Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Penerapan Metode Tadabbur Ayat Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadits Materi Akhlak Mulia di Kelas XI MAS Al Kalam Langkat Irfan, Ahmad; Usmaidar, Usmaidar; Ridha, Zaifatur
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2771

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode tadabbur ayat serta peningkatannya terhadap pemahaman siswa pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits materi akhlak mulia di kelas XI MAS Al Kalam Langkat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa yang ditunjukkan oleh persentase ketuntasan belajar yang masih di bawah kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 22 siswa kelas XI MAS Al Kalam Langkat tahun ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode tadabbur ayat dapat meningkatkan pemahaman siswa secara signifikan. Nilai rata-rata siswa pada tahap pra tindakan sebesar 72,32 dengan ketuntasan belajar 54,55%. Pada siklus I meningkat menjadi 77,36 dengan ketuntasan 68,18%, dan pada siklus II meningkat menjadi 84,95 dengan ketuntasan 86,36%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode tadabbur ayat efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits serta membantu siswa menginternalisasi nilai-nilai akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Edukasi Akhlak Berpuasa dalam menghadapi Bulan Ramadhan bagi Santri TPQ Al Awfiya Irfan, Ahmad; Setiady, Dicky; Hafani, Ahmad
Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : STAI Pelabuhan Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51729/al-khidmah.412002

Abstract

Puasa sebagai salah satu ibadah utama dalam Islam tidak hanya memiliki dimensi ritual, tetapi juga mengandung nilai-nilai moral yang bertujuan membentuk akhlak dan pengendalian diri. Namun dalam praktiknya, esensi puasa sering kali tidak kontekstual dengan problematika akhlak dalam kehidupan sehari-hari, sehingga ibadah puasa lebih dipahami sebatas menahan lapar dan dahaga tanpa diiringi dengan internalisasi nilai-nilai moral yang mendalam. Kondisi ini menunjukkan pentingnya upaya edukasi yang mampu menghubungkan makna puasa dengan pembentukan akhlak, khususnya pada anak-anak yang sedang berada dalam tahap pembentukan karakter. Penelitian pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di TPQ Al Awfiya dengan subjek santri usia sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui kegiatan tausiah dan ceramah mengenai akhlak berpuasa serta pembelajaran interaktif dengan pendekatan fun learning by doing. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai fikih puasa sekaligus menanamkan nilai-nilai akhlak yang terkandung di dalamnya melalui aktivitas belajar yang melibatkan partisipasi aktif santri. Kegiatan yang dilaksanakan adalah tausiah akhlakberpuasa dan metode pembelajaran interaktif dengan harapan mampu meningkatkan pemahaman santri mengenai makna puasa serta mendorong mereka untuk merefleksikan nilai-nilai iman dan ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Santri tidak hanya memahami puasa secara kognitif, tetapi juga mulai menyadari pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai seperti kesabaran, pengendalian diri, dan sikap saling menghormati dalam hubungan dengan guru, orang tua, dan teman. Dengan demikian, kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan partisipatif dapat menjadi sarana efektif dalam menanamkan nilai-nilai puasa sebagai bagian dari pembentukan akhlak pada anak sejak usia dini.
Pendekatan Humanistik pada Mata Pelajaran Al-Islam dalam Membentuk Karakter Empati Siswa Kelas XI di SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi Pamulang Adhib Ubaidilah , Muhammad; Irfan, Ahmad; Mutiara, Diah; Shofiyah , Siti
Murid: Jurnal Pemikiran Mahasiswa Agama Islam Vol 4 No 1 (2026): Murid : Jurnal Pemikiran Mahasiswa Agama Islam
Publisher : LPM STAI Pelabuhan Ratu, Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya rasa empati yang ditemukan pada siswa kelas XI di SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi Pamulang, yang bertujuan untuk mengetahui Pendekatan Humanistik pada Mata Pelajaran Al-Islam dalam Membentuk Karakter Empati Siswa Kelas XI di SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi Pamulang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data primer berasal dari kepala sekolah, guru Al-Islam, dan siswa. Data sekunder berasal dari dokumentasi sekolah dan hasil penelitian pendukung. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, teknik analisisnya melibatkan pengumpulan, penyajian, reduksi data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) Penerapan pendekatan humanistik pada mata pelajaran Al-Islam telah dilakukan dengan guru menyusun perencanaan pembelajaran berorientasi pada kebutuhan siswa, menjalankan pembelajaran yang menghargai aspek kemanusiaan, melaksanakan pembelajaran yang demokratis serta berkeadilan,dan penggunaan metode pembelajaran partisipatif, 2), Dampak penerapan pendekatan humanistik pada mata pelajaran Al-Islam antara lain, terciptannya pembelajaran yang aktif dan interaktif, tingginya responsivitas siswa terhadap aksi kemanusiaan, serta perubahan karakter dan kematangan emosional, 3) Sulitnya mengukur karakteristik siswa, kemampuan mengelola emosi diri, dan lingkungan yang kurang mendukung menjadi hambatan penerapan pendekatan humanistik pada mata pelajaran Al-Islam.
Digital Sport Culture and Body Exposure: A Sharia Perspective on Self-Presentation in Social Media Febriyani, Febriyani; Ibrohim, Syahid Makdum; Hasanuddin, Hasanuddin; Nurhaidah, Siti Nuri; Irfan, Ahmad; Apriyanto, Anto
Jurnal El-Thawalib Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/el-thawalib.v7i2.19612

Abstract

The rapid development of the digital era has transformed the meaning of sports from a health-oriented activity into a form of self-representation within virtual spaces. This shift is reflected in the increasing prevalence of fitness-related content on social media, which not only showcases physical activities but also promotes body exposure as a visual strategy to attract attention and gain social recognition. From an Islamic perspective, such practices potentially conflict with the concept of ‘awrah and the ethical values governing bodily modesty in public spaces. This study aims to analyze the phenomenon of body exposure in digital sports through the framework of maqashid al-sharia and to formulate ethical guidelines for social media engagement in accordance with Islamic principles. The research employs a qualitative approach using library research, with primary sources derived from the Qur’an, hadith, and classical as well as contemporary Islamic jurisprudential works, particularly those of al-Nawawi, al-Qardhawi and Wahbah al-Zuhaili, complemented by secondary data from academic journals and media reports. Data analysis is conducted using a descriptive-analytical method with normative and maqashid-based approaches. The findings indicate that the transformation of digital sports has led to the commodification of the body and triggered psychological impacts such as body dissatisfaction. Within the maqashid al-sharia framework, body exposure may violate the fundamental objectives of preserving religion (hifzh al-din), life (hifzh al-nafs), and honor (hifzh al-‘irdh). Therefore, a reconstruction of sharia-based digital sports ethics is necessary, emphasizing modest dress, visual restraint, and moral awareness in social media practices to maintain a balance between digital modernity and Islamic values.
Digital Sport Culture and Body Exposure: A Sharia Perspective on Self-Presentation in Social Media Febriyani, Febriyani; Ibrohim, Syahid Makdum; Hasanuddin, Hasanuddin; Nurhaidah, Siti Nuri; Irfan, Ahmad; Apriyanto, Anto
Jurnal El-Thawalib Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/el-thawalib.v7i2.19612

Abstract

The rapid development of the digital era has transformed the meaning of sports from a health-oriented activity into a form of self-representation within virtual spaces. This shift is reflected in the increasing prevalence of fitness-related content on social media, which not only showcases physical activities but also promotes body exposure as a visual strategy to attract attention and gain social recognition. From an Islamic perspective, such practices potentially conflict with the concept of ‘awrah and the ethical values governing bodily modesty in public spaces. This study aims to analyze the phenomenon of body exposure in digital sports through the framework of maqashid al-sharia and to formulate ethical guidelines for social media engagement in accordance with Islamic principles. The research employs a qualitative approach using library research, with primary sources derived from the Qur’an, hadith, and classical as well as contemporary Islamic jurisprudential works, particularly those of al-Nawawi, al-Qardhawi and Wahbah al-Zuhaili, complemented by secondary data from academic journals and media reports. Data analysis is conducted using a descriptive-analytical method with normative and maqashid-based approaches. The findings indicate that the transformation of digital sports has led to the commodification of the body and triggered psychological impacts such as body dissatisfaction. Within the maqashid al-sharia framework, body exposure may violate the fundamental objectives of preserving religion (hifzh al-din), life (hifzh al-nafs), and honor (hifzh al-‘irdh). Therefore, a reconstruction of sharia-based digital sports ethics is necessary, emphasizing modest dress, visual restraint, and moral awareness in social media practices to maintain a balance between digital modernity and Islamic values.
One-Hour Sepsis Bundle Compliance on Serial SOFA Scores and 28-Day Mortality: A Prospective Investigation in Bekasi Regency Referral ICUs Marina S.A, Mega Ayu M; Sugiarto, Adhrie; Soenarto, Ratna Farida; Irfan, Ahmad
Scientific Journal Vol. 5 No. 3 (2026): SCIENA Volume V No 3, May 2026
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v5i3.348

Abstract

Background: Sepsis mortality remains high in intensive care units (ICUs). This study aims to evaluate compliance with the implementation of the One hour sepsis bundle and changes in SOFA scores to predict 28-day mortality rates, knowing the 28-day mortality rate and to identify strong mortality factors mortality in sepsis patients in the ICU two of Type B Hospital, Bekasi Regency. Methods: A prospective observational cohort study was conducted in the ICUs of two Type B hospitals in Bekasi Regency in 2025. Sixty adult sepsis patients with with characteristics, SOFA score, One hour sepsis bundle compliance, Temperature, Respiratory rate (RR), Capillary refill time (CRT), Lactate level examination on admission, 24th hour and 5th day. Data were analysed using bivariate analysis.Results: The 28-day mortality rate was 81.7%. Bundle compliance showed no significant correlation with SOFA score changes or 28-day mortality rates. Bivariate analysis proved that 24-hour and 5-day SOFA, 24-hour and 5-day ΔSOFA, GCS components and renal function in 5-day SOFA scoring were significantly correlated with 28-day mortality rates. Conclusion: Compliance with the One hour sepsis bundle did not significantly affect the 28-day mortality rate. 24-hour and 5-day CRT examinations, 24-hour and 5-day SOFA scoring, 24-hour and 5-day SOFA ∆, day-5 temperature examination, day-5 lactate and Δ lactate levels, SOFA GCS scoring components and renal function can affect the 28-day mortality rate of sepsis patients in the ICU of Type B Hospital, Bekasi Regency.