Claim Missing Document
Check
Articles

Sosialisasi Gangguan Belajar Spesifik (Disleksia) kepada Guru-Guru Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Jerowaru: Awareness Program on Specific Learning Disorders (Dyslexia) for Junior High School Teachers in Jerowaru Indonesia Saharudin, Saharudin; Musaddat, Syaiful; Susanti, Pipit Aprilia; Agusman, Agusman; Ramdhani, Marlinda; Hidayat, Wahyu
DARMADIKSANI Vol 5 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i1.6961

Abstract

Pengabdian ini dilatari oleh masih banyak guru yang tidak memahami jenis dan karakteristik gangguan belajar spesifik (disleksia) pada peserta didik sehingga mereka cenderung melabeli peserta didiknya dengan label “bodoh” atau semisalnya. Oleh karena itu, dibutuhkan sosialisasi kepada para guru mengenai gangguan belajar spesifik di kalangan peserta didik dengan melibatkan profesional psikolog sehingga para guru juga bisa mengambil langkah-langkah dalam menangani kasus gangguan belajar yang dialami peserta didiknya. Selain berbicara persoalan gangguan belajar, juga dibicarakan perihal pembelajaran yang berpihak kepada peserta didik: pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran yang tanggap budaya. Berdasarkan hasil post-test, hasil sosialisasi menunjukkan bahwa para guru telah bisa mengetahui, memahami, dan menjelaskan jenis-jenis gangguan belajar pada peserta didik, ciri-ciri peserta didik yang mengalami gangguan belajar, dan asbab terjadinya gangguan belajar pada peserta didik. Adanya pengetahuan dan pemahaman tentang gangguan belajar (yang dialami peserta didik) berimplikasi pada kesadaran para guru SMPN 1 Jerowaru untuk melakukan pembelajaran yang berpihak pada peserta didiknya mulai dari penyususan perangkat pembelajaran hingga evaluasinya. Disarankan agar penyuluhan psikoedukasi kesehatan mental untuk para guru dan peserta didik semacam ini rutin dilakukan sebagai upaya menciptakan pembelajaran yang berpihak pada peserta didik dan pembaharuan informasi terkait ragam kerangka strategi dalam pembelajaran, serta perlu melibatkan orang tua dan profesional untuk membantu guru dalam menghadapi peserta didik yang mengalami gangguan belajar spesifik disleksia ini.
Pelatihan Penggunaan Aplikasi Mendeley Bagi Mahasiswa Tingkat Akhir Program Studi Akuntansi UNISBAR Wahyuni, Risa; Agusman, Agusman; Nasti Putri, Anggun; Permata Sari, Shinta; Maharani Fizwar, Putri
Journal of Humanity Dedication Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Humanity Dedication
Publisher : Institut Agama Islam Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55062/852/5

Abstract

Pelatihan aplikasi manajemen referensi menjadi kebutuhan mendesak bagi mahasiswa tingkat akhir, terutama dalam meningkatkan efisiensi dan akurasi penulisan ilmiah. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan pelatihan penggunaan aplikasi Mendeley bagi mahasiswa tingkat akhir Program Studi Akuntansi UNISBAR. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman dan keterampilan praktis dalam mengelola referensi akademik. Metode yang digunakan mencakup ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung. Hasil menunjukkan bahwa pelatihan secara signifikan meningkatkan kemampuan peserta dalam menyusun daftar pustaka, mengelola dokumen ilmiah, dan mengoptimalkan fitur-fitur kolaborasi dalam aplikasi. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan penggunaan Mendeley efektif dalam membantu mahasiswa mengatasi tantangan pengelolaan referensi dan berkontribusi pada peningkatan kualitas tugas akhir. Artikel ini merekomendasikan agar pelatihan serupa diintegrasikan ke dalam kurikulum untuk meningkatkan literasi digital mahasiswa.
An exploration of critical thinking stages of junior high school students in solving contradictory mathematical problems Agusman, Agusman; Purwanto, Purwanto; Rahardi, Rustanto
JRAMathEdu (Journal of Research and Advances in Mathematics Education) Volume 10 Issue 3 July 2025
Publisher : Lembaga Pengembangan Publikasi Ilmiah dan Buku Ajar, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jramathedu.v10i3.8911

Abstract

Critical thinking is a fundamental competence in 21st-century education, particularly in mathematics, where students frequently encounter contradictory information that requires logical reasoning and reflective judgment. This study explores the stages of critical thinking among junior high school students when solving contradictory mathematical problems. A qualitative descriptive design was employed, involving two eighth-grade students from SMP Negeri 01 Sumber Pucung, Malang, who were selected based on their skeptical responses to illogical mathematical tasks. Data were collected through open-ended tests and interviews, then analyzed to capture reasoning patterns and problem-solving strategies. The findings revealed three distinct stages of mathematical critical thinking: (1) Initial Stage (interpretation), where anomalies are sensed; (2) Tracing Stage (analysis), where contradictions are identified; and (3) Global View Stage (evaluation and inference), where holistic reasoning and alternative solutions are proposed. Subject 1 demonstrated conceptual awareness, cognitive flexibility, and evaluative rigor, while Subject 2 showed procedural accuracy but limited inferential precision. These findings suggest that contradictory problems can serve as effective instructional tools for balancing procedural and conceptual reasoning. Practical implications highlight the need for integrating contradictory problems into mathematics instruction to promote metacognitive reflection. Future research should expand participant diversity, employ longitudinal and experimental designs, and explore affective dispositions influencing students’ critical engagement.
The Cadre Development Model of Wahdah Islamiyah Preachers: An Analysis of the Integration of Formal and Non-Formal Education Samsuddin, Samsuddin; Iskandar, Iskandar; Agusman, Agusman; Masuwd, Mowafg; Abdurrahman, Abdurrahman
Abdurrauf Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 3 (2025): Abdurrauf Journal of Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58824/arjis.v4i3.448

Abstract

The development of Islamic da’wah in the digital era presents new challenges for Islamic organizations in producing preachers (da’i) who are not only knowledgeable but also adaptive to social, technological, and cultural transformations. The fragmentation between formal and non-formal education in many da’wah institutions has weakened the continuity between the spiritual, intellectual, and social aspects of preacher formation. In this context, Wahdah Islamiyah becomes a significant case to study, as it has successfully developed a cadre system that integrates education, training, and da’wah in a holistic and systematic manner. This study aims to analyze the da’wah and preacher training system of Wahdah Islamiyah as a comprehensive model of institutional da’wah. The research employs a library-based qualitative approach with critical analysis of primary and secondary sources, including relevant previous studies. The results indicate that Wahdah Islamiyah successfully integrates da’wah bil lisan (preaching by speech), bil hal (by action), and bil qalam (by writing) within a multi-level and structured cadre system oriented toward character formation. This model emphasizes three main educational dimensions—ruhiyah (spiritual), tsaqafiyah (intellectual), and jasadiyah (physical)—which are crystallized into five core cadre characteristics: mu’min, mushlih, mujahid, muta’awin, and mutqin. The study highlights a key novelty: Wahdah Islamiyah perceives da’wah not merely as a spiritual activity but as an educational, social, and cultural strategy that aligns with the needs and challenges of the digital age. The findings contribute conceptually and practically to the development of da’wah organization strategies, the strengthening of Islamic education, and the formulation of contextual and inclusive religious policies. [Perkembangan dakwah Islam di era digital menghadirkan tantangan baru bagi organisasi Islam dalam melahirkan kader da’i yang tidak hanya berwawasan keilmuan, tetapi juga adaptif terhadap perubahan sosial, teknologi, dan budaya global. Fragmentasi antara pendidikan formal dan non-formal di berbagai lembaga dakwah menyebabkan lemahnya kesinambungan antara aspek spiritual, intelektual, dan sosial kader da’i. Dalam konteks tersebut, Wahdah Islamiyah menarik untuk dikaji karena berhasil mengembangkan sistem kaderisasi yang memadukan pendidikan, pembinaan, dan dakwah secara integral. Penelitian ini bertujuan menganalisis sistem dakwah dan kaderisasi da’i Wahdah Islamiyah sebagai model dakwah institusional yang komprehensif. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis kritis terhadap literatur primer dan sekunder, termasuk temuan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wahdah Islamiyah berhasil mengintegrasikan dakwah bil lisan, bil hal, dan bil qalam dalam sistem kaderisasi da’i yang berjenjang, sistematis, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Model kaderisasi ini menekankan tiga dimensi utama pendidikan, yaitu ruhiyah, tsaqafiyah, dan jasadiyah, yang kemudian dikristalisasi dalam lima karakter inti kader: mu’min, mushlih, mujahid, muta’awin, dan mutqin. Temuan penelitian ini menegaskan kebaruan bahwa Wahdah Islamiyah tidak hanya memandang dakwah sebagai aktivitas spiritual, tetapi juga sebagai strategi pendidikan, sosial, dan kultural yang relevan dengan kebutuhan serta tantangan era digital. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dan praktis bagi pengembangan strategi organisasi dakwah, penguatan pendidikan Islam, dan perumusan kebijakan keagamaan yang kontekstual serta inklusif.]
Negative Skin Friction Tiang Pancang pada Tanah Lempung Studi Kasus Pabrik Tesktil, Bale Endah Widjaja, Budijanto; Lestari, Anastasia Sri; Agusman, Agusman
Jurnal Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2006): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v2i1.10359

Abstract

There were several geotechnical problems at the textile factory in Bale Endah. The main problem that arose at this factory was the settlement of the soft clay soil which resulted in deformation of the tiled floor and warping of the west wall of the factory as well as cracking and collapse of the culvert in the drainage system at the location of the center column of the factory. The soil stratification at this location was dominated by soft to stiff clay layers and a sand lens layer was also found at 9-12 m depth. Therefore, the relative subsidence was more determined by the consolidation settlement of the clay. In addition to the problem of clay settlement, another problem arises, namely the problem of negative skin friction on the pile foundation. This occurs because there is an embankment on top of the clay soil which results in additional load on the soil, so that the soil settlement becomes greater than the settlement of the pile foundation. The analysis showed that the total settlement of the clay consolidation was 35.60 cm within 12.00 years and the total settlement of the pile foundation with a column load of 16.72 tons was 10.44 cm. Due to negative blanket friction, the pile foundation used is not strong enough to withstand the working load. The location of the neutral point is at a depth of 23.25-28 m for a pile foundation length of 30 m deep.
Sosialisasi Gangguan Belajar Spesifik (Disleksia) kepada Guru-Guru Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Jerowaru: Awareness Program on Specific Learning Disorders (Dyslexia) for Junior High School Teachers in Jerowaru Indonesia Saharudin, Saharudin; Musaddat, Syaiful; Susanti, Pipit Aprilia; Agusman, Agusman; Ramdhani, Marlinda; Hidayat, Wahyu
DARMADIKSANI Vol 5 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i1.6961

Abstract

Pengabdian ini dilatari oleh masih banyak guru yang tidak memahami jenis dan karakteristik gangguan belajar spesifik (disleksia) pada peserta didik sehingga mereka cenderung melabeli peserta didiknya dengan label “bodoh” atau semisalnya. Oleh karena itu, dibutuhkan sosialisasi kepada para guru mengenai gangguan belajar spesifik di kalangan peserta didik dengan melibatkan profesional psikolog sehingga para guru juga bisa mengambil langkah-langkah dalam menangani kasus gangguan belajar yang dialami peserta didiknya. Selain berbicara persoalan gangguan belajar, juga dibicarakan perihal pembelajaran yang berpihak kepada peserta didik: pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran yang tanggap budaya. Berdasarkan hasil post-test, hasil sosialisasi menunjukkan bahwa para guru telah bisa mengetahui, memahami, dan menjelaskan jenis-jenis gangguan belajar pada peserta didik, ciri-ciri peserta didik yang mengalami gangguan belajar, dan asbab terjadinya gangguan belajar pada peserta didik. Adanya pengetahuan dan pemahaman tentang gangguan belajar (yang dialami peserta didik) berimplikasi pada kesadaran para guru SMPN 1 Jerowaru untuk melakukan pembelajaran yang berpihak pada peserta didiknya mulai dari penyususan perangkat pembelajaran hingga evaluasinya. Disarankan agar penyuluhan psikoedukasi kesehatan mental untuk para guru dan peserta didik semacam ini rutin dilakukan sebagai upaya menciptakan pembelajaran yang berpihak pada peserta didik dan pembaharuan informasi terkait ragam kerangka strategi dalam pembelajaran, serta perlu melibatkan orang tua dan profesional untuk membantu guru dalam menghadapi peserta didik yang mengalami gangguan belajar spesifik disleksia ini.
Edukasi Persyaratan Mikrobiologi Air Minum untuk Pelaku Usaha Depot Air Minum di Pariaman Zaunit, Muthia Miranda; Yenti, Revi; Agusman, Agusman; Vatur, Kayla Maharani; Annisa, Sarah Dwi
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 6 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i6.1935

Abstract

The need for refill drinking water that is hygienic and in accordance with existing regulatory standards is very important for the community (consumers). There are still many Depot Air Minum (DAM) in Pariaman that do not meet the microbiological requirements of drinking water. Therefore, it is necessary to conduct a seminar on understanding the microbiological requirements of drinking water for DAM businesses in Pariaman. The seminar was conducted using lecture and discussion methods. The seminar was conducted on Saturday 28 September 2024, in the Meeting Room of RM Jembatan Sunua and was attended by 20 participants. The seminar began with giving a pre-test to the participants, followed by the presentation of material by four speakers: microbiological requirements for drinking water, depot licensing, coliform and UV sterilisation machines and the role of associations. In the discussion session, there were three questions from the participants which were immediately responded to by the speakers. After the discussion, participants were given a post test. From the evaluation of pre-test and post-test scores, there was an increase in participants' understanding of the microbiological requirements of drinking water from 63.5% to 87%. At the end of the event, the PKM team handed over five 12 GPM UV sterilisation machines to five lucky participants. It can be concluded that the seminar on microbiological requirements of drinking water can increase the understanding of DAM actors about the quality of drinking water sold.
PELATIHAN PENULISAN BERITA FEATURE UNTUK CALON INSAN PERS DI KOTA MATARAM Ramdhani, Marlinda; Sapiin, Sapiin; Wahyuni, Wika; Agusman, Agusman
Jurnal Pepadu Vol 5 No 3 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i3.5861

Abstract

Portal berita daring maupun cetak di kota Mataram biasanya banyak menampilkan berita straigh (cepat) yang kurang menarik untuk dibaca, khususnya dalam jangka panjang. Maraknya penulisan berita straight tersebut salah satunya ditengarai oleh kurangnya kemampuan para wartawan dalam menulis jenis berita yang lain. Salah satu solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan diadakannya pelatihan penulisan berita feature untuk para calon insan pers di kota Mataram. Pelatihan ini bertujuan untuk mengenalkan dan membimbing para calon wartawan agar mampu menulis berita feature yang relatif tidak cepat basi. Kegiatan ini melibatkan lebih dari lima puluh calon insan pers yang ada di Kota Mataram. Metode kegiatan ini dimulai dari persiapan pelatihan, pemberian materi, dan bedah tulisan feature beberapa peserta pelatihan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peserta sudah mampu mendapatkan isu tulisan yang menarik, tetapi masih terdapat kekurangan dari segi penyampaian dan gaya bahasa berita feature yang ditulis.
Analisis Perencanaan Bangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak Mohammad Yamin Berdasarkan SNI Gempa 1726-2019 Abdu, Muhammad; Sayfullah, Muh.; Agusman, Agusman; Irianto, Dendi Ikhwan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13103

Abstract

Rumah sakit Ibu dan anak Mohammad Yamin merupakan bangunan yang terletak di kota bau bau dengan jumlah tingkat bangunan yaitu empat lantai. Di mana struktur bangunan ini baik dari kolom, balok, plat, dan fondasi menggunakan beton bertulang selain itu struktur ini menggunakan Lift pada bangunannya dan juga shear wall dikarenakan struktur ini memili tidak beraturan Horzontal. Perencanaan struktur didapat mode1 dan mode 2 mengalami translasi sehingga mode memenuhi syarat dimana mode 1 dan mode 2 tidak mengalami rotasi selain itu simpangan (?) =12,11 mm < simpangan ijin ( ?ijin = 40mm). Dalam perhitungan didapat penulangan TP.1(130) ?10-150 untuk arah x dan y, TP.2(150) ?10-150 untuk arah x dan y, TP.3(120) ?10-200 untuk arah x dan y, , TP.4(100) ?10-250 untuk arah x dan y. dimensi yang digunakan baik untuk kolom, balok, plat dan penulangannya yaitu SF.1 (300/600) untuk penulangan utama tumpuan 4D16 sedangkan untuk Lapangan 4D16, untuk sengkang tumpuan ?10-100 dan Lapangan ?10-200. BL.1 (400/800) untuk penulangan utama tumpuan 8D16 sedangkan untuk Lapangan 8D16, untuk sengkang tumpuan 4?10-100 dan Lapangan 3?10-200. BL.3 (400/600) untuk penulangan utama tumpuan 6D16 sedangkan untuk Lapangan 5D16, untuk sengkang tumpuan ?10-100 dan Lapangan ?10-200. BA (300/400) untuk penulangan utama tumpuan 4D16 sedangkan untuk Lapangan 2D16, untuk sengkang tumpuan ?10-100 dan Lapangan ?10-200. Sedangkan untuk kolom, K.1 (600/600) untuk penulangan utama 16D16, untuk sengkang tumpuan 4?10-100 dan Lapangan 3?10-200. K.2 (500/500) untuk penulangan utama 10D16, untuk sengkang tumpuan 3?10-100 dan Lapangan 3?10-200. K.3 (400/400) untuk penulangan utama 8D16, untuk sengkang tumpuan ?10-100 dan Lapangan ?10-200
Making Boundaries and Site Plans in Nambo Village, Lasalimu District, Buton Regency sayfullah, Muh; Idwan, Idwan; Efendi, Ahmad; Agusman, Agusman; Aldha, Sitti Febriyany
Room of Civil Society Development Vol. 1 No. 3 (2022): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.18

Abstract

Buton Regency is a Level II region in the Indonesian province of Southeast Sulawesi. Nambo Village is comprised of three hamlets: Nambo, Lagonturu, and Tandaompure. It has an area of 25.5 kilometers. When it comes to carrying out operations, both government and community social, the people of Nambo community constantly promote mutual collaboration. The Village Government and Karangtaruna both have programs for planning and designing village boundaries and site plans, however relevant parties lack the skills or knowledge to participate in the planning and design process. The debate outcomes resulted in the design of the Nambo village border and site layout, as well as the materials to be utilized in the village boundary construction process. To enhance the look of the border, mountain stone foundations, brick walls, and natural stone are employed
Co-Authors Abdu, Muhammad Abdul Jabar Idharudin Abdurahman Abdurrahman Ahmad Efendi Aldha, Sitti Febriyany Anastasia Sri Lestari Annisa, Sarah Dwi Aswad, Aswad August Halomoan Siregar Baharuddin, Rhamdhani Fitrah Basoka, Muhammad Darmawan Budi Handrianto Budijanto Widjaja Deby Handayani Eryck, Muhamad Fahmi Fateha, Fateha Ferry Hidayat Fransiska, Dina Hari Eko Irianto Hasriani Muis Idwan, Idwan Irianto, Dendi Ikhwan Irma Setiawan, Irma Iskandar Iskandar Jauhari, Ade Joko Santoso Laksono Trisnantoro Maemuna Sa'diyah Maharani Fizwar, Putri Mario Andriaskiton Marlinda Ramdhani Martayadi, Uwi Masuwd, Mowafg Mesakh, Januardi Mexano Hans Gery Michael Novranda Surbakti Muhammad Abduh Muhammad Adam Suni Muhammad Hamka Muhammad Ilyas Muhammad Rafiq Mujahid Mujahid, Mujahid Musaddat, Syaiful Nasti Putri, Anggun Nurmadhani Fitri Suyuthi Nurtati Nurtati, Nurtati Oktaviani, Asih Pajriati, Merry Patmaniar, Patmaniar PERMATA SARI, SHINTA Poetri, Tika Annisa Eka Purwanto Purwanto Rahendra Maya Rahendra Maya, Rahendra Rahmawati, Sonia RISA WAHYUNI EDT Riyanto, Andra Ade Robin Robin Rustanto Rahardi Saharudin Saharudin Samsuddin Samsuddin Sapiin, Sapiin Sayfullah S, Muh. sayfullah, Muh Sayfullah, Muh. Shamsul, Mariyanto Nur Singgih Wibowo, Singgih Slamet Haryadi Sofyan, Silvia Suratman Trias Ramli Susanti, Pipit Aprilia SYAMSU ALAM Tamba, Iventura Fitra Uli Taslinawati, Taslinawati Uju Uju Umar, Mohamad Fahrul Himalaya Vatur, Kayla Maharani Victor Victor Victor Victor Wahyu Hidayat Wahyuni, Risa Wahyuni, Wika Wika Wahyuni Zaunit, Muthia Miranda