Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Peningkatan Keterampilan Membaca Memindai Dengan Teknik Talking Stick Pada Kelas XI IPS 2 SMA Negeri 5 Barru Ningsih, Sri Rahayu; Mazhud, Nurfathana; Rahmat, Rahmat
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengdeskripsikan peningkatan hasil belajar membaca memindai dalam pembelajaran bahasa Indonesia menggunakan teknik talking stick pada siswa kelas XI IPS 2 SMAN 5 Barru. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). sampel penelitian adalah seluruh siswa SMAN 5 Barru, populasi adalah siswa kelas XI IPS 2 sebanyak 30 siswa teknik pengumpulan data meggunakan lembar observasi siswa  dan hasil kemanpuan kecepatan membaca. data penelitian yang dianalisis kualitatif dan analisis  kuantitatif hasil dari penggunaan teknik talking stick dapat meningkatkan kemanpuan membaca siswa melalui teks membaca dan dapat melatih siswa untuk berbicara, juga dapat menciptakan suasana kelas yang menyenangkan dan membuat siswa aktif dapat dilihat dari tiap-tiap siklusnya. membaca memindai siswa yaitu tidak terdapat siswa berada pada kategori sangat baik. Pada siklus 1 nilai hasil tes membaca memindai siswa kategori baik sebanyak 17 atau 33% siswa, pada kategori cukup sebanyak  9 atau 53% siswa, dan pada kategori kurang sebanyak 4  atau 14% siswa. Pada siklus II nilai hasil tes membaca memindai siswa kategori sangat baik sebanyak 11 siswa dengan persentase 37%, dan siswa yang berada pada kategori baik sebanyak 19 siswa dengan persentase 63% Hal tersebut sudah jauh lebih meningkat kemampuan membaca siswa karena keseluruhan siswa sudah dinyatakan tuntas atau berhasil sehingga tidak perlu dilanjutnya ke siklus berikutnya.
STUDI LITERATUR: PENERAPAN METODE ROLE PLAYING DALAM PEMBELAJARAN IPS UNTUK MENGEMBANGKAN EMPATI SOSIAL SISWA SEKOLAH DASAR (SD) Hartati, Dwi; Salsabila, Reiva; Ningsih, Sri Rahayu; Marini, Arita; Yunus, Mahmud
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v7i10.6584

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meninjau tentang efektivitas dari metode pembelajaran bermain peran (Role Playing) pada pembelajaran IPS sebagai sarana untuk megembangkan empati sosial siswa di Sekolah Dasar (SD). Pada penelitian ini menggunakan studi literatur dengan mengkaji berbagai artikel, jurnal, dan literatur yang membahas penerapan metode role playing. Hasil dari pengamatan tersebut menunjukkan bahwa role playing dapat memberikan pengalaman belajar yang mendalam dan interaktif, memungkinkan siswa untuk memahami berbagai peran dan perspektif sosial secara langsung. Melalui simulasi situasi sosial, siswa dapat mengembangkan rasa empati dengan memahami perasaan, pikiran, dan tantangan yang dihadapi oleh individu atau kelompok lain. Temuan ini mendukung penerapan role playing sebagai metode pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan empati sosial siswa SD, serta memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan karakter sosial siswa. Implikasi praktis dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode role playing dapat diintegrasikan dalam kurikulum IPS sebagai strategi yang inovatif untuk mendukung tujuan pendidikan sosial dan karakter siswa.
EDUKASI BERSALIN DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN DI KELAS IBU HAMIL DESA CIBEUTEUNG MUARA, KEC CISEENG KABUPATEN BOGOR Rochmawati, Rochmawati; Ningsih, Sri Rahayu; Zulyani, Febriyanti; Suhartini, Sri Mukti
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Vol 6 No 2 November 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.18533

Abstract

Masalah kelahiran menewaskan 800 wanita setiap hari pada tahun 2020, satu orang setiap dua menit. Estimasi global mengungkapkan 287.000 kematian ibu pada tahun itu. Akses terhadap perawatan kesehatan merupakan masalah utama dalam kesehatan ibu, khususnya di negara-negara miskin seperti Indonesia yang tidak memiliki sistem asuransi kesehatan nasional (WHO, 2023). Kabupaten terpadat di Indonesia, Bogor, memiliki 101 klinik kesehatan di 40 kecamatan. Angka kematian ibu (AKI) tahun 2020 di Kabupaten Bogor adalah 79,41 per 100.000 kelahiran hidup, jauh di atas target tahunan sebesar 50. Target RPJMD pada tahun 2023 adalah menurunkan AKI menjadi 35 kematian ibu. Bidan berperan krusial dalam memfasilitasi layanan persalinan, memberikan edukasi dan konseling untuk kesehatan ibu dan anak, serta mendeteksi kasus yang memerlukan rujukan, terutama di daerah pedesaan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada ibu hamil, kader, dan keluarga tentang pentingnya melahirkan di fasilitas kesehatan guna mencegah kematian akibat keterlambatan dalam penanganan situasi darurat. Kegiatan yang diikuti oleh 17 ibu hamil dan kader ini menunjukkan peningkatan pengetahuan. Sebelum edukasi, sebagian besar peserta berada pada tingkat pengetahuan cukup, namun setelahnya, mayoritas peserta mencapai tingkat pengetahuan baik. Dengan adanya program ini, diharapkan ibu dan kader akan lebih memilih untuk melahirkan di fasilitas kesehatan, sehingga dapat berkontribusi pada penurunan angka kematian ibu (AKI). 
EKSPLORASI STUDI WISATA RELIGI: ETNOMATEMATIKA PADA MAHA VIHARA MAITREYA DI CEMARA ASRI MEDAN: Exploration of Religious Tourism Studies: Ethnomathematics at the Maitreya Maha Vihara in Cemara Asri Medan Rahmah, Atika; Salsabila, Avita; Nasution, Afifah Nabila; Ningsih, Sri Rahayu; Syahrani, Zulayli; Andhany, Ella
Al-Aqlu: Jurnal Matematika, Teknik dan Sains Vol. 3 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Yayasan Al-Amin Qalbu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59896/aqlu.v3i1.143

Abstract

Mahavihara Maitreya in Cemara Asri Medan Complex is one of the largest monasteries in Indonesia and is known as a religious tourism destination that can attract tourists from various backgrounds to see and understand the richness of typical Buddhist architecture. The study of ethnomathematics at Maha Vihara Maitreya can provide benefits, both for academics, tourists, and the general public who want to understand the relationship between mathematics, culture, and spirituality. The research method used in this study is a qualitative method with an ethnographic approach. This type of research is field research, namely research that is carried out systematically to collect data directly in the field. The data collection instrument in this study is by means of observation and documentation. The conclusion based on the results and discussion, this study shows that the exploration of religious tourism and ethnomathematics at Maha Vihara Maitreya not only provides a new perspective in the study of mathematics, but also enriches the understanding of the ways in which culture and religion integrate science in their lives, which in turn increases the educational value and tourism experience for visitors.
PENGALAMAN KELUARGA PENERIMA MANFAAT (KPM) DALAM MENAVIGASI KEMANDIRIAN SOSIAL EKONOMI MELALUI PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) Ningsih, Sri Rahayu; Sholihah, Wahyuni Ilhamis; Maretia, Indi Ayu; Riany, Yulina Eva
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 14, No 1 (2025): Empati Edisi Juni 2025
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v14i1.47931

Abstract

Abstract. The Family Hope Program (PKH) is a conditional social assistance program launched by the Indonesian government to support underprivileged families through cash transfers directed at improving access to education, health, and the economy. In 2020, the government allocated IDR 36.9 trillion in funds for 10 million recipient families as part of a strategy to accelerate poverty alleviation. However, in practice, some families remain recipients for years without experiencing significant improvements in their social and economic conditions. Using a phenomenological approach, this study involved six informants selected through purposive sampling based on inclusion criteria. The results show that KPM's understanding of the Family Hope Program (PKH) is generally functional, with a focus on children's educational needs. In the aspect of socio-economic independence related to irregular income, lack of access to productive businesses, increased social participation and interaction, the dynamics of social stigma, the strategic role of assistants, social solidarity, and changes in social identity and self-confidence. Socio-economic challenges, self-awareness and empathy values, the role of assistants, structural limitations of the program, as well as family and neighborhood support. Keyword: Beneficiary families, phenomenological approach, family hope program, poverty reduction, socio-economic self-sufficiency. Abstrak. Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program bantuan sosial bersyarat yang diluncurkan oleh pemerintah Indonesia untuk mendukung keluarga prasejahtera melalui transfer tunai yang diarahkan pada peningkatan akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Pada tahun 2020, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp36,9 triliun bagi 10 juta keluarga penerima, sebagai bagian dari strategi percepatan pengentasan kemiskinan. Namun, dalam praktiknya, sebagian keluarga masih tetap menjadi penerima bantuan selama bertahun-tahun tanpa mengalami peningkatan signifikan dalam kondisi social dan ekonomi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman hidup Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam proses menuju kemandirian sosial-ekonomi Dengan menggunakan pendekatan fenomenologis, penelitian ini melibatkan enam informan yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kriteria inkulsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman KPM terhadap Program Keluarga Harapan (PKH) umumnya bersifat fungsional, dengan fokus pada kebutuhan pendidikan anak. Pada aspek kemandirian sosial ekonomi terkait dengan penghasilan tidak tetap, minimnya akses terhadap usaha produktif, peningkatan partisipasi dan interaksi sosial, dinamika stigma sosial, peran strategis pendamping, solidaritas sosial, serta perubahan identitas sosial dan kepercayaan diri. Tantangan sosial ekonomi, kesadaran diri dan nilai empati, peran pendamping, keterbatasan struktural program, serta dukungan keluarga dan lingkungan dapat menjadi faktor pendorong dan penghambat bagi KPM untuk graduasi mandiri. Kata Kunci: Bantuan sosial, KPM, studi fenomenologi, kemandirian sosial ekonomi, Program Keluarga Harapan (PKH).
Edukasi Cegah Stunting Sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) Pada Kelas Ibu Hamil Rochmawati, Rochmawati -; Ningsih, Sri Rahayu; Zulyani, Febriyanti; Suhartini, Sri Mukti
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i1.20910

Abstract

Stunting masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia dengan prevalensi mencapai 37% pada anak balita. Permasalahan ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik tetapi juga perkembangan kognitif anak. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil, kader kesehatan, dan dukun beranak tentang pencegahan stunting pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) di Desa Cibentang, Kabupaten Bogor. Kegiatan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif dengan melibatkan 35 peserta yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Materi edukasi disampaikan melalui kombinasi ceramah interaktif, diskusi kelompok, demonstrasi, dan simulasi dengan didukung booklet "Gizi Seimbang untuk 1000 HPK" yang telah terdaftar HKI. Evaluasi dilakukan secara lisan dan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta mengenai pencegahan stunting. Penggunaan booklet sebagai media pembelajaran terbukti efektif dalam mendukung proses transfer pengetahuan. Keterlibatan kader kesehatan dan dukun beranak yang memiliki kedekatan dengan masyarakat menjadi strategi efektif untuk keberlanjutan program. Fokus pada periode 1000 HPK merupakan intervensi cost-effective mengingat masa kritis dalam perkembangan anak. Keberlanjutan program dirancang melalui pengaktifan kembali kelas ibu hamil dengan tema pengolahan makanan kaya nutrisi berbasis kearifan lokal. Diharapkan kegiatan ini dapat mendorong perubahan perilaku positif dan berkontribusi pada penurunan prevalensi stunting di Desa Cibentang.Kata kunci: stunting, 1000 hari pertama kehidupan, edukasi gizi, ibu hamil, pengabdian masyarakat
Effectiveness of Murabahah-Based Business Capital Financing at PT. BPRS Puduarta Insani Ningsih, Sri Rahayu; Tri Inda Fadhila Rahma; Fauzi Arif Lubis
Amkop Management Accounting Review (AMAR) Vol. 5 No. 2 (2025): July - December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/amar.v5i2.2825

Abstract

Business capital financing is one type of financing offered to help business owners obtain funds to develop their business. In this scheme, BPRS Puduarta Insani acts as a representative to purchase goods from third parties and sell them to customers at a predetermined profit margin. The research method used is descriptive qualitative with a case study approach. Data was collected through direct interviews with three customers who received murabahah financing, as well as documentation and field observations. The research results indicate that the implementation of murabahah contracts at BPRS Puduarta Insani is in accordance with Sharia principles and established procedures. Based on five effectiveness indicators—Sharia compliance, return rate, financing quality, customer satisfaction, and target accuracy—it can be concluded that this financing is quite effective. However, there are still external challenges such as fluctuations in business income and low sharia financial literacy, which affect the smooth repayment of installments by some customers. Therefore, improvements in education and flexibility in the financing scheme are needed to further enhance effectiveness.
Edukasi Keputihan Pada Wanita Usia Subur Di TPMB Sri Rahayu Ningsih Kecamatan Cikarang Utara Nahria, Syarifatun; Yulianti, Yulianti; Karmila, Karmila; Masriani, Masriani; Maryati, Riski Neli; Ningsih, Sri Rahayu
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 3 (2025): Edisi Juli - September
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i3.6497

Abstract

Kelputihan adalah kelluarnya cairan dari vagina sellain darah kelwanitaan. Hal ini adalah kelluhan umum pada wanita di dunia. Faktor yang melnyelbabkan kelputihan ialah faktor fisologis (normal) selrta patologis (tidak normal). Faktor fisiologis (normal) kelputihan yang dipelngaruhi olelh ovulasi, saat selbellum haid, rangsangan intim selrta elmosi. Selbaliknya faktor patologis (tidak normal) diselbabkan olelh pelradangan, kuman, parasit, jamur selrta virus trikomonas vaginalis, vaginal bactelrial, sifillis, kandida albicans, gonnorhelael. Belrdasarkan hasil survely yang dilakukan di TPMB Sri Rahayu Ningsih, S.Kelb dari pelndataan di bulan Juni Tahun 2025 pada 30  Wanita Usia Subur, yang melngalami kelputihan selbanyak 23 kasus pada WUS (Wanita Usia Subur). Tujuan dari kelgiatan komunitas ini adalah melnganalisis lelbih luas dan melndalam pelmbelrdayaan kaum pelrelmpuan delngan melmbelrikan Pelndidikan eldukasi belrupa pelnyuluhan telntang kelputihan pada Wanita usia subur. Delngan sasaran Wanita belrusia 20 – 45 tahun, delngan jumlah pelselrta yang telrlibat 30 orang. Meltodel pellaksanaan dilakukan delngan pelnilaian awal pelngeltahuan, pelnyuluhan, dan pelnilaian akhir.  Hasil kelgiatan melnunjukkan adanya pelningkatan pelmahaman Wanita usia subur telntang kelputihan seltellah eldukasi dilakukan, yang ditunjukkan dari antusiasmel saat diskusi dan pelningkatan skor pelngeltahuan selbellum dan selsudah pelnyuluhan.
Deteksi Dini Hipertensi Menggunakan Cold Pressure Test Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Gunadarma Tahun 2025 Ningsih, Sri Rahayu; Sadewa, Rafi Abraar; Suhartini, Srimukti; Sudomo, Danurwendo
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): ANAKES: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v11i1.2653

Abstract

Hypertension is one of the major non-communicable diseases (NCDs) that causes serious damage to blood vessels and vital organs such as the heart, kidneys, and brain. The Indonesian Health Survey reported that the prevalence of hypertension among adolescents aged 15–24 years reached 9.3%. According to the Basic Priority Rating (BPR) from the Depok City Health Office, hypertension ranks as the top NCD priority with a score of 38.69%. Early detection is essential to prevent delays in diagnosis and treatment. One method that can be used for early detection of hypertension in adolescents is the Cold Pressure Test (CPT). This study aimed to determine changes in systolic and diastolic blood pressure using the CPT method. This was an observational study with a cross-sectional design involving 43 medical students as participants. Blood pressure was measured at three stages: before hand immersion in ice water, after 30 seconds, and after 60 seconds. Data were analyzed using the Friedman test to assess differences across the three measurements. The results showed that systolic blood pressure increased from 117.35 mmHg to 132.12 mmHg at 60 seconds, while diastolic blood pressure increased from 79.07 mmHg to 88.74 mmHg. Statistical analysis revealed a p-value of 0.001 (< 0.005) for both systolic and diastolic pressure. The study concluded that there was a significant increase in systolic and diastolic blood pressure after the CPT. This indicates that adolescent blood pressure is reactive to cold stimuli, and CPT may serve as an effective method for early detection of hypertension. Keywords: Cold Pressure Test, Hypertension, Blood Pressure, Pukse
Gambaran Masa Pemulihan Sistem Kardiovaskular Berdasarkan Indeks Masa Tubuh Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Gunadarma Zulyani, Febriyanti; Millenia, Fadya; Suhartini, Srimukti; Ningsih, Sri Rahayu
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): ANAKES: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v11i1.2658

Abstract

Physical activity encompasses all body movements carried out for work, play, or travel, while physical inactivity is characterized byminimal movement and low energy expenditure. Body Mass Index (BMI) and recovery heart rate are important indicators in assessingfitness levels and health risks. This study aims to determine whether there are differences in cardiovascular recovery time after physicalactivity based on BMI categories among medical students at Gunadarma University. The study employs a cross-sectional design with purposive sampling among FKUG students who meet the inclusion criteria. Data were analyzed using paired T-tests and One WayANOVA according to data distribution. The procedure consists of two stages: measuring blood pressure, heart rate, O₂ saturation, and BMI before and after a six-minute walk test, followed by measuring heart rate recovery time after approximately 20 minutes of rest. Most respondents were female (92.5%) from the 2019 cohort (77.4%), with an average age of 20.79 years. A significant increase was observedin systolic blood pressure and heart rate after training (p=0.001), but not in diastolic pressure (p=0.622). No significant difference wasfound in recovery time based on BMI category (p=0.516). Physical training significantly affected certain physiological parameters such as systolic pressure and heart rate, but BMI status did not significantly contribute to post-activity recovery speed.  Keywords:     Physical Activity, Body Mass Index, Medical Students, Cardiovascular Recovery,  Pulse Rate