan Telur Aedes sp. di Ovitrap dan Kerentanan Aedes aegypti Terhadap Abate Widyastuti, Elyza; Rosa, Emantis; Pratami, Gina Dania; Kanedi, M
Bioma : Jurnal Biologi dan Pembelajaran Biologi Vol. 8 No. 1 (2023): BIOMA: JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bioma.v8i1.374

Abstract

Demam Berdarah Dengue ialah masalah kesehatan yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue melalui perantara nyamuk Aedes aegypti. Berbagai upaya pengendalian sudah dilakukan namun belum memberikan hasil yang memuaskan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan ialah dengan menggunakan ovitrap untuk mengetahui jumlah dan kemelimpahan telur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga April 2021, di tiga Lingkungan (LK) Kelurahan Way Halim. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah dan kemelimpahan telur nyamuk Aedes sp. pada ovitrap dan kerentanan larva nyamuk Ae.aegypti terhadap abate. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa jumlah telur yang terperangkap pada ovitrap baik di dalam mapun di luar rumah tertinggi adalah di LK II sebesar 558 butir Aedes sp, sedangkan Indeks kemelimpahan telur Aedes.sp di luar rumah lebih tinggi dari di dalam rumah yaitu sebanyak 1024 butir. Hasil uji kerentanan larva Ae.aegypti terhadap Abate setelah 24 jam terpapar menunjukkan bahwa 99% larva Ae. aegypti mengalami kematian, keadaaan ini dikategorikan dengan status rentan.
Pengenalan Fitotelmata Sebagai Tempat Perindukan Nyamuk Penular Penyakit Pada Masyarakat Desa Banjar Kanedi, Mohammad -; Sutyarso, Sutyarso; Rosa, Emantis; Abdullah Setiawan, Wawan
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 7 No. 4 (2024): Oktober 2024
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v7i4.3386

Abstract

In order to increase community participation in preventing the spread of mosquito-borne diseases, education for the community needs to be carried out through counseling. Tanggamus Regency is one of the areas in Lampung where DHF occurred, where from January to June 2024 there were 227 cases. To increase public knowledge in Banjar Agung Udik Village, Pugung District, Tanggamus Regency regarding phytotelmata as a breeding ground for mosquitoes, this counseling was carried out. Counseling was carried out using the pretest, lecture and discussion methods, and practicum. The results of the counseling showed that most participants knew that DBD and malaria were transmitted by mosquitoes, but not all knew the name of the vector species. Participants knew where mosquitoes perched at home and how to avoid mosquito bites. Participants also know mosquito breeding places, but are new to phytotelmata in this counseling. The practicum carried out by participants successfully identified six plant species that were proven to be phytotelmata. Thus, it can be concluded that this counseling has succeeded in providing knowledge to the community about the potential of phytotelmata as a source of mosquito-borne diseases.Keywords: Phytotelmata; Mosquito Borne Diseases; Mosquito Breeding Places; Mosquitoes Bite. Dalam rangka meningkatkan peran serta masyarakat dalam mencegah penyebaran penyakit tukar nyamuk itulah pendidikan kepada masyarakat perlu perlu dilakukan  melalui penyuluhan.  Kabupaten Tanggamus adalah salah satu daerah di Lampung yang kejadian DBD-nya dimana sejak Januari hingga Juni 2024 ada 227 kasus. Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat di Desa Banjar Agung Udik, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus terhadap fitotelmata sebagai tempat perindukan nyamuk maka penyuluhan ini dilakukan. Penyuluhan dilakukan dengan metode pretes,  ceramah dan diskusi, serta praktikum. Hasil penyuluhan didapatkan bahwa  sebagian besar peserta tahu bahwa DBD dan malaria ditularkan nyamuk, tetapi tidak semua tahu nama spesies namuk vektornya. Peserta tahu tempat hinggap nyamuk di rumah dan juga  tahu  cara menghindarkan diri dari gigitan nyamuk. Peserta juga tahu tempat-tempat berkembang biak nyamuk, tetapi baru mengenal fitotelmata dalam penyuluhan ini. Praktikum yang dilakukan peserta berhasil mengidentifikasi enam spesies tumbuhan yang terbukti menjadi fitotelmata.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penyuluhan ini berhasil memberkan pengetahuan kepada masyarakat tentang potensi fitotelmata sebagai sumber penyebar penyakit tular nyamuk.Kata kunci: Fitotelmata; Penyakit Tular Nyamuk; Tempat Perindukan Nymauk; Gigitan Nyamuk.
Uji Potensi Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) Sebagai Anthelmintik Terhadap Ascaridia galli pada Ayam Petelur (Gallus domesticus) Utami, Hanifa Fauzia; Rosa, Emantis; Pratami, Gina Dania; Busman, Hendri
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 8, No 3 (2023): October 2023
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v8i3.6475

Abstract

Dalam menjalankan usaha peternakan unggas, para peternak tak lepas dari hambatan dan masalah yang harus dihadapi, salah satunya adalah penyakit yang menyerang unggas. Ascaridia galli merupakan nematoda parasitik yang sering ditemukan pada unggas. Penanggulangan cacing oleh peternak dapat dilakukan dengan pemberian anthelmintik dari bahan-bahan kimiawi atau anthelmintik sintetik. Namun, penggunaan anthelmintik sintetik dalam jangka panjang dapat mengakibatkan resistensi terhadap cacing dan meninggalkan residu pada daging serta telur. Oleh karena itu, disarankan menggunakan bahan alami. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui potensi tepung daun kelor dan efektivitasnya sebagai anthelmintik terhadap A. galli. Perlakuan pemberian tepung daun kelor dilakukan dengan cara dicampurkan pada pakan dengan 4 dosis berbeda selama 14 hari. Data jumlah telur cacing dalam Egg Per Gram (EPG) kemudian dianalisis secara statistik menggunakan uji ANOVA dan didapatkan perbedaan yang signifikan, maka selanjutnya dilakukan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung daun kelor berpotensi sebagai anthelmintik terhadap cacing A. galli karena mampu mereduksi nilai EPG sebelum perlakuan. Dosis efektif pemberian tepung daun kelor yakni terdapat pada dosis 20% dari 120 kg pakan namun belum mampu mencapai standar efektivitas (≥ 95 %).  
KARAKTERISTIK DAN POLA SEBARAN PHYTOTELMATA SEBAGAI TEMPAT PERINDUKAN ALAMI NYAMUK DI KEBUN RAYA LIWA LAMPUNG BARAT Sitinjak, Mentoria Alviani; Rosa, Emantis; Agustrina, Rochmah; Sutyarso
Biospecies Vol. 13 No. 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v13i2.9540

Abstract

Liwa Botanical Garden (KRL) is an ex-situ plant conservation area which has a large collection of plants. Therefore, there will be many types of plants in KRL that have phytotelmata. Phytotelmata is a plant in which the organs can hold water and is used by various organisms including mosquitoes as natural breeding grounds. The aim of this study was to determine the phytotelmata characteristics and phytotelmata distribution patterns in the Liwa Botanical Garden, West Lampung. This research was carried out in November 2019 - January 2020 at the Liwa Botanical Garden and the University of Lampung Botanical Gardens. The study was conducted descriptively with a survey method approach. The data obtained is displayed in tables and figures. The results showed that there were 7 types of phytotelmata in the Liwa Botanical Garden namely phytothelmata in the plants of Nepenthes mirabilis, Cyathea coopei, Bambusa sp. Areca catechu, Musa sp. Colocasia gigantea, and Crynum asiaticum with 2 phytotelmata distribution patterns: in groups with IP values ranging from 0.813-1,194 and uniform distribution patterns with IP values of -2.08.Keywords: Phytotelmata, Natural Breeding Ground, Kebun Raya Liwa.
DETEKSI KRISTAL PROTEIN PADA ISOLAT BACILLUS SP. DENGAN PEWARNAAN COOMASSIE BRILLIANT BLUE Siallagan, Maria Denada; Ekowati, Christina Nugroho; Sumardi, Sumardi; Rosa, Emantis
Biospecies Vol. 13 No. 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v13i2.9562

Abstract

Bacillus is one of the genera of bacteria that has the potential to be developed in the field of biotechnology. Bacillus is able to produce protein crystals during the stationary phase in its life cycle. This protein crystal is a protoxin that is active will be pathogenic in insects. In this study, protein crystal staining was carried out using coomassie brilliant blue dye on the isolate of Bacillus sp. with isolate code B1, B2, and B3. Before being stained, the three isolates were bred on Nutrient Broth (NB) medium at pH 5, pH 7, and pH 9, then incubated for 72 hours. Based on research results, the three isolates were detected to produce protein crystals. Crystal protein of Bacillus sp. on media with a pH of 5 and pH 7 located at the end of the spore, while the protein crystal of Bacillus sp. isolate on media with a pH of 9 located on the outside of the spores.
Penyuluhan Pencegahan Penularan Penyakit Malaria kepada Masyarakat di Balai Desa Kediri Kecamatan Gadingrejo Pringsewu Marcellia, Selvi; Rosa, Emantis; Septiani, Linda; Islami, Suryadi; Andrifianie, Femmy; Damayanti, Ervina; Afriyani, Afriyani
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3037

Abstract

Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit dari genus Plasmodium. Penyakit ini menyerang sel eritrosit dan ditandai dengan gejala berupa demam, menggigil, anemia, dan splenomegali, dalam kondisi akut ataupun kronis yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Kabupaten Pringsewu menurut sumbe ryang didapat dari data SP2TP UPT Puskesmas Rawat Inap Gadingrejo, terdapat delapan kasus malaria pada tahun 2018 dan dua kasus pada Januari hingga April 2019. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengedukasi pencegahan penularan penyakit malaria serta memberi pemahaman mengenai bubuk abate sebagai upaya pencegahan jentik nyamuk. Metodedari penyuluhan ini adalah metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab seputar materi yang telah disampaikan. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 7 Desember 2021 bertempat di Balai Desa Desa Kediri Kecamatan Gadingrejo Pringsewu. Hasil dari penyuluhan memberikan peningkatan pengetahuan kepada peserta, yaitu sebesar 19%, karena sebelum pemaparan materi hanya 70% dan sesudah pemaparan materi menjadi 89%.Kata kunci: abate, malaria, nyamuk Anopheles sp., Plasmodium sp.