Articles
PERLINDUNGAN HUKUM RAHASIA DAGANG DALAM BISNIS FRANCHISE DI ERA INDUSTRI 5.O DALAM BIDANG F&B
Christvito Yizreel;
Dewa Ayu Dian Sawitri
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62281/5frs9z27
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji perlindungan hukum terhadap rahasia dagang dalam bisnis waralaba, khususnya di sektor makanan dan minuman (F&B), di tengah dinamika revolusi industri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan legislatif dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap rahasia dagang di sektor F&B pada era industri kontemporer masih memiliki kelemahan yang signifikan. Salah satu kelemahan utama terlihat pada ketentuan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000, di mana perlindungan rahasia dagang hanya menekankan upaya pemilik atau pihak yang mengendalikan rahasia dagang tersebut melalui langkah-langkah yang wajar dan tepat untuk melindunginya. Pendekatan ini berbeda dengan hak kekayaan intelektual lainnya yang menganut prinsip “first to file”, artinya pihak yang pertama kali mengajukan pendaftaran dan memperoleh persetujuan akan memperoleh perlindungan haknya, meskipun kemudian muncul kreasi serupa dari pencipta lain tanpa melibatkan pelanggaran seperti plagiarisme. Secara khusus untuk rahasia dagang dalam konteks revolusi industri F&B, pemilik rahasia dagang tidak memiliki dasar hukum untuk menggugat jika franchise lain menggunakan rahasia dagang serupa.
PELAKSANAAN PENILAIAN (APPRAISAL) HARTA PAILIT DALAM PEMBERESAN HARTA PAILIT
Rasendria Dewi Andaruni;
Dewa Ayu Dian Sawitri
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62281/913m7t89
Penulisan berikut dibuat bertujuan untuk mengkaji bagaimana pelaksanaan penilaian (appraisal) harta pailit dalam pemberesan harta pailit. Appraisal merupakan proses penilaian terhadap suatu aset yang dilaksanakan jasa penilai publik yang bertujuan untuk menghasilkan opini secara tertulis terkait dengan nilai ekonomi aset tersebut berdasarkan Standar Penilaian Indonesia (SPI). Penelitian dilaksanakan dengan menerapkan yuridis-normatif sebagai metode penelitian didukung dengan pendekatan pada perundang-undangan. Dari penelitian ini, dapat dihasilkan bahwa penilaian adalah sebuah mekanisme untuk memberikan pendapat terkait nilai ekonomi objek penilaian yang dilaksanakan oleh penilai publik dengan berdasarkan pada Standar Penilaian Indonesia (SPI). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa dalam pemberesan harta pailit, perlu dilakukan penilaian terhadap harta pailit untuk menentukan nilai limit dalam lelang dan juga untuk menentukan nilai jual harta pailit dalam penjualan melalui di bawah tangan. Penilaian terhadap harta pailit dilaksanakan untuk menjadi dasar objektif bagi kurator dalam menentukan nilai jual harta pailit. Selain itu, hasil dari penilaian juga sebagai instrumen untuk menjamin transparansi, akuntabilitas, serta kepastian hukum dalam pelaksanaan pemberesan harta pailit.
ANALISIS GUGATAN CLASS ACTION TERHADAP PELANGGARAN HAK KONSUMEN DALAM KASUS MINYAKITA
Gabriel Agustine;
Dewa Ayu Dian Sawitri
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62281/dkzmqz41
Penelitian ini mengkaji pelanggaran hak konsumen dalam peredaran produk Minyakita yang mencantumkan klaim volume satu liter pada label kemasan, tetapi tidak memenuhi takaran sebenarnya ketika diuji oleh konsumen. Ketidaksesuaian informasi ini menimbulkan kerugian ekonomi yang dialami secara massal dan berulang, sehingga memunculkan kebutuhan untuk menilai efektivitas instrumen hukum yang tersedia bagi konsumen. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pemenuhan hak-hak konsumen sebagaimana termaktub dalam UUPK, serta menilai relevansi penerapan mekanisme gugatan perwakilan kelompok (class action) berdasarkan PERMA No. 1 Tahun 2002 dan Pasal 46 ayat (1) huruf b UUPK. Metode penelitian yang diterapkan adalah penelitian hukum normatif yakni pendekatan perundang-undangan dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya praktik pelabelan yang menyesatkan pada produk Minyakita memenuhi unsur pelanggaran terhadap hak konsumen atas informasi yang benar, nilai tukar yang wajar, dan jaminan kepastian kuantitas barang. Kerugian yang terjadi secara luas dan seragam membentuk dasar yuridis bagi konsumen untuk menempuh gugatan class action sebagai sarana pemulihan kolektif. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kepatuhan pelaku usaha terhadap standar perlindungan konsumen serta urgensi pemanfaatan mekanisme gugatan kelompok untuk mencapai efektivitas keadilan dalam perkara kerugian massal.
PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA TERHADAP TENAGA HONORER : PERSPEKTIF HUKUM KETENAGAKERJAAN
Kadek Irmayani Putri Arniyasa;
Dewa Ayu Dian Sawitri
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62281/wmmkma32
Tujuan dari studi ini adalah untuk mengkaji pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap tenaga honorer dalam perspektif hukum ketenagakerjaan. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian hukum normatif karena bertujuan untuk mengkaji secara mendalam apakah norma-norma yang berlaku tersebut telah memiliki ketentuan yang jelas atau justru menunjukkan adanya ketidakjelasan dalam aturan hukumnya. Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute Approach) yang berfungsi sebagai sumber hukum utama. Selain itu, penelitian ini juga didukung dengan analisis terhadap berbagai literatur sekunder yakni jurnal ilmiah, skripsi, artikel serta peraturan perundang-undangan lain yang relevan. Penelitian ini mengungkapkan bahwa Pemerintah melalui Peraturan Nomor 48 Tahun 2005 telah memberikan pengakuan formal terhadap tenaga honorer. Namun demikian, status hukum mereka masih belum memiliki kejelasan yang pasti, mengingat tenaga honorer tidak dikategorikan sebagai Aparatur Sipil Negara berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023. Transisi ke sistem PPPK meningkatkan legalitas pengelolaan kepegawaian, tetapi perlindungan bagi tenaga honorer yang tidak lolos seleksi masih kurang karena ketiadaan kontrak kerja formal. Dengan demikian, diperlukan adanya peraturan yang tegas dan menyeluruh guna memastikan terciptanya keadilan, kepastian hukum, serta perlindungan hak-hak bagi tenaga honorer.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK EKSKLUSIF PENCIPTA ATAS HASIL KARYA DERIVATIF BERDASARKAN UNDANG-UNDANG HAK CIPTA
Sieren Sarah Nissi Agape;
Dewa Ayu Dian Sawitri
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62281/k23tgy29
Perkembangan pesat di bidang seni, sastra, dan budaya mendorong lahirnya karya-karya derivatif yang bersumber dari karya asli yang telah ada sebelumnya. Meskipun mencerminkan kreativitas dan inovasi, karya derivatif kerap menimbulkan persoalan hukum terkait batas antara adaptasi yang sah dan pelanggaran hak cipta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kriteria legalitas karya derivatif serta bentuk perlindungan hukum terhadap hak eksklusif pencipta karya derivatif berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan menelaah peraturan perundang-undangan, literatur hukum, dan doktrin yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legalitas karya derivatif ditentukan oleh terpenuhinya unsur orisinalitas, adanya izin atau lisensi dari pencipta karya asli, serta tidak adanya pelanggaran terhadap hak moral dan hak ekonomi pencipta asal. Meskipun Undang-Undang Hak Cipta telah mengakui dan memberikan perlindungan terhadap karya derivatif sebagai ciptaan tersendiri, pengaturannya masih bersifat umum dan belum memberikan batasan yang jelas mengenai perbedaan hak antara pencipta karya asli dan pencipta karya turunan. Oleh karena itu, diperlukan pengaturan yang lebih komprehensif guna memberikan kepastian hukum serta mewujudkan perlindungan yang seimbang bagi seluruh pihak yang terlibat dalam penciptaan karya derivatif
Tanggung Jawab Notaris Terhadap Kesalahan Administrasi Dalam Pembuatan Akta Jual Beli Tanah
Ida Bagus Gede Kemenuh;
Dewa Ayu Dian Sawitri
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61104/alz.v4i1.2992
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanggung jawab hukum Notaris terhadap kesalahan administrasi dalam pembuatan Akta Jual Beli Tanah secara komprehensif. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review dengan pendekatan kualitatif melalui penelusuran literatur dari Google Scholar, Scopus, ScienceDirect, dan SINTA pada periode 2018-2024. Hasil penelitian mengungkap bahwa kesalahan administrasi terutama terjadi dalam bentuk kesalahan verifikasi identitas pihak, ketidakakuratan data objek tanah, dan kelalaian pemeriksaan dokumen pendukung. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa mekanisme penyelesaian sengketa yang paling efektif adalah melalui mediasi dan koreksi administratif untuk kesalahan minor, sedangkan untuk kasus yang lebih kompleks diperlukan gugatan perdata. Simpulan penelitian menekankan pentingnya pendekatan holistik melalui penyusunan standar operasional prosedur verifikasi yang jelas, optimalisasi sistem digital pertanahan, dan pengawasan preventif berkelanjutan untuk meminimalisir kesalahan administrasi di masa depan.
PERLINDUNGAN HUKUM PEMEGANG SAHAM MINORITAS DALAM TRANSAKSI BENTURAN KEPENTINGAN DI PASAR MODAL BERDASARKAN PRINSIP KETERBUKAAN
I Gede Donny Setiawan;
Dewa Ayu Dian Sawitri
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62281/kyjsnh56
Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menganalisis perlindungan hukum bagi pemegang saham minoritas dalam transaksi benturan kepentingan di pasar modal berdasarkan prinsip keterbukaan serta menilai penerapan prinsip keterbukaan dalam transaksi penjualan aset oleh PT Karwell Indonesia Tbk. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum bagi pemegang saham minoritas dalam transaksi benturan kepentingan secara normatif telah diatur melalui Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan. Prinsip keterbukaan berfungsi sebagai instrumen perlindungan preventif yang bertujuan mencegah penyalahgunaan kewenangan oleh pihak yang memiliki benturan kepentingan. Namun, dalam praktiknya, sebagaimana tercermin dalam kasus transaksi penjualan aset PT Karwell Indonesia Tbk, penerapan prinsip keterbukaan belum dilaksanakan secara optimal karena tidak didukung oleh penilaian independen, keterbukaan informasi material yang memadai, serta persetujuan RUPS pemegang saham independen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tanpa penerapan prinsip keterbukaan secara komprehensif dan konsisten, perlindungan hukum terhadap pemegang saham minoritas cenderung bersifat formal dan belum memberikan perlindungan substantif.
TRANSFORMASI KEWENANGAN BANK PEREKONOMIAN RAKYAT PASCA DIBERLAKUKANNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 4 TAHUN 2023 TENTANG PENGEMBANGAN DAN PENGUATAN SEKTOR KEUANGAN (UUP2SK)
Ida Ayu Diva Cahyaningrum Widnyana;
Dewa Ayu Dian Sawitri
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 2 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Februari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62281/m04rk542
Tujuan dilaksanakannya kajian ini adalah untuk menganalisis dan memahami secara komprehensif sejauh mana pengaruh yang ditimbulkan oleh diterbitkannya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UUP2SK) terhadap sektor perekonomian nasional. Selain itu, kajian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan kewenangan yang dimiliki oleh Bank Perekonomian Rakyat setelah berlakunya UUP2SK, khususnya dalam kaitannya dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penelitian ini menggunakan metode normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, yaitu melalui penelaahan terhadap berbagai regulasi yang relevan sebagai bahan hukum primer maupun sekunder. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerbitan UUP2SK dalam bentuk omnibus law berkontribusi dalam mengurangi tumpang tindih pengaturan di sektor keuangan serta menciptakan harmonisasi regulasi. Kondisi tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian hukum, memperluas akses pembiayaan, serta memperkuat peran lembaga keuangan dalam mendukung perkembangan ekonomi masyarakat. Dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan akses permodalan, taraf hidup masyarakat berpotensi mengalami peningkatan sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
PERLINDUNGAN RAHASIA DAGANG DALAM PERSPEKTIF HUKUM PERLINDUNGAN KONSUMEN ATAS HAK KONSUMEN ATAS INFORMASI
Peter Leviano Sihombing;
Dewa Ayu Dian Sawitri
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 3 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Maret
Publisher : PT. Media Akademik Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62281/meszge51
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta mengevaluasi secara komprehensi perlindungan rahasia dagan dalam perspektif hukum perlindungan konsumen atas hak konsumen atas informasi. Penelitian ini juga bertujuan untuk mencari batas normatif dalam penerapan hak konsumen atas informasi dengan perlindungan rahasia dagang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif atas norma konflik antara perlindungan konsumen dengan rahasia dagang. Menerapkan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan analitis. Pendekatan dilakukan dengan mengkaji peraturan perundang-undangan yang ada, meneliti secara konseptual terkait konflik yang terjadi, serta menganalisis konflik dengan terstruktur. Penelitian dilakukan menggunakan bahan hukum primer berbentuk peraturan perundang-undangan, bahan hukum sekunder berupa buku serta jurnal hukum, dan bahan hukum tersier berupa terminologi seperti asas dan sejenisnya. Hasil Penelitian menunjukan bahwa rahasia dagang adalah hak eksklusif pelaku usaha sebagai pemilik rahasia dagang. Namun hak eksklusif tersebut tidak bersifat absolut. Hukum Perlindungan Konsumen membatasi kerahasiaan apabila menyangkut kepentingan konsumen atas informasi, keamanan, dan keselamatan. Informasi yang bersifat material bagi konsumen harus diungkapkan dan informasi teknis yang tidak relevan bagi kepentingan konsumen tetap dapat dilindungi. Pengungkapan harus memenuhi asas keseimbangan menggunakan prinsip proporsionalitas. Studi ini berkontibusi dalam menjalankan harmonisasi dua rezim hukum yang menciptakan kepastian hukum serta berjalannya keadilan.
PERLINDUNGAN HUKUM PEMBOCORAN DATA PRIBADI PENGGUNA FINTECH APLIKASI FLIP DENGAN ENCRYPTION TECHNOLOGY
Anak Agung Eka Pradnya Kusuma Dewi;
Dewa Ayu Dian Sawitri
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 3 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Maret
Publisher : PT. Media Akademik Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62281/wdtjpf49
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perlindungan hukum terhadap pembocoran data pengguna aplikasi Fintech Flip menggunakan teknologi enkripsi, serta mengeksplorasi perlindungan data pribadi di Indonesia. Latar belakang penelitian berkaitan dengan pesatnya perkembangan industri Fintech yang memberikan kemudahan akses layanan keuangan, tetapi juga meningkatkan risiko terkait keamanan data pribadi. Meskipun Indonesia telah memiliki regulasi seperti Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, masih ada tantangan dalam penerapan dan penegakan hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Penelitian ini mengkaji regulasi yang ada, mencakup undang-undang serta literatur yang relevan. Data dikumpulkan dari sumber primer dan sekunder, termasuk dokumen hukum dan jurnal. Analisis dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas perlindungan hukum dan penerapan teknologi enkripsi dalam keamanan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Flip.id menerapkan teknologi enkripsi yang komprehensif untuk melindungi data pengguna, serta melakukan edukasi tentang praktik keamanan. Namun, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara layanan Fintech, dan masyarakat untuk menciptakan sistem yang lebih aman dan transparan. Penguatan regulasi dan sistem keamanan yang lebih baik sangat penting untuk menciptakan ekosistem Fintech yang inklusif dan berkelanjutan.